First Love

Disclaimer : Yang pasti Eyeshield 21 punya Riichiro & yuusaku sensei…

kami hanya meminjam charanya, kalau punya kami akan berakhir dengan HiruSena

Bahasa Indonesia

Pairing : Hirusena 4ever

Gendre : Romance (?) Dan Humor (meragukan)

Warning : Abal, Gaje, Switchgender, Typo(s), humor (?), romance (?), yaoi campur straight,dll

Summary :

Pindahan? Sekolah khusus? Bagaimana sena bisa bertahan dengan kelainana yang di milikinya(berubah menjadi wanita ketika bersentuhan dengan laki-laki) ketika harus berhadapan dengan para siswa di SMU Deimon dan bagaimana jika Kepala Sekolah dan Ketua Osis mengetahui rahasianya?

Nana : Hore….. Chap 2 update juga

Hime : semoga yang ini bisa menarik yah…

Hiruma : Woi..Cepet lanjutin nie cerita jangan ngobrol aja

Sena : Iya..Hi-Na semangat…

Hi-Na : Ok..Demi sena yang imut kami akan berusaha….(semangat '45)…minna-san ini chap 2 udah update

Happy reading…

Chap 2 : RAHASIA

"Tidak mungkin..kau.."ucap nana sambil menunjuk dalam bilik toilet yang sudah terbuka.

Betapa terkejutnya ternyata nana melihat kucing sedang berdiri di atas kloset toilet tersebut... 'ternyata seekor kucing..kupikir apa, tapi aneh bukannya tadi yang membalas kata-kata ku itu suara sena...coba ku cari lagi' batin nana tetap pemasaran karena tidak melihat sena padahal nana yakin kalau sena masuk kedalam toilet dan membalas akta-katanya. Dibukanya satu persatu pintu toilet tersebut hingga sampai pada pintu terakhir, dengan perasaan yang tak menentu nana coba membuka pintu toilet terakhir, ternyata benar ada sena sedang memunggungi nana, melihat hal itu nana mencoba membalikkan tubuh sena tapi sedikit mendapat perlawanan dari sena. Sedikit kesal nana membalikan tubuh sena secara paksa dan betapa terkejutnya nana saat melihat sena dalam keadaan yang lain, bagaimana tidak terkejut jika teman laki-laki mu memiliki dada seperti perempuan sehingga baju yang dipakainya menjadi sedikit sempit, wajah yang tambah imut yang bisa membuat semua orang jatuh hati , kurang lebih itu yang ada dilihat nana saat bisa mengatakan apa-apa itu yang mungkin akan dilakukkan semua orang jika melihat sesuatu yang agak (sangat) mengejutkan seperti yang dialami oleh nana.

"Sena?…kau sena kan?" tanya nana tidak percaya dan sedikit menguncangkan bahu sena pelan

"iya nana-san aku sena.." jawab sena sambil menunduk takut tidak berani me,balas tatapan nana.

"bohong..tapi kau kan...laki..laki?" tanya nana lagi tetap tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

"iya nana-san aku laki-laki tapi..." sebelum sena menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba ada yang masuk kedalam toilet dengan segera nana menyeret sena kembali masuk kedalam bilik toilet yang tadi sena tempati dan menutup pintunya rapat-rapat, lalu menunggu.

"Hei…riku menurut mu apa anak baru yang ada dikelasnya hiruma manis?" tanya seseorang pada temannya yang diketahui bernama Riku.

"menurut ku dia manis akaba..habis hampir semua murid di sini laki-laki yang…yah kau tahu lah maksudku" jawab riku kepada temannya yang bernama akaba "aku yakin yang lainnya juga setuju…" tambah riku

TENG TENG

"wah pelajaran kedua hampir dimulai..ayo" ucap akaba mengajak riku kembali kekelas.

Tidak lama setelah mereka (riku,akaba) keluar dari toilet, perlahan-lahan nana membuka pintu bilik toilet yang mereka tampati tersebut dan melihat keadaan diluar, setelah merasa aman nana mengajak sena untuk keluar dari bilik toilet tersebut.

"ayo sena-san sudah aman…tapi untuk berjaga-jaga lebih baik kita pergi saja keruang OSIS , setidaknya disana lebih aman dari pada disini (toilet) " ajak nana pada sena yang masih sedikit takut.

"ano..em...nana-san apa tidak apa-apa aku keluar dengan pakaian seperti ini?" tanya sena dengan pakaian yang sedikit sempit ditubuh, dan menggerakan tubuhnya karena tidak nyaman dengan pakaiannya yang sempit.

"hmm...ah begini saja" kata nana setelah berpikir dan mendapat kan ide. "kau pakai saja blezer ku sena, setidak nya blezer ku lebih besar dari tubuh mu, jadi pasti bisa menutupi bagian..err…dada mu dan seragam mu yang sedikit sempit itu" tambah nana langsung melepas blesernya dan diberikan kepada sena.

"Arigatou nana-san" ucap sena lalu mengambil blezer nana dan langsung memakainya, dan benar saja sena terlihat seperti semula hanya saja blezernya terlihat kebesaran karena bagaimanapun nana lebih tinggi sedikit dari sena.

"baiklah..ayo jangan membuang waktu" ucap nana seraya menyeret sena keluar dari toilet, setelah memastikan keadaan benar-benar aman di luar toilet, nana langsung membawa sena keruang OSIS.

"fuh~... setidaknya disini aman, aku akan meminta izin pada kepala sekolah, tunggu sebentar sena" ucap nana dan langsung membuka pintu paling pojok di ruang OSIS dan masuk kedalam sana, sena sedikit bingung melihat hal itu 'kenapa nana-san masuk kedalam ruangan itu padahal mau keruang kepala sekolah?' batin sena bingung, dan akhirnya sena sadar kalau ruang kepala sekolah ada di samping ruang OSIS sehingga hal itu menjelaskan kenapa nana masuk kedalam ruangan itu.

"oh..iya apa ayah sudah pulang yah? Kalau tidak salah tadi masih berbicara dengan kepala sekolah?" tanya sena entah pada siapa, masih berpikir tentang ayahnya, tiba-tiba sena kaget dengan nana yang membuka pintu yang tadi dia masuki, sena melihat kearah nana dengan ekspresi bertanya.

"Sena-san aku sudah meminta izin pada kepala sekolah, baliau setuju dan sepertinya kepala sekolah juga ingin bertemu dengan mu" ucap nana santai sambil menuju kearah sena.

"ano..nana-san apa ayah ku sudah pulang?" tanya sena sedikit ragu. Nana melihat kearah pintu yang tadi dia masuki dan akhirnya tahu alasan sena memandangi pintu tersebut dengan pandangan khawatir.

"ayah mu sudah pulang sena-san, jadi ayo kita keruang kepala sekolah, sepertinya ada yang ingin kepala sekolah sampaikan mungkin mengenai sekolah mu disini" ucap nana seraya mengajak sena keruang kepala sekolah melalui pintu yang tadi di gunakan nana

"apa tidak apa-apa nana-san dengan wujud ku yang seperti ini, nanti bisa terjadi masalah?" ucap nana takut jika kepala sekolah mengeluarkan dirinya karena….

"aku rasa tidak..akan terjadi masalah.." jawab nana dengan seringaian tipis dibibirnya 'dan menurutku kepala sekolah akan membantu..' batin nana menambahkan ucapannya

Setelah sampai diruang kepala sekolah sena menatap takut kepala sekolah yang bisa dibilang sedang serius *mode on*. Nana langsung mengajak sena duduk di sofa dan bukan di kursi yang berhadapan dengan kepala sekolah, dan kepala sekolah pun mengikuti mereka berdua untuk duduk di sofa.

"bolehkan saya memanggilmu sena-kun?" tanya kepala sekolah pada sena yang sedang duduk penuh ketakutan dan kegugupan

"ah..i-iya ten-tentu saja kepala sekolah" jawab sena pada kepala sekolah dengan kepala tertunduk

"Ah..sena-kun memangnya lantai lebih menarik yah untuk dilihat dari pada memandang kearah lawan bicara?" tanya kepala sekolah dengan nada jahil dan melirik kearah nana yang masih asik melihat percakapan mereka

"iie , kepala sekolah..saya hanya..eumm..gugup" jawab sena ragu. Melihat hal itu nana hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah sena

"maa maa, begitu yah…tapi kau tidak perlu gugup sena-kun atau harus ku panggil sena-chan?" tanya kepala sekolah dengan seringaian di wajahnya dan nana pun tidak sanggup untuk tidak ikut menyeringai karena berhasil membuat sena tambah ketakutan.

"ah..eto…eumm…mengenai itu saya bisa jelaskan kepala sekolah…" kata sena dengan terburu-buru dan langsung mengangkat wajahnya karena mendengar kepala sekolah menggunakan embe-embel 'chan' untuk memanggilnya.

"hahaha… tenang saja sena-kun aku akan tetap memanggilmu dengan 'kun' bukan 'chan' jadi kau tenang saja yah" ucap kepala sekolah dengan tertawa kecil melihat ekspresi sena yang ketakutan dan kelabakan

"ah..begitu yah, saya.." ucapan sena terpotong karena kepala sekolah mengintrupsi agar tidak melanjutkan percakapan mereka

"ah..sepertinya kita kedatangan tamu nana-san, tolong kau ajak sena-kun untuk masuk keruangan itu" kata kepala sekolah menunjuk sebuah ruangan didalam ruangannya, dan tanpa menunggu lama nana langsung mengajak sena untuk masuk kedalam sana. setelah melihat sena sudah masuk kedalam ruangan bersama nana, kepala sekolah kembali ketempat duduknya semula. Dan ternyata benar tidak lama kemudian pintu ruangan kepala sekolah di kutuk oleh seseorang.

" masuklah…" ucap kepala sekolah menyuruh orang yang mengetuk pintu tersebut masuk.

Pintu ruagan itu pun terbuka dan menampilkan beberapa orang yang bisa dibilang memiliki wajah diatas rata-rata, mereka langsung masuk dan dipersilahkan duduk oleh kepala sekolah di sofa yang tadi di duduki oleh sena dan nana, merasa penasaran siapa yang masuk kedalam ruangan kepala sekolah, nana mengintip dari celah pintu yang tak tertutup rapat dan mencoba mencuri dengar dari percakapan tersebut.

"ada apa kalian kemari ?" tanya kepala sekolah to the point pada para siswa yang sedang duduk dihadapannya

"mengenai murid baru.." ucap salah seorang siswa yang memiliki ciri-ciri wajah datar dan rambut hitam pendeknya.

" kenapa dengan itu shin-kun?" tanya kepala sekolah pada siswa bernama shin tersebut dan menatap mereka menyelidik karena tidak biasanya murid seperti mereka datang ke ruangannya hanya untuk diskusi.

"apa kami bisa memasukkannya kedalam club kami?" tanya shin meminta persetujuan pada kepala sekolah mendengar hal itu kepala sekolah hanya tersenyum,dan ternyata bukan hanya kepala sekolah saja yang tersenyum tapi nana yang mencuri dengar pun menyeringai karena bagaimanapun sena yang seorang murid baru ingin dimasukkan kedalam club yang terkenal di seluruh sekolah yang berisikan murid tampan nan perfect.

'sepertinya ini akan menarik' pikir kepala sekolah yang sudah pasti sama dengan pikiran nana

"baiklah terserah kalian tapi aku tidak ingin kalian memaksakan keputusan kalian padanya" ucap kepala sekolah dengan tenang pada muridnya

"terima kasih kepala sekolah, kami tidak akan memaksanya" ucap murid lainya yang memiliki tinggi kurang lebih dua meter

"senang bisa membantu kakei-kun" balas sang kepala sekolah masih dengan senyum dibibirnya "oh..iya kenapa kalian bertanya tentang hal ini pada ku, bukankah kalian akan langsung merekrut murid yang menurut kalian 'pantas'" tanya kepal sekolah kepada para murid tersebut dengan tanda kutip di kata 'pantas'

"tidak ada apa-apa kepala sekolah, hanya mencoba mengikuti peraturan yang dulu pernah kepala sekolah berikan pada kami saja" ucap murid lainnya yang terlihat lebih pintar dengan postur yang tidak kalah tingi dari kakei dan akaba.

"senang mendengarnya yamato-kun" ucap kepala sekolah pada murid bernama yamato yang hanya menganggukan kepalanya pada kepala sekolah. " kalau sudah selesai, kembalilah ke kelas kalian, dan belajarlah yang rajin" tambah kepala sekolah dengan senyum di wajah yangterlihat berwibawa. Tidak lama setelah mengatakan hal itu, murid-murid tersebut langsung keluar dari ruangan kepala sekolah.

"nana…sena-kun kalian sudah boleh keluar" ucap kepala sekolah dengan melihat kearah pintu yang berada di samping meja kerjanya.

"sudah pergi?" tanya nana datar pada kepala sekolah.

"iya, seperti yang kau lihat nana, baiklah ayo kita lanjutkan percakapan kita" ucap kepala sekolah dengan santai dan mempersilahkan sena dan nana untuk duduk kembali

"ano..kepala sekolah ada yang ingin ku tanya kan?" ucap sena sambil memandang kepala sekolah

"ya...ada apa sena-kun?" tanya kepala sekolah masih dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya

"eto…mengenai yang tadi aku tidak sengaja mendengar tentang club yang mau..u-untuk mengajakku masuk kedalam club mereka, apa itu tidak masalah, ah…maksudku.." perkataan sena terpotong karena suara pintu yang lagi-lagi diketuk

"siapa?" tanya kepala sekolah dengan suara agak sedikit keras mengingat jarak tempat duduk yang sedang ditempati agak jauh dari pintu ruangan kepala sekolah

"ini aku kuso hime, cepat buka pintunya atau ku dobrak" ucap-teriak-siswa yang sedang berada di balik pintu tersebut.

"hah~tidak bisakah 'dia' memanggil dengan bahasa yang sopan?" tanya kepala sekolah entah pada siapa. "nana tolong kau urus 'dia' dulu yah, ada hal yang harus ku jelaskan pada sena-kun jadi aku tidak ingin ada yang mengganggu" ucap kepala sekolah dengan nada tegas dan wajah serius yang membuat sena bergidik melihat kepala sekolah yang berbeda dari yang tadi

'ah..sepertinya orang-orang disini memiliki kepribadian ganda yah?' batin sena bingung karena melihat hal yang menurutnya aneh.

"huh..menyusahkan saja, dari tadi ada gangguan terus. Baiklah akan aku lakukan" ucap nana dengan nada sedikit malas entah karena apa.

" terima kasih" balas kepala sekolah, setelah melihat nana sedang berurusan dengan siapa pun yang ada di luar dengan suara yang gaduh dan beberapa makian yang di keluarkan oleh siswa tersebut, akhirnya tidak terdengar apa pun lagi setelahnya yang sudah dapat dipastikan bahwa nana berhasil menyingkirkan siswa yang berada di balik pintu tersebut.

"baiklah sepertinya pengganggu sudah tidak ada. Kalau begitu mari mulai penjelasan untuk mu sena-kun" ucap kepala sekolah dengan wajah serius kembali. Mau tidak mau sena sedikit tegang mendengar hal tersebut.

Setelah berlama-lama diruang kepala sekolah dengan gontai sena keluar ruang kepala sekolah, tanpa sengaja sena menabrak seorang laki-laki dan jatuh terduduk.

"ittei.." ucap sena serasa menahan sakit dibagian belakangannya

"kau tidak apa-apa?" tanya orang tersebut pada sena yang masih duduk dilantai koridor sekolah

"i-iya aku baik-baik saja" balas sena kepada siswa yang menabraknya, tanpa sena sadari ada sebuah tangan yang mau membantunya berdiri, penasaran sena mengikuti arah tangan tersebut dan ternyata itu tangan milik seorang siswa yang ketuaan.

[ RIKU : WOI MAKSUD LOE APA ? CEPET ULANGI [–bentak riku yang bikin author cemberut-] ,

"-iya aku baik-baik saja" balas sena sena kepada siswa yang menabraknya, saat sena mencoba berdiri ada sebuah tangan yang terulur untuk membantunya, penasaran sena mengikuti arah tangan tersebut dan ternyata itu tangan milik siswa yang berperawakan paling muda di sekolah (selain sena tentunya). "arigatou.." ucap sena menerima uluran tangan sang murid tersebut.

"iie douitashimasite. Daijobu desu ka?" tanya siswa tersebut pada sena

"ha'i daijobu" jawab sena dan menebarkan senyum imutnya

'imut-nya' inner riku melihat senyum sena . "riku desu" kata riku memperkenalkan diri pada sena.

"sena desu, yoroshiku" jawab sena senang karena mendapat seorang teman baru lagi selain nana tentunya

"sena-kun, kau mau kemana? dan kenapa blezer mu kebesaran seperti itu?" tanya riku bertubi-tubi pada sena

"ah..aku mau ke kelas dan ini blazer punya nana-san" jawab sena jujur, dan riku hanya menganggukan kepala tanda mengerti perkataan sena, dan setelah mereka berbincang sedikit sena pergi melanjutkan perjalanannya ke kelas

"ano…sena-kun" panggil riku yang membuat sena menoleh kearah riku yang sudah agak jauh dari tempatnya

"nani?" tanya sena pada riku yang berjalan mendekati sena

"eto…aku mau mengajak mu untuk masuk ke club ku apa kau mau sena-kun?" tanya riku pada sena yang sedikit terkejut dengan perkataan riku yang mengajaknya untuk masuk ke club yang jelas-jelas memang ingin memasukkannya ke club

'bagaimana ini kalau aku masuk ke sebuah club, pasti kelainan yang aku derita akan ketahuan dan hidup ku tidak akan lama di sekolah ini' batin sena takut dengan pemikirannya sendiri

( Hi-Na : sena-kun kau hiperbola sekali, kan tidak mungkin sampai mati -.- kalau malu setengah hidup itu baru benar)

"Ah…mengenai itu bisa aku memikirkannya dulu riku-kun" kata sena meminta izin untuk memikirkan jawabannya

"Baiklah, tapi aku berharap kau mau masuk kedalam club ini sena-kun" kata riku dan langsung berjalan menjauhi sena yang masih diam ditempat.

" sena-kun, kau sedang apa?" tanya nana yang kebetulan bertemu dengan sena yang sedang dicarinya

" ah…nana-san, tidak aku hanya sedang bingung saja" kata sena sambil menundukkan kepalanya melihat lantai kebiasaan sena kalau sedang bingung atau gugup

"memangnya bingung kenapa sena-kun, coba kau kata kan pada ku, siapa tau aku bisa bantu" kata sena mencoba untuk membantu

"ah…begini…" ucapan sena terpotong karena tiba-tiba ada guru yang menegur mereka

"hei..kalian kenapa masih di sini…ayo cepat masuk kekelas pelajaran terakhir akan dimulai" ucap guru tersebut dengan wajah yang galak yang membuat sena bergidik melihatnya, tapi tidak untuk nana.

"baiklah, terima kasih dan maaf sensei" balas nana sambil menyeret sena menuju kelas mereka

"apa yang ingin kau katakan tadi sena?" tanya nana sambil tetap menyeret sena

"ah..eto..tadi aku bertabrakan dengan anak bernama riku yang tadi ada di ruang kepala sekolah…dan…hmm…dia mengajak ku untuk masuk ke dalam clubnya" jelas sena pada nana yang sedang ebrjalan di depan sena yang sudah tidak menyeret sena lagi

"hmm..begitu yah pantas saja kau bingung, lalu kau akan menerima ajakan kaitani riku untuk masuk ke dalam clubnya, asal kau tau sena bahwa dalam club tersebut hanya berisi orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi dan memiliki wajah diatas rata-rata, dan aku yakin kau memiliki kriteria itu , tapi kau tau juga kalau kelainan mu itu akan membawa masalah untuk mu kalau kau masuk ke dalam sana, tapi semua tergantung pada mu tapi jika boleh aku member saran lebih baik kau masuk saja kedalam club itu…." perkataan nana terpotong ketika sena tiba-tiba menyela dengan air matanya yang mengalir dengan deras

"huaaa…nana-san aku tidak mau, nanti kalau kelainan yang aku punya ketahuan, bagaimana nasibku disini? bisa-bisa aku menjadi bahan ejekan anak-anak satu sekolah sampai aku lulus nanti" ucap sena masih dengan rengekan yang membuat nana emnutup telinganya

"sena-san tolong tenang..biar kan aku menyelesaikan perkataan ku dulu" ucap sena menenangkan sena yang masih merengek tak karuan, kesal karena sena tidak mendengar perkataannya nana mulai mencari akal untuk membuat sena diam

"sena-san dengar kan aku, kalau tetap seperti ini aku yakin hiruma-san akan membunuh mu karena kau berisik di koridor sekolah karena dia akan melewati koridor ini sekarang" ucap nana dengan memegang kepala sena agar mendengar perkataannya

"eh…hiruma-san akan membunuhku?" tanya sena dengan sedikit wajah yang horror

"yaps…dan aku yakin dia akan datang sebentar lagi karena itu berhentilah merengek dan dengarkan kata-kata ku, setelah itu baru kita masuk ke kelas sebelum hiruma ada didepan kita" ucap nana melebih-lebihkan pada sena yang sudah tidak teriak (menangis) lagi karena takut dengan hiruma, "baiklah..kau harus masuk ke dalam club itu karena hanya di dalam club itu kau tidak akan disentuh oleh anak-anak satu sekolah, tapi kau hanya akan di sentuh oleh para anggotanya saja, tapi tenang aku akan memikirkan cara agar kau tetap selamat dalam club itu" ucap nana secara jelas, tepat dan cepat untuk memberitahu rencannya pada sena, dan dapat terlihat sena sedikit lega sekaligus takut karena perkataan nana tapi sena merasa senang karena di hari pertamanya sena bisa dapat teman seperti nana.

"Ha'i….wakatta.." kata sena dengan senyum yang bisa di bilang manis 'cih…kalau tersenyum seperti itu seperti memberi makan para singa yang ada disini saja, tapi sepertinya ini akan semakin menyenangkan' batin nana sambil melihat sena yang sudah berjalan mendahului untuk pergi kekelas

"Nana-san..ayo kita kekelas" ajak sena pada nana yang masih melamun membayangkan hal yang menyenangkan karena kedatangan sena ke sekolah DEIMON, tanpa banyak bicara nana menyusul sena untuk kembali kekelas mereka

"Huh..sepertinya kau berusaha melindunginya , tapi kau lupa jika ada aku di sekolah ini" ucap seseorang yang berada tidak jauh dari tempat pembicaraan nana dan sena tadi, dan mencuri dengar pembicaraan mereka. "sepertinya ini membuat ku bersemangat, sepertinya banyak rahasia yang kau sembunyikan, dan aku akan mengetahui hal itu, sepertinya aku harus segera mencari tahu tentang anak baru itu..khe khe khe" tambah orang yang sedang bersembunyi tersebut.

TBC

Hi-Na :

fuh~….akhirnya chap 2 update juga tapi maaf kalau masih kurang seru , karena ini masih permulaan dan susah sekali untuk memikirkan kelanjutan yang bagus dan asik yang bikin berdebar-debar…

Hiruma :

Gak peduli….tapi kenapa hanya kalian berdua saja yang keluar pada chap 2 dan apa-apa itu bagian ku hanya segitu dan kenapa si kuso shiro ini yang kebagian untuk pegang-pegang kuso chibi (peluk-peluk sena)

Hi-Na :

Eto…kan hampir semua pemain utamanya muncul kok. Dan gak ada maksud khusus kenapa riku yang pegang sena pertama kali Hiruma-san, hanya saja nanti sena dan riku akan menjadi teman baik, kalau masalah pegang-pegang tenang aja nanti riku ada pasangannya kok, bukan sena pastinya, tapi tetap akan ada adegan sedikit-sedikit -pastinya- boleh..boleh..boleh?

Hiruma :

APA? Mati kalian (tembak Hi-Na pake AK47-Hi-Na kabur dari kejaran Hiruma)

Sena & Riku : baiklah biarkan mereka. Kami minta Riviewnya minna-san, sampai jumpa di chap berikutnya .;

Riku : itu pun kalau selesai (bisik-bisik)

thanks untuk reviewnya :

njhyerim : iya kami gak tau kenapa sepi? mungkin karena author baru...

nana-chuu : makasih udah ingetin yah, maklum kadang kami malas untuk baca ulang ceritannya, jadi gak tau kalo

masih ada yang salah atau gak, akan kami usahakan untuk membuat sedikit typo dan kesalahan..