Takao kazunari.16 tahun. Siswa sma shuutoku,tengah di gelayuti perasaan 'tidak nyaman' yang hebat hingga sanggup menguapkan skinship biasa antara ia dan shichan menjadi minimum.
Tidak-tidak-tidak! Takao bukannya gugup atau apa,ya. Dia hanya tidak bisa menatap shinchan hari ini, mungkin juga besok, atau seminggu lagi—atau mungkin selamanya.
Shinchan yang itu, iya, midorima shintarou yang itu, tiba-tiba saja bermetamorfosis menjadi pria gagah nan gentel men yang menjemputnya ala ibu peri yang terlalu kreatif dengan mengubah labu jadi kereta—tolong ya, kenapa musti labu? Kenapa bukan cabe atau terong—ya tuhan, takao kenapa salah fokus.—dengan menjemput takao pagi buta dengan gerobak sepeda, atau apa ya namanya, risksaw?
Dan sekalipun gerobak itu reyot(wajar, bikinnya juga dari bahan-bahan di garasi rumah), penuh noda lumpur akibat lebih sering di jamah becek ketimbang sabun,catnya nggak bersisa,dan secara garis besar bobrok: tapi gerobaknya terlihat bak kuda putih dengan shinchan sebagai pangeran yang menungganginya.
Ilusi matanya kelewatan,takao merinding.
"silahkan naik, bakao"
Cih nggak romantis. Tapi untung juga karna takao bukan putri,dan dia kan NGGAK COCOK pake rok.
"tumben kamu jemput shinchan! Kamu bangun kepagian jadi gila sedikit?" takao serius khawatir, tapi kata-katanya jahanam.
"nggak kok. kata ohasa, aku harus duduk di sepeda dengan pita pink."
Oh, wajar. Itu di stang bener ada pita motive hati.
"lagi pula aku pingin kamu ja-ja-jatuh cinta pa-padaku, bakao."
.
.
ah...
kemarin bukan mimpi ya?
.
.
.
...
Angpaou merah
Wanr: BL, boy love, sho-ai, school version, tsundere dimana-mana, OOC, labil, bahasa iyain aja,typo kerlap kerlip,dan... gitulah.
Rate : T yang ada manis-manisnya.
Desclaimer : yang saya miliki hanya plot. (iya tau!)
Enjoy it,guys!
...
...
Bicara soal takao kazunari, yang pertamakali midorima pikirkan adalah : labrador warna hitam.
Warna hitam : karna surainya sewarna arang
Labrador : karna keinginannya untuk bermain jauh lebih besar ketimbang belajar(ya iyalah!), berisik, suka mengganggu konsentrasinya, cempreng, datang tiba-tiba, jahil, imut, imut...imut...imut.
Midorima, seleramu aneh.
Dulu, duluuuu sekali, midorima punya anjing hitam yang di berikan rekan kerja ayahnya yang harus dinas di luar negeri selama beberapa sih di titipkan karna setelah kembali kejepang, si anjing harus minggat dari rumah midorima.
Pada awalnya, midorima benci pada keberadaan si labrador. Semua barangnya kena garuk, ada noda iler di celana olahraganya yang di gantung, ada gongongan mengejutkan tiap ia membuka pintu rumah, ada yang mengikutinya ke dapur dengan ekor yang mengibas, dan ada yang menghangatkan kasurnya yang terlalu lebar untuk dirinya sendiri.
Midorima tidak menyukainya, bahkan membencinya untuk suatu alasan yang tidak jelas.
Namun, setelah si labrador menghilang bersama pemilik aslinya, midorima shintarou—bocah 10 tahun pada masa itu, menyadari satu hal penting yang membuat sifat tsunderenya untuk pertamakalinya, di sadari oleh si pemilik sifat : sesungguhnya ia salah mengartikan rasa 'tidak tenang karna ingin memeluk' adalah rasa 'benci.'
Lalu, setelah hilangnya labrador kesayangannya itu, midorima shintarou, 10 tahun, membuat sumpah yang kelak menggonjang ganjingkan hati seorang anak sma 16 tahun pemilik hawk eyes:
Sekalipun ia sulit jujur pada dirinya sendiri,
ia akan berjuang mengungkapkan isi hatinya pada orang yang ia cintai!
.
Dan orang itu adalah takao kazunari.
.
.
.
"takao, ada nasi di pipimu,nanodayo"
"makasih shinchan,dimana?"
"bu-bu-bu-buka mulutmu."
Cih—modus. Tapi masih buka mulut juga.
Hap! Telur gulung di suapkan.
Sensasi telur basi melumer di mulut,
"shinchan berhenti modus menyuapiku dengan telur dadarmu yang mengerikan itu!"
"ba-ba-bakao! Siapa yang menyuapimu?! Aku ingin orang yang kucintai makan masakanku, nanodayo!"
"GAAAHHHH TAPI KAMU NGGAK BISA MASAKKK!"
.
.
.
"gagal kuroko."
Midorima meratap nista, tapi tetep cool karna ia cukup pintar menyembunyikan emosi.
Di depannya pemuda dengan emosi yang lebih datar lagi,meresapi milkshake nikmatnya yang tinggal nikmat karna karna ukurannya jumbo extra duluxe full cream. makin nikmat lagi karna di traktir midorima sebagai ongkos curhat .
Teman merangkap kantong curhat dan minta pendapat, merangkap pemerasan terselubung.
Tapi persetan dengan kantong yang terkuras habis karna minuman sialan, demi takao, uang jajan bulanan bukanlah halangan, jantungan karna curhat dengan manusia setengah hantu gentayangan bukanlah rintangan, dan jadi ojek langganan adalah keringanan.
"hm... aku tidak mengerti kenapa jurus bento penuh cinta gagal" bibir kuroko masih menempel di sedotan, setengah ngomong, setengah sedot.
"padahal aku sudah menyuapinya, tapi tetap gagal."
"jangan bilang itu masakan buatan sendiri."
"Tentu saja!"
Kuroko kicjep. seantero teiko juga tau semenjijikan apa masakan midorima.
"wajar gagal, jangan beri ia kotoran kuda."
Gantian midorima yang kicjep.
"nyatanya saranmu gagal,kuroko."
"hm..."
Si biru muda memasang pose berfikir keras, padahal mengintip majalah remaja yang halaman tengahnya menampilkan atrikel "ayo tangkap hatinya! Jurus cinta doki-doki kyuuun 3 ~~" yang tersembunyi di bawah meja.
"bunga! Jatuhkan hatinya dengan bunga!"
Nada ngotot, tapi ekspresi datar, kuroko gagal berperan jadi dewa cinta. Sayang, yang di seberang meja mencatat saran kuroko dengan antusias, merasa ucapan kuroko adalah teori relativitas einstain yang sungguh jenius.
Tolong nak, kamu di tipu.
.
.
.
Tidak menyerah dengan usahanya yang mendekati hopeless, midorima makin gencar mendekati takao, dia tiba-tiba suka meletakkan vas bungan di meja takao—yang sukses membuat pemuda elang itu menangis histeris karna mengira di bully.
Tidak habis akal, midorima pun menghadiahi takao benda keberuntungannya minggu ini : bangkai kecoa afrika.
Takao besoknya absen sekolah.
.
.
Hari itu juga, kuroko tetsuya di pecat jadi penasehat cinta, resmi di umumkan di meja sebelah jendela kaca di restoran maji burger pukul 4 p.m. dengan kuroko yang meratap sumber rejekinya mampet akibat caranya meraup rejeki tidak halal. Dan di depannya, midorima tinggal daging dan kulit, masih meratap nista.
"dengar midorima-kun. Sebelum kontrak kerja kita berahir, akan kuberikan cara terakhir yang super jitu. Dan.. sebagai perpisahan, kau bisa mendapatkan saran ini secara murah, hanya dengan milkshake ukuran normal."
Rupanya kuroko cukup tidak tau diri kalau sudah soal milkshake.
Midorima lari kekasir. Cinta membuatnya gila—dan bodoh.
.
"sentuh dia tepat di hatinya. Diakan jadi milikmu selamanya."
Midorima berkedip, familiar dengan kalimat itu.
"maksudnya, nanodayo?"
"sentuh ia setulus cinta. Dia kan terbang melayang,midorima-kun"
.
.
Muka midorima berubah ungu: ini berarti taraf merah sudah terlampaui, dan lagi pula merah itu mainstream.
Nah, hayo,mikir apa midorima?
.
.
...
.
.
Ini perasaan takao saja, atau midorima suka mengelus kepalanya akhir-akhir ini?
"shinchan,kalau merasa bersalah soal bangke kecoa kemarin,aku rapopo kok."
"bu-bukannya karna rambutmu halus sekali nanodayo! Aku Cuma ingin melakukannya!"
Pembelaan macam apa pula ini?
"tapi gaya rambutku rusak shinchaan!"
"nanti aku betulin,nanodayo"
Okelah kalo begitu
.
.
"shinchan,bukunya sudah aku ambil."
"bu-bukannya aku mau menggenggam tanganmu,atau apa nanodayo, aku Cuma merasa hangat"
Ih..mesyum.
.
.
"shinchan, jauhkan hidungmu dari tengkukku, geli!"
"bu-bukannya baumu enak nanodayo, aku Cuma ingin membuang nafas di situ!"
Pembelaan yang penting banget .
.
.
Baiklah, ini bukan Cuma perasaan takao saja!
Makin hari, shinchan makin modus nggak bermutu. Derajatnya sebagai idola sekolah bisa runtuh kalau dia ketahuan homo.
Maka dari itu, takao mulai projek menghindarnya.
.
.
...
.
.
.
.
Bila bicara tentang midorima shintarou, maka yang pertama kali terpikirkan adalah : sosok pangeran gagah dari negeri dongeng ajaib.
Pangeran: karna midorima gagah, tampan, tinggi, dari keluarga kaya, putra pertama pewaris perusahaan, pintar, jumawan, pemalu, dan memenuhi aspek profil mantu idaman.
Dari negeri ajaib : pria waras mana yang kesekolah dengan topi sombrero pink (a/n : untuk tau bentuk topi ini, silahkan nonton episode gurita hobi main klarinet yang di serang beruang laut gara-gara mengabaikan peringatan tetangga bintang laut dan sponge kuning-nya yang menyebalkan.)
Kalau saja, kalau saja katao kazunari adalah perempuan, maka dengan latar bunga-bunga dan sountrack move like jeager, ia kan berlari kepelukan pangeran negeri ajaib itu,
Tapi nyatanya ia hanyalah laki-laki,anak sma yang kurang lemak dan kalsium hingga tidak tumbuh keatas dan kesamping, berisik, suka ngintip, belah tengah (?) dan berisik .
(sengaja di tulis duakali karna ia memang sudah taraf expert soal membuat keributan.)
Jadi dia tidak berlari kepelukan shinchan dengan lagu move like jeager sebagai pengiring, atau latar bunga-bunga.
Dia hanya menghindar, berlari sejauh mungkin dari kemungkinan bertatapan dengan shinchan, atau menatap punggung tangannya, atau tengkuknya, atau helaian hijau yang tumbuh di ketiaknya. (hei, dia berambut hijau alami, dan alis serta bola matanyapun sewarna. Jadi bukan sama sekali karna keteknya lumutan, lagi pula shinchan itu highinish!)
Intinya, Yeah, dia menghindari shinchan.
"TAKAO MATI SAJA KAUUUUU!"
Itu suara teriakan kapten ngamuk.
"maaf kapten!" aih—kan karna dia menghindari shinchan, team worknya jadi payah!
"LARI 30 PUTARAN!"—kampret, kena hukuman lagi.
" DAN BERHENTI MENATAPI MIDORIMA!"
.
.
Loh?
.
.
...
Nafas sudah putus, gedung olah raga nyaris sepi, dia masih punya hutang dua putaran dan nyaris pingsan. Ih.. kapten kejamnya ampe tumpeh-tumpeh.
Takao memutuskan untuk persetan dengan hukuman, toh yang tau dia curang hanya dia dan tuhan yang maha melihat. Dia berbaring di tengah lapangan, nafasnya putus-putus tak karuan. Tenaga habis, dan ia butuh air.
Malas mengambilnya.
"nih bakao."
Sumpah ya, shinchan ini pangeran, ato pembaca pikiran?
"makasih shinchan..hah..hah...cavek.."
Takao minum rakus.
"kau sudah jatuh cinta padaku,nanodayo?"
Nyembur,batuk berdarah.—tunggu, dia bukan penerita TBC
"harghhh? "
"kau sudah jatuh cinta padaku,nanodayo?"
Tolong midorima kok nyantai sekali kamu ulang,nak? OOC TOLONGLAH?!
"shinchan,kau tau kan kalo aku—"
Tertelan kembali, apapun itu yang ingin di lontarkan tampaknya midorima menolak pernyataan penolakan,
Dan lagi,Bibir midorima sudah berada di tempatnya: di antara bibir takao yang setengah -menutup, seolah mencari celah untuk bersatu, untuk melebur menjadi puzzel yang di satukan, terasa klop.
Terasa pas.
Hangat, nan nyaman.
"aku mencintaimu takao."
Shinchan menatap takao serius.
Ya tuhaaaaaaannnnn, tolong takao, ini midorima bisa main sosor tapi tetep kinclong kok bisa?!
"tapi..aku—"
Jemari midorima merayapi tangan takao, menggenggam, menyelipkan celah jemarinya agar bersatu.
Lagi-lagi bagai puzzel yang begitu lengkap.
"kau lihat ,nanodayo? Bahkan tangan kitapun terasa pas. Bukankah kita diciptakan untuk saling melengkapi seperti ini."
Lalu bibir midorima mengecup puncuk jemari takao pelan, kecupan ringan yang membuat takao seolah keping es rapuh yang mudah mencair.
Merambat, panas.
Nafas midorima menderu pelan, meninggalkan jejak hangat di sepanjang lengan takao, merambat naik,
.
menuju tengkuk takao, membisik halus di telinga pemuda yang tidak mampu melepaskan diri dari jerat mematikan seorang midorima shintarou,
"pilih aku, nanodayo"
.
.
Sekalipun akhiran khas midorima itu jelas merusak mood romatis. Takao nyatanya meleleh di tempatnya di tarik duduk.
"shichaan..."
Ia hanya mampu merengek seperti bocah demam yang tak mau tidur.
"kazunari"
Siyalan, bisikan di telinga dan nama kecilnya,astaga! Bagaimana mungkin takao tidak makin terperdaya!
Lalu lagi-lagi, kecupan kecil, ringan, menekan sisi pipi takao yang panas.
Bibir midorima menari pelan, menyentuh bibir takao sekali lagi—lalu sekali lagi pula menghanyutkan takao dalam sebuah ciuman yang ringan tidak menuntut.
Ciuman yang mencerminkan seorang midorima shintarou yang tak pernah meminta apapun padanya , namun selalu ada untuk memberi.
Yah, kecuali memintanya diam tentu saja
.
"hentikan shinchan"
Satu lagi rengekan mungil takao.
"HENTI—"
"loh kalian belum pulang?!"
Dalam 0,4 detik, takao dan midorima terpisah dalam jarak 10 meter, saling duduk seiza.
Kapten sialan, nggak ketok pintu dulu!
Tapi,Memang ini kamar penganten apa pake pintu segala?!
"ka-kami akan pulang habis ini."
Midorima hanya diam.
Dan sang kapten berlalu begitu saja.
.
.
,
...
Dalam gelap malam, keduanya diam.
Takao mengayuh di depan, midorima di belakang.
Masing masing sibuk dalam pikiran sendiri.
.
.
"kau terganggu dengan tindakanku, nanodayo?"
Takao diam.
"kau ingin aku berhenti?"
Takao masih diam.
.
.
Dan rikshaw keramat tiba di depan rumah takao. Ia turun dengan masih diam, midorima gantian duduk di sepeda.
Dan sepeda melaju pelan, dengan takao yang berbisik.
Namun cukup keras untuk di dengar midorima:
"ya, aku ingin kau berhenti."
.
.
Dan jantung midorima berhenti berdetak.
.
.
Tbc—or end?
a/n :
ya harow!
Akhirnya fic ini saya lanjutkan (padahal lagi nggak mood nulis, capek juga pulang ospek kampret.)
Makasih minna-san sudah menyempatkan diri membaca fic abal ini (saya bahkan nggak tau ini nulis apaan, pake multi chapters pula,tiba-tiba suak 2k pula di chap ini! tolonglah.)
Chap depan paling juga tamat, semoga kalian menikmatinya!
Dan, ijinkan saya membalas review chap 1 di sini!
nyenyee: fb saya masih aktif kok, silahkan add frien biar nambahin teman saya yang minim, huhuhuhu, saya bodoh kalo interaksi di dunia maya soalnya, jadi satu teman itu sangat berharga. Dan tolong jangan panggil saya senpai, saya newbie kok, ah, semoga kita bisa berteman nye-chan!
kensopu : hehehe, makasih, selamat membaca chap 2~
namikhraKyra : hehehe ini lanjut~ makasih sudah kita bisa berteman~
Faniyue: sankyuu
anak ayam : ih, takao masih malu-malu tuh, jadi masih tarik ulur lah~ makasih sudah membaca anak ayam-san~
zuzu : makasihhhh XD, selamat membaca chap 2~
Yah~ sampai ketemu di chap 3!
Jaa!
