Main cast : All of member BTS

Pair : -

NO LOVE STORY

Genre : mystery, murdering, and… this fanfic about SURVIVAL GAME

All is AUTHOR P.O.V

Happy reading

Love and peace :3

.

.

.

5 jam sebelum game dimulai :

"Kalian mendengarnya?"

"Hei! Di sebelah sekolah asrama kita ada sebuah pabrik tua bukan?"

"Sebuah pabrik mobil!"

"SHHSS! Ada ratusan manusia mati di sana."

"Ckckckck, jangan mempercayai rumor."

"Kabarnya, orang yang mendapat kartu hitam gambar tengkorak dan gelang besi—"

"Harus ke pabrik itu bukan?"

"Dan dirinya tidak pernah kembali…"

"Oh ayolah… itu hanya rumor!"

"Apa kau yakin?"

"Aku… yakin…?"

Hanya tiga orang yang saling berbicara satu sama lain, membicarakan hal yang tidak terlalu penting sebenarnya.

Tapi mengapa?

Satu orang di ujung loker sana terdiam waktu tanpa sengaja mendengar omongan mereka?

Tangannya bergetar kuat memegang satu kertas hitam dengan lambang tengkorang di tengahnya. Dan tidak lupa sebuah gelang besi terpampang rapi di dalam lokernya.

Itu rumor lama seharusnya…

Tidak berdasarkan fakta dan hanyalah sebuah mitos. Sungguh, tidak ada yang percaya dengan hal seperti itu di zaman yang sudah modern ini.

"Jungkook!" teriak seseorang yang membuat anak ketakutan ini tersentak kaget. Memasukkan undangan hitam ke dalam loker miliknya dengan cepat dan menguncinya.

"A—PA?" jawabnya sedikit tergagap dan sedikit berteriak juga.

"Tidak ada, habis ini kau kelas apa? Aku ada kelas olahraga. Dan aku belum membereskan kamar asrama kita loh, pulang sekolah aku juga ada klub fotografi. Nanti tolong bersihkan kamar kita yah. Aku takut ada razia kamar." Jelas anak laki-laki yang lebih pendek dari Jungkook sambil memasang gaya memohon.

"Baiklah Woozi, aku akan membersihkan kamar kita." Jawab Jungkook cepat. Sebelum akhirnya harus berjalan menuju kelas biologi.

Ini adalah sebuah sekolah yang sangat luas, dipisah menjadi 4 gedung besar sekaligus. Gabungan antara SMP, SMA, asrama perempuan, dan asrama laki-laki. Bayangkan betapa besarnya sekolah ini, bahkan Jungkook saja sempat mikir dua kali untuk masuk ke sekolah asrama. Takut kesasar alasannya.

Tapi, untuk anak seperti Jungkook…

Bukankah asrama lebih baik?

"Eh, Jungkook… kau dikirim sepatu lagi huh?" tanya teman sebangku Jungkook sambil melihat sepatu baru milik Jungkook. Sedangkan Jungkook hanya bisa tertawa kecil.

"Wah… jinja, aku lihat di internet… itu harganya mahal loh! Orang tuamu sungguh kaya!" puji teman sekelasnya yang membuat Jungkook sedikit merasa senang.

Sebelum akhirnya pemikirannya melayang soal masalah kartu undangan gambar tengkorak. Banyak alasan yang terpikirkan di pemikiran anak SMP tingkat akhir seperti Jungkook…

Dan pemikiran pertama yang terlintas adalah…

'Dari mana orang itu bisa memasukkan undangan dan gelang besi jika kunci loker selalu bersamaku 24 jam?'

Jungkook terus berpikir dan berpikir. Menanyakan hal yang sama tapi tetap saja jawaban tidak di temukan. Jika begini hanya ada satu cara untuk menghilangkan rasa penasaran yang terlalu berlebihan di pikiran Jungkook.

Yaitu… mengikuti seluruh aturan yang tertulis di undangan dengan baik.

.

.

.

Selamat!

Kau anak terpilih untuk bermain denganku…

Jadi baca dan perhatikan!

Pada tahun 1960, dibuat sebuah pabrik mobil dengan system yang cukup unik.

Pintu keluar dan pintu masuk dalam pabrik itu hanya dua, arah utara dan arah selatan. Sedangkan bangunan pabrik berbentuk balok memanjang.

Awalnya dibuat supaya memudahkan cara membuat mobil, pada waktu itu ada sebuah eskalator dari kayu yang di atasnya diletakkan komponen mobil.

Eskalator akan berjalan terus hingga ke ujung pabrik, di dalam pabrik itu dibagi berbagai macam ruangan. Dan ruangan inti hanya ada 7 ruangan, tentu saja ruangan terakhir adalah tempat pengecatan mobil. Sedangkan ruangan lain hanya untuk menyimpan barang-barang dan tempat istirahat para pegawai.

Pada tahun 2000 terjadi kebakaran hebat, menghancurkan seluruh isi pabrik dan juga ratusan orang di dalamnya. Karena tidak adanya pintu keluar darurat, membuat ratusan manusia berlari tidak tau arah menuju dua pintu utama.

Tentu saja tidak ada yang selamat di dalam pabrik unik itu. Tapi, anehnya bangunan pabrik itu tetap kokoh. Tidak mengalami kehancuran sedikitpun hingga saat ini.

Bukankah itu tempat yang bagus untuk bermain?

Peraturannya sungguh mudah.

Gunakan gelang saat memasuki pintu pabrik yang selatan, jangan salah masuk jika tidak ingin tereleminasi.

Kau mungkin akan bertemu 6 orang terpilih untuk menyelesaikan game bersama.

Setiap 7 ruangan utama akan berubah menjadi tempat permainan game. Dan ruangan lain akan menjadi tempat bagi yang kalah dalam game.

Peraturan selebihnya akan dijelaskan saat anda memasuki pabrik.

Jangan mengatakan hal ini kepada siapapun, kau diawasi. Jika ketahuan maka hal yang terjadi denganmu saat game adalah kematian.

Jika memilih untuk tidak bermain, tidak apa…

Tapi, tidakkah kau penasaran dengan diriku?

Jika iya…

Maka…

Bermain lah denganku!

.

.

.

Jungkook mulai menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Dia sudah mempersiapkan segalanya sedemikian rupa. Mulai dari ponsel hingga makanan ringan, entah apa yang ia pikirkan. Hanya saja dia berpikir bahwa dia harus bersiap.

Semua hal yang tertulis di undangan itu sangat tidak wajar apalagi bagian kematian. Membuat mulutnya terasa bungkam untuk mengatakan hal ini kepada teman-temannya.

Jelas, ini permainan psikologis.

Jungkook tau itu dari awal, dia bukan anak yang bodoh. Hanya saja, tubuhnya seakan mengkhianati pikirannya untuk mengabaikan undangan aneh itu dan memilih memberitahu hal ini dengan guru secepatnya.

Tapi, seluruh tubuhnya terasa ditekan oleh ratusan ton besi saat ingin memberitahu hal ini. Apalagi pemikirannya melayang dengan 6 orang yang terpilih sepertinya.

Apa yang dilakukan 6 orang itu?

Apa mereka akan datang?

Terlebih lagi… siapa… 6 orang yang terpilih?

Kaki Jungkook seakan terasa lemas saat ini. Waktu sudah sore dan dirinya sama sekali belum berganti pakaian. Pulang ke gedung asrama hanya mengambil barang-barang penting lalu langsung kabur menuju pabrik tua yang terletak di sebelah sekolah asrama ini.

Sedikit sulit menghindari guru yang pasti tidak mengizinkan anak murid sepertinya keluar sore hari saat sekolah sudah usai tanpa izin yang jelas. Membuat Jungkook harus pandai mengendap-endap layaknya seekor kucing.

Dan sekarang dirinya sudah berdiri di pabrik tua, di depan pintu selatan. Tangannya sudah menggenggam ganggang pintu dengan kuat.

Menarik napas dalam dan mencoba memikirkan baik buruknya. Setidaknya jika keadaan memburuk, dirinya membawa ponsel dengan baterai full yang akan bertahan hingga besok pagi dan memiliki banyak pulsa. Tidak susah bukan menelpon orang yang ia kenali?

Karena memikirkan hal itu, Jungkook jadi sedikit lebih berani membuka pintu selatan. Dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah segelintir orang yang mengenakan seragam sedang melihat ke arahnya.

Jungkook langsung menganga lebar. Salah satu dari mereka berenam adalah anak teladan di sekolah asrama ini.

"Kim Seokjin?" gumam Jungkook pelan sambil melihat abang kelasnya yang sudah tingkat akhir SMA berdiri tegap sambil memegang kartu hitam. Kim Seokjin adalah anak yang bisa dalam berbagai macam bidang, bahkan dirinya menjadi salah satu ketua osis terbaik di tingkat SMA. Membuat namanya begitu dikenali anak-anak asrama tersebut.

BRAAKK!

Tepat setelah Jungkook melangkah maju ke depan tiga langkah, pintu di belakangnya tertutup secara otomatis. Membuat Jungkook sedikit merasa heboh dan memutar badan untuk membuka pintunya.

"SABAR DULU!" teriak seseorang yang membuat Jungkook berhenti menggapai ganggang pintu.

Seorang laki-laki yang Jungkook kenali sebagai anak terpintar di sekolah asrama itu tengah menghentikan aksinya untuk membuka pintu pabrik.

"Kau tidak melihat? Ada sebuah sensor tipis…" gumamnya pelan lalu melangkah mendekati pintu pabrik tersebut dan melemparkan topi yang iya kenakan ke arah pintu tersebut. Dalam sekejap topi itu langsung hangus terbakar.

"Listrik, pintu itu… ada sensor merah di bawahnya, jika satu benda melewati sensor tersebut maka akan langsung tersambar listrik. Pintu ini hanya bisa dibuka dari luar." Jelas orang tersebut yang membuat Jungkook langsung menganga lebar.

"Kim Namjoon bukan?" Tanya Jungkook yang langsung membuat laki-laki tadi hanya mengangguk kecil. Satu lagi kakak kelas SMA tingkat dua yang sangat terkenal di sekolahnya.

"Tapi tunggu dulu… berarti kita terjebak di sini?!" teriak Jungkook histeris, membuat dirinya langsung mengecek ponsel untuk menelpon seseorang. Tapi yang terjadi malah di luar dugaan, ponsel nya tidak mendapat sinyal sedikitpun.

"Kau orang terakhir bukan?" tanya seseorang menghampiri Jungkook yang sekarang sudah bingung dengan keadaan. "Perkenalkan, namaku Park Jimin dan yang ini Kim Taehyung. Kami siswa SMA kelas 1. Sedangkan pria pucat disana adalah Min Yoongi, siswa SMA tingkat akhir. Lalu di sampingnya ada Jung Hoseok yang setingkat dengan Namjoon."

Tentu Jungkook tau sebagian besar kakak kelasnya, hanya saja dia tidak menyangka bahwa dirinya yang masih SMP di sini.

"Aku yang pertama kali datang… dan aku yang terjebak di sini lebih lama dari kalian." Sahut Taehyung sambil tersenyum tipis. "Jika sudah begini kita harus apa?" tanyanya lagi yang hanya dijawab oleh kesunyian dan kebingungan tentunya.

Jungkook mencoba mencari jalan keluar melalui jendela, tapi mustahil. Pabrik ini memang memilki jendela, tapi jendelanya terdapat di dinding atas yang sangat tinggi. Tidak mungkin digapai dengan teknik apapun.

Mereka terjebak di dalam sebuah pabrik tua tanpa alasan yang jelas.

Jungkook memegang gelang yang ia gunakan dan mencoba untuk melepaskannya, tapi hasilnya nihil. Membuat dirinya semakin terpuruk dalam kebingungan.

Sebelum akhirnya lampu pabrik menyala, entah bagaimana bisa ceritanya… lampu pabrik tersebut menyala. Begitu juga dengan sebuah layar televise yang tertempel di dinding atas ruangan pabrik ini.

Menunjukkan sebuah angka yang seperti jam lebih tepatnya. Dan terus menghitung mundur.

Suara audio mulai terdengar, membuat mereka bertujuh mendengarkan suara anak-anak yang tertawa kecil.

"Peserta 7 orang."

"Kim Seokjin, Min Yoongi, Kim Namjoon, Jung Hoseok, Park Jimin, Kim Taehyung, dan Jeon Jungkook."

"Mari bermain dalam sebuah permainan yang menyenangkan! Bertahan hidup hingga menuju pintu keluar."

"Aturan sederhana, setiap memenangkan satu game. Pemenang akan lanjut ke pintu selanjutnya, sedangkan yang kalah akan memiliki jalur yang sedikit unik. Di setiap ruangan akan memiliki game yang berbeda dan hanya memiliki satu orang yang kalah."

"Permainan pertama, bermain kartu sederhana, uno. Dalam waktu setengah jam, pemenang akan selamat. Yang kalah harus masuk ke dalam ruangan bertanda merah."

"Jika permainan tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan, maka pabrik ini akan meledak. Jika salah satu pemain tidak mengikuti aturan, gelang besi di tangan kalian akan meledak. Tentu saja kalian mati…"

"Good luck~"

Suara berhenti, begitu juga dengan napas Jungkook. Entah kenapa dirinya langsung memandangi sebuah pintu yang bertanda silang dengan cat merah menyala. Membuat Jungkook langsung berdiri dan mencoba berusaha membuka pintu tersebut. Tapi pintu itu tidak kunjung terbuka.

"Kurasa… pintu akan terbuka jika kita menyelesaikan permainan." Kata Yoongi sambil menunjukkan sebuah meja besar yang berada di tengah-tengah ruangan. Di tengah meja tersebut ada setumpuk kartu uno yang sepertinya masih baru.

"Aku tidak percaya soal bom atau apapun itu… tapi bisakah kita memainkan permainan ini?" lanjutnya lagi yang membuat semua orang terdiam.

"Kurasa, jika kita berhasil memenangkan game murahan ini. Kita pasti bisa tau bukan dalang permainan ini? Kupikir dia orang yang sangat kaya pastinya, hingga bisa merombak satu pabrik untuk memasang alat-alat seperti ini dengan begini mudahnya." Jelas Yoongi sambil mengambil setumpuk kartu uno dan mengocok kartu tersebut dengan pelan.

Berbicara soal kaya, semua mata jadi tertuju dengan Kim Seokjin. Seorang ahli waris yang bapaknya adalah orang terkaya nomor satu di Korea Selatan.

"Jangan memandangku seakan aku dalang dari permainan ini. Over all, kita semua anak orang kaya bukan? Bukankah hanya anak tertentu yang bisa masuk ke dalam sekolah ini?" Jin membela diri sambil mendekati Yoongi untuk mendapatkan 5 kartu bagiannya.

"Aku tidak… aku masuk karena beasiswa." Sahut Taehyung dengan santai lalu berdiri di samping Jin dan mengambil kartu bagiannya.

Jimin, Namjoon, dan Hoseok berjalan mendekati meja dan mulai mengambil kartu mereka masing-masing. Menyisakan Jungkook yang masih terdiam shock di pintu bersilang merah.

"Kenapa kalian semua bisa sesantai ini?!" kata Jungkook kecil sambil berusaha menahan tangis. Entah kenapa dia begitu takut saat ini.

"Hey, apasih hal buruk yang akan terjadi? Tidak ada… ini hanyalah permainan yang dirancang oleh orang iseng. Kita tidak akan mati atau bahkan di bom, sudahlah… nikmati saja permainan ini." Bujuk Hoseok dengan muka santai.

Jika dipikir-pikir, kenapa Jungkook yang paling termakan omongan seseorang di audio pabrik ini? Toh semuanya belum tentu benar.

Hal itu membuat Jungkook sedikit merasakan adanya keberanian, dirinya langsung mengambil kartu bagiannya dan mulai bermain secara bergilir.

Jungkook melihat kartu yang ia dapat dan tersenyum tipis. Wild +4 ada di tangannya, begitu juga dengan kartu block merah, dan kartu +2 biru. Oh, bukankah Jungkook adalah anak yang beruntung?

Permainan terus berjalan, layar televise yang awalnya menunjukkan angka 00:30:59. Sekarang berubah menjadi 00:20:45. Belum ada yang menang di antara mereka bertiga, sebelum akhirnya Yoongi berteriak 'Uno!' dengan kuat. Menandakan dia adalah pemenang pertama.

Satu persatu orang mulai menang, diawali dengan Jimin sebagai juara kedua, selanjutnya Jin, dan Namjoon. Menyisakan dirinya, Taehyung, serta Hoseok yang bermain sambil sedikit tertawa.

Jungkook mengeluarkan kartu wild +4 yang membuat kartu Hoseok menjadi tambah 4. Hoseok sempat kesal, karena mengeluarkan satu kartu lagi maka dia akan menang. Sedangkan Jungkook hanya tertawa kecil.

Tidak berselang beberapa detik, Taehyung menang disusul oleh Jungkook. Dan menjadikan Hoseok sebagai orang kalah dalam permainan ini.

"SHIT! Padahal dulu aku paling jago memainkan uno!" umpat Hoseok kecil yang disambuti oleh tawa masing-masing. Sebelum akhirnya tawa itu menghilang seketika saat mendengar suara audio mulai terputar.

Jungkook melihat televise di layar kaca dan tertegun waktu melihat waktu itu berhenti di angka 00:05:30. Menandakan lima menit lagi waktu habis.

"Yang kalah silahkan memasuki ruangan yang sudah di tentukan. Dan yang menang dapat maju ke ruangan satu lagi melewati pintu yang satu lagi~"

"Cepat! Cepat! Cepat! Permainan kedua menunggu kalian~"

Setelah itu, suara menghilang. Membuat Hoseok berdiri tegap dan mencoba membuka ruangan yang bertanda silang merah.

"Apa yang terjadi jika aku tidak memasuki ruangan ini?" tanya Hoseok bingung yang membuat enam kawan lainnya hanya menggelengkan kepala kecil. "Yah… sudah lah… lagian hal buruk apa sih yang akan terjadi?" tanyanya lagi sambil mencoba membuka pintu bersilang merah. Yang ternyata pintu itu gampang sekali dibuka, tidak seperti saat Jungkook berusaha mendobraknya.

"Sudah pasti, ada seseorang yang merombak pabrik ini sedemikian rupa. Pasti orang itu sangat pintar, kurasa dirinya memiliki alat untuk mengatur semua teknologi di sini." Kata Namjoon dengan suara yakin.

Sedangkan Hoseok yang membuka pintu bersilang merah dengan lebar-lebar hanya bisa tertegun bingung. Ruangan itu kosong, ruangan kecil yang kosong. Para pemain game yang lain juga bisa memandang bingung ruangan yang kosong itu tanpa ada niatan untuk masuk. Bukannya yang disuruh masuk itu Hoseok?

Hoseok pun melangkah masuk ke dalam ruangan kosong itu dengan santai. Tentu saja pintu masih terbuka lebar. Membuat yang lain hanya berdiri di depan pintu sambil melihat Hoseok yang tiba-tiba terdiam.

"Hey… ada yang an—"

"GYAAAA!" teriakan Jungkook memotong pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Namjoon.

Mereka berenam langsung terdiam. Bahkan Jimin langsung terududuk di lantai dengan keras dan Taehyung hanya bisa berjalan mundur dengan muka shock.

Jin yang langsung merasa ingin muntah, Yoongi yang teriak tertahan, dan jangan lupakan Namjoon yang berdiri paling dekat dengan pintu masuk ruangan kosong itu, hanya bisa terdiam mematung.

Melihat tubuh Hoseok yang terbelah-belah dengan darah membentuk genangan kecil di ruangan kosong itu. Mungkin sekarang sudah tidak bisa dibilang ruangan kosong, ada sebuah mayat segar di dalamnya.

Tubuh Hoseok terbelah-belah dengan tidak rapi, kepala yang terbelah dua menampakkan isi otak yang sangat menjijikkan. Membuat Jungkook muntah saat itu juga.

Darah Hoseok mengotori benang-benang tipis yang mengisi seluruh ruangan. Benang tersebut tidak terlihat jika tidak melihatnya dengan teliti. Benar-benang tipis yang sangat tajam, bahkan bisa memotong daging tebal dan tulang secara sempurna.

"Kalah… berarti mati…" gumam Namjoon dengan suara yang sangat kecil. Tapi bisa didengar oleh mereka berenam karena suasana sangat mencekam.

"Sekarang kita… harus apa?" tanya Jungkook tergagap dengan muka shock. Matanya mulai mengabur, bisa dirasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat.

Dia tidak mau mati, dia tidak mau kalah, dia tidak mau terjebak dalam permainan mengerikan ini.

Jika dipikir-pikir…

Manusia mana yang mau mati secara mengerikan?!

.

.

.

"Permainan kedua! Mari bermain perminan sederhana, voting!"

"Setiap pemain boleh mengeluarkan satu suara untuk memilih pemain lain dengan cara menekan tombol di meja!"

"Yang mendapat voting terbanyak berarti kalah, pilihlah orang yang paling kalian benci!"

"Kalian diberi waktu 3 jam untuk memutuskan pilihan. Jika waktu habis, diberi waktu 5 menit untuk voting suara!"

"Good luck~~"

.

.

.

TBC

Why?!

Why hoseok! Why! Sumpah aku gak bermaksud ngebuat hoseok mati duluan! Padahal dia bias ketiga setelah tae ama yoongi. Ya Allah… aku ngerasa sedih banget hoseok mati… hiks hikss…

Btw, permainan pertama adalah permainan yang mengandalkan keberuntungan.

Kedua psikologis…

Ketiga fisik (boleh memikirkan yang fisik apaan… because chapter permainan fisik bakal seru banget, aku jamin)

Keempat fisik (again)

Kelima belum di ketahui

Keenam belum diketahui

Ketujuh keberuntungan (again)

Nah, jika dihitung… mungkin permainan terakhir hanya melibatkan satu orang, maksudnya jika disetiap game pasti ada satu orang yang mati. Maka permainan ketujuh hanya tinggal satu orang bukan?

Soo… untuk saat ini kalian boleh menebak di permainan mana semua anggota bts akan selamat~~

Dan.. aku tidak menyangka mendapat reaksi yang begitu bagus dari kalian semua… wkwkwkwk

Dan… disini aku akan membuat kalian semua bingung.

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa pabrik? Kenapa seperti ini? Kenapa ini itu?

Dan tenang… selagi kalian mengikuti kisah ini… kalian akan mendapat jawabannya.. wkwkwkwk

BALSAN REVIEW :

Trb bangtanboys, masalahnya… di sini udah ada satu yang mati T-T

ChimSza95, game pertama agak sedikit ngebosenin yah? Soalnya masih awal… wkwkwkwk

Alientae, maafkan… ternyata ada yang mati di sini…

Bngtnxoap, terima kasih atas sudah menyukai ceritaku~~ kalau soal penjahat… mari ikutin aja deh ceritanya~

Alightphoenix, udah lanjuttt

Anunya bangtan, sebenarnya… ada satu hal yang ingin kukatakan.. wahai chingu… kenapa namamu anunya bangtan sih?! Ane jadi selalu kepikiran yang tidak-tidak setiap pengen bales review darimu XD you know lah... namamu itu ambigu sekali(?) yang smp hanya jjk doang kok.

Kumiko ve, anime apa tuh? Bagus kah ceritanya? Ngomong soal jepang… suka baca komik gak? Baca deh alice in borderland di online atau beli komiknya. Ada animenya juga tapi animenya hanya untuk promosiin komiknya doang. Jujur saja itu keren bangetttttt

Mphiihopeworld, emak! Disini hoseok mati mak! Matiii! Emakk! Aku stress!

Hayea98, bakal fast apdet kok… tiap minggu aku usahain.. ditunggu yah~~ ouh iya! Aku tunggu ff kamu yang I want you!

Curw, ini lanjutt… ouh iya, kamu udah baca ff aku yang a doll? Kalau belum baca deh… mana tau kamu suka… wkwkwk

Tae-v, hahahaha masa sih kak udah kumat mulesnya? Di sini kumat gak?

idayatikookieV, pasti akan seru kok! Aku jamin…

kookievita99, kalau langsung meledak yah kagak lanjut lah ceritanya -,- ahhhhh A Mask insyaallah besok apdet~~ dan soal sequel a doll…. *menghilang tiba-tiba*

tikatiks, ada apa dengan detektif kindaichi?! Soalnya kumiko ve juga bilang anime itu… itu animenya keren banget kah?

Pchanyeol737, pasti akan seruu

Oreobox, OK INI UDAH LANJUT

Omo omo omo… demi apa aku seneng banget dapat reaksi yang wow dari kalian semua.. jadi pengen cium atu-atu.

Dan bagi SR… setidaknya nampakkanlah review kalian. Karena aku ini selalu ingat siapa aja yang review (tipe orang yang selalu ingat hal gak penting) setidaknya walau sekali saja atau di chapter mana saja… itu sudah cukup membuat ku senang, walau hanya 'lanjut…'

Itu aja deh.. sepertinya?

So~~ mind to review?

Love and peace :3