Disclaimer :
#Masashi kisimoto-sensei#
But,This Story Original My self::
:Cintaku Sampai Disini:
AUTHOR:Izca RizcassieYJ
Rate : T
Genre : Hurt/Comfort,
Pair : SasuNaru slight GaaNaru
Warning : Typo,Gaje,Shounen-ai,OOC,AU, EYD yang tidak sesuai
DON'T LIKE DON'T READ !
YANG GAK SUKA YAOI HARAP TEKAN TOMBOL BACK !
#Cintaku Sampai Disini#
NARU POV
Malam ini aku bertemu dengannya lagi, Seseorang yang dulu pernah mengisi hatiku. Namun itu 2 tahun yang lalu sebelum aku menyerah dengan perasaanku yang selalu di abaikan, bahkan saat aku pergi dia tidak mengejarku sama sekali.
Tapi, sekarang saat aku sudah memiliki seseorang yang menggeser posisinya di hatiku tiba-tiba dia mengungkapkan bahwa dia mencintaiku.
Cih. . maaf Teme, Aku tidak mau lagi tersakiti olehmu meskipun tadi aku melihat penyesalan di matamu tapi aku tidak mau di abaikan lagi karena itu menyakitkan.
Yah. . . orang itu adalah Gaara seseorang yang kini sedang memelukku dengan lembut seakan akan aku krystal yang berharga dan di jaganya. Seseorang yang membuat aku bisa bertahan hingga kini dengan ketulusannya, tetap setia menungguku aku mencintainya hingga kini aku benar benar mencintai pemuda beriris jade yang sekarang hanya akan jadi milikku seorang,possessive ? itu lah aku sekarang karena cinta yang dia berikan membuatku gila.
Aku pertama kali bertemu dengannya saat aku memutuskan pergi dari konoha dan menyerah dengan perasaanku pada Sasuke yang selalu mengabaikanku.
FLASHBACK ON
Siang itu seperti biasanya aku sedang duduk berdua bersama Teme menikmati angin yang bergerak mengiringi musim semi yang akan tiba di Taman Konoha. Aku tersenyum senang karena, bisa berdua dengan pujaan hatiku. Saat aku menatap Sasuke tiba tiba aku menjadi gugup, karena aku berniat mengungkapkan perasaanku.
Yosh. . Naruto kamu pasti bias ,! Aku berusaha menyemangati diriku sendiri sambil sesekali mencuri pandang seseorang di sebelah kananku. Kami-sama kenapa Sasuteme se tampan ini ? tanpa sadar aku menampar pipiku sendiri karena pertanyaan bodohku. Tapi, aku langsung berhenti saat menyadari Sasuke memperhatikan tingkahku. Dia hanya mengernyitkan alis lalu kembali sibuk dengan ipodnya.
Aku mulai memberanikan diriku untuk mengungkapkan perassanku.
"Ne. .teme,teme ! ", aku sedikit mengguncang tubuhnya agar dia memperhatikanku. Hingga akhirnya Sasuke membalikan tubuhnya dan menatap tajam mataku karena merasa terganggu olehku. Tapi, aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Aku langsung membalas tatapan Sasuke dan aku melihat ia sedikit terkejut saat aku membalas tatapan matanya.
"Teme, Sebenarnya aku mencintaimu. Aku tahu mungkin kamu belum bisa melupakan Kib. ..", belum sempat aku menyelesaikan kalimatku tiba tiba Sasuke beranjak dari sisiku.
"Hn, Aku mau Dobe ,?!", sesaat sebelum dia beranjak pergi. Sedangkan aku hanya terpaku karena terlalu terkejut, namun perlahan aku yang mulai sadar dari keterkejutanku langsung berlari mengejar Sasuke untuk menanyakan kepastin ucapannya.
"Ne, Teme maksudmu apa ? Apa kau menerimaku ?", aku hanya terdiam gugup mendengar jawaban darinya.
"Hn. . ", hanya kata itu yang aku dengar sebelum dia benar benar pergi meninggalkanku yang masih sibuk menerka maksud darei jawabannya.
Awalnya aku mengira setelah memasuki tahun pertama hubungan kami, dia akan lebih hangat padaku, Namun ternyata aku salah mengira jawaban yang di berikannya saat itu memang tulus. Aku tidak pernah menyangka dia hanya menjadikanku pelampiasan saat kekasihnya memilih bersama orang lain. Saat itu aku tidak sengaja melihat dia sedang berciuman dengan mantan kekasihnya dulu, Aku segera bersembunyi agar dia tidak mengetahui keberadaanku. Dan tanpa sengaja aku mendengarvpembicaraan mereka.
"Suke. . . Aku masih mencintaimu, Maafkan aku karena lebih memilih Shika. . .", belum sempat pemuda itu selesai bicara bibir itu sudah di bungkam oleh bibir Sasuke yang aku saja belum pernah merasakannya.
"Aku juga masih mencintaimu My Puppy. .", ujar Sasuke dengan kelembutan di setiap ucapannya pada pemuda di hadapannya, tanpa menyadari ada hati yang remuk mendengarnya.
'DEG'
Aku memegang dadaku yang terasa nyeri mendengar ucapan Sasuke pada mantan kekasihnya itu, Kalimat yang bahkan tak pernah aku dengar darinya untukku. Setelah aku mendengar semua kenyattan ini aku memutuskan untuk menyerah dengan perassan ini. Aku sudah tidak kuat di abaikan terlalu lama lagi, Hatiku terasa lelah. Namun sebelum aku menyerah aku harus yakin bahwa dia memang tidak pernah mencintaiku. Mungkin ini kesempatan terakhir untukmu Suke.
Setelah cukup mendengar percakapan mereka aku memutuskan segera pulang ke rumah, Aku memutuskan untuk perrgi dari hidup Sasuke, bukan karena aku takut menghadapi masalah tapi aku terlalu takut di sakiti olehnya lagi. Aku langsung mengirim pesan padanya untuk bertemu, bertemu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku melepasnya.
To: My Lovely Teme
Teme, bisa kita bertemu ?
Aku tunggu di tempat biasa. Jangan telat ne, ?^^
Setelah agak lama menunggu balasan tiba tiba ponselku bordering, saat aku buka ternyata pesan balasan darinya.
From : My Lovely Teme
Hn
Hanya balasan singkat yang aku dapat, Tapi setidaknya dia membalas pesanku. Huh. . aku harus kuat ,! Yosh ! semangat Naru.
In Konoha Park
Ah, ternyata dia sudah menungguku. Apa dia menungguku dari tadi ? Aku mulai melangkahkan kakiku mendekatinya dan langsung duduk di sampingnya.
"Teme, apakah kamu sudah menunggu lama ?", Tanya Naruto sekedar mencairkan suasana.
"Hn. .", hanya dua kata yang tidak berarti apapun.
Sekian lama dalam keterdiaman aku berinisiatif mencairkan suasana yang ada,
"Teme,kau tahu aku mencintaimu ?", tanyaku memulai pembicaraan dengannya.
Agak lama aku menunggu jawaban yang keluar cdari mulutnya. Namun dia masih membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Teme !,kau mendengarkan aku tidak sih ?", aku mulai kesal dengan sikapnya yang acuh padaku meskipun aku tahu alas an dia mengacuhkanku Dengan terpaksa aku menarik headset yang sedang dia pakai. Sasuke yang merasa terganggu langsung menatapku tajam.
"Ada apa, Dobe ?", Sasuke bertanya dengan nada yang membuatku semakin sakit. Aku hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan darinya itu.
"Apa kau tidak mendengarkan aku, Teme ?!", aku mulai memastikan perasaannya dan ternyata hanya gelengan yang aku dapat dan dia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda olehku. Aku hanya bisa menahan air mataku yang bisa tumpah kapan saja.
Mungkin ini keputusan terakhir yang harus aku ambil, sambil menahan air mata aku mengatakan semua yang telah aku pikirkan masak masak
.
"Baiklah,aku akan pergi dari hidupmu Teme dan jangan pernah mencariku !", ucapku dengan sungguh sungguh tapi apa yang aku lihat justru semakin membuat hatiku semakin sesak, ia lebih memilih kembali memakai headsetnya dan mengabaikanku. Aku berkali kali menengok ke belakang berharap dia mengejarku ternyata aku salah, ia sibuk dengan dunianya sendiri mengabaikanku lagi.
Mulai hari ini tidak ada lagi Sasuke di hatiku, Yosh ! Naru kau pasti bisa tanpanya.
Aku mencoba menyemanagti diriku sendiri.
skip time
Aku mulai menata hatiku kembali saat memutuskan meninggalkan Konoha dan memutuskan tinggal di Suna, tinggal bersama saudara sepupuku. Selain aku memutuskan pergi aku juga memutuskan untuk melanjutkan kuliahku di sini.
Astaga aku terlambat di jam kuliah dosen terkiller di kampusku,aku berlari hingga tidak menyadari ada seseorang di depanku.
'BRUKK'
Aku hanya terpaku saat menyadari posisi kami yang eumm sangat membuat orang lain salah paham akupun yang langsung tersadar langsung membungkukkan badanku karena menabrak senpaiku.
Tiba tiba orang yang aku tabrak mengulurkan tangannya di depan wajahku. Aku hanya terdiam saat orang itu mengenalkan doriny.
"Sabaku Gaara, kamu manis jadilah ukeku ?", laki laki itu begitu santai mengatakan semuanya tanpa mentadari objek di depannya msih terkejut.
Dan tanpa di sadari oleh mereka benang merah itu telah terajut di antara keduanya.
Aku takkan penah menyangka pertemuan sederhana itu mempertemukanku dengan seseorang yang bisa membuatku merasakan di cintai.
FLASHBACK OFF
Tiba tiba ada lengan yang melingkar di pinggangku, siapa lagi jika bukan kekasihku Gaara ?
Arigatou kami-sama sudah mengirinkan seseorang yang mencintaiku dengan tulus, gumamku sambil terus mempererat dekapan Gaara.
OWARI
Aku bawain sekuel dari Cinta Sudah Terlambat, mian kalo kurang pas 'n gk nyambung.
Gomawo buat yang udah review fic abalku ne.
salam kenal chingu,Izca imnida bangapta. .:D
gomawo buat nae chingu udah dukung aku.:))
di tunggu review,kritik 'n sarannya. Mianhae kalo masih banyak typo atau miss typo .
RnR,pLease ^^
