Title : I'll give you second chance ch2

Author : YeWook Holic

Pairing : Yewook

WARNING : GAJE, ABAL, ANEH, ALUR NGEBUT, YAOI, BOYS LOVE

STAR STORY

Ryeowook's Side

Ryeowook yang masih asik menatap dingin Yesung tak sadar kalau Kim seonsaeng menatapnya sangar. "Pstt, Wookie... Wookie...wookie" ucap Eunhyuk berusaha mengembalikan kesadaran Ryeowook sampai suara yang lebih keras mengantikan usahanya. "KIM RYEOWOOK!" Ryeowook menolehkan kepalanya kemudian berkata "Ya! seonsaeng! berisik!" Ryeowook kembali menolehkan kepalaya ke tempat Yesung berada.

NGEK

Ia baru sadar kalau yang baru saja dibentaknya itu Kim seonsaeng. Ia kembali menoleh ke depan menatap Kim seonsaeng sambil tersenyum hingga gigi putihnya terlihat "Mianhae Kim seonsaeng. ah anu chonun...". Kim seonsaeng nemunjuk Ryeowook dengan jarinya lalu menunjuk lantai yang berada di depan kelas. Ck ia sudah hapal dengan gerak-gerik seonsaengnya yang satu ini, pasti memintanya maju kekelas. "Palli!" mendengarnya Ryeowook pun maju kedepan kelas masih dengan senyuman watadosnya. Setelah melihat Ryeowook dihadapannya, Kim Seonsaeng pun menuliskan sesuatu dipapan tulis. "Ini" ucap Kim Seonsaeng sambilmenyerahkan kapur tulis kepada Ryeowook. "Kerjakan!" perintahnya lagi. Ryeowook pun berusaha memahami soal matematika dihadapannya itu. Meskipun dia pintar, tapi dia tadi tidak fokus ke materi ini hingga berakhirlah dia di depan papan tulis mengerjakan dengan pikiran yang berujung ke jalan buntu. Ryeowook menoleh kesamping kirinya, dapat ia lihat Kim seonsaeng yang sedang serius menulis sesuatu. Ia menengok kebelakang bertanya pada teman-temannya. "Eheeem... Ryeowook-ssi kau pikir aku akan lengah?" Ryeowook buru-buru kembali menghadap ke papan tulis. "Coba saya lihat jawabanmu."

"YA! Ini salah! ulangi!" mendengar itu Ryeowook segera memandang Kim seonsae tajam.

"Mwo? kau menentang?"

"Ani ani ani."

KRIIING...

Bunyi bel pertenda istirahat pertama berbunyi semua hakseng menghela nafas senang terutama bagi kau, ya kan Wookie?. "Ya sudah sampai disini pertemuan kita. Jangan lupa kerjakan tugas kalian." ucap Kim seonsaeng.

"Kajja Wookie kita ke kantin!" ucap Eunhyuk dan Sungmin

"Neee... Kajja!" ucap Ryeowook dengan wajah berbinar

"Ani" sambung Kim seonsaeng tanpa memandang Ryeowook, Sungmin, dan Eunhyuk.

"Seonsaeng?"

"Eunhyuk-ssi, Sungmin-ssi kalian boleh istirahat dan kau Ryeowook-ssi... akan tetep dikelas mengerjakan soal itu sampai benar."

"MWOYA?! kalau begitu aku titip roti melon ne min, hyuk?"

"Eh? nggak ada titip-titipan! Sungmin-ssi, Eunhyuk-ssi silahkan." Kim seonsaeng menunjuk pintu. Eunhyuk dan Sungmin pun meninggalkan kelas dengan tidak rela.

"Kenapa Kim seonsaeng sangat cerewet kan kasihan wookie." ucap Sungmin sambil berjalan menuju kantin. Eunhyuk mengiyakan. Tepat saat di tikungn koridor mereka bertemu dengan Yesung yang memamerkan wajah cerahnya. Yesung pun segera menghampiri Sungmin dan Eunhyuk. "Minnie-ya Hyukkie-ya mana Wookie?" Tanya Yesung tanpa basa-basi.

"Wookie dihukum tadi karena tidak memperhatikan pelajaran Kim seonsaeng." jawab Sungmin santai.

"Kenapa Wookie tidak memperhatikan materi Kim seonsaeng?"

"Wookie terus saja menatap keluar jendela."

'Oh jadi karena aku ya' batin Yesung.

"Ne Gomawo Minnie-ya Hyukkie-ya."

"Cheonma."

Yesung pun segera berlari dengan semangatya menyusuri koridor sekolah menuju kelas Ryeowook. Saking semangatnya tiba-tiba...

BRUK

Yesung menabrak seorang namja membuat barang-barang yang namja tersebut bawa berserakan dimana-mana. "Mianhae! Jeongmal mianhae!" ucap Yesung sambil memunguti barang-barang namja yang ditabraknya tadi. Saat Yesung akan memberikan barang yang dipungutnya, mereka bertatap muka. Senyum Yesung lumer seketika, dia kemudian membuang barang yang dipungutinya kelantai. "Haish sebaiknya kau punguti saja sendiri Zhoumi-ssi." ucap Yesung kemudian meninggalkan Zhoumi dengan barang-barangnya yang berserakan. "YA! KIM YESUNG! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!" teriak Zhoumi yang tidak digubris Yesung yang malah mendapat pandangan aneh dari para hakseng lain.

"YA! ini salah ulangi!"

"Waeyo Ryeowook-ssi? soal ini kan mudah kenapa kau tidak bisa mengerjakannya?"

"Pokoknya ulangi sampai bisa!"

Terdengar kalimat perintah yang terus terlontar dari mulut Kim Seonsaeng. Ryeowook yang sudah bosan pun hanya bisa memutar matanya.

"Apa seonsaeng tidak lapar? dari tadi kan seoseng belum ke kantin." ucap Ryeowook mencoba menjinakkan seonsaengnya yang satu ini #nggak sopan amat.

"Ne benar juga. Sebenarnya saya lapar."

"YESS"

"Tapi tidak setelah kau berhasil mengerjakannya."

Disaat mereka berdebat tentang perut muncullah Yesung dengan Tampang malaikatnya.

"Annyeong Kim seonsaeng Annyeong Wookie."

"Annyeong Yesung-ssi. Nah mumpung kau ada disini, kau mau kan membantu mengerjakan soal yang dikerjakan Ryeowook?" Ryeowook hanya melirik sekilas lalu kembali menatap soal didepannya.

"Ne dengan senang hati." Yesung dengan senang hati melangkah kedepan papan tulis dimana Ryeowook mengerjakan soal.

'Kau Marah Wookie chagi?' bisik Yesung

'Ne, bagaimana aku tidak marah melihat namjachinguku selingkuh didepa mataku'

'Jadi Wookie chagi cemburu, eoh?'

'Eh? itu...'

Ryeowook's POV

'Eh? itu...' bisikku menggantung. Aku bingung akan bilang apa? Wajahku panas. Jantungku berdetak tak karuan. Kulihat Yesung hyung yang menyeringai ke arahku.

KRIIIINGGG...

Aku bersyukur padamu bel penyelamat. Aku sudah tidak tahu mau bilang apa pada Yesung Hyung, aku malu. "Ryeowook-ssi ini tugasmu kerjakan dengan benar! kumpulkan pertemuan yang akan datang!" perintah Kim seonsaeng. Kulihat soal-soal yang diberikan Kim seonsaeng. MWO! banyak banget! Apalagi ini dikumpulkan besok. Omo Wookie bagaimana bisa kau lupa kalau Yesung hyung bakalan kerumah nanti malam, mau ditaruh mana mukamu? Bisa jadi karena acara nanti malam kau tidak mengerjakan tugas ini!

Aku pun melangkah menuju tempat dudukku mengingat Bel sudah berbunyi. Aku hampir lupa pada Yesung hyung. "Hyung kenapa kau tidak kekelasmu? bukannya bel sudah berbunyi?" ucapku atau lebih tepatnya mengusir.

"Aaahh ne. Pai pai Wookie chagi" ucap Yesung hyung sambil keluar kelas dan kemudian masuklah hakseng yang lain bersama Cho seonsaeng. "Mianhae Wookie-ya." ucap Minne setelah masuk kelas

"Ne Mianhae karena aku tidak bisa membantumu tadi." ucap Hyukkie juga

"Nan gwaenchanha."

Ryeowook's POV end

CLOUDSOMNIA

"Annyeong. Aku pulang." ucap Ryeowook setelah membuka pintu. Melepas sepatunya lalu melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. Ia pun meletakkan sepatunya lalu berjalan ke kamar mandi. Setelah beberapa menit, Ryeowook pun keluar kamar mandi.

"Mungkin nanti bisa saja aku tidak mengerjakan tugas Kim Seonseng. Lebih baik aku mengerjakannya sekarang." Ucarnya lalu mengambil kertas dan mulai mengerjakan soal dikertas tersebut.

TOK TOK TOK

Seseorang megetuk pintu kamarnya membuatnya bangun lalu membuka pintu.

"Waeyo Umma?" ucap Ryeowook pada Leeteuk

"Bantu Umma memasak ne?"

"Mianhae tapi aku sedang mengerjakan tugas."

"Jadi kau tidak mau membantu Umma? Padahal yang harus dimasak banyak."

"Emmm... Ne aku akan membantu Umma."

"Jinjja?"

"Ne kajja."

Setelah memasak dengan Leeteuk, masakan mereka akhirnya akhirna tersaji diatas meja, ada

"Mereka datang jam berapa Ryeowookie?"

"Kata Yesung hyung, jam 7."

"Kalau begitu kau ganti baju dulu ne?"

"Ne."

TING TONG

"OMMO! Mereka sudah datang. Padahal kau belum ganti baju."

"Tapi Umma inikan masih setengeh tu-"

"Appamu juga belum pulang. Umma buka pintu dulu ne."

CKLEK

"Ternyata kau Kangin-ah membuatku panik saja." Ucap Leeteuk sedangkan Kangin yang baru pulang memasang tampang anehnya.

"Yasudah Ryeowookie sana ganti baju."

"Ne."

~KIM RYEOWOOK~

TING TONG

"Biar Wookie yang buka Umma. " ucap Ryeowook dan hendak membuka pintu.

CKLEK

"Eh Yesung hyung sudah datang. Ayo masuk Yesung hyung, ahjuma, ahjussi." ucap Ryeowook mempersilahkan Yesung beserta umma dan appanya.

"Nuguya Chagiya eh? CHULLIE!-" ucap Leeteuk

"TEUKKIE!" seru umma Yesung, Kim Heechul

"HWAAAAA" mereka berlari saling mendekat kemudian berpelukan sambil melompat-lompat layaknya anak kecil.

"Aku tidak menyangka ternyata aku bisa bertemu denganmu lagi Teukkie"

"Ne dan aku juga tidak menyangka bila namjachingu wookie ternyata putramu"

"Aigo mereka memang jodoh."

"Ayo kita makan malam" ajak Kangin. Mereka pun memulai acara mereka. Sebenarnya Kim Heechul itu teman semasa kecil Leeteuk jadi wajar saja kalau mereka saling kenal. Nah karena mereka sudah menyelesaikan acara mereka (cepet amat), mereka pun mulai membicarakan hubungan mereka. "Hmm kalau ahjussi boleh tahu sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Kangin dengan semangatnya Yesung menjawab "Sebenarnya sih belum terlalu lama mungkin sudah 3 bulan" dan hanya direspon 'Oh' oleh sang penanya.

Yesung's POV

Sekarang aku sedang berada di rumah Wookie karena orang tua Wookie mengundang orang tua ku. Yang membuatku sangat senang adalah ternyata ummaku dan Leeteuk ahjuma saling mengenal. Tapi anehnya kenapa Wookie dari tadi diam terus? sampai akhirnya Kangim ahjussi bertanya padaku "Hmm kalau ahjussi boleh tahu sudah berapa lama kalian berhubungan?" kulirik wookie sekilas, pandangan kami pun bertemu tapi langsung diputuskan oleh Wookie "Sebenarnya sih belum terlalu lama mungkin sudah 3 bulan" jawabku

Kulirik Wookie lagi yang menolehkan kepalanya menghadap kesamping. Tiba-tiba saja terpintas ide jahil di pikiranku. Kudekatkan kepalaku ketelinganya . 'Wookie kau marah chagi? Fiuh~' bisikku. Dia segera menutupi telinganya dan menatapku tajam. 'Ne aku marah'

'Wae?' bukannya menjawabku dia malah berdiri.

"Umma appa aku keatas duluan ne." Wookie pun melangkah menaiki tangga. Kok aku ditinggal sih? "Emmm ahjumma..." ucapku meggantung

"Ne kau susullah dia" jawab Teukkie ahjuma. Aku pun segera melangkah menyusul Wookie

CKLEK

Kubuka pintu kamarnya, kulihat dia sedang mengerjakan sesuatu diatas ranjangnya. Aku melangkah mendekatinya.

"Sedang mengerjakan apa?"

"..."

"Apa ada yang perlu hyung bantu?"

"..."

"Ck"

SRET

CHU~

Wookie membelalakan matanya karena ciuman tiba-tibaku. Tapi akhirnya Wookie luluh juga ia menutup matanya. "Jangan mendiami hyung lagi. Hyung itu tidak ada hubungan apa-apa dengan Jessica, jadi kau harus percaya pada hyung arra." ucapku lalu memeluknya.

"Ne arraseo"

Yesung's POV end

Tepat didepan pintu kamar Wookie, empat orang namja tengah mengintip adegan yang barusaja dilakukan Yewook. "Aigo mereka memang romantis." ucap salah satu namja yang memiliki wajah bak malaikat.

"Ne. Appa perlu kita nikahkan mereka sekarang?"

"Chullie mana bisa begitu kita tunggu saja ne." sementara mereka mengobrol tentang kedua putra mereka, dua orang siantaranya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

_KIM YESUNG_

TOK TOK TOK

"Yesung ayo pulang sudah larut chagi." mendengar ucapan ummanya, Yesung pun segera bangun dari duduknya. "Hyung pulang dulu ne. Untung tugas Kim seonsaeng sudah selesai jadi Wookie bisa langsung tidur ne." Dielusnya rambut Ryeowook kemudian melangkah keluar rumah Ryeowook diikuti Ryeowook.

CUP

"Pai pai Wookie" Yesung mengecup kening Ryeowook kemudian masuk ke mobil yang akan membawanya pergi. 'Saranghae Yesung hyung' batin Ryeowook senang.

SJ High School

Waktu istirahat yang sangat berarti bagi seluruh hakseng sangat dimanfaatkan oleh mereka. Senyum bahagia tertampang jelas di wajah mereka. Tapi tidak untuk Ryeowook yang memandang tajam Yesung dan Jessica yang sedang duduk bersama di taman sekolah. Sebenarnya sih dia percaya pada Namjachingunya itu, tapi entah mengapa melihat adegan mereka membuat amarahnya meluap-luap. Habislah kesabarannya saat melihat Jessica akan mencium pipi Yesung. Dia pun segera menghampiri Yesung dan Jessica. "Wookie-ya mau kemana?" tak memperdulikan ucapan sungmin, Ryeowook terus berjalan menghampiri Yesung. "YESUNG HYUNG!" merasa namanya dipanggil Yesung pun segera mendongak menatap Ryeowook. "Eh Chagiya?"

"Hyung kenapa kau dekat-dekat dengan dia terus!"

"Memangnya hyung tidak boleh berteman dengan Jessica?"

"Tapi- Arrrgghh baiklah" Ryeowook akhirnya menyerah iapun pergi meninggalkan Yesung dan kembali ke kedua sahabatnya "Mianhae Minnie-ya kalau tadi tidak mendengarkanmu." sungmin hanya mengangguk. Mereka pun segera melangkah kekelas mereka. Tapi saat berda dikoridor sekolah Ryeowook menghentikan langkahnya membuat Eunhyuk dan Sungmin mengernyit bingung. "Tunggu sebentar ne" ucap Ryeowook lalu berjalan mengendap-ngendap kearah namja yang sedang duduk memunggunginya. "Sssttt.." Ryeowook meletakan telunjuknya di bibirnya, Eunhyuk dan Sungmin langsung mengangguk.

"ZHOUMI HYUNG!" teriak Ryeowook membuat benda (yang sepertinya foto) terjatuh.

"YAK! KIM RYEOWOOK! kau mau membunuhku, eoh?"

"Ehehehe mian. Eh nuguya?" Ryeowook langsung merebut foto yang di pegang Zhoumi.

"Itu Henry namjachinguku. Dia tinggal di Jepang."

"Dia manis sekali hyung. Tapi apa kau tidak merindukannya hyung?"

"Sebenarnya aku merindukannya. Tapi tak apalah karena liburan besok aku akan pergi mengunjunginya."

"Oooh ya sampai lupa, ini Sungmin dan Eunhyuk sahabat baik ku" ucap Ryeowook memperkenalkan Sungmin dan Eunhyuk.

"Annyeong."

"Annyeong Zhoumi imnida. Panggil hyung ne!" Eunhyuk dan Sungmin mengangguk.

"Eehm kalau begitu kita kekelas dulu ne hyung."

YEWOOK

Karena kelas Ryeowook jam pelajaran selanjutnya adalah olahraga, Ryeowook pun mengganti pakaiannya di ruang ganti namja. Namun begitu kagetnya dia saat melihat Jessica berdiri menatapnya garang setelah dia mengganti pakaiannya. "Jessica-ssi ini ruang ganti namja, kenapa kau disini?" tanya Ryeowook. Bukannya menjawab dia malah melangkah mendekati Ryeowook, ditariknya kaos olahraga Ryeowook membuatnya terangkat. "Hey Kim Ryeowook! kuperingatkan ne kalau kau masih ingin pulang kerumahmu lengkap seperti kau berangkat ke sekolah ini, sebaiknya kau segera menjauhi Yesung Oppa atau kalau kau mau kau boleh langsung meminta menghentikan hubungan kepada Yesung oppa!"

"Apa hakmu mengancamku hah!"

"Kau ingin kulitmu aku sayat lalu kutaburi garam setelah itu aku buang jasadmu ke sungai Han?" Ryeowook membayangkannya sekilas kemudian bergidik ngeri.

"Bagus kalau begitu kau harus menjauhi Yesung oppa ne, hobaeku yang manis." Jessica pun pergi meninggalkan Ryeowook yang bingung harus berbuat apa? Seluruh mata pelajaran yang dilaluinya hari ini terasa berat baginya. Entahlah

~Super-Junior~

Tanpa terasa 2 bulan sudah berlalu. Ryeowook pun selalu diteror jessica dengan ancamannya sementara Ryeowook semakin menjauh dari Yesung, Yesung dan Jessica semakin lengket saja. Apalagi Jessica yang selalu mengikuti kemana Yesung pergi. Hingga puncak ancaman Jessica kepada Ryeowook berakhir hari ini.

Ryeowook's POV

Sebenarnya aku ini namja atau yeojya. Fisik namja mental yeojya apa aku seperti itu? mau-maunya saja bertindak dibawah ancaman seorang yeojya. Cukum sampai disini, biar kalau dia akan menyayat kulitku atau apa? tapi kupikir aku yang akan menyayat kulitnya. Hwahahahahaaa~

Kulangkahkan kakiku menuju tempat Yesung hyung. Aku tahu dimana tempatnya. Tepat perkiraanku mereka pasti sedang duduk-duduk bersantai dibawah pohon di taman sekolah. Tapi kulihat mereka berdiri. Dengan seenaknya Jessica memeluk lengan Yesung hyung. Aku pun mendekat kearah mereka.

BRUK

Dengan sekali dorongan Jessica jatuh karenaku. Kutatap Yesung hyung yangmenatapku aneh. "Hyung, Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya! Dia tidak sebaik yang kau kira!"

"Kau keterlaluan Wookie. Atas dasar apa kau menyimpulkan itu?" ucap Yesung hyung sambil membantu jessica berdiri

"Ne kenapa kau berpikiran buruk padaku!" sambung Jessica. Apa dia tidak sadar atas apa yang dia lakukan padaku selama ini?

"Hyung kau lebih percaya padanya dari pada aku?"

"Ne karena aku tahu mana yang salah dan mana yang benar!"

"Hyung..."

"Cukup Kim Ryeowook! Hubungan kita cukup sampai disini!"

DEG

Hyung kenapa seperti ini? Kenapa kau cepat sekali berubah? Apa kau tidak memperhatikan perasaanku? Aku tidak akan menyerah. Tapi kenapa rasanya sesak sekali?

"Emm... Oppa karena kau dan Ryeowook sudah tidak berhubungan lagi, kau mau kan menjadi namjachinguku?" kudengar Jessica berbicara. Kutatap Yesung hyung yang juga menatapku. Tapi kemudian dia menolehkan kepalanya menatap Jessica.

"Ne aku mau"

PRANK

Hancurlah sudah hatiku. Tega sekali kau Hyung! memutuskan hubungan secara sepihak lalu mejadi namjachingu orang lain dalam waktu yag sama. Apa kau dari dulu hanya mempermainkanku hyung?

Tak terasa air mataku keluar juga. Dapat kulihat Jessica yang menyeringai ke arahku. Sampai akhirnya mereka pun pergi meninggalkanku.

TBC