.

"Welcome to Wonderland."

.


Wonderland Series: Hiruma Youichi

~A Collaboration Account between: gabyucchiP and HirumaManda~

Chap 2: It's begin!

Disclaimer: Eyeshield 21 from Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata

Warning: OOC, typo, humor garing. Serangan jantung akut. AU yang jelas. Tidak plagiat. Bahasa santai sore di Pizza H*t #plak!

TIDAK MENERIMA FLAME!

Don't Like Don't Read!

Wonderland Series: Hiruma Youichi: 2011: DevilxMaster


"Wonderland kedatangan tamu rupanya..."

Suara asing itu terus menggema memenuhi ruangan yang semakin menyempit tempat Hiruma berada sekarang.

"Siapa?" tanya Hiruma disela-sela nafasnya.

"Coba tebak siapa aku MAX!" jawab suara itu.

Hiruma terdiam. Kata-kata suara itu mengingatkannya pada seseorang -atau seekor?- monyet. Hening. Ruangan itu semakin mengecil manakala suara itu masih tidak mau menampakkan sosoknya.

"TUNJUKKAN SAJA SIAPA DIRIMU, KUSO!"

"Iya iya. Tak perlu membentakku seperti itu. Mukyaa!"

Dan dengan sebuah letupan pelan, muncul sosok di depan Hiruma. Sosok itu mirip sekali dengan seseorang yang sangat dikenal Hiruma. Minus telinga bulat di kepalanya dan sebuah ekor panjang melingkar yang menyembul dari pantatnya. Secara garis besar, dia adalah monyet yang memakai jubah penyihir. Oke, author sendiri bingung.

"Monyet sialan? Er, maksudku, Monta?" tanya Hiruma heran.

"MUKYAA! Kenapa kau bisa tahu namaku Monta, MAX!"

Sementara Monta sibuk mengomel tak jelas, Hiruma semakin tersiksa karena ruangan itu terus mengecil seiring berjalannya waktu.

"MONYET SIALAN! CEPAT HENTIKAN TEMBOK SIALAN INI!"

Monta terdiam sejenak mencoba mencerna kata-kata Hiruma barusan.

.

Lima detik.

.

Sepuluh detik.

.

Lima puluh detik. (A/N: Saking lamanya author bisa ketiduran nih. Dasar lola! #disumpelpisang)

.

"CEPAT, BAKA!" teriak Hiruma frustasi.

Monta langsung menepuk tangannya, "Oh, kau bisa memakan kue sus di atas meja itu untuk merubahmu menjadi kecil."

Hiruma mengangkat sebelah alisnya, bingung. Namum dia tetap mencari kue yang dimaksud monyet jadi-jadian di depannya.

Set.

Pandangan Hiruma jatuh pada sebuah kue bulat diatas meja. Hiruma mengernyit memandangi kue yang terkenal manis itu.

'Haruskah?' batin Hiruma yang notabene anti makanan manis.

Tapi karena tembok itu makin menyiksanya, maka dengan berat hati Hiruma meraih kue sus itu. Aroma manis menyeruak merasuk indera penciuman sang kapten. Mendadak dia merasa mual. Akhirnya setelah ritual komat-kamit berdoa(?) yang cukup lebay, Hiruma akhirnya memakan kue sus itu dalam sekali telan sambil menutup hidung.

Hiruma sontak megap-megap layaknya ikan yang kehabisan air. Sesuatu terasa menggeliat di dalam perutnya. Tubuhnya terasa terbakar. Dan akhirnya, dengan kecepatan cahaya Eyeshield 21, tubuh Hiruma mengkerut.

Hiruma terdiam, masih kaget dengan apa yang terjadi hingga tiba-tiba suara rauman terdengar sayup-sayup di telinganya. Dia menengok ke segala arah untuk mencari sumber suara. Namun yang di dapatinya adalah sebuah pintu kecil. Dengan hati-hati, Hiruma berjalan kearah pintu itu dan membukanya.

Hiruma kembali mematung saat mendapati pemandangan di depan matanya. Sejauh mata memandang tampak pohon-pohon aneh menjulang tinggi. Rumput pun bukannya berwarna hijau melainkan pelangi dan permen-permen raksasa tumbuh dari dalam tanah. Untuk sepersekian detik kemudian, Hiruma Youichi sukses muntah dengan nistanya. (A/N. ga segitunya kalee~)

Tuing. Tuing.

Hiruma sontak berbalik mendengar suara itu. Ternyata dugaannya benar, dia melihat anjing kesayangannya tengah berlompatan ria tak jauh darinya.

"CERBERUS!" panggil Hiruma sambil berteriak.

Cerberus berpaling. Kedua matanya menatap Hiruma cukup lama sebelum akhirnya malah berlompatan menjauh, membuat tiga perempatan muncul di wajah si setan Deimon.

"Kembali woy, Baka!"

Sambil mengomel, Hiruma terus mengejar Cerberus. Dia tak menyadari jalan yang ditempuhnya sekarang mulai memasuki hutan. Akhirnya kejadian yang sama terulang, Hiruma kehilangan jejak Cerberus.

"Kuso!" umpatnya pelan. Hiruma melihat sekeliling, tampak sejauh mata memandang hanya jamur-jamur segede bagong berwarna-warni.

"Wah wah wah, ada tamu rupanya~"

"Fugoo!"

Suara aneh membuat Hiruma makin kebingungan. Bukan hanya satu, tapi suara itu ada dua. Tertawa riang.

"Siapa?" tanya Hiruma frustasi.

"Siapa kami? Hmm, sini biar kutunjukkan."

Berakhirnya suara tanpa raga itu bersamaan dengan dentuman keras yang menggetarkan bumi tempat Hiruma berpijak. Hiruma oleng, tapi tetap berdiri.

Tiba-tiba dua sosok jatuh tepat di depan Hiruma, membuat goncangan yang lebih dahsyat. Tampak dua orang dengan tubuh yang sama-sama bulat. Lingkaran kecil dan lingkaran besar. Salah satunya mempunyai kepala berbentuk kastangel dan yang lain mempunyai hidung bak tomat segar. Hiruma mengernyit, dia mengenal baik dua sosok 'kembar' itu.

"Gendut sialan dan Gendut Jr. sialan? Tch, maksudku Kurita dan Komusubi cepat keluarkan aku dari tempat laknat ini," suruh Hiruma. Sementara kedua orang mirip Kurita dan Komusubi hanya berpandangan heran satu sama lain.

"Hei, bung. Bagaimana kau tau nama kami? Kau orang baru, 'kan?" tanya Si Gendut Besar a.k.a Kurita.

"Berhenti berpura-pura bodoh seperti monyet sialan! Aku kenal kau sejak SMP, gendut!" Hiruma sudah mulai mencak-mencak.

"Hahaha. Orang ini menarik. Ayo, Komusubi, kita ajak dia bermain."

"Fugooo!"

Seakan menulikan diri dari amukan Hiruma, Kurita dan Komusubi malah saling bergandengan tangan. Lalu dengan satu hentakan keras, tubuh mereka berdua memantul tinggi. Hiruma merasakan perasaannya mulai tidak mengenakkan.

Tuing. Tuing.

Hiruma yang mengenali suara itu langsung melupakan niatnya untuk melarikan diri karena melihat Cerberus tengah melompat-lompat di antara jamur-jamur itu.

"Cerberus berhenti! Bantu aku, anjing sialan!"

Hiruma mengejarnya lagi, namun lagi-lagi dia kehilangan jejak anjing kesayangannya.

Bum!

Sebuah gempa kecil menyusul saat tubuh Komusubi jatuh menghujam bumi. Apa yang ditakutkan Hiruma kini benar-benar terjadi.

"Psst, psst."

Terdengar suara berbisik. Hiruma menoleh, dari balik sebuah jamur raksasa, dilihatnya Cerberus mengintip. Anjing yang kini berdiri tegap layaknya manusia itu mengangkat sebelah tangannya dan menekuk jari lain kecuali jari telunjuk dan jari tengah. Membentuk huruf 'V' alias victory atau peace. Hiruma makin sweatdrop, apalagi saat ditambah efek 'tring tring' di belakang Cerberus yang tersenyum.

"Funnurabaaa!"

Hiruma mengenali suara ini. Suara si gendut kalo dia hendak menyerang. Wajah Hiruma makin horror membayangkan tubuhnya yang gendut jika menghantam tanah. Namun sebelum hal itu terjadi, di luar dugaan Cerberus tiba-tiba mengeluarkan AK-47 dari balik punggungnya dan melemparkannya pada Hiruma lalu melesat pergi lagi.

Set.

Mata Hiruma melebar sambil berbinar bagai anak kecil yang diberi permen saat menangkap AK-47 itu. Secepat kilat, dia mengarahkan senjatanya pada Kurita yang sudah hampir menyentuh tanah.

"YAAA-HAAAAA!"

Hiruma mengamuk. Seluruh peluru pada senjata itu mungkin akan dihabiskannya dalam sepersekian detik. Namun, sepertinya berhasil. Kurita kembali melayang tinggi saat ditembaki dengan brutal oleh Hiruma.

"Kekeke," tawa setan Hiruma muncul.

"Diam dasar kau bodoh!"

He? Hiruma cengo mendengar suara yang memakinya. Dia menengok ke segala arah mencari suara tersebut.

"Aku disini, bodoh. Apa kau buta?"

Suara itu sangat dekat dari Hiruma, sepertinya dari bawah. Hiruma menunduk dan raut mukanya berubah dengan sangat aneh. Dia mendapati AK-47 yang tengah dipegangnya mempunyai dua bola mata dan bibir juga bisa bicara. AK-47nya hidup!

"Apa katamu tadi, AK-47 sialan?" Hiruma geram.

"Kau yang sialan. Berhenti berteriak keras-keras. Kupingku sakit, bodoh!"

Baru kali ini ada yang berani memaki Hiruma. Dan itu adalah sebuah senjata! Tak terima. Hiruma dan AK-47 hidup itu malah saling membalas dengan kata-kata kasar.

"FUNNURABAAA!"

Terlambat menghindar. Karena asyik berdebat dengan His beloved AK-47, Hiruma melupakan duo gendut yang masih 'bermain' dengannya.

Bum!

Kurita sukses jatuh menimpa Hiruma. Sang kapten hanya megap-megap di bawah. Sesak. Belum lagi Kurita menghindar, datang lagi meriam manusia Komusubi Daikichi menimpa dirinya dan Kurita yang masih berada di atasnya.

"MENYINGKIR DARIKU, GENDUT-GENDUT SIALAN!"

Dengan usaha yang cukup keras dan lama dari Kurita dan Komusubi, akhirnya Hiruma berhasil bebas dari tindihan Kuri Hammer dan Komusubi Hammer.

"DASAR GENDUT SIALAN DAN GENDUT JUNIOR SIALAN BODOH, KELUAR KALIAN DARI DEIMON DEVIL BATS!" Hiruma mencak-mencak sambil menarik rambutnya frustasi.


~In the Real World~

"Hiee~"

Nggak ada angin, nggak ada hujan, Kurita dan Komusubi merinding disko. Mereka berdua langsung ketakutan sambil berpelukan satu sama lain kayak Teletubbies.

"Ko-komusubi, k-kamu me-me-me-rasakan sesuatu, nggak?" tanya Kurita pada Komusubi dengan tubuh bergetar hebat, ampe rambut kastangelnya tergolek lunglai.

"Fu-fufu-fugo~"


~Back to the Wonderland~

Kurita dan Komusubi di hadapan Hiruma sekarang hanya cengo dengan tampang blo'on.

"Kamu bicara apa, sih?" tanya Kurita pada Hiruma sambil berpandangan dengan Komusubi, penuh tanda tanya. Sedangkan Komusubi hanya menaikkan bahunya sejenak.

Karena menganggap mereka berdua berpura-pura, Hiruma kembali mengarahkan senjatanya pada kedua orang itu.

Tratatatatata!

Hebat! Ternyata semua peluru Hiruma mental saat bersentuhan dengan tubuh Kurita maupun Komusubi!

Saat kemarahan Hiruma makin menjadi-jadi, Kurita angkat bicara. "Ini Wonderland, bung!"

"Peduli setan dengan Wonderland sialan, dasar kalian berdua orang sinting!"

"Ta-tapi di Wonderland semuanya gila! Hahaha!"

Hiruma menepuk dahinya pelan saat Kurita dan Komusubi malah asik berlompatan memutar sambil berlari-lari. Tiba-tiba, Hiruma mendapatkan ide. Otak jeniusnya kembali bekerja. Yeah!

"Woy, Gendut sialan dan Gendut Jr. sialan! Ayo kita bermain." Kurita dan Komusubi seketika berbinar mendengar kata 'bermain'. Membuat seringai Hiruma makin lebar.

"Begini peraturannya. Kita akan bermain suit. Kalau aku menang, kalian harus menunjukkan jalan keluar dari hutan jamur ini. Namun jika aku kalah, err―kita akan bermain permainan lain lagi. Bagaimana?" tanya Hiruma dengan kitty eyes no jutsu, membuat author langsung bergidik ngeri membayangkannya.

"SETUJU! FUGOO~"

Kini, Hiruma dan Kurita berhadapan. Masing-masing memasang wajah menantang. Hening. Komusubi di belakang sana tengah berdoa sambil menyilangkan jarinya untuk keberuntungan. Mendadak Hiruma menyeringai tanpa diketahui oleh mereka. Fufufu, si setan Deimon punya rencana sepertinya.

"KERTAS! YA-HAA!"

Hiruma berteriak saat mereka hendak melakukan suit, membuat Kurita tersentak kaget dan latah.

"Funnuraba, KERTAS!"

Krik. Krik.

Apa yang terjadi, kenapa jadi hening? Mari kita liat pertandingan Hiruma vs Kurita. Ternyata, eh ternyata, karena kaget diteriaki kertas oleh Hiruma, Kurita yang hendak mengeluarkan batu berubah jadi kertas! Dan bagaimana dengan Hiruma? Sodara-sodara ternyata setan kesayangan kita mengeluarkan gunting! Benar-benar licik. Ckckck.

"Yaa-Haaa!"

Hiruma langsung menari ala Dora the Explorer karena menang. Sementara Kurita dan Komusubi tengah berduka karena kekalahan itu membuat mereka tak bisa lagi bermain dengan Hiruma.

"Kekeke. Sesuai perjanjian, kalian harus menunjukkan jalan keluar padaku," Hiruma terkekeh girang.

"Ba-baiklah, untuk keluar dari hutan ini kau tinggal mengikuti jamur yang berwarna merah dengan totol hitam. Ingat, yang totol hitam," Kurita menegaskan.

Hiruma menganguk mafhum lalu tanpa pamitan dia langsung menghambur pergi. Meninggalkan duo gendut yang masih saja menangis sambil berpelukan.

Tuing. Tuing.

Hiruma kembali berjumpa dengan Cerberus. Sontak Hiruma langsung marah-marah gaje pada Cerberus karena dia yang menyebabkannya masuk ke negeri aneh bin ajaib ini.


~In the Real World~

Suasana hari itu begitu damai. Saat ini, semua murid tengah beristirahat siang. Dan anggota tim DDB tengah berkumpul di ruang klub untuk membahas kapten mereka yang hilang sejak tadi pagi dan masih belum kembali.

"Hah~ Ada yang punya usul dimana kira-kira Hiruma-kun berada sekarang?" tanya sang manajer cantik, Mamori Anezaki.

Seluruh orang di ruangan itu mendadak menghembuskan napas panjang secara bersamaan. Kebingungan akan keberadaan kapten mereka. Hingga tiba-tiba...

RATATATATA!

"DENGARKAN AKU SAAT AKU BICARA, ANJING SIALAN! BERHENTI. DAN CEPAT KELUARKAN AKU DARI TEMPAT LAKNAT INI!"

Gubrak!

Mendadak saja suara tembakan dan teriakan khas sang Commander from Hell membahana di seluruh ruangan klub itu. Membuat semua orang yang berada di sana terkena serangan jantung dadakan. Ada suara tanpa rupa. Wajah semua orang langsung memutih.

"Er, Hi-hi-hi-ruma-san bel-um jadi s-se-tan be-ne-neran 'kan?" ternyata sang Eyeshield 21 aka. Sena yang bertanya dengan tubuh bergetar hebat bagai diguncang gempa 100 skala richter! Oke, itu lebay.


~Back to the Wonderland~

Hiruma masih ngamuk sambil menembaki dan memaki Cerberus. Sementar Cerberus malah cekikikan sambil terus melompak menghindar. Dan...

Plop.

Cerberus kembali menghilang untuk kesekian kalinya. Hiruma hanya bisa mendecih pelan. Dia melihat sekeliling. Ada sebuah danau cukup lebar di hadapannya.

"Ternyata benar, Wonderland kedatangan tamu."

Sebuah suara serak terdengar oleh Hiruma. Dia hapal betul suara pria itu. Sontak Hiruma berbalik, seringainya makin lebar mendapati tebakannya benar.

"Menikmati sake, pemabuk sialan?"

-TBC-


Fiuuh~ #ngelapkeringet

Yaa~ Inilah Souvenir Fic buat kalian yang telah datang ke pernikahanku dan Yucchi hari ini! XD #hepi

Dikarenakan ada sesuatu hal, di chappie ini seluruhnya yang buat diriku, tapi dengan plot dari my lovely Yucchi pastinya.. Hehehe #dor

Maaf ya buat humor yang garing banget, humor sense aku parah banget soalnya X(

Nah, adakah yang bersedia mereview dan -kalo bisa concrit- untuk ucapan selamat pada kami? :D *kitty eyes no jutsu*

Devil pamit~ XD

Dapet salam dari Master juga~ XD

Thanks to: HirumaManda • levina-rukaruka • nasaka • Hikari Kou Minami • undine-yaha • Mitama134666 • ToscaTurqoise • RunaKyu • Iin cka you-nii • Kaitou 13 • Miko Minamoto

P.S dari Master: Beberapa typo dari suamiku telah kuperbaiki. Semoga lebih baik! Makasih, suamiku tercinta, atas jasa ngetiknya! XD Ah, daftar reviewer dan ucapan terima kasihnya belum ada, loh, suamiku! Sudah kutambah. Maaf kepo =w=v.

Akhir kata, REVIEW!