Kim's Family Another Story
:::
::::
::::::::::::::
Kim's Family x Do Kyungsoo as Kim Kyungsoo
ft.
Park Chanyeol (18)
Byun Baekhyun (18)
:::
cast akan bertambah seiring berjalannya cerita
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Happy Reading and Happy Valentine Day (bagi yang merayakan)
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
.
.
.
.
Dengan telaten Kyungsoo memasukkan buku-buku pelajarannya ke dalam tasnya. Ia tidak mau ada yang tertinggal dan mengakibatkan dirinya dihukum oleh guru yang sedikit kiler karena kecerobohannya tidak membawa buku. Asal kalian tahu, Kyungsoo adalah gadis yang teliti. Ia ingin selalu tampil sempurna tanpa cacat sedikitpun.
"Ah, selesai...! Jongin sudah siap belum yah?" tanyanya sambil memakai tas gendongnya. "Akh, sebagai nunna yang baik, aku harus mengeceknya" katanya lagi lalu keluar dari kamarnya dan menuju kamar Jongin yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya.
Kyungsoo berdiri tegap di depan kamar adik nya itu lalu memutar knop pintu dan mencondongkan kepalanya ke dalam kamar Jongin "Jong..omo...yak!" Kyungsoo berteriak tidak jelas lalu kembali menutup pintu kamar Jongin dengan kasar "Oh Tuhan, kenapa aku ceroboh sekali sih?" rutuknya sambil memukul pelan kepalanya "Ish! Kenapa dia masih bertelanjang dada, aiiish.. membuatku malu saja" lanjutnya lagi setelah ia menyadari kesalahannya asal masuk kamar adiknya. Oke, sekarang mereka sudah remaja. Kyungsoo malu jika melihat Jongin yang bertelanjang dada. Ia malu karena tubuh adiknya itu tumbuh dengan begitu sempurna, perut rata dan tubuhnya sangat atletis. Bahkan tubuh Jongin sangat sexy untuk ukuran remaja seusianya. Wajarkan jika Kyungsoo malu memergoki Jongin yang sedang berseragam.
"Yak! Biasakan mengetuk pintu jika masuk kamarku, begini juga aku pria, kau tahu" omel Jongin yang membuat Kyungsoo terkejut saat adiknya itu membuka pintu kamarnya dengan setelan yang sama sepertinya.
Kyungsoo tersenyum kikuk "Ah, mian! Ku pikir kau masih tidur jadi.. ah yah sudahlah ayo sarapan, mereka pasti menunggu kita..." ajaknya lalu berjalan cepat meninggalkan Jongin yang tengah tersenyum mendapati wajah merah Kyungsoo.
Kyungsoo berjalan cepat menuruni tangga rumahnya.
"Kyungsoo-yah! Hati-hati kalau jalan, kau bisa terkilir jika lari-lari seperti itu" Ryeowook yang akan berjalan ke arah meja mekan menegur Kyungsoo ketika mendapati cucu tersayangnya terlalu aktive.
"Hehehe... semangat pagi, haelmonie..."
Chup!
Kyungsoo mengecup pipi Ryeowook lalu berjalan bersama menuju ruang makan.
"Morning, all.." teriak Kyungsoo ceria ketika mendapati keluarganya sudah duduk manis di meja makan. "Morning, Jongdae oppa.."
Chup!
"Pagi..." Jongdae membalasnya dengan senyum lebarnya.
"Pagi, Minnie eonni..."
Chup!
"Pagi juga," balas Minnie datar
"Pagi appa!"
Chup!
"Pagi anak appa"
"Eomma, saranghae..."
Chup!
Kyungsoo menyapa keluarganya dan mencium pipi masing-masing keluarganya yang sudah duduk rapi dan alhasil Kyungsoo mengitari meja makan itu dan duduk disamping eommanya.
"Pagi juga, putri kecil eomma..." balas Yixing sambil mengelus pucuk kepala Kyungsoo.
Itu adalah rutinitas Kyungsoo mencium pipi satu-satu keluarganya saat pagi. Ia sudah terbiasa dengan itu dan mereka pun tidak mempermasalahkan kelakuan Kyungsoo yang kelewat lucu.
"Kau selalu memberi morning kiss kepada mereka, tapi tidak denganku.." omel Jongin yang menyusul Kyungsoo dan duduk disampingnya.
"Kau yang paling muda, harusnya kau yang memberi Kyungsoo morning Kiss.." Jongdae menimpali sambil memasukan potongan roti ke mulutnya.
"Oh, haruskah?" Jongin bertanya pada Jongdae dan diberikan anggukan oleh Jongdae.
"Yak!..."
Chup!
Kyungsoo menoleh ke arah Jongin dan ingin mengumpatnya, namun niatnya ia urungkan ketika bibir tebal Jongin mendarat di bibir ranum Kyungsoo.
Jongdae yang menyaksikan adegan sedikit diluar kewajaran itu menjatuhkan sendoknya dengan tidak sengaja.
Jongin dan Kyungsoo masih sama-sama terkejut hingga akhirnya mereka menyadari jika bibir mereka masih saling tempel. Oke, ini kecelakaan! Awalnya Jongin ingin mengecup pipi Kyungsoo namun meleset ke bibir Kyungsoo karena tiba-tiba Kyungsoo menoleh ke arahnya. Dan terjadilah, an accident kiss in the morning!
"Yak! Aku tidak mengatakkannya dibibir, Jongin" teriak Jongdae. Keluarga Kim yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Kyungsoo dan Jongin yang salah tingkah.
Sebenarnya ini bukan hal aneh yang pertama kalinya terjadi, jika ingin dipermasalahkan. Kyungsoo sudah sering dicium bibirnya oleh Jongdae, Jongdae bilang ia gemas dengan Kyungsoo sampai saat Kyungsoo lulus SMP dulu karena saking gemesnya Jongdae mencium bibir Kyungsoo. Hanya mencium. Dan sejak itu, Jongdae sering menggoda Kyungsoo dan mencium bibir Kyungsoo. Bisa dibilang, first kiss Kyungsoo, Jongdae yang dapatkan. Jongin juga tidak asing lagi dengan bibir Kyungsoo. Ini bukan pertama kalinya ia mengecup bibir tebal nunna-nya itu. Ketika mereka di tahun pertama saat SMA, Jongin memiliki kekasih dan ia ingin mencium kekasihnya namun ia belum memiliki pengalaman hingga akhirnya meminta Kyungsoo untuk membantunya belajar cara berciuman. Kyungsoo tidak menolak menjadi relawan percobaan kissing-nya Jongin –Jongin modus- . Ia menerimanya. Dan itu adalah first kiss Jongin. Boleh kita skip tentang kissing mereka yang sedikit rumit?
Meski bukan pertama kalinya dan tidak direncanakan, ini membuat Jongins sedikit gugup. Dia hanya mengecup bibir Kyungsoo, tidak melumatnya seperti biasa, tapi kenapa jantungnya berdebar tidak karuan.
"Kenapa kau mencium bibirku?" tanya Kyungsoo dan memecahkan lamunan Jongin "Kau berniat sekali mendapat morning kiss dariku yah?" intimidasinya.
Jongin membalas tatapan Kyungsoo "Yak! Aku mau mencium pipimu, tapi kau malah menoleh, salahkan saja kepalamu, bbabo!" omelnya.
"Mwo? Bbabo? Eiy.. aku ini nunna mu, dasar anak nakal.."
Bug! Bug!
Kyungsoo berkali-kali memukul kepala Jongin.
"Yak! Pendeek! Hentikan !" omel Jongin yang melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Mwo? Pendek? Yak.. kemari kau.! Kau dasar... ish!"
"Ini masih pagi dan kalian sudah bertengkar?" suara tegas Joonmyeon menghentikan aksi Kyungsoo.
Kyungsoo membenarkan posisi duduknya "Dia menyebalkan appa..." adu Kyungsoo.
Jongin hanya mencibir, ia lebih memilih membenarkan tatanan rambutnya yang berantakan karena ulah nunna nya itu.
"Kalian ini aneh sekali, kalian selalu bekerja sama untuk mengerjai orang tapi jika dirumah kalian seperti Tom and Jerry... ck..ck...ck.. aku tidak tahu apa yang Yixing lakukan dulu saat hamil kalian berdua..." Ryeowook berbicara dan hanya mendapati kekehan dari Kyungsoo.
"Nunna.. hari ini aku ada kuliah siang! Aku bisa mengantarmu dulu ke kafe mu" tawar Jongdae pada Minnie.
Minnie hanya menggeleng "Tak perlu Jongdae-yah! Akan ada yang menjemputku nanti.." tolak Minnie dengan halus.
"Nugu?" Pertanyaan Jongdae menyiratkan ketidasukaannya.
"Ku rasa hubunganmu dengan Oh Changmin semakin serius?" Joonmyeon menimpali perkataan Jongdae.
"Nugu? Oh Changmin?"
"Dia teman kuliahku dulu, Jongdae-yah!"
Aku tahu. Tapi apa hubungannya denganmu?. Jongdae menggeram tidak suka jika Minnie dekat dengan pria lain. Apalagi Oh Changmin, dia adalah anak dari rekan Joonmyeon dan Minnie sudah dari kecil mengenal Oh Changmin. Bahkan pria itu blak-blakan mengatakan jika Minnie adalah gadis idamannya.
"Bukannya dia akan berangkat wamil tahun ini?" kini Yixing angkat bicara.
Minnie mengangguk.
"Wow! Sepertinya memang ada sesuatu antara Minnie eonni dan Changmin oppa" Kyungsoo bersorak tidak jelas "Aku akan sangat senang jika akan bertambah prince di rumah ini.."
"Prince apanya? Memangnya masih kurang dua pangeran di rumah ini?" Jongdae mendelik pada Kyungsoo.
"Kau dan Jongin?" Tanya Kyungsoo retorik "Hahaha... bahkan diluar sana masih banyak Jongdae dan Jongin yang lebih menarik daripada kalian..." cibir Kyungsoo yang mendapat decakan dari Jongin dan Jongdae.
"Bukankah, appa adalah prince yang paling keren disini?" Joonmyeon ikut terjun ke pembicaraan Jongdae dan Kyungsoo.
"Appa ini narsis sekali, ingat umur!" timpal Jongin.
Joonmyeon terkikik "Buktinya, pangeran yang sudah memiliki seorang permaisuri disini hanya appa kan? Jongdae? Dia tidak pernah mengenalkan wanitanya kerumah ini, dan Jongin? Wanita kencannya sih banyak, tapi selalu mundur jika Kyungsoo sudah maju dan merusak kencan mereka.. ck ck ck... dulu saat appa masih muda..."
"Ah.. aku akan telat.. semuanya, aku berangkat! Ayo Jongin... dah appa,... dah eomma... bye haelmonie..." teriak Kyungsoo lalu menyeret lengan Jongin dan meninggalkan ruang makan. Itu adalah trik bodohnya untuk menghindari dongeng appa nya di pagi hari dan akan menceritakan hal yang sama yang katanya semasa muda dulu ia adalah seorang pangeran di kampusnya. Kyungsoo bosan mendengarnya, sejak TK ia sudah dijejali dongeng seperti itu oleh Joonmyeon, wajarkan kalau sekarang dia bosan.
"Kau lihat? Bahkan putra dan putri kabur jika kau mengungkit masa mudamu itu.." omel Ryeowook setelah Kyungsoo dan Jongin menghilang dari ruangan.
Joonmyeon menggaruk tengkuknya yang tak gatal "hehehe... aku terlalu suka bernostalgia, eomma.."
"Jadi hari ini kau akan menemani Changmin sebelum pergi wamil?" Yixing kembali ke topik pembicaraan tentang Changmin ke Minnie.
"Bisa dibilang seperti itu.." balas Minnie. Ia sengaja memanasi Jongdae.
"Ku harap hubungan kalian sesuai dengan yang kami harapkan.." doa Joonmyeon.
Kyungsoo membuka pintu mobilnya ketika mobil putih itu berhenti tepat di depan gerbang sekolahnya. Kemudian disusul oleh Jongin.
"Jongin... bagaimana jika pulang sekolah nanti, kita main! Aku ingin es krim!" Kyungsoo bergelayut manja di lengan adiknya saat mereka berjalan ke halaman sekolah.
Jongin tak menjawab.
"Ah... Jonginnie..." panggil Kyungsoo beraegyo.
Jongin melirik wajah Kyungsoo yang tengah manja itu tersenyum "Arraseo! Aku akan menraktirmu es krim.."
Kyungsoo sumringah "Yey..! Assa!" katanya penuh kemenangan.
Jongin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah nunnanya itu. Bagaimana mungkin ia bisa percaya jika Kyungsoo adalah nunnanya? Badannya mungil dan sifat manjanya tidak menunjukkan jika ia seorang kakak perempuan dari Kim Jongin. Jongin mengikuti jalan Kyungsoo yang kini berada didepannya.
BRUGH!
"Yak! Kenapa berhenti mendadak!" omel Jongin saat secara tiba-tiba Kyungsoo mengerem tubuhnya secara mendadak dan membuatnya menbarak tubuh Kyungsoo. Untung saja hanya tabrakan kecil.
Sementara Kyungsoo tidak bergerak dari berdirinya. Sekarang ia malah menampilkan wajah cengo-nya.
Jongin yang melihat Kyungsoo senyum-senyum tidak jelas dengan kedua retina bulatnya fokus ke arah pria jangkung yang berjalan ke arah mereka. Park Chanyeol.
Jongin mendesah tak suka jika muncul Park Chanyeol di sekeliling Kyungsoo. Ia tidak menyukai nunna-nya yang menggilai seorang pria bertelinga lebar itu.
"Ommo... Chanyeol berjalan ke arah kita..." heboh Kyungsoo.
"Ini halaman sekolah, Soo! Jangan berlebihan, mungkin saja dia mau ke arah parkiran.." balas Jongin.
Jongin semakin kesal ketika dugaannya meleset, Park Chanyeol –si kapten basket sekolah- berhenti tepat di depan mereka.
"Selamat pagi, Kim Kyungsoo, Kim Jongin.." sapanya dengan senyum idiotnya menurut Jongin.
"Eum.. pagi... Chanyeol-ssi" balas Kyungsoo dengan tersenyum manisnya.
"Kalian selalu beragkat bersama ne.. kalian adalah saudara terakur yang pernah aku temui," pujinya.
"Ah, terimakasih pujiannya, Chanyeol-ssi" balas Kyungsoo lagi.
"Eum.. Kyungsoo-yah! Lusa apa kau ada waktu?" tanya Chanyeol tiba-tiba membuat Jongin menatap tajam ke arah Chanyeol. Posisi Jongin saat ini berdiri di belakang Kyungsoo.
Kyungsoo menggeleng "Aku memiliki dua tiket, mau nonton bersamaku?" ajaknya.
Kyungsoo melongo. Benarkah? Seorang Park Chanyeol mengajak seorang itik buruk rupa menonton? Bukankah ini kencan, shit! Ini berlebihan.
"Menonton?" tanya Kyungsoo
Chanyeol mengangguk.
"Baiklah, lusa aku free!" balas Kyungsoo cepat.
Chanyeol tersenyum. "Terimakasih, sampai bertemu lusa.." katanya lalu pamitan untuk menuju ke kelasnya.
"Ku pikir kalian tidak cukup dekat?" sindir Jongin.
Kyungsoo menoleh ke arah Jongin "Kau tidak tahu, aku dan dia sama-sama di klub basket! Kau lupa jika aku tim basket putri?" Kyungsoo mengingatkan.
"Mantan!" ralat Jongin "Kau aktif di kegiatan club basket saat kelas dua,"
"Terserahlah... yang penting dia mengajakku kencan lusa.."
"Hanya menonton, Soo! Kau berlebihan!" ejeknya.
"Wae? Akh, sudahlah! Untuk kali ini jangan kacaukan kencanku seperti sebelumnya... arra!" ancam Kyungsoo.
Jongin menatap malas kakaknya, bagaimana mau mengacaukan, Park Chanyeol adalah pria sempurna yang Jongin belum temukan cacatnya, Jongin tidak menemukan jika Chanyeol bukan anak baik-baik. selama ini Jongin mengacaukan kencan Kyungsoo, karena Jongin selalu menyelidiki latar belakang pria yang akan mendekati Kyungsoo. Termasuk Chanyeol. Jongin menyelediki Chanyeol yang sangat digilai oleh Kyungsoo sejak mereka kelas dua. Tapi dalam penyelidikannya, Jongin tidak menemukan sesuatu yang aneh dari Chanyeol.
"Minnie nunna...! Kau tidak memiliki hubungan special dengan Changmin kan?" Jongdae memastikan hubungan Minnie dan teman pria nya itu.
Minnie yang tengah duduk di ranjangnya hanya memutar bola matanya malas "Hyung! Kau harus memanggilnya seperti itu" balasnya datar.
Jongdae mendekatkan dirinya ke arah Minnie, ia berdiri tepat di depan kakak perempuannya itu. "Nunna, kau tidak bisa memiliki hubungan dengan siapapun!"
"Apapun itu bukan urusanmu, Jongdae-yah! Ah, aku harus bersiap karena sebentar lagi dia datang, dan hari ini hari terakhirku di kafe besok aku sudah mulai bergabung di perusahaan!"
"Mwo?" Jongdae memasang ekspresi tak percaya.
Minnie beranjak dari duduknya "Aku bilang aku akan bergabung dengan appa, aku tidak ingin mengecewakan mereka Jongdae-yah!" jawabnya lembut.
"Tap..tapi kau tidak menyukai bisnis, nunna! Kau harusnya mengikuti kata hatimu..."
Aku bukan dirimu, Kyungsoo dan Jongin yang bebas mengeksplore keinginanku! Aku disini hanya sebuah robot! Tidak mungkin aku membangkang perintah kedua orang tua yang sudah mengasihiku sepenuh hati. Minnie ingin sekali mengutarakan isi hatinya pada Jongdae, tapi ia tidak ingin membebani pikiran adiknya. Maka ia urungkan niat itu.
"Nunna..."
"Jongdae-yah! Aku tahu selama ini hidupku seperti boneka, tapi aku menikmatinya, aku menikmati semuanya yang appa dan eomma berikan! Dan, mianhae! Bersikaplah seperti kau adikku! Jangan mempersulit keadaan" Minnie kembali mencoba memberikan pengertian ke adiknya itu.
Jongdae mengacak rambutnya frustasi "Baiklah! Terserah nunna, tapi untuk bersikap aku seperti adikmu, aku tidak akan bisa... AKU MENCINTAIMU!"
Minnie menatap melas ke wajah Jongdae, Bisakah? Aku menyayangimu, tapi...
Yixing menyandarkan dirinya di dinding dekat kamar Minnie, ia memegang detak jantungnya yang berdetak mulai tak beraturan saat mendengar percakapan Minnie dan Jongdae. Saat itu Yixing tidak sengaja melewati kamar Minnie dan melihat Jongdae dan Minnie dari celah pintu kamar Minnie yang sepertinya tidak tertutup rapat.
"Ya, Tuhan! Ada apa dengan anak-anakku? Mereka tidak mungkin..." lirih Yixing yang tak kuasa menahan air matanya setelah mendengar pernyataan Jongdae yang mengatakan ia mencintai Minnie. "Apa yang harus ku lakukan? Ini terlalu menyakitkan..."
Kyungsoo tak henti-hentinya mengulum senyum dibibirnya. Ia masih tak percaya jika Chanyeol akan secepat itu mengajaknya kencan. Sudah lama Kyungsoo menyukai Chanyeol, meski mereka satu club dulu, namun mereka jarang sekali berkomunikasi dan kedekatan mereka tidak terlalu dekat. Hanya sekedar menyapa jika tidak sengaja bertemu dijalan. Dan kali ini, Chanyeol mengajaknya kencan, mengajaknya menonton. Akhirnya, penantian itu berbuah manis. Mungkin ini langkah awal baginya untuk memulai suatu hubungan dengan orang yang ia sukai.
"Sepertinya kau kehabisan obat, Kyung! Dari tadi senyum-senyum tidak jelas!" tegur Baekhyun teman sebangku Kyungsoo saat jam istirahat dimulai.
Kyungsoo melirik Baekhyun, jika ia mengatakan ini pada Baekhyun pasti gadis bermata sempit itu tak percaya. Tapi tak apalah, setidaknya ia harus sedikit pamer kebahagiaan pada Baekhyun.
"Dan sekarang kau malah melamun!"
"Hehehe, mianhae Baekhyun-ah! Ah, aku ingin menceritakan sesuatu padamu,"
Baekhyun yang tengah membaca buku langsung menutup bukunya dan memfokuskan dirinya ke arah Kyungsoo yang masih memasang ekspresi bahagianya. "Apa?"lirihnya.
"Kemarilah!" titah Kyungsoo.
Baekhyun mendekatkan wajahnya ke arah Kyungsoo hingga akhirnya Kyungsoo membisikkan sesuatu ke telinga Baekhyun.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Kyungsoo setelah menceritakan kejadian tadi pagi bersama Chanyeol.
"Jinjja!?" tanyanya tak percaya "Aku senang mendengarnya Kyung! Akhirnya, penantianmu tidak sia-sia"
"Gomawo,Bekhyun-ah! aku tidak sabar menanti hari lusa..."
"Yah, jika kau sudah meresmikan hubunganmu dengan Chanyeol, kau harus meresmikan hubunganku dengan Jongin.."
Kyungsoo mendelik, ia tahu jika Baekhyun menganggumi adiknya itu. "Andwe..!" jawabnya tegas.
"Wae?"
Kyungsoo menggapai kedua pipi Baekhyun dengan kedua tangannya "Aku sangat mencintaimu, kau tahu kan!? Kau terlalu baik untuk seseorang seperti Jongin! Tidak, aku tidak ingin kau jatuh dalam pesona Jongin! Itu kamuflase wajahnya saja,"
"Arra!" Baekhyun melepas pegangan Kyungsoo
"Hah! Aku lebih senang jika Jongin bermain dengan gadis murahan diluar sana dari pada denganmu! Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari Jongin!" lanjut Kyungsoo lagi.
Baekhyun hanya mengangguk mendengar ocehan Kyungsoo tentang Jongin.
"Jongin-ah! apa aku harus ke salon dulu untuk mempercantik diri?" tanya Kyungsoo untuk kesekian kalinya "Ayolah, aku tidak ingin terlihat buruk di depan Chanyeol! Ah, bagaimana jika setelah ini ke spa nya langganan eomma? Kan lumayan kita akan dapat diskon 20 persen..." lanjutnya lagi tanpa menyadari ekpsresi datar Jongin. Kyungsoo kembali melahap es krimnya. Sesuai dengan perjanjian tadi pagi, sepulang sekolah mereka akan menikmati es krim di salah satu kafe yang tak jauh dari gedung sekolah mereka.
Jongin menarik nafasnya dalam-dalam "Terserah kau saja," balasnya acuh.
"Em, sepertinya aku juga harus membeli baju baru dan sepatu baru untuk kencan besok, kau mau menemaniku kan?"
Jongin meletakkan sendok yang baru saja mengantarkan dinginnya es krim vanilla ke dalam mulutnya "Kau hanya pergi menonton saja, Kyungsoo! Tidak bertemu dengan presiden! Jangan berlebihan!"
"Bagaimanapun kan, Chanyeol orang yang special, Jongin-ah!" lirih Kyungsoo.
"Arraseo! Lakukanlah apa yang kau mau, jangan minta pendapatku lagi...ah! aku mau ke toilet sebentar!" pamit Jongin lalu beranjak dari duduknya dan menuju bagian belakang kafe tersebut.
Kyungsoo hanya menatap ke arah punggung Jongin, "Ish! Ada apa dengan anak itu?"
Makan malam di kediaman keluaga Kim...
Yixing menatap bergantian antara Jongdae dan Minnie yang duduk bersebelahan. Sedangkan yang ditatap masih fokus dengan makan mereka masing-masing tanpa menyadari tatapan sayang seorang eomma.
Yah, Tuhan! Benarkah takdir mereka bukan sebagai kakak adik? Bagaimana jika Minnie juga mencintai Jongdae? Bagaimana jika mereka... bagaimana pandangan keluarga dan rekan kerja Joonmyeon! Apa aku salah mendidik mereka?
Beribu pertanyaan ingin sekali Yixing lontarkan kepada Jongdae dan Minnie. Tapi ia tidak mau mengambil resiko dari pertanyaan itu yang nantinya akan memperkeruh keadaan mereka.
Haruskah aku memisahkan mereka? Haruskah aku menjodohkan Minnie dengan pria lain? Oh Changmin...?
"Em.. Minnie-yah! Bagaimana hubunganmu dengan Changmin?" tanya Yixing akhirnya.
Minnie membalas tatapan Yixing "Baik eomma.." balasnya datar seperti biasa lalu kembali fokus pada acara makannya.
Yixing sempat melirik ke arah Jongdae "Oh, baguslah! Eomma menyukai Changmin..."
"Kalau begitu eomma saja yang kencan dengan Changmin, kenapa memaksa Minnie nunna?" celetuk Jongdae tiba-tiba yang membuat seluruh Kim yang berada di meja makan menatap Jongdae "Loh, benarkan? Eomma menyukai Changmin, yah eomma saja yang..."
"Oppa! Ada apa denganmu? Eomma saja belum selesai bicara kau sudah memotongnya, maksud eomma, eomma menyukai Changmin oppa sebagai menantunya, iyah kan eomma?" potong Kyungsoo yang duduk disamping Yixing.
Yixing mengangguk.
"Kalau begitu jodohkan saja dengan Kyungsoo! Anak perempuan eomma kan bukan hanya Minnie nunna.." lanjut Jongdae.
"Andwee!" teriakan Jongin kini mengalihkan seluruh pandangannya ke arahnya. "Maksudku, Kyungsoo sudah menyukai orang lain, besok ia akan kencan dengannya" lanjutnya.
"Yak!" gertak Kyungsoo ke Jongin.
"Sudahlah, kenapa kalian selalu membuat keributan di meja makan sih!?" Joonmyeon menginterupsi mereka.
Keadaan kembali hening. Yixing semakin yakin dengan perasaan Jongdae ke Minnie.
"Appa tidak akan pernah menjodohkan anak-anak appa dengan siapapun! Kalian berhak memilih dengan siapa kalian akan bersanding! Yang jelas mereka orang yang benar-benar kalian cintai dan bisa membahagiakan kalian" Joonmyeon berkata beberapa saat kemudian "Dan Minnie-yah! Mengenai kau dan Changmin, kau sendiri yang memutuskan, jika kau nyaman dan mencintainya , itu akan membuat appa bahagia" tersirat sebuah harapan besar di perkataan Joonmyeon dan Minnie bukan gadis bodoh untuk tidak bisa mengartikan kalimat terakhir Joonmyeon. Joonmyeon mendukung Changmin menjadi pendamping hidupnya.
Apa bedanya dengan perjodohan. Jongdae meneguk air minumnya.
"Em.. appa, eomma! Sebenarnya..." Minnie menggantungkan kalimatnya.
"Katakanlah.." pinta Joonmyeon.
"Em, aku sudah memikirkan ini sejak lama, dan sekarang sudah saatnya yang tepat untuk aku memberitahukan kepada kalian, aku sudah menemukan real estate yang tepat! Aku sudah membeli sebuah appartement kecil untuk aku tinggali, aku ingin tinggal disana.." Miniie bicara dengan sedikit ragu-ragu.
Joonmyeon dan Yixing saling pandang "Mwo? Maksudmu kau akan keluar dari rumah ini?" tanya Yixing.
Minnie mengangguk
"Memang sudah waktunya dia hidup mandiri kan?" Ryeowook menimpali.
"Andwe! Eomma tidak akan membiarkan kau ataupun kalian keluar dari rumah ini!"
"Tap.. appertement itu tidak jauh dari kantor dan.."
"Apa pun alasannya kau tidak boleh meninggalkan rumah ini! Eomma anggap tidak ada pembicaraan seperti ini" Yixing meletakkan dengan kasar sendok makannya dan beranjak meninggalkan mereka yang masih saling pandang.
Minnie hanya menunduk.
"Appa akan bicara dengan eomma mu," Joonmyeon menyusul Yixing.
Ryewook mendengus kesal "Makan malamku selalu berakhir tidak tenang, kalau mau pergi saja! Tidak usah berpamitan seperti ini! Kau merusak suasana saja!" Ryeowook beranjak dari duduknya.
"Haelmonie tidak seharusnya berkata seperti itu!" Jongdae membela Minnie
"Ck..ck..ck.. kalian ini sama saja!" Ryeowook pun ikut meninggalkan mereka.
Kyungsoo dan Jongin yang masih belum sadar dengan situasi seperti ini hanya saling pandang.
"Kalian lanjutkan makan kalian, maaf sudah merusak suasana kalian.." Minnie berniat meninggalkan mereka.
"Istirahatlah, kau perlu istirahat, nunna!" Jongdae menyarankan dan ditanggapi anggukan oleh Minnie.
"Tidakkah eomma terlalu sensitif malam ini? dan Jongdae oppa bersikap aneh malam ini" Bisik Kyungsoo setelah Jongdae dan Minnie meninggalkan mereka.
"Mungkin hanya perasaanmu saja," balas Jongin acuh dan kembali melahap makanannya.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Joonmyeon setelah menyusul Yixing ke kamar dan menutup pintu kamarnya.
Yixing yang berjalan cepat bahkan belum sempat sampai di ranjangnya langsung berbalik ke arah Joonmyeon "Kau bertanya ada apa? Minnie akan meninggalkan kita dan kau bertanya ada apa?"
Joonmyeon sedikit terperanjat dengan nada bicara Yixing "Jika dia sudah menikah, dia juga akan meninggalkan kita kan? Lalu kenapa kau mempermasalahkan masalah ini?"
"Tapi dia belum menikah, dia seorang gadis dan bagaimana mungkin aku membiarkan dia hidup sendirian diluar sana, dan kau mendengarnya tadi , dia bahkan sudah membeli sebuah appartement, dia sudah merencanakan semuanya dengan matang! Aku benar-benar.."
"Hey, sayang! Tenangkan dirimu!" Joonmyeon berkata pelan sambil membelai pundak istrinya "Aku tahu betapa sayangnya kau dengan anak-anak kita, tapi aku tidak mau kau bersikap seperti itu ke mereka, biar bagaimana pun mereka sudah besar dan sudah waktunya untuk mandiri kan?"
Yixing menatap Joonmyeon "Untuk kali ini, bolehkah kita yang bersikap egois, euh? Biarkan Minnie tetap tinggal bersama kita, euh?" Yixing memegang tangan Joonmyeon dengan nada mengemis dan membuat Joonmyeon memandang melas ke istrinya.
"Aku akan membicaraakannya dengan Minnie, kau tenanglah..." katanya menenangkan istrinya.
.
.
.
.
TeBeCe
.
.
.
.
Chap 2 UP ! ada yang nungguin? ada yang mau lanjut? atau Udahan?
apalah ini, aerii juga kagak ngerti kenapa bisa muncul cerita beginian :(
ada yang ChenMin shipper? Satuin mereka atau Jongdae x anyone or Minseok x anyone?
KaiSoo bagaimana? brothership ? Couple ?
ada rahasia apa yah? tanya dech sama Yixing eomma, disini aerii bikin Yixing eomma sebagai kunci dari cerita keluarga kim
Ditunggu Kritik, saran dan review nya
.
.
.
Happy Valentine day buat kalian yang merayakan...
.
.
.
special thank buat :
kyungsooism, whenKmeetK, hnana, kaisooship, kyungie love, kaisooexo, Lovesoo, Kim Jong Soo 1214, kyung1225, xkaisoone, kaisoomin, sekyungbin13, FarydahKAISOO8812, Dewi Lestari657,
.
.
.
.
XOXO
==aerii==
