Ryeowook terkejut mendengar saran kakeknya. "Harabeoji, apakah harabeoji-ku ini sudah gila?" Mendengar ucapan cucunya yang kurang ajar, sang kakek pun memberinya death-glare gratis. Sontak Ryeowook mengalihkan pandangannya. "Ma... maksudku... anu.. Ha.. harabeoji tahu sendiri kan bagaimana Sungmin eonni saat ini? Maksudku keadaannya. Dia lebih menakutkan kepada orang asing seperti Kyuhyun ini."
Seolah bagai angin lalu, Sang Kakek tak mengindahkan ujaran Ryeowook. Ia kembali fokus kepada Kyuhyun. "Jangan dengarkan dia, Kyu. Sungmin memang dingin, menakutkan, galak, atau apalah itu. Tapi kau tidak akan pernah tahu bagaimana sifat seseorang sebelum mendekatinya."
Kyuhyun mendesah. Tidak Yesung, tidak kakek, semuanya merekomendasikan Sungmin. Berlatih dengan Sungmin sama saja menyetor nyawa di Hutan Raven. Itu sungguh mengesalkan.
'Mungkin aku telah ditakdirkan untuk datang ke Hutan itu.'
**Jlee137**
JOURNEY FOR A REMEMBRANCE
Cast:
CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
KIM RYEOWOOK
KIM JONGHOON
Others (Coming Soon)
Genre:
Fantasy
Romance
Adventure
Rating:
Teen (T)
Summary:
Tentang kisah seorang lelaki yang tiba-tiba datang ke sebuah pedesaan, tapi sayangnya ia kehilangan ingatannya. Bagaimana jika lelaki itu bertemu dengan sesosok gadis misterius yang menyimpan masa lalu yang kelam, seorang gadis dingin dan sama sekali tak memiliki sisi ramah, Lee Sungmin./"... Bagaimana kalau kau kita panggil Kyuhyun?" ; "Kyuhyun? Bagus juga..."/
Disclaimer:
This story is mine, but the casts are ours. Kisah ini terinspirasi pada sebuah game yang bernama "Harvest Moon" :)
Okey, happy reading...
Mulai hari ini, Kyuhyun memutuskan untuk datang ke Hutan Raven. Entah kenapa ia sangat ingin menarik perhatian gadis dingin itu. Meskipun ia harus bertemu dengan ratusan burung yang begitu menakutkan. Hahh... kenapa juga ada hutan seperti ini?
Sreekk... srekk
Sontak Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke atas pohon. Bisa ia lihat daun-daun yang digerakkan dengan sengaja. Ia segera menyiapkan pedangnya dan berancang-ancang untuk melakukan serangan. Sepertinya ada monster di antara dedaunan lebat itu.
Kyuhyun menelan ludahnya ketika ia melihat kepala seekor burung yang menyembul keluar. Tangannya yang memegang pedang mulai bergetar. Ia dan monster burung itu saling bertatapan.
Astaga... bahkan kini jarak mereka mulai mendekat meskipun Kyuhyun telah memundurkan langkahnya. Sudahlah! Lelaki itu tak mempedulikan apapun. Dengan mata terpejam ia mengangkat pedangnya dan berlari disertai dengan teriakan.
"Hyaaaaaaaa!"
Tanpa ragu Kyuhyun menebas burung tersebut dengan mata yang masih terpejam.
Crashh!
Lelaki itu yakin jika kali ini ia berhasil. Dengan senyum lebarnya, Kyuhyun membuka mata, ingin melihat hasil karyanya. Namun senyumnya memudar saat melihat seorang gadis dengan pedang di tangnnya, pedang yang berlumuran darah serta debu-debu halus yang beterbangan lalu berkumpul menjadi satu di atas tanah. Yeah... debu-debu itu menjadi beberapa keping koin emas.
"Sial! Jadi... Arght!" Kyuhyun berteriak kesal karena gadis bernama Sungmin itu mencuri mangsanya.
"Bodoh! Kalau kau memejamkan matamu seperti itu, yang ada malah burung ini yang akan memangsamu. Bahkan kau berteriak seperti orang gila." Sungmin berdecak sambil mengembalikan pedangnya ke tempat semula, di punggungnya.
Kyuhyun mendengus kesal. "Aku kan masih belajar. Mana aku tahu."
"Setidaknya pakailah otakmu itu. Kau pikir kau ini sakti bisa bertarung tanpa indera penglihatan?"
"Ya ya ya... daripada menceramahiku, kenapa kau tidak mengajariku cara yang benar saja?"
Sungmin memandangnya sinis. "Apa aku harus? Itu akan sangat merepotkan, Kyuhyun-ssi."
"Ya sudah." Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lelaki itu berniat memasuki wilayah hutan lebih dalam. Mengabaikan perasaan takut yang sebenarnya telah muncul sejak tadi. Beruntung Sungmin datang dan sedikit mengurangi ketakutannya.
Sungmin hanya memandang punggung Kyuhyun. Ia teringat dengan ucapan Kakek Kim. Sesungguhnya gadis itu masih belum yakin dengan Kyuhyun. Ada hal yang belum bisa ia pastikan.
"Dilihat dari penampilannya... benarkah dia itu sama?" Gumamnya pelan.
Kyuhyun semakin dalam memasuki wilayah hutan. Sekarang ia tahu... makin dalam kau masuk, maka kegelapan yang akan kau dapatkan. Seseram inikah Hutan Raven? Tapi bagaimana bisa gadis seperti Sungmin bisa memasuki hutan ini?
Tiba-tiba muncul seekor burung dengan mata merah dan menatap tajam lelaki itu. Kyuhyun sontak memundurkan langkahnya. Perlahan ia mengeluarkan pedangnya dan memasang posisi siaga. Dalam hati lelaki itu merutuki dirinya sendiri yang bahkan masih sempat gemetaran.
Kali ini ia harus berhasil. Buka matamu, Kyuhyun!
Meskipun seluruh tubuhnya gemetar kerakutan, Kyuhyun hanya mengabaikannya dan terfokus pada monster di depannya ini. Dipegangnya pedang Raventhm dengan erat. Tampak cahaya biru kecil yang tiba-tiba muncul pada daerah ujung. Lagi-lagi Kyuhyun tak melihatnya.
Tapi cahaya itu tak akan luput dari penglihatan tajam seorang gadis yang kini tengah memperhatikan Kyuhyun dari balik pohon. Gadis itu agak terkejut. Pedang Raventhm selalu menolak orang yang memegangnya dengan mengeluarkan cahaya merah. Tapi kenapa Kyuhyun tidak? Bahkan ia hanya seseorang asing yang baru datang ke desa ini.
Burung itu semakin mendekat, begitu juga dengan Kyuhyun. Lelaki itu berjalan cepat.
Shrink! Crash!
Ditebasnya sang monster dengan kuat. Kyuhyun berhenti bergerak. Ia menggeram kesal.
"Sialan!" Umpatnya tatkala mengetahui jika yang ia tebas bukan burung, melainkan dedaunan tak berdosa yang kini telah hancur oleh pedangnya. Lagi-lagi matanya terpejam.
Kyuhyun kembali mencari keberadaan si monster. Tapi tak bisa ia temukan. Aneh. Padahal burung itu niat sekali ingin menyerangnya tadi.
"Bahkan monster rendahan ini saja tak bisa kau kalahkan." Seorang gadis -Sungmin- muncul dengan seekor burung yang bertengger di tangannya. Monster tadi.
Kyuhyun nampak terkejut. Burung ini jinak?
"Kau?! Bagaimana bisa?"
"Yunho ahjussi menjual makanan monster. Jika kau memberikannya pada salah satu monster lebih dari 5 kali, maka ia akan menurut padamu. Tapi harganya sangat mahal." Sungmin membiarkan burung itu terbang entah kemana.
Kyuhyun berdecak. "Tidak adakah orang yang bisa mengajariku cara melawan monster dengan pedang?" Tanya Kyuhyun entah pada siapa. Tapi Sungmin tahu jika itu untuk dirinya.
"Kau ini bodoh ya..."
Sontak Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. "Kau bilang apa? Hey! Enak saja mengatakan orang lain bodoh."
"Tapi aku benar. Tidak ada orang pintar yang melawan monster sambil memejamkan kedua matanya. Kecuali jika dia sakti."
Kyuhyun hanya mendengus kesal.
"Nanti malam pukul 7 aku tunggu di entrance Hutan Pong-Pong. Jangan sampai terlambat! Atau aku berubah pikiran."
Mendengar ucapan Sungmin membuat Kyuhyun yang awalnya tampak lesu kini menjadi berbinar. Tapi...
"Eh? Kenapa Hutan Pong-Pong?"
Sungmin memandang Kyuhyun malas. "Sudah jangan banyak protes. Bahkan bisa kutebak kau tidak bisa melawan mereka."
Tak terima dikatai seperti itu, Kyuhyun menatap gadis di depannya kesal. "Enak saja! Baiklah! Nanti malam kita tunjukkan kehebatan seorang Kyuhyun!"
"Ck! Percaya diri sekali," gumam Sungmin pelan.
**Jlee137**
Seperti kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, malam ini tampak Kyuhyun dan Sungmin di pintu masuk Hutan Pong-Pong. Keadaan yang sangat kontras dengan Hutan Pong-Pong di siang hari.
Lihat saja saat ini. Kyuhyun mengintip sedikit ke dalam. Biasanya ia melihat kelinci bermata merah, anak panda yang menakutkan, domba bermata hitam sepenuhnya atau monster imut lainnya. Tapi kini... jangankan kelinci, Kyuhyun bahkan tak yakin kalau ini adalah Hutan Pong-Pong.
"Sungmin, kita tidak salah tempat kan?"
Sungmin memandang Kyuhyun malas. "Kau pikir? Memang ini di mana? Hutan Raven? Aku yakin kau akan berlari ketakutan ketika menginjakkan satu kakimu di pintu masuk. Di sana ada penyihir penjaga. Dan itu juga seorang monster. Kau harus bisa mengalahkannya untuk dapat masuk ke dalam."
Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika ia berhadapan dengan monster penyihir itu. "Pe.. Penjaga? Hanya Hutan Raven kan?"
"Ya. Beruntung hanya keluar di malam hari. Kalau tidak, kau tidak akan mungkin bisa memasukinya dengan mudah." Sungmin mengalihkan pandangan, mengamati suasana hutan ini. Lalu kembali menatap Kyuhyun. "Sudahlah. Cepat masuk! Aku tidak ingin berlama-lama di sini."
Kyuhyun bekernyit bingung. "Kenapa? Kau takut?"
"Jangan asal bicara, Bodoh! Cepatlah!"
Kyuhyun mengedikkan bahunya. Tidak ingin mendapat omelan Sungmin, ia lebih memilih menuruti gadis itu. Yeah, meskipun jantungnya berdegub semakin kencang, tak karuan karena... takut. Astaga! Kau tidak akan bisa membayangkan jika mendatangi hutan ini sendirian.
Baru beberapa langkah mereka memasuki rute pertama, dari sudut kiri muncul monster berbulu putih bermandikan darah dengan taring yang panjang. Memiliki telinga panjang dan mata merah. Ini... bukankah ini kelinci? Tapi kenapa sangat menakutkan. Kyuhyun merubah hipotesanya. Masih ada monster kelinci di sini, tapi dalam bentuk yang lebih mengerikan.
"Ingat, Kyuhyun, saat menyerang, jangan tutup matamu," ujar Sungmin mengingatkan saat Kyuhyun mulai memasang kuda-kudanya. Tapi gadis itu langsung merebut pedang milik Kyuhyun. Tanpa ragu ia langsung menebas monster tadi. Tiga kali sayatan pedang cukup untuk membunuhnya. Beberapa uang koin bisa diperoleh.
"Apa yang kau lakukan? Aku hampir saja akan menyerang monster itu." Kyuhyun tak terima dengan tindakan Sungmin barusan.
"Aku pinjam dulu pedangmu. Kita akan belajar di rute kosong."
Sebenarnya Kyuhyun ingin melanjutkan protesannya, tapi melihat Sungmin yang langsung maju dan menebasi monster yang muncul membuat ia mengurungkan niatnya. Tak bisa dibantah jika gadis ini seolah tak takut apapun. Tanpa ragu ia melayangkan sayatannya.
'Bahkan tubuhnya tak gemetar sedikitpun,' batin Kyuhyun iri mengingat keringat dingin yang selalu keluar dari tubuhnya saat berhadapan langsung dengan seekor monster. Lelaki itu tersenyum tipis. Tanpa sadar ia telah menaruh perhatian pada Sungmin. Gadis yang anggap aneh saat pertama kali bertemu.
Beberapa rute telah mereka lewati. Tetap dengan posisi Sungmin yang berada di depan Kyuhyun. Tidak luka ataupun cedera. Sungmim dapat menebas setiap monster yang mendekati mereka. Entah sudah berapa uang koin yang mereka dapatkan. Hingga isyarat tangan Sungmin yang mengatakan untuk diam dan menghentikan langkah mereka berdua.
"Kita sudah sampai," ujarnya yang lalu meletakkan pedang di atas tanah dan sedikit meregangkan otot-ototnya yang agak pegal.
"Ini yang dinamakan rute kosong itu?" Kyuhyun mengamati tempat yang mereka pijak ini. Lelaki itu baru sadar jika hanya rute ini yang mendapat cahaya bulan paling banyak. Sedang rute yang lain tidak, meski masih ada sedikit cahaya.
"Ambil pedangmu," perintah Sungmin. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung memungut pedang tersebut. Ia dapat melihat Sungmin yang masih melemaskan otot-otot lengan dan jari-jari tangannya.
"Dan sekarang, coba kau lawan aku yang tanpa senjata ini."
Sontak Kyuhyun membulatkan matanya tak percaya. "Apa? Apakah kau sudah gila? Aku tahu kau tidak rela mengajariku berpedang, tapi tolong jangan secepat ini."
Sungmin menautkan alisnya heran. "Kau ini bicara apa sih? Cepat lakukan yang kuperintahkan!" Perintahnya dengan nada membentak. Tapi meski sudah dibentak seperti itu, Kyuhyun masih bergeming. Sungmin hanya bisa menghela nafasnya. "Atau aku tinggal kau dan latihan kita batal untuk selamanya!" Ujarnya dingin.
Kontan saja Kyuhyun kelabakan. "Ba... Ba... baiklah." Lelaki itu segera memposisikan tubuhnya seperti orang yang siap untuk menyerang. "Apa yang harus aku lakukan?"
Sungmin berdecak. "Serang aku, Bodoh!"
Sebenarnya Kyuhyun agak kesal, masalahnya Sungmin sering memanggilnya 'bodoh'. Lelaki itu mendesah. Jangan hanya lawannya seorang gadis tanpa senjata, ia harus bertingkah lemah lembut. Musuh tetaplah musuh. Kau tidak mungkin mengalah pada monster betina, bukan? Nah, anggaplah Sungmin ini seekor monster. Hihi...
Kyuhyun melayangkan serangan pertama. Ia mengincar sisi kiri gadis itu, lebih tepatnya pada bagian pinggang. Secepat kilat Sungmin menahan tangan Kyuhyun dan memutarnya sekuat tenaga. Sontak Kyuhyun memekik kesakitan.
"Hei, hei, hei! Lepas!" Teriak Kyuhyun sambil berusaha melepaskan diri.
Sungmin berdecih. Ia lalu melepaskan tangannya. "Meski kau berteriak sekeras apapun, musuh tak akan melepasmu, Bodoh!"
"Berheti memanggilku bodoh, Sungmin!" Kyuhyun mengusap-usap tangannya yang masig terasa sakit.
"Lakukan dengan baik jika kau tidak mau kupanggil bodoh! Cepat ulangi!"
Kyuhyub hanya bisa menggerutu kesal dalam hati. Baiklah, jika pinggang tidak bisa, maka tujuan selanjutnya adalah...
Leher.
Kali ini lelaki itu membuat sedikit tipuan dengan memandang kaki Sungmin seolah ia memang ingin menyerang bagian itu. Padahal sebenarnya tidak. Kyuhyun menyeringai. Dilayangkannya serangan kedua.
Tapi yang Kyuhyun tidak tahu adalah Sungmin yang telah menemui ratusan bahkan ribuan trik saat menyerang musuh. Lantas ia bisa dengan mudah menghindari serangan Kyuhyun dengan menundukkan tubuhnya dan menendang kaki lelaki itu dari samping. Tubuh Kyuhyun yang tidak siap menerima serangan akhirnya terjatuh sambil memegangi kakinya. Tendangan Sungmin lumayan juga. Lumayan membuat kakinya kesakitan.
'Astaga! Menyerang pinggang, tanganku yang jadi korban. Kali ini menyerang leher, malah kakiku yang jadi korban. Sial!' Batin Kyuhyun kesal.
"Apa aku tidak boleh memanggilmu bodoh, Huh? Dasar! Ulangi!"
Kyuhyun mendengus. Sungguh demi ingatannya yang hilang, gadis ini benar-benar menyebalkan. Menyesal ia sempat tertarik dengan gadis tanpa perasaan ini.
Dengan rasa kesal yang telah memuncak, Kyuhyun bangkit dari jatuhnya. Kali ini benar-benar tak ada sikap gentleman atau apalah itu. Kyuhyun memundurkan langkahnya. Setelah merasa posisinya sudah cukup bagus, Kyuhyun berlari dan mengarahkan pedanganya lurus ke depan. Ia berniat menerjang Sungmin.
Namun lagi-lagi gadis itu bisa menghindar. Bahkan ia langsung memukul tangan Kyuhyun hingga lelaki itu menjatuhkan pedangnya. Sungmin langsung menangkapnya dan mengarahkan pedang itu tepat di sebelah leher Kyuhyun. Skak mat!
"Argh! Sial!" Umpat Kyuhyun tak terima jika dirinya yang bersenjata kalah dengan seorang gadis dengan tangan kosong.
Sungmin menyeringai. "Masih protes jika aku panggil bodoh, Kyuhyun?"
Kyuhyun mendengus. Ia merebut pedang Raventhm dari tangan Sungmin. Sebenarnya Kyuhyun ingin melanjutkan serangannya, tapi Sungmin menghentikannya.
"Sudah cukup. Kembalilah ke sini lusa di jam dan tempat yang sama. Besok aku tidak bisa melatihmu karena ada urusan penting."
Sungmin lalu pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian di rute kosong itu. Kyuhyun terdiam. Ia menengok ke kanan, kiri, belakang, dan sekarang lelaki itu menyadari sesuatu. Ia bisa sampai di sini karena bantuan Sungmin.
"Hey! Bagaimana caranya aku kembali?" Tanyanya frustasi. "SUNGMIN! TUNGGU!"
**Jlee137**
Hari ini setelah mendapat ijin dari Kakek Kim, Kyuhyun pergi lagi ke Hutan Raven. Yeah, setidaknya ia tidak datang malam hari ke hutan ini. Lagipula ia hanya akan pergi ke rute pertama.
Tapi ketika lelaki itu akan menuju ke gerbang masuk hutan, pandangannya tertuju pada sosok laki-laki... hmm... dia... bertanduk? Tak yakin dengan penglihatannya sendiri, Kyuhyun terus memfokuskan objek pandangannya. Benar! Ada tanduk di sisi kiri dan kanan pria itu. Huh? Bagaimana bisa?
Kyuhyun memandanginya, hingga yang dipandang pun merasakan hal aneh. Sontak ia mengalihkan pandangan ke arah lain. Dan sampailah ia di tempat Kyuhyun berada. Pria itu membulatkan kedua matanya tak percaya.
"Huh? Manusia! Sana pergi!" Usir pria itu sambil mengacungkan pedangnya.
Tentu saja Kyuhyun langsung berlari ketakutan. Hanya ditatap saja sudah membuatnya merinding. Apalagi kalau sudah diacungi pedang seperti itu. Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk berekspedisi di Hutan Raven, dengan kemampuan setara dengan tidak berlevel -bahkan level 0 masih lebih baik-. Lelaki itu memilih untuk pulang dan menanyakannya pada kakek. Mungkin saja kakek Kim tahu mengenai makhluk bertanduk itu.
"Jadi, kau sudah bertemu dengan salah satu dari mereka ya..." Kakek Kim mengelus-elus janggutnya yang berwarna putih.
"Mereka? Siapa?" Tanya Kyuhyun yang sungguh dibuat penasaran.
"Aku sebenarnya tidak terlalu tahu tentang mereka. Tapi yang jelas mereka itu telah bermusuhan dengan Desa Elfsara ini sejak ratusan tahun yang lalu."
"Huh? Manusia? Sana pergi!"
Kyuhyun teringat dengan perkataan orang bertanduk tadi. "Saat mengetahui kalau aku manusia, orang itu segera menyuruhku pergi. Memangnya mereka itu bukan manusia?"
Kakek Kim menghela nafas berat. "Entahlah. Yang kau lihat itu bertanduk kan? Sebenarnya ada makhluk lain yang memiliki sayap, bermata aneh, berhidung aneh, ataupun bertelinga aneh dan keanehan lainnya. Dan mereka tinggal dalam sebuah perkumpulan serta menetap di suatu tempat di Hutan Raven."
"Intinya, mereka itu berbahaya, Harabeoji?"
"Dikatakan berbahaya juga tidak. Namun alangkah baiknya jika kita menghindari perkumpulan tersebut. Itu salah satu alasan mengapa orang-orang dari desa kita dilarang keras untuk mendekati hutan itu," jelas Kakek Kim panjang.
"Tapi... Yesung hyung mengatakan kalau Hutan Raven itu yang paling berbahaya dan mengerikan. Lalu, mereka masih mau tinggal di hutan seperti itu?"
"Ya karena hutan itu mengerikan dan berbahaya, manusia jadi takut untuk mendekatinya, bukan? Itulah kenapa mereka betah tinggal di sana. Hampir tidak mungkin ada manusia yang bisa menemukan perkumpulan itu."
Kyuhyun mengerutkan dahinya. Bagaimana dengan Sungmin? Gadis itu seperti tak takut apapun dan berkata bahwa ia telah mengetahui setiap seluk beluk hutan Raven.
"Jadi, Sungmin pasti tahu tentang mereka juga?" Tanya Kyuhyun entah pada siapa. Pasalnya kakek Kim telah lebih dulu meninggalkannya karena masih harus mengurus pesanan parfum dan rangkaian bunga.
Lelaki itu lalu beranjak dari kursi kayu yang ada di ruang tengah. Ia berniat keluar rumah dan pergi melanjutkan latihan tanpa Sungmin di Hutan Pong-Pong. Namun begitu membuka pintu rumah, sekilas ia melihat sosok Sungmin yang berjalan dengan cepat. Tampaknya ia tengah terburu-buru.
"Ikuti atau tidak ya?" Gumam Kyuhyun yang dilema apakah ia harus mengikuti Sungmin dan merelakan waktu latihannya atau mengabaikan gadis itu.
Namun rupanya rasa penasarannya lebih besar dibanding keinginannya unyuk berlatih pedang. Kyuhyun memutuskan untuk mengikuti Sungmin. Entah kemana gadis itu akan pergi. Jika Kyuhyun boleh menebak, maka jawabannya adalah Hutan Raven. Mengingat jalan yang mereja lewati ini merupakan jalan menuju perbatasan desa dengan hutan.
Tapi tunggu! Sungmin bukan pergi ke Hutan Raven...
"Apa namanya? Aisshh... aku lupa. Yesung hyung hanya menyebutkannya satu kali," gumam Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Yang ia ingat hanya Hutan Pong-Pong, Hutan Raven dan... Hutan...
"Astaga... aku lupa yang dua lagi. Hutan... hutan... hutan apa?!"
Tanpa Kyuhyun sadari dirinya telah melangkah memasuki hutan yang sama dengan Sungmin. Namun langkah mereka berbeda. Tepat di balik pintu gerbang ada dua rute yang mengawali perjalanan di dalam hutan tersebut. Rute pertama dan Rute kosong. Sungmin berjalan melewati rute pertama, sedangkan Kyuhyun rute kosong.
Lelaki itu masih sibuk dengan ingatannya mengenai nama hutan ini. Kenapa juga Yesung tidak menjelaskan secara detail. Hanya Hutan Pong-Pong dan Hutan Raven saja yang ia tahu. Sisanya? Bahkan namanya saja tidak ingat.
Sontak Kyuhyun tersadar. Alasan kenapa ia datang kemari adalah mengikuti Sungmin. Tapi... kenapa ia tidak melihat gadis itu? Sial! Umpatnya dalam hati.
"Sekarang, apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya entah pada siapa.
Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di tanah. Merasa keadaan tengah aman, ia lalu membaringkan tubuhnya dengan kedua tangan yang digunakannya sebagai alas kepala. Ia mendesah lelah sembari menatapi awan-awan di langit biru yang cerah ini. Seketika ia teringat dengan keberadaannya di tempat ini. Bagaimana ia bisa sampai di desa itu dan bahkan ia sendiri tak ingat dia itu siapa.
"Siapa aku? Sebenarnya apa yang aku cari? Tempat apa ini?" Gumamnya pelan. Memori otaknya benar-benar kosong. Ia tak ingat apapun.
Entah apakah ia salah lihat atau tidak, Kyuhyun kembali melihat burung yang indah itu. Burung yang berhasil membuatnya terpukau saat pertama kali melihat. Sebenarnya itu burung jenis apa? Monster? Tapi terlalu indah!
"HUH? MANUSIA?! SIAL!"
Sontak Kyuhyun terbangun dari posisinya. Ia melihatnya lagi! Lelaki bertanduk itu! Tapi kenapa ia lari?
"HEI! TUNGGU! JANGAN LARI!" Teriak Kyuhyun yang lalu ikut berlari mengejarnya dengan kecepatan super tinggi. Bahkan hebatnya, saat monster mulai mendekat, lelaki itu langsung menebasnya tanpa pikir panjang. Ia tidak sadar. Fokusnya hanya tertuju pada lelaki bertanduk di depannya itu.
Srink!...
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Kyuhyun mampu mengarahkan pedangnya tepat di depan leher lelaki itu. Tentu saja lelaki bertanduk itu hanya bisa terdiam di tempatnya. Ia nampak ketakutan.
"Kau... kenapa... hahh... hahh... kau kenapa lari?" Tanya Kyuhyun susah payah karena harus mengatur nafasnya.
"Karena kau manusia. Kami tidak diijinkan untuk dekat-dekat dengan bangsa kalian," jawabnya tanpa memandang Kyuhyun.
"Kenapa? Kami tidak jahat. Kami juga tidak akan membunuh kalian."
"OMONG KOSONG!" Lelaki itu memandang Kyuhyun tajam. "Lalu kenapa pedang ini masih diam di tempatnya?" Tanyanya sambil melirik pedang milik Kyuhyun.
Sontak Kyuhyun tersadar. "Oh maaf." Ia lalu menurunkan pedangnya.
Namun kesempatan itu digunakan oleh lelaki tadi untuk kabur. Kecepatan larinya bahkan dua kali lipat dari yang tadi. Kyuhyun membelalakkan matanya terkejut. Sial! Makhluk itu mempermainkannya. Hahh... sudahlah. Dikejar pun tak akan ada artinya.
Sekarang lebih baik ia pulang. Mengikuti Sungmin tak ada gunanya.
"Lihatlah! Bahkan aku tidak tahu arah mana untuk kembali ke desa. Sial!" Umpatnya kesal, menyadari jika dirinya telah tersesat.
"Itulah yang dilakukan orang bodoh," ujar seseorang dengan nada remeh.
Kyuhyun sontak menoleh. Suara itu... aisshh... entah kenapa dia jadi sangat kesal sekarang ketika melihat gadis ini. "Bisakah kau TIDAK menyebutku bodoh, Sungmin?" Ia sengaja menekankan kata 'tidak' yang dengan santainya dibalas gelengan kepala oleh Sungmin.
"Kau bodoh, Kyuhyun. Bahkan hutan yang paling mudah dihapal jalannya ya hutan ini."
Kyuhyun mendengus. Seketika ia teringat akan suatu hal. "Oh iya, bisakah kau memberitahu nama setiap hutan di sini?"
Sungmin mengernyit. "Aku yakin Donghae sudah lebih dulu memberitahumu."
"Aku lupa," sahut Kyuhyun.
Gadis itu berdecak. "Apa aku masih tidak boleh memanggilmu bodoh?"
"HEI!"
"Cari tahu sendiri saja sana."
Setelah itu Sungmin berniat untuk pergi dari sana. Namun ada hal yang mengganjal. Untuk menuju ke rute ini perlu melawan monster kan? Gadis itu sangat yakin kalau lelaki bertanduk tadi tak akan menyerang monster karena tahu betul siapa dia. Tapi, kalau bukan dia, mungkinkah Kyuhyun?
"Sebelum kau pergi, setidaknya antarkan aku ke pintu gerbang," ujar Kyuhyun dengan sedikit rengekan. Hal ini tentu saja membuat Sungmin kesal. Gadis itu berbalik sambil mendesah malas.
"Baiklah. Tapi ada syaratnya." Kyuhyun sontak berbinar mendengarnya. Ia hampir saja mengucapkan kalimat terima kasih jika Sungmin tidak melanjutkan kalimatnya. "Berhubung kita sudah berada di sini, sekalian aku akan melatihmu. Jika kau bisa mengalahkan 5 monster, maka kau bisa pulang dengan selamat. Bagaimana?"
Kyuhyun terdiam sejenak, rasa terkejut menghalangi pergerakannya. Lelaki itu memandangi pedangnya. Entah apa yang tengah ia pikirkan. Lima monster... ia tidak salah dengar kan? Lelaki itu mencoba untuk menghitung berapa banyak monster yang telah dikalahkannya.
Nol! Kyuhyun bahkan tidak ingat jika pedangnya pernah menyentuh ataupun mengalahkan seekor monster satu pun. Dan ini... Sungmin memberikan pilihan yang sulit.
Kyuhyun menghela nafas berat. "Lima? Apa tidak ada diskon?" Tanyanya dengan penuh harap.
Sungmin menautkan kedua alisnya. Ia lalu menyeringai. "Ada. Kau boleh melawan tiga monster saja, tapi..." Gadis itu sengaja menjeda kalimatnya untuk membuat Kyuhyun penasaran, "Besok saat latihan kau harus melawan 7 monster."
Tak ada jawaban dari Kyuhyun. Lelaki itu sibuk dengan dunianya sendiri. Ini membuat Sungmin berdecak kesal.
"Kau ini seorang lelaki, Kyuhyun! Apa kau tidak malu jika kalah dengan seorang gadis, huh?! Apa kau tidak malu berjalan di bawah perlindungan seorang gadis? DIMANA HARGA DIRIMU?!" Bentak Sungmin yang sangat cukup untuk membuat Kyuhyun tersadar.
Tanpa sadar lelaki itu mengeratkan genggaman pada pedangnya. Kyuhyun merasa sesuatu seperti tengah bergejolak di dalam tubuhnya. Nafasnya mulai tak beraturan. Semakin lama genggaman pada pedangnya semakin mengerat. Sungmin yang melihat itu hanya bisa dibuat bingung. Apa yang terjadi pada Kyuhyun?
Lelaki itu lalu menoleh ke kanan dan kiri seperti mencari sesuatu. Setelah dirasa menemukan apa yang ia cari, Kyuhyun segera berlari secepat mungkin yang diikuti Sungmin di belakangnya. Gadis itu sendiri benar-benar dibingungkan oleh sikap Kyuhyun. Namun ia yakin jika sekarang bukan waktunya untuk bertanya.
Langkah Kyuhyun terhenti kala seekor monster yang menyerupai banteng tengah menatapnya marah. Ia balik memandang monster itu tajam dan berancang-ancang untuk menyerang. Fokusnya hanya satu dan mungkin tak ada yang bisa merubahnya sebelum Kyuhyun sendiri yang merubahnya.
Berbeda saat lelaki itu menghadapi monster sebelumnya. Kali ini Kyuhyun membuka kedua matanya lebar-lebar. Entah berapa kecepatan yang Kyuhyun gunakan. Mata biasa tak akan bisa melihat pergerakannya, kecuali mata seorang gadis yang berdiri di tengah keterkejutannya saat ini, Sungmin.
Krasshh! Shrink... Krasshh!
Tebasan pedang bertubi-tubi Kyuhyun arahkan pada monster tersebut tanpa ragu. Setelah selesai pada monster pertama, ia tampak tengah mencari mangsa lain. Tidak mempedulikan Sungmin yang kini tengah mengumpulkan koin emas dari hasil pertarungan Kyuhyun itu.
Gadis itu hanya diam tak berniat mengacaukan kegiatan Kyuhyun yang terbilang spektakuler itu. Ini bahkan baru beberapa menit, tapi lelaki itu telah mengalahkan tiga ekor monster! Manusia macam apa sebenarnya dia?
"Mungkinkah apa yang harabeoji bilang itu benar? Apakah Raventhm telah menemukan pemilik aslinya?" Gumam Sungmin tak jelas sambil menikmati pertarungan Kyuhyun di depannya.
Entah ini sudah yang ke berapa, hingga akhirnya Kyuhyun berhenti. Raut wajahnya berubah! Tangannya yang masih memegang Raventhm mulai bergetar.
"A.. apa yang ter.. terjadi? Darah?" Kyuhyun memandang darah yamg memenuhi sisi tajam pedangnya. Ia berbalik dan mendapati keberadaan Sungmin yang memandangnya dingin lalu kembali terfokus kepada pedangnya.
Sungmin tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia juga tak yakin dengan pemikirannya. Kyuhyun... lelaki itu terlalu misterius. Benarkah ia hanya seorang sepupu dari Kim Ryeowook yang baru datang ke Desa Elfsara?
"Kyuhyun, aku akan mengantarmu sampai ke pintu gerbang," ujar Sungmin datar.
Meskipun Kyuhyun masih bingung dengan apa yang terjadi, ia menganggukkan kepalanya. Mungkin dirinya memang harus bertanya pada Kakek Kim tentang apa yang terjadi.
"Ah iya..."
Sungmin tiba-tiba teringat sesuatu ketika mereka telah sampai di pintu gerbang. Ia memandang kantong kain kecil yang berisi koin hasil dari monster yang Kyuhyun lawan. Gadis itu memang selalu menyiapkan kantong yang kosong di dalam sebuah tas kecil yang berada di pinggangnya. "Ini milikmu."
Kyuhyun menatap kantong itu bingung. "Apa ini?"
"Koin milikmu. Kau sudah berusaha tadi melawan banyak monster."
"Tapi...-"
Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya karena Sungmin telah lebih dulu kembali masuk ke dalam hutan. Lelaki itu hanya bisa menghela nafas beratnya. Bahkan ia tidak ingat sudah melakukan apa saja tadi.
"Aku... melawan monster? Tapi koin ini terlalu banyak. Apa gadis itu bercanda?" Ia memandang kantong kain di tangannya.
"Kyuhyun?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul. Seorang gadis tengah menatapnya bingung dengan keranjang yang berisi bungan di tangannya.
"Ahh... Ryeowook. Kau habis memetik bunga?" Ryeowook menganggukkan kepalanya.
"Dan kau... sepertinya habis melawan banyak monster di Hutan Lordem ini." Ryeowook melihat kantong kain yang ia yakini isinya adalah koin emas di tangan Kyuhyun.
"Hutan Lordem? Ahh... jadi itu namanya," gumam Kyuhyu pelan.
"Huh? Apa kau bilang?"
"Tidak. Tidak ada." Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ryeowook memandangnya curiga. "Aku ingat kau pernah mengatakan jika kau berlari sekuat tenaga saat bertemu dengan monster. Hmm... rupanya kemampuanmu maju pesat juga ya."
Kyuhyun menggaruk tengkuknya. "Yeah... kau bisa mengatakannya begitu. Hehe..."
"Kau ini... sudahlah. Ayo kita pulang! Hari sudah semakin larut. Aku tidak ingin kena marah harabeoji lagi."
Kyuhyun menengadahkan kepalanya. Eoh? Kenapa ia bisa sampai tak sadar jika hari mulai menggelap? Astaga... jika tidak segera pergi bisa bahaya.
"Oh iya, Ryeowook. Bagaimana kau bisa kemari? Biasanya kau mencari bunga di Hutan Pong-Pong kan."
"Eh? Bagaimana kau tahu?"
"Hanya menebak. Karena di sana banyak sekali bunga beraroma wangi."
"Sebenarnya aku ingin mencoba ke hutan lain. Tapi aku melihatmu dan kebetulan juga hari mulai gelap. Jadi aku mengurungkan niatku. Terlalu bahaya di sini jika malam."
"Ohh... ya sudah. Ayo kita pulang."
Ryeowook menganggukkan kepalanya. Ia lalu berbalik dan berjalan mendahului Kyuhyun. Namun langkah lelaki itu terhenti kala melihat sesuatu yang menempel di rambut panjang Ryeowook. Itu... bukankah itu sebuah bulu? Warnanya hitam dengan warna ungu di tepiannya. Kalau tidak salah itu seperti warna burung yang sering ia lihat.
'Kira-kira Ryeowook tahu tentang burung itu atau tidak ya?' Batinnya. Tapi sepertinya ia tak terlalu peduli.
.
.
.
To Be Continued
Annyeongggg :-)
Chap 2 updateeee!
Oh iya, kemarin ada yang nemuin typo antara nama Ryeowook dengan Eunhyuk, trus Yesung dengan Donghae. Itu awalnya aku pake cast YeWook, lalu aku ganti HaeHyuk, tapi aku ganti lagi jadi YeWook. Yah, mungkin ada yang kelewatan :v
Ini dapet inspirasi dari game Harvest Moon: Rune Factory 3. Aku tertarik sama alurnya. Keren gitu...
Untuk masa lalu Sungmin dan Kyuhyun, akan terpecahkan di chapter-chapter selanjutnya :-D... So, Stay tune, Oke! Sebelumnya, makasih buat yang udah tinggalin jejak. Kansahamnida ^^
See You Next Chapter!
