Chap 2: Source of Curse.
.
.
"..." Speak
'...' Mind
.
.
Disclaimer: Colab Om Kishi sama ane.. haha..
Genre: Adventure, Humor/Romance/Fantasy
Rating: T+
Pair: Saku/Sasu dan Kyu/Naru
Warning: NotGodlikeNaruto/BitOoc/Femkyuu/Gaje/Typo
.
.
Resume:
Cerita kehidupan Naruto yang normal berubah menjadi kutukan. Semuanya menjadi kacau ketika pertamakalinya dia membangkitkan kemampuan Jinchurikinya..
...
...
...
Naruto Namikaze - age:13. Tall:147.5cm
Uchiha Sasuke -age: 13. Tall:153.2cm
Kurama -age:13 (Aslinya uda ribuan tahun). Tall:121.1cm.
.
.
.
.
.
# Morning at Training Area 44
.
*Naruto Pov*
Di danau inilah aku berlatih berlari diatas air seperti biasanya. Seperti yang dianjurkan Tou-san, aku menggunakan banyak kage bunshin untuk menambah exp yang kudapat dari latihan.
Sementara Sasuke, dan Sakura sparring dengan Kakashi sensei di sebuah tanah lapang yang berada ditepi sungai.
Tidak jauh dari tempat kami latihan. Dibawah bayangan pohon yang rindang, tampak seorang gadis berambut merah duduk dengan kedua telapak tangan didagunya dengan pandangan lurus ketempat kami latihan. Sesekali dia menghela nafasnya. Entah dia melamun atau hanya bosan dengan kegiatanya tersebut. Siapa lagi kalau bukan Uzumaki Kurama?
Oh iya, sudah dua bulan sejak kedatangan Kuu-chan kedalam kehidupan damaiku, maksudku yang dulunya damai.
Dia didaftarkan Tou-san sebagai sepupu jauh dari ibuku yang menetap didesa. Dan dia terpaksa duduk disana karena pagi tadi dia disuruh oleh Kaa-san (dengan senyum yang 'lembut') menemaniku latihan, dengan alasan supaya Kuu tidak kesepian kalau dirumah yang kosong (tentu saja Kaa-san dan Tou-san kerja).
Ah, dan kalian tidak boleh memanggilnya dengan 'Kuu-chan'! Bukannya aku sok posessif atau apa, hanya saja itu bisa menyebabkanmu menjadi trauma. (Ini disebabkan oleh dongeng dan cerita yang Kushina bacakan pada tiap malamnya untuk Kurama, lebih jelasnya di chap berikutnya)
Kenapa trauma? Hahaha.. apa kalian belum tahu? Atau belum mendengar infonya? Pada hari pertama dia masuk akademi. Tersebar berita beberapa guru dan murid ninja ditemukan tak sadarkan diri mengalami beberapa patah tulang dan luka dalam di beberapa tempat di Konoha (samping rumahku, jalan, kelas akademi, diatas atap, gang, dll).
Dengan bodohnya mereka yang mendekatinya dan memanggilnya "Kuu/chibi-Kuu/Kuu-chan/Kurama chan" dan sejenisnya masuk kerumah sakit. Jumlah korban tepatnya 10 genin 5 chunin dan 2 jounin pada hari pertama. Dan beberapa orang dihari berikutnya.
Diantara mereka yang menjadi korban ada yang menggoda, hanya menyapa atau mengajak kenalan. Ada juga guru yang memanggilnya seperti itu(mungkin untuk mengakrabkan diri atau karena tubuh Kuu yang pendek). Mereka tertipu dengan penampilanya yang mungil itu. Padahal kekuatanya seperti gorila yang kelaparan.
Begitulah ceritanya, setelah 3 hari berturut-turut. Berita mengemparkan itu menyebar. Dan ditetapkan aturan baru?(secara sepihak)? "Jangan mendekat, memberi makan, dan mengelus makhluk imut yang bernama 'Uzumaki Kurama' kalau masih sayang nyawa!"
Yah.. apa boleh buat. Kekuatan yang besar itu disebabkan karena dia adalah bagian dari Kyuubi yang berada didalam tubuhku. Akupun baru diberi tahu oleh ayah dan ibuku pada hari pertama kemunculanya. Yang tentu saja membuatku kaget setengah hidup?
Sekarang semua menjadi masuk akal bagiku. Kenapa aku memiliki regenasi yang lebih cepat dari ninja lain, chakra yang besar, wajah yang tampan dan otak yang jenius*lupakan dua yang terakhir.
Jangan khawatir... hanya aku dan kedua orang tuaku yang mengetahui bahwa Kuu-chan adalah Kyuubi. Semua orang cuma mengetahui bahwa Kyuubi masih tersegel didalam tubuhku. Dan tentu saja bahwa fakta ini tetap 100% benar.
Kuu chan menjelaskan kepada kami bahwa dia bukanlah Kyuubi seutuhnya. Melainkan medium/tubuh kosong dari Kyuubi. Seperti halnya Jyuubi, walaupun chakranya yang disegel sudah dibagi menjadi 9. Tubuh/medium aslinya tetap berada di bulan.
Karena itulah, meskipun cakra Kyuubi masih tersegel ditubuhku. Tubuhnya tetap terpisah di tempat lain. Tubuh Kurama yang sekarang adalah bentuk asal dari tubuh Kyuubi, sebelum dia dibungkus oleh chakra pekat yang penuh dengan emosi-emosi negatif Kyuubi.
Hanya saja, menurut Kuu chan. Kejadian yang membuatnya muncul kedunia manusia sangatlah tidak wajar menurutnya. Ini terjadi pertama kali baginya. Dia bilang, selama ini hidup dan tumbuh di "invisible world atau Limbo" yaitu dunia lain disekitar kita yang tidak bisa dilihat (sejenis dunia gaib).
Mungkin ini terjadi karena Kuu chan pertama kalinya dia disegel kedalam seorang Jinchuriki laki-laki. Meskipun dia sendiri tidak yakin akan hal itu.
Jadi, kesimpulanya dia bukan siluman maupun manusia normal. Dia mucul disebabkan efek samping dari penyegelan Kyuubi kedalam tubuhku. Tubuhnya tumbuh beriringan dengan pertumbuhan ku. Layaknya parasit yang hidup dari inangnya.
Meskipun dia memiliki susunan tubuh layaknya manusia normal (sistem chakra, reproduksi, syaraf, pernafasan dan seterusnya), dan memikiki asupan chakra yang sangat besar. Mungkin 2 kali lipat dari klan Uzumaki. Sangat disayangkan dia tidak bisa molding chakra (mengumpulkan/menciptakan chakra) untuk melakukan jutsu (mirip Lee dan guy).
Sebagai gantinya dia bisa melakukan enhance chakra dengan bebas keseluruh bagian tubuhnya (menyelimuti sebagian/seluruh tubuhya dengan chakra) sehingga dia bisa keningkatkan speed, defense, agility, sense (panca indra) dan attack.
.
.
BYURR! POFT! POFT!POFT!
Sebanyak 40 bunshin dari 50 yang kubuat menghilang. Mungkin sudah saatnya mereka kehabisan chakra.
Oh, kalian bertanya bagaimana dengan tubuhku?
Hm...
Entahlah... aku tidak ada merasakan hal aneh. Kualitas maupun kuantitas chakraku normal. Tidak ada perubahan besar yang kurasakan sejak munculnya Kuu chan.
Jadi akupun tetap menjalani aktifitas ninjaku seperti biasanya.
Tapi, kalau kalian tetap bersikeras menanyakan keadaan tubuhku.
Akan kukatakan satu hal...
"Hah.. hahh..hah.. sial! Capek sekali ternyata memaksimakan pengendalian chakra dengan 50 bunshin! SANGAT MELELAHKAN!" Teriakku kesal.
BOFT..BOFT..POFH..!
Dengan begitu seluruh bunshinku menghilang.
"Hei... ! Teriakanmu sudah menghancurkan mood melamunku! Duren jelek!"
Teriak Kuu yang sedang berdiri dan roti tergeletak tak jauh dihadapaynya. Sepertinya dia hendak memakanya, tapi terlempar karena terkejut dengan teriakanku barusan.
"Aku tidak mau mendengar itu dari sepupu yang memiliki papan cucian di dadanya! Hahahaha..." dengan begitu, aku pun berlari dengan cepat. Berusaha melarikan diri dari Kuu yang mengejarku dengan aura hitam.
"Hahaha... tangkap aku kalau bisa Kuu-cwaan!"
.
.
*Sasuke pov*
'Cih.. mesra sekali mereka berdua. Main lari-lari seperti itu. Meskipun aku yakin si duren itu lari sekencang yang dia bisa. Tentu saja kalau dia masih sayang nyawa' seraya mengangkat kedua tanganku untuk menahan tendangan Kakashi.
'Enak sekali si baka yang satu itu. Bisa menarik perhatian Kuu chan. Sedangkan aku dan laki-laki lain meskipun sudah memanggil dengan Uzumaki/Uzumaki san/Uzumaki sama. Hanya menghasilkan Kurama yang bahkan tidak menoleh sama sekali(tentu saja Sasuke tidak tahu kalau namanya bukanlah 'Uzumaki' Kurama, melainkan 'Kitsune' Kurama. Jadi wajar dia tidak menyahut). Arghh.. Bikin aku frustasi melihatnya!' Setelah melompat mundur, aku membentuk segel tora. Kemudian..
"Katon: Chou gokakyu no jutsu" (Ultra-Great Fire Technique)
Bola api sebesar dengan diameter 12 m itu disambut Kakashi dengan membuat dinding air yang diikuti jurus penjara air.
"Hebat kau Sasuke. Bisa menembakkan api yang sangat besar itu." Sahut Kakashi. Dia pun mengambil kunai dengan tanganya yang tidak memegang buku terkutuk yang berjudul 'icha-icha paradise' dan memanfaatkan kabut uap untuk menyerangku dari dekat.
'Che.. jurus itu belum sempurna. Aku masih belum bisa membuat api sebesar kakak-ku!' Batinku geram. Lalu aku memakai dua kunai dikedua tanganku untuk menangkis shuriken yang dilempar Kakashi. Dan menangkis beberapa serangan Kakashi. Kemudian dia masuk kembali ke dalam kabut yang mulai memudar.
"Hei, Sasuke! Apa kalian benar-benar serius mau masuk ujian chunin tahun ini? Kalian bisa mati loh. Hahaha...!"
Apa dia berusaha membuatku lengah dengan ancaman yang tidak meyakinkan itu?.
"KYAAAAAA!"
'Apa lagi sih yang dilakukan si pink? Hahh.. pasti dia terjebak dalam genjutsu sensei mesum itu lagi.
Yah, meskipun dia sudah sedikit lebih hebat dalam beberapa bulan ini. Apalagi kontrol cakranya. Membuat aku dan Naruto jadi iri. Cih!'
"Heh.. Ancaman sensei tidak akan membuat aku takut. Aku dan Naruto memastikan kami akan lulus tahun ini. Lebih baik sensei mulai serius melawanku kalau tidak ingin buku kesayanganmu itu terpanggang olehku!" Aku mengaktifkan Sharingan ku yang sudah memiliki 2 tomoe di keduanya.
"Yah.. meskipun kau dan Naruto memiliki kesempatan untuk jadi chunin. Bagaimana dengan Sakura? Tanpa dia, kalian tidak akan diijinkan ikut. Selain itu, kalau kau babak belur sekarang. Aku ragu kau bisa mengikuti ujian besok."
Kulihat Kakashi memasukan bukunya kedalam tas pinggangnya. Sepertinya dia mau mengakhiri sesi sparring hari ini.
"Tenang saja, aku dan si baka akan melindunginya. Jangan remehkan kami sensei! Hahhhhh!"
.
.
**1 jam kemudian**patung pahat raksasa wajah Hokage.
.
**Naruto pov**
"Hosh.. hosh.. hosh.. Ne.. Kuu chan apa sebaiknya kita akhiri saja main kucing-kucingan ini. Aku sudah lapar, bagaimana sebelum pulang aku akan mentraktirmu makan ramen?"
"Hosh hosh hosh..." Kurama pun berusaha menegakkan badanya.
"Hmph.. Ja-jangan kau kira kau bisa menyuapku dengan makanan jelek itu yah. Aku tidak akan memaafkanmu!"
"Hari ini ada diskon loh. Kau bisa makan 2 mangkuk kalau kau mau. Bagaimana? Apakah yang mulia Kuu-chan mau menerimanya?"
Aku menampakkan seringai tipis.
'sudah saatnya' batinku
KRUYUUUKKK..
"..."
"..."
"Ba-Baikalah, karena karena aku orang yang berlapang dada(tentu saja dadanya lapang seperti lapangan bola). Aku akan memaafkanmu. Tapi aku akan minta 3 porsi!" Dia pun memalingkan wajahnya dan melangkah mendahuluiku menuju warung ramen yang sudah beberapa kali kami kunjungi.
'Haha.. tidak sia-sia aku memerhatikan Kuu-chan selama ini. Aku sudah tahu kalau instingnya sangat tajam. Setiap 3 kali sehari dengan pasti alarm ditubuhnya akan meminta haknya. Dengan begitu aku memiliki hal untuk negosiasi. Apalagi tadi dia tidak sempat memakan bekal makan siangnya. He he…'
Aku pun mengikuti Kuu dibelakang sambil memperhatikan rambut merah berkepang Kuu yang berayun kekanan kekiri mengikuti irama langkahnya. Saat ini Kuu chan memakai kaos dan rok hijau dan sweater kecil berwarna krem. Memakai dasi sailor putih dan stoking hitam. (Sedikit mirip dengan yang dicover). Dia tidak memakai accesoris pelindung Konoha ditubuhnya. Karena gennin pun dia tidak. Dia ke Akademi hanya mengikuti kelas yang di ajar oleh Kaa-san. Hanya pengetahuan umum dan sedikit beladiri.
Kaa-san lah yang mengurus pakaian dan penampilan Kuu. Mulai dari rambut, hingga ujung kaki. Aku pun suka melihat wajah Kaa-san yang berseri bahagia ketika mendandani Kuu. Kaa-san pernah bilang bahwa versi Kuu chan yang sekarang sangat berbeda dengan apa yang ditemui Kaa-san dulu sewaktu masih jadi Jinchuriki. Dia bergumam tentang lebih mature, dewasa, besar, dan mempesona? Entah apa yang dimaksudnya saat itu.
Oh, iya apa kalian ingin tahu kenapa aku sering menjahili Kuu?
Aku melakukanya bukan karena hobi atau karena aku ini seorang masocis (karena beberapa kali aku hampir mati karena menjahilinya) bukan pula karena aku orang jahat yang suka membuly dan mengganggu orang.
Ini bermula saat aku tidak sengaja melihat Kuu menangis dari jendela kamarnya (dia tidur dikamar tamu rumah kami sekarang). Meskipun dia itu Kyuubi yang kuat. Tetap saja dia memili sisi lain dari dirinya. Selama ini dia hanya tersenyum ketika bersama Kaa-san.
Aku pun bingung. Kenapa Kaa-san tidak takut dengan makhluk yang sering disebut orang sebagai monster. Ketika aku bertanya kepada ayah. Dia hanya berkata.
"Yang namanya wanita itu memiliki rahasia berharga baginya."
Tetap saja itu membuatku bingung. Hingga beberapa hari kemudian aku mendapat mimpi aneh seperti biasaya. Berkali-kali aku mendapat mimpi buruk. Aku dipaksa melihat darah ditanganku, kubangan kotor, mayat dimana-mana, rantai belenggu, kebakaran dan hal-hal yang membuatku ingin muntah.
Aku tetap merahasiakanya dari semuanya. Termasuk orang tuaku, Kuu chan, dan teman-temanku. Dan berharap tidak akan pernah memberitahukanya. Karena aku yakin itu adalah 'rahasia berharga' milik Kuu chan. Bagaimana dia menghabiskan beribu-ribu tahun yang dihadapinya dalam tubuh para Jinchuriki sebelumnya.
Karena itulah aku berusaha membuatnya bahagia, mengalihkanya dari ingatan-ingatan mengerikan itu dan melupakannya. Ada hal yang masih ku ingat tentang perkataan Mito oba-san yang sering Kaa-san ceritakan sebelum aku tidur(tentu saja saat itu aku masih kecil dan tidur bersama kedua orang tuaku).
"Kita memang ada untuk wadah Kyuubi, tapi sebelumnya kita harus memenuhi diri kita dengan cinta, dengan itu kita akan hidup bahagia sebagai Jinchuriki"
'Cinta? Hmm.. Aku belum tahu pasti apa itu.
Yang jelas hanya satu yang membuatku bahagia saat ini. Yaitu melindungi Kuu-chan!'
.
.
**Takeuchi ramen shop**
Setelah Naruto dan Kurama sampai diramen shop. Mereka bertemu dengan Kakashi, Sasuke, dan Sakura.
"Yo..Naruto kami sudah menunggu. Sudah kuduga kau akan kesini untuk makan siang" Sapa Kakashi yang duduk disebelah kiri Sasuke dan Sakura.
Setelah Naruto dan Kurama duduk, Kakashi berujar "Baiklah karena kalian sudah lengkap, mari kita mulai pesta perayaan kalian masuk ujian chunin"
"Apakah sensei yang mentraktir kami?" Tanya Naruto antusias.
"Tentu saja kalian bayar masing-masing." Sahut Kakashi santai.
"Sensei pelit!"
"Aku tidak pelit. Hanya sedang irit saja"
.bla.
.bla.
Sementara itu Kuu sudah memesan 3 ramen ke paman takeuchi dan mulai memakanya satu persatu.
Sasuke yang saat itu makan memandang Kurama dengan senyum penuh arti?
Sakura yang disamping Sasuke dari tadi sudah kegirangan karena duduk disamping Sasuke. Jadi mereka tidak memperharikan adu mulut Naruto dan Kakashi.
.
.
*Besok hari* at morning *Uchiha residence*
"Sasuke berjuanglah, kakak yakin kau akan berhasil!" Senyum Itachi.
"Jangan kalah dengan anak Hokage Sasuke! Berusahalah sekuat tenaga! Hajar dia! Jangan sampai kalah! Tunjukan masa mudamu!" Seru Fugaku dengan wajah datarnya sementara Itachi dan Sasuke sweatdrop.
"Apa yang kau katakan Anata? Apa jadinya kalau orang mendengar kepala polisi desa menyuruh anaknya berkelahi dengan anak Hokage?"sahut Mikoto seraya menyerahkan Sasuke bento.
"Tenang saja Tou-san, meskipun kami berdua adalah Best Rokie tahun ini dan teman satu tim. Aku akan mengalahkanya dan merebut Kuu chan dari tanganya!" Seru Sasuke seraya membuka pintu dan berkata "Aku berangkaat!"
"…"
"..."
Sementara mereka yang dirumah masih kaget dengan apa yang dikatakan Sasuke tadi?
"Araa~.. Sasuke chan ternyata sudah dewasa. Kau jangan sampai kalah Itachi kun. Kapan kau mendapatkan pasangan dan membuatkan cucu yang banyak untuk ibu?" Senyum Mikoto.
Sementara Fugaku hanya mangut-mangut tak jelas.
"Bu-bukan urusan ibu! Ha-hari ini aku ada tugas dari Hokage!" Itachi hanya bisa memalingkan wajahnya yang memerah malu dan kembali kekamarnya dengan diam. 'Jangan sampai kata-kata ibu barusan membuatku sampai membantai seluruh klan-ku untuk menutupi hal memalukan ini... uhh!' batin Itachi.
.
.
.
.
.
Sudah 6 hari berlalu. Yondaime memutuskan ujian chunin hanya akan berlangsung selama seminggu. Karena sebulan terlalu lama, kasihan para kage, tamu penting dan ninja lain yang datang dari negri yang jauh.
Senin, untuk ujian tertulis, dilanjutkan ujian survival di Death Forest (a.k.a Hutan Kematian) pada selasa-kamis, jum'at untuk seleksi final, sedangkan sabtu dan minggu final.
Jadi para ninja harus dengan bijaksana untuk memutuskan untuk menggunakan fisik dan mental mereka. Apakah mereka melakukan full offense pada survival test? Atau harus menghemat untuk seleksi final, dan final?
.
.
*Jum'at sore* kediaman Naruto.
"Hahhh... hari yang melelahkan...Okaeri Kaa-san" teriak Naruto.
"Tadaima naru chan, bagaimana hasil ujianya?" Sahut Kushina yang memakai celemek di tubuhnya dan pisau dapur ditanganya? seraya mendekati Naruto.
"Ah, tentu saja aku dan Sasuke masuk final dengan mudah. Enam orang lainya ialah Neji, Shikamaru, Shino, Kankuro, Temari dan Gaara" sahut Naruto seraya melepaskan sandal.
"Kaa-san masak apa malam ini?" Tanya Naruto dengan wajah yang mengatakan 'semoga spesial ramen' kepada ibunya.
"Fufufu.. sayang sekali, ibu masak kari ayam pedas kesukaan Kuu chan malam ini. Sudah, ganti baju dan mandi dulu sana!"
Naruto pun melangkah kekamarnya di lantai dua dengan lemas.
"Bagaimana dengan Sakura teman satu tim mu?" Tanya Kushina yang kembali ke dapur.
Naruto yang sudah turun membawa handuk hendak membuka kamar mandi menyahut "oh, dia seri melawan rivalnya Ino pada saat selesksi final. Benar-benar pertarungan yang sengit" sahut Naruto sambil tersenyum kepada ibunya.
Kreeek...
Ketika Naruto membuka pintu kamar mandi, senyum dimukanya tergantikan oleh senyum yang dipaksakan dan gemetar seluruh tubuhnya..
"Eh?" Kuu berpaling menuju pintu yang dibuka
"Kyaaaa...! Naruto b-bakaaa! Tutup pintunya Mesum idiot!" Naruto pun langsung menutup pintunya dan berlari sambil meminta maaf. Sementara Kurama langsung menceburkan seluruh badanya kedalam bak mandi.
Pipinya terasa panas.
Deg..
Entah kenapa jantungnya berdetak keras.
Deg...deg..
Entah kenapa sejak sebulan terakhir dia merasakan ada yang aneh didadanya.
Deg...deg..deg..
'Ugh..! Aku harus tenang! Jangan terbawa suasana! Dia hanya si kuning idiot yang membuatku marah setiap hari batin Kurama.
Meski ini adalah kedua kalinya Naruto melihat seluruh tubuhnya.
Sejak hari pertama berlalu, Kushina selalu menasehatinya bahwa Kurama harus berhati-hati terhadap yang namanya pria kalau tidak mau perutnya menjadi kembung? 'Hm.. aku pun masih kurang mengerti dengan menggelembung? Tapi, semenjak aku terbiasa berada di samping Naruto. Dia berhasil menarik perhatianku (meskipun itu kemarahanku) tapi, entah kenapa disisi lain aku merasa senang. Dan mulai melupakan apa yang namanya kesepian itu. Karena tanpa sadar, entah kenapa dia selalu muncul saat aku merasa kosong dan sendirian.' Batin Kurama.
"Ugh...yang jelas awas saja kau Naruto. Aku akan membantaimu malam ini!" Kurama pun menyudahi mandinya dan berpakaian
.
.
"Kushina-chan.. dimana bocah kuning itu?" Tanya Kurama yang baru selesai berpakaian.
"Ah, Kuu-chan.. dia makan tergesa-gesa dan langsung keluar dan bilang akan kerumah Sasuke. Sepertinya dia akan bermalam disana malam ini" jawabnya
"Awas saja.. tak akan kubiarkan dia membuat perutku menggelembung! Bisa-bisa aku tidak bisa makan kari kesukaanku nantinya." Seru Kurama sambil mengkepal tangan kirinya.
Kushina yang mengerti apa yang dimaksudnya dengan 'menggelembung' hanya bisa mengkikik geli.
"Maafkan dia Kuu chan. Tadi itu tidak disengaja olehnya. Ya sudah kita makan berdua saja. Minato kun akan pulang malam. Karena masih ada urusan untuk final exam chunin besok"
Mereka berdua pun menikmati makan malam dengan tenang. Dilanjutkan nonton tv bareng.
.
.
Andai saja Kurama tahu. Apa yang dimaksud dengan perut menggelembung itu (Fufu..Author menyeringai mesum).
.
.
.
*Kediaman Uchiha*
"Itachi Nii-chan~... boleh kah naru numpang mandi dan menginap lagi dirumah Nii-chan?" Pinta Naruto dengan puppy eyes no jutsunya.
"Tentu saja, Nii-chan yang baik ini membolehkan mu. Benarkan Tou-san?" sahut Itachi.
"Ya.. silakan saja. Istirahatlah yang cukup malam ini. Karena besok ada ujian final chunin. Sasuke pun pasti akan senang kau menemaninya malam ini. Ha ha ha..." sahut Fugaku dengan sedikit senyum.
'Ck.. mana ayah yang sebelumnya menyuruh anaknya ini mengalahkan si baka? Dan Itachi nii, seperti biasa bawaan alaminya soal brother complex. Hahh...' batin Sasuke pasrah. Dia pun tidak kebetatan sih soal ini. Soalnya Naruto sudah sering bermalam tidur dikamarnya atau kakaknya.
Sementara Mikoto lagi asyik nonton sinetron di TV. Seperti halnya Kurama dan Kushina ditempat lainya.
.
.
## Keesokan harinya - Konoha Dome- ##
Konoha dome sudah diupgrade beberapa bulan yang lalu. Sehingga menjadi lebih besar dari arena sebelumnya. Berbentuk lingkaran sempurna dengan diameter 200 meter dan bangku penonton sejumlah 5.484 buah. Lapangan dilengkapi dengan 2 pohon rindang dan 1 kolam kecil.
Kemudian setelah diadakan undian dengan menarik nomer urut battle sebelum acara dimulai (ini ditujukan untuk mencegah kemungkinan ada sabotase sebelum acara final. Karena mereka tidak bisa mengetahui siapa lawan mereka sebelum hari pertandingan). Dengan hasil undian .
.
.
1st battle Nara Shikamaru vs Sabaku Temari
2nd battle Aburame Shino vs Sabaku Gaara
3rd battle Sabaku Kankuro vs Sasuke Uchiha
4th battle Namikaze Naruto vs Hyuuga Neji
.
.
Kushina dan Kurama saat ini sedang duduk di salah satu bangku VIP(tepatnya disamping jejeran kursi para kage dan daimyo) Di kanan kiri mereka adalah tamu-tamu terhormat dari beberapa negara. Kebanyakan mereka menatap dengan heran dan kagum kepada sepasang rambut berwarna merah.
"Kushina chan, kenapa mereka menatap aneh kepada kita?" Kurama yang merasa risih ditatap, berbisik dengan Kushina.
"Tenang saja, itu karena hari ini kau terlihat sangat manis Kuu chan. Jangan salahkan mereka yang terpesona dengan penampilanmu. Apalagi karena kau duduk disamping seorang istri Hokage. Fufufu..."
Benar saja, saat ini keduanya memakai kimono dengan tema yang serupa. Kimono berwarna orange dengan lukisan Sakura menghiasi permukaanya. Serta motif gulungan ombak dibagian ujung lengan dan kaki. Kushina yang rambutnya tergerai memamerkan senyum manis kesemua orang.
Sedangkan Kurama yang rambutnya dikepang dari tadi menatap balik orang-orang dengan death glare pamungkasnya dan sekali-sekali membuang mukanya (meskipun orang-orang menyalah artikan pandangan intens dari Kurama tersebut dengan tatapan yang mempesona dari seorang anak yang pemalu, imut dan manis).
"Kapan sih giliran Naruto, apa masih lama Kushina chan?"
"Sabar sedikit, Naruto mendapat giliran tetakhir. Jadi duduk saja yang manis disampingku. Ok?" Jelas Kushina dengan aura keibuan yang berusaha menenangkan anaknya.
.
.
.
.
Pertandingan pertama berlangsung cukup lama. Mungkin sekitar satu setengah jam. Meskipun penonton merasa bosan pada awal pertandingan, entah kenapa beberapa saat kemudian mereka menjadi terpukau hingga berdecak kagum terkesan saat bocah nara menjalankan strategi bertarungnya seperti membaca langkah lawan.
Pertandingan ini dimenangkan oleh Shikamaru dengan keberhasilanya menangkap Temari dengan kagenui(bayangan pengikat)-nya yang diikuti ancaman akan membuat Temari telanjang bulat ditengah lapangan. Yang membuat banyak penonton laki-laki menelan ludah dan tertegun mendengarnya. Sementara Kazekage dalam hatinya sudah meyakinkan akan melakukan perang dengan Konoha kalau sampai hal ini benar-benar terjadi.
Awalnya Temari tentu saja menolak menyerah. Tetapi dia tak berkutik ketika Shikamaru benar-benar serius membuatnya mencoba melepas pakaianya. Temari yang tidak ingin membuat dirinya dan ayahnya lebih malu menyerah begitu saja.
Dan saat Shikamaru dimintai memberikan komentar tentang kemenanganya. Dia hanya bergumam seraya melangkah keluar lapangan.
"Benar-benar merepotkan sekali...! Seandainya saja aku tidak diancam oleh ibuku, mungkin aku akan memilih menyerah saja."
Penuturan tersebut membuat hampir seluruh penonton terjungkal dari duduknya. Benar-benar tipikal Nara, bahkan tidak memiki motifasi untuk menang.
.
.
Pertarungan kedua pada akhirnya dimenangkan oleh Gaara.
Awalnya Shino berusaha untuk menyuntikkan racun melalui serangganya. Tetapi usahanya gagal karena perlindungan pasir sempurna milik Gaara. Sehingga Shino melawanya dengan rencana lain yakni menghabiskan chakra Gaara.
Meskipun Shino beberapa kali menghancurkan pasir bergerak Gaara (yang digunakanya untuk menyerang) dengan menyuruh serangganya untuk memakan chakra yang mengalir dalam pasir. Tetap saja pasir itu tanpa habis-habisnya muncul dan membuat Shino kewalahan dan terus menghindar dan mengulur waktu dengan harapan Gaara akan kehabisan chakranya.
1 jam sudah berlalu dengan perlawanan sengit oleh Shino. Dan semua serangga pemakan chakranya sudah kekenyangan. Akhirnya dia mengumumkan menyerah kepada wasit.
Setelah itu dia langsung menghilang dari lapangan tanpa memberi komentar apapun. Meninggalkan Gaara yang tidak peduli akan hal itu.
.
.
Ketika Kankuro dan Sasuke sudah saling berhadapan di arena. Suara riuh pun terdengar diseluruh bangku penonton. Tentu saja, mereka tidak sabar ingin menyaksikan pertarungan salah Uchiha muda yang menjadi best rookie Konoha tahun ini.
"Uhuk... uhuk… Baiklah.. Pertandingan ini... Mulai!" Hayate pun langsung mundur membiarkan peserta memulai pertarunganya.
"Heh..aku akan mengalahkanmu Uchiha sombong! Heaaa...!" Teriak Kankuro seraya menyerbu Sasuke.
"Heh, coba saja keberuntunganmu!" Sahut Sasuke dengan seringainya.
.
.
**Kage seat**
"Wah, hebat sekali kau Sabaku san. Ketiga anakmu masuk final. Apalagi anakmu yang paling muda, jelas sekali dia memiliki kejeniusan yang kau punya. Bahkan dia mengendalikan pasir seperti-mu" Puji Minato yang saat ini melihat Sasuke menyemburkan bola apa raksasa pada Kankuro
"Haa ha ha ha.. yah, itu benar sekali Namikaze san. Anak-anakku memang hebat apa lagi yang paling kecil itu" Kazekage berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataanya."Tapi..., sangat disayangkan. Ia tidak pernah bertemu ibunya. 13 tahun yang lalu, aku kehilangan 2 orang terdekatku... Sandaime dan istriku menjadi korban Akatsuki!" Kazekage menyaksikan Kankuro mengeluarkan salah satu bonekanya dan melakukan serangan kombinasi.
"Maafkan aku kalau aku mengingatkanmu akan kenangan pahitmu sabaku san" rutuk Minato.
"Tidak apa.. Aku maklum akan hal itu. Bagaimana dengan Konoha? Apakah kalian mendapat info baru mengenai Akatsuki? Terakhir aku mendengar salah satu sanin berkhianat pada Konoha dan bergabung dengan organisasi terkutuk itu?" Kazekage tersenyum ketika melihat Sasuke tidak bisa bergerak karena terikan perban dan diapit oleh dua boneka Kankuro.
"Tidak, sudah 10 tahun kami belum tahu kabarnya. Sementara ini, Jiraiya, seorang sanin katak masih berusaha melacaknya." Sahut Minato.
.
.
*Lapangan arena*
DHUAAARRR!
Tiba-tiba Sasuke yang tertusuk itu meledak membuat Kankuro kaget dibuatnya.
'Bunshin peledak? Darimana bocah ekor bebek menguasai teknik rumit itu?' Batin Kankuro.
Meskipun keterkejutanya tidak berlangsung lama. Karena Sasuke yang tiba-tiba muncul menggantikan boneka yang ada digendongan Kankuro dan mengarahkan kunai kelehernya.
"Se-sejak kapan?" Tanya Kankuro.
"Setelah bunshinku meledak, aku melakukan henge dan membiarkanmu menarikku ke titik buta-mu. Meskipun aku tidak suka menyerang dari belakang dan meniru trik murahan ini dari seseorang. Aku harus menghemat chakraku untuk melawanya nanti. Bagaimana? Menyerah atau kehilangan kepala?"
'Yang benar saja? Aku tidak ingin mati perjaka' batin Kankuro.
"A-aku menyerah" sahutnya.
.
Riuh tepuk tangan penonton bergema diseluruh arena.
.
"Ternyata keturunan Uchiha memang tetap luar biasa. Meskipun sepertinya Uchiha muda satu ini tidak sepamer dan tidak terlalu narsis seperti Uchiha-uchiha sebelumnya" Kazekage merasa tidak bisa memungkiri kehebatan Uchiha. Meskipun anaknya yang kalah.
"Ha..ha..ha... Be-begitulah." Sahut Minato dengan kikuk
'Andai saja Kazekage tahu sifat aslinya. Bagaimana kenarsisan dan seringnya Sasuke pamer akan jurus-jurus yang diajarkan Itachi dihadapan Naruto. Pasti dia akan mencabut kembali kata-katanya barusan.' Batin Minato.
.
.
"Naruto! Jangan sampai kalah!" Itulan komentar Sasuke sebelum naik menuju Kakashi, Sakura dan Naruto.
.
.
Setengah menit kemudian Neji dan Naruto sudah saling berhadapan di Arena. Dengan tatapan serius.
.
.
.
.
"Ehem.. uhuk..uhukk.. baiklah.. ronde terakhir hari ini.. dimulai!" Seru Hayate.
.
.
"Baikalah aku akan langsung serius Neji. Bersiaplah!"
"Kapanpun kau mau, datanglah!"
Kemudian Naruto melemparkan 2 kunai yang dialiri chakra mengarah tepat menuju Neji. Dan tangan kirinya melemparkan 3 kunai lain yang dialiri chakra ke sebelah kanan Neji. Sementara Naruto berlari lurus kesebelah kiri Neji dengan tangan kosong.
'Heh... dia berani sekali mengajakku bertarung jarak dekat dengan melempar 5 kunai itu sebagai umpan. Aku sudah mendengar bahwa kau bisa menggunakan Hiraisin no jutsu milik ayahmu. Tapi, kaiten ku akan menghempaskanmu dari arah manapun kau menyerang. Heh, kau akan menyesalinya. Akan kuakhiri dalam sekejap!' Batin Neji.
"Byakugan!"
Kemudian dia berlari ke arah kirinya menghindari 5 kunai tersebut untuk menyambut Naruto dengan kuda-kudanya.
Diluar dugaan Neji, setelah Naruto mengguanakan segel. Naruto tetap maju menghadangnya dengan tangan kanan mengepal hendak memukulnya.
'Apa? Dia tidak berteleportasi? Segel apa barusan? Apa dia bodoh mengira bisa mengalahkan pengguna juken hanya dengan memakai taijutsu?' Neji pun tidak ambil pusing dan mengarahkan jarinya hendak menyerang tenketsu milik Naruto.
JLEB. JLEB! JLEB!
"Ukh! Ap-?" Rasa sakit dan terkejut karena serangan dari 3 kunai yang menancap di punggung kanan Neji menghentikan usahanya untuk menyerang Naruto.'Sejak kapan?' batinya.
Disaat yang sama kepalan tangan Naruto mengenai wajah Neji dan membuatnya terpelanting sekitar 10 meter.
"Ukhh.. barusan apa yang terjadi? " Tanya Neji berusaha bangun dari jatuhnya. Tetapi, terhenti ketika dia merasakan benda tajam menyentuh lehernya dari depan.
"Maaf Neji san... Aku menang" senyum Naruto.
.
.
.
Semuanya tercengang diam sesaat.
.
.
WOOOOOOOOOAAAAAH.
PLOK PLOK PLOK...
Kemudian seluruh arena gaduh oleh sorak dan tepuk tangan.
Apa yang dilihat mereka barusan adalah pertarungan tercepat dan terkeren.
Bahkan ada sebagian yang mengumpat karena tidak sempat menyaksikan apa yang terjadi.
Ada juga yang tidak mengerti apa yang terjadi, meskipun menyaksikanya.
.
.
.
"Wah...ternyata orang jenius itu benar-benar ada Namikaze san" Kazekage seraya bertepuk tangan.
Sementara Minato, Kushina, dan Kurama hanya tersenyum penuh arti.
'Kami percaya padamu Naruto'
.
.
.
.
.
Tbc.
.
.
.
Oh, ada yang penasaran apa yang terjadi?
Yang dilakukan Naruto sangatlah simple.
Dia hanya mengubah arah 3 kunai menggunakan salah satu dari 2 kunai yang sudah dia pasang segel teleportasinya.
Sebenarnya ke 5 kunai itu terdapat segel. Dan bia bisa mengaktifkanya dari jarak jauh selama chakranya masih menepel . Tetapi setelah dipakai tentu saja chakranya hilang. Jadi dia hanya bisa melakukanya satu kali.
.
.
.
Maaf, sementara ini saya masih membangun plot cerita. Jadi masih belum bisa nyuguhin banyak battle dan romance. Nanti ceritanya mulai serius di romance dan battle sesudah Naruto sedikit dewasa. Maklum dia dan Kurama masih dalam tahap unyu-unyu nya. Mereka masih belum tercemar oleh kemesuman Jiraiya dan Kakashi. Haha...
.
Sekalian saya menyampaikan spoiler bagi reader yang lain. Karena sebagian sudah ada yang tau. Efek samping Kuu chan nongol di dunia nyata ialah:
Naruto tidak bisa memakai chakra Kyuubi yang tersegel dalam dirinya.
Jadi, tidak seperti jincuriki yang lain, semarah atau seingin apapun, Naruto tidak bisa membuat chakra Kyuubi merembes dari segelnya.
Singkatnya dia tidak bisa mengaktifkan Kyuubi mode.
Oh, iya bagaimana menurut kalian tentang cover fic-nya? Fufu..
Tolong review lagi yah.. :)
Aoi out
.
.
Terimakasih buat reviewnnya:
.
Kuroki Kaze-san
Nanase Akira
Sarutobi RianMaru
mudiantoro
Rival. Chivass. Namikaze
Silent reader tobat
HarisHeavenStar
Yogi. 35912
Bagus A Namikaze
altadinata
syafria meily
mudiantoro
Nokia 7610
Uchiha drac
.
Dan makasih buat yang nga login.
.
.
.
.
.
