Torisetsu by Yukira Kamishiro.

Disclaimer : Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki-sensei.

Warning : Gaje, OOC, absurd, garing, bahasanya nano-nano, de el el


Sore ini, Kisedai, Kagami, dan Ikha sedang terbang menuju Bengkulu. Semua orang kecuali Ikha tertidur di pesawat karena kelelahan. Sementara Ikha sedang menatap awan-awan di langit sambil mencatat sesuatu di buku catatan cokelatnya.

Setelah terbang dari Jakarta selama sejam lebih, akhirnya Kisedai beserta Kagami dan Ikha sampai di bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Kisedai dan Kagami keluar dari pesawat dengan perasaan kagum.

"Jyahahhh, selamat datang di Bengkulu!" teriak Ikha.

"Wow, inikah Bengkulu-ssu?" tanya Kise terkagum-kagum.

"Yah, begitulah." Jawab Ikha.

"Krauuss... Ikha-chin... krauss..." si titan ungu merengek.

"Nani?" sahut Ikha.

"Minta snack, Ikha-chin... krauuuss..."

"Nih." Ikha menyerahkan sebungkus Ch*t**o ukuran gede. Murasakibara langsung menyergapnya dengan mata berbinar.


Setelah mengambil bagasi, Kisedai beserta Kagami dan Ikha langsung pulang dengan dijemput oleh mobil putih yang dikemudikan oleh Ayah Ikha. Ikha duduk di samping Ayahnya sementara Kuroko, Akashi, Kise, dan Kagami duduk di tengah. Sisanya duduk di belakang. Ikha menepuk pundak Ayahnya.

"Ayah." Sapa Ikha.

"Ikha, la sampai? (Ikha, sudah sampai?)" tanya Ayahnya.

"Iyo. Barusan kolah. (Iya. Barusan inilah.)" jawab Ikha.

"Minna, kore wa ore no otou-san desu." Ikha memperkenalkan Ayahnya kepada kisedai dan Kagami.

'Gaya ngomongnya cowok banget.' Batin Kisedai (minus Midorima) dan Kagami sweatdrop.

"Yah, tobo ko caknyo mulai lapar. Kito langsung balik bae. (Yah, kayaknya mereka sudah mulai lapar. Kita langsung pulang.)" kata Ikha ke Ayahnya yang dibalas dengan kata "Oceee." Oleh sang Ayah.

Mobil mulai melaju meninggalkan bandara Fatmawati. Perjalanan tak terasa membosankan karena Ayah Ikha memutar lagu-lagu lama sementara Ikha asyik mengobrol bersama anggota Kisedai dan Kagami.

"Eh, tau nggak? Sebenarnya rumahku itu dekat banget sama bandara, lho. Cuma 7 kilo." Celetuk Ikha.

"Serius?! Lewat mana?" tanya Kagami.

"Lewat IAIN." Jawab Ikha "Tapi, jalannya ancur banget. Jadinya nggak bisa lewat sana."

"Gara-gara apa ancurnya?"

"Gara-gara tanahnya yang terlalu lembek. Maklumlah, daerah rawa-rawa."

"Nee Ikhacchi." Panggil Kise.

"Ada apa, Kise?" sahut Ikha.

"Gimana keadaan MAN Model itu-ssu?" tanya Kise.

"Hmm... nanti kau akan tahu sendiri." Jawab Ikha.

"Hidoi-ssu!" teriak Kise kepada teman barunya yang serba berahasia itu. Ikha Cuma terkekeh mendengarnya.


Akhirnya, mereka pun sampai di sebuah rumah yang cukup besar bercat hijau zamrud. Ikha langsung membangunkan Kuroko yang tertidur di dalam mobil.

"Kuroko, bangun. Kita sudah sampai." Kata Ikha.

"Ugh..." Kuroko mengerang pelan "Sudah sampai, Ikha?"

"Ya."

Kisedai beserta Kagami langung masuk ke dalam rumah disusul oleh Ikha dan Ayahnya.

"Rumahmu besar juga, ya, Ikha." Kata Akashi.

"Tapi, nggak sebesar rumahnya Akashi, kok." sahut Ikha merendah "Ayo duduk dulu. Kita perlu mendiskusikan pembagian kamar."

Kisedai beserta Kagami dan Ikha langsung duduk di kursi ruang tamu.

"Karena rumah ini Cuma punya 3 kamar, maka pembagiannya adalah Kise, Kagami, dan Aomine di kamar depan, Midorima dan Akashi di kamar sebelah kamar Kise. Lalu, Kuroko dan Murasakibara di ruang belakang."

"EEHH?! Kenapa aku harus sekamar sama Bakagami?!" teriak Aomine sambil menunjuk kearah Kagami.

"Siapa juga yang mau sekamar dengan loe, Ahomine?!" sahut Kagami "Dan kenapa aku juga harus sekamar dengan si kuning-kuning ngambang sialan itu?!"

"Hidoi-ssu! Aku juga nggak minat sekamar sama kalian-ssu!" teriak Kise dengan suara cemprengnya yang bisa bikin telinga orang budek level dewa.

BLETAK! BLETAK! BLETAK!

Ikha melemparkan helm kearah trio idiot yang lagi asyik ngebacot satu sama lain.

"Itte..." trio idiot mengaduh kesakitan sambil megangin kepala mereka yang benjol.

"Hentikan." Kata Ikha dengan nada horor "Aku sengaja menempatkan kalian sekamar supaya kalian bisa rukun, BAKAYARO!" trio idiot merinding disko dengernya.

"Rasain tuh." Ledek Midorima.

"Midorimacchi hidoi-ssu!" sahut Kise.

"Udah, ah! Langsung cao ke kamar masing-masing!" perintah Ikha. Kisedai dan Kagami langsung masuk ke kamar masing-masing.

Keesokan harinya...

"BANGUN, WOY!" teriak Ikha sambil ngeguncangin tubuh Kagami, Aomine, dan Kise yang masih bocan alias bobo cantik "NANTI TELAT!"

"Emhh..." Kagami mengerang pelan "Oh, Ohayou Ikha. Sudah jam berapa sekarang?" tanyanya.

"Udah jam setengah 6." Jawab Ikha sambil melihat kearah jam tangannya "Cepetan mandi, sholat subuh trus sarapan."


"Ohayou, Kuroko." Sapa Ikha.

"Ohayou, Ikha." Balas Kuroko "Pagi-pagi sudah kedengaran suara itik. Seperti perternakan saja."

"Hehehe. Ayahku memang memelihara itik, bebek, dan ayam. Katanya, sih, buat investasi masa depanku nanti." Kata Ikha.

"Ayahmu hebat, ya. Sudah mengatur masa depan anaknya sejak dini." Ikha Cuma nyengir kuda dengernya.

"Ayo berangkat." Ajak Akashi yang sudah mengenakan seragam lamanya "Nanti terlambat."


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Kisedai beserta Kagami dan Ikha sampai di MAN 1 Model Bengkulu.

"Inilah MAN 1 Model Bengkulu!" teriak Ikha sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam lingkungan sekolah diikuti oleh Kisedai dan Kagami.

"Waaah, luas banget!" semua Kisedai plus Kagami mengagumi gedung MAN 1 Model yang luas, hijau, dan asri.

"Ada lapangan basket, tuh!" teriak Aomine sambil menunjuk kearah lapangan basket "Kapan-kapan, kita one on one, yuk!"

"Ayuk! Siapa takut!" sahut Kagami.

Sepanjang mereka berjalan, Ikha beserta Kisedai dan Kagami menjadi pusat perhatian siswa-siswi MAN 1 Model.

"Itu anak baru, yo?(Itu anak baru, ya?)"

"Yang rambutnyo kuning tuh ganteng niaaan! Pindahan dari mano, tuh?(Yang rambutnya kuning itu ganteng bangeeet! Pindahan dari mana, tuh?)"

"Alamak, ado yang tingginyo duo meter lebih! Makan apolah dio tuh sampai segedang itu badannyo. (Alamak, ada yang tingginya dua meter lebih! Makan apa dia sampe segede itu badannya?)"

Sampe akhirnya, ketua OSIS MAN 1 Model, yaitu bang Khairuddin menyambut mereka.

"Kalian siswa pertukaran pelajar dari Jepang?" tanya bang Khairuddin.

"Ya." Jawab Akashi.

"Kalau begitu, silakan menunggu di ruang guru."

"Terima kasih."


Hari ini, MAN 1 Model mengadakan upacara bendera, semua siswa berkumpul di lapangan sementara Kisedai beserta Kagami dan Ikha menunggu di ruang guru.

"Hari ini, kita kedatangan siswa baru dari Jepang!" Kepala Sekolah memecahkan keheningan diantara siswa-siswi. Spontan, seisi lapangan langsung berbisik-bisik, penasaran dengan rupa siswa baru yang dimaksud oleh kepala sekolah.

"Siapa, pak?" tanya salah satu siswa.

"Nanti kalian juga tahu sendiri." Jawab Kepala Sekolah.

"Apa siswanya ganteng, pak?" celetuk siswi yang lain.

"Mana bapak tau. Nanti akan dikenalkan." Jawab Kepala Sekolah.


Akhirnya, upacara bendera pun telah selesai. Pak Kepala Sekolah, sebut aja Pak Misrip, masuk ke dalam ruang guru.

"Assalamualaikum." Sapa Pak Misrip.

"Waalaikum salam." Balas Kisedai, Kagami, dan Ikha.

"Ini siswa pertukaran pelajar dari Jepang, kan? Selamat datang di MAN 1 Model Bengkulu." Sapa Pak Misrip ramah "Apakah kalian sudah diberi tahu oleh Kepala Sekolah asal mengenai jurusan yang akan kalian pilih?" Kisedai dan Kagami hanya menggeleng.

"Ya ampun." Ucap Pak Misrip "Sekolah ini memiliki 4 jurusan, yaitu IPA, IPS, Bahasa, dan Agama."

"Jurusan itu mempelajari apa saja, Pak?" tanya Kuroko.

"Kalau jurusan IPA mempelajari tentang ilmu-ilmu alam, kalau kuliah nanti, bisa menjadi dokter, pilot, insiyur, dan lain-lain." Kali ini, Ikha yang menjelaskan.

"Kalau IPS, Bahasa, dan Agama belajar apa?" tanya Kagami.

"Kalau jurusan IPS mempelajari tentang ilmu-ilmu sosial. Kalau kuliah nanti, bisa menjadi akuntan, diplomat, jurnalis, dan lain-lain. Jurusan Bahasa mempelajari tentang ilmu-ilmu bahasa dan budaya, kalau kuliah nanti, bakal bisa menjadi penulis, penerjemah, dan lain-lain dan jurusan Agama mempelajari ilmu-ilmu agama, jika sudah besar, bisa menjadi ustad, ahli tafsir, dan lain-lain." Jawab Ikha panjang lebar.

"Jadi... kalian mau pilih jurusan mana?" tanya Pak Misrip.

"Hmm..."

~ To Be Continue ~

Aah! Akhirnya manual #2 keluar! Maaf buat ketua OSIS MAN Model sama pak Kepsek, namanya Yukira pakai tanpa ijin, hehehe. Maaf jika readers kurang puas.

A/N : Kisedai datang ke MAN Model setelah pergantian ketua OSIS, jadi nama ketos yang dipake adalah nama ketos yang menjabat sekarang

Akhir kata, RnR!

Jaa nee~!

Yukira Kamishiro.