Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto
And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi
Story by shirayuki-su
Rate T (maybe)
Warning : Au, OOC, tipo dll
"Pendragon"
Chapter 1
Sebuah pesawat mulai terlihat akan melakukan landing, dengan spoiler yang sudah terbuka untuk mengurangi gaya angkat pesawat, flap pada bagian bawah diturunkan dan roda yang mulai dikeluarkan, dengan mulus pesawat penumpang itu melakukan landing dibandara internasional tokyo,
Menguap dengan lebar nya untuk membuang rasa kantuk dalam perjalanan beberapa jam nya, berjalan menuju tempat pengambilan barang, menunjukan passport pada petugas imigran pemuda berambut kuning itu melakukan semua nya dengan mata setengah terbuka, karna efek jetlag yang didapatkan dari perjalanan pesawat dari amerika ke jepang.
Berdiri menunggu barang-barang nya yang masih dalam pemeriksaan, selang beberapa menit seorang petugas laki-laki memanggil nama nya, mengambil tas dan passport yang sudah diperiksa, pemuda itu berjalan menuju pintu keluar bandara, sedikit mendorong pintu kaca tersebut dan melangkah keluar bandara
Keramaian yang diciptakaan oleh parade orang-orang yang menawarkan jasa antar miliknya, diabaikan oleh pemuda tersebut, berjalan sambil merapatkan jaket biru nya menjauhi kerumunan tersebut sambil mengosok kedua tangan untuk mendapatkan sedikit kehangatan, merasa cukup jauh dari keramaian mengeluarkan smartphone dari saku jaket nya dan mulai menyentuh layar untuk melakukan panggilan
"Moshi-moshi" suara feminim terdengar dari penerima panggilan
"kyuu, bisa kau jemput aku sekarang, aku mengigil kedinginan disini"
"Eh..! kau sudah sampai dijepang, tunggu disana dan jangan berkeliaran kemana-mana" sebuah balasan terdengar oleh pemuda itu, suara tergesa-gesa masuk dalam pendengaran nya, melihat keberbagai arah dan menemukan sebuah restoran tepat dibelakang dia berdiri.
"baiklah, aku tunggu disebuah restoran samping bandara"
"Oke"
Mematikan panggilan, berbalik arah mengadap restoran didepan matanya, berjalan mendekati pintu yang terbuat dari kaca tersebut, melihat ada pelangan seorang pelayan perempuan membuka kan pintu, "selamat datang" suara manis terdengar dari pelayan berambut hitam panjang, pemuda itu hanya tersenyum dan berjalan kearah meja yang ditunjukan.
Melepaskan tas dipunggungnya dan menaruhkan dibawah, pemuda itu merebakan punggung nya pada kursi mencari posisi paling nyaman, sebuah buku menu diberikan oleh pelayan tadi, mengambil buku menu dan mulai mencari makanan atau minuman yang diinginkan nya
"secangkir cappucino" belum sempat pelayan itu bertanya pemuda itu sudah mengatakan pesanannya, memberikan lagi buku menu pada pelayan dengan disertai sebuah senyuman tipis, dengan sigap pelayan itu mengambil buku menu dan mulai menulis pesanan yang dipilih
"pesanan anda akan segera siap" pelayan itu membungkuk dan berjalan menuju kebagian counter
Memejamkan mata yang masih mengantuk, pemuda itu sedikit mendapatkan ketenangan saat melakukan nya, merogoh saku jaket mencari sebuah benda dan mengeluarkan nya, sebuah smartphone dikeluarkan, menaruh benda tersebut diatas meja, dan memasukkan tanganya lagi, mengeluarkan sebuah headset kecil dengan warna hitam, memasangkan pada kedua telingganya, mencolok kan kabel penghubung pada smartphone yang diletakkan dimeja, mulai menyentuh layar smartphone dan menghidupkan fitur musiknya, wajah pemuda itu menjadi lebih cerah saat sebuah lagu masuk kegendang telingga nya.
Menghayati setiap nada yang keluar dan masuk dalam indera pendengaran nya, untuk mendapatkan ketenangan yang lebih saat pemuda itu melakukan rutinitas yang memang sudah sering dilakukan nya tersebut, sedikit tersadar saat sebuah cappucino hangat sudah ada diatas meja, mengalihkan pandangan pada pelayan yang membawakan pesanan dan senyum terima kasih dibuat bibir pemuda tersebut.
Mengangkat cangkir berisi cappucino dan mengarahkan pada mulut, merasakan kehangatan lebih masuk kekerongkongan nya mengalir menyebar kesetiap bagian tubuh. Melakukan lagi dan lagi sampai isi dari cangkir tersebut tinggal tersisa setengah, meletakkan cangkir cappucino nya pada meja.
Melepaskan satu heatset yang dipasang ditelingga kanan, mulai mengamati setiap penggunjung yang datang kedalam restoran, direksinya diarahkan pada seorang yang mengenakan kimono dan memiliki rambut hitam dengan bagian depan yang pirang, 'apa dia tidak kedinginan, memakai kimono seperti itu pada awal musim dingin seperti ini' pikirnya, mengabaikan pria tersebut dan melihat kearah luar, salju putih yang turun perlahan-lahan memberikan kesan indah dimata pemuda berambut kuning itu.
'Brrrrrr'
Sebuah getaran dari smartphone menyadarkan dirinya dari sebuah lamunan, membaca e-mail yang masuk dengan cepat, sebuah senyum terukir saat membaca pesan tersebut tidak memakan waktu pemuda itu membalas e-mail dan memasukkan smartphone nya kedalam saku jaket, mengambil cangkir cappucino dan meminum nya habis dalam sekali tegukkan.
Sedikit bergegas, mengambil tas dan langsung memakainya dipunggung, berjalan menuju counter untuk membayar minum yang dipesan nya. Selesai membayar bergegas meningalkan restoran, tidak ingin membuat gadis itu menunggu, merasa diawasi seseorang pemuda itu berhenti, melihat kedalam restoran, medapati sepasang mata pria yang mengenakan kimono menatapnya dengan pandangan menyelidik, 'aneh' pikir pemuda itu berlalu keluar restoran 'pasti akan bertemu lagi, menyebalkan'
Pendragon
Sebuah mobil berwarna jingga dengan aksen api biru dibagian samping terhenti diparkiran sebuah restoran, pintu pengemudi terbuka menampilkan perempuan bersurai merah kekuningan dengan balutan jaket berwarna cream menutupi tubuh bagian atas sampai lutut, sebuah sepatu boots hitam sebagai tambahan, mata ruby nya meneliti setiap sudut tempat mencari seseorang yang dikenalnya.
Mata itu berhenti tepat saat melihat pemuda berambut kuning jabrik keluar dari pintu restoran, perasaan hangat mulai terasa saat melihat pemuda tersebut, rasa kangen mulai menjalar pada tubuhnya, ingin langsung berlari dan memeluk pemuda itu, tapi rasa dingin dari luar serasa menghentikan keinginan nya.
"hai, sudah lama tidak bertemu, kyuubi" sebuah sapaan pada gadis didepan nya, mengangkat tangan kanan dan sebuah senyum manis terukir diwajah,
Belum sampai menurunkan tangan kanan, sebuah hantaman dirasakan tepat pada perut. Sebuah senyuman terukir kembali diwajah pemuda itu, kyuubi mengeratkan tangan dipunggung pemuda yang lebih tinggi beberapa senti darinya, memeluknya seerat mungkin, seakan tidak ingin pemuda itu pergi.
"aku pulang, kyuubi" pemuda itu berucap, mengelus surai gadis didepan nya dengan lembut dengan tangan kanan, mendongakkan wajahnya keatas kyuubi melihat sebuah senyuman masuk dalam mata ruby nya, tanpa sadar sebuah senyuman juga dibuat oleh kyuubi, membuka mulut dan berucap
"selamat datang kembali, naruto" membenamkan wajahnya lagi pada dada bidang naruto, kyuubi merasa kehangatan yang lebih saat mengucapkan kata tersebut, naruto hanya memaklumi gadis yang masih terus memeluknya ini, membiarkan kyuubi memeluknya lebih lama tidak ada salahnya kan, pikir naruto
Beberapa menit tepat nya sudah tiga menit berlalu mereka berpelukkan, sebuah tepukan dikepala kyuubi menyadarkan dirinya, "kita akan membeku kalau terus berada dalam hujan salju seperti ini" kata naruto, memang kepala dan bahu keduanya terselimuti salju yang turun makin lama makin banyak,
Kyuubi melepaskan tubuhnya dari naruto, menampilkan ekspresi tidak senang seakan enggan mengakhiri sesi pelukkan nya, berjalan kearah mobil jingga yang sedikit tertutupi salju, naruto tanpa banyak bicara mengikuti kyuubi, rasa jetlag masih terasa dikepala dan badan, membuka pintu mobil dan masuk kedalam.
Merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi, naruto menutup matanya dalam-dalam, kyuubi menatap wajah naruto sesaat dan menyalakan mobil jingga nya, dalam diam kyuubi menjalankan mobil nya, melaju dijalan beraspal yang sedikit tertutupi salju awal musim dingin ditokyo, melihat kesamping mendapati naruto sudah mengeluarkan dengkuran halus dari mulut, tidak ingin menganggu kyuubi menjalankan mobil nya dalam pelan.
Pendragon
Mobil jingga memasuki sebuah tempat parkiran untuk penguni apartemen, mengoyangkan tubuh naruto, mencoba membangunkan nya dengan lembut "bangun, naruto" kata kyuubi dalam setiap usaha membangunkan pemuda bersurai kuning tersebut
Membuka mata shappire nya naruto memandang langsung pada mata ruby kyuubi, sedikit mengerak kan tubuh nya yang terasa sedikit nyeri
"kita sudah sampai" kyuubi mengiterupsi kegiatan naruto, shappire nya menatap kyuubi sekilas yang sudah keluar dari mobil, mengikuti gadis itu dengan pelan, memasuki sebuah lift dan memencet sebuah tombol angka 4
Sebuah kamar bertuliskan angka 208 terpampang jelas didepan mata naruto, mengambil kunci dalam saku jaket nya, memasukkan kunci dan memutar kenop pintu, sebuah ruangan gelap tertangkap mata naruto, kyuubi tanpa permisi masuk kedalam dan menghidupkan lampu ruangan, sebuah ruangan dengan perabotan standar sekarang terlihat dengan jelas, meletakkan tas nya pada sebuah kursi, naruto memperhatikan apartemen yang akan ditinggali nya dalam waktu yang belum dipastikan.
"ini apartemen nya, bagaimana menurutmu" tanya kyuubi dengan suara yang lembut, gadis ini memang sangat membantu pikir naruto, mau menjemputnya saat sudah mendarat walau dengan cuaca yang membuat orang tidak ingin keluar dari rumah meraka dan masih bisa mencarikan apartemen seperti ini dalam waktu singkat
"terima kasih, apartemen nya bagus" kata naruto pelan, sebuah senyum tak lupa dibuat, walau kalau diteliti lebih dekat terlihat seperti senyum lelah
"tidak perlu berterima kasih, aku senang melakukan nya" dengan cepat kyuubi menjawab, dalam hati sangat senang karna naruto mengandalkan nya "karna, kelihatan nya kamu masih lelah sebaiknya, istirahat"
"iya, baiklah" naruto tidak banyak protes karna memang dirinya lelah
"besok siang aku akan kemari lagi" dengan itu kyuubi keluar dari apartemen naruto
Naruto berdiri di pintu apartement memperhatikan punggung gadis yang menghilang masuk dalam lift, menutup pintu dan bergerak perlahan menuju kamar baru nya, melepaskan jaket biru dan merebahkan tubuh pada kasur dan mulai menutup matanya, 'banyak sekali aura-aura dari berbagai makhluk dikota ini' pikir naruto
Membuka mata nya, menatap langit-langit, berpikir lagi dengan apa yang dilakukan nya setelah ini, mengarahkan tangan kanan nya keatas, menyibakkan sedikit lengan baju dengan tangan kiri, melihat sebuah tanda kutukan yang sudah lama didapatkan nya, sebuah simbol naga yang tidak akan pernah hilang.
'aku harap, aku mendapatkan kedamaian disini dan dapat mengurai sedikit tentang kutukan naga ini' meletakan tangan kanan kembali disamping tubuh, naruto menutup mata nya, kesadaran akan dirinya serasa terhisap mengantarkan nya dalam dunia mimpi.
Pendragon
Menyesap cappucino yang kesekian kali nya, naruto memperhatikan gadis didepan nya memakan cake dengan ekspresi senang, mereka sekarang berada disebuah cafe yang tidak jauh dari apartemen naruto, memperhatikan pelayan-pelayan berpakaian maid yang dimata laki-laki pasti senang untuk melihatnya, sebuah senyum tipis dibuat naruto.
"naruto, woi naruto" kyuubi mengibas tangan nya tepat didepan wajah naruto, sadar akan lamunan yang dibuat, mengalihkan pandangan pada kyuubi "kau melihat apa sih?"
"Eh..! aku tidak melihat apa-apa koq" menyipitkan matanya kearah naruto, kyuubi memutar kepalanya melihat kearah pandangan naruto saat melamun tadi, sebuah raut tidak suka dibuat wajah cantiknya.
"Oh jadi itu, melihat para maid dan mengabaikan gadis cantik didepan nya" nada kesal terdengar digendang telingga naruto, sadar dirinya yang salah karna melihat gadis lain saat bersama seorang gadis, menghela nafas sejenak, gadis ini memang tidak berubah pikir naruto
"jangan marah begitu" tangan naruto bergerak mengelus surai merah kekuningan didepannya dengan lembut "aku hanya melihat mereka saja, jadi jangan pasang muka seperti itu"
"jadi kau mengakui, bahwa melihat para pelayan maid itu" masih dengan nada kesal yang sama kyuubi membalas
"apa masalah-" belum sampai menyelesaikan kalimatnya sebuah jari telunjuk menutup mulut naruto, gadis itu menatap naruto dengan pandangan tajam
"kau tidak boleh melihat gadis lain, hanya boleh melihat aku" dengan nada yang dingin kyuubi berkata, naruto hanya mengangguk kan kepala nya tanda persetujuan,
"tapi kan-" mengurungkan niatan untuk protes saat melihat tatapan tajam dan dingin kyuubi, gadis didepan nya memang sangat egois saat menyangkut hal yang disukai nya.
Selang beberapa menit dalam keheningan yang terasa nyaman, kyuubi melanjutkan memakan cake yang tertunda dalam diam, naruto yang tidak ada yang dilakukan hanya melihat gadis didepan nya makan, sebuah senyum manis terukir disana, 'cantik' pikir naruto
"jadi sampai kapan kau akan dijepang" kyuubi yang sudah menghabiskan cake nya dan meminum teh hangat bertanya
"aku masih belum tahu sampai kapan" pandangan naruto menerawang keatas "kurasa aku akan tinggal lama disini"
"hmmm," kyubi membalas dengan sebuah ngumaman, walaupun tidak bisa menyembunyikan nada senang disana," bagaimana apa sudah mendapatkan hasilnya"
"belum ada hasil yang bisa aku dapatkan, semua tulisan sejarah yang kudapatkan sampai saat ini hanya sebuah karangan fiksi yang ditulis seseorang, bukti tentang tanda ini belum pernah ada dalam catatan sejarah, jadi sangat sulit untuk mendapatkan sebuah petunjuk" menghela nafas panjang, melihat keluar cafe kearah jalan raya "tapi ada beberapa hal yang kudapatkan saat mencari nya disebuah kuil terbengkalai diyunani"
Menyerap teh hangat nya kyuubi melihat tepat pada lengan kanan naruto, 'tanda itu ya'. "maksud dari beberapa hal itu seperti sebuah fakta atau petunjuk"
"memang bisa disebut fakta dan juga petunjuk" naruto melihat gadis didepan nya mengangkat alis nya bingung " biar kujelaskan fakta yang kudapat mengarahkan ku pada sang eksistensi tidak terbatas dan rival nya, itu juga menjadikan sebuah petunjuk bahwa hanya mereka yang dapat menguraikan tanda ini" memegang tangan kanan nya dengan sedikit erat
"tapi kan merek-" naruto mengangkat tangan nya menghentikan kalimat dari kyuubi, memandang gadis didepan dengan senyum masam
"bisa kita ganti topik" melihat raut wajah kyuubi yang seolah mengatakan 'kenapa' naruto meneruskan "aku hanya tidak ingin membahas masalah ini lebih lama lagi" kyuubi hanya mengangguk kan kepala
Menghempaskan punggung nya pada kursi, naruto melihat gadis didepan nya hanya menunduk kan kepala, dia masih berpikir tentang apa yang akan dia lakukan disini selain mencari petunjuk tentang tanda kutukan nya, sebuah ide terlintas dikepala naruto.
"kyuu, bisa kau carian aku sebuah pekerjaan" menatap langsung pada shappire didepan nya, gadis itu memasang tampang bingung
"bukan nya kau, sudah mempunyai uang yang cukup banyak untuk kebutuhan mu"
"ini masalah nya bukan uang, hanya saja aku ingin melakukan sesuatu" menatap balik ruby milik kyuubi "kalau tidak ada yang bisa dilakukan aku bisa mati bosan"
"kau ini tidak bisa mati tahu" setengah berteriak kyuubi membalas
"hahaha, benar juga ya" mengaruk belakang kepala nya dengan malu "jadi ada tidak sebuah pekerjaan yang bisa kulakukan"
"baiklah aku akan mencarikan nya untuk mu" kyuubi menyesap teh hangatnya lagi sampai tinggal sedikit "pekerjaan seperti apa yang kau inginkan"
"pekerjaan yang tidak merepotkan dan aku bisa terus bersantai"
"mana ada pekerjaan seperti itu, itu hanya keing-" kyuubi menghetikan kalimat nya merasakan sedikit tekanan aura yang dikenalinya "naruto, aura ini"
"ya aura ini tidak salah lagi" wajah naruto menjadi serius dan pandangan mata nya menjadi tajam, kyuubi yang melihat nya hanya tersenyum, jarang sekali dia melihat raut serius seperti ini dari naruto
"kyuubi aku harus mencari sumber dari aura ini" dengan bergegas naruto keluar dari cafe, memakai jaket biru nya dengan cepat dan mulai berlari kearah pemilik aura
Kyuubi yang melihat nya hanya bisa tersenyum tipis 'hati-hati' sebuah bisikan tanpa suara keluar dari bibir nya
Naruto berhenti disebuah gang yang sepi, melihat kesegala arah memastikan tidak ada orang yang melihat, 'pakai naga es saja' pikirnya, dengan sebuah perintah batin udara disekitar naruto menjadi lebih dingin, partikel-partikel air diudara membeku menjadi kristal-kristal es mengarah pada punggung naruto, dalam beberapa detik sepasang sayap naga yang terbuat dari es terbentuk dengan sempurna, dengan sekali hempasan naruto sudah ada diketinggian puluhan meter, dengan cepat naruto mencari asal aura tersebut.
Pendragon
Dengan sebuah sayap putih yang berasal dari Sacred Gear, pemuda berambut abu-abu itu terbang dengan kecepatan sedang, mengenakan baju hitam berkerah tinggi dan juga sebuah celana warna hitam, tidak sama sekali kedinginan dengan kondisi hujan salju yang terjadi, merasakan sebuah tekanan aura yang belum pernah dirasakan nya pemuda itu berhenti.
Naruto memandang pemuda berambut abu-abu, dengan sepasang sayap putih itu dengan wajah datar, merasakan tekanan aura yang pernah dirasakan sebelum nya dari pemuda itu, 'jadi, dia pemilik baru dari albion'
[Vali, seperti nya aku kenal dengan aura ini]
Sebuah suara masuk kedalam kepala vali, suara naga penghuni Sacred Gear nya, salah satu dari naga surgawi, 'apa maksudmu, albion'
[aku mengenali aura ini, pemuda didepanmu ini memancarkan aura naga dalam dirinya]
"hei, boleh aku bertanya beberapa hal padamu, pemilik baru albion" naruto bertanya dengan nada datar, pandangan nya masih terarah pada pemuda didepan nya.
"apa maksudmu dengan pemilik baru" vali menatap pemuda berambut kuning itu dengan tatapan tajam, mulai mencerna apa yang dikatakan albion dalam pikiran nya.
"aku yang bertanya duluan disini anak muda, anak muda zaman sekarang tidak ada sopan santun nya. yah, karna aku juga tidak sopan perkenalkan namaku naruto"
"perkenalkan juga namaku vali" vali masih memandang tajam naruto, ingin mengetes apa yang dikatakan albion mengenai aura naga yang dipancarkan nya, vali membawa kedua tanganya kedepan, dari telapak tangan nya muncul dua lingkaran sihir dengan energi-energi seperti bola, dengan kecepatan menyamai peluru energi sihir itu melesat kearah naruto,
Naruto yang melihat sebuah serangan datang padanya sedikit menaikkan alis, sayap es dipunggung naruto makin lebar dan panjang, menyatu kedepan menjadi sebuah perisai yang melindungi naruto, mengibaskan sayap es nya menciptakan serangan es yang tajam mengarah pada vali.
Vali sedikit melebar kan mata, serangan nya dapat ditahan dengan mudah, sebuah senyum maniak bertarung terbentuk, melihat sebuah serangan yang terbuat dari es padat yang dapat menembus tubuh target, vali melakukan hal sama seperti tadi, menembahkan energi-energi sihirnya, menghancurkan setiap es yang mengarah padanya.
"hahaha, itu tadi serangan yang hebat, ayo kita bertarung" sudah lupa dengan tujuan awal untuk bertemu dengan pemimpin malaikat jatuh, melihat lawan yang kuat didepan nya membuat insting bertarung nya bangkit, keturunan lucifer ini tersenyum dengan senang nya.
"aku kemari tidak untuk bertarung anak muda" masih dengan datar naruto berkata, serangan dari pemuda bernama vali ini lumayan menurut naruto, jika terus diasah kemampuan nya bisa menandingi bahkan melampau pemilik-pemilik dari albion sebelum nya
"ayo bertarung lah" vali melesat kearah naruto dengan kecepatan menyamai pesawat jet, naruto yang belum sempat mengantisipasi kecepatan vali menerima sebuah pukulan tepat pada dada nya, terdorong kebelakang dengan tenaga yang dikeluarkan vali,
'Sreeet'
Mengunakan sayap naga es nya sebagai rem, naruto menatap vali masih dengan tatapan datar, menyentuh dada yang terkena pukulan telak, kuat itu yang ada dipikiran naruto
"hahaha, ayo bertarung" tawa arogan maniak bertarung terdengar dengan jelas dalam pendengaran naruto
"baiklah, anak muda aku akan melayanimu" es pada sayap naruto mulai turun kebagian tubuh, menyelimuti kedua tangan naruto dengan es padat, naruto menatap vali masih dengan tatapan datar nya "bersiaplah pemilik baru albion" dengan sebuah teriakkan naruto melesat kearah vali
"itu yang aku inginkan"
TBC
REVIEW
yosh dengan semangat aku langsung ketik chapter 1 ini dan buru-buru diupdate, terima kasih review yang diberikan, kalau ada pertanyaan tentang fic atau kritik / saran saya terima. Dan karna saya tidak ingin banyak sesumbar tentang fic ini karna itu nikmati saja ya. shishishi
Dan kalau mau cerita nya saya lanjutkan tolong review anda
