~ Preview Chapter ~


" Tidak makan ? "

Seseorang bertanya. Saat Kibum mendongak betapa kagetnya dia bahwa sang malaikat tampanlah yang sudah berdiri di depannya. Menambah teduh suasana di bawah pohon besar ini. Tiba-tiba wajahnya memanas -lagi. Cacing yang tadi sedang konser sekarang berganti dengan ribuan kupu-kupu yang menari diperutnya.

Senior itu. Sosok tinggi itu. Malaikat yang tadi pagi menolongnya. Choi Siwon.

Setelah mengingat pertanyaan Siwon dia menggeleng. Astaga! Sempat-sempatnya ia melamun tepat di depan pria ini bahkan saat ia mendapat pertanyaan.

" Kenapa ? ".

" Kantinnya terlalu ramai. Penuh sesak.. " Kibum cemberut mengeluarkan unek-uneknya. Tapi Siwon malah tertawa. Entah karena jawaban Kibum atau ...bibirnya yang terlihat sangat lucu.

" Ah, aku mengerti. Dengan tubuh sekecil ini mana mungkin kau bisa mengalahkan mereka " dagunya mengarah pada orang-orang yang mengantri. " Tapi seharusnya dengan tubuh kecil seperti ini kau bisa dengan mudah menyelinap kedalam. Benar kan ? " Siwon terkekeh.

Tapi Kibum malah semakin cemburut dengan mata melotot. Mirip sekali dengan Po -salah satu karakter teletubbies. Orang-orang mungkin berpikir bahwa dia sedang menunjukkan aegyo di depan Siwon -mungkin Siwon juga berpikir begitu.

Bunyi perut Kibum mengalihkan semuanya. Ternyata cacing-cacing disana belum tergusur dengan ribuan kupu-kupu. Kibum menunduk karena malu. Perutnya membuat ia terlihat menggelikan di depan Siwon.

" Kau lapar ? " Kibum hanya bisa mengangguk. Karena memang itu kenyataannya. " Makanlah, masih ada 10 menit lagi sebelum acara selanjutnya dimulai " sebungkus roti bersama sebotol susu vanila terjulur dihadapannya.

Betapa bahagianya pria muda bermarga Kim ini. Ternyata Siwon menyimpan sesuatu untuk Kibum. Dan kalau boleh Kibum menyombongkan diri, Siwon menghampirinya karena memang sengaja. Sengaja untuk memberikannya makanan. Siwon mengkhawatirkan Kibum.

Jangan salahkan kalau sesuatu dalam diri Kibum semakin terlihat jelas karena kelakuan Siwon. Perasaannya semakin meningkat karena sifat Siwon. Bahkan sebelum senior itu pergi -karena panggilan temannya- Kibum sempat merasakan sesuatu pada rambutnya. Ia merasakan jantungnya berhenti dalam sedetik.

Siwon.

Mengusap.

Rambutnya.

Oke. Kibum ingin mati dalam damai sekarang. Tapi tidak. Belum saatnya. Ia masih ingin merasakan sentuhan Siwon lagi. Pada rambutnya. Pipinya. Bibirnya. Dan tempat lain ditubuhnya.


.

.

.

Vanilla

Cast : Choi Siwon x Kim Kibum

Disclaimer : Just the story belong to me. The casts belong to GOD, their self and their parents.

Warning : Typo(s). YAOI! OOC. Cerita Pasaran. SiBum couple mutlak. Summary gak nyambung dengan isi cerita.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

Kibum memang sensitive dengan matahari. Bisa dibilang dia alergi, tapi sekarang ia harus menahan kulitnya yang mulai memerah. Tersisa 2 putaran lagi. Dia harus kuat. Keringat yang sebiji jagung juga mulai mengalir dari dahinya.

" Cepat cari sepasang semut! Kalau tidak ada yang menemukan, kalian harus berlari 5 putaran lapangan ini " semuanya melotot. Apa maksudnya dengan sepasang ? Dan apa pula dengan mengelilingi tempat yang seperti jalan pesawat ini -sangat luas.

" Apa maksudnya dengan sepasang ? " Jonghyun. Seorang teman Kibum berani bertanya.

" Tentu saja sepasang. Laki-laki dan perempuan. Pria dan wanita. Jantan dan betina. Apa kau terlalu bodoh untuk mengerti kata sepasang ? " Heechul, kekasih hankyung -sekarang Kibum yakin dengan status mereka- berbicara. Selama seminggu mengikuti kegiatan ini, Kibum selalu berpikir bahwa Heechul tidak pernah masuk akal. Tugasnya hanya menghukum mahasiswa baru dan memberi tugas yang sangat konyol. Seperti ini misalnya. Bagaimana cara kita membedakan antara semut jantan dan betina ?

Bahkan Albert Enstein pasti juga menolak untuk mengerjakan tugas bodoh ini -Kibum yakin.

" Apa lagi yang kalian tunggu ?! Cepat lakukan! Waktu kalian hanya 15 menit " melihat kelompok Kibum yang diam saja -bingung- Heechul kembali berteriak. Satu lagi hal yang Kibum tahu bahwa seorang Kim Heechul senang mengeluarkan suara cemprengnya berlebihan. Dan itu menjengkelkan -sejujurnya.

Kibum dan teman-teman hanya berjalan keliling semak-semak kecil disamping sudut-sudut kampus. Tentu saja tidak tahu harus melakukan apa. Seekor semut pun sangat sulit ditemui ditempat seperti ini. Apalagi untuk membedakan mana yang laki-laki dan perempuan.

5 menit lagi...

3 menit lagi...

1 menit lagi...

Suara Heechul selalu mengiringi di setiap detiknya. Seperti vonis hakim untuk tersangka. Dan setiap 'nada indah' yang mengalun dari bibir merah Heechul mengundang detak jantung yang makin terasa. Tapi Kibum bisa pastikan bahwa ini bukan perasaan cinta. Bukan sama sekali.

Dan beginilah akhir kisah perjuangan kelompok Kibum saat mencari sepasang semut. Dengan mengelilingi lapangan yang seperti luas lapangan sepak bola 5 kali putaran. Sebelum menghampiri kelompoknya, Kibum sempat mendengar kalau Heechul menyuruh hal yang sama pada kelompok sebelumnya. Bahkan lebih parah -mencari daun mawar yang berwarna sama seperti bunganya. Dasar gila! Kibum jadi curiga, apa seorang Kim Heechul memiliki obsesi tersendiri untuk menikahkan kaum semut ? Dan mendekornya dengan berbagai daun mawar ? Entahlah. Hanya Heechul yang tahu. Dan Kibum masih sayang nyawa untuk sekedar menanyakannya.

Ia berhenti sebentar untuk mengambil napas. Tapi merasa bahunya ditepuk seseorang.

" Bersemangatlah! " itu Lee Jonghyun. Pria dengan sepasang lesung pipi. Mengepalkan tangan untuk memberi semangat.

Kibum benar-benar kelelahan. Lengan dan wajahnya hampir merah sempurna. Tapi ini tidak bisa berhenti. Ia tidak boleh berhenti.

Baru beberapa langkah berlari seseorang menarik lengannya. Kibum mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Saat orang itu menoleh, ia melotot. Mata besarnya kembali membulat -lucu. Tanpa sadar mulutnya juga bebentuk sama.

Itu ...Siwon. Choi Siwon. Senior malaikat Kibum. Seseorang yang telah menolongnya disaat hari pertama kuliah, ingat ? Lalu, apalagi ini ?

Selain karena lelah berlari, kehadiran Siwon menambah ritme degup jantung Kibum. Bahkan ia takut bila sosok di depannya dapat mendengar. ' Aku mohon tulikan dia ' jerit hati Kibum.

" Sunbae ? "

Siwon membawa Kibum ke atas atap kampus. Kibum menyapu ke segala arah -heran.

" Apa selalu seperti itu ? " Kibum menyerngit bingung. " Tubuhmu. Apa selalu memerah seperti itu ? " Siwon mengarah ke kedua lengan Kibum. Langsung saja pemuda Kim itu menutupinya. " Dan yang ini juga ".

Shit! Oh, shit!

Damn it!

Demi Dewa Neptunus! Kibum ingin terjun dari sini secepat mungkin. Berguling keliling Korea dan berteriak-

" Siwon menyentuh pipikuuuu. Choi Siwon mengusap pipi chubbykuuuuu! "

Awalnya memang bukan karena Siwon pipinya memerah. Ingat, bahwa dia sangat sensitive dengan matahari. Dan butuh beberapa waktu untuk membuatnya kembali normal. Lalu, bagaimana sekarang ? Bila penyebab merahnya pipi Kibum akibat sentuhan Siwon ?

' Pergi kau! Pergi kau dari sini Choi Damn Handsome Siwon! '.

Tidak. Tidak. Tidak. Kibum tidak akan berani mengusir Siwon. Ia akan membunuh dirinya sendiri bila melakukan itu. Kibum ingin Siwon disini. Kibum ingin memeluk Siwon. Dan Kibum ingin Siwon balas memeluknya.

Oke, shit! Dia mengkhayal lagi.

" Hmm...kulitku memang sensitive dengan matahari sejak kecil. Ia akan memerah bila terlalu lama di bawah matahari atau dengan cuaca yang terlalu panas ".

Siwon mengangguk -mengerti. " Kalau begitu duduklah disini " mendorong tubuh Kibum di atas tembok rendah -penutup tandon air.

" Tapi sunbae-nim, aku harus menyelesaikan hukumanku " sejujurnya Kibum hanya berbohong. Lebih baik disini bersama Siwon daripada melakukan hukuman Heechul yang sebenarnya hanyalah kedok.

" Duduklah dulu " Siwon kembali mendorong bahu Kibum saat ia berusaha berdiri. " Aku pikir tadi melihat monster kecil berwarna merah lari mengelilingi kampusku " tambah Siwon terkekeh. Tentu saja itu membuat Kibum memajukan bibirnya -kesal- hingga mungkin kau dapat mengikat bibir merah itu. Disebut monster. Kecil. Dan berwarna merah. Oke, itu sudah keterlaluan -menurut Kibum.

Tapi Siwon tersenyum tanpa Kibum sadari. Mengakui monster kecil berwarna merah-nya sungguh lucu. Sebaiknya kita abaikan saja kata "-nya".

" Minumlah sembari menunggu tubuhmu kembali normal " Siwon menyerahkan sebotol susu vanila seperti tempo hari. " Dan juga pipimu " Kibum seperti ingin tenggelam di samudera atlantik melihat seringai Siwon. Ia berani bersumpah bahwa tadi Siwon tidak tersenyum, tapi menyeringai. ME-NYE-RI-NGAI. Dan dia terlihat semakin tampan.

" Sunbae akan meninggalkanku sendiri ? " terkutuklah mulut Kibum. Bagaimana bisa bertanya hal seperti itu ? Jangan lupakan bahwa dia takut dengan hantu. Kalimat itu meluncur begitu saja. Itu karena Siwon juga tidak ikut duduk bersamanya. Jangan salahkan ketakutan Kibum. Oke, itu memang berlebihan.

Kali ini tersenyum. " Aku tidak akan meninggalkanmu, jadi jangan khawatir " merogoh saku belakang. " Aku hanya ingin mengambil ini " memamerkan sebotol susu juga -rasa pisang. Selanjutnya, mengambil duduk disebelah Kibum.

Dan seperti biasa Kibum merapal dalam hati ' Aku mohon tulikan dia '.

.

.

.


To Be Continue

This is it ... The second chapter *alachefFarahQuinn

Tau kok...tau banget kalo ini tu terlalu pendek, makanya aku update cepet. Daripada tak update sebulan kemudian ternyata cuma se upil onta gini, hahaha...

Gak papalah ya dikit, yang penting udah niat ngelanjutin...hehe

Aku udah baca semua review kalian dan rata-rata bilang seneng soalnya ada ff SiBum lagi, syukur deh kalo gitu..

Big Thanks to:

JSJW407 | zakurafrezee | .144 | nuruladi07 | zhiewon189 | believe13sj | CBs | Snow1215 | Guest (Please Mention Your Name) | Nymph673 | | rita tha Rosita | bumhanyuk | Ara486 | choi hana | bubu | bumranger89

Makasih ya gaess udah mau nyempetin review, I'm really appreciate it..

Kalo yang udah baca review dikit boleh dong, katanya mau bikin ff SiBum lestari...reviewnya juga harus lestari dong :D