A Fanfiction By HOMIN ' EL ft ELLAAMOO
[ KANKEI ]
Chapter 2
Enjoy
.
.
Disebuah ruangan yang terlihat seperti aula pertemuan terlihat beberapa pemuda hilir mudik mengangkat alat-alat musik dan menyusunnya diatas sebuah panggung mini yang terdapat dibagian depan aula tersebut. Terlihat Minseok sibuk mengatur para member band-nya dan beberapa bala bantuan yang mereka datangkan untuk menyulap aula yang terdapat didalam gedung yang juga terdapat studio musik tempat mereka berlatih menjadi venue konser kecil yang akan mereka lakukan nanti malam. Setelah perjamuan makan malam kemarin dirumah Baekhyun yang sekaligus juga penyambutan kembalinya adik perempuan Baekhyun yang sudah menetap 4 tahun dijepang, mereka sepakat ingin mengadakan konser kecil sebagai hadiah selamat datang untuk Kyungsoo. Tentu saja sang Oppa yang tak lain Baekhyun adalah otak dari semua rencana ini, yang pada akhirnya disetujui member band-nya yang lain. Sehingga disini lah mereka sekarang, sibuk mempersiapkan pesta penyambutan untuk Kyungsoo.
.
.
Chanyeol dan member lainya sedang sibuk melakukan check sound ketika Kyungsoo memasuki aula tempat pesta berlangsung nanti malam. Gadis bermata bulat yang memiliki perawakan yang tidak jauh berbeda dengan Oppa-nya yang juga mungil itu melangkah mendekati Oppa dan teman-teman Oppa-nya yang berada diatas panggung mini dengan senyum manis yang tersungging dibibir tebalnya yang berwarna merah muda.
"Anneyeong Oppa-ddeul" sapa Kyungsoo yang langsung mendudukkan dirinya dibangku yang tersedia diatas panggung mini itu.
"Anneyeong Kyungsoo-ahh" balas kelima namja tersebut dan terdengar suara melengking milik Chen yang paling mendominasi.
"Oppa-oppa terlihat sibuk, ada yang bisa Kyungie bantu?" tawar Kyungsoo.
"Ani, ani. Kyungsoo cukup duduk disana saja dengan cantik ne? Biarkan para Oppa yang menyelesaikan ini" jawab Chen tersenyum sambil menaik turunkan alisnya memandang Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa tertawa melihat salah satu teman Oppa-nya yang memang sangat suka menggodanya.
"Hentikan rayuanmu pada adikku Jongdae. Kau membuatku mual" kali ini Baekhyun yang buka suara. Membuat Chen menghentikan aksi tebar pesonanya pada Kyungsoo.
"Kau jahat sekali Baek. Aku hanya berusaha jujur. Adikmu memang cantik" lanjut Chen lagi.
"Ya ya sesukamulah Kim Jongdae" acuh Baekhyun.
"Sudahlah Baekie Oppa, jangan marah pada Chen Oppa. Hmm terima kasih ne Chen Oppa untuk pujiannya" Kyungsoo berusaha menengahi adu mulut yang mungkin akan terjadi untuk kesekian kalinya antara Baekhyun dan Chen.
.
.
Mendekati jam makan siang, persiapan untuk pesta nanti malam sudah hampir selesai, hanya tinggal beberapa hal kecil yang harus dibenahi. Saat ini Kyungsoo dan teman-teman Oppanya sedang beristirahat sambil menunggu jam makan siang.
Terlihat Lay sedang mengipasi tubuhnya yang penuh dengan keringat sambil sesekali berbincang dengan Sehun, kekasih Lay yang juga teman dari Kai yang datang sejam yang lalu. Sementara Baekhyun dan Chen yang sibuk entah meributkan apa.
Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah dimana Chanyeol berada. Saat ini Chanyeol sedang berdiskusi dengan Minseok sambil sesekali memperbaiki kunci gitarnya. Lama Kyungsoo memperhatikan Chanyeol yang sedang berbicara dengan senyum lembut yang terlukis dibibirnya.
"Kyungsoo-ah, bagaimana kalau kau nanti juga ikut bernyanyi?" Pertanyaan Baekhyun menghentikan acara Kyungsoo menatap Chanyeol. Chanyeol dan Minseok yang juga mendengar ucapan Baekhyun ikut menghentikan pembicaraan mereka dan ganti memperhatikan interaksi kedua adik kakak tersebut.
"Ahh ide bagus Baek. Benar Kyung, ayolah kau juga harus menyumbangkan suara indahmu nanti malam. Oppa bosan setiap hari mendengar suara Oppa-mu ini saja. Atau kau ingin berduet dengan Oppa? Oppa bersedia menemanimu" kembali Chen memancing keributan.
Plak!
"Adaw!, sakit Baek!" Chen mengaduh dan mengelus kepalanya yang terkena hantaman tangan Baekhyun.
"Diam Jongdae, aku tak minta pendapatmu. Jadi bagaimana Kyung? Kau mau?" kembali Baekhyun mengalihkan pandangannya pada adiknya.
"Baiklah Oppa. Aku rasa itu bukan ide yang buruk. Lagipula acara ini juga dibuat untukku" putus Kyungsoo.
"Bagus. Jadi kau bisa mulai memikirkan ingin bernyanyi lagu apa. Nanti sehabis makan siang kau bisa langsung berlatih" lanjut Baekhyun lagi.
"Tapi Oppa..." Kyungsoo menghentikan ucapannya.
"Kenapa Kyung?" kali ini Minseok yang bertanya.
"Begini Oppa, aku ingin bernyanyi di iringi permainan gitar saja" pinta Kyungsoo
"Oke tak masalah. Disini ada Lay dan Chanyeol yang bisa mengiringimu" lanjut Minseok.
"Ani Oppa, Chanyeol Oppa saja sudah cukup. Bagaimana Oppa? Kau bersedia menemaniku bernyanyi nanti?" Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Chanyeol, berusaha meminta persetujuan Chanyeol.
"Aku? Baiklah. Aku akan mengiringimu nanti" putus Chanyeol dengan senyum menawannya.
"Gomawo Oppa" Kyungsoo memberikan senyum manisnya pada Chanyeol. Dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.
Suara pintu aula yang terbuka mengalihkan mata ketujuh orang yang berada didalam ke arah pintu. Terlihat Kai berjalan dengan anggun. Kedua tangannya penuh dengan kotak bekal. Sudah menjadi rutinitas bagi Kai yang selalu datang membawa makan siang untuk Chanyeol dan teman-teman satu bandnya.
Tidak seperti hari sebelumnya ketika Kai datang mengenakan pakaian yang terkesan sexy, siang ini Kai mengenakan jeans biru ketat yang membungkus kaki jenjangnya lalu mengenakan kaus putih berkerah. Rambut hitam panjangnya di ikat tinggi memperlihatkan leher jenjangnya yang tidak tertutupi kerah bajunya. Walaupun sudah mengenakan pakaian yang sopan, namun kesan sexy tetap masih menguar dari gadis berkulit tan tersebut.
Sementara itu Chanyeol diam-diam tersenyum melihat penampilan Kai yang selalu menawan dimatanya. Mata Chanyeol pun tak lepas memandangi kai, mengikuti kemana arah pergerakan gadisnya itu.
"Anneyeong..." sapa Kai sambil tersenyum
"Maaf membuat menunggu lama, Kajja kita makan siang" lanjut Kai sambil meletakkan bawaannya diatas meja.
"Wah, Kai-ya akhirnya kau datang. Oppa benar-benar sudah lapar" diantara semua member, Lay-lah yang paling bersemangat menyambut kedatangan Kai. Mungkin lebih tepatnya semangat melihat apa yang dibawa Kai. Lay memang nomor satu kalau sudah urusan makanan. Tingkahnya yang demikian membuat Sehun tersenyum malu memandang Kai.
"Kai kemarilah. Oppa ingin mengenalkanmu pada adik Oppa" panggil Baekhyun.
Kai pun melangkahkan kakinya menuju Baekhyun.
"Kai, perkenalkan ini adik oppa, Byun Kyungsoo, dan Kyungsoo ini Kim Kai, pacar Chanyeol" ucap Baekhyun tanpa ragu.
Kai langsung menyodorkan tangannya kearah Kyungsoo. Sementara Kyungsoo masih terkejut mendengar perkataan terakhir Oppa-nya.
'Apa? Pacar? Chanyeol Oppa sudah punya pacar?' itulah sekarang yang memenuhi benak Kyungsoo.
Kai menatap bingung Kyungsoo yang masih terdiam dan belum menyambut uluran tangannya. Baekhyun yang melihat hal itupun langsung menyenggol Kyungsoo dan menyadarkan Kyungsoo dari keterkejutannya tadi.
"Ah mian, Byun Kyungsoo imnida, salam kenal Kai-ssi" Kyungsoo pun menyambut uluran tangan Kai sambil tersenyum canggung.
"Kim Kai imnida, salam kenal juga Kyungsoo-ssi" balas Kai.
"Jadi Kai-ya, Kyungsoo ini adik Oppa, dia sudah 4 tahun tinggal di Jepang, itulah mengapa kau belum pernah bertemu dengannya. Dan Kyungsoo ini satu tahun lebih tua darimu" lanjut Baekhyun memperkenalkan adiknya lebih lanjut.
"Ah begitu, kalau begitu aku akan memanggilmu Kyungsoo Eonnie. Selamat datang kembali Kyungsoo Eonni" Kai membungkuk kan tubuhnya pada Kyungsoo.
"Ah ne, terima kasih Kai-ssi" balas Kyungsoo. Masih begitu kaku dan canggung.
"Cukup Kai saja Eonnie. Atau Kai-ya sama seperti Oppa yang lain memanggilku"
"Baiklah" jawab Kyungsoo pelan.
"Sudah selesai berkenalannya? Bisa kita mulai makan? Ayolah aku benar-benar sudah lapar" protes Lay, yang sejak tadi sudah berdiri didepan meja tempat makanan yang Kai bawa berada.
"Oh tentu saja Oppa, silahkan dimakan. Ayo Oppa semua, kita makan. Kyungsoo Enonie ayo kita makan" ucap Kai, kemudian berjalan menuju kumpulan para namja yang memang sudah kelaparan. Kai langsung mempersiapkan bekal yang dibawanya agar dapat segera dinikmati. Dan Sehun juga turut membantu Kai. Meninggalkan dua orang yang masih terdiam dengan pikirannya masing-masing.
Chanyeol sibuk tersenyum memandang Kai yang berbaur dengan teman-temannya, sementara Kyungsoo sibuk memandang Kai dengan tatapan penuh arti.
Kai sedang sibuk mengatur makanan yang kini sudah banyak berkurang pasca diserang oleh empat namja kelaparan ditambah Sehun dan juga Kyungsoo yang ikut menikmati makan siang buatan Kai ketika ia merasa ada yang merangkul pinggangnya. Tanpa melihat ia sudah tau siapa pelakunya.
"Hei, kau bahkan tak menyapaku sejak kau datang, kau sibuk memanjakan teman-temanku" ucap Chanyeol sambil mencium lembut pelipis Kai.
Kai hanya tersenyun mendengar ucapan Chanyeol tanpa berniat untuk membalas ucapan Chanyeol. Sebagai gantinya ia memberikan piring yang sudah berisi makan siang untuk Chanyeol.
"Makanlah Yeol, aku tau kau pasti lapar" ucap Kai manis.
"Temani aku makan" ucap kekasihnya pelan.
Kai tau itu merupakan sebuah perintah mutlak Chanyeol, tak ingin memancing keributan, Kai pun mengangguk. Kai baru akan mengambil piring yang lain ketika Chanyeol menghentikannya.
"Kita makan satu piring saja" jelas Chanyeol.
Tanpa menunggu jawaban Kai, Chanyeol langsung merangkul pinggang kai dan membawanya duduk berdua di meja terdekat. Memisahkan diri dari teman-temanya nya yang lain.
Dan tanpa mereka sadari sepasang mata memandang tajam interaksi mesra mereka sedari tadi.
.
.
Kai mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Kyungsoo. Kai tidak mengerti apa yang membuat Kyungsoo tiba-tiba memandangnya dengan pandangan dingin dan menusuk. Kai tau memang bola mata Kyungsoo yang besar membuatnya terkesan memandang orang dengan sinis dan mengintimidasi, namun Kai masih ingat dengan jelas, bukan sorot mata yang seperti ini yang pertama kali dilihat Kai saat ia diperkenalkan oleh Baekhyun pada Kyungsoo. Kai berusaha mengingat apa yang sudah dilakukannya yang mungkin membuat Kyungsoo marah. Tapi sekeras apapun Kai berfikir Kai tetap tidak menemukan apa penyebabnya.
Seingat Kai, Kyungsoo masih baik-baik saja sebelum mereka makan siang tadi. Namun sekarang Kyungsoo tiba-tiba berubah memandangnya dengan dingin. Kai tersadar dari acara berfikir kerasnya ketika Sehun menyentuh bahunya dan duduk disampingnya.
"Kau melamun Kai?" tanya Sehun memperhatikan Kai yang terlihat terkejut dengan kehadiran Sehun.
"Eoh, Sehun. Ani aku tidak sedang melamun. Dimana Lay Oppa?" Kai melihat disekitarnya dan tak menemukan Lay ada disekitar Sehun.
"Lay Oppa sudah kembali berlatih, itulah mengapa aku ada disini" Ucap Sehun sambil mengarahkan pandangannya ke arah panggung, tempat dimana kekasihnya sedang berkumpul bersama rekan satu bandnya yang kini ditambah Kyungsoo. Saat ini kai dan Sehun memang duduk agak jauh dari panggung.
"Kau sudah lama disini Hun?" tanya Kai pada gadis berkulit putih pucat disampingnya.
"Aku tiba disini satu jam sebelum kau datang. Kenapa?" Sehun balas bertanya.
"Tidak apa, aku hanya ingin tahu saja"
Selanjutnya kedua gadis itu terdiam tanpa percakapan lebih lanjut. Mereka sama-sama memperhatikan para kekasih mereka yang berada dipanggung.
"Sehun, apa sebelumnya kau sudah mengenal Kyungsoo Eonnie?" pertanyaan Kai memecah keheningan diantara mereka.
"Tidak. Aku juga baru mengenalnya hari ini. Bahkan Lay Oppa juga baru mengenalnya tadi malam" jelas Sehun. Sehun menggeser tubuhnya lebih dekat dengan Kai, ia memperhatikan wajah temannya yang sepertinya menyimpan sesuatu.
"Kau kenapa Kai? Tak biasanya kau pendiam begini?" Sehun memandang Kai penuh selidik.
"Aku tak apa Hun, hanya saja aku merasa Kyungsoo Eonnie tak menyukaiku" ucap Kai pelan namun masih dapat didengar Sehun.
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Kai" ujar Sehun mencoba menenangkan Kai.
"Yah mungkin kau benar Hun, mungkin aku hanya terbawa pandangan matanya yang tajam" ucap Kai lagi. Walau tidak yakin.
"Kau benar, aku juga tadi merasa takut padanya pertama kali, namun Baekhyun Oppa mengatakan Kyungsoo Eonnie memang seperti itu saat memandang orang, mungkin faktor matanya yang besar sehingga terlihat menakutkan" lanjut Sehun lagi sambil tersenyum pada Kai.
Kai kembali menjatuhkan pandangannya ke arah panggung. Bisa Kai lihat disana Chanyeol sedang bersama Kyungsoo. Mereka terlihat akrab. Beberapa kali Kai melihat Kyungsoo tertawa saat mendengar sesuatu yang dikatakan Chanyeol. Dan begitupun sebaliknya Chanyeol yang juga ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan Kyungsoo.
"Chanyeol Oppa terlihat akrab dengan Kyungsoo Eonnie" ujar Sehun tiba-tiba.
Ternyata tak hanya dia yang merasakannya. Sehun pun dapat merasakannya juga. Kai tak menanggapi ucapan Sehun, ia masih tetap memperhatikan interaksi kekasihnya dengan Kyungsoo.
"Tapi wajar sih mereka akrab. Mengingat mereka sudah saling mengenal sejak dulu" lanjut Sehun lagi.
Kali ini Kai tidak bisa tidak menghiraukan ucapan Sehun. Kai langsung menatap Sehun dengan pandangan bertanya.
"Maksudmu mengenal lama?" tanya Kai
"Kau tidak tau? Chanyeol Oppa tak pernah mengatakan apapun padamu?" bukannya menjawab Sehun kembali melemparkan pertanyaan pada Kai. Kai menggelengkan kepalanya
"Tidak, aku tidak tau. Dan Chanyeol tidak pernah memberitahuku apapun"
"Lay Oppa bilang, Chanyeol Oppa dan Chen Oppa sudah mengenal Kyungsoo jauh sebelum Kyungsoo berangkat ke jepang 4 tahun yang lalu" terang Sehun.
Kai terdiam mendengar jawaban Sehun, kembali ia memandang ke arah Chanyeol dan Kyungsoo yang masi tetap tertawa diatas panggung.
'Jadi Chanyeol mengenal Kyungsoo lebih dahulu bahkan sebelum mengenalku. Kenapa Chanyeol tak pernah mengatakannya? Apa sebenarnya hubungan mereka dulu?' pertanyaan itu memenuhi pikiran Kai. Kai pun teringat ekspresi terkejut Kyungsoo saat Baekhyun mengatakan dirinya adalah kekasih Chanyeol. Dilanjutkan dengan Kyungsoo yang memandang Kai dengan tajam dan dingin. Semua Hal itu membuat Kai menyimpulkan sesuatu dalam pikirannya.
"Mungkinkah..." bisik Kai pelan.
Kembali kai memandang ke arah Chanyeol dan Kyungsoo. Namun kali ini pandangan Kai fokus pada Kyungsoo. Saat ini mereka sedang tidak tertawa lagi. Terlihat Chanyeol yang sedang sibuk dengan gitarnya, sementara Kyungsoo yang ada disebelah Chanyeol hanya terdiam sambil memandang Chanyeol lembut. Dan Kai bisa melihat itu. Melihat pandangan yang diberikan Kyungsoo pada kekasihnya. Sebagai sesama wanita Kai jelas tau apa arti pandangan Kyungsoo tersebut. Terjawab sudah apa yang menjadi pertanyaan Kai sejak tadi. Kai tau sekarang bahwa Kyungsoo mencintai Chanyeol. Mencintai kekasihnya.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, satu persatu tamu undangan pesta penyambutan kepulangan Kyungsoo mulai datang memenuhi aula tempat berlangsungnya acara. Tamu-tamu yang datang adalah teman-teman Kyungsoo, baik saat di Junior High School maupun dari Senior High School. Dan kebanyakan adalah teman-teman disekitar rumah Kyungsoo. Mengingat ini adalah acara yang mendadak tamunya pun tidak terlalu banyak.
Terlihat Kyungsoo yang tampil cantik menggunakan gaun berwarna baby blue sibuk menerima tamu dipintu depan aula. Bersamanya dengan setia sang Oppa yang menemaninya. Kyungsoo yang malam ini akan tampil bersama Chanyeol terlihat manis mengenakan gaun koktil berwarna baby blue sedengkul dengan tali spagetti yang menggantung dikedua bahu putihnya. Sementara rambut hitam panjangnya dinaikkan keatas membentuk cepol acak sehingga beberapa anak rambut Kyungsoo jatuh membingkai wajah manisnya.
.
.
.
Kai sudah tiba didepan gedung studio musik Chanyeol yang juga didalamnya terdapat aula yang menjadi tempat berlangsungnya acara. Sebelum masuk Kai kembali merapikan penampilannya. Malam ini Kai nampak sangat mempesona dengan sheat dress diatas dengkul yang memeluk erat tubuhnya, dan yang otomatis juga memamerkan kaki jenjang Kai yang indah. Gaun berwarna cream yang digunakan Kai sangat serasi dengan warna kulitnya yang tan sehingga gaun tersebut menyatu dengan indahnya pada tubuh langsingnya. Gaun dengan model strapless itu juga memamerkan bahu telanjang kai, namun karna tak ingin membuat Chanyeol mengamuk karna menganggap dirinya tampil terlalu sexy dan menjadi pusat perhatian para lelaki, Kai memilih untuk menggerai rambut hitamnya yang dibuat dengan aksen wavy sehingga memberikan kesan mengembang dan bergelombang. Sehingga sedikit banyak tatanan rambutnya dapat menutupi bagian bahunya yang terbuka.
Setelah merasa penampilannya sudah rapi, Kai mengambil ponselnya yang berada pada tas tangan yang dibawanya. Langsung mengetik nomor Chanyeol yang sudah dihapal matinya. Tak lama Kai menunggu sampai ia mendapat jawaban dari Chanyeol.
"Aku sudah didepan. Keluarlah" ucap Kai tepat setelah Chanyeol menjawab panggilannya.
"Aku tak mau ambil resiko kalau kau tiba-tiba mengamuk karna tak setuju lagi dengan pakaian yang kukenakan. Lebih baik kau keluar sekarang dan melihat sendiri. Sebelum aku masuk kedalam dan orang-orang sudah terlanjur melihatku" lanjut Kai lagi setelah mendengar jawab Chanyeol.
"Baiklah aku tunggu"
Pip.
Kai memutuskan sambungannya.
Kai bersandar pada salah satu pilar bangunan sambil menunggu Chanyeol menjemputnya. Beberapa orang yang ingin masuk kedalam yang kemungkinan adalah teman Kyungsoo banyak yang memperhatikannya, tak bisa dipungkiri Kai memang menarik perhatian.
Tak menunggu lama Chanyeol pun sudah ada dihadapannya. Kai menegakkan tubuhnya dan membiarkan Chanyeol meneliti penampilannya dari atas sampai bawah, apakah lulus sensor atau tidak.
Malam ini Chanyeol juga tampil dengan menawan. Kai akui kekasihnya ini sangat terlihat tampan dengan mengenakan celana jin hitam serta dalaman kemeja putih dan blazer biru yang memeluk tubuh kekarnya. Rambut kemerahan Chanyeol ditata dengan dinaikkan keatas sehingga memperlihatkan dahinya, membuat Chanyeol semakin tampan dimata Kai.
Chanyeol maju selangkah dan menarik pinggang Kai mendekat padanya.
"Kau cantik sayang" setelah mengucapkan kalimat itu Chanyeol langsung mengecup mesra bibir tebal Kai dan memberikan sedikit lumatan. Kai yang diperlakukan demikian terkejut, dengan aksi nekat Chanyeol yang menciumnya diruang terbuka. Untunglah ciuman Chanyeol tak berlangsung lama.
"Kau gila Yeol" tembak Kai segera setelah Chanyeol melepaskan ciumannya.
"Kenapa? Aku hanya mencium kekasihku. Tak ada yang salah dengan itu" Kekeh Chanyeol.
Puk!
Kai menghantam kepala Chanyeol dengan tasnya.
"Aww, sakit love" Chanyeol mengelus kepalanya yang baru saja jadi korban pukulan Kai.
"Dimana otakmu bodoh, kita masih diluar dan ada banyak orang disini yang melihat kita" geram Kai.
"Aku tak peduli Kai. Kau milikku, dan dunia harus tau itu" putus Chanyeol dan sukses membungkam Kai dari acara protesnya.
Kai yang mendengar kalimat kepemilikan yang bernadakan mutlak dari seorang Park Chanyeol merasakan pipinya menghangat. Kekasih tampannya ini selalu tau bagaimana membuatnya merasa tersanjung dan bangga sekaligus.
"Ayo kita masuk"
Chanyeol kembali merangkul pinggang Kai dan membawa kekasih cantiknya masuk kedalam gedung.
.
.
.
Sudah satu setengah jam acara berlangsung, selama itu juga para tamu sangat menikmati pesta tersebut. Setelah diawal acara dibuka dengan sambutan terima kasih Kyungsoo, selanjutnya Chanyeol dan band nya pun beraksi. Dan sesekali juga diselingi dengan penampilan dari teman-teman Kyungsoo yang juga ingin menyumbangkan suaranya.
Dan disinilah Kai sekarang, duduk dikursi tak jauh dari panggung. Dan tak lupa disampingnya ada Oh Sehun, yang juga bernasib sama dengannya.
Tak ada satupun tamu yang dikenal mereka membuat mereka sedari awal hanya duduk berdua dan mengobrol ringan sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh layanan katering.
Kai memperhatikan Sehun yang disampingnya, yang masih sibuk menatap panggung, melihat Lay yang sedang tampil akustik mengiringi Baekhyun yang bernyanyi.
Sehun tampil sangat cantik malam ini. Gadis yang juga memiliki tubuh tinggi itu mengenakan little black dress tanpa lengan. Sehun terlihat sangat sexy dengan gaun hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih, ditambah panjang gaun itu tak dapat menyembunyikan paha mulus dan putih Sehun. Sementara rambut pirang lurus miliknya di ikat satu dan memamerkan leher jenjang Sehun.
Terselip rasa iri dihati Kai saat melihat Sehun yang bisa bebas tampil dengan sexy. Lay selalu membiarkan Sehun bebas mengekspresikan diri dan tampil sesuai dengan keinginannya dan tidak membatasi keinginan Sehun selagi masih dalam tahap kewajaran.
Sementara ia? Chanyeol takkan membiarkannya berlaku sesuka hati. Apa yang Kai kenakan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Chanyeol. Jika tidak, hal seperti kemarin lah yang akan terjadi.
Sebagai gadis modern yang selalu mengikuti perkembangan fashion dan ditambah Kai yang selalu tampil dengan menawan dan modis setiap saat, batasan yang diterapkan Chanyeol dalam segi berpakaiannya kadang membuat Kai kesal pada kekasihnya itu. Tapi sekesal apapun Kai, pada akhirnya ia hanya bisa menurut pada aturan yang ditetapkan Chanyeol.
.
Suara riuh tepuk tangan menyadarkan Kai dari lamunannya. Kai menatap kepanggung dan ternyata Baekhyun sudah menyelesaikan penampilannya bersama Lay. Dan kini diatas panggung sudah ada Chanyeol dan tentu saja Kyungsoo.
Chanyeol duduk dikursi dan sudah siap dengan gitarnya, sementara Kyungsoo juga duduk dan mengambil posisi yang cukup dekat dengan Chanyeol.
Kembali tepuk tangan diberikan setelah Kyungsoo memberikan sepatah dua patah kata sebelum mulai bernyanyi.
Petikan gitar Chanyeol pun terdengar dan Kyungsoo mulai bernyanyi.
[Kyungsoo]
All I knew this morning when I woke.
Is know something now, know something
now I didn't before.
And all I've seen since eighteen hours ago
is green eyes and freckles and your smile.
In the back of my mind making me feel like.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you know you know you.
'Cause all I know is we said "Hello".
And your eyes look like coming home.
All I know is a simple name.
Everything has changed.
All I know is you held the door.
You'll be mine and I'll be yours.
All I know since yesterday is everything has changed.
[Chanyeol]
And all my walls stood tall
painted blue. And I'll take them down, take them down
and open up the door for you.
[Kyungsoo] And all I feel in my stomach is
butterflies. The beautiful kind, making up for lost
time,Taking flight, making me feel like.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you better know you
better know you better now.
I just wanna know you know you know
you.
[Kyungsoo & Chanyeol ]
'Cause all I know is we said "Hello".
And your eyes look like coming home.
All I know is a simple name.
Everything has changed.
All I know is you held the door.
You'll be mine and I'll be yours.
All I know since yesterday is everything
has changed.
All I know is we said "Hello".
So dust off your highest hopes.
All I know is pouring rain and everything
has changed.
All I know is the new found grace.
All my days I know your face.
All I know since yesterday is everything
has changed.
.
Tepuk tangan meriahpun memenuhi aula ketika lagu berjudul Everything Has Changed dari Taylor Swift feat Ed Sheeran yang di bawakan oleh Kyungsoo dan Chanyeol selesai. suara menggema memenuhi aula pesta tersebut. Seluruh tamu yang hadir tampak terpesona dengan duet yang baru saja berakhir. Kai pun mengakui penampilan Chanyeol dan Kyungsoo memang sangat mempesona. Kemampuan Chanyeol yang memang sudah tak diragukan dalam memainkan gitar, disempurnakan dengan indahnya suara seorang Byun Kyungsoo memiliki suara yang sama memikatnya dengan sang kakak, Baekhyun yang tak lain vocalis dari Band kekasihnya.
Tepuk tangan riuh itu tiba-tiba berubah menjadi sahut-sahutan menggoda dan tak kalah riuhnya. Kai menjatuhkan kembali tatapannya ke arah panggung, tempat dimana sumber dari keriuhan itu berasal. Dan netra Kai melihat dengan jelas, Kyungsoo mencium pipi Chanyeol. Pipi Park Chanyeol. Seseorang yang sampai saat ini masih berstatus kekasih dari Kim Kai.
Rahang Kai mengeras, matanya menampilkan sorot penuh emosi dan luka dan ditambah kepalan erat dari kedua tangannya menunjukkan kondisi Kai yang sedang diliputi amarah. Kai masih menatap tajam dua sosok yang menjadi pusat perhatian dia atas panggung. Sehun yang saat ini berada disamping Kai menatap takut-takut sang sahabat. Sehun tampak gelisah melihat Kai yang masih mematung namun diselimuti aura gelap. Gadis putih pucat itu jelas mengetahui bagaimana tempramen Kai jika menyangkut Chanyeol. Sehun khawatir Kai akan melakukan sesuatu yang nekat dan memancing keributan. Sehun yang gelisah memandang kearah panggung, mencoba mencari sosok Lay sang kekasih.
"Brengsek..." desis Kai berbahaya. Sementara Sehun semakin menegang.
Tak berbeda dengan keadaan diatas panggung, Chanyeol juga masih terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Kyungsoo. Matanya yang sudah besar semakin membesar saat pandangannya bertabrakan dengan mata Kai yang memandangnya penuh emosi. Chanyeol tau dengan jelas, kekasihnya yang berdiri disana siap meledak dalam hitungan detik.
Tajamnya tatapan Kai membuat Chanyeol meneguk salivanya. Chanyeol membatu, otaknya memerintahkan untuk segera berlari menuju Kai, namun organ-organ tubuh Chanyeol tak ingin bekerja sama. Chanyeol masi diam tak bergerak. Sementara Kyungsoo sang tersangka masih sibuk tersenyum malu menanggapi godaan dari teman-temannya.
Kyungsoo tau dengan jelas bahwa dia baru saja menabuh genderang perang pada Kai atas apa yang dilakukannya. Namun Kyungsoo memilih berpura-pura tidak tau dan bersikap Layaknya gadis innocent.
Kembali pada Kai, gadis tan itu masih berdiri memandang Chanyeol dan Kyungsoo penuh kebencian. Melihat Chanyeol yang diam tak bereaksi membuat Kai semakin naik darah. Kai menghembuskan napasnya kasar, menyambar minumannya dimeja menegukknya sampai habis. Kemudian dengan kasar Kai membanting gelas itu kelantai.
Prangggg!
Aula yang tadinya riuh tiba-tiba berubah senyap mendengar pecahan gelas yang dibanting Kai. Pandangan para tamu langsung menatap kearah Kai. Namun seolah tanpa dosa Kai tidak mempedulikan tatapan mencela yang diberikan padanya, dengan langkah cepat Kai memutuskan meninggalkan aula yang mendadak sunyi akibat insiden yang dilakukan Kai dengan sengaja.
Setelah tersadar dari rasa terkejutnya, Chanyeol yang melihat Kai setengah berlari keluar aula langsung melompat turun dari panggung, tak mempedulikan Kyungsoo yang masih diatas panggung, yang diam-diam menyungingkan senyum penuh kemenangan saat melihat aksi kejar-kejaran antara Kai dan Chanyeol.
"Kai!" Chanyeol berhasil mengejar Kai dan menarik lengannya tepat sebelum Kai keluar dari gedung. Chanyeol menarik Kai kebalik pilar tinggi yang terdapat ditengah-tengah gedung tersebut.
PLAK!
Segera Kai melayangkan tamparan ke pipi Chanyeol saat Chanyeol menariknya
"Lepaskan aku brengsek!" murka Kai menatap Chanyeol penuh amarah.
Napas Kai tersengal-sengal. Emosinya sudah sampai kepuncak dan siap meledak.
Chanyeol mengusap pipinya yang menjadi korban tamparan Kai.
"Apa yang kau lakukan Kai?" Chanyeol masih terkejut dengan tamparan keras Kai.
"Aku? Aku menamparmu sialan!" umpat Kai.
"Atau tamparanku kurang keras sehingga kau masih belum sadar? Heol, jelas kau tidak sadar. Masih menikmati ciuman manis dari jalang tadi eoh?!" Ucap Kai berapi-api.
"Jaga mulutmu Kim Kai. Siapa yang kau panggil jalang?" Chanyeol mulai terpancing.
"Cih, kau bahkan membelanya brengsek. Kau dan dia sama jalangnya!" Kai balik menantang.
"KIM KAI!" suara Chanyeol meninggi.
"Ada yang salah dengan ucapanku Park Chanyeol yang terhormat? Katakan padaku, apa nama yang pantas diberikan kepada wanita yang berani-beraninya mencium kekasih orang lain didepan umum kalau bukan jalang? Huh?!" Lanjut Kai lagi.
Chanyeol mengucap wajahnya kasar. Terlihat jelas Chanyeol frustasi menghadapi amukan Kai.
"Demi tuhan Kai, cemburumu terlalu berlebihan"
Kai mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Chanyeol, namun ia masih diam.
"Dia itu Kyungsoo, adik Baekhyun. Aku hanya menganggap dia sebagai adik, tidak lebih. Dan ciuman itu tak berarti apa-apa. Please Kai, kau jangan begini" Suara Chanyeol mulai melembut, tak ingin membuat Kai semakin emosi.
Kai memutar matanya mendengar jawaban klise Chanyeol.
"Benarkah? Adik? Itukan yang kau pikirkan, apa kau bisa jamin kalau jalang itu juga menganggapmu sebagai kakak? Jangan bodoh Chanyeol, aku tau dengan jelas kalau dia punya perasaan lebih dari seorang adik padamu" cibir Kai.
"Berhenti memanggilnya jalang Kai. Kau pikirkan bagaimana perasaan Baekhyun jika dia mendengar kau menyebut adiknya seperti itu"
"Kau kira aku peduli?" acuh Kai.
"Kau terlalu naif Yeol, kau bisa dengan santai mengatakan ciuman itu bukan apa-apa. Tidakkah kau memikirkan perasaanku? Kekasihku dicium wanita lain didepan umum, apa aku harus diam saja?" lanjut Kai lagi. Kini mulai terdengar sedikit pilu dan sakit.
"Kai, kau salah paham sayang. Kyungsoo tidak mungkin punya maksud lain. Dia adik Baekhyun dan aku yakin dia juga menganggapku sebagai Oppa-nya juga" Chanyeol mengenggam tangan Kai, masih berusaha meredakan emosi Kai.
"Lalu kenapa kalau dia adik Baekhyun hah? Aku tidak boleh cemburu kalau nanti-nanti dia menciummu lagi? Kau itu bodoh atau idiot Park! Kau kira aku sudi berbagi milikku dengan yang lain? Sekalipun dia adik Baekhyun aku tidak peduli!" Kai menghempaskan genggaman tangan Chanyeol
"Atau begini saja, bagaimana kalau posisinya berbalik. Kau melihat Kris oppa menciumku. Apa perasaanmu? Dan bagaimana kalau kukatakan 'Ayolah Chanyeol sayang, Kris Oppa itu sahabatnya Suho Oppa dan aku hanya menganggapnya Oppa' Apa kau masih bisa bilang tidak cemburu? Aku bahkan berani bertaruh saat itu juga kau pasti akan menyiksaku habis-habisan!" lanjut Kai. Begitu frustasi.
"Jangan memutar balikkan keadaan Kai, bukan aku yang dibahas disini, tapi kau dan cemburu tak jelasmu. Sudahlah aku tidak ingin bertengkar lagi, ayo kembali kedalam dan minta maaf pada Kyungsoo. Kau sudah membuat kekacauan didalam" Chanyeol menarik tangan Kai.
Kai menatap Chanyeol tak percaya. Ia kembali menarik tangannya dari genggaman Chanyeol.
"Apa kau gila Yeol? Aku? Minta maaf pada Kyungsoo?" Kai mulai terpancing emosi lagi.
Ia tak percaya akan jalan pikiran Chanyeol. Kenapa dia yang harus minta maaf? Ia tak merasa melakukan kesalahan. Kalaupun ada pihak yang harus meminta maaf, itu adalah Kyungsoo.
"Kau bersalah membuat keributan diacara orang dan kau harus minta maaf" Chanyeol masih bersikeras.
"SAMPAI MATIPUN AKU TAK SUDI UNTUK MEMINTA MAAF PADA JALANG ITU!" Akhirnya Kai pun meledak. Chanyeol terkesiap mendengar teriakan Kai.
"Kau dengar aku Chanyeol. Aku tidak akan minta maaf karna aku tidak melakukan kesalahan. Akulah yang menjadi korban disini!" ucap Kai penuh tekanan.
"Berhentilah menjadi keras kepala Kim Kai. Kau-"
"Oppa" Ucapan Chanyeol terhenti ketika mendengar suara Kyungsoo yang tiba-tiba muncul diantara pertengkarannya dengan Kai.
"Kyungsoo. Kenapa kau disini?" Chanyeol menurunkan nada suaranya setelah sebelumnya dia setengah berteriak pada Kai.
Sementara Kai yang melihat kemunculan Kyungsoo, memberikan tatapan penuh kebencian pada gadis mungil bermata bulat itu.
"Oppa jangan marah pada Kai. Aku yang salah. Maafkan aku. Tak seharusnya aku mencium Oppa seperti tadi. Kai-ya aku minta maaf aku tahu kau pasti marah dan cemburu pada apa yang kulakukan" Ucap Kyungsoo dengan ekspresi penuh penyesalan. Yang tentu saja dibuat-buat.
Kai memutar bola matanya. Tak menanggapi permintaan maaf Kyungsoo. Kai muak melihat Kyungsoo yang berpura-pura dihadapannya dan Chanyeol. Menempatkan dirinya seolah-olah dia menyesal dan menjadikan Kai sebagai pihak antagonis.
"Kai" Chanyeol menegur Kai yang masih diam, tak berniat menjawab Kyungsoo.
"Tak usah merasa sok menyesal. Aku tau kau sengaja melakukannya. Kau menyukai Chanyeol, Ah bukan, kau mencintainya. Iya kan?" Kai buka suara.
"Kai. Apa maksudmu. Kyungsoo sudah minta maaf, mengapa kau mengatakan itu?!" bentak Chanyeol.
"Kai, kau salah paham, bukan seperti itu-Ahhhh!" Kyungsoo jatuh terduduk dilantai. Ia baru saja berusaha memegang pundak Kai tadi. Berusaha menjelaskan pada Kai. Namun Kai yang sedang emosi menepis tangan Kyungsoo kasar dan membuat Kyungsoo kehilangan keseimbangan sehingga jatuh kelantai.
"Tak usah bersikap sok baik padaku" ucap Kai sinis.
"Kyungsoo" Chanyeol berseru panik saat melihat Kyungsoo jatuh.
Dengan segera ia membantu Kyungsoo untuk berdiri. lalu
PLAK
Chanyeol langsung menampar Kai, segera setelah ia membantu Kyungsoo berdiri. Hingga kini berbalik Kai yang jatuh tersungkur dilantai.
Kai memegang pipinya yang memanas. Menatap Chanyeol tak percaya. Air mata mulai menggenang dikedua matanya. Hati Kai sakit. Jauh lebih sakit dari pipinya yang ditampar Chanyeol. Bagaimana bisa Chanyeol lebih membela wanita lain dan tega memukulnya didepan wanita tersebut. Kai benar-benar merasa sakit hati dan terhina dengan perlakuan Chanyeol.
"Kau menamparku? Demi dia?" suara Kai bergetar. Air matanya sudah mengalir dan membasahi pipinya.
"Kau berhak mendapatkannya. Kelakuanmu sudah kelewatan" Hujat Chanyeol pada Kai.
Air mata Kai terus mengalir. Dengan perlahan ia mencoba bangkit untuk berdiri. Bahkan Chanyeol tak mau bersusah payah membantunya berdiri. Kenyataan Chanyeol yang tadi membantu Kyungsoo semakin membuat hati Kai semakin hancur. Air mata membuat pandangan Kai memburam hingga ia bolak balik terjatuh ketika berusaha bangkit. Kaki Kai lemas. Hatinya begitu sakit.
"Terima kasih atas tamparan ini Park Chanyeol. Aku bersumpah tak akan melupakannya" ucap Kai bergetar dan diiringi air mata yang masih mengalir sesaat setelah ia berhasil berdiri diatas kedua kakinya.
"Dan kau jalang sialan. Urusan kita belum selesai. Jangan kau kira aku akan diam saja setelah apa yang kuterima hari ini"
Setelah mengucapkan itu Kai pun berbalik pergi dengan hati hancur dan air mata yang semakin deras mengalir. Meninggalkan dua orang dibelakangknya dengan dua ekspresi yang berbeda. Chanyeol dengan muka yang masih menegang karna emosi dan Kyungsoo yang memasang senyum penuh kemenangan.
.
.
...TBC...
.
.
Keterangan:
Kai, Sehun: 22 tahun
Kyungsoo : 23 tahun
Chanyeol, Jongdae, Baekhyun : 24 tahun
Lay : 25 tahun
Xiumin: 26 tahun
Suho: 26 tahun.
.
.
A/n: Hallo semuanya, ellaamoo disini. Salam kenal buat kalian semua. Seperti yang sudah disampaikan EL di chap sebelumnya kalau saya ikut berpartisipasi dalam penulisan FF ini. Kalian bisa manggil saya ella, emm dan yeah saya dan EL punya nama yang mirip memang dan kita berdua seumuran. Bisa dibilang fanfic ini mempertemukan saya kembali dengan EL, setelah setengah tahun lebih kita lost contact setelah saya memutuskan untuk mundur dari projek ini dipertengahan 2014 lalu, yahh dengan alasan pendidikan yang mengharuskan menghentikan semua kegiatan fangirling dalam bentuk apapun. Jujur saya katakan disini saya bukanlah seorang ChanKai Shipper, saya adalah ChanBaek Shipper garis keras dan EL tau dengan jelas itu karna kita udah temenan hampir 3 taunan. Dan benar saya juga adalah mantan author yaitu author HoMin. HoMin lah yang mempertemukan saya dengan EL sebelum pada akhirnya ditahun 2013 saya mundur dari FFN, menghapus semua FF dan menutup akun saya. Jadi bisa dikatakan FF ini adalah comeback saya dalam menulis. Salahkan EL yang dengan luar biasanya berhasil meracuni saya untuk kembali menulis, dan dengan kampretnya menulis pair yang bukan saya shipperin. Saya beritahu, EL adalah racun yang luarbiasa, mencekoki saya berhari-hari dengan FF ChanKai guna menumbuhkan feel, dan alhamdulillahnya dia berhasil. Sialan lu EL. Tapi disini saya tegaskan walau saya bukanlah seorang ChanKai Shipper itu bukanlah hal yang penting. Saya dan EL punya jalan yang berbeda dan punya kesukaan yang berbeda, tapi kami tetap bisa jalan bersama tanpa masalah sampai sejauh ini. Saya berusaha akan memberikan yang terbaik buat kalian para ChanKai Shipper. Saya juga berharap kedepannya saya dan readers bisa jadi teman yang baik walau kita punya kesukaan yang berbeda. Perbedaan itu indah guys, jangan jadikan sebagai permasalahan okey. Terima kasih buat apresiasi kalian yang luar biasa di chapter 1, jujur saya sangat terharu hasil kerja saya dan EL sangat diterima oleh kalian semua, dan jujur ini membangkitkan semangat saya untuk kembali menulis. Itulah mengapa begitu saya melihat FF ini publish dengan segera saya mencari EL kembali dan memutuskan untuk kembali bersama EL menyelesaikan FF ini. Kalo FF ini gak publish semalam mungkin sampai detik ini saya pasti belum kontakan lagi sama EL. Dan special thanks saya juga buat Berlindia yang bersedia ikut menyumbangkan tulisannya disini disaat saya absen, saya sudah baca dan itu luar biasa, FF ini jadi semakin berwarna. Okedeh ini udah kepanjangan banget, sekian bacotan dari saya. Terimakasih buat review yang masuk, thankyou so much guys, keep review yaa.
Sign
EL and ELLA.
