Maaf karena pendek!
1 BAB pelajaran 1 CHAPTER! OK?
by :
Rukiberry a.k.a Rukishirou
.
.
.
Bleach (c) Tite Kubo
TEACH ME HOW
CHAPTER II
:::::
Bab 1 : Berpegangan tangan
"Permisi" ucap Rukia saat memasuki apartemen Ichigo.
Ichigo tersenyum kecil "Tenang, aku hidup sendiri koq" ucapnya. "Kau, beristirahatlah," lanjutnya
"Ichi, tinggal sendiri?"
"Ya, ayah sibuk bekerja," singkat Ichigo.
"Oh... Eto, aku duduk disini ya?" tanya Rukia sambil melihat kearah sofa Ichigo diruang tamu.
"Duduklah ditempat yang membuatmu nyaman, tunggu disini aku akan membawakan bahan untuk komikmu"
.
"lama menunggu?" ujar Ichigo menghampiri Rukia sambil membawa buku.
"setengah jam aku menunggu! Lama banget!" omel Rukia.
"Sudah jangan ngomel-ngomel! Ini!" ucap Ichigo sambil melempar sebuah buku.
"apa ini?" tanya Rukia.
"Buku itu membahas tahap-tahap komik hardcore" jelas Ichigo sambil duduk disebelah Rukia.
"A... Hardcore?"
"Ya, kau mau bikin komik hentaikan?"
"Iya"
"Bacalah judul babnya saja" suruh Ichigo.
"Bab 1, pegangan tangan" baca Rukia. "Apaan nih? Kalo ini juga aku udah tau!" omel Rukia.
Ichigo menggenggam tangan Rukia "bacalah selanjutnya!" perintahnya.
"eh? Mengapa kau memegang tanganku?" tanya Rukia polos. 'tangannya keras' batin Rukia.
"Agar kau dapat merasakan apa yang tokoh komikmu rasakan. Semacam mendalami perasaan karakter gitu deh." jelas Ichigo.
"Memang bisa?" tanya Rukia.
Ichigo menghela nafasnya, "Pejamkan matamu" perintahnya, "dan rasakanlah"
Rukia memejamkan matanya. Dirasakannya telapak tangan Ichigo yang menempel di punggung tangan mungilnya. 'hangat' pikir Rukia. Entah mengapa, Rukia merasa tenang dan damai ketika Ichigo menggenggam tangannya, begitu hangat dan nyaman.
"Aku tak pernah menyangka, jika digenggam rasanya senyaman ini" ucap Rukia dengan mata yang terpejam.
"Apa yang kau rasakan, Rukia?" tanya Ichigo.
Dengan mata yang masih terpejam, Rukia menjawab, "Hangat, damai dan nyaman."
"Kau tak pernah menyadarinya bukan? Padahal setiap hari kita berpegangan tangan" ucap Ichigo sambil mengeratkan genggamannya ke tangan Rukia. "Nah, bukalah matamu," perintah Ichigo.
Rukia membuka matanya, didapatinya wajah Ichigo sangat dekat dengan wajahnya. Tiba-tiba Rukia teringat akan genggaman Ichigo di tangannya dan berblushing ria.
Tanpa disadari tangan Rukia berontak dari genggaman Ichigo. "He-hei! Kenapa kau?" tanya Ichigo.
"ma... Maaf, aku gugup" jawab Rukia jujur.
Ichigo tersenyum, "tak apa"
"Ichi... Tolong lepaskan tanganku" pinta Rukia.
Ichigo malah ketawa cekikian, "Kau lucu Rukia! Lihat! Wajahmu seperti tomat cuma gara-gara pegangan tangan!"
"Tidak lucu! Urusai, mikan no baka!"
"ya, ya... Dasar polos!"
"Urusai! Lepaskan tanganku!"
"ok" Ichigo melepaskan tangannya. "Kau begini saja sudah tak karuan, bagaimana kalau kau digenggam Arroniero?" goda Ichigo.
"Biar saja! Aku memang penggemar berat arroniero aruruerie koq!"
"Ya, ya, dasar penggemar komik Espada"
"Kau sendiri kalau digenggam Miku Hatsune pasti udah kaku ditempat!" tuduh Rukia.
Ichigo merona merah, "Aku cuma suka suaranya koq!" sangkalnya.
"Hyahahaha, bohong! Aku pernah melihat handphone mu berwallpaper Miku! Tak kusangka tipemu seperti itu"
"Paling tidak Miku-chan tidak berkepala termos!" sindir Ichigo.
"JANGAN MENGEJEK ARRONIERO KU!" suara Rukia melengking tinggi.
Ichigo kembali cekikian melihat betapa fanatiknya Rukia mengagumi karakter Arroniero di manga berjudul ESPADA.
"Rukia, kau lucu!" ucap Ichigo sambil cekikian.
"Aku pulang!" ujar Rukia kesal.
Ichigo mulai panik melihat kekasihnya ngamuk. Yah, wajar saja! Jika karakter faforit Author dijelek-jelekin, nyawa orang yang jelek-jelekin itu karakter dalam bahaya! Author yakin yang pada baca pasti sama deh ama Rukia.
"Tunggu!" ucap Ichigo.
"APA?"
"Bagaimana kontes di deviantart mu?"
"BIAR, aku tak pedu-"
"Aku punya kenalan editor komik hentai!" potong Ichigo.
Langkah Rukia terhenti seketika, "Benarkah?" mata Rukia langsung berbinar-binar.
Ichigo menggangguk pelan, "Siapa tahu ia bisa menyarankan komikmu ke pimpinan redaksi!" yakin Ichigo.
Batin Rukia sedang bertarung sengit antara sisi buruk dan sisi baiknya. Sisi baiknya menyuruh untuk pulang. Dan sisi buruknya menyuruh untuk tetap tinggal di apartemen Ichigo.
"Maaf, aku pulang dulu." Yak, sisi baik MENANG!
"Tunggu! Aku punya poster Arroniero!"
Hah? Tunggu! Apa yang Ichigo katakan? Bukannya itu nggak nyambung?
"Poster Arroniero?" tanya Rukia bergetar.
Ichigo mengangguk yakin, "YA! Aku akan memberikannya padamu jika kau mau berguru pada ku!"
"Ichigo, kau tinggal sendiri disinikan?"
"Y.. Ya?"
"IJINKAN AKU MENGINAP!"
"APA!"
.
.
TEBECE
Ini Ruki bagi,. Setiap bab ,1 chapter, jadi maaf kalo chapternya kadang banyak kadang dikit
Lemon?
Tunggu di akhirnya XD
BTW, maaf! Kali ini Ruki nggak bisa bales review kalian untuk chapter 1...
Ntar Ruki bales di chapter 3 untuk review CH 1 dan CH 2
Maaf
Laptop Ruki RUSAK ini upload diwarnet...
kerjar waktu TTATT
Maaf T.T
Review!
