Hmm...

Disclaimer : Naruto isn't mine. And I'm sure you've known it.

REUNI KEMATIAN

Di bawah sinar bulan purnama, tanah pemakaman terbelah. Beberapa tangan muncul dari dasar disusul kemudian kepala, leher, tubuh, dan terakhir kaki.

Mata putih mendelik mengerikan dari tubuh-tubuh yang bangkit kembali dari kematian. Perlahan mata putih itu kembali berwarna dan memunculkan pupil yang seharusnya sudah tidak dimiliki lagi.

Tubuh-tubuh itu bergerak berbahaya secara perlahan dan menakutkan. Lolongan serigala sebagai latar menghiasi suasana mengerikan yang terjadi.

"HAAAAAAAH!!!!! AKHIRNYA BEBAS JUGA!!!" teriak salah satu tubuh itu. Rambut pirangnya melambai tertiup angin malam yang dingin, begitu pula jubah hokagenya – yang mirip dengan jubah milik Yondaime.

BLETAK!!!!

Sebuah jitakan memecah ketegangan yang terjadi.

"Berisik tau, Naruto!!!!" bentak sesosok tubuh berambut pink. Mata emeraldnya menyiratkan kekesalan dan horor.

"Sakiit, Sakura-chan!!" tangis si rambut pirang. Dia tersentak, seakan menyadari sesuatu yang sangat penting. Mata birunya menatap wanita berambut pink di sampingnya.

Dia berlari – lebay mode ON – dengan air mata mengalir deras di pipinya – anime-style ON. Kedua lengannya melingkari tubuh wanita itu. "SAKURA-CHAAAAN!!!!! KAU MASIH HIDUP!!!?"

BLETAK!!!!!!

Jitakan untuk kedua kalinya setelah lima tahun lamanya.

"Jangan teriak di telinga orang, bego!!! Dan asal lu tau, KITA UDAH MATI!!!"

Dan alhasil, zombi berambut pirang itu terkapar di lubang kuburnya untuk kedua kalinya juga dengan benjol sebesar meriam di kepalanya.

Dengusan mengejek menambah suasana horor di pemakaman. "Huh! Dobe."

"TEME!!!!!" Naruto bangkit untuk kedua kali dari lubang kuburnya sendiri. Dan dia tersentak lagi karena menyadari sesuatu. Matanya melebar menandakan dia sangat terkejut melihat seorang pria berambut hitam yang duduk di batu nisan di samping kuburan Naruto.

"Sa-Sasuke..."

Sasuke memalingkan wajahnya dengan angkuh bin cuek.

Dan oleh sebab itu, dia tidak menyadari terkaman Naruto yang bermata ganas nan mesum.

"Dobe!! Minggir!!!"

"Nggak mau!!!" balas Naruto, tidak kalah garangnya. "HUWEEEE!!!! SASU-CHAAAAN!!! AKHIRNYA KETEMU JUGA!!!!!"

"Siapa yang lu panggil Sasu-chan!!!? Usuratonkachi!!!"

Teriakan dan berontakan Sasuke tidak didengar Naruto, dan malah zombi berambut pirang itu semakin ndusel dan cuddlingin Sasuke.

"GYAHAHAHAHAHA!!!!! NICKNAME YANG BAGUS!!!" Sebuah tawa ngakak dari zombi berambut putih ikut mewarnai meriahnya reuni kematian malam ini. "SASU-CHA~N!!"

"DIEM LU, BAKA MIZU!!! GW CHIDORI LU!!!"

"Senangnya..." Sebuah suara bergumam pelan. Senyuman menghiasi wajah pucat yang mirip dengan Sasuke. "Akhirnya si penis kecil bertemu kembali dengan bokong bebek. Dengan begini tinggal masukin tuh penis kecil ke bokong bebeknya."

NARUTO RENDAN!!!!

CHIDORI NAGASHI!!!!

BLETAK!!!!

"JANGAN MANGGIL GW GITU, MUKA ROBOT!!!"

"EN JANGAN NGOMONG VULGAR, DASAR MUKA ROBOT!!!!!"

Dan si muka robot ambruk, tepar, teler, keleper-keleper, dan sebagainya, ke dalam lubang kuburnya sendiri.

"Berisik." Suara dingin menyapu kulit sedingin es dari para zombi. "Diem atau gw Jyuuken lu-lu pada."

Naruto, Sakura, dan Suigetsu langsung meringkuk ketakutan di pojokan lubang kubur masing-masing. Sai masih tepar. Sasuke... ya masih Sasuke.

"I-I-I-Ing-Ingatkan aku untuk tidak membangunkan dia waktu lagi tidur." gagap Naruto takut.

"Gi-gila ni cewek. Diem-diem menakutkan..." gumam Suigetsu ngeri sambil meluk Naruto erat-erat dengan tubuh gemetaran.

"GW DENGER ITU, BAKA MIZU!!!"

"Dan pendengarannya tajam..." Mata Suigetsu menjadi (O_O)!

Sakura berkeringat dingin. Dia tertawa gugup, mencoba menenangkan wanita yang terganggu dari 'tidur panjangnya'. "A-anu... Hinata-chan... tenangkan dirimu..."

Hinata tersentak sadar, ingatan akan apa yang dilakukannya tadi berputar di kepalanya. Wajahnya jadi semerah tomat, menunduk malu. "Ma-maaf... Sakura-san... Naruto-kun... Suigetsu-san..."

'Kepribadian ganda!!! Ternyata Hinata berkepribadian ganda!!!!' jerit trio gokil dalam hati.

"Huh! Bodoh." Dengus Sasuke sombong.

Mata Naruto berkilat mendengar ejekan Sasuke. Dia berjalan perlahan bagaikan zombi yang bangkit dari kubur (bukannya sudah jadi zombi?) dengan tatapan liar penuh kemupengan plus bokep.

Senyum licik menghiasi bibirnya yang lembut. "Sasu-cha~n... karena kau sudah membuatku repot dengan mengejarmu dan juga ditambah ejekan-ejekanmu sampai sekarang sudah membuat tali kesabaranku benar-benar putus..." Dia menjilati bibirnya dengan tampang mesum dan bersuara mendesis seperti Orochimaru. "kau harus membayarnya..."

Sasuke perlahan mundur dengan tampang ngeri dan horor menghiasi wajahnya yang cantik (Narator dichidori). Kusanagi siaga di depan dadanya.

"Ma-mau apa kau, dobe!!?"

Evil smirk. "Tentu saja, Sasu-cha~n!"

Dan dengan itu, Naruto kembali menerkam Sasuke dengan penuh keliaran. Suasana dingin yang menyelimuti pemakaman menjadi panas seiring 'serangan' demi 'serangan' yang dilancarkan Naruto.

Begitulah... sampai sebuah tonjokan 'lembut' dari murid Tsunade sang Sanin dengan fisik terkuat membuat 'tato cantik' di pipi sang ninja terkuat Konoha dan Missing-nin kelas S dari Konoha.

"DIAM KALIAN BERDUA!!!! BISA NGGAK SIH BERSIKAP LAYAKNYA PRIA SEUMURAN KALIAN!!!?"

Naruto dan Sasuke hanya menatap Sakura dalam diam.

"Tapi... aku nggak tau berapa umurku... kita, 'kan udah mati..." kata mereka berdua bersamaan dengan tampang sok polos dan tolol.

Dan Sakura menampar dahi lebarnya sendiri karena stres.

"Sudah... sudah..." Sai yang sudah sadar berusaha menghibur Sakura. "Sayang... kalau terlalu stres nanti kamu keguguran, lho..."

"Iya... terus kalo kamu keguguran di sini, nanti pembuat film "Beranak dalam Kubur" pada protes gara-gara filmnya dikopi sama kamu..." ejek Suigetsu.

BAK! BUK! BLETAK!!

GYAAAAAAA!!!!!!!!!!

KRAAAAAAK!!!!!!!!!!

Ouch! Tulangnya patah... pasti sakit...

Maaf, tapi adegan penganiyaan ini harus disensor karena tidak cocok untuk anak kecil.

Karena itu, ditayangkan suaranya saja. Dan bayangkan apa yang terjadi jika para pembaca sekalian mau.

CRAAAT!!!!

BAK! BLETAK!!! BUK!!!

KRAK! KRAK!!

OUCH!!! MAMIIIIIIII!!!!!!!

Ugh! Aku tidak sanggup melihatnya...

Lebih baik kita beralih ke para zombi yang masih adem-ayem saja.

Hm? Sepertinya dibalik nisan kuburan para Hokage ada adegan seru.

Mari kita lihat ada apa dibaliknya.

"Sasu-cha~n!"

"Ah! oh!! Naruto!!! Ah~! Ja-jangan... ah~! Jangan! Hentikan!! Oh! Ah!! mmm.... ah!!"

Wow! Seingin-inginnya aku sebagai narator untuk menayangkan adegan ini... harus disensor juga.

"A-anu... Sai..."

"Hm? Apa, Hinata-san?"

"A-a-apa kau bisa mem-membuat mereka semua te-tenang d-dan berkumpul secara baik-baik ta-tanpa kekerasan?"

Sai mengangkat sebelah alisnya. "Hm? Entahlah. Kucoba dulu."

Dia menghirup nafas dalam-dalam. Dan kemudian...

"PARA ZOMBI SEKALIAN!!!! HARAP TENANG DAN BERKUMPUL SECARA BAIK-BAIK DI SINI!!!"

"BERISIK!!!! TUTUP MULUTMU ATAU GW UMPANIN BADAN LU YANG UDAH BUSUK ITU KE KUBURANNYA ZETSU!!!!"

Sai kembali menghadap Hinata, sikap tegap bak tentara. "Lapor, komandan! Rencana untuk menenangkan empat zombi yang bergentayangan gagal!"

"LU JUGA ZOMBI GENTAYANGAN SO SHUT THE FUCK UP!!!!"

"Dan lapor juga! Bahwa mereka semua jadi memiliki pendengaran yang tajam setelah mati!"

"Laporan saya terima, kembali ke tempat!"

"Siap!" Dan Sai kembali ke makamnya...

.................................................................

"Tu-tunggu, Sai!! Ba-bagaimana de-dengan mereka?!" kata Hinata gagap, malu karena terbawa suasana dalam permainan tentara-tentaraan dengan Sai.

"Saya harap anda sebagai komandan bisa menenangkan mereka, ganti!" kata Sai serius seperti berbicara melalui talkie-walkie.

"Ta-tapi bagaimana caranya, ga-ganti!"

"Itu kuserahkan pada anda, ganti!"

Di saat itulah... Hinata sadar bahwa dia sedang dipermainkan oleh Sai.

Dan hal itu membuatnya sangat kesal.

Dan membuat kepribadiannya kumat lagi.

Dan-

"Diem! Jangan banyak bacot lu, Narator, atau gw umpanin lu ke Pain."

Ampuuuun, Hinata-sama!!! Jangan umpankan saya ke manusia tindikan itu...!!!! Saya tidak mau tubuh saya menjadi penuh tindikan seperti lima tubuhnya yang lain!!! Dan juga saya tidak mau menjadi tubuhnya yang ketujuh!!!

"Dan kalian, para zombi gentayangan, shut the fucking hell up and come here, NOW!!!!!!!!" Tatapan dingin dengan aura chakra yang menusuk dari Hinata muncul seakan membelah kulit busuk mereka.

Dan hasilnya... para zombi gentayangan berkumpul dan berbaris di depan Hinata dengan patuh.

Sai yang berbaris sambil senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

Suigetsu yang sudah tak berbentuk lagi.

Sakura yang masih stres dengan urat-urat mencuat di kepalanya. Tangannya memeluk perutnya yang blendung.

Naruto yang matanya masih penuh nafsu dan bertampang mupeng nan mesum.

Juga Sasuke yang tubuhnya penuh bercak kemerahan dari leher sampai dadanya.

Berbaris dengan sangat rapi dan gagah seperti bebek.

"Membentuk lingkaran dan duduk, CEPAT!!!"

Para zombi budak itu langsung duduk membentuk lingkaran mengelilingi Hinata yang berdiri. Setelah dinilai cukup, Hinata duduk di antara Sai dan Suigetsu. Wajahnya kembali menjadi lembut dan pemalu.

"Ma-maaf... aku tidak bermaksud kasar..." gumam Hinata – sangat – pelan dengan wajah semerah kepiting rebus.

"Tidak apa-apa." Sakura melambaikan kedua tangannya di dada sambil tertawa gugup. "Justru kami senang sudah diatur begini..."

"Aku nggak, tuh." Naruto cemberut. Secara, kesempatan untuk meravish Sasuke buyar karena gertakan yang – menurutnya – tidak beralasan tadi.

"Diem, Naruto!" ancam Sakura sambil menatap dingin.

"Nah... mending sekarang ngapain? Kan bosen kalo musti nungguin matahari terbit." kata Suigetsu yang sudah menjadi manusia kembali.

"Bagaimana kalau kita saling cerita penyebab kenapa kita mati?" tanya Sai, tersenyum. Kesunyian menyelimuti sesaat.

"SETUJU!!!!"

"Siapa yang duluan?" tanya Sakura.

"Gimana kalo dobe yang duluan?"

Si dobe yang dimaksud langsung melancarkan death glare. "Teme aja!"

"Mendingan hom pim pah aja, dah!" usul Suigetsu riang.

"Oke!"

HOM PIM PAH ALAIUNG GAMBRENG!!! MAK EROT PAKE BAJU ROMBENG!!!

"Ternyata emang musti elo yang duluan, dobe."

"Teme."

"Udah! Nanti aja berantemnya!" bentak Sakura kesal. "Sekarang ceritain! Gw nggak tau lu mati kenapa, soalnya gw mati duluan dibanding elo!"

"Ya, ya! Lagipula gw penasaran... apa sih yang bisa ngebuat elo – yang disebut-sebut Hokage terkuat dalam sejarah, yang gak bisa mati karena serangan apapun gara-gara punya ilmu penyembuhnya Kyuubi – mati muda?!"

Naruto menutup matanya. Dia menghirup udara dalam-dalam – dan langsung terbatuk-batuk begitu menghirup udara yang tercemar kentutnya Suigetsu – sebelum menghembuskannya lagi.

"Baiklah..." Suaranya serius, dan dia menyinari wajahnya dengan senter yang ditinggal Kuroha. Membuatnya semakin menakutkan sebagai zombi. "Aku akan menceritakan sebab kematianku pada kalian. Dan bersiaplah... ini sangat mengerikan..."

TBC...

A/N : Hmm...

Kira-kira apa yang menjadi sebab kematian Naruto?

Ini menjadi kuis untuk para pembaca.

Silahkan tulis apa yang kalian pikirkan mengenai penyebab kematian Naruto di review.

Please review, if don't mind.

With crimson camelia,

Scarlet Natsume.