Title: Strangers to Lovers
Pairing(s): HunHan/SeLu slightKaiSoo/KaiDo/ChanBaek
/ warning genderswitch for some cast /
.
.
Sudah jam pulang sekolah, Kyungsoo berjalan melewati halaman sekolah. Masih ada banyak anak yang masih harus 'menghabiskan' waktunya di sekolah. Contohnya anak klub basket atau anak yang tambahan pelajaran.
Sebenarnya, Kyungsoo tidak kemana-mana, hanya bersembunyi di belakang tembok toilet sampai unnie-nya pergi. Kyungsoo tidak bisa melihat sejauh itu, tetapi Kyungsoo pintar.
Ia meminta Hyeri untuk meng-sms dia saat unnie-nya sudah pergi.
Iya, ia sedang menjodohkan unnie-nya dengan Sehun.
Menurut Kyungsoo, unnie-nya itu mungkin benar-benar suka sama Sehun. Dan Kyungsoo pikir mereka cocok.
"Hah..unnie semoga kau bahagia," kata Kyungsoo sambil melihat kearah langit.
Tiba-tiba setetes air hujan mengenai muka Kyungsoo. Dengan cepat Kyungsoo membuka tasnya dan mengambil payung lipat kuningnya.
"Kyungsoo, tunggu aku ikut!" teriak seseorang yang sedang berlari sambil menutupi kepalanya dengan buku fisika.
Dia itu Kim Jongin.
Kyungsoo membeku. Bayangkan saja, berjalan satu paying dengan seseorang, apalagi itu laki-laki—
Oh jangan lupakan, itu seseorang yang kamu sukai.
"O-O-oh boleh," ucap Kyungsoo terbata-bata.
"Iya, Kyung ayo kita harus cepat sebelum hujan bertambah deras," ucap Jongin sambil mengambil payung yang ada di tangan Kyungsoo. Ia membukanya dan memegangnya.
Jongin menggandeng tangan Kyungsoo juga. Payung kuning Kyungsoo sepertinya tidak cukup untuk dua orang, terbukti dengan mereka sangat berdesakan dibawah satu payung.
"Maaf ya, kamu jadi basah," kata Jongin dengan keras. Memang mereka sedang berjalan menuju halte bus terdekat.
"Iya tidak apa-apa," balas Kyungsoo.
"Kamu tidak malu kan, Kyung?" tanya Jongin
Kyungsoo memandang Jongin dengan tampang bingung, "Kenapa harus malu?"
Jongin tertawa pelan, "Tidak, hanya saja kita berjalan berdua satu payung, seperti pasangan kekasih saja yang ada di drama-drama."
Seketika itu juga pipi Kyungsoo bersemu merah, "Tidak, aku tidak malu."
Setelah berjalan sekian lama, akhirnya mereka sampai di halte bus. Ada banyak sekali orang disana. Ada teman sekelas mereka juga, ada sunbae mereka, juga ada orang tidak dikenal.
"Oh! Hai Jongin dan.. eum Kyungsoo," sapa Yoseob, teman sekelas mereka berdua.
"Hai, Yoseob. Sendirian saja?" tanya Jongin. Kyungsoo yang hanya mengangguk. Memang Kyungsoo adalah tipikal yang susah sekali mengobrol dengan teman yang tidak terlalu dekat.
Sama Jongin saja susah apalagi sama Yoseob yang sangat tidak dekat. Mereka hanya pernah berbicara beberapa kali ketika Yoseob meminjam penghapus Kyungsoo, mungkin.
"Seharusnya tidak, Doojoon-hyung masih ada latihan sepak bola di sekolah yah meskipun hujan-hujan begini. Kau tau, ada pertandingan kan sebentar lagi," ujar Yoseob. Jongin hanya mengangguk.
"Aha, iya memang," Jongin melihat ada bus datang mengajak Kyungsoo untuk segera masuk, "Kurasa aku harus pergi, Yoseob," kata Jongin.
"Tentu, pergilah. Ngomong-ngomong, pacaran?" tanya Yoseob sedikit menggoda.
Jongin menggeleng dengan cepat, "Tidak kok hehe," Kyungsoo tidak mendengar ini akibat terlalu serius mengamati hujan.
"Ayyy.. haha baiklah, pergilah," lalu Jongin dan Kyungsoo bergegas masuk ke bus. Mereka memilih tempat duduk yang ditengah. Kyungsoo masuk lebih dahulu lalu diikuti Jongin.
"Ini bus yang benar kan Kyung?" tanya Jongin.
"Benar. Apgujeong," kata Kyungsoo. Jongin membentuk mulutnya 'o'
Jongin memilih untuk mendengarkan musik dengan earphone putihnya. Lalu memberikan satu kepada Kyungsoo.
"Kiss The Rain!" pekik Kyungsoo. Jongin mengangguk.
"Kenapa kamu menyukai lagu ballad ini, Jongin?" tanya Kyungsoo.
"Ada seseorang yang aku cintai—" lanjut Jongin, "—tetapi dia tidak akan pernah mencintaiku seperti aku mencintainya," kata Jongin dengan sedih.
"Jongin—"
"Cinta pertamaku, Kyung. Dia orang yang hebat. Aku memang sudah melepasnya untuk bersama kebahagiannya, tapi kau tau.. aku masih mencintainya sampai sekarang. Setidaknya aku masih berharap,"
Air mata Kyungsoo tiba-tiba menetes ke pipi Kyungsoo, "Iya..aku tau betul bagaimana sakitnya. Karena aku juga merasakannya sekarang, Jongin. Jadi kita sama," Kyungsoo mengapus air matanya.
"Benarkah? Dia pasti orang yang jahat,"
"Tidak.. dia tidak jahat Jongin, dia sangat baik malah. Dia.. hanya terjebak dengan bayangan masa lalunya," tutur Kyungsoo.
"Ah.."
"Memang Jongin, terkadang mungkin kita harus merelakannya untuk kebahagiannya. Kau melakukan sesuatu yang benar," lanjutnya, "lalu bagaimana kabarnya sekarang?"
"Dia.. baik. Terakhir kali aku dengar kabar, dia berpacaran dengan seseorang yang memang dia cintai," ucap Jongin sambil tersenyum, lalu merangkul Kyungsoo, "hei.. sudah jangan menangis, kita cari cinta lain. Oke?" kata Jongin.
Kyungsoo ikut tersenyum, "Oke, baiklah."
.
.
Beda lagi dengan Kyungsoo dan Jongin melewati perjalanan pulang mereka dengan sedih. Sehun dan Luhan yang melewatkan perjalanan pulang sekolah mereka dengan ribut sana sini.
"Aduh, noona diamlah," kata Sehun sambil menggenggam tangan Luhan dengan erat.
"YAH NGGAK USAH DIGANDENG TERUS DONG," kata Luhan sambil berusaha melepaskan tangannya. Sekarang mereka sedang berteduh di halte bus sambil menunggu bus datang.
Sebenarnya, Sehun juga malas disuruh mengantar Luhan pulang, hanya saja ia sudah terlanjut berjanji dengan Kyungsoo akan menemani Luhan pulang.
Kyungsoo— cinta pertama Sehun. Tetapi sekarang tidak lagi, itu hanya dulu beberapa bulan saja sampai Sehun menyadari bahwa Kyungsoo mencintai sahabatnya, Jongin.
Mata Kyungsoo tidak pernah berbohong. Ia memandang Jongin dengan cinta bukan hanya sekedar teman sekelas. Hanya Jongin saja yang terlalu bodoh untuk mengetahui tentang ini.
Dan, menurut Sehun, Kyungsoo dan Luhan sangat-sangat berbeda. Ia kira Luhan akan jadi manis seperti Kyungsoo. Nyatanya? Sangat menyebalkan!
"Nggak! Udah diem dulu noona. Nanti aku beliin bubble tea," kata Sehun. Sebenarnya Sehun juga tidak akan sungguhan membelikan bubble tea.
"Benarkah?" mata Luhan berbinar dan seketika itu juga Luhan 'tenang'
"Tidak," kata Sehun singkat.
"YAAMPUN," Luhan kembali lagi mencoba melepaskan tangannya dari Sehun.
"Iya! Iya! Nanti aku belikan bubble tea," kata Sehun. Yah, kalau begini Sehun tidak punya pilihan selain membelikan noona satu ini bubble tea.
"Yes!" pekik Luhan.
Setelah itu ada bus dan Sehun langsung menyeret Luhan masuk, "Ya! Memang tau rumahku dimana?"
"Apgujeong," jawab Sehun singkat.
"Hei, dari mana kau tau?" tanya Luhan
"Ada deh,"
"Fans," jawab Luhan singkat.
"Enak aja!" balas Sehun tidak terima.
"Baiklah," lanjut Luhan, "penguntit!"
"Nggak sudi!" kata Sehun.
Mereka masuk ke bus dan menghabiskan beberapa menit yang menyiksa mereka berdua di dalam bus. Di dalam bus, mereka sama sekali tidak mengobrol satu sama lain. Karena terlalu kesal.
Mereka turun di Apgujeong. Kebetulan di daerah sana sangat dekat dengan Cofioca Bubble Tea. Sekarang gentian Luhan yang menyeret Sehun masuk ke dalam toko.
"Belikan aku taro satu," kata Luhan.
Sehun menyodorkan uang 10,000 won, "Pesankan aku coklat. Aku menunggu disana,"
Luhan menarik lengan baju Sehun, "Kurang 2,000 won," kata Luhan. Memang per bubble tea dihargai 6,000 won.
"Bayar dulu, noona. Uangku tinggal segitu oke bye," Sehun meninggalkan Luhan dan berakhir dengan membayar kekurangan 2,000 won.
"Ini bubble tea-nya. Memang sering nggak akur sama pacar ya?" tanya pelayan di toko sambil memberikan dua gelas bubble tea.
"Pacar? Bukan itu bukan pacar, itu teman saya yang paling menyebalkan," kata Luhan sambil memandang tak suka kearah Sehun.
"Ah, sayang sekali. Padahal kalian cocok, lho," Luhan menggeleng lalu ia mengucapkan terima kasih dan membawa dua gelas itu ke meja dimana Sehun sedang duduk.
"Nih," Luhan menyodorkan bubble tea tanpa melihat yang mana. Sehun langsung menyeruput saja karena memang sudah ada sedotannya, "Kok taro?"
Luhan mendelik lalu melihat lagi. Benar ia salah memberikan, "Hah, ketukar. Kembalikan itu punyaku," kata Luhan meminta kembali bubble tea-nya.
Sehun menyerahkan bubble tea Luhan dan mengambil miliknya.
Dengan sebal, Luhan menyeruput bubble tea taro-nya seketika itu juga ia teringat sesuatu.
Indirect kiss?
Luhan langsung menaruk bubble tea-nya di meja, "Kenapa? Noona nggak mau? Buat aku saja."
"Nggak! Aku mau kok," kata Luhan langsung mengambil lagi gelasnya.
"Eh noona apa kamu pernah punya pacar?" tanya Sehun.
"…pernah," Luhan berdusta. Sebenarnya ia tidak pernah punya pacar. Huhuhu.
"Ah… kok ada aja yang mau sama noona. Sebenarnya noona itu lumayan sih," kata Sehun.
"Enak aja! Ada kok yang mau sama aku," balas Luhan tidak terima, "kalau kamu?"
"Aku anak yang penurut sama eomma dan appa, jadi aku tidak berpacaran," kata Sehun sambil tersenyum sok imut menurut Luhan.
Luhan membalas dengan tatapan sinis. Kemudian hp Sehun bergetar.
From: Jongin
Hun, jemput anak-anakku dong. Tolong. Aku masih nganter Kyungsoo pulang. Oke?
"Noona, ayo cepat aku antar pulang. Harus njemput anak-anak soalnya," kata Sehun.
"Hah? Jadi kamu tidak berpacaran tetapi sudah menikah? It's a wow," kata Luhan.
"Bukan anakku, anaknya Jongin kok," balas Sehun.
"Hah? Jongin sudah menikah?" kata Luhan tidak percaya.
"Iya, dia sudah menikah. Ayo noona cepat!" Sehun menyeret Luhan yang masih kehilangan pikirannya.
Setelah berjalan, tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Luhan. Sebenarnya sebuah apartment.
"Sudah sampai kan, aku pulang dulu," Luhan menarik lengan Sehun lagi.
"Tunggu 1 menit saja, aku pasti dimarahi eomma jika pulang selarut ini apalagi sendirian. Jebal," kata Luhan. Eomma selalu memarahi anak-anaknya yang pulang telat apalagi sendirian. Pengecualian untuk Kyungsoo yang waktu itu karena memang ia ada tugas khusus yang tidak memungkinkan pulang bersama teman.
Lama-lama Sehun juga merasa kasihan, "Baiklah,"
Pintu apartment tiba-tiba dibuka oleh nyonya Do, "Oh Luhan. Dan ini siapa?" tanya nyonya Do.
"Annyeonghaseyo, Sehun-imnida. Saya mengantarkan noona pulang. Tetapi saya tidak bisa berlama-lama. Saya pamit dulu," kata Sehun lalu ia pergi.
"Sepertinya ia anak yang baik, Lu," kata nyonya Do.
"Aish tidak, dia sangat menjengkelkan," lalu mereka berdua masuk.
.
.
Kyungsoo langsung masuk kamar dan memeluk bantalnya. Tidak lupa ia mengunci kamarnya dulu.
Setelah mendengar cerita Jongin, Kyungsoo tau ia harus mencoba untuk melepaskan Jongin untuk menemui kebahagiaanya.
"Kebahagiaanmu di perempuan itu Jongin," kata Kyungsoo. Lalu ia menangis sejadi-jadinya.
Kyungsoo tidak akan pernah mengira cintanya akan menjadi sesakit ini. Dulu, meski tidak dapat, cinta pertamanya tidak semenyakitkan ini.
Memikirkan tentang Jongin, membuat hati Kyungsoo bertambah sakit. Ia mempererat pelukannya pada bantalnya itu, membiarkan semua sakit keluar lewat tangisnya.
Membiarkan semua luka keluar. Kyungsoo selalu merasa lega setelah menangis.
Entah berapa lama lagi ia harus menangis untuk mengapuskan semua perasaanya pada Jongin. Entah siapa yang akan menggantikan posisi Jongin di hatinya?
Kyungsoo mengambil hp-nya dan membuka playlist favoritnya lalu mengeklik: Kiss The Rain.
Kyungsoo memang punya lagu itu sejak dulu. Namun, Kyungsoo tidak pernah sekalipun merasa lagu itu sedih, tidak seperti unnie-nya yang sering sekali menangis akibat lagu ini.
Kyungsoo memejamkan matanya, mengahayati lagu ini.
I often close my eyes
And I can see you smile
Ya, Kyungsoo memang sering sekali membayangkan bagaimana senyuman Jongin yang menghiasi hari-harinya.
You reach out my hand
And I'm woken from my dream
Setelahnya, Kyungsoo paham. Kalau memang itu akan selamanya menjadi mimpi.
Although your heart is mine
It's hollow inside
I never had your love
And I never will
Hati Jongin—tidak akan pernah menjadi milik Kyungsoo. Dan Kyungsoo tidak akan pernah merasa bagaimana dicintai oleh seorang Kim Jongin.And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I've always loved you
Mungkinkah Jongin akan mencintainya seperti Kyungsoo selama ini memendam perasaan cintanya pada Jongin?
But how can you love me
Like I loved you when
You can't even look me straight in my eyes
Jongin, hanya akan menganggap Kyungsoo sebagai teman. Tidak lebih.I've never felt this way
To be so in love
To have someone there
Ini pertama kalinya Kyungsoo merasakan cinta yang begitu dalam pada seseorang. Lebih dari hanya sekedar obsesi.
Yet feel so alone
Aren't you supposed to be
The one to wipe my tears
The on to say that you would never leave
Harusnya, Jongin yang sekarang menghapus semua air mata kesedihan Kyungsoo. Harusnya, Jonginlah yang akan selamanya beda di dekat Kyungsoo.
Namun Kyungsoo teringat, mimpi akan menjadi mimpi.
The waters calm and still
My reflection is there
I see you holding me
But then you disappear
All that is left of you
Harusnya Kyungsoo merasakan pelukan Jongin sekarang. Namun, itu semua kebohongan dan tidak akan mungkin terjadi. Semua akan menjadi mimpi yang tidak akan pernah terwujud.
Is a memory
On that only, exists in my dreams
Itu hanya akan terjadi di mimpi Kyungsoo.I don't know what hurts you
But I can feel it too
And it just hurts so much
Kyungsoo memang tidak tau dengan pasti siapakah perempuan beruntung itu, dan apa yang terjadi. Tetapi satu yang Kyungsoo tau. Itu sakit.
To know that I can't do a thing
Lebih sakit lagi karena Kyungsoo tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak bisa menghiburnya atau—
—menjadi pengganti perempuan itu.
And deep down in my heart
Somehow I just know
That no matter what
I'll always love you
Kyungsoo akan sangat mencintai Jongin. Walaupun sakit rasanya. Walaupun ia akan menderita. Ataupun ia tidak akan merasakan bagaimana itu dicintai.
So why am I still here in the rain
Oleh karena itu, Kyungsoo juga akan mencoba menghapus semua perasaan dan melupakan Kim Jongin segera. Ia sangat ini melepaskan semua perasaannya. Biarkan semuanya larut dibawah hujan.
Kyungsoo mengambil tisu di atas meja belajarnya. Dan mengapus semua air mata. Kyungsoo lalu
melihat mukanya sendiri di depan kaca. Ia terlihat sangat jelek.
Kyungsoo lalu terkekeh dan membenahi rambutnya yang acak-acakan. Matanya juga terlihat aneh dan kentara sekali habis menangis.
Kyungsoo lalu mengambil hp-nya dan mengambil selca. Ia memang tidak biasanya narsis tapi, sekali ini saja.
Demi melupakan seseorang.
Ia lalu menguploadnya ke instagram. Memang sangat jelek tetapi Kyungsoo tidak mengurus. Memang siapa yang akan marah?
doekyungsoo: Kyungsoo-ya himniseyo! Kkkkkkk stay strong kkkkkk #KISSTHERAIN
Ada banyak sekali comment. Yah, Kyungsoo sangat memaklumi karena biasanya Kyungsoo terkenal dengan tidak ada masalah dalam hidupnya.
Mungkin ini saatnya.
jin_ri: Kyung kamu kenapa?
YoonBoRaaaa: Kyungsoo kamu habis apa? Stay strong ya..
bbbaekshyun: Kyungsoo yang adiknya Luhan bukan? Cerita sama unnie-mu saja
xxxxxpjmin: kkkkkkkkkkkk stay strong btw kamu anak 1 bukan?
dooogirl: cute walau nangis hehehe
kimjongin14: Kyungsoo kamu kenapa? Karena yang tadi?
Nama yang Kyungsoo ingin lupakan tiba-tiba muncul lalu mengkomen. Kyungsoo menutup instagramnya dan mencoba untuk tidur saja.
From: Kim Jongin
Kyungsoo
From: Kim Jongin
Kamu nggak papa?
Sejak kapan Jongin jadi perhatian sama Kyungsoo.
Kyungsoo mencoba untuk tidak membalas setelah membaca pesan singkat dari Jongin tadi dan benar-benar mencoba untuk tidur.
From: Kim Jongin
Kyung?
From: Kim Jongin
Baiklah, mungkin kamu sibuk.
Kenapa Jongin tambah aneh sih? Pikir Kyungsoo.
Sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja—
—ini akan tambah menyusahkannya untuk melupakan Jongin.
Karena tidak ingin membaca sms Jongin lainnya yang mungkin sangat heart-warming, Kyungsoo mematikan hpnya dan benar-benar ingin tidur.
Tidak lama kemudian dia benar-benar tertidur. Dengan mimpi Kim Jongin didalamnya.
TBC
Hai maaf lama banget kayaknya ya? T^^^T serius ngetik ini sambil dengerin Kiss The Rain. Jadi, sad dikit nggak papa yaa ;~~; and ini banyak Kaisoo memang.
Oya, I Love You Once More-nya besok ya, hehehe.
Lastly, review please?
