Disclaimer : Yang jelas Kamen rider serta tokoh-tokoh di dalamnya bukanlah milik saya.
Warning(s): Shounen-ai, BL, Slash, AU, OOC, OC, Typo(s) , EYD tak baku, dan kejadian-kejadian aneh di dalamnya.
Bagi yang tak suka Shounen-ai, bisa klik or tekan tombol back. :D
The Wind
Chapter 2...
Kondisi mereka terdesak semua, baik Ankh maupun Eiji mengalami kesulitan mengalahkan lawan mereka...
"Khhh...!" Eiji berusaha bangkit setelah serangan Uva tadi, namun baru saja ia berdiri tiba-tiba sebuah serangan kembali mengenainya, kali ini bukan dari Uva melainkan dari Yummy yang sebelumnya ia lawan di taman tadi.
Eiji kembali berdiri dan berusaha melawan Uva dan Yummynya, tak lama dari itu akhirnya Date dan Gotou datang, Date segera berubah dan membantu Eiji.
"Hino! Aku akan urus Yummynya..!" seru Date sembari berusaha menjauhkan sang Yummy dari Eiji dengan cara menghajarnya bertubi-tubi.
"Yeah, tolong ya Date-san.." Eiji mengangguk setuju, ia kembali menyerang Uva namun saat ini fokusnya untuk segera menyelamatkan Yume.
"Ankh! Selamatkan Yume-chan!" teriak Eiji di tengah-tengah pertarungannya dengan Uva.
"Ck! Tak bisakah kau lihat aku sedang apa!" protes Ankh, ia masih dibuat sibuk oleh Pseudo Yummies yang terus bertambah.
"Arghhhh!" sebuah teriakan panjang dari arah Yume bersamaan dengan cahaya putih yang berpendar membuat konsentrasi mereka semua teralihkan, tiba-tiba seluruh Pseudo Yummies meledak dan hancur, bahkan Yummy yang tengah dilawan Datepun meledak, menyebabkan banyak Cell Medal berhamburan.
"A-apa yang terjadi?" tanya Eiji entah pada siapa, seseorang berjalan mendekati mereka, seseorang yang memiliki sepasang sayap putih yang anggun.
"Yume-chan?" gumam Eiji saat menyadari siapa orang itu.
Yume melangkah mendekati mereka semua, sayap putihnya mengembang di punggungnya.
Yume kembali mengepakkan sayapnya ke depan, menciptakan pisau angin dari udara.
"Eh?" Eiji yang tadi memasang posisi bertahan tampak bingung saat pisau angin itu menembusnya begitu saja tanpa melukainya.
"Ba-bagaimana bisa?" tanyanya
#TRAANGG!#
Suara besi saling beradu kembali mengambil perhatian semuanya, pisau angin tersebut mengenai Uva membuat Greed Hijau tersebut terpental dan terluka hingga beberapa Cell Medal miliknya berhamburan keluar.
"Sialan..." desis Uva "Aku akan datang lagi nanti..." katanya sebelum akhirnya ia melarikan diri.
Setelah melihat Uva yang berhasil lolos, Eiji segera meng-undo perubahannya diikuti oleh Date.
Eiji segera berlari menuju Yume, begitu pula Ankh, Date serta Gotou yang ikut mendekat.
"Yume-chan!" Eiji segera menangkap tubuh Yume yang tiba-tiba limbung.
"Minggir!" Ankh tiba-tiba menarik kerah baju Eiji dan melemparnya menjauh dari Yume, Ankh segera menarik kerah baju Yume.
"Oy! Siapa kau?!" bentak Ankh di depan wajah Yume
"Kh! Sakit Oniisan..." lirih Yume
"Ck! Siapa kau sebenarnya hah!" Ankh kembali membentak Yume, namun Yume terlanjur tak sadarkan diri
"Oy!" Ankh mengguncangkan tubuh Yume, namun tak ada respon dari yang bersangkutan.
"Ankh! Hentikan!" Eiji mendorong Ankh menjauh dari Yume
"Kau menyakitinya!" seru Eiji
"Ck!" decak Ankh
Eiji segera menggendong tubuh Yume di punggungnya
"Date-san, bisa kau memeriksanya?" tanya Eiji
"Yeah..." Date mengangguk
"Terima kasih..."
"Gotou-chan, ayo..." ajak Date seraya mengikuti Eiji menuju ke Cous Coussier kembali.
###############################
Keheningan menyelimuti mereka semua, Yume berbaring di kasur Eiji, di samping tempat tidur tersebut duduk Eiji dan Date yang baru saja selesai memeriksanya, Gotou berdiri di samping Date, dan Ankh, Greed merah itu ada di tempat ia biasa beristirahat.
Tiba-tiba pintu ruangan dimana mereka berada terbuka, membuat perhatian mereka teralihkan
"Apa aku mengganggu?" tanya Hina, sang pelaku yang membuka pintu
"Tidak..." jawab Date
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia baik-baik saja, jangan khawatir..." jawab Eiji sembari tersenyum, berusaha meyakinkan Hina
"Bagaimana denganmu sendiri?"
"Aku baik-baik saja..."
Tiba-tiba Yume membuka matanya, dan bangkit hingga posisinya kini menjadi duduk dengan kaki yang ia luruskan.
"Yume-chan..." kata Eiji
Ankh tiba-tiba turun dari tempatnya, menarik lengan Eiji dan melemparnya ke belakang.
"Ankh!" protes Eiji
"Oy! Siapa kau sebenarnya?!" tanya Ankh pada Yume tanpa memperdulikan protesan dari Eiji
Yume mengalihkan pandangannya pada Ankh, menatap Greed merah itu dengan pandangan yang sukar tuk diartikan...
"Ankh..." kata itu terlontar begitu saja dari Yume, ia masih terus menatap Ankh yang entah mengapa terdiam.
"Maafkan aku Ankh..." lanjut Yume
"Eh? Apa maksudmu Yume-chan?" tanya Hina yang tak mengerti, semua orang yang berada disana tak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi sesungguhnya.
"Maafkan aku Ankh..." sekali lagi Yume berucap maaf, namun kali ini ia melingkarkan lengannya pada punggung Ankh dan membenamkan wajahnya pada bahu Ankh yang entah mengapa masih membatu.
"Yume-chan sebenarnya ada apa ini?" tuntut Eiji yang benar-benar tak bisa mengerti, apalagi dengan sikap Ankh yang membatu
"King..." gumam Ankh tiba-tiba, membuat semua yang ada disana mengalihkan perhatian mereka pada Ankh.
"King? Maksudmu apa Anko?!" Datepun bersuara karena tak sanggup menahan rasa penasarannya lebih lama lagi
"Apa maksudmu dia raja os terdahulu?!" tiba-tiba Gotou berseru, menyampaikan spekulasi yang ada dalam kepalanya.
Yume melepaskan pelukannya pada Ankh, lalu menyentuh wajah Ankh dengan tangannya seraya tersenyum
"Akhirnya aku bertemu denganmu Ankh, aku merindukanmu..." kata Yume, tangannya masih tak lepas dari wajah Ankh
Tiba-tiba Ankh menepis tangan Yume dari wajahnya, membuat Yume menatap heran padanya.
"Ankh? Kenapa?" tanya Yume, Greed merah itu berbalik dan langsung pergi begitu saja tanpa mengindahkan pertanyaan dari Yume.
"Ankh! Tunggu!" teriak Eiji berusaha menghentikan Ankh, namun Greed dalam sosok pemuda blonde itu tetap melangkah pergi tanpa memperdulikan teriakan dari Eiji.
Pemuda pemegang sabuk Os itu berlari mengejar Ankh keluar dari ruangannya, meninggalkan Hina dan yang lainnya.
"Ankh..." gumam Yume dengan pandangan terluka
"Yume-chan! Sebenarnya apa yang terjadi disini, aku sama sekali tak mengerti! Tolong jelaskan pada kami Yume-chan..." pinta Hina.
Yume mengalihkan tatapannya pada Hina sebelum akhirnya ia menghela nafas dan mengangguk.
###############################
Ankh terus melangkah tanpa tujuan, berusaha menenangkan pikirannya yang entah mengapa menjadi kacau seperti ini.
"Ankh! Tunggu!" Eiji yang sedari tadi mengejar Ankh menahan lengan Greed merah itu agar tak melangkah lebih jauh
"Apa maumu Eiji!" bentak Ankh di hadapan Eiji saat ia berbalik
"Katakan padaku, sebenarnya apa yang terjadi! Mengapa kau menyebut Yume-chan sebagai King?!" tuntut Eiji dengan suara lantang membuat beberapa orang yang berjalan disekitar mereka menatap kearahnya.
"Bukan urusanmu!" kata Ankh, ia melepaskan tangan Eiji yang menahan lengannya dengan kasar, lalu kembali berbalik dan melangkah pergi
"Ankh!" Eiji memanggil Ankh namun diacuhkan oleh Ankh membuat Eiji menghela nafas lelah.
###############################
Hening menyelimuti ruang itu saat Yume membuka mulutnya, untuk memberitahukan apa yang sesungguhnya tengah terjadi.
"Jadi, kau adalah raja Os terdahulu?" tanya Gotou mencoba meyakinkan hipotesanya.
Yume menggeleng sebelum akhirnya menjawab
"Aku hanyalah keinginan terdalamnya sebelum ia tersegel."
"Apa keinginan itu adalah untuk bertemu dengan Ankh?" tanya Hina pelan
"Lebih tepatnya untuk meminta maaf padanya..."
"Tapi kenapa kau bisa masuk ke dalam tubuh Yume-chan? Apa kau menggunakan tubuhnya? Seperti Ankh-kun menggunakan tubuh Oniichan?"
"Tidak..." Yume menggeleng "Aku yang baru saja keluar dari segel tiba-tiba tertarik ke dalam tubuh anak ini..."
"Kenapa?"
"Aku tak tahu pasti, namun mungkin saja karena aku adalah keinginan yang tak memiliki tubuh sedangkan anak ini tubuh yang kosong akan keinginan..." jelas Yume atau lebih tepatnya keinginan yang ada di dalamnya.
"Kau bilang dia tak ada keinginan? Bagaimana mungkin anak seumuran ini tak memiliki keinginan?!" tanya Gotou tak percaya
"Dia memang memiliki sebuah keinginan yaitu pergi dari dunia ini bersama keluarganya..."
"Maksudmu?"
"Dia kehilangan keluarganya saat hari ulang tahunnya, saat itu ia baru saja kembali dari sekolahnya saat rumahnya telah terbakar, hanya menyisakan puing-puing bangunan yang hangus terbakar..."
Mereka semua terdiam setelah mendengarkan penjelasannya
"Apakah... Apakah kau akan terus berada dalam tubuh Yume-chan?" tanya Hina memecahkan keheningan di antara mereka semua.
"Tidak, aku hanya akan bertahan sampai perasaan raja Os tersampaikan pada Ankh, dan ia menerima perasaan itu..."
###############################
Eiji melangkahkan kakinya mengikuti Hawk yang tadi ia minta untuk menemukan Ankh, kakinya melangkah menuju bangunan yang sudah tak terpakai, dapat ia lihat Ankh berada di atap bangunan tersebut.
"Ankh!" teriak Eiji dari bawah membuat Ankh mengalihkan perhatiannya pada Eiji
"Ck!" Ankh berdecak kesal saat mengetahui dirinya dapat ditemukan, sedangkan untuk saat ini ia berniat tak bertemu siapapun dahulu.
"Ankh! Turunlah! Aku membawa ini...!" seru Eiji sembari menunjukkan dua buah Ice Cream di tangannya.
"Ck!" Ankh kembali berdecak sebelum akhirnya ia melompat turun dari atap bangunan tersebut, ia mendarat di hadapan Eiji.
"Ini..." Eiji menyerahkan sebuah Ice Cream pada Ankh dan sebuahnya lagi untuk dirinya. Ankh mengambil Ice Cream dari tangan Eiji dengan cukup kasar, Eiji tak mempermasalahkannya karena ia tahu itu memanglah sifat dari Ankh.
Greed merah itu berjalan melewati Eiji berniat meninggalkan tempat tersebut. Eiji segera berbalik dan mengikuti Ankh
"Ankh..." panggil Eiji
"Hm?" sahut Ankh dengan gumaman
"Kau menyadari sesuatukan?" tanya Eiji, ia masih terus mengikuti langkah Ankh
"Apa?"
"Tentang Yume, kau menyadari sesuatukan?" Eiji memperjelas pertanyaannya
Ankh tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuat Eiji yang tengah asik memakan Ice Creamnya menabrak punggung Ankh.
"Tidak ada..." kata Ankh
"Huh?"
"Lupakan saja..." Ankh kembali melanjutkan langkahnya
"Hei Ankh! Tunggu!" seru Eiji
"Kau berisik Eiji!" protes Ankh
"Kalau begitu jangan pergi semaumu!"
"Ck!" Ankh berdecak dan terus melangkah tanpa memperdulikan Eiji.
Merasa diabaikan membuat Eiji segera menangkap lengan Ankh, membuat Ankh terpaksa menghentikan langkahnya
"Apa yang kau ingunkan,huh?!" teriak Ankh saat ia berbalik, kekesalan tertera jelas di wajahnya.
"Katakan padaku!" pinta Eiji, untuk saat ini ia tengah serius, menatap lurus ke dalam mata Ankh
"Kubilang tidak!"
"Aku ingin tahu yang sebenarnya!" Eiji tetap bersikukuh dengan keinginannya, ia tetap menahan lengan Ankh, melarang Greed merah itu untuk pergi.
"Heh!" Ankh mendengus mengejek "Untuk apa kau tahu! Itu bukan urusanmu!"
"Aku perduli padamu Ankh!" seru Eiji tanpa sadar membuat Ankh maupun dirinya terkejut
"Huh?" Ankh menatap Eiji intens
"Tidak..." kata Eiji pelan, pegangannya pada lengan Ankh sedikit melonggar.
Ankh masih menatap Eiji, mencoba membaca pikiran pemuda pemilik sabuk Os itu. Tanpa sadar Eiji mundur selangkah, tangannya masih memegang lengan Ankh walau pegangan tersebut longgar
"Jangan bercanda..." kata Ankh, ia menarik lengannya dari Eiji lalu berbalik dan pergi meninggalkan Eiji yang masih terdiam.
###############################
Cous Coussier sudah tutup saat Eiji datang, sepertinya mereka menutup cafe lebih cepat. Chiyoko juga tak tampak saat ia datang.
"Eiji-kun..." panggil Hina yang baru turun dari kamar Eiji
"Ah! Hina-chan, bagaimana dengan keadaan Yume-chan?" tanya Eiji
Hina menarik lengan Eiji, mengajaknya untuk duduk di salah satu kursi dekat meja konter. Hina menceritakan semuanya yang ia ketahui setelah mendengar penjelasan Yume tadi.
Eiji terdiam beberapa saat setelah mendengar penjelasan Hina.
"Aaa, jadi begitu..." katanya setelah berhasil mencerna penjelasan dari Hina
"Apakah Ankh menyadarinya?" tanya Hina
"Aku rasa ia memang menyadarinya..."
"Lalu kalau begitu apa yang harus kita lakukan?"
Eiji menggeleng, karena ia sendiri juga tak tahu apa yang harus ia lakukan
"Ditambah tadi ia langsung pergi, terlihat tidak nyaman..." tambah Hina
"Sudahlah Hina-chan, kau jangan khawatir, semua akan baik-baik saja..." ujar Eiji
"Um..." Hina mengangguk ragu
"Dimana Yume-chan?" tanya Eiji mengalihkan pembicaraan
"Di atas..."
"Aku akan ke atas, kau sebaiknya pulang Hina-chan sebentar lagi matahari akan terbenam..." saran Eiji sebelum akhirnya ia meninggalkan Hina dan pergi ke kamarnya.
###############################
Saat Eiji memasuki kamarnya, dapat ia lihat Yume sudah terlelap di kasur bagiannya, Eiji mendekatinya lalu duduk di pinggir kasur.
"Ha-ah.." Eiji mendesah sembari mengusap wajahnya, banyak hal yang tengah ia fikirnya saat ini, tentang Yume, tentang Ankh, juga tentang perasaannya saat ini yang tak dapat ia mengerti.
Terlalu asik dengan pemikirannya membuat Eiji tidak sadar bahwa Ankh memasuki ruangannya.
"Kau hanya akan membebani otak bodohmu itu..." kata Ankh bermaksud menghina Eiji
Eiji tersentak mendengar perkataan Ankh, ia mengangkat wajahnya yang sebelumnya menatap lantai
"Ankh? Sejak kapan kau...?" tanya Eiji dengan suara yang nyaris menghilang, ia menatap Ankh yang tengah berbaring di 'tempat tidur'-nya
"Kau terlalu asik melamun..." ucap Ankh tanpa menjawab pertanyaan dari Eiji
Eiji menggeleng pelan "Tidak..." sangkalnya "Aku hanya tengah... Berfikir..." lanjutnya dengan suara yang mengecil di kata terakhir
"Apa yang kau fikirkan?" tanya Ankh, matanya menatap Eiji dengan intens
Eiji tak menjawab pertanyaan dari Ankh, ia hanya diam beberapa waktu hingga akhirnya ia berdiri
"Aku akan keluar sebentar..." katanya, tanpa menatap Ankh ia langsung berjalan dengan cepat keluar dari ruangannya bahkan sebelum Ankh bereaksi.
"Ck!" Ankh berdecak saat Eiji telah menghilang dari ruangan mereka "Idiot itu..." geramnya
Ankh melompat turun dari 'tempat tidur'-nya, ia segera keluar dari kamarnya, hendak mengejar Eiji tanpa menyadari bahwa Yume telah terbangun dan menatap kepergiannya
"Ankh..." lirih Yume
###############################
Eiji mengusap lengan atasnya saat angin malam menerpanya, membuat rambut hitamnya semakin berantakan. Ia tengah berjalan sendirian, tak ada orang lain di jalan itu, karena itu bukanlah jalan utama.
Eiji kembali mengusap lengannya mencoba memberikan kehangatan saat angin malam lagi-lagi berhembus menerpanya. Di musim gugur yang dingin ini bukanlah pilihan yang tepat untuk keluar rumah apa lagi tidak memakai jaket maupun syal, hanya saja Eiji perlu menenangkan fikirannya.
"Seharusnya aku tak melupakan syalku..." gumamnya lebih untuk dirinya sendiri.
"Oy!" Eiji menghentikan langkahnya saat sebuah suara memanggilnya, ia menengok ke arah sebuah pohon yang ada di pinggir jalan, di atas pohon dapat ia lihat Ankh tengan bersantai
"Ankh? Apa yang kau lakukan disni?" tanya Eiji yang terlihat begitu terkejut, sebenarnya ia keluar dari Cous Coussier untuk menghindari Greed merah itu.
Ankh melompat turun dari pohon, lalu berjalan mendekati Eiji, ia melempar sesuatu ke wajah Eiji saat jarak antara dirinya dan pemuda Os itu sudah mengecil.
Eiji mengambil sesuatu yang menutupi wajahnya, sebuah jaket dan syal merah pemberian Hina dulu.
"Untukku?" tanya Eiji sembari menunjuk dirinya sendiri
"Kau fikir untuk siapa lagi bodoh!"
"Terima kasih..." ucapnya pelan, walau masih agak ragu, Eiji tetap memakai jaket dan syal yang dibawakan Ankh, membuat tubuhnya lebih terasa hangat.
###############################
Ankh berjalan beberapa langkah di depan Eiji, keheningan tercipta diantara mereka, hanya hembusan angin dan suara hewan malam yang mengisi kekosongan antara mereka. Ankh dan Eiji sama-sama tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
Tiba-tiba Eiji mempercepat langkahnya untuk menyamai langkah Ankh...
"Ankh..." panggil Eiji
"Apa?"
"Tentang Yume-chan, kau sudah tahu semuanya dari awalkan?" tanya Eiji pelan, ia melangkah di samping Ankh, matanya menatap lantai jalanan yang ia lewati
"Yeah..." jawab Ankh sekenanya
"Kenapa kau tak cerita? Kenapa kau malah lari?" Eiji menghentikan langkahnya dan menoleh ke samping untuk menatap Ankh yang juga menghentikan langkahnya, tatapan Ankh tetap lurus ke depan.
"Haruskah kita bahas ini sekarang?" tanya Ankh dengan nada yang menyiratkan bahwa ia tak suka membicarakan semua ini
"Aku hanya ingin tahu kenapa kau bungkam?"
"Aku tak ingin membahasnya..."
"Hanya menjawab Ankh!" seru Eiji "Hanya katakan kenapa kau diam?! Apa itu sulit?" lanjut Eiji
"Aku tidak tahu!" teriak Ankh tiba-tiba membuat Eiji terlonjak karena terkejut
"Aku juga tidak tahu kenapa aku diam!" lanjutnya dengan volume tinggi, untunglah jalanan ini cukup jauh dari perumahan, palingan hanya ada toko-toko yang sudah tutup di pinggir jalan.
"Apa kau masih belum bisa memaafkan raja Os dahulu?" tanya Eiji pelan, ia menatap lurus Ankh yang kini mengalihkan pandangannya ke langit malam yang pekat
"Entahlah..." ujarnya
Mereka berdua terdiam, membiarkan hembusan angin mengisi celah diantara mereka.
###############################
Malam sudah cukup larut, namun sepertinya Eiji dan Ankh masih enggan untuk kembali ke Cous Coussier.
Mereka lebih memilih untuk berdiri di sebuah jembatan, mereka berdiri di sisi yang saling berlawanan, tak ada kata yang terucap hanya hembusan angin yang terdengar namun tampaknya mereka menikmatinya.
"Haatshiii..!" suara bersin dari Eiji membuat Ankh tersentak dari lamunannya yang hampir hanyut dalam keheningan.
Ankh berbalik dan berjalan mendekati Eiji yang masih memunggunginya.
"Oy! Daijobu?" tanyanya antara niat dan tidak saat ia sudah berdiri di samping Eiji
"Yeah, aku baik-baik sa-Haaatsshiii..!" belum sempat menyempurnakan jawabannya, lagi-lagi Eiji tak mampu menahan bersin. Walau sudah mengenakan jaket dan syal tampaknya pemuda Os itu tetap kedinginan.
"Ck!" Ankh berdecak
"Kau mau kemana Ankh?" tanya Eiji saat melihat Ankh melangkah pergi
"Kembali..." jawabnya tanpa menoleh pada Eiji. Pada akhirnya pemuda Os itu mengikuti Ankh kembali ke Cous Coussier
###############################
Saat sampai di Cous Coussier, Ankh segera melangkahkan kakinya menuju dapur dan membiarkan Eiji lebih dulu pergi ke atas.
Ankh berjalan mendekati kulkas, membukanya, lalu mengambil sebuah Ice Cream. Ia masih berdiri di dapur, dengan menyandarkan punggungnya di pintu kulkas yang telah ditutupnya, Ankh memakan Ice Creamnya sembari berfikir.
Ankh tersentak dari fikirannya saat mendengar suara debuman yang berasal dari ruang utama Cous Coussier. Dari celah yang ada di pembatas dapur, dapat ia lihat tubuh Eiji terlempar hingga menabrak kursi serta meja yang ada disana.
Menjatuhkan Ice Creamnya, Ankh segera berlari keluar dari dapur. Tubuh pemuda Os itu tergeletak di lantai Cous Coussier, di sekelilingnya beberapa kursi dan meja terguling dari posisi sebelumnya.
Ankh melangkah cepat menuju tubuh Eiji yang telah kehilangan kesadarannya, Greed merah itu berjongkok di samping Eiji.
"Oy! Eiji!" panggil Ankh, namun tak ada respon karena sekali lagi tubuh itu telah kehilangan kesadarannya.
Suara langkah yang mendekat membuat Ankh segera berdiri dan berbalik, langkah yang berasal dari jalur menuju kamarnya itu semakin mendekat, membuat Ankh meningkatkan kewaspadaannya.
Bulu-bulu burung berwarna putih berterbangan bersamaan munculnya Yume, dengan sepasang sayap putih mengembang di punggungnya, Yume atau lebih tepatnya keinginan raja os terdahulu yang memasuki tubuh Yume itu menatap lurus ke arah Ankh, lalu tatapannya beralih pada tubuh Eiji yang tergeletak di belakang Ankh.
"Kau!" geram Ankh
Pandangan Yume kembali terarah pada Ankh.
"Biarkan aku membunuhnya Ankh..." katanya terdengar datar dan begitu serius
"Heh!" Ankh mendengus "Jangan harap!" Ankh mengeluarkan bola api dari tangan greednya dan mengarahkannya langsung ke arah Yume, namun sayap putih di punggung Yume segera membungkus tubuh kecil Yume, menjadi tameng akan serangan Ankh.
"Karena pemuda itu, kau bukanlah Ankh yang dulu lagi..." tuduh Yume
"Kau yang merubah semuanya..." tandas Ankh, mereka saling tatap dengan pancaran mata yang menyiratkan keyakinan akan ucapan mereka masing-masing.
"Kembali Ankh..." pinta Yume "Kembali ke sisiku lagi..."
"Huh!" Ankh kembali mendengus dengan seringgaian menghina di wajahnya
"Untuk apa? Kau bukanlah raja Os lagi saat ini, kesetiaanku sudah kuserahkan pada raja Os ke dua, bukan lagi untukmu..." ucap Ankh, seringgai menghina masih setia terukir di wajahnya
"Ankh..." Yume tampak menunduk dan menatap lantai
"Kau seharusnya paham itu, sebelum memutuskan untuk melakukan hal konyol ini!" teriak Ankh, ia kembali mengarahkan bola api pada Yume.
Yume tak menyangka akan diserang, tak siap menangkis, membuat serangan dari Ankh telak mengenainya hingga membuatnya terlempar ke belakang menabrak tiang yang ada di Cous Coussier.
"Ugh!" rintih Yume
Tanpa memperdulikan keadaan Yume, Greed merah itu berbalik dan kembali berjongkok di samping tubuh Eiji.
Ankh menatap sejenak wajah pemuda yang ia pilih tuk menjadi raja Os kedua. Pemuda yang dia anggap tolol namun memiliki hati yang terlalu baik.
"Kesetiaan, huh?" gumam Ankh sebelum akhirnya ia membopong tubuh Eiji menuju ruang mereka
"Aku tak pernah berharap kau muncul kembali, My Poor King..." kata Ankh saat ia melewati Yume yang terduduk di lantai.
Tanpa memperdulikan Yume, Greed Merah itu terus melangkah membopong tubuh Eiji ke atas.
Sepeninggalan Ankh dan Eiji, Yume masih duduk di lantai, dengan wajah menunduk dan mata memandang lantai Cous Coussier, dirinya tersenyum pedih...
"Sebegitu menyedihkannyakah? Ankh?" lirihnya, sebelum akhirnya tetes demi tetes air mata mengalir dari kedua matanya.
To Be Countinued...
A/N : Chap 2 ini hasil nulis curi-curi di tengah-tengah pelajaran...
Kalau gak gitu, gak akan di tulis-tulis...
Benar-benar butuh perjuangan...
Adegan pertarungannya cuma di awal itu juga singkat, istirahat sejenak.. Haha...
Bagian Ankh sma Yume itu terinspirasi waktu nyuci baju.. XD
jadinya aneh gitu.. #gak nyambung xD
dan maafkan diri saya yang membuat Ankh sangatlah OOC... T.T
Gomenne Ankh-kun... XD
