MinYoon couple

Boy's Love [MPREG for JK]

T

Romance l angst

DLDR

Typos itu manusiawi

PG 17

.:Maaf jika ada kemasaan nama tokoh, tempat dll. Kalau ada yang merasa keberatan atau dirugikan sama cerita ini, silahkan klik 'review':.


Note : Cerita ini lahir setelah saya membaca cerpen yang ada di novel karangan kak AgneDavonar. Ada beberapa bagian yang saya ambil dari ceritanya kak Agnes. Jadi maaf kalau jelek.

.

.

.

.

.

.

"huhhhhhh" seorang laki-laki tengah bersandar sambil merokok dibangku sebuah taman yang sepi.

"Min Yoongi, hari ini nasibmu kurang beruntung." Ucap laki-laki bernama Yoongi tadi pada dirinya sendiri.

Yoongi menyesap kembali rokok yang masih menyala di tangannya itu lalu menghembuskan asap rokok itu dari bibir mungilnya tersebut.

Ddrrrrtttt dddrrrttt

Ponsel Yoongi bergetar dan dia melihat layar ponselnya.

-Seokjin hyung's calling-

Klik~

Yoongi menerima panggilan tersebut.

"Ada apa kau menghubungiku lagi? bukannya aku sudah bilang jangan pernah hubungi aku lagi. Kau taukan aku tidak mau berhubungan dengan polisi." Cerocos Yoongi panjang lebar.

"Ya! Min Yoongi dengarkan aku dulu. Kau ini tidak pernah berubah, selalu saja memberondongku dengan kalimat yang sulit aku mengerti." Jawab Seokjin diseberang sana.

"kenapa?!" Yoongi mulai kesal.

Sesekali Yoongi menyesap kembali sebatang rokok yang masih menyala dan mengembuskan kepulan asapnya.

"hari ini aku sudah menyerahkan diri kepolisi. Jadi kau jaga ibu baik-baik. mengerti?"

Hahhh, akhirnya Seokjin menyerahkan diri juga kepolisi. Yoongi sudah gerah dengan sikap Seokjin yang selalu saja lari dari kejaran polisi.

Terakhir Yoongi bertemu dengan Seokjin 6 bulan yang lalu dan kalian tahu? Seokjin datang dengan membawa calon isrtinya yang sedang hamil 7 bulan, Jeon Jungkook, yang Yoongi dengar Seokjin sudah menikah dengan Jeon Jungkook 3 bulan yang lalu.

"baguslah kalau begitu. Lalu bagaimana dengan Jungkook?" tanya Yoongi yang tiba-tiba saja mengingat Jungkook.

"dia sudah aku titipkan pada Namjoon. Kau juga harus menjaganya ya, jaga juga keponakanmu, Jungseok." Jelas Seokjin.

Yoongi menaikan sebelah alisnya.

"itu nama anakmu hyung?, aneh sekali. hahaha" ledek Yoongi.

"Yak kau ini! Ya sudah, aku sudah harus kembali ke dalam sel. Ingat pesanku, Yoongi-ya."

"iya Seokjin hyung."

Klik~

Yoongi meletakan ponselnya dibangku taman tepat disebelahnya.

Itulah kakaknya Yoongi, Kim Seokjin. Walau mereka bukan keluarga kandung, tapi Yoongi sangat menyayangi Seokjin dan ibu tirinya -nyonya Kim-.

Yoongi bersyukur, Seokjin masih mau bertanggung jawab atas kehamilan pacarnya, walaupun mereka menikah setelah Jungkook melahirkan. Yoongi merebahkan kepalanya di punggung kursi taman masih dengan rokok yang menyala di tangannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"permisi, apa kau manusia?"

Orang itu bangun dari posisinya dan menatap Jimin.

Oh ternyata itu Yoongi.

Yoongi mengerutkan dahinya bingung, berusaha mencerana perkataan Jimin –orang yang belum dia kenal- barusan dan beberapa detik kemudian mata kecilnya membulat lucu.

"Ya! Tentu saja aku manusia. Mana ada hantu seperti diriku." Balas Yoongi sedikit emosi.

'dia laki-laki? Kenapa wajahnya manis sekali,' pikir Jimin.

Jimin tersenyum kikuk.

Jimin melihat laki-laki dihadapannya ini dengan tatapan kagum. Lihat saja, wajahnya yang mungil sangat manis ditambah lagi matanya yang sayu alami dan bibirnya yang menurut Jimin sangat menggoda oh jangan lupakan kulitnya yang tampak bercahaya dimata Jimin, seperti menyihir Jimin tiba-tiba, tapi seperti ada yang janggal.

"maaf aku kira kau hantu." Ucap Jimin yang sudah tersadar dari pemikirannya sendiri.

Yoongi menatap Jimin dan mengisyaratkan Jimin untuk ikut duduk disebelahnya.

"berapa umurmu? kau mau ini?" Tanya Yoongi yang berada disebelah Jimin sekarang.

Yoongi menawarkan rokok pada Jimin.

"22 tahun, maaf aku tidak merokok." Jawab Jimin halus, takut menyinggung perasaan Yoongi.

Seketika suasana menjadi canggung hanya terdengar suara hembusan angin dan beberapa suara deru kendaraan yang lewat.

"kenapa malam-malam kau berada disini? Tidak baik orang manis seperti dirimu berada diluar sendirian."ucap Jimin memecahkan kecanggungan diantara mereka.

Yoongi hanya berdecih pelan mendengar perkataan Jimin.

"aku hanya sedang bersantai sambil menunggu 'pelanggan'." Jawab Yoongi si laki-laki manis tadi.

"pelanggan?"

"euumm menghibur mereka dan aku mendapatkan bayarnya." Jelas Yoongi.

"bayaran?" Jimin jadi bingung sendiri.

Yoongi menunjukkan suatu tanda merah keunguan di perbatasan lehernya pada Jimin, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih pucat ditambah laki-laki itu sedang menggunakan kaos putih tipis yang longgar di tubuhnya dan penerangan disini lumayan terang, Jimin bisa melihatnya dengan jelas.

Jimin tidak bodoh, dia tau tanda merah keunguan apa itu, dia pernah melihat tanda itu di leher Hoseok yang dia bilang ini perbuatan kekasihnya.

"para pelangganku yang melakukan semua ini, disini, disini, disini dan masih banyak lagi." Ucap Yoongi sambil menunjuk beberapa bagian tubuhnya. Dan Jimin sudah tau pasti apa perkerjaan laki-laki dihadapannya ini tanpa Yoongi harus perjelas lagi.

Jimin menatap Yoongi dengan pandangan yang sulit diartikan, tapi dekit berikutnya Jimin tersenyum manis.

"namaku Park Jimin." Jimin mengulurkan tangganya memperkenalkan diri pada Yoongi.

Yoongi menyambut uluran tangan Jimin.

"Min Yoongi..." Yoongi balas tersenyum "…kau sedang ada apa disini? sepertinya kau anak baik-baik tapi kenapa berkeliaran di tempat seperti ini?" Tanya Yoongi tadi pada Jimin.

"ah itu, aku sedang menunggu temanku yang sedang menyelesaikan 'urusan'nya. Aku rasa dia memang benar-benar melakukan banyak gaya dari koleksi video yadong yang dia punya, sampai saat ini pun dia belum selesai juga, huhhh." Jelas Jimin dengan tampang bosannya.

'Ya Tuhan! anak ini polos sekali. Tidak tahukah dia, jika melakukan hal 'itu' tidak cukup 1 jam?' pikir Yoongi yang masih setia dengan rokoknya itu.

"kenapa? apa ada yang aneh?" tanya Jimin.

Yoongi menggeleng.

"apa malam ini kau ingin 'bermain' denganku?" tawar Yoongi pada Jimin.

Awalnya Jimin sempat kaget tapi dia berusaha mengendalikan dirinya.

"berapa umurmu?" tanya Jimin mengalihkan pembicaraan.

"25 tahun." Jawab Yoongi.

"berarti kau lebih tua dariku." Jimin tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, hanya merasa gugup.

Yoongi terpaku saat melihat Jimin tertawa, sangat lucu menurut Yoongi.

Seketika suasana menjadi hening, Jimin benar-benar tidak suka dengan keheningan, rasanya dia ingin banyak mengobrol dengan Yoongi.

"bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan 'Yoongi hyung'?"

Yoongi tersenyum "tentu saja boleh, Jiminie."

Jimin terdiam saat mendengar panggilan dari Yoongi untuk dirinya, seperti ada sesuatu yang hangat menyelimuti dirinya, darahnya seperti mengalir lebih cepat dan membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

Jimin ikut tersenyum.

"errr boleh aku meminta nomor ponselmu hyung?" Yoongi menatap Jimin tanpa ekspresi. " bu- bukan untuk macam-macam,aku hanya ingin berteman denganmu, boleh?"

Yoongi mematikan rokoknya dan membuangnya sembarangan.

"kau ingin berteman denganku? Kau bercanda?!"

"memangnya kenapa? ka-"

"tapi aku—maksudku—a—ahhh kau tau sendirikan siapa aku?"

"aku tau dan aku tidak peduli itu."

Yoongi tersenyum haru. Baru kali ini dia menemukan orang seperti Jimin. Biasanya orang-orang yang mengetahui siapa Yoongi yang sebenarnya memandang jijik Yoongi. Tapi Jimin berbeda, Yoongi tidak menemukan sebuah kepalsuan di bola mata Jimin, Jimin tulus.

"ini nomor ponselku dan aku juga sudah menyimpan nomor ponselku di ponselmu." Ucap Jimin sembari mengembalikan ponsel Yoongi.

"eh?" Yoongi membulatkan matanya lucu.

Sejak kapan seorang Park Jimin menjadi pencopet, ponsel Yoongi sudah ada ditangannya dan Jimin dengan seenak jidatnya menyimpan nomor ponselnya di ponsel milik Yoongi.

Oohhh sepertinya Yoongi lupa kalau dari tadi dia meletakan ponselnya dibangku taman, diantara dirinya dan Jimin.

Pertemuan yang singkat, namun Yoongi merasa takdir baru akan segera datang dihidupnya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


fhyuh~~

segini dulu ya, ini aja megang laptop curi-curi waktu istirahat saya. hahaha

maaf ya kalau gak pada puas sama ceritanya.

lanjutin gak nih? saya sendiri juga lupa pas upload cerita ini tinggal beberapa hari lagi puasa.. -_-

btw, mohon maaf ya apabila saya ada salah-salah sama kalian *telat* hahaha

oiya makasih ya yang udah mau review di cerita sebelumnya,,

Mr Yoon, RealMutiSHAWOL, minkook94, jeymint, MyNameX, Phylindan, Linkz account, ChimChimiJimin, GitARMY. *hug*

and

~RnR juseyo~

Present by CHIMIN95