Hyukjae menatap cengo pemandangan didepannya. Tubuh bagian atas Adiknya yang terekspose tampak begitu seksi.
'A-apa..bagaimana bisa tubuhnya jadi seerotis ini? da-darimana ia mendapatkan perut sixpack itu?' batin Hyukjae terpana. Donghae mengerang kesal. "Tanda ini kudapatkan saat putus dengan kekasihku..butuh waktu yang lama untuk membuatnya mengerti kalau hubungan kami itu hanya main-main.." ujar Donghae. Hyukjae masih menatap abs Donghae.
'Uh..bagaimana caranya agar aku memiliki perut seksi seperti itu juga? Huwee..aku iri~' batinnya meratap. Donghae menatap Hyukjae sweatdrop. "O-oi! Kakak dengar tidak sih?" kesalnya. "A-ah? dengar kok! kau putus lagi?" Hyukjae cengengesan. "Kau ini.. murahan sekali sih Hae.." ujar Hyukjae menatap Adiknya. Donghae berdecak. "Bukan seperti itu. Sebenarnya.. yang kuinginkan itu cuma satu. Tapi karena tidak mungkin bisa kudapatkan, jadi terpaksa aku harus melihat yang lain!" ujarnya. Hyukjae tertawa kecil. "Mana mungkin.." cibir Hyukjae. "Kau kan selalu main-main.." ujarnya lagi.
Donghae menatap Kakaknya tajam. Jelas sekali ia kesal.
"Yang kuinginkan itu Kakak! AKU ITU SUKA SAMA KAKAK!"
Hyukjae terperangah. Tatapan mata Donghae yang tajam seakan menembusnya. 'Ti-tidak mungkin.. tapi Donghae tidak pernah berekspresi seperti ini..'
Hyukjae menatap sangsi wajah Donghae yang memerah.
"A-apasih! Kau ini jangan bercanda ya Hae!" Hyukjae berniat berdiri ketika Donghae mengurungnya dengan kedua kakinya yang panjang. "Jangan lari!" teriak Donghae. Hyukjae menahan nafasnya ketika wajah tampan Adiknya begitu dekat dengannya apalagi dengan posisinya yang berada diantara kaki Adiknya. "Aku menyukai kakak sebagai seorang Pria.." lirih Donghae membuat wajah manis didepannya memerah.
'Sedekat ini dengan Donghae..jadi..saat ini aku sedang mendapat pernyataan cinta dari Adikku ya?'
'..tunggu..'
"APAAAAAAA?"
"Ck..lamban seperti biasanya.."
"HEI AKU KAKAKMU TAHU! SOPANLAH SEDIKIT!"
.
A HaeHyuk Abalfic.
A-balness. B-oringness. C-acatness.
Full Of GHEIness! Maybe Typo(s).
and dont forget to prepare urself before read this suck fiction!
.
.
Hyukjae memakai hoodie kuningnya dengan cepat. Matanya menatap jam dinding gugup. "Baru jam 7 sih.." lirihnya.
'Tapi lebih baik jalan duluan..aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi Donghae..' batinnya dengan wajah yang memerah lagi. "Ah..Hooaam~ aku masih mengantuk.." celetuk seseorang.
HIIIEEEEE.~ Hyukjae bergidik ngeri mendengar suara berat Donghae dibelakangnya. Dengan langkah seribu ia berjalan menuju pintu.
"Aku duluan yaaa~"
Grep. "Tunggu!" Donghae menahan kepala Hyukjae dengan cepat. 'Ti-tidak sopan! urh..' maki Hyukjae dalam hati.
Donghae mendengus melihat ekspresi imut Hyukjae yang cemberut. "Sebelum pergi, pasang dasiku dulu.." perintahnya.
"Eh? Aㅡah iya.." Hyukjae memasangkan dasi Donghae dengan keringat dingin yang mengalir dipelipisnya.
'Sikap Donghae sama seperti biasanya..' Hyukjae melirik-lirik takut wajah Donghae yang datar. 'Mungkin kemarin ia hanya bercanda..' Donghae mengangkat tangannya. Telapak tangannya yang lebar mengelus permukaan pipi Hyukjae yang halus. Matanya menatap sosok sang Kakak yang hanya setinggi bahunya itu. 'Manis sekali..' pikirnya sambil terus membelai pipi Hyukjae dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya membelai surai Hyukjae membuat sang empunya gelisah. "A-apaan sih! jangan mengelusku seperti itu,bodoh!" Hyukjae mendorong wajah Donghae panik.
Tertawa kecil, Donghae menatap wajah merona Hyukjae.
"Sekarang ini..aku tidak perlu menyembunyikan perasaanku lagi pada Kakak kan?" ujarnya menyeringai.
Hyukjae menatapnya tidak percaya. 'A..apa?'
"Ka-kau itu Adikku tahu! Aku berangkat!" teriak Hyukjae sambil bergegas pergi menuju kampusnya, meninggalkan Donghae yang terkekeh geli. "Kakak..itu..kenapa bisa begitu imut?" lirihnya sambil menutup wajahnya yang memerah.
"Aku semakin tidak bisa menahannya.."
.
.
"Maaf ya Hyuk.. Ibu masih lelah sepulang dari busan." Ibu Hyukjae terduduk lesu disofa ruang santai sementara Hyukjae duduk dilantai sambil melipat selimut dan seprai.
"Tidak apa-apa Bu~ soal rumah serahkan saja padaku!" cengir Hyukjae. Ibu Hyukjae tersenyum lelah dan mulai menutup matanya mengantuk. "Ah! biarkan aku membantumu Kak!" celetuk Donghae tiba-tiba dari arah dapur.
"Eh? Tidak..tidak perlu Hae!" jawab Hyukjae panik.
Donghae melengos sambil meraih selimut besar.
"Ini hanya perlu dilipat kan?.." tanya Donghae.
"I-iya.."
Hyukjae memperhatikan Donghae yang berdiri didepannya.
'Badannya kenapa bisa sebesar itu sih?' pikir Hyukjae bingung. 'Dia juga lebih tinggi dariku..menyebalkan..' batinnya mulai cemberut dan menyembulkan bibir bawahnya. Donghae melirik Hyukjae, kemudian menyeringai kecil.
SRET. Donghae menutup tubuhnya dan sang Kakak dengan selimut sementara ia berlutut dan mulai mencium bibir menggairahkan milik Hyukjae yang sejak tadi menggodanya. Hyukjae terbelalak terkejut. 'I..ini..apa-apaan?'
Donghae menjilat bibir atas Hyukjae lalu mengulum bibir bawah sang Kakak.
Hyukjae baru saja akan mendorong Donghae ketika sang Adik melepas ciuman paksanya. Menyeringai, Donghae berujar.
"Percuma saja jika Kakak menghindariku.."
Donghae berdiri kemudian melanjutkan kegiatannya sambil bersiul seolah-olah tidak terjadi sesuatu sementara sang Kakak masih shock. '..kenapa?'
Hyukjae menatap sosok Ibunya yang tertidur pulas di sofa.
'Kenapa perasaanku seperti ini?.."
'Donghae itu Adikku kan?' Hyukjae menggigit bibir bawahnya yang bergetar.
.
TBC or Delete?
Well.. ini emg terinspirasi dari komik sih. Lol. Lupa judulnya apa krn itu bukan komik punyaku.
#malahcurhat
Aku ga bisa nulis panjang. Ini repost dari akun fbku.
Alurnya cepet bgt yah? Well.. karena ciri-ciri komik gtu kan?
Berantakan? Aku banget :3
Maaf ya belum bisa bales review kalian aku kerja gada libur dan dari pagi sampe jam 8 malem. #curhatpart2
Thanks banget buat ripiunya..
Masih berkenan review?
Ga maksa kok~ karna aku jg silent reader pada awalnya~ #orz
Yg terakhir..
INI HAEHYUUUUUUUUK. Bcz i'm Hyukjae!bottom believer.
