Hai… Ryuu balik lagi nih… sory Ryuu updatenya lama, karna flashdisk Ryuu tempat nyimpan fic-fic Ryuu minta di format, dengan terpaksa Ryuu format, padahal banyak fic-fic yang mau Ryuu update nanti setelah Namikaze Daily… Hiks… jadinya Ryuu buat lagi deh… dan maaf Ryuu curhat tentang ini huuweee….
Thanks banget yang udah baca karya gaje Ryuu, sama yang review… Ryuu balas reviewnya di chapter depan aja ya? Gak apa kan? =3
Oke, kita mulai aja ceritanya….
Camera Rolling…. And Action….!
Namikaze daily
Disclaimer: orang yang paling Ryuu hormati, dan berharap ama ni orang untuk membuat ending Naruto menjadi Yaoi… hoho
MASAHI KISHIMOTO
Motto Ryuu: GAK ADA KYUUBI GAK RAME…!
Genre: Humor, Romance
Pair: SasuNaru, ItaKyuu. NejiGaara, SasoDei, ShikaKiba and more again…
Warning: Yaoi, boyxboy, typo(s), OOC, OC, Lime, Lemon, GaJe
Rate: T(berjalannya waktu baru ke M)
Summary: Uchiha bersaudara sangat gembira di hari pertama sekamar sama Namikaze bersaudara… kenapa? Baca aja...
.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
.
O
K
E
?
Chapter 2: ~PDKT~ GAGAL~
%%%%%%%%%%%%%%
Setelah menghancurkan kantin, Naruto pun kembali ke kamarnya dengan lesu, karna chakra nya menipis saat membuat resengan shuriken tadi… saat sampai di depan kamarnya, Naruto pun mencoba membuka pintu, tapi terkunci…
"Sasuke belum pulang ke kamar ya? Hoaaaammm" gumamnya. Ia pun merape- eh salah merogoh kantongnya mencari kunci, setelah dapat dia pun membuka pintu dengan kunci itu, lalu menutupnya lagi, langsung saja Naruto menghambur ke ranjang ukuran queen size nya, tanpa menukar baju atau membuka sepatu nya…
Ke mana kah Sasuke pergi?
Kita lihat kehalaman barat asrama, di bawah pohon beringin itu, terdapat dua sosok, yang satu keriput, yang satu lagi punya rambut pantat ayam… mereka sedang mendiskusikan sesuatu…
"Jadi gi mana ni baka aniki?" tanya si pantat ayam, Sasuke.
"Kau incar adiknya, aku incar kakanya… gi mana?" ujar si keriput, Itachi.
"Itu juga aku sudah tau baka aniki"
"Cih… ya sudah, kita pendekatan seperti biasa… gi mana? Ada kesempatan kita rape mereka"
"Ha-ah… aniki enak mau ngerape Kyuubi, palingan di kepala mu bersarang satu peluru darinya… aku? Belum di rape sudah di rasengan duluan"
"Jadi? Kita pdkt nya gi mana?"
"Kalau menurut ku, buat mereka bertekuk lutut sama kita dulu, lagi pula tak ada satu pun yang bisa menolak pesona Uchiha… gi mana?"
"Setuju... hohoho"
"Oke, hohoho"
Setelah selesai tertawa setan si Uchiha pun cepat-cepat kembali ke kamarnya masing-masing, karna takut di razia ama sensei banci yang tiap hari bawa-bawa ular…
~Nyannn =3 . . . ~
Pagi pun tiba, suara burung-burung bernyanyi dan mulai membuat satu persatu penghuni asrama bangun dari dunia mimpinya, apa lagi setelah mendengar suara merdu dari speaker yang terpasang di setiap kamar siswa-siswi…
"Yo semua penghuni asrama ayo bangun dan kobarkan semangat muda kita…!" teriak seorang guru aneh dari sepeaker tersebut…
Karna sangat terganggu dengan suara tersebut, si Uchiha bungsu, Sasuke pun terbangun… ia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuai kan sinar yang masuk ke dalam kamarnya. Ia pun duduk sambil menguap, lalu melirik ke kanan nya, sebuah ranjang yang di tiduri oleh seorang malaikat. Sasuke pun mendekati malaikat itu, wajahnya sangat tenang saat tidur, dan malah bertambah imut menurut Sasuke. Sasuke pun membangunkan malaikat itu…
"Oi dobe bangun, kita akan pergi sarapan bersama" ucapnya sambil menepuk pipi chubby berwarna tan itu.
"Ngghh, nanti saja kaa-san 5 menit lagi" gumamnya, ia pun berbalik dan membelakangi Sasuke.
"Oi dobe bangun! Atau aku akan menyiram mu!" teriak Sasuke sambil terus menggoncang-goncang tubuh Naruto.
"Ngghh, cium Naru dulu kaa-san, baru Naru bangun… ngghh" gumamnya, ia tak sadar jika dia tak berada di istana, kebiasaannya di banguni oleh sang ibunda dengan sebuah kecupan di pipinya tak bisa lepas…
Blush…
Wajah Sasuke memerah saat mendengar Naruto minta di cium. Seringai Sasuke pun muncul, ia memandang wajah Naruto, dari pipi sampai bibir. Pipi atau bibir? Pipi aja lah…
Sasuke pun mendekati wajah Naruto dan mengecup pipi nya, stelah itu dia langsung pergi kamar mandi dengan wajah yang sangat memerah. Naruto pun langsung terbangun sesudah di cium oleh Sasuke.
"Eh..? aku kan di asrama? Jadi siapa yang mencium ku? Tak mungkin kaa-san?" gumamnya sambil menyentuh pipi kiri nya.
%%%%%%%%%
Kita pergi ke kamar Itachi dan Kyuubi…
Itachi baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai boxer, ia sudah bangun sebelum suara megerikan itu menggema di asrama. Dia melirik Kyuubi yang masih tertidur, Itachi pun mendekati Kyuubi, ia sedikit menunduk untuk memanatap wajah Kyuubi lebih dekat.
"Ternyata kau manis juga jika di lihat sedekat ini Kyuu" gumam Itachi.
Itachi pun menepuk kedua pipi Kyuubi.
"Kyuu bangun, kita akan pergi ke kantin bersama… oi bangun" panggilnya sambil terus menepuk pelan pipi Kyuubi.
"Ngghh, kaa-san, kau lupa cara membangunkan ku ya?" gumam Kyuubi.
"Memang bangunkan mu bagaimana?" tanya Itachi, seolah-olah dia adalah Kushina.
"Cium aku"
Blusshh…
Wajah Itachi memerah, lalu terganti dengan seringai yang muncul di wajahnya, ia pun mendekat wajah nya ke wajah Kyuubi berniat mencium pipi Kyuubi, tapi... betapa beruntungnya si Itachi saat sedikit lagi bibirnya menyentuh pipi Kyuubi. Kyuubi malah bergerak lalu terjadi lah…
Chu~~
Kyuubi menyentuh bibir Itachi dengan bibirnya. Itachi pun hanya terdiam membiar kan rezeki paginya ini. Ntah apa yang di mimpikan Kyuubi, ia malah mengecup bibir Itachi, Itachi pun membalas kecupan Kyuubi. Begitu juga dengan Kyuubi terus menerus membalas kecupan Itachi, lalu Kyuubi pun membuka matanya, menampakan iris merah itu, Itachi pun menatap iris merah itu dengan onyxnya…
Tatap…
Tatap…
Kedip…
Kedip…
Loading Brain Kyuubi…
3 detik… 7%
16 detik… 14%
34 detik… 29%
40 detik… 36%
45 detik… 50%
50 detik… 65%
53 detik… 75%
56 detik… 86%
60 detik… 99%
"Uwwaaaaaaaaa!" Kyuubi berteriak histeris sambil menendang Itachi.
"Aw… kau gila Kyuu!" protes Itachi yang mendapat tendangan maut di perutnya.
"Kau yang gila keriput! Kau kenapa mencium ku!" tunjuk Kyuubi dengan tatapan horor pada Itachi.
"Kau yang mencium ku! Aku hanya menepuk pipi mu untuk membangukan mu, tau-tau saja kau mencium ku!" balas Itachi. dengan berbohong tentunya.
"Benarkah?" tampang bego Kyuubi muncul.
"Tentu! Sekarang cepat mandi kita akan pergi ke kantin bersama" ucap Itachi langsung membalikkan badan, tak mau berdebat lebih jauh lagi dengan Kyuubi.
"Kau… awas! Jangan mengintip ku mesum!" ancam Kyuubi seraya berdiri dari ranjangnya dan langsung ke kamar mandi.
"Bibirnya rasa apel… manis" gumam Itachi sambil menjilat bibirnya.
%%%%%%%%%%%%
Balik lagi ke kamar Sasuke dan Naruto…
Sasuke sudah selesai bersiap dengan seragam asrama, yang terdiri dari kemeja putih yang dua kancingnya di lepas, lalu terbalut sebuah jas hitam yang tak di kancing dengan lambang konoha di dada kanan, serta celana hitam panjangnya. Ia duduk di ranjang menunggu si Naruto yang sedang bersiap-siap di kamar mandi. Lalu ia menatap arloji perak yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.
"Oi dobe, cepat… nanti kita kehabisan sarapan…" teriak Sasuke.
Ceklek…
Naruto pun keluar dari kamar mandi dengan seragam lengkap.
"Ya ya, cerewet banget kau teme.." gerutunya ia pun mengeringkan rambut dengan handuk orange miliknya, lalu mengibas-ngibaskan rambutnya.
Ntah efek sinar matahari dari jendela atau efek dari jatuh cinta, Sasuke melihat Naruto saat mengibaskan rambutnya seperti ada bling bling yang jatuh dari rambutnya dan sinar dari wajah Naruto. Sasuke pun menggelengkan kepalanya.
"Oi teme kau kenapa?"
"Tidak ada apa-apa dobe, ayo pergi"
"Yosh!"
%%%%%%%%%%
Di saat SasuNaru dan ItaKyuu dalam perjalanan ke kantin yang telah hancur lebur itu, terdapat serombongan manusia yang sedang berdiskusi di pojokan kantin, menghiraukan tatapan aneh dari penghuni asrama lainnya.
Yahiko, Nagato, Konan, Deidara, Temari, Kankuro, Gaara dan Neji sedang mendiskusikan bagaimana mengjahili si Uchiha bersaudara.
"Tunggu dulu… ini adalah diskusi keluarga dan kau kenapa ada di sini Neji?" tanya Nagato dengan menunjuk ke depan wajah Neji.
"Aku tak mau menjauh dari Gaara-koi" jawab Neji sambil melirik Gaara yang sedang tersipu.
"Baiklah, apa rencana kita?" tanya Nagato pada semua orang di dekatnya.
"Aku akan meminta Sasori untuk mengajak Itachi ke kolam renang un" ujar Deidara.
"Untuk apa?" tanya Yahiko heran.
"Untuk membuat Itachi mimisan hebat un…"
"Bagaimana caranya?" tanya Kankuro.
"Aku akan bermain batu gunting kertas sama si Kyuu un, kalian tau kan aku hebat di permainan itu, dan saat Kyuu kalah un, aku akan memberikannya hukuman lari berkeliling kolam renang 10 kali hanya memakai boxer un, dan aku minta Sasori mengajak Itachi bersembunyi di balik pintu masuk kolam renang un,"
"Terus?" Konan angkat bicara.
"Kyuu pasti akan lelah dan wajahnya akan memerah dengan keringat yang membasahi badannya, coba un, siapa yang gak kegoda saat Kyuu kayak gitu, apa lagi si Itachi mengincar Kyuu un,"
"Haha, aku setuju dengan Dei-nii" Gaara menatap Deidara kagum.
"Lalu bagaimana dengan Naru-chan?" tanya Yahiko.
"Kalau itu aku dan kiba akan turun tangan Yahiko-nii" ujar Gaara.
"Gi mana caranya Gaara-koi?" Neji menatap genit Gaara dan langsung di beri glare dari Temari dan Kankuro.
"Kiba handal dalam teka-teki, kami akan membuat Naru-chan kalah, dan aku akan memberikannya hukuman dengan mencari Sasuke sambil berlari sedangkan Sasuke di ajak oleh Neji dan Shikamaru untuk ke belakang asrama, saat Naru-chan sampai di depan Sasuke, pasti keadaannya wajah memerah, badannya berkeringat dan rambut acak-acakannya akan turun, apa lagi Naru-chan selalu melepas 2 kancing kemejanya… dan aku yakin Sasuke pasti akan mimisan hebat… Gimana?" jelas Gaara panjang lebar, dan mendapat anggukan dari yang lain.
Setelah diskusi mereka pun berpencar untuk tugasnya masing-masing.
%%%%%%%%
"Di mana mereka semua?" tanya Kyuubi heran saat sampai ke kantin, semua sepupunya tak ada.
"Mungkin sudah sarapan dan ke kelas" ujar Itachi sambil memakan sandwitchnya.
"Naruto mana lagi?" Kyuubi pun menatap sekeliling kantin dan melihat Naruto berjalan ke arahnya.
"Kyuu-nii…!" teriak Naruto melambaikan tangan dengan senyuman lebar di wajahnya. Yang ngeliat Naruto pun langsung mencet hidung.
"Baka…" gumam Kyuubi melihat sang adik yang tak sadar bahwa senyumannya dapat membunuh orang seketika karna kehabisan darah.
Naruto pun berlari ke arah Kyuubi, dan di ikuti oleh Sasuke yang berada di belakangnya.
"Kyuu-nii apa di sini ada ramen?" tanya Naruto sambil celingak-celinguk nyari sebuah panci yang berisikan ramen, tapi sayang tak ada, yang ada hanya nampan yang berisi penuh sandwitch.
"Kau kira ini di istana? Ramen mu selalu ada? Dasar bodoh" Kyuubi pun memakan sandwitchnya.
"Aku kan hanya bertanya" gerutu Naruto sambil menggembungkan pipinya.
"Ni untuk mu dobe" ucap Sasuke yang tiba-tiba memberikan sandwitch ke Naruto, ia pun menyeringai kearah Itachi dengan tatapan gua-duluan-baka-aniki dan di balas dengan tatapan Itachi loe-mau-tau-apa-yang-gue-lakuin-tadi-dikamar. (kok bisa ya? =.=a)
"Thanks, teme" ucap Naruto sambil mengambil sandwitch itu dan langsung memakannya.
Beberapa menit kemudian pun mereka sudah selesai sarapan dan akan pergi kekelas.
"Teme, aku masuk ke kelas mana ya?" tanya Naruto sambil menatap Sasuke.
"Kau sekelas dengan ku dobe, kelas IX-A" ujar Sasuke.
"Kenapa aku juga harus sekelas dengan mu teme?"
"Semua orang yang sekamar sudah pasti sekelas dobe" Sasuke pun berdiri dan akan pergi ke kelas.
"Teme tunggu!" teriak Naruto sambil mengejar Sasuke yang sudah mulai menjauh.
"Oi Naruto!" panggil Kyuubi, Naruto pun berhenti berlari dan berbalik menghadap Kyuubi.
"Ini untuk mu" Kyuubi pun melempar sebuah bungkusan biskuit coklat ke arah Naruto dan di tangkap oleh Naruto
"Kyuu-nii baik, tau aja kalau Naru masih lapar" ucapnya dan kembali berlari mengejar Sasuke ke kelas. Kyuubi pun tersenyum iblis, Itachi yang sadar dengan senyuman Kyuubi pun menegurnya.
"Apa yang kau berikan pada Naruto, Kyuu?" tanya Itachi dengan tatapan lekat.
"Bukan apa-apa hanya sebuah biskuit coklat yang aku minta dari ibu kantin" Kyuubi pun makin tersenyum lebar dan dua buah tanduk berwarna merah keluar dari kepalanya.
"Ha-ah, ya sudah ayo ke kelas" ajak Itachi, Kyuubi pun berdiri dan mengikuti Itachi.
%%%%%%%%%%%\
Di kelas IX-A, kelas SasuNaru.
Naruto sedang duduk di bangkunya bersebelahan dengan Gaara, walaupun Gaara sedang pacaran di luar kelas. Sasuke yang di belakang Naruto pun yang sejak tadi membaca sebuah novel yang ia pinjam dari perpus lalu mengalihkan pandangannya dan menatap wajah bosan Naruto.
"Kau kenapa dobe?"
"Aku bosan teme, dan lapar…"
"Dasar dobe, tadi kan kau sudah sarapan…"
"Sarapan segitu bagi ku hanya baru minum segelas air, teme"
"Bukan kah kau tadi di beri Kyuubi biskuit?"
"Oh iya…! Hehe aku lupa" Naruto pun mengambil biskuit dari dalam lacinya.
Ia pun membuka bungkusnya dan memakan biskuit coklat yang berbentuk bola kecil itu, Sasuke pun kembali menatap novelnya, membiarkan Naruto makan. Tapi ada yang aneh, Sasuke pernah merasa melihat bungkus biskuit tersebut, tapi di mana? Ia pun mengalihkan pandangannya kembali ke Naruto dan menatap lekat sebuah tulisan di bungkus tersebut… tulisan itu pun di baca oleh Sasuke.
"Great for you dog… biscuit chocolate for you dog… dog food? Oi dobe baca tulisan di bungkus itu!"
"Eh, apa….? Eh? Dog food? DOG FOOD? KURANG AJAR KAU KYUUBI…..!" teriakan Naruto pun menggema di seluruh asrama.
%%%%%%%%
"Hah? Rasanya ada yang sedang mengamuk pada ku? Palingan juga Naruto" gumam Kyuubi yang lagi asik menung.
"Ada apa Kyuu?" tanya Deidara yang berada di samping kanan Kyuubi.
"Ntah lah, aku rasa Naruto sedang mengamuk"
"Oh~ Kyuu, nanti mau ikut aku ke kolam renang?"
"Untuk apa?"
"Aku mau menantang mu"
"Heh! Aku terima, apa hukumannya?" Kyuubi menatap Deidara serius.
"Jika aku kalah, aku akan membawa 10 keranjang apel dari Iwagakure, jika aku yang menang, kau harus lari keliling kolam renang 10 kali hanya memakai boxer… bagaimana?"
"Baik…"
Mendengar Kyuubi yang sudah setuju, Deidara pun memberi kode ke Sasori yang berada dua bangku dari Deidara. Sasori pun mengangguk, lalu ia pun menghadap ke arah Itachi yang berada di samping kirinya.
"Oi Itachi…" panggil Sasori. Itachi pun mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.
"Hn?" sautnya.
"Nanti temanin aku nguntit si Deidara, ya?"
"Memang kenapa?"
"Aku mau melihat nya apa yang ia lakukan nanti dengan Kyuubi, aku cemburu pada Kyuubi itu…" ucapnya dengan memasang wajah dingin saat menatap Kyuubi.
"Baiklah, jika ternyata Deidara melakukan yang tidak-tidak pada Kyuubi, aku akan membunuhnya" ucap Itachi dingin, dan membuat Sasori merinding.
"Ya, jika sebaliknya aku tak segan menghajar Kyuubi"
"Coba saja, kau akan ku habisi kau, Sasori"
"Tunggu dulu… ada apa dengan mu Tachi? Kenapa kau membela si Kyuubi itu?"
"Bukan urusan mu"
"Baiklah, tapi kau mau kan?"
"Hn"
"Fiuuhh~" Sasori pun menghela nafas, berdebat dengan Itachi adalah pilihan yang salah. Sasori pun memberi kode pada Deidara, di jawab dengan anggukan Deidara.
%%%%%%%%
Ternyata pagi ini asrama tidak melakukan ngajar-mengajar karna para guru dan kepala sekolah sedang sibuk dengan sebagian asrama yang rusak karna ulah Naruto.
Jadi para murid pun pada berkeliaran, termasuk Naruto ia sejak tadi berjalan sendirian tanpa arah, tadi rencananya dia mau ikut ke mana si Sasuke pergi. Tapi si Sasuke di culik sama Neji dan Shikamaru, jadi lah dia di sini berjalan tanpa arah. Ia ingin mengajak salah satu siswa atau pun siswi berbicara tapi ntah ngapa, siswa-siswi saat melihat Naruto langsung menutup hidung bahkan belum saja di hampiri ada salah satu siswa berambut indigo pingsan dengan wajah yang memerah dan darah yang keluar dari hidung.
Galau~ ya seorang Naruto Namikaze galau… karna gak ada yang bisa dia lakukan… tetapi kegalauannya hilang saat Gaara dan Kiba datang menghampiri Naruto. Wajahnya pun seketika cerah menderah.
"Naruto!" panggil Gaara.
"Wah… ada apa dengan mu Gaara? Wajah mu terlhat senang?"
"Haha… gak ada… Naruto kami punya permainan apa kau mau ikut?"
"Apa? Apa?"
"Mudah, kau harus jawab teka-teki ku saja" Kiba angkat bicara.
"Baiklah! Apa hukumannya?"
"Jika kau tak bisa jawab kau harus pergi ke belakang asrama ke tempat Sasuke, dalam waktu 3 menit, lalu saat sampai di depannya kau harus memanggil nama nya, di sana Shikamaru dan Neji akan mengawasi apakah kau menjalankan hukuman dari kami atau tidak, jika tidak kau bukan laki-laki sejati… Bagaimana?" Gaara menantang.
"Baik berikan aku teka-tekinya…!"
"Oke… dia hijau, aneh, berapi-api" Kiba memberi teka-taki. Gaara yang sedikit aneh dengan Kiba pun berbisik.
"Hey… bukan kah yang kau maksud Lee?" bisik Gaara di telinga Kiba sambil menatap wajah bingung Naruto.
"Yep…" jawab Kiba.
"Oh begitu… bagus!"
"Ayo Naruto apa jawabannya?" desak Kiba.
"Hmp…~ Katak yang terbakar?"
"Tet… salah… kau harus di hukum…" Kiba menyeringai.
"Eh? Ayo lah kasih teka-teki yang lain saja?"
"Tidak… kau harus di hukum Naruto"
"Jadi, aku harus ke belakang asrama dan bertemu Sasuke dan harus mengucap namanya?"
"Yep, benar sekali… sekarang lari…!"
"Eh t-tapi aku belum…"
"2 menit 58 detik lagi Naruto" ucap Gaara sambil menatap arlojinya.
Naruto pun panik, dengan cepat ia pun berlari kencang ke belakang asrama, waktunya tinggal 30 detik lagi, lalu pandangannya tertuju pada Sasuke yang sedang duduk di bawah pohon, Naruto pun berlari ke arah Sasuke dan berhenti tepat di depan Sasuke.
Sasuke pun mendonggakan kepalanya merasa ada yang menutupi sinar matahari, ia pun menatap Naruto dengan tatapan heran…
Nafas terengah-engah….
2 Kancing baju yang terbuka…
Dada yang naik turun menormalkan nafas…
Keringat yang membasahi tubuh…
Dan wajah yang memerah…
Terlihat menggoda~
Sasuke yang menatap Naruto yang seperti itu membuat pikirannya melayang-layang… apa lagi saat…
"Sa… Sasu… ke" panggil Naruto di sela-sela nafasnya yang terengah-engah…
Dan…
Croot…
Sasuke mimisan hebat dan pingsan seketika, Naruto pun panik…
"Oi…! Teme! Ada apa dengan mu!" teriak Naruto sambil terus menggoncang-goncang tubuh Sasuke.
Beberapa meter dari lokasi kejadian 4 orang pemuda sedang tertawa terbahak-bahak…
"Haha.. kau lihat kan wajahnya? Haha!" Gaara tertawa puas.
"Haha… tak ku sangka Uchiha bisa seperti itu!" Kiba tertawa setan.
"Kalian hebat bisa merubah wajah stoicnya seperti itu… haha" Neji merangkul sang uke Gaara.
"Merepotkan… tapi ku akui kalian hebat… haha" Shikamaru mengacak-acak rambut kiba.
%%%%%%%%%%%
Kita pergi ke kolam renang, tempat pertarungan Kyuubi dan Deidara…
Sasori dan Itachi sedang bersembunyi di di balik pintu masuk kolam renang, mereka menatap serius pada Kyuubi dan Deidara.
"Ayo kita mulai…" ajak Kyuubi, matanya menatap tajam ke Deidara.
"Sebuah anugerah jika kau menang dari ku Kyuubi Namikaze" Deidara merendahkan Kyuubi.
"Cih, ayo kita mulai"
Deidara dan Kyuubi pun bersiap-siap dan…
"Batu, gunting, kertas…!" teriak mereka bersama.
Sasori pun mengernyitkan dahinya…
"Aku kira mereka akan perang ninjutsu, ternyata batu, gunting kertas?"
.
.
"Kau kalah Kyuu… haha" Deidara menang dengan mengeluarkan gunting, sedangkan Kyuubi kertas.
"Aku tak bisa terima! Kau curang Dei!"
"Hey! Jelas-jelas aku yang menang…! Sekarang buka seragam mu dan lari keliling kolam! Dan karna kau menuduhku curang, hukuman mu ku tambah 10 putaran lagi…!"
"Aku tak mau!"
"Kau mau apel mu, ku binasakan dari muka bumi ini?" Deidara mengancam dengan wajah yang serius.
"Sial!"
"Ayo cepat…!"
"Ya! Cerewet!"
Kyuubi pun membuka pakaiannya dan sekarang hanya menggunakan boxer, ia pun langsung lari keliling kolam sebanyak 20 putaran…
"Hah… hah… puas?" Kyuubi menatap tajam Deidara. Kyuubi pun langsung jatuh berbaring di lantai. Deidara pun menyeringai…
Di dekat pintu kini, Itachi menatap lekat Kyuubi. Pikirannya pun melayang ntah kemana saat melihat Kyuubi yang…
Tubuh basah karna keringat…
Wajah yang memerah karna lelah…
Dada yang naik turun mengatur nafas…
Rambutnya yang basah karna keringat dan turun menutupi sebagian mata Kyuubi…
Dan dia terlihat SEXY~
Itachi pun pergi dari sana dengan memencet hidung, tetapi percuma darah dari hidungnya masih bisa keluar… Sasori, menatap punggung Itachi yang mulai menjauh…
"Haha… hanya karna Kyuubi kau berubah Tachi" gumam Sasori.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Uchiha bersaudara pun kini sedang terbaring di ruang kesehatan dengan banyak kekurangan darah… Naruto yang merasa bersalah berniat menjenguk Sasuke di ruang kesehatan, tapi langkahnya terhenti saat menatap orang yang di depannya… ia menatap orang itu tajam…
"Hai otouto" sapa Kyuubi dengan senyuman iblisnya.
Twitch…
"Kau…!" Naruto menahan emosi.
"Ada apa Naru-chan? Kenapa kau tak senang bertemu dengan aniki mu ini?"
"Bagaimana mau senang? Kau tega sekali memberi ku biskuit untuk anjing pada adik mu sendiri!"
"Hah~ hanya dog food, jangan marah…"
"MARAH? TENTU AKU MARAH! AKU INI MANUSIA BUKAN ANJING!"
"Oh~ kau manusia? Aku baru tau…"
Twitch… Twitch…
"Jangan marah Naru-chan, jika kau marah kau mirip wanita" ucap Kyuubi dengan tak sadar sudah mengucapkan mantra kematian untuknya.
"Katakan sekali lagi…" Naruto menunduk dengan tangan yang terkepal.
"Mirip wanita…" masih tak sadar.
"Katakan lagi…"
"Wani… hehe…" baru sadar… mau ngacir tapi terlambat.
"Tajju kagebushin no jutsu…! RASENGAN!"
Duaarrr…
"Uwwaaaa! Maaf Naruto…!" teriak Kyuubi menghindari serangan Naruto yang berjumlah lebih dari ratusan itu.
"Kali ini tak ada maaf!" teriak kagebushin Naruto serentak.
Tsunade yang sedang menuju kantornya tiba-tiba berhenti, saat melihat koridor asrama yang hancur lebur dengan banyak wujud Naruto sedang mengejar Kyuubi…
Twitch…
"NARUTO! KYUUBI! GANTI RUGI ASRAMA KU!"
Ck, Ck, Ck… Kushina, membiarkan anak mu sekolah di sana akan menghabis kan uang belanja mu… kasihan…
To Be Continued
=3
Omake…
Ceklek…
"Kenapa kau di sini baka aniki?" tanya Sasuke saat Itachi masuk ke dalam ruang kesehatan, dengan darah yang mewarnai tangannya.
"Seharusnya aku yang bertanya pada mu baka otouto? Kau kenapa di sini?" balik Itachi.
"Hanya perlu perawatan…"
"Kenapa?"
"Habis melihat malaikat turun ke bumi" ucap Sasuke sambil menyumbat hidungnya dengan selembar tissue.
"Oh… sama"
"Memang kau lihat apa baka aniki?"
"Melihat malaikat yang sedang mandi di kolam suci" Itachi mengambil tissue dan menyumbatnya ke hidung.
"Aku tak yakin kita bisa bertahan, tanpa merape mereka Sasuke…" Itachi menatap Sasuke yang di ada sebelahnya.
"Yah, sepertinya… aku juga tak yakin…"
"Ha-ah" mereka pun menghela nafas serempak.
Mind to Review…?
