I dont own CT
.
.
.
.
Tsubasa baru saja keluar dari kamar mandi. Masih dengan handuk di kepala u
yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
'Sudah lama sekali aku tidak berada di sini. Terakhir saat Yuki berumur 3 tahun. Dan kamar Sanae masih sama.'
Tsubasa tersenyum mengingat kembali saat terakhir ia berada di kamar Sanae ini. Saat ini keluarga kecil Ozora itu sedang menginap di keluarga Nakazawa. Biasanya mereka akan menginap di rumah ayah dan ibu Tsubasa. Namun kali ini karena ayah dan ibu Sanae ingin mengajak cucu-cucunya itu untuk berlibur jadilah mereka menginap di rumah keluarga Nakazawa.
Tsubasa mengamati satu per satu sudut kamar istrinya itu. Hiasan-hiasan yang "cewek banget" sangat kental di kamar ini. Mulai dari wallpaper stiker love, cermin berukuran sedang sampai meja belajar berhiaskan bunga dari plastik berwarna kuning-pink.
Dan sudut yang menjadi favorit Tsubasa adalah rak buku di sebelah meja belajar. Kenapa? Karena di sana ia bisa menemukan album foto dari mereka-Sanae dan Tsubasa- saat masih kecil hingga dewasa.
Saat pertama kali menemukan albun foto itu ia sangat kaget. Tak menyangka setiap momen tentang dirinya ada di dalamnya. Mostly. Dan itu membuatnya tersenyum karena memang sedari ia datang ke Nankatsu, istrinya itu sudah memiliki ketertarikan padanya.
Tsubasa kini melangkah ke arah rak buku dan mulai mengambil album foto tersebut. Senyum terbentuk ketika ia membuka halaman pertama album tersebut. Ada kata-kata favoritnya.
I love you, Tsubasa Ozora ❤❤❤❤
'I love you too' batinnya seolah menjawab tulisan yang ada di halaman pertama buku tersebut.
Dia mulai buka satu per satu halaman buku tersebut hingga suara Sanae menyadarkannya dari memori masa lalu yang ada di album itu.
"Iya...tidak banyak-banyak ya sayang. Pakai jaket yang sudah mama siapkan di tas kalian..."
Sanae membuka pintu kamarnya dan menemukan Tsubasa yang telah tersenyum padanya.
"Eh, ini ada papa. Kalian mau bicara?"
Sanae menyerahkan ponselnya kepada Tsubasa.
"Hallo!" sapa Tsubasa dengan senyuman lebar.
"Papa!" terdengar jawaban dari Yuki yang begitu antusias atau mungkin bisa dibilang kangen dengab Papanya itu.
"Hei bidadari kecil!"
"Papa tadi masih istirahat saat aku berangkat. Aku kangen Papa."
"Iya maaf ya... Papa juga kangen bidadari kecil. Sedang apa sekarang?"
"Kami akan main salju, Pa!" Terdengar suara Daibu yang begitu semangat.
"Hati-hati dan ingat nurut sama kakek nenek."
"Siap, Pa!"
"Pa, kenapa kami tidak dari dulu diajak ke Hokaiddo? Di sini keren sekali!" kali ini Hayate yang berbicara. Dia selalu excited dengab tempat-tempat baru yang belum pernah ia datangi.
"Hahaha... Maaf ya... Tapi sekarangkan sudah di Hokkaido."
"Pa, kami mau main ski nanti Papa telpon lagi ya! Ja!"
"Eh"
"Halo Tsubasa. Ini ibu, nak."
"Ah maaf mereka sudah berlari keluar dengan Sato. Mereka sangat bahagia sekali."
"Iya bu... Tidak apa-apa. Terimakasih sudah ajaj mereka ke Hokkaido dan maaf merepotkan."
"Tidak apa. Kami senang bisa berlibur dengab cucu-cucu. Mumpung kalian di Jepang lama. Oya aku tutup dulu ya... Nanti kami hubungi lagi. Titip Sanae ya.
Ja!"
Tut
"Sepertinya mereka bahagia sekali berlibur ke Hokkaido." kata Tsubasa sambil melingkarkan tangannya di pinggang Sanae.
"Ya begitulah." Jawab Sanae sambil meletakkan tangannya di dada Sanae.
"I miss you." Bisik Tsubasa di telinga Sanae dan mata mereka bertemu.
"I miss you,too." jawab Sanae sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Tsubasa. Dan mereka berciuman berkali-kali dengan penuh cinta.
Tidak bisa dipungkiri selama dua minggu berpisah jarak dan waktu menbuat mereka sangat merindu. Selama dua minggu, Tsubasa dan tim kesebelasan Catalunya mengadakan pertandingan persahabatan dengan tim kesebelasan yang ada di Australia. Tidak hanya itu mereka juga tengah dilatih di negeri Kanguru tersebut.
Sebenarnya Tsubasa bisa saja mengajak istri dan anak-anaknya untuk ikut ke Australia. Namun pada saat itu anak-anaknya yaitu Hayate dan Daibu tengah memasuki masa ujian kenaikan kelas sehingga mereka tak bisa meninggalkan sekolah. Sedangkan Sanae tentu saja dia tak bisa meninggalkan anak-anak yang saat itu tengah berjuang untuk naik kelas. Akhirnya Tsubasalah yang mengalah. Dan setelah anak-anaknya selesai ujian, mereka sepakat untuk bertemu di Nankatsu dan kebetulan kakek neneknya ingin sekali mengajak cucu-cucunya berlibur ke Hokkaido.
Tanpa melepaskan ciumannya, Tsubasa menggendong Sanae dan dibawanya ke tempat tidur.
Setelah membaringkan Sanae di tempat tidur, mereka berdua melepaskan ciuman. Mata mereka bertemu. Keduanya tersenyum.
"Aku ingin melakukan yang lebih padamu. Tapi sungguh aku sangat mengantuk." kata Tsubasa sambil meletakkan kepalanya di bantal, sebelah Sanae.
Kata-kata Tsubasa ini membuat Sanae terkekeh geli.
"Tidurlah. Aku di sini." kata Sanae sambil mencium kening Tsubasa.
Tsubasa memeluknya dengan erat dan mulai memejamkan mata kembali.
.
.
.
.
tbc
loooooooool
