Your Blood's My Destiny
.
.
EXO COUPLE
.
.
its yaoi
.
.
Lean Fujoshi Hunhan Shipper
.
.
dont plagiatrsm~
.
.
dont silent readers~
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
luhan terlihat terduduk di sofa ruang tamunya, lututnya tiba-tiba melemas, otaknya berhenti berpikir, pikiran nya kosong. semuanya menjadi gelap, entah apa yang harus dia lakukan, bingung, takut, gelisah perasaan itu terus berkecamuk didiri luhan. dia pun mengalami perang batin yang begitu dalam dihatinya. apa dia akan mati menyusul ke-2 orang tuanya?
"hyung" baekhyun yang melihat ekspresi luhan saat itu langsung mendekat dan mengusap bahu luhan, berharap kelakuan nya dapat menenangkan hyung nya itu.
luhan masih terdiam. dia harus melakukan sesuatu. apapun itu! dia tidak ingin kehilangan baekhyun seperti ke-2 orang tuanya. orang tuanya tewas saat bertugas untuk mencari tau siapa yang membunuhu orang-orang itu namun banyak yang bilang orang tua luhan tewas akibat para pembunuh itu. entahlah luhan sendiri tidak ingin mengingat hal itu kembali. terlalu menyakitkan.
"baekhyun eum aku harus ke kantor sekarang, kau jaga rumah ne~" baekhyun mengerinyit. kenapa tiba-tiba luhan pergi ke kantor? bukannya hari ini tidak ada jadwal? baekhyun menatap lurus mata luhan.
seakan mengerti tatapan baekhyun, luhan hanya tersenyum lalu dia beranjak duduk di hadapan baekhyun.
"tenang saja baekki. aku hanya akan mengantarkan surat ini pada sajangnim. kamu tidak perlu khawatir. arra?" ucap luhan sambil mengelus rambut baekhyun sayang. baekhyun sendiri hanya mengangguk mengerti.
"yasudah hyung tinggal ne~? oh jangan lupa pintu di kunci oke?" titah luhan lalu beranjak dari tempat duduknya, mengambil tas lalu dia pergi meninggalkan baekhyun.
"hati-hati dirumah baaekki doain hyung ne~" luhan melangkahkan perlahan kakinya pergi meinggalkan baaekhyun. baekhyun hanya tersenyum menatap punggung luhan dari kejauhan yang perlahan-lahan mengecil dan menghilang.
"hhh semangat luhan hyung! aku selalu mendoakanmu" gumam baekhyun dalam hati dengan tangan nya yang melambai-lambai(?) ke arah luhan.
tanpa baekhyun sadari dari tadi dia tengah diperhatikan oleh seorang namja tampan dibalik gerbangnya sedang tersenyum. tersenyum menyeringai.
'aku menemukan mu cantik, tunggu aku~ aku akan menemuimu' ucap namja itu lalu pergi meninggalkan tempat itu. cepat sangat cepat. seperti terbawa angin.
.
.
.
Semilir angin seoul perlahan menyentuh kulit seorang namja -luhan- yang terus berjalan tanpa menghiraukan apapun. dia terus berjalan di tengah keramaian kota seoul meski udara sedang dingin dan banyak angin saat ini.
luhan hanya mengenakan hoodie, celana jeans biru, sepatu kets senada dengan celananya dan juga sebuah mantel hangat menyelimuti tubuhnya. takan ada yang percaya kalau luhan adalah seorang detektif dan umurnya yang 23 tahun itu. lihatlah penampilannya yang seperti remaja berusia 17 tahun. wajah cantiknya yang terlihat seperti seorang yeoja membuat siapapun tertarik untuk menatap nya dibanding jalanan mereka sendiri.
"eh?" luhan berhenti berjalan saat ada seorang namja yang berdiri tegap di hadapan nya. luhan bergeser namun namja itu mengikutinya dan selalu mengikutinya seakan luhan tidak boleh pergi dari tempat ini.
luhan kesal. namja itu memperlambat jalannya kalau begini terus luhan takan jadi mengantarkan surat misterius itu kepada sajangnimnya.
luhan pun berniat mendongakkan wajah nya karena namja ini terlalu tinggi untuk seukuran luhan. ck!
luhan terdiam. dia menatap wajah namja itu. wajahnya terlalu tampan untuk seukuran manusia! kulitnya yang begitu putih seperti susu, bibir pink yang kecil dan terlihat seperti jelly strawberry, manik mata nya yang tajam. oh tuhan betapa indahnya ciptaan mu.
tanpa sadar tangan luhan terangkat menyentuh wajah tampan itu. menyentuh dan mengingat setiap lekukan wajahnya. rambut mata hidung pipi sampai bibir pink itu tak lupa iya sentuh. namja itu hanya terdiam dengan mata tertutup untuk menikmati sentuhan lembut dari luhan.
namja itu perlahan mendekati luhan, terus mendekat sampai tidak ada jarak diantara mereka. luhan belum tersadar dia seakan jatuh dimata seorang namja yang tampan itu, dunia ini seakan berhenti untuk berputar dan dunia seperti milik mereka berdua.
saat namja itu perlahan memiringkan kepalanya namun tindakan itu terhenti tiba-tiba seseorang memukul kepala luhan dan membangunkannya dari dunia fiksi yang terlalu indah.
puk
luhan terbangun dan mengerjap-ngerjapkan matanya. apa yang terjadi kenapa dia seperti orang bodoh yang diam dijalanan ramai dan hey kenapa orang-orang menatap nya seperti itu?
"yak! xi luhan kenapa melamun seperti itu ditengah jalan eoh?" luhan kaget mendengar suara pekikan itu yang tepat masuk kedalam telinga itu.
"yak! do kyungsoo kau mau mebuat telingaku tuli huh?" luhan terus mengomel namun hanya dapat dibalas dengan kekehan kyungsoo.
luhan merasa aneh, dia merasa ada seseorang yang tadi bersamanya. seorang namja yang sangat tampan bahkan dia dapat merasakan deru napas namja itu tepat di wajahnya, namun kemana dia sekarang? apa dia hanya bermimpi?
'namja itu kemana?' luhan mlelihat-lihat sekelilingnya. melihat apa namja itu tengah bersembunyi. namun hasilnya nihil tak ada namja itu. lalu kemana perginya. mana mungkin seorang manusia bisa pergi secepat itu?
kyungsoo yang sedari melihat gerak-gerik luhan merasa aneh, luhan seperti sedang mencari seseorang. kyungsoo ingin menanyakan nya namun dia urungkan niatnya, meski dia sahabatnya dia tidak mau mengetahui apapun sebelum luhan menceritakan semuanya.
"lu.. kita sudah di tunggu sajangnim kajja kita pergi" kyungsoo pun menarik tangan luhan dan pergi meninggalkan tempat itu. luhan hanya mengangguk dan mengikuti kyungsoo.
'kau akan bersama ku' ucap seorang namja dibalik pohon lalu pergi menghilang bersama angin.
kyungsoo adalah salah satu sahabat terbaiknya, dia bersama dengan luhan sejak masih kanak-kanak. kyungsoo sebenarnya memiliki kekuatan seperti luhan namun kyungsoo tidak percaya akan hal itu dia hanya membiarkan kekuatan itu dan tidak ingin mencari tahu apa kekuatan kyungsoo sebenarnya.
luhan berkali-kali menjelaskan kepada kyungsoo berkali-kali juga luhan mengatakan kekuatan yang kyungsoo miliki memang nyata dan kyungsoo sama seperti luhan, kyungsoo selalu tertawa mendengar pernyataan luhan, pernyataan kalau dia memiliki kekuatan sama dengan luhan itu sebuah hal konyol dan tidak mungkin terjadi.
luhan hanya menarik nafas saat mendengar jawaban kyungsoo. iyah memang kyungsoo tidak percaya hal-hal yang bersifat imajinatif. menurutnya terlalu berleboihan dan tidak masuk akal. pekerjaan kyungsoo sama dengan luhan. sama-sama menyelidiki sebuah 'kasus khusus' . luhan menikmati pekerjaan nya namun berbeda dengan kyungsoo dia tidak terlalu suka dengan pekerjaan nya yang terus berhubungan dengan mayat dan juga darah.
.
.
luhan dan kyungsoo tiba di kantor mereka yang terletak di pusat kota seoul. kyungsoo segera berlari keruangan kerja nya dan mencari apa yang dia butuhkan saat ini.
luhan hanya terdiam melihat gerak-gerik kyungsoo yang cekatan saat dia mencari apa yang dia butuhkan. luhan tidak mau mengganggu kyungsoo tapi ada sesuatu hal yang harus dia ceritakan. toh kyungsoo kan sahabatnya jadi tidak salahkan?
'baiklah aku harus menceritakannya' gumam luhan dalam hati "kyungsoo-ah?" luhan beralih ke hadapan kyungsoo
"hmm" jawab kyungsoo singkat
"kau tau..aku...eum..aku mendapat surat yang sama dengan orang tua ku dulu sebelum mereka meninggal" luhan menunduk dengan tangan nya yang terus memainkan ujung bajunya.
mendengar perkataan luhan, kyungsoo menghentikan kegiatan nya dan beralih menatap luhan.
"kata-kata nya sama dan juga tulisan nya sama.. dengan darah" luhan menggigit bibirnya. kyungsoo masih terdiam ditempat .
aku takut kejadian itu akan ter..." perkataan luhan terhenti saat sebuah tangan memeluknya. pelukan yang hangat dan menjadi sebuah ketenangan.
"tidak perlu dipikirkan lu.. orang tua mu bukan tewas gara-gara kejadian itu mereka hanya tewas karena kecelakaan. bukan karena masalah pembunuhan itu, jadi tenanglah semua akan baik-baik saja" luhan mengangguk mendengar pernyataan kyungsoo. benar juga. dia tidak perlu khawatir tentang apapun semua akan baik-baik saja
"yasudah kita harus beritahu sajangnim tentang surat itu, kajja" kyungsoo menarik angan luhan dan membawa luhan ke ruangan bos nya, luhan hanya tersenyum dan mengekor dibelakang kyungsoo.
.
.
tok tok tok
baekhyun tengah memasak ramnyun di dapur miliknya namun keasikan memasaknya terhenti saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya.
tok tok tok
lag pintu itu di ketuk lagi. baekhyun pun mempercepat langkah kakinya dan segera mencari kunci pintunya. baekhyun pun membuka pintu itu dengan perlahan.
cklek
pintu terbuka lebar, menampakan seorang namja tampan, bertubuh tinggi, memakai jubah hitam, mata yang berwarna darah dan juga seringainya yang sangat mengerikan.
baekhyun terdiam melihat namja itu. tubuhnya seakan di lem kuat. baekhyun tidak bisa berkutik apapun. dia hanya melihat namja itu terus mendekat ke arahnya.
'ada apa ini? kenapa dengan tubuhku?' baekhyun berteriak dalam hati
namja itu terus mendekat dan mendekat hingga wajahnya tepat di telinga baekhyun. baekhyun dapat merasakan deru napas namja itu yang masuk ketelinganya. baekhyun hanya menutup matanya. bingung. dan tak tahu harus melakukan apa.
"aku menemukan mu cantik" ucap namja itu tepat di telinga baekhyun. baekhyun masih menutup matanya dan merasakan sensasi aneh yang masuk kedalam tubuhnya.
'tolong aku! kumohon siapapun tolong aku!'
.
.
.
.
.
.
TBC
Kyaa akhirnya update juga kkk~ aduh maapin lean gara-gara lama update-_- lean lagi sibuk-sibuk nya ngerjain tugas. sumpah yah kelas 12 bikin lean frustasi T-T lean juga cari-cari kesempatan buat publish ff ini. tapi maap buat yang nunggu TWOC lean belum dapat ngepost nya T-T sekali lagi lean minta maap huhu. satu lagi MIANHAE KALAU ADA TYPO hehe
buat author kiela yue cepat sembuh:* hehe
gomawo buat yang udah baca, lean harap jangan ada silent readers dong T-T lean butuh kritikan ataupun saran dan juga sebuah SEMANGAT hoho.
gomawo buat yang udah review:*** hug&kiss dari lean:*
REVIEW LAGI NE?
