Title : It's Me, Byun Baekhyun

Author : glowbeeugene

Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Other Cast : Do Kyungsoo, Lu Han, Kim Jongin, Do Kyungsoo

Pairing : ChanBaek, ChanLu, KaiSoo, HunHan

Genre : Drama, Hurt/Comfort, Family, Romance, etc.

.

.

Disclaimer : HaiHai. Eugene balik lagi bawa chapter 2, hayoo ngaku pasti pada penasaran kan siapa yang iri sama hubungan Chanbaek? Tenang aja di chapter ini bakalan diungkap kok identitas orang itu. So Happy Reading semuaa~

.

.

.

.

"Byun Baekhyun aku pastikan kau akan menderita! Chanyeol itu milikku! Hanya milikku!"

.

.

.

.

.

It's Me, Byun Baekhyun

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

Luhan memandang sinis kearah pasangan manis dibawah pohon itu. Ia geram, hatinya panas, matanya memerah menahan emosi yang tidak bisa segera ia keluarkan. Di sebelahnya Kyungsoo hanya menatap hyung nya khawatir. Kyungsoo tau hyung cantiknya itu sedang marah karena melihat kemesraan Chanyeol dan Baekhyun disana.

"Hyung, gwaenchana?" Dengan segala keberanian yang dipunyainya, ia pun bertanya kepada Luhan.

"Heol, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku liat sekarang, Soo-ya. Siapa dia berani-berani tersenyum selebar itu? Menipu semua orang dengan wajah sok polosnya, huh? Aku benar-benar muak melihatnya"

"Hyung…" Kyungsoo tidak bisa menanggapi perkataan Luhan. Jujur, ia merasa serba salah. Luhan dan Baekhyun adalah kakaknya. Ia bingung harus memihak yang mana. Apabila iya memihak Luhan, Baekhyun akan menderita dan kesepian di rumah. Namun, apabila ia memihak Baehyun. Orang tua dan Luhan pasti akan membencinya juga. Maka dari itu Kyungsoo memilih opsi yang pertama, karena ia merasa lebih aman jika memilihnya.

Luhan tersenyum miring dan berkata, "Bersenang-senanglah dahulu Baekhyunnie hyung yang tersayang, karena sebentar lagi aku akan membuatmu merasa dunia ini seperti neraka bagimu"

Kyungsoo yang khawatir pun berkata dengan hati-hati, "Hyung, apakah kita tidak terlalu kejam padanya? Aku merasa uhm sedikit kasihan padanya"

"Oh? Jadi kau ingin membelanya Kyungsoo?" Luhan melayangkan tatapan tajamnya ke arah Kyungsoo.

"A-Ani.. Aku hanya-" Kyungsoo gelagapan melihat tatapan hyung nya.

"Makanya itu diamlah dan turuti apa perkataanku,"

Kyungsoo mengangguk paham mendengar kalimat 'mutlak' hyung nya. Kyungsoo tau bahwa ia kalah dari Luhan. Lagi.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan lesu menuju kelasnya. Pikiran nya kacau, ia bingung. Sampai mau menangis rasanya. Ia benar-benar merasa kasihan kepada Baekhyun, seingatnya Baekhyun selalu baik kepada semua orang. Hyung nya itu suka sekali tersenyum, dan jujur saja Kyungsoo menyukai senyum manis dari Baekhyun karena ketika ia tersenyum, matanya akan menyipit dan membentuk bulan sabit. Cantik. Itu yang ada di pikiran Kyungsoo. Ia tidak mengerti, mengapa semua anggota keluarganya membenci Baekhyun. Bahkan teman-teman sekolahnya juga. Kyungsoo pernah bertanya alasan mengapa kedua orang tua dan hyung nya membenci Baekhyun. Namun, tidak ada seorang pun yang menjelaskan. 'Kau masih kecil' Itu yang appa, umma dan hyung nya katakan ketika bertanya. Demi Tuhan, ia sudah besar sekarang. Sudah kelas satu SMA dan mereka selalu memperlakukan nya seperti anak kecil yang kolot, yang harus menuruti perkataan orang yang lebih tua saja. Kyungsoo muak, tapi disatu sisi ia takut untuk memberontak. Dan yah, inilah yang hanya dapat dilakuan seorang Byun Kyungsoo. Hanya diam dan mengamati apa yang terjadi dengan mata bulat lucunya itu.

"Kerutan di dahi mu akan membuat mu cepat tua, Soo-ya" Elusan lembut dikening nya menyadarkan Kyungsoo dari lamunan panjang nya .

"Jongin-ah" Dengan mata berkaca-kaca dan bibir melengkung kebawah, Kyungsoo mendongak menatap lai-laki yang kini berada di hadapannya.

"Ada apa, hm? Apa yang membuat bibir kekasihku melengkung kebawah seperti ini? Masalah keluarga mu lagi?"

Tebakan Jongin-kekasih Kyungsoo- tepat sasaran. Kenapa Jongin selalu memahami dirinya, sih? Kyungsoo mengangguk pelan, "Apalagi selain itu yang membuatku begini"

"Hei, sudahlah. Aku yakin suatu saat nanti keluarga mu akan berbaikan. Kau hanya harus berada di tengah-tengah dan tidak memihak siapapun, oke? Jadilah air disaat keluarga mu memercikkan api. Dan kau harus tetap menyayangi Baekhyun hyung, aku kasihan padanya"

Kyungsoo mengangguk, mengiyakan perkataan Jongin barusan, kekasihnya ini benar-benar dewasa. Membuat Kyungsoo jatuh semakin dalam dalam pesona Jongin.

"Jongin-ah," panggil Kyungsoo lagi.

"Hm?"

"Ayo, kita kabur saja!" Ini benar. Rasanya Kyungsoo ingin melarikan diri saja bersama Jongin. Keluarganya benar-benar membuat Kyungsoo pusing.

Melihat ekspresi serius kekasih nya itu, sontak membuat Jongin tertawa keras. Tawanya bahkan menggema di koridor kelas. Sungguh, lelucon Kyungsoo ini sangat lucu menurutnya.

"Yak! Kenapa kau malah tertawa? Aku serius Jongin!"

Gertakan Kyungsoo tidak berhasil membuat Jongin berhenti tertawa, dan kini ia malah memeluk Kyungsoo gemas. "Kau ini lucu sekali, Soo-ya"

.

.

.

.

Bel berdering kencang tanda jam istirahat pertama sudah habis. Murid-murid Seoul High School, berhamburan menuju kelas masing-masing. Baekhyun dan Chanyeol berjalan beriringan menuju ruang ganti. Karena pelajaran sehabis istirahat adalah Olah Raga. Pelajaran kesukaan namja tiang listrik alias Chanyeol. Tentu saja, pasangan ini pasti mengundang perhatian dari seluruh murid sekolah. Bisik-bisik nyinyir selalu mengiringi mereka.

"Yeri-yah, kau tau? Rasanya aku ingin memasukkan wajah si pengganggu itu ke dalam tong sampah," Gadis cantik –Soojung- teman sekelas Baekhyun berkata sinis kepada sahabatnya, Yeri. Mereka adalah salah satu dari sekian banyak orang yang membenci Byun Baekhyun.

"Dia itu benar-benar. Chanyeol hanya milik Luhan oppa tau! Enak saja dia merebut Chanyeol dari Luhan oppa kita. Aku jadi ragu apakah penglihatan Chanyeol bermasalah atau tidak" Dengus Yeri kesal.

.

Satu sekolah tau bahwa Luhan menyukai kekasih adiknya itu. Chanyeol pun tau. Namun, baginya hanya seorang Byun Baekhyun saja yang dapat membuatnya jatuh cinta. Para pembenci Chanyeol-Baekhyun, rata-rata merupakan penggemar pasangan Chanyeol-Luhan. Mereka beranggapan bahwa Chanyeol lebih cocok dengan Luhan. Luhan pintar, tampan uhm coret lebih ke cantik masudnya, berbakat, apa yang urang dari seorang Byun Luhan? Tidak ada. Itu yang selalu penggemarnya ucapkan. Sedangkan Baekhyun? Otaknya pas-pasan, wajahnya biasa saja, dibenci seluruh keluarganya, apa kekurangan Byun Baekhyun? Banyak. Itu jawaban mereka.

.

"Chanyeol-ah!" Panggilan seseorang menghentikan langkah Chanyeol.

"Eoh? Jongdae-ya? Ada apa?" Namja pendek berkacamata dan berwajah kotak tadi lah yang memanggil Chanyeol, Jongdae namanya.

"Kau dipanggil, Kim sonsaengnim di kantor. Sepertinya kau disuruh membantunya mengoreksi ujian kimia kemarin"

"Aish, namja tua itu. Baek, bagaimana ini? Aku benra-benar menyukai pelajaran olah raga. Aku tidak mau menemani Kim sonsaengnim mengoreksi ujian, bisa-bisa kepalaku pecah nanti" Adu Chanyeol kepada kekasihnya.

Baekhyun menjewer pelan kuping lebar Chanyeol, "Jangan hiperbola, Park. Pergilah sana! Kim sonsaengnim sudah menunggu mu" Usir Baekhyun main-main.

"Byun Baekhyun, kau kejam sekali sayang. Baiklah, sampai jumpa nanti Baek. Kaja Jongdae-ya" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya sambil melambaikan tangan ke arah Baekhyun dan pergi menuju kantor guru, menyisakan Baehyun yang tertawa pelan melihat tingkah kekasihnya.

.

Sementara itu Yeri dan Soojung masih memperhatikan tingkah laku dari Chanyeol dan Baekhyun. Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak seorang Jung Soojung.

"Yeri-yah, aku punya ide!"

"Jinja? Apa itu?" Tanya Yeri penasaran.

Kemudian Soojung pun membisikkan idenya kepada Yeri dan disambut seringaian kejam yang muncul di wajah cantik gadis itu.

"Kau memang yang terbaik, Soojung-ah"

"Tentu saja, aku sudah tau itu haha" Dia lah Jung Soojung dengan segala keangkuhannya.

.

.

.

.

.

Murid kelas XI-A sudah berkumpul di lapangan sekolah sambil melakukan pemanasan. Soojung yang ingin menjalankan aksinya kemudian berjalan menghampiri Baekhyun.

"Byun Baekhyun~" Suara gadis itu terdengar manis dan mendayu-dayu namun malah terdengar mengerikan di telinga Baekhyun.

"I..ya? Soojung-ssi?" Baekhyun menjawab ragu.

"Tadi Moon sonsaengnim menyuruh mu mengambil bola basket di gudang belakang sekolah"

Baekhyun kebingungan mendengar ucapan Soojung, "Bukankah bola basket nya sudah ada yang mengambil? Lagipula gudang belakang kan tidak terpakai lagi, Soojung-ssi"

"Aniya~ Kata sonsaengnim bola nya kurang. Jadi kau harus mengambilnya di gudang belakang" Ucap Soojung sambil menekankan kata 'kau' dan 'gudang belakang'.

"Begitukah? Baiklah, akan kuambil"

Soojung menyeringai puas melihat Baekhyun berlari menuju gudang belakang. Baekhyun tanpa Chanyeol merupakan sasaran empuk bagi Soojung.

"Dasar bodoh" Dengus Soojung pelan.

.

.

.

Baekhyun berjalan pelan ke gudang belakang, dan membuka pintunya. Sejujurnya ia takut. Di sekitar gudang belakang sekolah sangat sepi dan tak terurus. Namun dengan tekad tinggi yang ia miliki akhirnya Baekhyun memasuki gudang dan mencari bolanya.

"Dimana sih bolanya? Hanya ada debu di sini. Gelap sekali. Baiklah Baekhyun! Semangat!" Baekhyun menyemangati dirinya sendiri. Seperti yang biasa ia lakukan.

Kemudian mata sipitnya menemukan tumpukan bola basket usang di sudut ruangan. "Ah! Ketemu! Tapi.. bukankah ini bola bekas? Aku akan mencari pompanya"

.

BRAK!

.

Saat sedang mencari pompa bola, tiba-tiba pintu gudang belakang tertutup keras. "Omo!" Baekhyun menjerit-terkejut. Matanya menatap horror kearah pintu gudang yang tertutup, jantungnya berdegup kencang, nafasnya memburu, keringat mulai bercucuran dari dahi Baekhyun. Ia takut. Dan claustrophobia yang ia derita semakin memperburuk keadaannya.

.

Brugh~

.

Lutut Baekhyun lemas, ia pun jatuh terdudu di lantai dingin dan berbedu. Matanya membelalak lebar berusaha mencari seberkas cahaya di sekitarnya, namun percuma saja karena gudang ini benar-benar gelap gulita. Tanpa ia sadari tetes demi tetes air mata jatuh bercucuran, tubuhnya bergetar hebat karena isakannya dan juga karena ketakutan yang sedang ia alami. Baekhyun benci saat phobia nya kambuh. Serasa mau mati. Itulah yang Baekhyun rasakan.

.

Dengan sisa kekuatan yang ia punya, kemudian ia menyeret tubuh lemasnya mendekati pintu gudang. Tangan nya mengepal, berusaha untuk menggedor pintu. Berharap ada seseorang yang akan menolong nya.

"Hiks, t-tolong aku" Isaknya lemah. Ingatan buruk masa lalunya kembali berputar di kepalanya. Ingatan tentang bagaimana tubuh kecilnya di kurung di gudang oleh umma nya, ingatan tentang bagaimana petir diluar menggelegar mengiringi tangisnya, ingatan tentang bagaimana ia berteriak kencang –minta tolong sampai tenggoroakan nya sakit, namun tidak ada yang boleh membantu nya. Ingatan tentang bagaimana pengap, dingin, dan sempitnya gudang di rumahnya dulu.

.

Ingatan-ingatan itu seolah mencemooh keadaan Baekhyun sekarang. Membuat Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengeyahkan ingatan buruknya itu. Namja itu memeluk tubuhnya sendiri, seolah-seolah berusaha menyembunyikan dirinya dari kegelapan ini.

"Chanyeol, hiks tolong hiks aku.." Itulah yang terakhir kali terucap dari mulut Baekhyun sebelum tubuhnya terkulai lemas di lantai gudang.

.

.

.

.

.

.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring diiringi sorakan gembira dari seluruh murid. Namja dengan tinggi diatas rata-rata juga keluar dari kantor guru. Wajahnya kusut, bagaimana tidak? Guru Kim menyuruhnya memeriksa seluruh ujian Kimia anak kelas XI. Mentang-mentang ia siswa berprestasi, guru Kim menjadi semena-mena terhadapnya.

"Haahh~ Aku butuh Byun Baekhyun ku. Sayang~ Aku datang" Chanyeol berlari menuju kelasnya tidak sabar untuk bertemu namja yang sudah menjadi vitamin bagi Chanyeol. Namun, ia merasa kebingungan karena tidak menemukan Baekhyun nya di kelas. Biasanya Baekhyun akan duduk manis di bangku mereka, menunggu Chanyeol yang sering menjadi tumbal para guru.

"Jimin-ah! Kau lihat Baekhyun?" Namja bertelinga peri itu bertanya kepada teman sekelasnya.

"Ani, Baekyun tidak ada dari pelajaran olah raga tadi"

"Ah, geurae? Baiklah, terimakasih Jimin-ah"

.

.

Chanyeol berjalan cepat menelusuri koridor sekolah, matanya terus mencari keberadaan kekasih mungilnya. Chanyeol cemas. Apakah Baekhyun kembali di bully oleh teman-teman sekolahnya? Pikiran-pikiran negatif terus bermunculan di kepala Chanyeol saat ini.

"Chanyeol-ah!" Luhan muncul disaat yang tidak tepat. Chanyeol sedang tidak ingin diganggu, namja itu tidak bisa berpikir jernih sekarang. Dan kemunculan Luhan membuatnya merasa kesal dan terganggu.

"Annyeong, Hyung" Chanyeol membalas sapaan Luhan seadanya.

"Ayo, kita pulang bersama! Kyungsoo pulang bersama Jongin, aku jadi kesepian Chanyeol-ah" Rayu Luhan manja.

"Hyung, sebelumnya aku minta maaf. Tapi aku tidak bisa pulang bersama mu. Baekhyun hilang hyung dan apakah kau melihatnya?"

"Tidak. Aku tidak melihatnya, dan buat apa kau mencarinya dia-"

"Kalau begitu aku pergi, hyung" Dengan secepat kilat Chanyeol berlalu dari hadapan Luhan tanpa memberi kesempatan namja cantik itu melanjutkan ucapannya.

"-dia tidak pantas untukmu Chanyeol, aku yang hanya pantas untuk mu" Luhan melanjutkan perkataannya yang terpotong Chanyeol tadi.

.

.

.

Tak disadari seorang namja berperawakan tinggi, berulit pucat dan berwajah datar mengamati interaksi mereka.

'Lu, sudah ku bilang kau harus menyerah. Kau seperti bukan Luhan yang kukenal dulu' Batinnya.

.

.

.

.

Sementara itu, Chanyeol masih terus mencari keberadaan Baekhyun. Ia takut Baekhyun mungilnya dibiarkan terluka dan tak sadarkan diri di suatu tempat.

.

.

"Kau dimana, Baek" Guman Chanyeol pelan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC/END

.

.

.

Special thanks for:

Cici fu, yoogeurt, byunbaek15, firelight9669, ChanNhye, bbkhyn, Guest, ParkNada, xydexonn, spektrofotometri, inspirit7starlight, .9047, wandapcy614, pandaabaee, K .

Cici fu : ini sudah dilanjut hehe

Yoogeurt : Chanyeol emang baik, jadi pengen peluk *eh

Byunbaek15 : Daeng! Kurang tepat tebakannya hehe

firelight9669 : Ini udah aku panjangin tipis, masih kurang greget kah?

ChanNhye : Ding dong daeng! Yaps tepat sekali, itu si Luhan

Bbkhyn : ini sudah dilanjut ^^

Guest : aku juga ga mau siksa mamih kok guest TT

ParkNada :sudah di next hehe

Xydexonn :Eugene juga ga tau keluarganya kenapa hiks iya bener banget itu Luhan saudara2

Spektrofotometri : sudah dilanjut ^^

inspirit7starlight : Salam kenal jugaa~ ini sudah dilanjut. Makasih ya udah fav sama follow ff abal ini, aku terharu TT

.9047 : Nope. It's Luhan saudara2 hehe

wandapcy614 : Iya aku juga kasian sama Baekhyun, mudah2an Chanyeol setia ya sama si Baek TT

pandaabaee : Sudah dilanjut hehe

K : Eugene seneng bisa menuhin asupan ff angst kamu hehe, ini sudah dilanjut

.

.

Iya, Eugene tau ini pendek, hiks. Bakalan Eugene panjangin kok di chapter depan. Makasih juga yang udah review, nge fav dan follow ff ini. Eugene terharu ada yang masih mau baca ff abal Eugene TT. Sekian deh cuap2 Eugene. Sampai ketemu di chapter depan yah semuanyaa~