Perlahan Ny. Tsunami berdiri dan merogoh celana dalam yang ada di balik rok-nya lalu menarik dan melepasnya. Ia juga menyingkap bajunya hingga kedua buah dadanya yang tidak memakai bra itu terlihat. Lalu ia duduk di pangkuan guru Kakashi dengan menghadap guru Kakashi dan ia mendekatkan buah dadanya ke depan muka guru Kakashi.
Tanpa berucap guru Kakashi pun melumat puting buah dada Ny. Tsunami " Ahhh.. Ah.. Ahhh.. Ahh.." Rintih Ny. Tsunami yang sesekali mengejang keenakan.
Setelah sekian lama, Ny. Tsunami pun terhanyut hingga ia terlihat tidak tahan lagi dan perlahan ia menghentikan lumatan guru Kakashi lalu berdiri. Dengan hasrat yang sangat membara ia coba menyingkap celana guru Kakashi hingga lutut. Ia segera mengangkat rok-nya dan langsung perlahan duduk di pangkuan guru Kakashi dengan menghadap guru Kakashi. Seketika itu pula Naruto, Neji, dan Sakuke memilih untuk tidak melanjutkan untuk melihat lagi. Mereka bertiga pun dengan hati-hati keluar dari rumah Inari.
Hanya saja masih terdengar samar suara Ny. Tsunami merintih dan bersahutan dengan guru Kakashi. Itu yang membuat Naruto, Neeji, dan Sasuke merinding dan yang tiba-tiba membuat mereka merindukan seorang gadis.
"Apa Sakura sudah selesai latihan ya hari ini ? Semoga saja sudah." Gumam Sasuke, bersamaan dengan itu Naruto pun bergumam. "Hinataaa.. Aku ingin mentraktirmu makan ramen paman Teuchi.."
"Aku ingin menemani Tenten latihan setelah iniii.." Lanjut Neji.
"Apa kita pulang sekarang Naruto, Sasuke ?" Tanya Neji. Sasuke hanya terdiam dan Naruto juga terdiam sejenak lalu langsung menjawab, "Baiklah, kita kembali lagi besok, sekarang kita segera pulang!" Mereka bertigapun pulang dengan tidak bertemu Inari.
Sore hari merekapun sudah sampai di Konohagakure tanpa ada hambatan sedikitpun. Setelah saling mengucapkan salam, mereka bertiga pulang kerumahnya masing-masing. Namun entah apa yang mereka rasakan, mereka bertiga bersamaan tidak langsung menuju rumah mereka. Tapi mereka membelokan arah, Sasuke menuju rumah Sakura, Naruto menuju rumah Hinata, dan Neji menuju lapangan latihan untuk menemui Tenten.
Entah apa yang mereka lakukan sore itu, tp keesokan harinya pagi-pagi sekali Sakura sudah berjalan-jalan di tepi sungai sambil tersenyum gembira. Ia berjumpa dengan Hinata yang pagi itu sedang duduk sambil bersandar di pohon dekat sungai.
"Haii.. Hinataa.. Sedang apa kau di sini ?" tanya Sakura.
"Ehh, Sakura-chan.. Tidak, eeee.. anu, aku sedang istirahat." Jawab Hinata malu-malu.
"Sedang istirahat? Memang kau habis melakukan apa Hinata ?" tanya Sakura sambil keheranan, tp ia segera menghiraukannya lalu melanjutkan. "Hinata, ada yang ingin ku ceritakan padamu.. Tp kau bisa jaga rahasia kan ?"
"Iya Sakura, kau mau cerita apa ?" jawab Hinata.
"Baiklah, entah apa yang telah terjadi tetapi semalam aku merasakan ada yang berbeda pada diri Sasuke-kun, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang yang romantis.. Tp aku tidak terlalu mempermasalahkan perubahannya itu, aku sangat senang sikap romantis Sasuke-kun.." sambil tersenyum bahagia dan Sakura melanjutkan
"makanya tadi malam aku mengizinkan Sasuke-kun menginap.. Dan kami berdua melakukannya sepanjang malam hingga fajar tadi.. Sekarang sasuke masii tidur di kamarku, mungkin dia lelah.. Aku sangat bahagia sekali hari iniii "
Dengan wajah malu-malu, Hinata mendengarkan uccapan Sakura dengan baik. Lalu ia pun berkata: "Sebenarnya aku juga sama sepertimu Sakura-chan.. Tadi malam Naruto-kun jugaaa..." blm selesai Hinata berbicara, ada suara pria memanggil-manggilnya di balik pepohonan
"Hinata.. Hinata.. Hinataa aku cinta padamu.. Siniii peluk aku.." .
"iyaaa, aku juga cinta padamuu.." sahut Hinata sambil tersenyum bahagia.
Sakura terkejut lalu bertanya pada Hinata "suara siapa itu Hinata ?" .
"Itu Naruto-kun, aku juga melakukannya semalaman sama sepertimu Sakura-chan." Jawab Hinata sambil menunduk malu.
"APAAA !? Kau melakukannya disini Hinata !? hahahaaha.. Kau sangat berani" sahut Sakura.
"habisnya kalau aku melakukannya di rumah, aku takut dimarahi ayah nanti.. Lagipula ini pertama kalinya buat aku Sakura-chan.. Dan.. aku sangat senang sekali bisa melakukannya dengan Naruto, orang yang selama ini aku cintai." jelas Hinata sambil tersenyum bahagia namun sedikit malu-malu.
Lalu Sakura langsung menambahkan, "Aku juga sama denganmu Hinata.. Ini pertama kalinya buatku dan aku sangat senang bisa melakukannya dengan Sasuke.."
Setelah sekian lama mereka saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan. Memanfaatkan kesejukan pagi hari, Sakura dan Hinata berinisiatif berjalan ke lapangan latihan untuk berlatih bersama. Namun setelah mereka sampai di lapangan latihan mereka berdua melihat guru Guy yang sepertinya sedang menghukum Neeji dan Tenten.
"KALIAN BERDUA TAHU KESALAHAN KALIAN APA PAGI INI , NEJI, TENTEN ?" tanya guru Guy dengan tegas.
Lalu mereka berdua menjawab bersamaan, "iya guru, kami tahu, kami telat datang untuk latihan pagi hari.. Maafkan kami guru..".
"Baiklah aku maafkan kalian berdua, sebaiknya kalian mencontoh Lee yang selalu tepat waktu..". terang guru Guy
"Siap guru Guy!" Sahut Lee yang berada tepat di samping guru Guy.
"Tapi sebelum itu aku ingin kalian berdua jalan mengitari lapangan latihan ini dengan menggunakan tangan kalian.. Itu sebagai tanda permintaan maaf kalian.. Apa kalian berdua mampu ?" Tambah guru Guy.
Mereka menjawab dengan agak lesu, "iya guru, kami mampu~"
"AYO KELUARKAN SEMANGAT MUDA KALIAN! KERASKAN SUARA KALIAN!" dengan semangat mudanya guru Guy memberikan instruksi.
Mereka langsung melantangkan suara mereka, "IYA GURU, KAMI MAMPU!"
Guru Guy pun segera memberikan isyarat, "BAIKLAH, AYO MULAI ! aku akan menemani kalian.. MAJU!"
Ketika guru Guy, Neeji, dan Tenten sedang mengitari lapangan latihan, mereka baru menyadari kalau Sakura dan Hinata sedang berdiri memperhatikan mereka.
"Haiii Sakura.. Apa kau melihat Kakashi ? Akhir-akhir ini aku jarang melihatnya.. Apa dia sedang melakukan misi khusus dari Hokage ke-3 ?" tanya guru Guy kepada Sakura.
Sakura pun segera menjawab "aku juga tidak tahu guru Guy.. Bisa jadi memang dia sedang menjalankan misi khusus dari Hokage ke-3.."
Mendengar apa yang sedang di bicarakan guru Guy dengan Sakura, sontak sontak Neji tergelincir dan jatuh karena gugup, sebab ia tahu dimana guru Kakashi berada dan apa yang sedang dilakukannya saat ini.
BERSAMBUNG
