New World for Naruto
Disclaimer : Highschool DXD Ichie Ishibumi & Naruto Masashi Kishimoto
Genre : Fantasy, Romance, Supranatural, Slice of Comedy, Slice of School, dll.
Pair : Naruto X ...
Rate : M
Summary : Naruto yang sudah mengalahkan Kaguya dan menang bertarung melawan Sasuke di lembah akhir mendapat tawaran dari Rikudo Sannin, yaitu pergi ke dimensi lain.
Warning : GaJe, Newbie, OC, OOC, Typo, dll.
.
.
.
Walaupun cerita ini terkesan Monoton, Author berharap masih ada yang membacanya.
.
.
.
Chapter 2 : Mencari Kerja
Naruto PoV
Kuoh City. Disinilah aku sekarang. Tempat dimana aku akan menjalani hari-hariku hingga akhir hayat. Kuarahkan kepalaku kearah kanan dan kiri untuk melihat-lihat betapa bedanya dunia ini dibandingkan dengan duniaku yang dulu. Dapat kulihat sebuah taman di tengah-tengah pusat kota ini, ada yang lagi piknik, ada yang lagi lari pagi, anak-anak yang sedang bermain, hingga ada beberapa pasangan yang lagi asiknya pacaran. Huh, enaknya punya kekasih.
Hah~ aku belum menjawab perasaan Hinata waktu itu, aku ingin membalas perasaannya tapi entah kapan itu akan terjadi. Apa benar kami akan bertemu lagi? Maksudku walaupun kami bertemu lagi mungkin saja hatinya sudah berpaling ke laki-laki lain, siapa tahu. Apa aku cari pacar saja ya, untuk jaga-jaga saja bila nanti Hinata sudah berpindah hati ke yang lebih baik dariku. Tapi bagaimana bila ia masih mencintaiku? Dia pasti akan kecewa, hadeeeh. Yah aku akan menjelaskan kepadanya nanti dan sekarang aku harus mencari kerja karena rumah dan uang yang ditinggalkan kepadaku dan mungkin kepada 'mereka' juga hanya cukup untuk sebulan.
Bila dipikir-pikir lagi bukankah Rikudo Sannin telah mempersiapkan semua dari awal, seperti ia sudah tau aku akan menerima penawarannya saja. Yah dia memang mempersiapkan segalanya seperti rumah, uang untuk sebulan, dan juga sekolah. Tunggu dulu, sekolah? Ya, sekolah. Dia sudah mendaftarkan ku mungkin juga 'mereka' ke sekolah. Sekolah, hah~ kenapa harus sekolah sih, lagipula pelajarannya nanti pasti berbeda dengan yang diajarkan di dunia Shinobi. Dan DIA TAU ITU, hah~ perlu kalian tau bahwa Rikudo Sannin menaruh beberapa buku pelajaran dengan catatannya, 'Ini kuberi kalian buku untuk menunjang pendidikan kalian yang tertinggal di dunia ini. Pelajaran di dunia ini berbeda dan ada beberapa tingkatan. Kalian telah melewatkan 2 tingkatan, dan kalian sekarang ada di tingkatan yang ketiga, SMA. Jadi pelajarilah semua buku yang kuberikan itu, semoga kalian baik-baik saja'. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan olehnya, tapi yah itu untuk bekalku di dunia baruku ini, jadi akan kupelajari saja walaupun dengan otakku yang bodoh ini.
Well, setelah kulihat-lihat sekitar kota ada beberapa orang laki-laki yang berkerumun di depan sebuah kafe yang di jendelanya terdapat tulisan 'DICARI SEORANG YANG INGIN BEKERJA SEBAGAI PELAYAN KAFE. NOTE : HANYA UNTUK LAKI-LAKI TAMPAN, JIKA KAU MELAMAR TAPI WAJAHMU TIDAK TAMPAN MAKA KAU AKAN DIKENAKAN SANKSI BEKERJA DISINI SELAMA 1 TAHUN TANPA DIBAYAR'. Pft, aku hanya bisa tertawa kecil melihat tulisan itu dan semua laki-laki yang ada disana menggerutu tidak jelas. Oh ayolah apa mereka bodoh? Mana mungkin jika pelamar yang melamar disitu jika tidak tampan disuruh bekerja 1 tahun tanpa dibayar pula. Itu mungkin hanya untuk mengetes siapa saja yang benar-benar niat untuk bekerja. Dan aku bertaruh bahwa pemilik kafe itu sudah seringkali mendapat pekerja yang tidak niat, misalnya berhenti tiba-tiba tanpa pemberitahuan ataupun yang hanya malas-malasan.
Yah sudahlah, aku akan melamar disitu. Setelah aku masuk ke kafe itu dapat kulihat di sebelah kiri terdapat beberapa pelanggan yang lagi nongkrong, baik yang ingin menikmati makanan dan minuman disini maupun yang hanya memesan makanan atau minuman yang termurah hanya untuk memainkan sebuah benda berbentuk persegi panjang, entahlah apa itu yang pasti mereka sangat senang memegang itu. Kemudian kulihat di sebelah kanan, terdapat 3 orang perempuan yang cukup cantik menurutku. Mereka bertiga sepertinya pekerja ditempat ini dan langsung saja kutanyakan dimana pemilik tempat ini untuk memberitahu bahwa aku ingin bekerja disini dan langsung saja diarahkan ke sebuah ruang.
Setelah aku tiba di ruang itu dapat kulihat seorang perempuan yang mungkin kira-kira seumur denganku berwajah cantik dengan surai panjang berwarna oranye-kecokelatan dan kedua iris yang berwarna senada. Itu menyejukkan mataku, langsung saja aku duduk dihadapannya ketika dia menyuruhku duduk. Kami dipisahkan oleh sebuah meja yang cukup besar, aku ingin mengatakan apa tujuanku kemari kepadanya tapi langsung disela olehnya.
"Kau diterima bekerja disini," ucapnya yang membuatku terperangah ketika mendengarnya. Dan ketika aku ingin menanyakan alasan kenapa aku langsung diterima bekerja disini dia menyela lagi.
"Aku tau apa yang kau pikirkan, kami hanya menerima orang yang punya keinginan kuat untuk bekerja. Aku menjamin kalau kau juga sudah melihat tulisan yang ada di depan jendela dan melihat kau yang datang kesini saja dapat diasumsikan bahwa kau ini orang yang pekerja keras," jelasnya kepada tentang mengapa aku langsung diterima bekerja disini. Benar kan apa yang kukatakan bahwa hanya mengetes untuk melihat siapa yang benar-benar ingin niat bekerja.
"Perkenalkan namaku Asuna, Asuna Yuuki. Panggil saja aku Asuna, aku adalah manajer sekaligus pemilik serta koki tempat ini," ucapnya memperkenalkan diri sekaligus mengangkat tangannya ke arahku dan langsung saja aku menyambutnya dan langsung saja kuperkenalkan diriku juga.
"Naruto, Naruto Uzumaki. Panggil saja aku Naruto, Asuna-san." Dapat kurasakan tangannya lembut walaupun dia seorang koki, yah dia pasti sangat jago dalam memasak.
Setelah aku diberitahukan kalau aku bisa bekerja mulai besok aku langsung saja keluar dari ruangan itu dan memperhatikan keadaan kafe yang mulai ramai sebelum aku keluar untuk melihat-lihat lagi tempat yang sudah mulai menjadi tempat kehidupan baru untukku dan juga 'mereka'. Beberapa saat kemudian hari telah mulai gelap pertanda sang bulan akan segera menyinari malam yang gelap.
Kruyuuuk
Oh iya aku hampir lupa untuk makan, berbekal kekuatan fisik yang kulatih saat masih menjadi Shinobi dulu aku langsung saja berlari sekencang mungkin untuk kembali ke rumahku. Setelah aku tiba di rumah langsung saja kuperkenalkan dapur apakah ada makanan, dan ternyata ... ADA. Ya di lemari gantung yang ada di atas terdapat banyak sekali rramen cup, setelah kupikir-pikir lagi Rikudo Sannin memang telah merencanakan ini semua. Tidak banyak berpikir lagi aku langsung mengambil 5 buah ramen cup dan memasaknya kemudian memakannya.
Tubuhku merasa lelah, entah kenapa padahal aku hanya berjalan melihat-lihat saja seharian ini. Tubuhku protes untuk meminta istirahat dan langsung saja kuturuti dengan cara pergi ke atas tepatnya ke arah kamarku dan membaringkan tubuhku ke atas kasur tanpa mandi ataupun mengganti pakaianku. Aku sangat lelah~ dan tanpa sadar tertidur dengan cepat.
Naruto PoV End
Normal PoV
Di Tempat Lain
Di sebuah tempat yang tepatnya di sebuah rumah terdengar lenguhan seseorang. Tak lama setelah itu seseorang tadi bangun dan menampilkan wajah seorang lelaki tampan berambut Raven dan dia berkata "Ugh, ternyata sudah sampai. Aku yakin yang lainnya pun sudah tiba di dunia ini".
Dan di Tempat yang Lain
"Hah~ mengapa aku di surga? Apakah ini dunia yang akan kutempati? Ini namanya MATI." Ucap seorang pria berambut putih yang sedang mengeluh. Bagaimana tidak, disekitarnya sekarang terdapat banyak sekali awan beserta sebuah air terjun berwarna putih dan pemandangan-pemandangan yang memancarkan cahaya serta burung yang tidak diketahui jenisnya apa sedang terbang di atas sebuah patung berbentuk manusia yang memakai armor, terlihat damai bukan untuk mencerminkan surga.
"Hah~ tapi tidak mungkin ini surga. Kalau ini surga pasti ada wanita-wanita cantik yang sedang mandi di sungai ini, hehehe." Ucapnya melanjutkan sambil tersenyum yang menurut siapapun aneh dan mesum.
Byur
Terdengar suara di dekat air terjun susu tersebut yang memperlihatkan sosok wanita berambut putih. Sontak langsung saja sang pria tadi mengembang kempiskan kedua hidungnya dengan cepat dan sialnya sang wanita tadi melihat sang pria dengan tatapan terkejut serta marah dan kemudian ...
"Kyaaa, HENTAI."
Di Tempat Lain Lagi
"Ugh, dimana aku? Dan dimana mereka semua?" Tanya seorang gadis berambut merah muda sebahu entah kepada siapa.
"Hah~ jadi sudah sampai ya. Sepertinya aku harus mencari informasi tentang dunia ini." Ucapnya bermonolog sendiri dan langsung bangun dari tempat tidur yang ia gunakan selama tidak sadarkan diri tadi.
Di Sebuah Tempat Lain
Terlihat seorang perempuan terbaring di atas sebuah fuuton berwarna putih. Di sekitarnya tidak terdapat banyak benda, hanya beberapa barang seperti meja kecil beserta sebuah lampu tidur terletak di sudut ruangan. Tak lama kemudian perempuan itu membuka pelan-pelan kelopak matanya, dapat terlihat mata yang berwarna putih lavender di kedua iris matanya. Mengerjap berkali-kali hingga jelas penglihatannya dan kemudian bangun dan melihat keadaan sekitar dan berkata ...
"Ugh, apakah aku tidak jadi ke dunia lain? Ini seperti kamarku." Ucapnya bermonolog sendiri dan kemudian datanglah seseorang ...
Srek
Suara pintu ruangan tersebut terbuka, dari suaranya dapat kita ketahui bahwa pintu di ruangan itu adalah pintu geser. Dan yang membukanya adalah seorang wanita berambut pirang cerah berpakaian kimono putih yang diikat Obi berwarna merah di sekitar perutnya. Dan kemudian wanita itu berkata ...
"Ternyata kau sudah bangun, Hime."
Normal PoV End
Di Alam Bawah Sadar Seseorang
"Grrr," terdengar suara geraman yang berat dari balik kegelapan entah siapa yang mengucapkannya dan kemudian suara itu berkata lagi "Bangunlah nak, dunia ini membutuhkan kau dan teman-temanmu. Bangunlah dan latihlah kekuatan baru yang kalian dapatkan itu sehingga kalian bisa melindungi orang-orang terpenting bagi kalian".
TbC
.
.
.
.
.
.
Yosh, ketemu lagi dengan saya Author Newbie yang ceritanya Monoton, hehehe. Kalian merasa kalau word-nya lebih sedikit dibanding chapter kemarin? Yah kurang sedikit sih tapi tak apalah.
Saya minta maaf karena saya lama update, rencananya sih mau update 2 Minggu sekali yang berarti harusnya saya update kemarin, hehehe. Jadi yah bisa dibilang ini terlambat update dan word cerita ini masih sedikit, jadi sekali lagi saya minta maaf untuk segalanya.
Special Thanks for : Author Sevirel Reshi Dashi.
Kalau begitu sampai jumpa di Chapter depan. Bye bye
