Ai: yosh-yosh! Masuk chapter 2~ ah, silakan menikmati! Disclaimer ada di chapter sebelumnya. Disini fictnya lebih mendebarkan, lho, daripada buatan Onee-chan…

Sae: #kicep sambil ngetik#

Ai: Nee-chan? Nee-chan? Hooooi… Saetan!

Sae: LUBISA DIEM ENGGAK SIH!? GUA LAGI NGERJAIN FICT, NIH! LU BELAJAR AJA BUAT UJIAN NAPA? #kayak orang stress#

Ai: yaa… ah, selamat membaca! #senyum#


Chapter 2

"APA!? TEMPAT APA INI!? AKU TIDAK MAU! OGAH!" teriak Rin meronta. Tapi tetap saja tidak bisa, karena ternyata Lenka jauh lebih kuat dari Rin.

"Sudahlah, nurut saja." Kata Lenka sambil menarik Rin.

Rin terdiam sambil cemberut. Lenka tersenyum kemenangan. Lalu gadis kaya itu, bicara kepada ahli penata rambut, dan Rin pun menutup matanya, dan berusaha tidak memikirkan apapun.

Rin pun pasrah saat dimake over oleh penata rambut itu. Tak terasa Rin yang dari tadi memejamkan matanya ternyata tertidur. Perlahan, gadis itu merasakan tepukan di bahunya dan Rin yang tadinya tidur pun bangun.

"Ap-" kata Rin kaget. Saat Rin membuka matanya ia melihat cermin dan ternyata ia sudah berubah. Rambut Rin yang panjang dan dikepang dua menjadi pendek model bob.

"APA YANG TERJADI!? ORANGNYA SALAH CUKUR YA!?" kata Rin.

"EHHH!?" kata Lenka panik. "APANYA!?"

"Kok rambutku jadi pendek begini!"kata Rin.

"EMANG ITU MODELNYA, BAKAGATA!" kata Lenka. Rin mengamati dirinya di cermin. Dalam perjalanan Lenka membeli pita putih dan meyerahkan pita itu pada Rin.

"Eh?" kata Rin bingung.

"Untukmu."

"A..ri…ga…tou ," kata Rin pelan.

"Diamlah. Aku akan memakaikannya ke rambutmu," ucap Lenka. Rin terdiam, menerima hadiah pita dari Rin. "Nah, berubahlah menjadi Rin yang manis!"

"Lenka norak, ah," kata Rin mencibir.

"Diam-diam, teryata Rin itu orang yang rame, ya," kata Lenka tersenyum. "Ah, sudah jam segini."

"Euhm… Lenka, mau ke rumahku?" kata Rin malu-malu. "Kamu teman pertamaku… aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi…"

"Eh?" kata Lenka ngeblushing. Lenka menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. "Aku seperti dapat pernyataan cinta aja…"

"UGYAAA! ENAK AJA!" kata Rin mengungkiri. "AKU NORMAL!"

Lenka pun tertawa mendengar kata-kata yang diucapkan Rin tadi.


"Permisi~!" kata Lenka sambil masuk ke rumah Rin.

Saat Lenka masuk ke rumah Rin, Rin pun mengajak Lenka masuk ke kamarnya. Rin pun diam diam merasa berterima kasih kepada Lenka. Ia ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Lenka.

" Lenka."kata Rin malu-malu.

"Ya," ucap Lenka dengan wajah yang polos.

"A…..ri…ga….tou." kata Rin.

.

.

.

.

"Lenka kenapa?"kata Rin pelan.

"Kyaa! Rin-rin kawaii!" teriak Lenka memeluk Rin dengan gemas. Gadis itu mencubit pipi Rin sehingga Rin merengek kesakitan.

"Ahh~ Lwennnkaaa…" kata Rin.

"Rin-rin ngeblushing! Kawaii desu~!" kata Lenka tidak melepaskan cubitannya.

"Iwwh… Lewnkyaa isweng!" kata Rin meronta. Lenka pun melepaskan cubitan mautnya dari Rin, dan Rin langsung memalingkan wajahnya supaya tidak dapat dicubit Lenka lagi.

"Lenka mau minum apa?" kata Rin berdiri.

"Hmmm… jus pisang!" kata Lenka dengan polos.

Rin pun pergi ke dapur untuk membuat jus pisang untuk Lenka. Sementara itu, Lenka sibuk menjelajahi isi kamar Rin. Gadis ceria itu mengobrak-abrik kamar Rin.

Sampai matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah pajangan foto, tampak Rin sedang berfoto dengan seorang pemuda berjepit tiga dan sangat mirip dengannya.

"Ini jusnya, Lenka," kata Rin. Lenka cemberut. "Apa?"

"Rin-rin, siapa cowok di foto ini?" kata Lenka masih cemberut.

"Ah, ini sih Rinto. Kenapa?" kata Rin.

"H…. HUWAAAA! Kok Rin-rin enggak cerita sama aku sihh?" kata Lenka pura-pura menangis. Mau tidak mau, Rin tertawa melihat sifat Lenka.

"Lenka baka, ya," kata Rin.

"Aku enggak baka! Aku pinter!" kata Lenka ngambek.

"Iya deh, iya deh," kata Rin sambil mengelus-elus rambut-rambut Lenka. "Lenka kayak imotou aku aja deh.

Kilat panjang menyambar Lenka.

"Lenka kenapa? Kok tiba-tiba Lenka jadi pundung," kata Rin bingung.

"Aku… aku… sakit hati!"

"AKU NORMAL!" kata Rin menjerit ketika Lenka memeluknya.

"AKU JUGA NORMAL!"

"EHHHH, TERUS KENAPA SAKIT HATI!?"

"KARENA KAN RIN-RIN ENGGAK CERITA SAMA AKU!" kata Lenka menangis kejer. Rin geli sekali terhadap sikap Lenka yang kayak anak yang sangat innocent. "AKU SEDIH, TAHU!"

"Lenka no baka," kata Rin geli. "Gomen, gomen!" kata Rin lagi ketika melihat Lenka langsung pundung di pojokan.

"Huuu… Rin-rin jahat," kata Lenka ngambek.

"Biarin… weeeek..! Aku emang jahat! Baru tau, ya!" kata Rin menjulurkan lidahnya.

Lenka ngambek lagi.

"Kali ini Lenka bener bener lucu ya…! Kaya imotou aku aja, deh!"kata Rin sambil tersenyum karena melihat ulah Lenka yang seperti itu.

JLEBB…! Lenka merasa ada petir yang sekali lagi menyabar Lenka karena dianggap sebagai imotou sama Rin.

"RIN-RIN JAHAAAAATTTT…! AKU KAN BUKAN IMOTOUNYA RIN-RIN…!" Teriak Lenka dengan muka ceberut.

Rin hanya tertawa.

"RIN-RIN BISA KETAWA INI KEAJAIBAN DUNNIIIAAA….!" Teriak Lenka sekali lagi.

"Aku memang jarang ketawa. Tapi… nggak gitu juga kali!"kata Rin.

"Iya deh iya deh Rin-rin." kata Lenka.

"Lenka nggak minum jus pisangnya?" kata Rin.

"Oh, iya aku minum dulu!" kata Lenka sambil menyeruput jus yang diberikan Rin.

Rin memperhatikan Lenka yang meminum dengan semangat.

"Hm? Ada apa, Rin-rin?" kata Lenka menyadari bahwa Rin memperhatikan dirinya terus.

"E-enggak!"

"Aih~, Rin-rin suka ya sama aku~?"

"AMIT-AMIT!" kata Rin memasang muka jijik.

"Kenapa? Kan aku suka sama Rin-rin."

"A-aku juga suka sama Lenka, tapi dalam maksud enggak berhubungan seperti 'pacaran'lagi pula lenka kan cewek!"

Lenka pundung di pojokan sambil memutar-mutarkan rambutnya dengan jari.

"Iiiih…. Lenka geli ah! Emangnya Lenka ini YURI?" kata Rin setengah tertawa garing memecahkan suasana kelam itu.

"Aku enggak YURI, kok… tapi.. yah… mungkin shoujo-ai?" kata Lenka dengan senyum mesumnya.

Rin mundur pelan-pelan, menghindari Lenka.

"Le-lenka…"

"Hm?"

"AMIT-AMITTTT! KAMI-SAMA! AMIT-AMIT JABANG BABI!" teriak Rin sambil memukul-mukul pintu.

"Ihh… Rin-rin apa-apaan sih?"

"UGYAA! JANGAN DEKAT-DEKAT AKU, BANANA FREAK!" teriak Rin ketakutan.

"APA-APAAN SIH!?" kata Lenka ngambek..

"LENKA GELI AH! KAMI-SAMA, LINDUNGI AKU!"

"AKU BUKAN MONSTER!" kata Lenka marah.

"AKU MASIH NORMAL, KAMI-SAMA…. LINDUNGI AKU… AKU ENGGAK YURI… AKU MENYUKAI COWOK, KAMI-SAMA COWOK…"

"RIN!" kata Lenka. "A-aku sedih nih…"

"Habisnya Lenka ngomong-ngomong soal shoujo-ai dan yuri, sih… aku kan takut sendiri," kata Rin cemberut.

"Mungkin aku agak fujodan…" kata Lenka menyerang Rin sehingga jatuh menimpa Rin.

"UGYAAA! GELI! KAMI-SAMA, TOLONG AKU!" kata Rin meronta. Kaki Rin menendang meja, dan menumpahkan jus pisang Lenka, sehingga membuat mereka berdua basah.

"Ah…" kata Lenka mendapati tubuhnya basah semua.

"Go-gomen!" kata Rin panik.

Lenka langsung menghindar dari Rin, sehingga gadis itu bisa bergerak leluasa.

"Ah, aku punya baju ganti. Lenka mau?" kata Rin. Lenka mengangguk. "Sebentar, ya. Aku siapin air dulu."

"Buat apa?"

"Lho? Kamu mau lengket-lengketan bekas jus?" kata Rin. "Mandi lah! Emangnya buat apa? Emang bajunya buat matiin api kebakaran?"

"Mandi?" kata Lenka menyipitkan matanya.

"Iya. Lenka enggak suka mandi? Jangan-jangan Lenka enggak pernah mandi ya?" kata Rin sangsi.

"Pernahlah!"

"Ya udah, mandi sama-sama yuk!"

Deg…

"Eng-enggak usah deh," kata Lenka menghindar.

"Eh? Ayo!" paksa Rin menyeret Lenka.

"ENGGAK MAU!"

"JOROK! AYO MANDI!" teriak Rin mati-matian menyeret Lenka yang ternyata kuat banget. Kekuatan Rin jauh lebih lemah, sehingga gadis itu terjatuh meniban Lenka.

"Gomennasai!" kata Rin panik. Gadis itu setengah melongo ketika tangannya menyentuh dada Lenka.

"Ah," kata Lenka.

"Lenka… kamu… rata ya?" kata Rin membulatkan matanya.

"Ah… begitulah…" kata Lenka tertawa garing.

Tiba-tiba ada seorang gadis manis berambut pirang lembut terurai dan acak-acakan, hanya memakai gaun putih yang biasa dipakai orang sebagai baju dalaman dan tanpa alas kaki datang dan masuk ke kamar Rin.


Ai: Oha-

Sae : Horeee~! Akhirnya bisa selesai juga chapter duanya. Bravo Aisu-chan….~! Sae capek juga mau tidur, nihh..!

Ai : AI! Aku yang buat ceritanya kok kesannya Saetan nee-chan yang lebih capek?

Sae : #nangis# AKU SAE BUKAN SAETAN, BUDI! DEMI KAMI-SAMA!

Ai : Itu balesannya karena sudah pangil aku asu!

Sae : AISU BUKAN ASU BUDEEEEGGGGGGGG!

Ai: rasanya aku yang kerja deh… Nee-chan yang ngedit doang... #mikir sebentar# ngomong-ngomong, BUDI itu apa? Nama orang ya?

Sae: bodo amat… bodo amat… :p BUDI itu kepanjangannya BUDEG SEKALI…

Ai: tau ah… eh, Nee-chan, tolong bilang RnR, ya!

Sae: akhirnya ngerti juga yang namanya RnR… #nangis terharu#

Ai: bukannya RnR itu artinya 'RPS (Real Peson Slash)' dan 'Rating M lime' ya…?

Sae: aku kudet mati di tempat ngelihat kamu ngartiin begituan… #keringet dingin#

Ai: jadinya apa?

Sae: RNR ITU READ AND REVIEW! MEMINTA TOLONG UNTUK MEMBACA DAN MEREVIEW FICT INI, O'ON!

Ai: #manggil-manggil OC-OCnya Sae# eh, OC-OC Onee-chan, rusuh yuk~!

Sae: noooo…

OC: #mulai ngerubutin Sae#

Sae: argh! Kyaaa! To.. longh… Kyah, Uuh…~

Ai: ah, Nee-chan mengeluarkan suara yang seksi~!

Sae: #mual# #muntah di tempat# Imotou… bilang RnR sana… Nee-chan enggak kuat… mau muntah dulu… nanti Nee-chan kasih tahu artinya. Untuk para OC, sekali lagi kalian macem-macem, nama kalian sudah tercoreng dari daftar OCku…

ALL OC: Ha'i… #kicep#

Ai: Nee-chan jorok! Muntah jangan di sini, dong!

Sae: #deathglare#

Ai: ah, baik! Walaupun aku enggak tahu artinya, pokoknya RnR, ya! Oke, Nee-chan, kasih tahu dulu!

Sae: #ngacir#

Ai: wooooi! Tunggu!