~ FALL IN LOVE ~

(YeWookVersion)

.

By Mei Hyun15

Genre :

Romance

Disclaimer :

Saya hanya meminjam nama mereka. Fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.

Rate : T

Warn : genderswitch, gaje, typo(s), abal, aneh dsb

!DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

Enjoy reading ^^

.

.

.

Yesung mematutkan dirinya di depan sebuah cermin.

"Kacamata sudah, masker sudah... Eum... Syal?... Ahh... Aku malas memakai syal... Panas..." gerutunya sambil meletakkan kembali syal yang digenggamnya ke tempatnya semula.

Ya... Hari ini adalah hari dimana ia akan menepati janjinya pada Kyuhyun. Ia akan pergi ke Alstromeria Cafe untuk melatih hoobae dari dongsaeng terkecilnya itu dan berharap jika yeoja pujaannya—Kim Ryeowook—sudah kembali ke cafe itu.

"Ahh... Entah kenapa aku merasa bersemangat sekali hari ini... Semoga saja Ryeowookie sudah kembali" guraunya sambil melepaskan kacamata dan maskernya, lalu memasukkan benda-benda penyamarannya itu ke dalam sebuah ransel yang akan ia bawa nanti.

"10 menit lagi" Yesung melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Mungkin sebentar lagi—Ng?" ucapan Yesung terhenti saat ponselnya tiba-tiba bergetar. "Kyu?" Yesung melihat ID caller di layar ponselnya sejenak sebelum menerima panggilan telepon tersebut. "Yeoboseyo, Kyu... Ne, aku sudah siap. Sebentar lagi aku akan berangkat... Eoh?... Ne... Tidak masalah... Aku akan menunggu kalian disana... Hati-hati... Ne... Sampai bertemu nanti"

Yesung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya dan menggendong ranselnya. "Jaket?" Yesung terlihat berpikir sejenak ketika matanya menatap jaket kesayangannya yang tergantung di belakang pintu kamarnya. "Eum... Aku malas menggunakan jaket... Kurasa menyamar menggunakan kacamata dan masker sudah cukup. Hawanya juga sedikit panas" gumamnya sambil beranjak keluar dari kamarnya.

.

.

"Annyeong"

Seorang namja berkacamata hitam dengan sebuah masker hitam yang menutupi wajahnya berjalan masuk ke dalam ruangan café tersebut.

Heechul yang sebelumnya terlihat sedang mengobrol dengan seseorang seketika mengalihkan pandangannya pada namja tersebut. "Ah… Ne… Annyeong…" balas Heechul ramah padanya. "Silahkan duduk di meja nomor 4 di sebelah sana, karena meja yang lainnya sudah penuh" ucap Heechul sopan sambil menunjukkan letak meja nomor 4 yang dimaksudnya.

"Ah… Maaf… Bisakah aku menggunakan private room di café ini? Kudengar di café ini ada private room-nya. Apakah masih ada yang kosong?"

Heechul tersentak kaget mendengarnya. Namun ia cepat-cepat menutupi kekagetannya itu dengan mengulas senyum terbaiknya pada namja tersebut.

'Darimana dia mengetahui adanya ruangan seperti itu di tempat ini? Aku dan Sungmin tidak pernah memberitahukan tentang ruangan itu pada para pelanggan, kecuali dengan pelanggan yang meminta tempat untuk pertemuan bisnis dengan relasinya yang tentunya membicarakan masalah yang sangat privat. Lagipula, untuk apa namja ini meminta ruangan seperti itu? Dia kan hanya sendiri' batin Heechul di balik senyuman ramahnya itu.

"M-maaf… Tapi… Darimana anda tahu tentang ruangan itu?" tanya Heechul hati-hati pada namja itu.

"Aku hanya diminta untuk menunggu di ruangan itu oleh namdongsaeng-ku. Katanya sebentar lagi dia akan sampai"

"M-Mwo?" sentak Heechul kaget. "U-um… Kalau boleh tahu… Siapa? Mungkin aku mengenal namsaeng-mu itu. Bisakah kau memberitahukan nama saeng-mu itu?" pinta Heechul.

Namja itu terlihat berpikir keras.

'Kenapa tingkahnya menjadi mencurigakan seperti ini? Apa dia berbohong padaku dan mengaku-ngaku dengan alasan yang dibuatnya tadi?' batin Heechul curiga.

"Bagaimana tuan?" tanya Heechul lagi.

"A-ah… Itu… Aku tidak bisa mengatakannya di tempat seramai ini. Aku takut kalau ada yang mendengar pembicaraan kita. Itu…"

"Itu… Apa?" tanya Heechul tak sabaran.

"Begini… kata namsaeng-ku, mulai hari ini aku akan menjadi tutor khusus untuk yeosaeng-mu Lee Sungmin. Kau Kim Heechul, pemilik café ini, kan?" tanya namja itu.

"M-mwo? Jangan-jangan… Kau…" ucap Heechul ragu-ragu. "Eng… Apa kau mengenal Kyu?" tanya Heechul memastikan dengan nada setengah berbisik.

"Ne… Aku hyung-nya… Meskipun bukan hyung kandungnya, tapi aku sudah menganggapnya seperti saeng-ku sendiri" ucap namja tersebut dengan nada ramah.

"Astaga…" Heechul menjadi gelagapan sendiri setelah ia menyadari sesuatu mengenai namja yang ada dihadapannya ini.

"Ne… Ka-kalau begitu silahkan menuju ruangan yang ada disana" Heechul menunjuk sebuah pintu dengan sopan pada namja tersebut.

"Kamshahamnida, nona" ucap namja tersebut sambil membungkuk sopan pada Heechul dan segera menuju ke ruangan yang Heechul tunjuk tadi.

.

.

Yesung nyaris meledakkan tawanya. Ia menarik nafasnya kuat-kuat dan menghembuskannya secara perlahan untuk menenangkan dirinya sejenak.

"Ternyata nona Kim Heechul itu punya sisi lain yang menarik ya? Wajah pucat pasinya tadi benar-benar lucu. Kkkkk" kikik Yesung pelan.

Ya... Namja yang memasuki Alstromeria Cafe dan menanyakan ruang khusus di cafe ini pada Heechul tadi adalah Yesung.

"Tapi aneh... Seharusnya dia mengetahui jika ini aku kan? Kenapa dia tidak menyadarinya tadi? Biasanya dia selalu tahu" gumam Yesung dengan pose berpikirnya. "Tapi... Ya sudahlah... Yang penting aku bisa melepaskan penyamaran ini di ruangan khusus seperti ini" Yesung segera melepas kacamata dan maskernya. "Hahh... Akhirnya..." Yesung memasukkan alat penyamarannya dan memasukkannya ke dalam ransel yang sejak tadi masih digendongnya. "Lega sekali rasanya... Memakai penyamaran seperti itu di musim semi begini membuat gerah" lanjutnya sambil melepas ransel tersebut dari gendongannya dan mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan tersebut dengan ransel yang ia letakkan tepat di sisi sebelahnya.

'Tapi... Sejak kapan Alstromeria memiliki ruangan seperti ini? Kenapa aku tidak mengetahuinya? Padahal sudah tiga setengah tahun ini aku selalu datang kemari' batin Yesung dalam hati sambil menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tersebut. Ia mengamati satu demi satu hal yang baru pertama kali dilihatnya ini, sebelum pikiran lain melintas di pikirannya. "Ah! Tapi tidak seru jika seperti ini" Hal yang ia pikirkan sebelumnya mendadak hilang dari pikirannya. "Hoobae Kyu itu tidak mengenalku kan? Bagaimana kalau aku membuat sedikit kejutannya untuknya?"

Yesung segera menyambar tasnya dan membukanya. Ia kembali mengambil perlengkapan menyamarnya tadi dan memakainya lagi.

"Sepertinya hoobae Kyuhyun dan nona Heechul sudah mengetahui siapa itu Kyuhyun... Aku akan mencoba peruntunganku untuk mengagetkan mereka... Hehehe... Aku tidak sabar melihat ekspresi lain nona Heechul... Sepertinya menarik..." gurau Yesung. "Eum... Tapi sepertinya tadi aku melihat seseorang berbicara dengan nona Heechul ketika aku datang tadi... Cukup familiar jika melihat postur tubuhnya... Tapi... Siapa?"

Yesung menatap pemandangan yang ada di luar jendela ruangan tersebut sambil mengingat-ingat sosok yang mengganggu pikirannya itu, sebelum suara seseorang mengalihkan perhatiannya dari pemandangan di luar jendela tersebut.

"Hyung"

Yesung menolehkan kepalanya dan beranjak dari posisi duduknya. Ia berjalan mendekati seseorang yang baru saja memasuki ruangan tersebut dengan mata yang sedikit lebih menyipit dari yang sebelumnya, yang menandakan jika ia sedang melengkungkan sebuah senyuman dibalik masker yang menutupi sebagian wajahnya itu.

"Hyung, mianhae telah membuatmu menunggu lama. Tadi aku harus kembali ke SM karena ada sesuatu yang tertinggal disana"

"Ne… Gwaenchana Kyu" angguk Yesung memaklumi. "Oh… Jadi ini hoobae yang kau latih itu?" tanya Yesung saat seorang yeoja tiba-tiba memasuki ruangan tersebut.

Yeoja tersebut tersenyum pada Yesung. "Annyeonghaseyo. Lee Sungmin imnida. Bangapseumnida. Mohon bantuannya selama latihan nanti" ucap yeoja bernama Sungmin itu sambil membungkuk hormat pada Yesung.

"Sungmin-ah… Perkenalkan… Ini hyung-ku yang… err… aku yakin kau pasti mengenalnya" ucap Kyuhyun sambil mengulas senyum jahilnya pada Sungmin.

"Huh?" Sungmin mengernyit bingung sambil menatap Yesung dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Annyeong Sungmin-ssi… Kim Jongwoon imnida. Bangapseumnida" ucap Yesung sambil melepaskan kacamata dan maskernya dari wajahnya.

"Ye-Yesung oppa…" gumam Sungmin tak percaya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Yesung hanya tersenyum kecil melihat tingkah Sungmin yang menurutnya lucu sekaligus imut itu, yang membuatnya teringat akan seseorang yang selalu menari-nari dalam benak dan pikirannya selama ini.

'Ryeowookie...' batin Yesung dalam hati sebelum mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang tiba-tiba menyodorkan sebuah partitur lagu padanya.

"Dia akan menyanyikan ini dan beberapa lagu hyung... Tapi lagu ini yang paling susah untuk benar-benar dihayati" jelas Kyuhyun to the point sebelum Yesung sempat menanyakan apapun padanya. "Dia hanya perlu berlatih ekstra untuk lagu yang ini hyung. Kalau lagu lainnya dia sudah mampu menghayatinya dengan baik" lanjut Kyuhyun sambil mengambil copy-an lain dari partitur yang diserahkannya ke Yesung tadi.

"Arraseo" Yesung mengangguk mengerti. "Boleh kupinjam partitur untuk lagu lainnya?" tanya Yesung pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk sebelum mengambil partitur lagu lain yang akan Sungmin nyanyikan di musikal nanti. "Ini hyung" ucap Kyuhyun sambil menyodorkan berlembar-lembar partitur lagu pada Yesung.

Sungmin yang tidak diajak bicara setelah perkenalannya tadi hanya diam mematung sambil memperhatikan kedua namja yang mulai sibuk berdiskusi sambil menatap partitur lagu di tangan masing-masing itu. Ia enggan bergabung dengan obrolan kedua namja itu walau ia mengerti dengan topik yang sedang dibahas oleh kedua namja itu.

'Ternyata mereka jauh lebih tampan jika dilihat dalam jarak sedekat ini' batin Sungmin tanpa sadar sebelum tepukan halus di bahu kanannya membuyarkan fokusnya menatap kedua namja tersebut.

"Sungmin-ah—Eum... Bolehkah aku memanggilmu seperti itu?" tanya Yesung pada Sungmin yang hanya dibalas anggukkan pelan disertai ulasan senyum tipis di wajahnya oleh gadis itu. "Kau baik-baik saja?" Sungmin seketika mengernyit tak mengerti. "Eum... Maksudku suaramu... Apa tenggorokanmu sakit?" tanya Yesung lebih jelas setelah mengerti ketidakmengertian Sungmin akan pertanyaannya yang terkesan ambigu itu.

"Eum... Ya... Tenggorokanku baik-baik saja. Tidak sakit" Sungmin meraba lehernya dan berdehem pelan untuk memastikan jawabannya.

"Kalau begitu... Bisakah kau menyanyikan semua lagu selain lagu yang menurut Kyuhyun paling susah untuk dihayati ini? Aku ingin melihat sekaligus mengoreksi jika masih ada yang kurang" pinta Yesung sambil menyunggingkan senyum lembutnya.

"Ne oppa" angguk Sungmin menyanggupi.

.

.

Yesung tampak begitu antusias. Ia begitu serius terfokus pada Sungmin sejak Sungmin menyanyikan lagu dari lagu pertama hingga lagu terakhir sesuai permintaannya. Dan kini gadis itu tengah menyanyikan bagian akhir dari lagu Blue Tomorrow, lagu yang menurut Kyuhyun paling susah untuk dihayati.

...Saranghaedo doelkkayo animyeon tteonalkkayo

Eonjekkajirado gidaril teni oh~ no

Naege dasi dorawa..

Geudael saranghamnida

Prok, prok, prok, prok

Kyuhyun dan Yesung spontan bertepuk tangan riuh ketika Sungmin selesai menyanyikan lagu tersebut.

"Bagus sekali Sungmin-ah… Kau benar-benar berbakat…" puji Yesung yang membuat gadis itu tersenyum tipis sambil menundukkan wajahnya yang bersemu merah karena malu.

"Umm... Terima ka—"

Cklek!

Sungmin seketika menolehkan kepalanya ke arah pintu sebelum sempat mengucapkan rasa terima kasihnya. Begitupun dengan Yesung dan Kyuhyun... Mereka yang sejak tadi terfokus menatap Sungmin kini secara berbarengan menoleh ke arah pintu.

"Annyeooong~~" Heechul—orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut—menyapa sekilas mereka yang berada di dalam ruangan tersebut sambil menundukkan kepalanya sekilas. Ia lalu meletakkan nampan berisi minuman dan beberapa potong kue di atas meja yang ada di disana dan menatap Sungmin. "Minnie… Bukankah tadi sudah kukatakan padamu supaya kau menanyakan pada hyung-nya Kyuhyun ini ka—MWO?" Heechul menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat sosok namja yang mengaku hyung dari Kyuhyun itu. "Ka-kau… Yesung… Super Junior?" tanya Heechul tergagap sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.

"Ah… Ne… Saya Yesung" Yesung berdiri sambil tersenyum pada Heechul. "Kim Jongwoon imnida. Bangapseumnida. Mulai hari ini hingga drama musikal di SM berakhir, saya akan menjadi tutor khusus untuk yeosaeng anda ini agasshi" ucap Yesung sopan sambil membungkukkan badannya sekilas.

"A-ah… Ne… Kim Heechul imnida. Bangapseumnida" balas Heechul sambil membungkukkan badannya sekilas. Ia kemudian melangkahkan kakinya untuk duduk bersama Sungmin di sofa yang ada dihadapan Kyuhyun dan Yesung.

"Astaga… Aku benar-benar kaget dengan semua ini" Heechul mengelus dadanya sekilas. "Waktu itu Hankyung-ssi, lalu Kyuhyun. Dan sekarang Yesung… Aigoo… Mimpi apa aku semalam" guraunya sambil menerawang menatap langit-langit ruangan tersebut.

Yesung mengernyit sejenak. 'Apa? Hankyung hyung?' batinnya dalam hati.

Jika Kyuhyun, itu wajar saja, mengingat dongsaengnya itu yang melatih Sungmin. Sedangkan Hankyung? Untuk apa hyung tampannya itu membuka identitas dirinya? Jika hanya ingin makan atau beramah tamah dengan orang lain, dalam keadaan menyamar juga bisa kan, sama seperti apa yang ia lakukan selama ini di cafe ini?

Yesung kemudian segera menepis pemikirannya itu kala Heechul kembali menatap dirinya. "Hahaha… Benarkah? Apakah kau seorang ELF noona—emm… Mianhamnida… Boleh kah aku memanggilmu seperti itu?" tanya Yesung tak enak hati karena sudah terlanjur berbicara nonformal dan tak sengaja memanggil Heechul dengan sebutan 'noona'.

Heechul mengernyitkan dahinya 'Kenapa dia bisa tahu jika aku lebih tua darinya?' Heechul melirik Kyuhyun sebentar. 'Mungkinkah Kyu yang memberitahu?' Heechul segera mengembangkan senyumnya ketika melihat wajah Yesung yang seperti sangat menunggu jawaban darinya. "Ah… Tentu saja Yesung-ah… Kyuhyun juga memanggilku begitu kan?" ucap Heechul sambil menatap Kyuhyun, yang hanya dibalas cengiran oleh Kyuhyun. "Nde… aku seorang ELF. Aku sangat menyukai lagu-lagu kalian. Lagu-lagu kalian sangat bagus!" puji Heechul dengan senyum yang masih terkembang di wajah cantiknya.

'Ah... ELF... Pantas saja...' batin Yesung sambil mengulas senyum tipis di wajahnya. "Kamshahamnida noona" Yesung menundukkan kepalanya sekilas pada Heechul.

"Ne… Cheonma..." angguk Heechul. "Ah… Aku benar-benar merasa menjadi fans paling beruntung sedunia. Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa bertemu langsung dengan kalian. Tapi nyatanya? Kalian bahkan berada di café-ku dan ada dihadapanku sekarang"

"Ah… Kau ini terlalu berlebihan noona… Kami tidak sehebat itu" Yesung mengelus tengkuknya sekilas. Ia terlihat malu-malu dengan pipi yang berhiaskan sedikit semburat merah.

"Hahaha… Kenapa kau jadi malu-malu begitu eoh?" goda Heechul pada Yesung sambil terkikik pelan.

"Eonni!" Sungmin menepuk bahu Heechul pelan sambil menatap Heechul tajam.

"Ah… Baiklah, baiklah… Maafkan aku..." ucap Heechul ketika menyadari jika sikapnya terlalu seenaknya dengan orang yang baru saja dikenalnya itu. "Cha! Silahkan menikmati minuman dan kuenya. Maaf aku hanya bisa membawakan ini karena kue-kue lainnya masih dalam proses pembuatan"

"Nan gwenchana noona. Kamshahamnida" angguk Yesung.

"Cheonma" balas Heechul sambil tersenyum.

Yesung tersenyum tipis mengingat awal perkenalannya tadi dengan pemilik cafe yang menurutnya cantik namun galak tersebut. 'Ternyata orang ini tak se-menyeramkan perkiraanku' batin Yesung bodoh. 'Tapi syukurlah dia tidak tahu jika ini aku. Pelanggan setia cafe-nya. Hehehe' kekeh Yesung dalam hati sebelum ikut bergabung dengan obrolan yang Heechul ciptakan disela-sela waktu istirahat mereka.

'Tapi jika ia berada disini... Siapa yang menjaga cafe di depan sana?' tanya Yesung dalam hati sambil menatap yeoja cantik kakak Sungmin tersebut dengan pandangan heran.

.

.

Hari ini Yesung kembali menekuni aktifitas barunya, melatih Sungmin.

Entahlah... Ada rasa puas tersendiri ketika melatih gadis itu. Selain karena tempatnya yang merupakan tempat favoritnya sedari dulu dan bakat luar biasa yang gadis itu miliki, Yesung juga merasa sedikit senang karena sosok Sungmin begitu mengingatkannya pada seseorang yang hampir 3 tahun ini selalu diharapkannya muncul kembali di cafe itu.

"Hahh... Kemana sebenarnya Kim Ryeowook itu? Mengapa dia menghilang tiba-tiba selama hampir 3 tahun belakangan ini?" ucap Yesung menerawang sebelum ia melangkahkan kakinya menuju pintu Alstromeria Cafe.

"Sungie~ Kenapa hanya berdiri disana? Ayo masuk!" seorang yeoja berteriak keras sambil melambaikan tangannya pada Yesung dari balik pintu kaca cafe tersebut yang membuat Yesung menoleh dan mengulum senyumnya.

Ya... Obrolan ringan kemarin membuat mereka berempat—Heechul, Yesung, Sungmin dan Kyuhyun—menjadi lebih dekat. Mereka bahkan membuat perjanjian jika sedang berada di tempat umum Sungmin dan Heechul harus memanggil Kyuhyun dan Yesung dengan nama kecil mereka yaitu Kyu dan Sungie, agar identitas mereka berdua yang merupakan artis terkenal tersebut tidak diketahui.

"Ne Heechul noona... Aku masuk sekarang..." jawab Yesung tak kalah keras sebelum ia melangkahkan kakinya menuju pintu cafe dan memasuki cafe tersebut.

"Kau tidak ada jadwal Sungie? Ahh... Penyamaranmu benar-benar lucu!" seloroh Heechul yang membuat Yesung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Aku memang sedang libur dan aku sudah berjanji pada Kyu untuk melatih Sungmin... Eum... Kalau penampilan, kurasa artis lain pun akan menyamar seperti ini bila sedang bepergian keluar"

Heechul mengangguk pelan sebelum mengulas senyumnya. "Arraseo. Aku hanya bercanda. Hehehe" cengir Heechul yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Yesung.

Sepertinya Yesung masih agak canggung berbicara sedekat ini dengan yeoja yang menurutnya cantik namun terlihat galak tersebut.

"Ah iya! Minnie belum pulang... Mungkin dia akan pulang sekitar 30 menit lagi... Eum... Kau mau menunggu atau mau pergi ke suatu tempat terlebih dahulu?" tanya Heechul sambil melirik jam tangan merah muda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"Eum... Aku akan menunggu saja... Emm... Ruangan yang kemarin?" tanya Yesung sambil menatap Heechul ragu.

"Tentu saja kau akan menggunakan ruangan itu untuk seterusnya sampai Sungmin selesai musikal nanti. Atau... Kau mau berlatih di rumah kami saja agar kau nyaman?" tawar Heechul.

"A-ani... Bukan seperti itu..." Yesung mengibaskan tangannya. "Kukira ruangan itu terpakai. Hehehe" cengir Yesung canggung. "Aku akan memakai ruangan itu saja. Aku nyaman berada disana. Kamshahamnida" Yesung menundukkan kepalanya sekilas.

"Ah... Tidak apa-apa... Jangan khawatir... Ruangan seperti itu disini ada tiga. Aku bisa menyuruh orang-orang yang melakukan pertemuan bisnis di dua ruangan lainnya" Heechul mengulas senyum menenangkannya.

"Ahh... Maaf sudah merepotkan noona. Aku—"

"Ya... Bicara apa kau ini? Justru Sungmin yang sudah merepotkan dirimu dan Kyuhyun. Jadi sudah sepantasnya aku membalasnya dengan cara seperti ini"

Yesung menggeleng pelan. "Aniya... Dia tidak merepotkanku dan Kyu. Kau tahu noona? Bakat adikmu luar biasa!" puji Yesung.

"Aku tahu" sahut Heechul sambil kembali mengulas senyumnya. "Baiklah... Kau langsung saja ke ruangan itu. Aku harus melayani pelangganku dulu. Nanti aku antarkan minum dan kue untukmu"

"Ne noona" angguk Yesung sebelum ia melangkahkan kakinya ke private room yang digunakannya bersama Kyuhyun untuk melatih Sungmin kemarin.

"Haahh..." desah Yesung lega ketika dirinya sudah berada di dalam private room tersebut. Ia segera melepaskan benda-benda penyamarannya dengan gerakan cepat. "Panas...' gumamnya sambil menyeka keringat yang ada di dahinya. Ia kemudian menurunkan suhu ruangan tersebut dan mendudukkan pantatnya di sofa dengan tubuh yang bersandar sepenuhnya pada sandaran sofa yang didudukinya tersebut.

"Blue Tomorrow ya?" gumam Yesung pelan saat ia mengingat lagu yang menurut Kyuhyun sulit untuk dihayati. "Kurasa Sungmin sudah bisa menghayatinya... Tapi... Cara penghayatannya berbeda... Seperti ia pernah mengalami sesuatu yang situasinya mirip dengan isi lagu tersebut" gumamnya lagi sambil menatap pemandangan yang ada dibalik kaca jendela di ruangan tersebut.

Tanpa sadar Yesung melamun hingga suara pintu yang dibuka dari luar menyadarkannya dari lamunannya.

Cklek!

"Annyeong~ Maaf menunggu lama"

Yesung mengernyitkan dahinya kala mendengar suara itu.

'Itu bukan suara Heechul noona' batin Yesung sambil menolehkan kepalanya secara perlahan ke arah pintu yang ada di belakang tubuhnya. 'Tapi suara itu lebih mirip suara...'

"Kim Ryeowook?" Yesung seketika mematung, terpaku menatap sosok yang membawa nampan di atas kedua tangannya, yang masih berdiri di depan pintu ruangan tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

Annyeong~ ^^

Chap 2 up! xD

Semoga suka ne? :D

Oh iya, kalo ada yang ga ngerti sama jalan cerita disini, kalian bisa baca Fall in Love (ini ga bermaksud promosi loh ya kkk) Karena cerita yang disini dengan cerita yang disana saling berkaitan. Hehehe :p

.

Q : Ini ff YeWook semua atau cuma satu chap per couple?

A : Ini ff YeWook semua ^^ Kalo yang couple lain nanti dibuatin lain lagi dengan judul 'Fall in Love (Nama Couple) Version' ^^

Q : Wookie kemana?

A : Nanti akan diceritakan di chap selanjutnya xD

.

Terima kasih sudah membaca, meninggalkan review, mem-fave dan mem-follow fict ini

Saya akan usahakan bisa cepat meng-update chap berikutnya.

| Guest | aningeko81 | meidi96 | liplip | jeremy kim84 | yensianx | yulia cloudsomnia | uruskyclouds | Guest | Veeclouds |

.

Seperti biasa...

Yang mau lanjut, review neee~

Sebagai penyemangat gitu... Hehehe...

GamshaHAE
*bow*

.

-Mei Hyun-

.