CHAPTER 2

Sudah sebulan ini Chunji terus berpura-pura menjadi Kevin di hadapan Tn. Minsoo – appa Byunghun. Yang ketiganya – Byunghun, Chunji, dan eomma Byunghun – tidak mengerti kenapa Tn. Minsoo yang kini kondisinya sudah hampir sepenuhnya pulih dan pastinya bisa melihat dengan jelas tidak menyadari kalau Chunji dan Kevin adalah dua orang yang berbeda walaupun keduanya memang mirip.

Sore ini Chunji kembali datang ke Inju General Hospital, rumah sakit tempat appa Byunghun dirawat.

"Kevin," panggil Tn. Minsoo begitu melihat 'calon menantu'nya memasuki ruang rawatnya. "Appa sudah bisa pulang hari ini," ucapnya bahagia.

Disisi lain terlihat Niel – eomma Byunghun – sedang mengemasi pakaian dan barang-barang mereka. Sementara Byunghun entah dimana keberadaannya saat ini.

"Ehm, Kevin-ah," Tn. Minsoo kembali memanggil Chunji dengan nama 'Kevin'.

Chunji mendekat kepada 'calon ayah mertua'nya yang sedang duduk di pinggiran ranjang tersebut.

"Bisakah appa meminta sesuatu darimu?"

Chunji mengangguk yakin. "Tentu, appa."

Bukannya menjawab Tn. Minsoo malah mengacak surai coklat Chunji kemudian tersenyum padanya.

.

.

.

Kini Chunji dan Byunghun sedang berada di kamar Minsoo appa, beliau mengatakan kalau ingin berbicara enam mata (?) dengan anak dan 'calon menantunya', sementara Niel eomma – istrinya – ia minta untuk meninggalkan mereka sebentar.

"Ehm, langsung saja pada intinya…," Minsoo appa membuka pembicaraan, memecah keheningan yang sempat menyelimuti mereka selama beberapa menit semenjak mereka berkumpul di ruangan yang cukup luas ini. "Appa ingin kalian segera menikah," ucapnya to the point, membuat Chunji dan Byunghun membulatkan mata mereka masing-masing.

"Kalian tidak perlu buru-buru memberi appa seorang cucu, cukup resmikanlah dulu hubungan kalian, sambil kalian melanjutkan pendidikan. Setelah kalian menikah appa akan memberikan perusahaan keluarga kepada kalian, appa sudah cukup lelah dan appa ingin kalian yang melanjutkannya," ujar namja bertubuh subur (?) yang sangat kontras dengan tubuh sang anak yang mungil tersebut.

"Tapi appa…"

"Appa tau yang disampingmu itu bukan Kevin, Byunghun, tapi appa ingin kau menikah dengannya."

Chunji dan Byunghun semakin membulatkan matanya mendengar kalimat terakhir Minsoo appa. Keduanya kini berpandangan seolah meminta bantuan satu sama lain.

"Kalian berdua terlihat serasi, bahkan appa lebih menyukaimu dibanding Kevin."

Chunji menggigit-gigit bibir bawahnya. Rasa takut, bingung, dan malu bercampur di dalamnya sekarang. Takut dan malu karena ketahuan berpura-pura menjadi Kevin, bingung karena diminta menikah dengan sahabatnya sendiri sementara diluar sana ia juga memiliki seorang kekasih.

"Appa, dia bukan Kevin, dia Chunji, sahabatku. Chunji sudah memiliki namjachingu, jadi dia tidak mungkin menikah denganku," tolak Byunghun yang sebenarnya tidak keberatan diminta menikah dengan sahabatnya tersebut, tapi ia tidak enak dengan Chunji yang sangat jelas terlihat kalau tidak mau.

BRUK!

Tubuh Minsoo appa pingsan begitu saja dan tubuhnya terjatuh ke lantai begitu mendengar alasan penolakan dari Byunghun.

"Appa!"

Niel eomma yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar akhirnya menyusul masuk ketika mendengar suara tubuh suaminya terjatuh dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

"Yeobo! Apa yang kalian lakukan sampai appa pingsan lagi! Aduh! Cepat telepon ambulance!"

TBC