Death Village
Cast : Huang Zi Tao
Wu Yi Fan
Huang(Xi) Luhan
Huang(Kim) Jongin
Xi (Byun) Baekhyun
Oh Sehun
Kim Joon Myeon
Kim Jongdae
Kim Minseok
Park Chanyeol
Zhang Yixing
Do Kyungsoo
Genre : Supranatural, Romance, Friendship, sedikit Hurt/?.
Rating : T
Summary :-
Warning : Shounen-ai, Boyslove, Yaoi, boyxboy, alur kecepatan/?, ceritanya membosankan.
Disclamer : chara is to God. This story is Mine.
Don't Like Don't Read
Don't plagiat atau mengcopy tanpa seijin saya!
Happy Reading.
Ini aneh. Sudah 15 jam lamanya mereka menempuh perjalanan menuju desa dengan panduan peta kecil. Namun belum ada tanda-tanda dimana perumahan desa itu berada. Padahal mereka sudah menyusuri hutan terlalu jauh.
Manager Kim menghentikan laju mobilnya. Jalanan sangat licin berhubung hujan mulai turun dengan derasnya. Ia tidak mau mengambil resiko menyetir dalam kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Bisa saja kalau dirinya tetap nekad mobil van mereka akan tergelincir.
Apalagi jalanan itu seperti tidak pernah terjamah. Seperti tidak pernah ada kendaraan yang melintas disana. Terbukti jelas karena pada permukaan jalan terdapat banyak lumut kehijauan yang membuat jalan semakin licin.
"Kenapa berhenti, Paman Kim?" Tanya Chanyeol bingung.
"Jalanan sangat licin. Aku tidak mau mengambil resiko jika kita tetap melanjutkan perjalanan." Jawab Manager Kim seadanya.
Manager Jung menyambung. "Itu benar. Terlalu besar resiko yang kita ambil jika tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi jalan seperti ini." Ucapnya menjelaskan. "Lebih baik kita beristirahat disini, dan besok pagi kita akan kembali melanjutkan perjalanan, bagaimana Manager Kim?"
"Saya setuju."
"Kita beristirahat didalam mobil, atau diluar Paman?" Tanya Sehun yang sedari tadi sibuk bermain game pada ponselnya.
Chanyeol memutar matanya jengah. Belum sempat Manager menjawab, ia lebih dulu mengeluarkan suara. "Kami semua didalam. Kalau kau mau diluar dalam keadaan hujan deras begini, ya silahkan!"
"Chanyeol~" Panggil Lay dengan nada memperingatkan. Chanyeol menoleh sebentar pada pemuda manis itu lalu kembali menatap keluar. Memandang suasana diluar Van yang cukup menyeramkan baginya. Mungkin mereka semua juga berpendapat sama dengannya.
Keheningan mulai melingkupi. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga suara Manager Kim terdengar.
"Kalian semua punya banyak bekal kan? Sebaiknya kita mengisi perut terlebih dahulu sebelum beristirahat." Saran Manager Kim memecah keheningan. Semuanya mengangguk mengiyakan.
~Death-Village~
Sehun menguap lebar sembari merenggangkan otot-otot lengannya yang terasa kaku. Tidur dibangku mobil itu tak menyenangkan. Tidak bisa bergerak bebas seperti diranjang. Dan sekarang seluruh tubuhnya pegal-pegal serta kaku.
Sehun mengedarkan pandangannya pada hyung-hyungnya yang masih tenggelam dalam alam mimpi masing-masing. Ia mengambil ponsel dari saku kemejanya, lalu melihat layar pintar itu. "Masih jam 6," Gumamnya dengan suara serak khas bangun tidur.
Pemuda berambut perak platina itu menggeram kesal. Mengutuk kebiasaannya untuk buang air kecil saat pagi hari.
Keadaan diluar masih sangat gelap meskipun jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Hujan memang sudah berhenti. Tapi yang namanya hutan ya tetap saja menyeramkan meskipun sudah pagi begini.
"Sehun, kau sudah bangun?"
Sehun terlonjak kaget. Ia melihat D.O berjalan melewatinya sembari memegang sebotol air mineral. "S-sudah Hyung." Balasnya sedikit tergagap karena terkejut.
"Bantu aku membangunkan yang lain Sehun-ah. Aku akan menyiapkan sarapan pagi sebelum kita melanjutkan perjalanan."
"Baik Hyung."
~Death-Village~
Mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai sarapan pagi. Dan setelah perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka sampai di perumahan desa.
Kejanggalan lagi-lagi mereka rasakan. Rumah-rumah yang di lihat mereka hanyalah sebuah rumah kumuh yang tak layak pakai. Bahkan ada beberapa rumah yang sudah runtuh, ditumbuhi rerumputan tinggi maupun tanaman liar lainnya. Sangat jauh berbeda dari suasana desa pada peta.
JDUARR!
"APA YANG TERJADI?!" Teriak Sehun panik.
Bukan hanya Sehun yang merasa terkejut. Semua orang yang berada di dalam Van pun terkejut bukan main mendengar suara ledakan cukup keras dari luar. Sepertinya ban mobil Van mereka pecah. Karena disaat yang bersamaan bagian sisi kiri belakang Van menjadi miring mendadak.
"SEMUANYA SEGERA KELUAR! BAWA SEMUA BARANG-BARANG KALIAN!" Interupsi Manager Kim sedikit panik. Ia merasakan firasat tidak baik. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Semuanya sibuk menurunkan barang masing-masing tanpa menyadari keadaan salah satu rekan mereka. Hal itu terus berlanjut sampai akhirnya semua barang-barang mereka sudah berada diluar Van.
Chanyeol yang memang berada dikursi paling pojok belakang, tepat berada di pinggir kiri, meringis kesakitan karena kepalanya terbentur kaca Van. Darah segar pun mulai mengalir pelan dipelipisnya.
Ia mencoba memanggil salah satu dari mereka. Tapi rasa sakit yang mendera kepalanya membuatnya tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Chanyeol memegangi pelipisnya yang berdarah. Perlahan, matanya mulai tertutup dan tubuhnya terkulai tak berdaya pada pinggiran, tepat dikaca Van yang membentur kepalanya tadi.
~Death-Village~
Kris meletakkan kopernya. Tanpa sengaja mendongak keatas sisi Van. Dan matanya membulat saat melihat salah satu rekannya. "Chanyeol!" Serunya panik. Ia berlari masuk kedalam Mobil diikuti Sehun dan Manager Jung.
D.O, Lay, serta Manager Kim refleks mengikuti arah pandang Kris tadi sebelum pria bertubuh paling tinggi itu berlari masuk ke dalam Van. Kedua pemuda manis itu mulai menangis histeris, dapat mereka lihat kepala Chanyeol terkulai lemas di kaca Van yang retak.
"Astagah, Chanyeol~" Lirih Lay Sedih.
"Tenangkan diri kalian, Yixing, Kyungsoo. Chanyeol akan baik-baik saja." Ucap Pria berumur 40-an itu. Mencoba menenangkan kedua pria yang sudah dianggapnya anak sendiri.
Mereka segera menghampiri Kris, Sehun, dan Manager Jung yang menggotong tubuh tinggi berisi Chanyeol turun dari Van, lalu membaringkannya ditanah yang sudah dialasi jaket oleh Manager Kim.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya D.O. Tak bisa dipungkiri jika ia sangat mengkhawatirkan Chanyeol.
"Chanyeol hanya pingsan." Jawab Kris datar. Meskipun wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi berarti, kalian bisa melihat sorot matanya menyiratkan kekhawatiran yang kentara.
"Kyungsoo, Lay, kita obati luka Chanyeol dengan obat seadanya.." Ujar Manager Kim tenang. "Manager Jung, Kris, dan Sehun, tolong cari bantuan disekitar sini."
~Death-Village~
Pria cantik itu melompat-lompat senang kala matanya melihat seekor rusa tidak terlalu besar tak jauh darinya berada. Sementara pria tinggi berwajah layaknya pangeran dibelakangnya hanya berjalan santai sembari menatap sang kembaran dengan pandangan kesal.
"Perhatikan jalanmu, Huang Zi Tao! Kalau kau jatuh dan terluka aku yang akan menjadi santapan Mǔqīn siang nanti!"
"Ah, kau payah Huang Jongin!" Balas si cantik sinis. "Terlalu penakut jadi lelaki," Sambungnya mengejek.
Jongin, pria berwajah terlalu tampan itu semakin kesal mendengar perkataan sang kembaran. Ia mematahkan sebuah ranting kering, lalu melemparnya tepat kearah rusa tak jauh dari mereka. Dan Hap! Ranting itu menancap tepat diperut rusa tersebut.
"Tentunya aku takut pada orang yang sudah melahirkanku," Balasnya datar.
Huang Zi Tao, si cantik dengan pesona luar biasa, mengendikkan bahu acuh. Tidak perduli dengan ucapan saudara kembarnya. Ia malah melengos pergi menuju dimana rusa itu terkapar, tanpa berterima kasih pada pemuda tampan tersebut yang sudah membidik hewan dengan tanduk bercabang-cabang itu untuknya.
Tao mengoyak paksa kulit rusa itu dengan ranting yang bersarang diperutnya, membuat darah segar muncrat mengenai sebagian pipinya yang putih merona. Menggigit daging mentah itu dengan tidak sabaran.
Jongin mendudukkan diri pada batang pohon tumbang, tepat didepan saudara kembarnya yang tengah menyantap hewan buruannya. "Cara makanmu cukup berantakan, Huang." Ejeknya sembari terkekeh pelan.
Yang diejek mengusap mulutnya yang belepotan cairan berwarna merah pekat menggunakan punggung tangan kanannya. Membuat cairan merah pekat itu semakin luber disekitar mulut dan pipi tembamnya.
Tertua Huang tertawa keras melihat wajah lucu adiknya yang pembangkang. Jika manusia akan berteriak ketakutan melihat rupa adiknya yang sedikit menyeramkan saat ini, seluruh wajahnya yang berwarna merah karena darah hewan santapannya. Jongin malah sebaliknya. Ia justru memekik gemas melihat wajah adiknya yang terlihat seperti kucing liar yang memangsa tikus kecil.
Jongin memang sering kesal dan marah karena tingkah adiknya itu. Tapi bagaimanapun juga ia sering terhibur dengan perlakuan-perlakuannya yang tidak biasa. Percayalah, Jongin sangat menyayangi adiknya meskipun pemuda cantik itu tidak pernah sekalipun menghargai maupun menghormatinya.
"Berhenti memandangku seperti aku ini hewan kecil yang menggemaskan, Jongin." Dengus Tao kesal. Bibirnya maju beberapa centi, membuatnya terlihat semakin menggemaskan dimata Jongin.
"Kau kan memang menggemaskan." Balas Jongin dengan nada yang terkesan mengejek menurut Huang termuda.
Tao membuang muka. Nafsu makannya hilang begitu saja mendengar kata yang menurutnya sebuah sindiran dari kembarannya. Tao iri dengan Jongin yang memilik wajah layaknya pria normal biasanya, tampan dan berkharisma. Sementara dirinya? Wajahnya justru menuruni garis feminim Ibunya yang menyebalkan.
Sungguh, Tao jadi ingin pulang dan berteriak kesal pada Ibunya.
"Jangan kira aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, Zi." Seru Jongin tiba-tiba.
"Aku tahu kalau kau selalu ingin tahu apa yang aku pikirkan." Balasnya sebal.
"Oh tentu. Karena anak pembangkang sepertimu memang harus selalu di awasi." Kata Jongin santai.
"Kau memang menyebalkan Jongin! Aku semakin tidak sudi mempunyai saudara kembar sepertimu!"
Jongin terdiam. Mengabaikan protesan kasar dari sang adik. Ia memfokuskan pikiran sembari mengendus udara, mencium aroma manusia yang semakin mendekat kearah mereka.
Dan benar saja, Jongin dapat melihat siluet seorang pria tengah bersembunyi dibalik sebuah pohon besar-Mengintip-. Sekitar 5 meter dari posisi mereka saat ini. Untungnya Tao tidak mempunyai kemampuan mengendus aroma makhluk lain seperti yang dimilikinya. Kalau saja Tao mempunyai kemampuan itu, sudah dipastikan pria yang bersembunyi itu sudah tercabik-cabik oleh gigi-gigi adiknya.
Tapi bagaimanapun juga, ia harus segera membawa Tao menjauh dari sini, sebelum pemuda cantik itu menyadari keberadaan pria tersebut.
Jongin bangkit berdiri, berjalan cepat kearah Tao yang memandangnya aneh. Ia memberi gestur pada saudaranya untuk berdiri, dan viola! Si cantik mau berdiri meski gerakannya terlihat ogah-ogahan.
Jongin memeluk pinggang ramping Huang muda, lalu berteleportasi menjauhi tempat tersebut.
~Death-Village~
Kris menghentikan langkahnya. Membuat dua pria berlainan umur dibelakangnya ikut berhenti.
"Ada apa, Kris?"
"Kita sudah berjalan terlalu jauh Paman. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan disini." Jawab Kris dengan wajah datar khasnya.
Manager Jung mengangguk singkat. Benar juga. Mereka sudah berjalan menyusuri seluruh penjuru desa, tapi tidak ada tanda-tanda adanya manusia disini.
"Lalu kita harus bagaimana Paman? Pulang atau tetap mencari bantuan?" Tanya Sehun.
Manager Jung mengedarkan pandangannya kesegala arah. Melihat beberapa rumah yang hancur termakan usia. "Lebih baik kita lanjut mencari bantuan, kalau masih tidak menemukan siapapun disini, kita kembali."
Kris berdehem pelan. Kembali berjalan diposisi paling depan. Ia memang member paling pemberani di Galaxy. Maka dari itu Manager Jung sangat bersyukur group asuhannya memiliki pemimpin seperti Kris.
Sehun berjalan disamping Manager Jung sembari memperhatikan sekitar. Suasana pedesaan senyap dan sedikit gelap, karena memang posisinya diantara pepohonan hutan yang rimbun nan tinggi, cukup membuat bulu kuduknya meremang.
Dan disaat yang tidak tepat seperti ini, ia malah kebelet buang air kecil. Sehun mengumpat, merutuki kelemahannya saat udara dingin.
"Kris Hyung, Paman Jung, aku kesana sebentar." Kata Sehun, menunjuk pepohonan tidak jauh dari mereka.
"Jangan lama-lama."
"Nde."
Sehun mulai berjalan cepat menuju pepohonan tinggi yang ditunjuknya tadi. Sementara Kris dan Manager Jung memilih untuk menunggu member termuda Galaxy itu didepan sebuah rumah tua.
Kris memperhatikan rumah tua yang tak layak pakai itu dengan seksama. Sebenarnya kalau dari segi bahan, rumah itu masih terlihat kokoh. Hanya saja rumah tersebut ditumbuhi rerumputan tinggi serta tumbuhan liar lainnya.
"Ah sial! Hasil bidikanku kali ini meleset. Malah dapat kelinci hutan yang kecil seperti ini, Huh!"
Kris samar-samar mendengar suara seseorang dari arah timur. Dengan tergesa ia berjalan kearah dimana suara itu berasal. Bahkan ia mengabaikan Manager Jung yang bertanya ia mau kemana.
Benar. Telinganya tidak salah dengar. Didepan sana, ia melihat seorang pria bertubuh tidak terlalu tinggi tetapi juga tidak terlalu pendek, berwajah cukup tampan, tengah meninting seekor kelinci kecil.
Kris berjalan cepat menghampirinya. Bisa saja pria itu asli penduduk sini, dan ia bisa meminta bantuan padanya.
"Tunggu!" Seru Kris yang sudah dekat dengan pria tersebut.
Secara refleks, pria itu mengacungkan pedang ditangannya pada Kris. Membuat Kris mau tak mau harus menjaga jarak agar tidak terkena ujung pedang tersebut.
"Siapa kau?!" Desis pria itu tajam.
"Yang pasti aku bukan orang jahat." Ucap Kris tenang. Tetapi pria didepannya tetap berwaspada, karena ia masih mengarahkan pedangnya pada Kris. "Aku dan saudara-saudaraku membutuhkan bantuan. Kami mengalami kecelakaan kecil, dan salah satu dari kami terluka cukup parah." Kata Kris menjelaskan. Pria tersebut merespon baik, dengan menurunkan pedangnya lalu kembali menyimpannya dipunggungnya.
"Bawa aku kesana."
~Death-Village~
Sehun menarik resletingnya dengan perlahan. Menghela nafas lega berhasil mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi ditahannya.
Ia memperhatikan area tempatnya berada. Sedikit gelap dengan aura mencekam yang kentara. Mungkin karena suasana senyap dihutan ini yang membuat kesan menyeramkan begitu terasa menurutnya.
Sehun menoleh kesisi pohon tempatnya berdiri saat mendengar beberapa pria bercakap-cakap menggunakan Bahasa Mandarin kuno. Tebakannya sih begitu. Karena bahasa mandarin yang mereka ucapkan berbeda jauh dengan Bahasa Mandarin Kris dan Lay yang berstatus member asal China.
Sehun tercengang. Mulutnya terbuka lebar menyaksikan pemandangan didepan sana. Dua orang pria, dengan salah satunya yang sibuk memakan entah apa itu.
Sehun terpana melihat salah satunya. Pria yang memakai jubah renda putih semata kaki, bersurai perpaduan antara merah pekat dan hitam legam, serta sebuah anting panjang berbentuk salib pada telinga kanannya. Dia cantik, amat sangat cantik. Bahkan baru kali ini Sehun melihat seseorang yang berwajah secantik itu. "Cantik sekali..." Gumamnya tanpa sadar.
Belum lagi pria yang duduk disebuah batang pohon tumbang. Wajahnya berkebalikan dari pria satunya, dia sangat tampan.
Sebenarnya mereka dari kaum apa? Bisa memiliki pesona luar biasa seperti itu. Pikirnya sedikit heran.
Sehun mengalihkan perhatiannya. Bertemu pandang dengan pria tampan yang juga tengah menatapnya.
Sehun sedikit heran kala melihat pria tampan itu berjalan cepat mendekati si pria cantik. Memeluknya dan menghilang begitu saja.
Sehun terlonjak kaget. Ia berlari ketempat dimana dua pria tadi berada. Mengedarkan pandangannya kesegala penjuru arah, mencoba menemukan mereka yang menghilang bagai ditelan bumi.
"Kemana perginya mereka?" Tanyanya entah pada siapa. Sehun menundukkan kepala, dan betapa terkejutnya ia saat melihat seekor rusa dengan daging terkoyak sana-sini serta darah yang menggenang ditanah disekitar sisi rusa itu terkapar.
"SEHUN!"
TBC
Gimana chapter 2nya? Makin aneh? Makin gak nyambung? Yah aku tau itu XD ( gak kok dage.. bagus ceritanya.. :* )
Maaf ya aku gak bisa jawab satu persatu Review kalian.. Tapi aku akan jawab 1 pertanyaan yang dominan banyak dipertanyakan oleh beberapa Readers..
Q : Tao, Jongin, dan Luhan itu makhluk apa? Apa sejenis vampire, makhluk astral, atau semacamnya? Apa eksistensi mereka semua sama?
A : Itu rahasia ya.. /digebukin/ Tapi aku bakal kasih sedikit bocoran, mereka bukanlah Vampire. Dan mereka semua gak sama. Tao sendiri yang 'paling berbeda' diantara mereka. Jadi tebak2 aja status mereka apa ya.. Hahahaha /ketawa jahat/
Yang mau berteman sama aku di medsos facebook dan line, bisa add akun ini ya smile emotikon :)
Fb : Yizi Barbie Ti'ei'ow
ID Line : 422kt88
Sekian~
Sign, WHO Yizi OsHztWyf, 4 Februari 2016.
