Need Your Soma

Chapter 2: Aku Sudah Tidak Tahan

.

.

.

.

.

.

.

Fict ini terinspirasi dari anime Seikon no Qwaser

Anime ecchi yang aku suka

WARNING RATED M

Khusus dewasa, anak kecil dilarang mampir

.

.

.

.

.

.

.

.

Scene 2 tahun setelah Sasuke berkelana, pasca serangan Toneri dan akhirnya memutuskan untuk kembali.

Tapi kejadian tidak terduga membuatnya harus tinggal.

.

.

SELAMAT MEMBACA

.

.

.

.

.

.

.

.

Sasuke benar-benar tidak habis pikir.

Dirinya bisa berbuat sekejam ini kepada sahabatnya yang sudah mempertaruhkan segalanya demi dirinya.

Bagaimana mungkin hanya karena wanita dan jutsu merepotkan ini, ia bisa hampir bercumbu dengan tunangan sahabatnya.

"Mmmm, Sasuke-kun mau makan apa hari ini?"

Ah, benar mulai kemarin malam, Gadis manis bersurai merah muda ini tinggal satu atap dengan Sasuke.

Kakashi selaku Hokage memerintahkan secara resmi kepada sakura untuk menemani sasuke kemana pun ia pergi. Alasannya sangat berbahaya seorang pahlawan perang dibiarkan kelaparan karena banyak musuh yang mengincar.

Sebenarnya itu alasan yang logis, tapi senyum Kakashi saat itu benar-benar mencurigakan.

Mungkin jika saat ini sakura bukan tunangan Naruto (begitulah pemikiran Sasuke), Sasuke akan sangat senang sekali menerima perintah ini.

Tapi gadis bermata emerald ini sudah terlanjur menjadi milik naruto, bagaimana cara sasuke menjelaskan kepada naruto jika ia mengetahui hal ini.

"Sasuke-kun, apa kau baik-baik saja?" sakura mengkhawatirkan keadaan sasuke saat ini.

Sejak kejadian kemarin malam di rumah sakit, ia menjadi lebih pendiam.

"Hn, aku baik."

"Aku bisa makan apa saja, toh nanti aku tetap tidak kenyang" jawab sasuke asal, masih canggung dengan keberadaan sakura dirumahnya.

Sebenarnya ia berharap jika sakura benar-benar tinggal disini nantinya sebagai pendamping hidupnya.

Namun kenyataannya ini hanyalah sekedar tugas darurat.

"Ahem, baiklah. Jika kau masih lapar, kau bisa langsung memintanya sasuke-kun" sakura sangat malu dan masih belum terbiasa mengatakan dan menerima kenyataan jika sasuke sekarang hanya bisa meminum air susunya. Seperti bayi saja.

Suasana dimeja makan malam ini benar-benar sangat tidak nyaman bagi kedua sejoli yang tengah menyantap hidangan sederhana saat ini. Sakura sengaja menghidangkan sup ektra tomat kesukaan Sasuke, usaha semaksimal mungkin agar sasuke menyukai kehadirannya saat ini. Rona merah dikedua pipi sakura membuat sasuke tidak tahan, keadaan ini sangat berbahaya. Bagaimanapun sasuke adalah pria normal, yang saat ini memiliki kadar hormon kelaki-lakian yang sangat tinggi.

"Hn, selesai berbenah, segera kekamarku. Aku lapar !" secepat kilat sasuke menyudahi makan malamnya, dan hendak kekamarnya. sasuke tidak percaya, ia mengundang seorang gadis kekamarnya. Ini adalah pertama kali dan sangat memalukan, jika tidak karena terpaksa maka ia takkan melakukan hal ini.

Tindakan ini benar-benar membuat klan uchiha malu.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah sakura selesai membereskan barang-barangnya yang ia bawa dari apartemen pribadinya, karena sekarang ia tidak lagi tinggal bersama kedua orang tuanya. Jika kedua orang tuanya tahu ia melakukan ini, mereka pasti marah besar dan mungkin memaksa sasuke untuk segera menikahinya saja-hohoho-.

Tapi tidak seharusnya ia berlama-lama menyembunyikan hal ini. Jutsu menyebalkan ini tidak tahu kapan akan menghilang dari diri sasuke. Ia tidak bisa menjamin jika bisa menyembunyikan ini lebih lama.

Sakura yang sudah mandi dan berganti baju dengan pakaian santai berupa sweeter santai berwarna hijau dan celana pendek dibawah lutut berwarna peach membuat sakura sangat manis meski sederhana.

Sakura segera menuju kamar sasuke. Ia sangar was-was dan gugup, sampai kapan hal ini akan berlangsung. Ia tidak kuat menahannya.

Tok …tok…tok…

"Sasuke-kun, apa aku boleh masuk?" tanya sakura dari luar pintu sasuke, ia tidak mau dicap gadis tidak sopan karena seenaknya masuk kamar pria tanpa permisi.

"Hn, masuk saja"

CKLEK

Terlihat sasuke tengah bersandar di sandaran tempat tidur, ia seperti seorang suami yang tengah menunggu istrinya sebelum bercinta.

"Ohhhh, SASUKE-KUN SEXY SEKALIIII !"inner sakura berteriak kegirangan melihat keadaan sasuke sekarang.

Sasuke saat ini memakai kimono tidur berwarna raven sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus itu meski sudah banyak terkena sayatan benda tajam, dada bidangnya terekspos jelas. Rambut ravennya yang mulai memanjang terlihat sedikit acak-acakkan. Lirikan onyxnya benar-benar seperti menelanjangi sakura saat ini.

Sakura benar-benar gugup sekarang. Tubuhnya gemeteran, kakinya lemas seketika dan sekedar untuk melangkah saja ia tidak kuat. Keadaan ini mengingatkannya ketika ia tidak sengaja diajak naruto untuk mengintip malam pertama Sai dan Ino. Meski terpaksa akhirnya ia mau juga, sakura benar-benar penasaran seperti apa sahabat pirangnya yang cantik bak putri barbie itu ketika diranjang. Meski Ino terlihat sangat berpengalaman saat itu, tapi melihat keadaan sai malam itu yang hanya memakai selimut untuk menutupi area vitalnya karena sai telanjang, membuat Ino megap-megap.

Melihat adegan berikutnya yang sangat membahana, membuat Sakura jadi tidak nafsu makan selama berhari-hari. Sedangkan Naruto jadi lebih kebelet ingin menikahi Hinata.

"Kemarilah sakura, segera beri aku makan !" titah sasuke mengintruksi sakura untuk bekerja secara profesional, ia sekarang tengah menjalankan misi penting. Jangan sampai terbawa suasana dan perasaan.

Mencoba tegar, Sakura menghampiri sasuke yang tengah meraih tangan sakura. Menuntun untuk tidur disebelahnya. Tangan kanan Sasuke yang masih ada berusaha untuk menyingkap baju sakura. Namun karena bajunya yang sedikit pas dibadan sakura dan sedikit tebal, membuat payudaranya tidak terbuka seluruhnya, membuat sasuke kesulitan untuk menyusu.

"Se..sebentar Sasuke-kun. Aku buka sa..ja" sakura gugup ketika menawarkan tindakan yang sangat berani ini. "Bodoh kau Sakura, KENAPA KAU MEMAKAI BAJU SEPERTI INI !"inner Sakura sudah mencak-mencak dan frustasi, akhirnya pingsan dengan darah bercucuran dari hidung, alias mimisan.

Seluruh wajah sakura sudah memerah sempurna. Ia seperti wanita jalang saja.

"Hn" sasuke memperhatikan dengan seksama setiap gerak tubuh sakura yang tengah melepas sweeternya. Setiap inchi gerakan yang sakura lakukan, membuat adik sasuke dibawah sana menjadi keras. –SHIT-

"sudah sasuke-kun" bra berenda dengan warna hitam ini, sangat kontras dengan warna kulit sakura. Payudara kenyalnya terbungkus rapi dan terlihat menggiurkan.

Tanpa sadar sasuke membelai perut rata sakura yang seputih susu ini dengan pelan dan syarat akan gairah.

"Sshsshh….ah..ah..sah..sasu..keh..kun. ap..ah yang kau..sshsh..lakuh..khan?" sakura sangat tidak kuat. Ia kaget, karena tindakan tiba-tiba dan tak terduga sasuke. Meski kenikmatan ini hanya sasuke lakukan dengan satu tangan. Namun tetap terasa luar biasa.

Sedikit demi sedikit tangan nakal Sasuke mulai merayap keatas dengan menelusuri garis pinggang Sakura sebelah kanan.

Slurupp

"ah…a..aa…ahhshs….sshhh…Pelan-pelan sasuke-khuhnn" Sakura mendesah keras ketika payudara kirinya dihisap kuat oleh Sasuke yang saat ini berada disamping kirinya. Tangan kanan Sasuke tidak tinggal diam. Tangan itu meloloskan payudara kanan Sakura dan memilinnya kuat-kuat.

"AH..AH…Shhshssahkiht sasuke-kun. Jangan !" tangan sakura yang bebas mencoba menghalau tangan kanan sasuke untuk bertindak lebih jauh. Namun tangan itu langsung ditepis oleh Sasuke.

Pllopp

Bunyi lepasnya mulut Sasuke dari dada sakura terdengar sangat keras karena hisapannya tadi yang sangat kuat.

"Hn, jangan kau halangi aku Sakura. Aku tidak suka ada yang mengganggu kegiatan makanku!"

"Cup" sasuke menatap tajam sakura, memperingatkan untuk tidak menghalangi setiap tindakannya ketika meraup kenikmatan susu sakura. Kegiatan mengecup dada kanan sakura membuat sakura kelabakan.

Slurrppp

Slurrppp

Sasuke melanjutkan kegiatan makan malam utamanya, ia sudah diselimuti kabut nafsu. Matanya sayu syarat akan gairah yang memuncak. Adik kecilnya dibawah sudah mengeluarkan sedikit precum dan basah.

Sakura sudah merem melek tak berdaya, saat tangan sasuke yang mulai nakal dengan memilin dan memasukkan jarinya ke pusar sakura.

Sakura sudah tidak tahan untuk mendesah keras. Kedua Tangannya sudah beralih untuk meremas rambut sasuke yang sudah mulai memanjang. Kepalanya melesak keatas membuat bantal yang ia gunakan berantakan. Rambut pink sakura sudah tidak karuan.

Jari telunjuk sasuke yang bermain di pusar sakura semakin cepat dan mengocok kuat area itu.

Sakura tidak habis pikir, kenapa sasuke melakukan kegiatan ini. Apakah ini kebiasaanya dari kecil ketika menyusu.

.

.

.

.

.

.

Celana dalam sakura sudah basah dan lengket. Sasuke memperlakukannya dengan sangat luar biasa. Kedua payudara sakura dihisap, dipilin, digigit putingnya bergantian tanpa ampun.

Bra hitam sakura sudah terlempar entah kemana.

"ah…ah…ah…sshhh… stoppphhaaa…..hh..ssaah..sukeh..kun!" meski kegiatan menyusu sasuke sudah selesai dan payudara sakura yang terlihat mengkilat karena air liur itu sudah tidak dijamah lagi.

Namun sepertinya sasuke mendapat tempat jamahan baru, yaitu pusar sakura.

Sasuke dengan semangat menjilati pusar sakura tanpa henti. Jilat, emut, kocok perlakuan bergantian dari mulut dan jari sasuke di pusar sakura terlihat sangat menggairahkan.

Sasuke tanpa rasa jijik sedikitpun melakukan kegiatan ini. Ia yang berada diantara paha sakura yang mengangkang dan masih tertutupi celana pendek selutut tidak menyembunyikan bukti gairah sakura yang ikut naik karena basah disekitar area pangkal pahanya.

sasuke mulai meninggalkan pusar sakura yang juga terlihat mengkilat karena ludah sasuke. Mulut sasuke mulai turun sambil mengecupi setiap bagian yang dilewati sampai area pangkal paha sakura yang basah.

CUP

"Tidak Sasuke-kun!" sakura yang merasakannya mulai sadar dari ketidakbenaran dari kegiatan ini.

"Jangan Sasuke-kun. Maaf, jika kau sudah selesai, aku pergi dulu!" sakura terlihat ketakutan. Ia tidak siap jika berlanjut ketahap yang selanjutnya. Ia dan sasuke tidak mungkin melakukannya disaat seperti ini.

"Hn, pergilah"ucap sasuke mencoba mengalihkan wajahnya yang terlihat kuyu karena nafsu.

Sakura langsung berlari menuruni kasur sasuke dan memunguti baju serta branya dan berlari keluar meninggalkan sasuke yang terdiam terpaku. Sakura ingin melakukannya karena cinta, bukan karena nafsu.

.

.

Sasuke melihat punggung sakura yang masih polos menjauh dari hadapannya karena sakura belum sempat memakai kembali bajunya yang ia pungut karena tergesa-gesa meninggalkan sasuke.

Sasuke mengerang frustasi karena kegilaannya yang hampir memperkosa tunangan sahabatnya. Pantas saja jika sakura berlari ketakutan saar ia akan melakukan hal yang tidak seharusnya.

"Ck, sial. Argghhh"

Besok ia harus segera menemui sahabatnya Naruto untuk menyampaikan perihal kejadian ini. Sasuke sudah tidak tahan terus menyembunyikan hal ini.

Ia tidak mau dicap, perebut tunangan orang apalagi hampir memperkosa tunangan sahabatnya. Ia sudah siap jika harus mati untuk menanggung kelalainnya ini.

.

.

.

.

.

.

.

Mentari pagi yang mengintip dibalik tirai kamar Sasuke memaksanya untuk bangun dari tidurnya. Setelah bangun dan mengumpulkan kesadarannya, ia pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk sarapan.

"Ohayo, Sasuke-kun" sapaan manis sakura membuat Sasuke canggung, apalagi mengingat kejadian tak terduga tadi malam.

"Hn" gumam sasuke yang mulai duduk dikursi untuk mulai menyantap nasi goreng ekstra tomat miliknya.

"Mmm, Sasuke-kun. Berhubung hari ini aku harus segera pergi ke Rumah Sakit. Apakah aku perlu memberimu makanan 'itu' saat ini juga?" tanya sakura dengan pipi merona merah dan tidak berani menatap mata sasuke.

"Hn, baiklah" Sasuke mengerti maksud sakura yang harus buru-buru menuntaskan tugasnya memberiku sarapan utama sebelum pergi ke rumah sakit. Karena nasi goreng yang sudah tersedia di meja hanyalah hidangan pelengkap.

"Ahnnn…" Sakura masih belum terbiasa ketika sasuke menghisap kuat dadanya.

Pagi ini Sasuke lebih tenang saat menghisap susu. Meski posisi mereka tidak nyaman, karena sakura yang berdiri didepan sasuke yang tengah duduk dikursi ruang makan dengan tangan kanannya memeluk pinggang sakura dan mulutnya melahap putting sakura dengan lahap semua kegiatan itu akhirnya selesai.

Plopp

Bunyi lepasnya dada sakura dari sasuke menandakan sasuke sudah kenyang. Sasuke terlihat menyeka bibirnya yang basah akibat susu sakura yang sedikit menetes tadi. Sakura juga terlihat segera membenahi diri sebelum berangkat ke rumah sakit.

"Kalau begitu aku pergi dulu sasuke-kun. Hari ini aku pulang telat"

Sakura terlihat berlari, mungkin ia terlambat.

"hah" sasuke mendesah frustasi karena hari ini ia sudah memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Naruto.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Hoy teme, tumben mengajakku duluan kesini?" Naruto yang tengah diajak untuk ke kedai Ramen oleh Sasuke terlihat curiga karena tidak biasanya sahabat sekaligus rivalnya ini mengajanya kesini duluan.

"Ada yang ingin aku bicarakan Dobe!"

"Apa? Sebaiknya cepat karena hari ini aku akan kencan dengan Hinata-chan" sasuke sangat heran, bagaimana bisa sahabatnya ini rela mengesampingkan ramen hanya karena wanita. Yang lebih mengherankan lagi, Naruto dengan jujur dan tanpa dosa mengatakan akan kencan dengan Hinata. Padahal ia sudah tunangan. Itu sih hanya sasuke saja yang berpikir seperti itu.

Kalau orang lain sih tidak masalah, karena naruto memang tunangan Hinata.

"Dobe jaga bicaramu. Bagaimana bisa kau dengan mudah mengatakan akan berkencan dengan gadis lain. sementara kau sudah punya tunangan" sasuke sudah tidak tahan untuk mengatakan kekecewaannya pada Naruto yang berani menyakiti hati sakura.

"He… maksudmu apa Teme? Aku tidak pernah berkencan dengan gadis lain selain Hinata-chan" naruto terlihat bingung dengan ucapan sahabatnya. Ia saja sampai berhenti ketika akan memakan ramennya, ia takut jika ada orang yang salah paham dan menganggap ia pernah berkencan dengan gadis selain Hinata. Bisa mati dikuliti Naruto oleh Hiashi-sama ayah Hinata.

"Apa? Kau bahkan tidak pernah mengajak Sakura berkencan?" sasuke mulai memanas, ia sudah lupa dengan tujuannya mengajak Naruto kesini. Tapi ia sedikit lega, karena sakura tidak pernah diapa-apain oleh naruto.

"Tentu saja aku tidak pernah mengajak Sakura-chan kencan, Teme. Aku masih sangat sayang dirimu yang sangat tergila-gila pada sakura-chan. Dan kenapa aku harus mengajak kencan orang lain jika ada hinata tunanganku yang bersedia melakukannya" ucap Naruto sambil menikmati ramennya. Mumpung gratis jadi ia segera melahap habis dan bersiap untuk minta tambah porsi.

"Tu..tunggu dulu Dobe. Jadi tunanganmu itu….Hinata?"

"Hmmmmm"gumam Naruto sambil mengangguk pelan "Kenapa? Kau sudah tahukan?" lanjut Naruto tanpa dosa. Oh, ayolah naruto bagaimana sahabatmu in tahu. Dia kan terus berkelana keujung dunia dan tidak terlalu kepo untuk mempermasalahkan perihal percintaan orang lain.

Apalagi peristiwa ketika dirimu yang mulai dekat dengan Hinata, sasuke kan sudah pergi berkelana lagi.

Sasuke menegang dan shock. Ia benar-benar terlihat seperti oran bodoh karena salah mengira jika yang menjadi menjadi Tunangan naruto itu adalah Sakura bukan Hinata.

Jika hari ini ia tidak berbicara dengan Naruto, maka ia akan terus merasa bersalah karena mengira menjamah tunangan orang.

Jadi selama ini tindakannya tidak menyakiti orang lain.

"Jadi sakura masih bukan miliki orang lain?" gumam sasuke asal karena senang jika prasangka buruknya selama ini salah dan harapannya untuk menjadi sakura miliknya akan menjadi kenyataan.

"Hn. Jadi cepatlah miliki Sakura !" gumam Naruto yang ternyata masih mendengar suara pelan sasuke.

Pofftt

Mengetahui kenyataan ini sasuke secepat kilat meninggalkan Naruto.

"Woi, Teme ! mau kemana? Bayari dulu ramenku!" teriak Naruto yang melihat kepergian Sasuke. Kasian, sepertinya kau harus membayar ramenmu sendiri, tidak jadi gratis.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Alhamdulillah, saya sudah bisa up-date lagi

Semoga suka dengan chapter yang kali ini.

Meski banyak kekurangan, mohon Review-nya agar author makin semangat menulisnya

.

.

.

.

sampai berjumpa di next chapter

Bye