Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kisimoto.
Warning : Canon, Typo's, EYD tak sempurna dan OOC-Maybe.
Chapter 2 : I Will Fight!
Banyak pertanyaan yang ada didalam benak manusia yang terkadang tak bisa dijawab. Banyak orang mengatakan semua pertanyaan itu akan terjawab oleh waktu. Apakah benar pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab seiring berjalannya waktu? Dimalam ini, saat desa Konoha bertaburan bintang yang sangat indah dimusim semi. Terdapat 4 orang dengan takdir, tempat, dan pertanyaan berbeda didalam hati masing-masing tapi dengan satu hal yang membuat mereka sama yaitu cinta. Benarkah ini yang dinamakan cinta? Mari kita lihat di masing-masing tempat.
Naruto PoV
Sudah hampir 2 jam aku terus termenung diatas tempat tidurku. Entah kenapa hatiku terus gelisah dari seminggu yang lalu saat kuputuskan untuk tetap berjuang mendapatkan Sakura-Chan dan menolak cinta Hinata. Tapi... mengapa hatiku merasa begitu gelisah sampai saat ini dan jujur hatiku pun terasa sedikit sakit dan sesak.
Aku sangat mengerti bagaimana perasaan Hinata. Bagaimana perasaan kalau orang yang kau cintai tak pernah menganggapmu ada tapi hatiku tetap ingin terus mencoba mendapatkan Sakura-Chan walau ku tahu dia masih menyukai si Teme. Aku tak ingin kalau harus menerima Hinata sedangkan hatiku masih mencintai Sakura dan malah membuat nantinya dia tambah sakit hati. Aku harap ini yang terbaik.
End Naruto PoV.
Sakura PoV
Telah berkali-kali kulihat figura foto tim 7 ini tapi tetap saja aku selalu tersenyum tak penah bosan kalau mengingat moment saat ini. Harusnya setelah Sasuke-Kun kembali tim 7 mesti foto baru bersama walaupun Kakashi-Sensei tidak lagi di Konoha. Waktu memang berlalu begitu cepat dan begitu banyak hal yang berubah tapi tidak dengan perasaanku kepada Sasuke-Kun. Aku tetap mencintainya. Walaupun saat aku ingin bergabung dengannya di tim Hebi dia ingin menyerangku tapi aku mengerti kalau saat itu Sasuke-Kun sedang dipenuhi dendam. Aku benar-benar bersyukur Naruto-Kun berhasil membawa Sasuke-Kun kembali ke Konoha.
Hanya saja bagaimana perasaan Sasuke-Kun kapadaku saat ini? Pertanyaan itu terus terlintas dan memusingkan kepalaku. Huh, lebih baik aku tidur karena besok akan banyak tugas dari Tsunade-Sama, termasuk juga merawat Sasuke-Kun walau hari ribut dengan Ino dan Karin.
End Sakura PoV.
Sasuke PoV
Kenapa dari tadi aku tidak bisa tidur nyenyak! Hinata.. Hinata.. Hinata.. daritadi nama dan senyum gadis itu terus berputar-putar dikepalaku. Membuat aku terkena penyakit yang tambah parah sepertinya. Masa kepalaku pusing karena memikirkannya, wajahku terasa panas hanya terbayang senyum lembutnya dan juga jantungku berdegup-degup tak keruan kalau mengingatnya. Aku ini kenapa? Apa Tsunade-Sama tidak memberitahuku kalau aku memiliki kelainan jantung hingga terjadi penyakit diatas? Apa mungkin umurku memang tak lama lagi?
Kau bodoh Dobe melepaskan Hinata begitu saja. Padahal gadis satu itu sangat berbeda dengan gadis lainnya hanya dia yang menyukaimu disaat gadis lain hanya terpaku kepadaku. Hah! Sepertinya memang aku memang mau mati lihat saja sejak kapan seorang Uchiha bisa begitu narsis.
End Sasuke PoV.
Hinata Pov
Malam ini penuh bintang yang sangat indah, bahkan terlihat lebih indah dari biasanya. Padahal kalau kemarin aku melihat bintang-bintang ini semuanya hanya terlihat bagaikan awan hitam dengan petir bergemuruh dimataku. Terima kasih untuk Sasuke-Kun karena dialah aku tetap bisa optimis dan tidak menyerah.
Besok aku harus terus berjuang untuk bisa berjalan dan berada disampingya. Walaupun saat ini dia masih menyukai Sakura-Chan setidaknya biarkan aku berjuang untuk terakhir kalinya, agar aku dapat benar-benar menyerah kalau kau memang lebih memilih dia. Bagaimana kira-kira perasaanku kalau hal itu benar-banar terjadi? Apa Sasuke-Kun mau menemaniku lagi?
End Hinata Pov.
Setelah selesai latihan bersama Kiba, Shino dan Akamaru tentunya, Hinata buru-buru pulang dan mandi untuk menjenguk Sasuke dirumah sakit. Tak lupa pula dengan sekeranjang penuh tomat-tomat segar di tangannya.
" Hai Hinata-Chan, ingin menjenguk siapa?" tanya Shizune ketika melihat Hinata tampak celingak-celinguk kebingungan dilorong rumah sakit.
" A-ano Shizune-San a-aku ingin menjenguk Sasuke ta-tapi aku tak tahu dimana kamarnya yang mana."
" Oh.. kalau Sasuke ada dilantai 2 kamar nomor 27. Kau tinggal naik tangga diujung sana kemudian belok kiri, lalu kau tinggal mencari kamar nomor 27."
" Arigatou Shizune-San."
" Sama-sama Hinata-Chan."
Hinata kemudian menaiki tangga dan berbelok kekiri sesuai petunjuk Shizune dan akhirnya Hinata berhasil menemukan kamar Sasuke. Lama Hinata berdiam diri didepan pintu kamar Sasuke, dia ragu apakah Sasuke akan keberatan dengan kedatangannya atau tidak?
" Sampai kapan kau mau berdiri didepan pintu?" kata Sasuke dari dalam kamar.
" Permisi," Hinata memberanikan diri masuk kedalam kamar rumah sakit itu.
" Hn."
" Da-darimana Sasuke-Kun tahu kalau aku ada didepan pintu?"
" Dari baumu."
Hinata mencium bau tubuhnya, wangi lavender dan jasmine seperti biasanya," a-aku tidak sebau itu Sasuke-Kun."
Sudut bibir Sasuke sedikit terangkat," apa kau tak sadar Hinata kalau kau itu bau.?"
" Aku tak tau. Rasanya wangiku seperti biasanya kalau sehabis mandi."
" Kau tidak memakai minyak wangi?"
" Ti-tidak karena sabun mandi sudah cukup wangi,"
" Pantas saja bau."
"A-apa perlu aku memakai minyak wangi?"
" Tidak perlu, begini saja bau lavendernya sudah begitu menyengat. Kalau kau memakai minyak wangi baumu tidak orisinil lagi seperi Sakura, Ino, Karin dan lainnya."
" A-ano Sasuke-Kun bukankah akan lebih enak didengar kalau kau menyebutnya wangi daripada bau.?"
" Baiklah, Hinata kau wangi lavender sedangkan yang lain berbau tak jelas," Hinata tertawa kecil membuat Sasuke bingung melihatnya," kenapa kau?"
" Tidak apa-apa Sasuke-Kun. Oh ya, mau tomat?"
Hinata memotong tomat-tomat dikeranjang dengan kunainya, baru setelah itu memberikannya kepada Sasuke. Terkadang karena tidak sabar Sasuke langsung memakan tomat itu langsung dari tangan Hinata, membuat wajah Hinata memerah dibuatnya, Sasuke jadi tambah igin menggoda Hinata. Hinata yang merasa selalu dikerjai karena Sasuke terus tertawa kalau wajahnya memerah, tak segan-segan menyuapi Sasuke dengan 2 potong penuh tomat yang sebesar buah apel kedalam mulut Sasuke yang hasilnya membuat kedua pipi Sasuke mengembung lucu.- Ayo bayangin muka stoic Sasuke menjadi ikan kembung. Haha.. Digetok Sasuke. Dioz : Eh, kalau aku kau getok terus lama-lama bisa bodoh tau. Sasuke: MLDL. Masalah Lo Derita Lo.- Hinata tertawa lepas melihat itu membuat Sasuke tersedak karena terpesona melihatnya, kalau ada cermin dia pasti dapat melihat wajahnya yang memerah parah.
' Ugh, sepertinya Hinata benar-benar membuat penyakitku tambah parah,' pikir Sasuke.
Disaat Hinata tertawa sedangkan Sasuke hanya pelan-pelan memakan tomat yang ada dimulutnya tiba-tiba saja pintu terdobrak terbuka.
" Teme aku datang. Eh. Ada Hinata-Chan disini ya?"
" Selamat datang Na-Naruto-Kun," sapa Hinata dengan gugup.
" Ngapain kau kesini Dobe?"
Naruto mencibir," Padahal sebagai teman yang baik dan benar aku ingin menunjukan perhatianku kepadamu tapi ternyata aku disambut begitu dingin disini."
" Tinggal bilang menjenguk saja kenapa? Tanpa perlu kau banyak bicara seperti itu."
" Soalnya aku Cuma datang tanpa membawa apapun, kalau menjenguk bukankah harus membawa sesuatu," Naruto nyengir.
" Memangnya selama ini kau pernah membawakan sesuatu untukku?"
" Tentu! Aku selalu membawakan perhatian untukmu."
Sasuke mendengus." Memangnya 'perhatian' bisa dimakan?"
Naruto bersungut-sungut," Ne Hinata-Chan tumben kau kesini menjenguk Teme, ada apa nih?"
" Ti-tidak ada apa-apa Na-Naruto-Kun. Aku ke-kebetulan sedang senggang hari ini." Wajah Hinata memerah.
" Hinata bukankah ada yang ingin kau katakan pada Dobe?" kata Sasuke dengan menepuk pelan pundak Hinata. Hinata menatap mata Sasuke tak mengerti," Bukankah dibukit kemarin kau berkata ingin mengatakan sesuatu pada Dobe."
Hinata tertegun sesaat kemudian beranjak menghadap Naruto tepat didepannya," Naruto-Kun a-aku ingin mengatakan sesuatu padamu, kuharap kau ma-mau mendengarnya."
Naruto nyengir seperti biasanya," Tentu saja Hinata-Chan."
" Umm... Mungkin aku a-akan merepotkan Na-Naruto-Kun dengan keputusanku ini tapi perasaanku tidak bisa berbohong aku ma-masih menyukaimu Na-Naruto-Kun." Hinata tersenyum.
" Ta-Tapi Hinata-Chan a..." ucapan Naruto terpotong.
" Maka dari itu aku putuskan untuk tidak menyerah untuk tak menyerah tentangmu karena kau pun tak menyerah pada Sakura-Chan. A-aku mengerti pastinya aku sendiri pasti akan merasa sakit tapi untuk saat ini izinkanlah aku terus berjuang untuk mendapatkan cintamu sampai nanti aku memang harus menyerah. Dan saat itu hatiku pun telah benar-benar tertutup untukmu. Kumohon Na-Naruto-Kun mengizinkannya." Hinata tertunduk.
Naruto bimbang sesaat," Tapi Hinata-Chan aku tak menjamin kalau nantinya perasaanku akan berubah terhadapmu. Namun kalau itu memang maumu aku tak bisa melarang."
Hinata tersenyum lembut," Arigatou Naruto-Kun.
Sasuke PoV
Entah kenapa rasanya dadaku sesak melihat si Dobe bersama Hinata dan lagi kenapa aku harus terus tertunduk melihat ini. Bukankah itu bagus buat Hinata dia akan terus tersenyum lagi tapi mengetahui kalau senyumnya bukan untukku hatiku terasa sakit. Apa mungkin aku menyukai Hinata? Tapi itu tak mungkin karena aku baru saja mengenalnya dan lagi Hinata menyukai Dobe.
End Sasuke Pov
To Be Continue...
A\N : Akhirnya chap 2 publish! Wow aku tak menyangka kalau dalam 24 jam reviewnya lebih dari 10, arigatou minna-san. Sebenarnya aku tak bermaksud plin-plan karena belom menentukan pair. Tapi sebagai seorang author aku harus berada dipihak tengah tanpa keterpihakkan karena kesukaanku pada pair tertentu. Kalau minna yang lain suka Naruhina aku ikhlaskan membuatnya tapi sepertinya banyak yang request Sasuhina. Yeiii... aku akan buat Sasuhina. Tapi setidaknya biarkan aku benar-benar membuat Hinata menyerah dengan cara sesakit mungkin untuk farewel pair kesukaanku dulu. Arigatou telah membaca noteku yang abal-abal ini.
