Halooo!!! Saya kembali lagi untuk melanjutkan Fic ini! Terima kasih banyak untuk para reviewer dibawah ini!!

~Hana Hirogaru-san (First reviewer! Sebagai hadiah, terimalah)

~Lucielle Michaelis-san (Typo founder! Maaf kalo ini nggak sepanjang The Butlers series *bow* tapi ini mungkin bakal banyakan di chapter daripada wordnya –itu juga kalau saya nggak kelebihan lagi—Btw, "futago" itu siapa?)

~Claire Lawliet-san (?? Saya harus tanggung jawab soal apa dan bagaimana?! Apa saya harus daily update kah? Sayang sekali, itu mustahil –walaupun saya mau banget TT^TT --)

~Diesty Sutcliff-san (yang berjasa sangat besar dalam kemajuan fic ini!! Thx banget!)

~Nonohana Kizure-san (Last reviewer for chapter 1!! Or at least for now....)

Yah, saya nggak mau kebanyakan basa-basi dan berbacot-bacot ria nggak guna disini.... (berbacot-bacot dan basi-basi nggak guna mah pas saya ngereview aja!! Wakakakak!! *shot*)

Disclaimer: Death note hanyalah milik Tuhan YME yang memberi Ohba Tsugumi-sensei ide brilian untuk membuat cerita brilian ini. Dan Tuhan YME pulalah yang mempertemukan tali nasib Obata Takeshi-sensei (Yang merupakan mangaka spesialis menggambar dan sering berkolaborasi dengan mangaka lain sehingga gambarnya menjadi....saking kerennya saya nggak tahu mau masukin kata apa disini. Yang pasti, As axpected from a pro) dengan Ohba-sensei sehingga lahirlah sebuah manga jenius berjudul "Death Note" (Yang masih belom bosen saya baca berkali-kali!)


Suatu siang di Whammy's House yang--. 'BRAK!!' wah, kenapa ada suara pintu dibanting? Mana keras pula. Mari kita intip apa yang terjadi~

Setelah saya pikir lagi, sepertinya lebih baik melihat langsung daripada mengintip... Ah, whatever...

Ternyata yang barusan banting pintu adalah Matt, yang sekarang lagi lari-lari ngumpulin anak-anak Whammy's House.

"SEMUANYAAAAAAAAA!! KUMPUL DI RUANG PERTEMUAN KAYAK KEMAREEEEEEEEEENNN!!! KALO NGGAK, GUE KEROKIN PAKE WASABI CAMPUR CABE RAWIT CAMPUR JAMU CAMPUR BANGKE CAMPUR DARAH CAMPUR MAYAT CAMPUR KAPORIT CAMPUR BAYGON!!" teriaknya sambil mengangkat toa dan berpose ala PV-PV "Love is War" vocaloid.

Anak-anak yang sebagian besar ketakutan langsung berlari menuju ruang makan.

Dan yang tidak terpengaruh ancaman Matt (masukkan Near di golongan ini), mereka jalan, tetep ke ruang makan. Mereka nggak punya cukup alesan buat nggak kesana (atau dengan kata lain, KURANG KERJAAN)

"APA-APAAN SIH LO, MATT?!?! Gue lagi asik juga ama coklat gue!! Eeeehh.... elo malah ganggu dengan suara toa dan anceman ecek-ecek kayak gitu!! FUCKING BANGET LO" kata Mello pada Matt yang lagi berdiri di depan pintu kamarnya.

"Mel, buat elo nih. Coklat Belgia merk *piiiiiip* (sensor) kualitas tertinggi. Dark chocolate yang dibuat pake cocoa terbaik yang berumur *piiiip* koma *piiiip**piiiip**piiiiip**piiiip* *insert day(s)/month(s)/year(s) disini. Walaupun intuisi saya (yang sering salah) lebih ke years). Terus dikasih susu sapi seger dari gunung (?) dan potongan-potongan musk melon super yang dibudidaya dengan cara isolated bed spesial (emang ada?!). Spesial gue beliin buat lo sebagai hadiah karena elo udah ngalahin gue sekali pas main Sengoku Basara X, berhubung ini belom didistribusi secara massal" jelas Matt paaaaanjaaaaang leeeeebaaaaar yang bikin Mello tergiur (hey, ilernya beneran netes sampe ke kakinya, loh!).

Tak ayal, Mello langsung menyambar hadiahnya itu dengan cepat, membuka bungkusnya dengan level keberingasan setingkat...em...Heiwajima Shizuo berserk mode? (buat yang nggak tahu, silakan nonton/baca Durarara!!) dan memakannya dengan mata terpejam bahagia seakan mau menjiwai rasa sang coklat dengan seluruh penjuru tub—*cough* maksud saya seluruh penjuru mulutnya.

'HAP!'

Matt diam

Mello diam

'Siiiiiiingg.....'

'bruk'. Badan Mello jatoh ke lantai dengan mulut masih gigit coklat dan mata bahagianya. Matt senyum

"Untung seksi konsumsi ada.... dan untung 'cantarella'-nya masih nyisa beberapa ml" kata Matt sambil berjalan menuju ruang makan


Di ruang makan

"Semuanya udah ada disini?" tanya Matt sambil berdiri di atas meja makan, lagi...

"Kalau Mello nggak dihitug sih udah lengkap kayaknya" jawab Linda sambil ngeliatin sekelilingnya

"Sudah lengkap. Saya sudah menghitung jumlah semua orang yang masuk kesini saat kamu menyuruh kami semua berkumpul. Dan berdasarkan data yang ada dikurangi Mello dan beberapa anak yang sedang dalam tugas, semuanya sudah lengkap" kata Near melengkapi dengan tenangnya

"Bagus!" kata Matt sambil nepukin tangannya. "Kalo gitu, ayo kita ke kantor game kita!!"

"Hah? Mana ada yang begituan? Kamu kebanyakan ngisep lem aibon gara-gara stress, ya?" tanya Frick yang disambut daratan bogem mentah Matt pada wajah Frick yang meluncur kayak roket, berhubung Matt loncat dari meja dengan pose terbang superman.

'BUOOOKH!!', Bulls eye.

"DASAR BEGOOOOOOOOO!! GUE SEHAT JASMANI-ROHANI GEBLEK!!" hardik Matt sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari jempol.

"Merokok itu tidak sehat, dan itu sudah pengetahuan umum yang bahkan anak yang belum TK saja tahu. Dan kau merokok. Bukankah itu artinya kau tidak sehat, suka meracuni diri sendiri, suka membakar uang yang bisa kau pakai untuk membeli game baru, ingin mati tersiksa, dan bodoh?" kata Near tenang dengan sedikit penekanan di kata "bodoh".

Matt ngangkat kursi terdekat, tapi dia keburu dipukul Linda pake harisen (harisen=kipas kertas ala Jepang yang sering dipake buat acara komedi).

'BUK!'

"AAAAAAAAAAAARGH!! WHY THE FUCKING HELL'RE WE WENT OUT OF DA TOPIC?!?!" teriak Matt saking stressnya sambil megangin kepalanya di masing-masing sisi samping dan nekuk badannya kebelakang sampe kaya setengah loncat. Tapi, badannya dia tekuk ke depan lagi.

Pola berulang selama beberapa kali sampai harisen Linda mendarat di kepala Matt lagi.

'BUOOOKH!!'

Setelah menerima beberapa serangan harisen maut Linda, Matt kembali ke jalan yang benar, jalan kewarasan. Atau paling tidak, otaknya yang biasa.

"Gue udah bikin tempat persembunyian khusus buat bikin game!! Keperluan-keperluan bikin game yang harganya bermilyar-milyar itu yang AKHIRNYA GUE BELI DENGAN UANG GUE SENDIRI PLUS 70% NGUTANG udah ada di dalemnya. Pokoknya, hari ini langsung kerja!! Ga ada yang protes! Seksi konsumsi sama kebersihan bergilir aja! Nanti biar albino ini yang urus!!" komando Matt sambil menunjuk Near.

"Sekarang.... LET'S GO TO OUR SECRET BASE!!" teriak Matt sambil lari diikuti anak-anak lain


Secret base entrance

"Hoi, Matt. Kok kita malah ke halaman?" tanya Frick

"Liat aja..." jawab Matt dengan pose sok keren

Matt mendekati sebuah pohon lalu memukulnya.

'BUAKH!!'

Tiba-tiba, tanah di dekat pohon tadi terangkat. Terbukalah sebuah lubang besar berukuran 6mX6m yang terhubung dengan tangga yang kelihatannya lumayan panjang. Jalannya tampak terang dengan lampu di setiap 1 meter. Matt pun menuruni tangga tersebut, diikuti anak-anak lain.


Secret base

"Wooooooow....." seru anak-anak Whammy's House (kecuali Near dan Matt) ketika melihat ruangan yang mulai sekarang akan menjadi secret base mereka.

Ada banyak komputer berjejer di sebuah ruangan luas dengan sebuah meja besar di tengah ruangan dengan karpet empuk dibawahnya. Jalan sedikit, akan ada koridor yang memiliki beberapa pintu. Dua diantaranya adalah kamar mandi. Sedangkan dua pintu lagi, setelah dicek, ternyata adalah sebuah kamar dengan beberapa kasur dan 3 buah meja belajar. Sebuah pintu menuju pantry yang cukup luas. Dan satu pintu lagi adalah pintu menuju tangga darurat. Suasananya dibuat senyaman dan se-homey mungkin demi kenyamanan kerja.

"Waaaaah!! Kita bisa tinggal disini!!" seru si kecil dengan polos dan riangnya

"Hei, hati-hati! Nanti ada yang rusak! Lagian ini khusus buat keadaan tertentu aja, biar nggak dicurigain Roger!!" seru Matt sambil narik si kecil.

"Bagaimana kalau kita mulai bekerja?" saran Near yang sudah duduk di atas karpet pada Matt

"oke....SEMUA MULAI KERJAAAAAA!!!" teriak Matt dengan toa "Love is War"-nya lagi

"OOOOOOOOOOUUU!!" seru semua anak (kecuali Near) bersemangat. Mereka pun langsung mengambil tempat dan mengerjakan tugas masing-masing.

"Nah, sekarang gue—" ucap Matt, sayangnya ucapannya terputus saat melihat Near menyodorkan beberapa lembar kertas

"Hm? Apaan, nih?" tanya Matt pada Near yang sekarang sedang berdiri

"Pembagian tugas seksi konsumsi sama kebersihan" jawab Near singkat dan padat

'Siiiiiiiing'

Matt ngegebrak meja terdekat lalu teriak, "WHAT THE HECK?! BELOM ADA SEMENIT!!"

"Saya bisa mengerjakannya dengan cepat karena semuanya sudah ada dalam otak. Sekarang saya permisi dulu" kata Near sopan sambil berjalan melewati Matt ke arah pintu kamar

"Oi, albino!! Bantu-bantu, dong!!" seru Matt pada Near. Near berhenti sejenak

"Saya akan membuat karakter untuk mengetes game ini nanti, mencari referensi karena kau tidak pernah membaca manga atau menonton anime, dan memikirkan ide-ide untuk game ini di dalam. Kau membeli laptop dan modemnya, kan?" ucap Near sambil membuka pintu dan masuk ke kamar, lalu menutup pintunya dengan pelan

'Blam'

Matt hanya bisa ber-"yare,yare" ria sambil memperhatikan sekelilingnya. Linda sibuk mencoret-coret kertas, dia sedang membuat karakter original dan datanya. Frick dan teman-temannya sedang mengotak-atik komputer. Si kecil dan kawan-kawannya juga sibuk dengan software pembuat musik dan VOCALOID.

"Matt-kun, boleh aku lihat jadwal seksi kebersihan dan konsumsinya?" tanya Mariann, gadis bermata lembut dengan rambut hijau sepanjang setengah punggung yang dikepang dua.

"Ah, silakan" kata Matt sambil menyerahkan kertas-kertas dari Near tadi

"Ara, sepertinya saya bertugas sebagai seksi konsumsi hari ini. Apa ada yang ingin makan atau minum?" tanya Mariann pada semua orang disana. Dia mendapat bermacam-macam jawaban dan segera berjalan ke pantry.

"sepertinya aku harus mulai memikirkan ceritanya...." batin Matt sambil pasang pose berpikir

"Hei, Matt, aku harus gambar apa aja, nih?" tanya Linda pada Matt yang (kelihatannya) sedang berpikir sehhingga pose berpikirnya hancur

"Coba gue liat rancangan-rancangan sebelumnya, kali-kali aja dapet ide" kata Matt sambil nyamber kertas berisi chara design yang masih agak kasar, tetapi cukup jelas untuk dibaca.

"AH!" seru Matt tiba-tiba yang membuat Linda agak kaget

"Kenapa?" tanya Linda sambil menaikkan alisnya

"Gue dapet ide! Gimana kalo psst pssst psst pssst" bisik Matt pada Linda. Linda ngangguk-ngangguk

"Tapi apa nggak terlalu....luas?" tanya Linda pada Matt

"Justru disitu asiknya!" balas Matt

"Nggak dikasih hint?" tanya Linda lagi

"Kalo bisa sih nggak usah. Tapi dikit-dikit boleh, lah" jawab Matt

"Boleh, deh. Jelasin gih ke para programmernya" suruh Linda. Matt berdiri dan mengeluarkan toa-nya lagi

"......Kayaknya nggak perlu pake toa, deh. Ntar bergaung" kata Linda pada Matt yang sedang menarik napas

"Cih, yaudah lah. Daripada ntar nggak jelas terus nggak pada ngerti. Hei, semuanya!! Gue udah dapet ide cerita!! Kasih komen!! Kalo udah pada sepakat, baru kerja!" seru Matt setengah nyuruh

"Emang kayak gimana ceritanya?" tanya Frick pada Matt yang lagi pasang tampang "gue jenius,kan?!"

Matt berdehem lalu mulai bicara, "Jadi ceritanya......."


Kamar Near (Secret base)

"Hoo.... jadi itu rencananya... tapi sepertinya dia belum berfikir jauh. Sepertinya saya perlu mendownload banyak fansubbed anime (fansubbed anime= video-video yang biasanya berupa anime yang diberi subtitle oleh fans) dan men-save banyak manga scanlation (manga scanlation= manga yang di scan ke komputer lalu diterjemahkan. Biasanya dibaca secara online). Tinggal itu...." pikir Near sambil melihat dua laptop di hadapannya.

Laptop yang satu menampilkan pemandangan dari kamera tersembunyi + suara dari penyadap. Sedangkan yang satu lagi terpasang modem. Terlihat beberapa tab bertuliskan "read online manga" dan "watch anime online" dan ada pula yang bertuliskan "character data".

"Sepertinya ada kemungkinan setelah semua ini selesai saya akan menjadi anima-manga otaku. Tapi, itu bukan masalah yang perlu dikhawatirkan, berhubung saya sudah menjadi toy otaku" gumam Near sambil melihat layar monitor yang memperlihatkan anak-anak Whammy's House lagi dilanda chaos karena kentut Frick yang sangat super.

Ada yang pingsan, ada yang kabur ke kamar mandi buat muntah, ada yang muntah di tempat, dan lain lain

"Untung saya bukan seksi kebersihan untuk hari ini...." batin Near

Chapter 2: END


Ini sedikit tambahan tentang keadaan di dalam Whammy's House selama anak-anak Whammy's House berada di secret base, berusaha bertahan hidup dan membuat game dengan mengucurkan darah, keringat, otak (?), dan tenaga mereka. Enjoy!


Whammy's House

"Ngghh....." gumam Roger saat sedang mengolet-ngolet (meregangkan badan). "Kok sepi, ya? Nggak kayak biasanya..."

Out of curiousity, Roger keluar dari ruang kerjanya dan mendapati Whammy's House kosong.

Melompong

Kosong melompong dari anak-anak

"YESS!!" sempat terlintas di benaknya, tapi segera digeser paksa oleh pikiran lain

"Kalau mereka hilang, saya bakal dibunuh Watari-san!! Mati dah guee!! Apalagi kalau mereka diculik terus dijadiin kelinci percobaan sama alien atau organisasi hitam misterius yang mau menguasai dunia?!?! Gue bisa dicabik-cabik, dicambik, digantung, digorok, organ dalem gue bisa dicabutin semua terus dijual mahal ke yakuza, dibelek tanpa obat bius, OH NOOOO!!!" jeritnya dalam hati

Roger segera berkeliling Whammy's House mencari anak-anak domba yang hilang (lho?) dan hanya mendapati Mello terbaring (?) di atas lantai

"Apa yang terjadi?!?! Mello!!" seru Roger sambil berlari ke arah Mello yang mulutnya masih menggigit coklat

Entah karena panik atau pikirannya kebanyakan kerasukan will o'wisp yang bawa jiwa negatif, yang pertama dia lakukan waktu ngeliat Mello adalah MERIKSA DENYUT NADINYA.

'Siiiiiing'

'siiiiiiiiiiing'

''

"MELLO!!!" teriak Roger kalap. Gimana nggak, murid terbaik kedua di Whammy's House MATI

Dan dalam pose dan keadaan yang sangat tidak keren, masih gigit coklat (setengah ngemut mungkin?) dengan ludah yang udah kepenuhan di mulutnya sampe tumpah keluar, tangan kiri dalem kantong celana, mata bego bahagia, dan nadinya nggak berdetak.

"GAWAT!! I'M ASHES!! Apa mayat Mello gue bakar aja, ya? Biar nggak berbekas. Abunya buang aja ke laut" pikir Roger

Tanpa disadarinya, jari Mello yang berada di dalam kantong celananya sedikit bergerak

"Terus tinggal bilang 'Mello mati karena dia kebakar pas lagi main bakar-bakaran di halaman Whammy's House' ke Watari-san. Dan gue bisa membasmi salah satu anak yang bikin gue sakit kepala. Sempurna" pikir Roger lagi

Setelah beberapa saat, Mello berhasil membuka matanya dan mendapati.....

Dia tergeletak diatas tumpukan kayu tanpa coklatnya dan didepannya, ada Roger bawa KOREK API di tangannya

Korek apinya nyala. Api menari diujung koreknya

"Shit..." ucap Roger pelan

"WHAT THE FUCKING HELLISH GOD?!?! BERANINYA LO BAKAR GUE, ROGEEEEEEEEEEERRRRR!!!!" teriak Mello yang langsung berdiri dari tumpukan kayu yang, orang awam juga tahu....

PASTI MAU DIPAKE BUAT NGEBAKAR DIA IDUP IDUP

"WHAT THE FUCK?! MATI LO, ZOMBI!!" teriak Roger panik sambil ngelemparin kacang kedelai ke arah Mello

'tuk', satu kacang kena

Mello mengambil potongan kayu terdekat, dia patahin dengan tangan kosong (dan bikin Roger mundur sedikit karena kaget + takut), ngejatohin kayu tadi, kayunya dia injek, terus....

"!!!" teriak Mello sambil ngangkat MEJA BELAJAR terus dilempar ke arah Roger

Roger nggak bisa menghindar dari meja belajar terbang yang berkecepatan 170km/jam tersebut

BULLS EYE

Meja itu menghantam kepala Roger sampe hancur lebur dengan darah bermuncratan kemana-mana kayak balon air dipecahin. Serpihan otaknya juga udah kepencar-pencar...

Atau, paling tidak itu harapan saya

Sayangnya, pada kenyataannya, bulls eye barusan dengan ajaibnya nggak ngancurin kepala Roger

Mungkin dia ternyata seorang white mage yang bisa bikin kekkai (kekkai=barrier) nggak terlihat

Yah, apapun itu, Mello ngeliat coklatnya ada di atas kasurnya. Dia pun segera menghampiri coklatnya yang udah lembek dan memakannya dengan penuh nafsu

Menikmatinya sampai gigitan terakhir secara menyeluruh

'slurp', Mello menjilat coklat yang menempel di bibirnya

Fuwaaaa.... akhirnya selesai....

'Brugh' (jatoh lemes)

Maaf kalau tidak sesuai harapan. Sebentar lagi akan masuk ke inti cerita, kok! Tolong bersabar dan dukung terus cerita ini! Saya mohon! *dogeza*

Dan berhubung disini nggak bisa masang link, silakan cari video "love is war" sendiri. Kalau yang keluar macem-macem, tambahin "Vocaloid" di keywordnya. Tapi versinya banyak, loh (maksudnya macem-macem vocaloid original, vocaloid fanmade, UTAU, sama manusia-manusia nyanyiin lagu ini terus dipajang di internet. Jangan heran kalau ada banyak penyanyinya. Parodinya juga ada)

Well, anyhoo, R&R!!! SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYAAAA!!!

REVIEW SANGAT DIHARGAI!! SILAKAN PENCET TOMBOL HIJAU BERTULISKAN "REVIEW THIS STORY/CHAPTER"!!