A LOVE for His Butler
(Chapter two: That feeling)
Author : Ai Chan Phantomhive
Disclaimer: hmmm…,….WELL, Kuroshitsuji is not my own but, Yana-san own….
Warning: Shounen Ai, Yaoi, Boy x boy, and if you YAOI HATER…..GO AWAY AND DON'T READ THIS KIND OF FANFICTION!
Genre: Romance, Smut, Humor, Family
Rating: T!T! kudu soalny bru dbut prtma~~~~~~
Pairing: Sebastian Michaelis x Ciel Phantomhive
"Tuan Muda menu makan malam kali ini adalah Scone and Honey Cream, Grilled Mint Salmon with Black Pepper dan untuk minumnya ada Citrus Black Tea" jelas Sebastian sambil menaruh makanan itu di atas meja kerja Ciel.
"Hmm, ada yang lain lagi Sebastian?" tanya Ciel seraya menyesap tehnya. "Sejauh ini tidak ada, Tuan Muda" jawab Sebastian.
"Kau boleh pergi" ucap Ciel.
"Yes, My Lord"
Pintu ditutup, dan tinggallah Ciel sendirian diruangannya yang besar itu.
"Perasaan apa ini? Aku merasa aneh setiap berada di dekat Sebastian. Aku lebih merasa…..nyaman, dan tidak ingin dia pergi. Seperti membutuhkannya—" Ciel menggumam. Ia mengacak-acak rambutnya yang berwarna hitam keabu-abuan itu, kemudian dia merebahkan kepalanya di kursi kerjanya yang besar itu. Mencoba meredam perasaan aneh yang mulai menguasai hati dan pikirannya.
"Sebaiknya, aku istirahat…." Ucap Ciel pada diri sendiri, kemudian ia memejamkan mata dan jatuh tertidur.
SEBASTIAN POV
Aku merogoh saku jasku dan mengeluarkan jam saku yang berwarna perak. "Hmm, sudah pukul 11.45, saatnya Tuan Muda tidur " ucapku, kemudian berjalan menuju ruang kerja Tuan Muda.
Aku membuka knop pintu yang bundar itu perlahan, kemudian masuk untuk memastikan bahwa Tuan Muda belum tertidur. Tapi, aku melihat pemandangan yang sangat jarang aku dapatkan.
Wajah anak laki-laki yang tengah tertidur di kursi kerjanya yang berukuran lebih besar darinya. Dengan diterangi sinar bulan, dia terlihat begitu kecil dan rapuh. Seperti ranting yang akan patah bila disentuh, tapi tetap berusaha melawan arus angin yang datang menerjang.
Aku tersenyum, memandangi wajah bersih dan polos milik Tuan Muda memberikan hiburan tersendiri buatku. Perlahan, aku medekat ke arah Tuan Muda. Aku melihat wajah polosnya yang tengah tertidur lelap itu. Kuakui dia sangat 'cantik', dan hal itulah yang membuatku tertarik padanya. Tertarik secara emosional, dan iblis sepertiku seharusnya tahu kalau aku tidak boleh memiliki perasaan seperti ini pada manusia. Karena mereka tak lebih dari sekedar makanan bagi 'kami'
"Jangan pernah 'jatuh' pada makananmu….." gumamku. Kemudian aku menggendong anak itu dengan gaya bridal style. Kuletakkan kepalanya di dadaku, selembut mungkin agar dia tidak terbangun. Lalu, aku berjalan menuju ke kamarnya.
NORMAL POV
Sebastian meletakkan Ciel diatas tempat tidurnya. Menarik selimut yang tebal dan hangat itu hingga menutupi tubuh Ciel sampai batas leher.
"Selamat tidur, Tuan Muda…" ucap Sebastian seraya mencium pipi Ciel lembut.
'Saya rasa, saya telah jatuh cinta pada anak ini' piker Sebastian seraya melangkah keluar kamar Ciel.
Ciel : Ugh
Aku : *Bling2x* kenapa Ciel?
Ciel : BUTLER-KU TIDAK AKAN MUNGKIN MENCIUM PIPI MAJIKANNYA!
Aku : *nyengir G.A.J.E* salah, ya?
Ciel : JELAS SALAH, APALAGI DIA ITU IBLIS!
Sebas : *grin* Bocchan….apakah saya harus melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman di pipi?
Ciel : *cengok*…..?
Sebas : *giggle* 'service tambahan' Bocchan…~
Aku : Ah! Maksudmu….jangan-jangan…..
Ciel : *baru ngerti* #LEMOT# PLAKK! …GYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!JANGAN DEKATI AKU, BUTLER MESUUUUUUUMMMMMM!
Sebas : Sepertinya tidak bisa~~
Aku : REVIEW KALAU KALIAN PENGEN TAHU TENTANG PERASAAN CIEL KE SEBASTIAN!
Sebas : *Angguk2x*
