Yessy : Aku merasa chapter 1 kurang memuaskan karena itu aku mempublish chapter 2! aku mempublish fic ini sambil nonton Detective Conan Movie 4 : Capture in Her Eyes..
Shinichi : Gak penting...mana ada yang mau tau kamu nonton apa!
Yessy : Penting! soalnya ini pas bagian kamu bilang suka sama Ran! hehehe...siapa ya yang bilang ke Ran,"I love you in this world more than anyone else..."
Shinichi :*Blushing* itu...
Yessy : Udalah kita mulai chapternya, camera rolling...and Action!
Legend Comes True
Chapter 2 :First Meeting
Diclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho
Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, dan dapat menyebabkan penyakit ketawa sendiri.
Don't like don't read!
7 tahun telah berlalu, pangeran Shinichi dan putri Ran tumbuh menjadi anak yang baik dan disayang oleh rakyatnya. Mereka tidak mengetahui, bayang-bayang kegelapan sedang mengintainya mereka.
KERAJAAN KUDO
Shinichi berlari keluar istana. Dia langsung menuju hutan untuk bertemu sahabatnya, Heiji. "Kau lama sekali!" protes Heiji.
"Maaf.. maaf, aku harus membuat alasan untuk ibu," kata Shinichi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah. Ayo kita lanjutkan latihan pedangnya. Aku tak bisa berlama-lama. Ayah bisa marah kalau aku pulang telat."
"Jadi anak ketua ksatria kerajaan ternyata susah juga," gumam Shinichi. Heiji dan Shinichi pun mulai berlatih pedang. Setelah 1 jam, mereka beristirahat. "Aku bosan!" keluh Heiji,"Kita main petak umpet yuk!"
"Boleh! Kamu yang pertama jaga ya!" kata Shinichi.
"Kenapa aku?" protes Heiji.
"Karena itu perintah pangeran. Hitung sampai 100, lalu kejar aku ya." Shinichi berlari menuju ke dalam hutan.
"1..2..3..4..5..6..7..8..9..10...99..100. Siap atau tidak aku datang!" seru Heiji. Shinichi, yang mendengar seruan Heiji, mempercepat larinya. Dia sampai di sungai perbatasan Kerajaan Kudo dan Mouri. Shinichi melihat ada rumah dan gereja di tepi sungai. Shinichi mengenali rumah itu. Itu adalah tempat tinggal Hiroshi Agasa. Shinichi sering memanggilnya Hakase yang berarti Professor. Tanpa pikir panjang, Shinichi langsung memasuki rumah itu dan bersembunyi.
KERAJAAN MOURI.
"Ran-chan!" panggil Kazuha."Ayo kita main!"
Ran menoleh kearah sahabatnya, dan langsung menghampirinya sambil berkata," Ayo! Mau main apa? Aku bosan kalau main putri-putrian."
"Bagaimana kalau petak umpet?" usul Kazuha. Mereka berdua langsung menuju ke arah hutan, supaya mereka bisa main sepuasnya disana.
Setelah diundi, Ran yang pertama mendapat giliran jaga. Dia menutup matanya dan mulai berhitung sementara Kazuha bersembunyi. "1..2..3..4..5..6.. 7..8..9..10...99..100!" Ran mulai mencari Kazuha. Dia langsung menemukan Kazuha dibalik semak-semak. "Kazuha-chan ketemu!"
"Kenapa? Padahal aku sudah bersembunyi dengan baik," kata Kazuha kesal. Ran hanya tertawa kecil. "Aku bisa mendengar suaramu dengan jelas. Sekarang kamu yang jaga."
Kazuha mulai berhitung sementara Ran berlari mencari tempat bersembunyi yang baik. Dia berlari sampai ke sungai perbatasan Kerajaan Kudo dan Mouri. Diseberang sungai itu ada sebuah rumah dan gereja.
"Ran-chan! Aku mulai mencarimu!" seru Kazuha dari kejauhan. Tanpa pikir panjang, Ran langsung menyeberangi sungai dengan jembatan kecil dan memasuki rumah itu. Dia terkejut ketika didalam rumah itu ada anak laki-laki yang juga bersembunyi. Anak laki-laki itu langsung meletakan tanganya di mulut Ran dan berkata, "Jangan berisik!"
Semantara itu, Kazuha, yang mencari Ran, sudah sampai di dekat sungai. Saat mendekati sungai, kaki Kazuha tergelincir. Hampir saja dia tenggelam di sungai, jika ia tidak meraih tangan seorang anak laki-laki yang berkata, "Pegang tanganku."
Setelah selamat, Kazuha berterima kasih kepada anak laki-laki itu. "Terima kasih!"
"Sama-sama," balasnya. "Menyelamatkan perempuan adalah tugas laki-laki. Namaku Hattori Heiji. Kamu?"
"Kazuha. Toyama Kazuha," jawab Kazuha.
"Toyama...Toyama...itu nama kerajaan kecil dekat kerajaan Mouri kan?" terka Heiji.
"Benar! Kenapa kamu tahu?" tanya Kazuha.
"Karena ayahku adalah ketua ksatria kerajaan Kudo. Dia mengajariku letak-letak kerajaan sekitar sini. Lalu kenapa seorang putri sepertimu bisa ada disini?" tanya Heiji.
"Aku dan temanku sedang bermain petak umpet dan aku sedang mencarinya. Menurutku dia sedang bersembunyi di rumah itu," jawab Kazuha.
"Temanku juga bersembunyi disana. Ayo kita kesana bersama-sama," ajak Heiji. Heiji dan Kazuha menghampiri rumah itu. Saat Heiji mau membuka pintunya, seorang kakek datang dan berkata. "Apa yang mau kalian lakukan di rumahku?"
"Kami sedang mencari teman kami kek," jawab Kazuha polos.
"Mereka tidak mungkin disini. Aku baru keluar dari rumah beberapa menit yang lalu dan tidak ada anak disini," kata Kakek itu.
"Baik kalau begitu kami pulang dulu ya kek," kata Heiji dan Kazuha. Mereka berdua berjalan menjauhi rumah itu dan mencari temannya ditempat lain. Sementara itu. Shinichi dan Ran, yang mengamati semua yang terjadi dari balik jendela, bernapas lega. Kakek itu pun memasuki rumah. Dia tampak tidak terkejut dengan kehadiran Shinichi dan Ran. "Terima kasih, Hakase," kata Shinichi.
"Sama-sama Shinichi. Kamu pasti kabur lagi ya?" kata Agasa.
"Bukan. Hari ini aku Cuma main dengan Hattori, "Shinichi menoleh ke arah Ran. "Aku belum memperkenalkan diri ya? Namaku Kudo Shinichi. Siapa namamu?"
"Ran. Mouri Ran. Salam kenal," kata Ran sambil membungkuk.
"Kamu putri dari kerajaan Mouri?" tanya Shinichi.
"Benar, dan kamu pangeran dari kerajaan Kudo kan." Shinichi mengangguk. "Ibuku sering cerita tentang kamu," kata Ran. "Kata ibu, dia bersahabat dengan ratu Yukiko. Jika bertemu beliau sering cerita tentang kamu."
"Ibuku juga begitu, setelah berkunjung ke kerajaan Mouri, dia sering bercerita tentangmu," kata Shinichi. "Mendengar ceritanya aku menjadi ingin bertemu denganmu."
"Aku juga. Kebetulan sekali kita bisa bertemu."
Shinichi menggelengkan kepalanya,"Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, yang ada hanya yang sudah ditakdirkan.* Itulah yang ayahku sering bilang."
Agasa berdeham, "Maaf mengganggu obrolan kalian. Tetapi kalau tidak pulang sekarang, teman kalian bisa cemas. Mereka mungkin sudah menyerah mencari kalian."
"Baiklah. Kalau begitu besok kita bertemu lagi ya. Disini jam 10. Janji?" kata Shinichi.
"Janji." balas Ran. Mereka berdua berterima kasih kepada Agasa dan keluar rumahnya. Saat diluar mereka dikejutkan oleh Heiji dan Kazuha yang sama-sama berkata, "Ketemu !"
"Bukannya kalian sudah pulang?" tanya Ran.
"Tadi hanya tipuan. Heiji berkata,' Pasti mereka akan keluar dari rumah Agasa. Lebih baik kita menunggu saja.'" jelas Kazuha. Ran dan Kazuha menyeberangi jembatan kecil yang menuju ke kerajaan Mouri.
Sebelum menyeberangi jembatan, Heiji berkata pada Kazuha, "Saatnya kita berpisah. Sampai jumpa Kazuha," katanya sambil melambaian tangannya. Kazuha membalas lambaiannya. Mereka berempat pun kembali ke istana kerajaan.
END CHAPTER 2
*Itu adalah kata-kata yang aku ambil dari XXXHolic karya CLAMP.
Behind the Fanfiction
Yessy : Ye...Chapter 2 selesai! Akhirnya Shinichi sama Ran bertemu! *menari-nari Hula gak jelas*
Shinichi : Kenapa dia menari hula?
Heiji : Entahlah mungkin dia habis terbentur sesuatu.
Yessy : Hei! Kalian berdua! Aku bisa mendengar perkataan kalian. Kalau kalian tidak mau foto-foto kalian saat masih bayi disebarluaskan, jangan membicarakan aku!
Shinichi dan Heiji langsung tunduk karena tidak mau foto-foto mereka disebarluaskan.
Yessy : Baiklah...Saya akan sangat menghargai kalau para readers memberikan saran dan kritik pada kotak review dibawah.
