:::
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
SILENT NIGHT SERIES
3. Bloody Night
Part 2
RATED: T
Cast: Super Junior member
Jaejoong JYJ
Yunho TVXQ
Other
Genre: Untuk chapt ini, seiprit humor, setitik romance, dan segudang angst!/tendanged/
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: EYD yang amburadul, plot yang suka berubah seenaknya, typo(s) yang bertebaran, OOC, penulisan yang membingungkan
DLDR!
:::
Happy Readingg~!XD (Readerdeul: Tumben nggak banyak bacot…)
DRAP DRAP
"Ppali! Lewat sini!" teriak Heechul sambil memapah Hangeng dibantu Shindong.
Kyuhyun menarik tangan 'Yesung' mengikuti langkah Heechul. Dia mengernyit. Tumben sekali Yesung sedari tadi jadi pendiam! Dan lagi…
'Ini hanya perasaanku saja, atau memang tangannya membesar?' Kyuhyun menoleh, dan langsung terbelalak. Ternyata bukan tangan mungil Yesung yang digenggamnya sedari tadi! Tapi tangan rivalnya sendiri, Choi Siwon!
"GYAAAH! LEPASKAN TANGAN SUCIKU!" pekik Kyuhyun histeris sambil menepis tangan Siwon.
Siwon menoleh, dan ikut terkejut juga. "MWO?! Jadi yang celama ini kupegang itu tanganmu, bocah epil?! MANA YECUNGIE HYUNGKUU! KEMBALIKAN!" marahnya.
Kyuhyun mendelik setelah selesai mensterilkan tangannya dengan cairan antiseptik. "MANA AKU TAHU, KUDA BABBO! SIAPA JUGA YANG SUDI MEMEGANG TANGAN PENUH KUMANMU! YESUNG HYUNG ITU MILIKKU!"
"Heechul hyuuung! Yecungie hyung menghi- huh? Dimana Heechul hyung?" Siwon celingukkan –tanpa memperdulikan perkataan Kyuhyun. "Cial! Kita teltinggal Kyu!"
"Aku sudah tahu, kuda pabbo!" ledek Kyuhyun ketus. "Yang paling penting… dimana Yesung hyung?"
Siwon tersadar. Ia mulai celingukkan panik. "Yecung hyung?! YECUNG HYUNG!"
:
:
Yesung meraih seekor bayi kura-kura dari dalam aquarium mininya, kemudian menggendongnya. Ia mengelus cangkang kura-kura itu penuh kasih sayang. "Appa tidak akan meninggalkanmu, baby…" bisiknya pada bayi kura-kura yang tengah bersembunyi didalam cangkangnya seakan tahu sedang dalam bahaya.
Perlahan ia bangkit dan berjalan menyusuri lorong, hendak mencari keberadaan saudaranya yang lain.
"Ah," Yesung terkejut mendapati sesosok namja tampan yang tadi sudah dibunuh Kibum, tengah berdiri beberapa meter dihadapannya. Namja tampan itu menyeringai manis kearahnya.
Yesungpun balas tersenyum manis. Selangkah, dua langkah, Yesung berjalan mundur tanpa menghapus senyum manisnya. Yesung berbalik dan langsung berlari secepat mungkin dengan wajah ketakutan.
"WONNIEEE! KYUNNIEEE!"
-WonKyu's Side…
Siwon dan Kyuhyun menegang. "Kau dengal cuala meldu itu, epil?" tanya Siwon pelan.
Kyuhyun mengangguk. Dengan cepat ia berlari menuju salah satu lemari besar disudut lorong. Ia menyelusupkan sebelah tangannya kebelakang lemari itu. tangannya meraba-raba. "Dimana…?"
Siwon mengernyit tak mengerti. "Apa yang kau lakuk-"
ZIING~
Tiba-tiba dinding dibelakang Siwon terbelah dan menampakkan seperangkat senjata-senjata canggih dan beberapa amunisi yang melekat disebuah papan platinum.
Siwon cengo. Tak tahu harus berkomentar apa.
Kyuhyun mendekati kumpulan senjata itu, lalu mengambil sebuah senjata dan melemparnya kearah Siwon. Siwon buru-buru menangkapnya masih dengan wajah tak mengerti.
"Itu Luger P08. Kurasa cocok untukmu." Kyuhyun kembali mengambil sebuah senjata dengan senyum lebar. "Dan Desert Eagle untukku~." Kyuhyun menoleh kearah Siwon dengan wajah bosan. "Mwo? Aku pernah melihat appa membuka tempat senjata ini."
Siwon masih asyik melongo.
Kyuhyun berdecak. "Sudahlah, sekarang kita harus mencari Yesung hyung! Dan kalau beruntung, kita bisa bertemu Ryeowook juga!" ia meraih walkie talkie pemberian Kibum untuk melacak keberadaan Yesung. Tak berapa lama kemudian, sebuah senyum telah menghiasi wajah tampannya. "… Bingo."
:
:
Drap drap
Yesung masih berlari terbirit-birit dengan Ddangkomma –nama bayi kura-kura digendongannya. "A-apa yang harus Sungie lakukan…?" ia berlari celingukkan menyusuri lorong rumahnya yang cukup sepi.
Tap tap
Yesung terkejut mendengar langkah kaki dibelakangnya. Ia buru-buru masuk kedalam kamar Jaejoong dan Yunho.
Yesung bergetar ketakutan didalam kamar umma dan appa asuhnya tersebut. Dia harus sembunyi! Yesung tersentak saat mendengar derap langkah kaki yang semakin mendekat. Tanpa berpikir panjang, Yesung bersembunyi dalam lemari pakaian Yunho dan Jaejoong.
Ia meringkuk saat mendengar suara pintu kamar yang terbuka. "Hiks hiks… umma… appa… Chullie noona… Teukie hyung… Hangeng hyung… dongcaengdeul… Wonnie, Kyunniee… Cungie takuut…" isaknya sambil memeluk lututnya.
Srek
Yesung mengernyit saat jarinya menyentuh sesuatu didekat kakinya. "Keltac…?" Yesung meraihnya. '…?!' dikertas itu terdapat sebuah foto yang sangat dikenalnya!
"Kibummie…?" kenapa ada foto Kibum disini? Yesung mengacak kertas-kertas lain dibawahnya. Hanya ada foto Kibum. "Uuh? Ada cecuatu dibelakangnya…"
Yesung memicingkan matanya membaca tulisan dibelakang foto Kibum. Ya, tentu saja dia sudah bisa membaca!
"… Black… Apple…?" gumamnya sembari mengernyit.
KRIEET
Yesung menoleh dan langsung terbelalak.
Namja itu disana. Tengah menyeringai kearahnya. Tetap dengan onyx berbahayanya.
"Kim. Yesung."
"Founded."
:
:
"Pokoknya hyung, kau hanya haluc melihat dali jauh. Tunggu tanda daliku cebelum melakukan hal lain, oke? Ganti!" kata Kibum melalui walkie talkienya.
Leeteuk merangkak melalui atap langit-langit rumah. "Ne, aku mengerti, Kibummie. Aku hanya akan mengintai dari atas langit-langit dan merekam semua pembicaraan mereka." Ia menatap kebawah melalui lubang kecil dilangit-langit dengan tatapan tajam.
"Dan kebetulan sekali, aku sudah berada tepat diatas mereka."
-Kibum's Side…
Kibum mengangguk. "Baiklah, kajja hyung."
Kangin mengangguk lalu mulai mengikuti langkah Kibum menyusuri lorong rumahnya yang gelap. Sepertinya listrik rumah ini padam mendadak.
… Atau memang sengaja dipadamkan.
Dark chocolatenya menatap tajam kesegala arah. Sementara Kangin sang hyung senantiasa memasang kuda-kuda siap menyerangnya, karena memang dia tidak memiliki senjata –pisau lipat– seperti Kibum. Hei! Bagaimana caranya anak kecil yang bahkan belum menginjak 5 tahun memiliki senjata berbahaya seperti itu?!
Baru saja Kangin hendak bertanya, namun suara Kibum menghentikannya. "Kangin hyung, lihat." Kangin mengikuti arah pandangan Kibum dengan heran, obsidiannya menangkap sosok ditengah kegelapan yang sedang berjalan menjauhi mereka, Kangin terperanjat. Sosok itu tampak sedang menggendong sesuatu… dan sesuatu itu sepertinya…
"WOOKIE!" pekik Kangin, sedetik kemudian dia berlari mendekati sosok itu dengan emosi meluap-luap. "YAK! LEPASKAN CAENGKU!" bentaknya sambil melayangkan kepalan tinjunya kepada sesosok namja yang tetap berjalan –tanpa mengacuhkannya.
Namja asing itu berbisik lirih. "Idou…"
SYUT
Tiba-tiba namja asing itu sudah muncul dibelakang Kangin. Kangin terkejut. "M-mwo-"
BUAK
"UGH!"
Belum sempat Kangin berkata, namja asing itu sudah menendangnya menghantam dinding. Ia menyeringai sadis. "Kim. Youngwoon."
Kibum memicingkan matanya. "… Dia…"
Tiba-tiba namja asing itu menoleh menatap Kibum. "Kim. Kibum."
TAP
Kibum melirik kesampingnya, namja yang sudah dibunuhnya dikamar tadi sudah muncul disampingnya. Namja yang tidak bisa mati itu menyeringai, tetap dengan onyx kosongnya.
Ia melayangkan tinjunya, namun Kibum dengan cepat berkelit kesamping. Ia segera melompat kebelakang sbeelum namja immortal itu kembali melayangkan serangan. Kibum melirik Kangin.
Namja yang menggendong Ryeowook sudah berjalan menjauh. Kibum berdecih. "Kangin hyung, urus dia." Ujar Kibum sambil menunjuk namja immortal yang berdiri tak jauh darinya. Ia lalu melempar walkie talkienya kearah Kangin yang langsung ditangkap dengan sigap.
Kangin mengangguk paham. Ia melompat kearah si namja immortal, lalu mulai menghajar sosok itu.
Kibum berlari mendekati sosok yang menggendong Ryeowook seraya memperhatikannya dengan seksama.
Sosok itu tiba-tiba menghilang. Dark chocolatenya membulat seakan tahu sesuatu. 'Mereka memang…!'
Kibum melirik sebuah kamar yang sudah lama tak terpakai dan lagi, Jaejoong selalu melarang jika mereka hendak masuk kekamar itu. Menurut perhitungannya, sosok tadi pasti ada disitu. Ya, kalau perhitungannya tidak salah!
Kibum menyeringai. 'Bingo.' Ia menoleh kearah Kangin tanpa menghentikan derap langkah kakinya. "Kangin hyung kalau kau belhacil mengalahkannya, lacak aku dengan walkie talkie itu, allachi!"
"Allaceo, Kibummie!" balas Kangin tanpa mengurangi konsentrasinya menghindari pukulan si namja immortal.
BRAK
Kibum membuka pintu kamar dengan kasar. Ia menatap tajam kearah sosok didepannya yang tengah menyeringai. Sosok itu duduk dengan santai diatas kursi yang tampak sudah sangat tua.
Namun bukan hanya itu saja yang mengagetkan Kibum. Dikamar itu terdapat berbagai macam senjata dari berbagai jenis. Ada yang laras panjang, bahkan ada senjata berbentuk aneh dan tidak pernah dilihat Kibum sebelumnya. Dibeberapa sudut, terdapat cairan-cairan kimia berlabel tengkorak beserta kertas-kertas cakaran yang penuh dengan angka dan rumus.
Kibum menganalisa keadaan. Ia menatap Ryeowook yang tampak diam digendongan sosok asing itu. Tampaknya balita itu tertidur. Ia beralih menatap sosok yang tengah balas menatapnya juga.
"Idou…"
SYUT
BUGH!
Dalam sekejap mata, sosok itu sudah berada dibelakang Kibum, dan menendangnya hingga jatuh tersungkur.
"Uhuk…" Kibum terbatuk seraya memegangi perutnya yang terasa sakit. "Hh… hh…" ia menatap obsidian gelap milik sosok yang tengah berdiri dihadapannya.
… Obsidian itu begitu kosong… dan Kibum tahu. Manik itu sama dengan miliknya.
"Kim. Kibum. Must. Die. "
Kibum bertawa meremehkan. "… Aku tidak akan mati," Dengan cepat ia menyambar pistol didekatnya, dan langsung menembak sosok itu tepat didadanya. "Cebelum aku menyelecaikan miciku dicini."
Sosok itu menegang tatkala timah panas itu menembus dadanya. Dan sedetik sebelum sosok itu rubuh, Kibum sudah terlebih dahulu merebut Ryeowook darinya.
BRUGH
Kibum menatap tajam sosok yang sudah terbaring dilantai itu. dark chocolatenya memicing saat sosok itu semakin pudar.
Kibum menyeringai bersamaan dengan tubuh yang benar-benar lenyap tersebut. "… Dugaanku benal…" ia menatap Ryeowook yang masih nyenyak tertidur dengan tatapan aneh.
Drap drap
"KIBUM AH! AHJUCCI YANG TADI KULAWAN TIBA-TIBA CAJA MENGHILANG DAN- Kibum ah?" panggil Kangin heran. Kibum masih berdiri membelakanginya. "Hei, Kibum ah-"
Kibum berbalik dengan wajah stoicnya. "Aku cudah tahu itu, hyung."
Kangin mengernyit. Entah kenapa aura Kibum terasa berbeda saat ini.
… Lebih gelap…
Kibum merampas walkie talkie dari tangan Kangin, lalu menekan-nekan beberapa tombol diwalkie talkie tersebut. Setelahnya, ia mendekatkan walkie talkie itu ketelinganya. "Leeteuk hyung. Kau mendengalku?"
… Kibum melirik Kangin. "Tak ada jawaban."
Obsidian Kangin membelalak. "M-mwo?! Tidak mungkin!" dirampasnya walkie talkie dari tangan Kibum dengan panik. "Teukie hyung! Kau mendengalku?! HYUNG!"
Masih tak ada balasan. Kangin menggigit bibirnya. Adegan-adegan mengerikan yang mungkin menimpa Leeteuk dan sang umma, bermain dalam benaknya. "Kita haluc menolongnya, Kibum ah! Ciapa tahu dia ditangkap musuh!"
Kibum menatapnya. "Aku akan mengantar Lyeowookcchi ketempat Heechul hyung. Kau duluan caja, hyung. Nanti kucucul." Ujar Kibum –dan tanpa Kangin sadari, ia tengah menyeringai samar.
Kangin mengangguk lalu berlari meninggalkan Kibum yang masih tak bergeming dari tempatnya berdiri.
Kibum menatap Ryeowook –yang tengah menatapnya juga. Nampaknya balita itu terbangun mendengar jeritan-jeritan tak tahu malu Kangin tadi.
Kedua chocolate bulatnya menatap Kibum tanpa berkedip. Dia tahu. Sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi.
"Telnyata kau memang anak kandung meleka, Lyeowookcchi." Bisiknya dengan suara rendah. Perlahan sebelah tangannya meraih pisau lipat yang bersarang disaku piyamanya.
"… Mianhamnida. Tapi aku haluc membunuhmu, Jung Lyeowookcchi…"
-Leeteuk's Side…
"Umma! Ahjussi-ahjussi jahat tadi sudah hilang! Cepat lari dan-"
"Tidak. Umma sudah tidak bisa lari lagi, chagi."
"… Hei, Teukie ah… bisakah kau menjaga sebuah rahasia…?"
"… Rahasia?"
"Sebuah rahasia, yang mungkin akan menyelamatkan semua dongsaengmu, setidaknya sampai sepuluh tahun kedepan… rahasia yang selama ini umma dan appa simpan untuk saat-saat seperti ini."
"… Jadi bisakah kau berkorban untuk semua dongsaengmu…?"
TBC
(Dengan indahnyaXD)/plak/
Annyeooong~! Ucchan balik lagi dengan kegajean yang tetap luar biasaaa~!XD ini fic makin gak jelas aja ne! mana wordsnya Cuma secumpil pula! Eekekekek~!XD tapi semoga masih ditunggu ne! Ini Ucchan nggak sempat edit banyak-banyak! Jadi mian kalau ada typo!
HAPPY VALENTINEEE~! Semoga SUJU oppa semakin dicintai ELF!^w^
Saengil cukha hamnida juga buat Hanppa dan Kyuppa! Semoga sehat selalu, rezeki lancar, umur panjang, DAN KEGANJENANNYA DIKURANGI!
MIANNEEE! Ucchan belum bisa bales review… Cuma HSLS dan AWLHW yang Ucchan sempat ketik lanjutannya semalam. Yang lain niatnya mau Ucchan ketik hari ini, tapi ternyata! Sepupu Ucchan lagi banyak kerjaan! Mana tadi sinyalnya ilang lagi! Jadi… huks huks…T.T
Tapi Ucchan udah baca semua review! Ucchan senang kalian mau repot-repot ngereview!^w^ dan sepertinya Wookie dalam bahaya ne!/SLAPED/
Oh ya, buat yang nanya umur mereka, ada di SN yang versi: SHADOW! Udah Ucchan bikin listnya disitu!^w^v
Sekali lagi, gomawo udah review! Ucchan gak janji bisa Uplat! Tapi akan Ucchan usahakan setelah bulan Mei nanti…TwT
Singkat kata,
Review pleaseee~?
