"Oi Zoro, Sanji, Nami, Robin ada apa dengan kalian ? kalian terlihat tidak semangat ?" tanyanya bingung
Merasa pertanyaan kaptennya sangat mengena, mereka serentak menjawab
"AAH LUFFY, TIDAK ADA YANG PERLU DI KHAWATIRKAN"
Luffy terheran-heran tetapi akhirnya ia kembali ke sifat semulanya, yaa dia hanya merasa bingung kenapa ke 4 temannya itu terlihat berbeda.
Makan siang kali ini berlangsung cukup cepat tidak seperti biasanya, dan semua kembali ke urusan masing-masing. Ada misi di balik keburu-buruan nami dan sanji. Ya mereka harus mempersatukan kedua temannya yang tidak bisa bersatu karna keduanya memang tidak tahu bagaimana seharusnya mereka itu bersikap.
"Robin tunggu, kamu mau kemana ?" name mengejar robin
"nee Nami, aku mau ke perpustakaan, kenapa ?" jawabnya
"Robin, ayo kita atur rencana itu, kau mau kan ? Sanji kun mau membantu kamu" Nami antusias
"benarkah itu Nami ?" jawabnya seakan tak percaya
"kau tenang saja yaah Robin, semua akan di atur oleh Sanji Kun" tutur Nami
"Nami, terima kasih banyak" ujar robin
Nami dan Robin pergi ke perpustakaan, mereka mengobrol santai di sana, sejatinya Robin tidak tahu kalau catatannya telah di baca oleh 'Tuan Pendekar' nya itu. Robin memberikan catatan kecilnya itu kepada Nami, nami diizinkannya untuk membaca catatan itu, betapa terkejutnya Nami membaca itu. Ternyata Robin tlah menderita sangat lama dengan menyimpan segala kekaguman, dan cintanya kepada pria bodoh bernama Roronoa Zoro, ya ampun, sampai segitunya.. pantas saja di pulau fish man Robin terlihat sangat ingin sekali membeli baju-baju bewarna hijau itu.. gumam Nami setelah membaca catatan itu.
"Robin, apa ini semua kau tulis tanpa sepengetahuan kami semua selama ini ?" Tanya Nami cukup kebingungan
"Ya seperti yang kau baca, itulah perasaan ku selama ini kepada orang yang sering kalian sebut 'Marimo' itu" tersenyum kecil Robin
Ya ampun, Robin aku tak menyangkanya
"Kau begitu hebat robin, .." lanjut Nami
"Cinta memang membutakan segalanya Nami" ucap robin sambil menidurkan badannya ke pundak Nami, Robin terlihat letih karna cinta ini
"Robin sabarlah, ini akan segera terselesaikan.." sambil mengelus rambut Robin dengan lembut
Nami tahu bahwa temannya ini sedang penuh dengan kegelisahan, mungkin Robin memang salah memilih pria untuk di cintai, tapi di satu sisi Robin benar, cinta itu bagaikan badai dan sedikit gila. Huuh kuharap dia mendapatkan sedikit kebahagiaan, bahkan kebahagiaan yang sempurna dari si bodoh buta arah itu.
Di tempat lain, Sanji tengah menjalankan misinya. Dia mencari sahabatnya Roronoa Zoro sekaranglah saatnya untuk membahagiakan Robin Chan, Zoro Marimo buta arah kau harus membahagiakan Robin Chan apapun yang terjadi, karna ku yakin seorang pendekar pedang seperti dirimu pasti akan mencintai seseorang, jika memang kenyataanya tidak. Maka akan kupastikan Robin Chan tetap bahagia bersama orang lain. MARIMO !
Sejak tadi hanya itu yang terngiang-ngiang di kepala Sanji tidak ada yang lain, wanita yang bahkan sudah ia anggap sebagai kakak nya, ya tentu saja sanji akan melakukan apa saja untuk membahagiakan 'kakak' nya itu.
Jika Marimo itu normal, maka pasti ia akan sangat terpana dengan kecantikan, keseksian, Robin Chan. Akan kupastika kau akan mencintai Robin Chan. MARIMOOO!
"Hoi Ero Cook … !" suara yang terdegar tiba-tiba dari belakang pencarian Sanji
"eh…"
Teryata itu si MARIMO sialan
"hoi Sanji … " zoro membuka percakapan
"haah-haah Marimo tumben kau memanggilku dengan tidak mengejekku" sanji membalas
"HAAH, sudah lah jangan di pikirkan"
"Sanji, aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu, jujur sedari tadi aku memang mencari mu." Zoro berucap
"kenapa kau tiba-tiba seperti ini marimo?" jawab sanji bingung
"ada yang ingin ku tanyakan, dan ada juga sesuatu yang ingin aku beritahu kepadamu" balas zoro
"Zoro, kau sedang tidak salah makan, atau salah minum obat kan ? HAHAHAHA" sanji sedikit tertawa
"BERENGSEEEEEK, tidak bisa kah kau serius sedikit. Meskipun sejujurnya aku malas berbicara denganmu. DASAR KOKI MESUM" jawab zoro agak kesal
"Memang sulit untuk kita berbicara normal layaknya seorang sahabat biasa, zoro" ucap sanji
"Tapi seperti apapun kau, kau adalah rival terberat ku zoro" lanjut Sanji
HAAAH koki mesum ini bisa juga berkata demikian .. chhh
"Baiklah lanjut ke intinya saja, aku ingin bicara …"
"MARIMO, ini lebih penting rasanya ketimbang masalah mu" potong sanji
"HAAAH" Zoro kebingungan
"Karna Nami-san aku mau mengatakan ini, dan juga karna 'dia' juga, marimo aku hanya ingin memberi tahu sekaligus menanyakan mu tentang hal tersebut" ucap sanji
"JANGAN BERTELE-TELE … hal yang ingin ku sampaikan lebih penting" selak Zoro
"ini tentang seseorang, aku hanya kali saja ingin melakukan hal seperti ini, karna di suruh Nami san aku akan memohon kau jangan kaget ataupun bertindak bodoh zoro" lanjut Sanji
"Ini tentang perasaan Robin Chan kepadamu Marimo !" tambah nya
"HAAAAAH …" zoro tersentak
Kenapa koki bodoh ini bisa tahu apakah Robin memberitahukan hal itu kepadanya, mungkin Robin bercerita kepada nami dan meminta Sanji untuk membantu Robin, arrrrggh
"Ero Cook, tentang perasaan apa ? kau jangan mengada-ada" bohong zoro
"Dia Mencintaimu bodoh !" balas sanji seraya mengehempaskan asap rokoknya
"HAAAH, apa iyaa itu benar-benar terjadi ?" bohong zoro
Zoro lagi-lagi berbohong tentang perasaanya, dia tidak mau langsung saja mengungkapkan perasaanya begitu saja.
Apakah ini saatnya aku mengakui perasaan ku kepada wanita cantik itu? Ayolah robin bantu yakinkan aku ..akan kuputuskan untuk bicara sekarang
"SANJI .. huuuh baiklah aku memang sudah tahu dia mencintaku, karna akupun secara tidak sengaja membaca catatannya, jujur saja aku pun sangat kaget, tapi aku sangat menghargai perasaanya. Aku tau bagaimana sakitnya menahan perasaannya itu. Karna akupun mengalami hal yang sama sanji, AKU MENCINTAI ROBIN" zoro menjelaskan
"ZORO ? apakah itu semua mungkin ?, Robin Chan akan sangat senang mendengarnya" ayolah ungkapkan perasaan mu
"SUDAH LAAH SANJI, aku tidak ingin mengulanginya. Yang ku pinta kepadamu adalah aku ingin meminta bantuan mu untuk .. e-untuk bisa mengungkapkan rasa ini kepadanya SANJI" timpal Zoro
"Hahahahaha … " sanji hanya tertawa
"inilah yang sebenarnya tidak aku inginkan, yaitu cerita dengan mu, karna kau pasti hanya akan meledekku seperti ini" keluh sanji
"tapi untuk terakhir kalinya aku meminta ini dari mu. Tolong lah aku Koki mesum" lanjut Zoro
"Haha Marimo bodoh, baiklah aku akan menolongmu, ini juga untuk Nami san, dan Robin Chwaaaan" jawab sanji
"HOII BERHENTI MENYEBUT ROBIN SEPERTI ITU !" jawab zoro tak suka
"HAHAHAH Muarimo, ternyata kau sudah mulai benar-benar mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya kepada robin" balas Sanji
"Baiklah baiklah, lalu apa kau punya rencana untuk menolong ku Koki alis pelintir ?" Zoro bertanya
"HAHAHAHA akhirnya kau mengucapkannya juga MARIMO, oke oke aku akan menolongmu" sambil tertawa sanji menjawab
"Apa kau punya rencana untuk melakukannya Marimo ?.. eh tapi orang seperti mu mana mengerti soal seperti ini yaah HAHAHAH" sanji meledek zoro
"KALAU AKU MENGERTI DARI DULU SUDAH KU KATAKAN , KOKI MESUUUM" zoro agak kesal
"oi marimo santai sajalah, aku akan membantumu" jawab sanji
"Ero Cook ? tumben kau mengatakan hal yang benar" jawab zoro singkat
"Ini demi kebahagiaan Robin Chan, dan juga kekasihku Nami San, serta ku harap itu menjadi kebahagiaan Sahabat dan Rival ku 'Kaizoku Gari' Roronoa Zoro" balas Sanji
"HEEEH Sanji Bakaa" timpal zoro singkat
"Jadi apa rencanamu untuk mengutarakannya ?" Tanya balik Sanji
"Kalau aku sudah punya keberanian dan caranya pasti aku tidak akan memberitahu mu BODOH" jawab zoro kembali marah, merasa Sanji hanya memutar-mutar pertanyaannya
"HAHAHAH aku hanya menggoda mu MARIMO, tenang lah sedikit. Sebelum melakukan tindakan selanjutnya, aku ingin Tanya beberapa hal, bagaimana kau bisa menyukai Robin Chan ?" sanji penuh Tanya
"Ku rasa aku tidak perlu menjawabnya, aku hanya mencintainya karena memang dia sangat menarik perhatianku, itu saja" ungkap zoro
"HAHA kurasa kau memang tertarik dengan kecantikan dan keseksian Robin Chwaan" sanji kembali meledek Zoro
Wajah zoro memerah dan seketika naik darah
"Hoi Koki Bodoh, jangan pernah berpikiran yang tidak-tidak terhadapnya, ku hajar kau !" cetus zoro
"tenanglah marimo, dia memang wanita yang sangat cantik, dan kurasa kau adalah laki-laki yang beruntung, karena Robin Chan memilihmu" jawab Sanji
"Baiklah, dia itu memang cantik, tapi dia membuatku gila. Kau tahu" balas zoro agak malas
"HAHAHAH ya sudah kalau begitu cepat dapatkan dia malam ini Marimo. Hanya ada satu cara untuk melakukannya, akan ku beritahu" balas sanji antusias
"hei apa itu ?, untuk saat ini aku akan mengikuti saran mu. Tapi aku masih tidak yakin apakah aku bisa" sahut zoro
"Marimo, dalam hal cinta seperti ini, wanita tidak boleh berperan sebagai yang menyatakan cinta. Jadi sebagai seorang pria kau harus menyatakan cinta kepada Robin Chan! ITU HARUS" balas sanji
"ta-tapi tapi apakah aku sanggup ? melihat wajahnya dan melihat dia tersenyum aku sudah salah tingkah, " zoro berkata sembari senyum-senyum sendiri
"HAHAHAH, ayolah Marimo, itu adalah yang mudah. Kau mencintainya bukan ? dan dia pun mencintai mu itu akan mudah. Kau hanya perlu mengatakannya secara jantan. Kau dengan hebat dan bangga bisa mengalahkan Taka No Me. Kenapa kau tidak bisa melakukannya kepada Robin Chan. Ayolah " bujuk sanji
"ini lebih sulit dari bertarung, kau tahu" balas zoro agak loyo
"Marimo, kau lakukan sekarang. Atau tidak sama sekali, Robin Chan menunggumu. Menunggumu untuk menerima cintamu" sanji meyakinkan zoro
"Sanji ! apakah itu mungkin. Aku sangat tidak yakin dengan diriku sendiri" balas zoro
"Kau pasti BISA ZORO" Sanji kembali meyakinkan Zoro
"Baiklah demi Robin akan kulakukan" balas zoro antusias
"Beginilah cara melakukannya, kau harus menunduk seperti ini, pegang tangannya, lalu katakanlah seperti ini "Robin, sudah lama aku mengagumimu, senyummu yang manis, wajahmu yang cantik, AKU SANGAT MENYUKAIMU AKU MENCINTAIMU" sembari mencontohkan apa yang harus dilakukan Zoro
"HEEEH apakah harus sampai seperti itu ?" zoro merasa aneh
"lakukanlah, itu akan membantu mu untuk menahan rasa gugup dan malumu itu" Sanji kembali meyakinkan
Zoro sempat berpikir sejenak, Robin aku sangat mencintaimu, akan kulakukan apa yang di bilang oleh koki mesum itu. Meskipun aku tak yakin apakah hal itu kau butuhkan untuk menerima cintaku.
"Baiklah koki alis melengkung, aku akan melakukannya demi Robin" jawab zoro lantang
"Nah begitulah yang di harapkan Robin Chan.."
"Hei sudahi panggil Robin dengan Robin Chan atau Robin Chwaaaan" selak zoro
"Kau cemburu kah? Haha itu panggilan sejak pertama ia bergabung Marimo" balas Sanji
"Setelah aku mendapatkannya sudahi panggilan itu" zoro menjawab agak sebal
"Baik, baik. Aku akan mengatur pertemuan mu dengan Robin Chan, kau tunggulah sembari aku menyiapkan semuanya bersama kekasihku Nami San, aku berjanji malam ini cita-cita mu dan pencapaian mu akan sempurna dengan kehadiran Robin Chan di sisimu sebagai kekasihmu" kata Sanji sambil ia melangkahkan kakinya meninggalkan Zoro
"Terima kasih.. Sanji. Kau memang Sahabat terbaikku"
Di tempat nami dan robin berada …
"Robin, kita akan tunggu Sanji kun yang sedang mengobrol dengan si bodoh itu yaa. Tapi tadi kau sudah berjanji kan kau tidak menguping dengan jurus mu itu?" nami bertanya
"Ia nami, aku sudah berjanji. Aku akan terima apa saja keputusan Zoro" ujarnya
"Nami Swaaaaaan, Robin Chwaaaan …" teriak sanji mengagetkan
"Ehh Sanji kun, kau bawa berita apa ? apa berita bagus" Tanya Nami
"Cook san, berita apa ?" balas Sanji
"Tenang lah, ini akan masih ku rahasiakan, kalian temui aku di dek rumput saja yaah. Aku ingin buatkan cemilan special untuk kalian, ayolaah"
"HEEH .. kau apa-apaaan Sanji kun" balas Nami
"Sudah Nami San, ayolah" kata Sanji terlihat senang sambil mengedipkan matanya
"Baiklah Sanji kun" balas Nami
Sementara Sanji buru-buru berlari untuk memberitahu Zoro, agar dia bersiap-siap karna Robin Chan akan datang sebentar lagi.
"Hoii Marimo, kau sudah ingat kan apa yang harus kau lakukan, Robin Chan akan segera kesini" teriak Sanji
"HAAAAAAH, apakah kau serius ? aku bahkan belum siap" jawab Zoro kaget
"AKU BELUM SIAP KOKI BODOH" tambahnya
"Hei Marimo kau benar-benar mencintai Robin chan tidak sih ?" Ujar Sanji
"ka-kalau akalu soal itu aku benar-benar mencintainya bodoh" jawab sanji
"ya sudah lakukanlah yang sudah ku bilang. Kau pasti bisa Marimo"
"eeh-eeh walaupun kau bilang begitu, baiklah" jawab zoro lantang
"Sanji Kun, Sanji Kun… dimana kau ?" teriak Nami
"HAAAAH kenapa mereka sudah datang, SIALL" zoro bergumam
"EH Zoro kenapa kau ada disini ?" Tanya nami kebingungan
Kenshi san ?, apakah ini semua rencana Sanji kun ?
"Ro-robin, kau kenapa kesini?" Tanya Zoro agak gugup
Robin tidak menjawab pertanyaan Zoro, sepertinya dia juga terlihat sangat teramat gugup. Zoro pun sepertinya menjadi sangat malu. Kedua insan ini sepertinya sama-sama sedang menahan perasaannya masing-masing. Melihat keadaan ini sanji mencoba memberi isyarat pada zoro.
Koki bodoh, apakah sekarang saatnya ? chh ini terlalu cepat .. Gumam zoro dalam batinnya
Kenshi san, apa aku yang harus mulai duluan, kenapa ini? Terlalu rumit kisah cintaku dengan dia :'(
"Robin … " Zoro memecah suasana
"Nami san … " bisik pelan sanji kepada Nami seraya menarik tangan kekasihnya itu
"baiklah .. " nami menurut
"Nami kau mau kemana ?" Robin kebingungan
"Robin .. ada yang ingin ku katakana.." Zoro menundukkan badannya seperti yang di contohkan Sanji
"eeh Kenshi san ? sedang apa .. " Robin tetap membohongi dirinya sendiri
"Robin.. anata aishiteru .. " ujar Zoro sembari mengambil tangan robin dan juga mengecupnya
(tahukan anata aishiteru = aku mencintamu)
"Kenshi san, apa yang kau katakana ? seriuskah ? " jawab robin agak gugup dan seakan tak percaya
"Robin, aku serius .." tambah zoro sembari menundukkan wajahnya karena terlalu malu
Tangan robin masih di genggam erat oleh Zoro, wajahnya memerah senyang bercampur sedih, robin ingin segera membalasnya namun zoro terlihat menundukkan wajahnya karna malu.
Robin ikut bersimpuh di hadapan zoro, ia mengangkat wajah sang "pendekar pendang" nya itu lalu mencium bibir zoro penuh dengan kemesraan, hal itu ia lakukan sebagai jawaban atas sikap malu zoro, dan sekaligus penantian lama yang di derita mereka berdua.
" ahh Nami san aku melakukan itu .." pinta Sanji
PLTAAAKK
Nami kembali memukul sanji, haha rasanya sanji tidak akan pernah mendapatkan hal itu dari kekasih tercintanya itu. Tapi tak terduga nami mendaratkan bibir indahnya ke bibir sanji. Saat itu pula sanji tak tertahan … (matanya berubah menjadi hati)
Sementara Robin melepaskan ciumannya, dan kembali menatap kekasihnya itu.
"Kenshi san, aku pun mencintaimu sejak lama " ujar Robin
"Ya, aku tahu Robin.. Robin Chan" jawab Zoro
"fufufufu … kenapa memanggilku seperti itu Kenshi san" Robin memberikan senyum manisnya kepada Zoro
Ini pertama kalinya robin bisa merasakan kehangatan pelukan lelaki yang selama ini ia cintai, begitupun dengan zoro.
"ah tidak apa-apa, aku hanya sangat senang," sambil membenamkan robin ke pelukannya
"Kenshi san, sudah lama aku menginginkannya" ucap robin
"ya Aku pun merasakan hal yang sama" balas zoro
ini masih bersambung ...
