Title :

I AM THE LAST VAMPIRE

Dislaimer :

myhunhan

Genre(s) :

Adventure, Supernatural, Sci-Fi, Romance, Fluff

Casts / Pairings :

XiuChen

KrisTao

SuLay

ChanBaek

KaiSoo

HunHan (main casts)

Warning :

YAOI / BOY x BOY, TYPOS, AU, NO SIDERS

Happy Reading!


CHAPTER 1

sreek.

sreek.

ayunan pedang menyobek kulit zombie-zombie dalam sebuah gedung yang dulu nya adalah rumah sakit. keadaan rumah sakit itu sangat berantakan. debu dimana-mana, seprai yang kusut dan telah menguning, posisi tempat tidur-meja-kursi yang tidak beraturan dan lapuh serta beberapa tubuh dan tengkorak tergeletak di beberapa sisi rumah sakit tersebut. mereka tidak bergerak karena terdapat luka di kepala mereka. itu adalah cara agar menghentikan / membunuh pergerakan mayat hidup.

brukk.

lelaki itu berlutut dengan satu kaki nya sambil terengah-engah karena kelelahan. dia ditugaskan untuk mencari "sesuatu" yang dapat membantunya menghentikan kekacauan ini. ya, dia adalah salah satu ilmuawan dari 10 ilmuwan lain yang tersisa di Seoul.

"sial.."

dia mendesis kesal kemudian menyapu peluh di dahi nya. perlahan lelaki itu kembali berdiri dan melanjutkan perjalanannya.

"ini sama sekali tidak berguna. shit."

lelaki itu berbisik kesal. duduk dan bersandar dibelakang pintu ruangan. kini dia berada di salah satu ruangan pasien dengan pintu dan jendela yang terkunci rapat. dia memutuskan untuk beristirahat di sini sampai matahari kembali terbit besok pagi. tetapi dia tidak tau bahwa sebenarnya dia tidak sendiri. perlahan sehun menutup matanya hendak tidur. dia benar-benar kelelahan, hanya dalam beberapa detik saja dia sudah langsung tertidur. tetapi tiba-tiba dia tersentak karena dia merasa ada yang mengawasinya. kembali dia mengambil pedangnya untuk berjaga-jaga dan menoleh tiap sudut ruangan. sepi.

"siapa disana?"

mengerutkan dahinya sambil menatapi sebuah sudut gelap tanpa ada rasa takut karena dia sudah terbiasa berada diluar yang sama sekali tidak aman ini. sudut itu benar-benar gelap karena tidak di terangi bulan. lelaki itu yakin, sosok yang dia cari bersembunyi disana.

tak disangka, dugaannya benar. seorang laki-laki keluar dari sudut itu. kulitnya pucat, matanya merah seperti darah, dan taring yang terlalu panjang untuk ukuran manusia. dia memakai baju, celana, dan jubah selutut serba hitam. sosok itu terlihat lemas. tidak. dia sekarat. sehun mengerutkan dahinya untuk memperjelas penglihatannya terhadap laki-laki itu. sehun terkejut tetapi wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

'vampire?' -batin sehun

"siapa kau?" -sehun

lelaki itu yang dikiranya vampire hanya tersenyum miring. sehun dapat melihat itu.

"kenapa kau tidak menjawab?" -sehun

vampire itu hanya terkekeh pelan dan perlahan menunjukkan wajahnya terhadap sehun. sehun langsung siap siaga dengan pedang ditangannya. dia hendak berdiri dari duduknya, tetapi tiba-tiba vampire itu sudah berada di depannya sambil memegang tangan sehun yang memegangi pedangnya dan tangan yang satunya memegang pundak sehun, membuat sehun tidak bisa bergerak. cepat sekali. gerakannya sama sekali tidak terlihat. mata sehun terbelalak akan gerakan yang tidak terlihat itu.

deg.

jantung sehun berdetak kencang dan memikirkan apakah dia akan mati kali ini? sehun memberanikan diri untuk membuka mulut.

"s-siapa kau sebenarnya?" sehun terdiam sejenak dan kemudian melanjutkan perkataannya. "tidak mungkin vampire." -sehun

sehun menelan ludahnya karena gugup. dia kembali melanjutkan perkataannya karena vampire itu masih tidak menjawab.

"vampire.. setauku.. mereka sudah tidak ada lagi.. jadi, tidak mungkin kau adalah vampire. siapa kau sebenarnya?" -sehun

sosok asing itu kembali kerkekeh. dan akhirnya menjawab sehun.

"kau benar. kaum ku sudah mati. dan ya. kau bisa bilang, aku adalah vampire terakhir di dunia ini. dan.."

vampire itu tiba-tiba batuk, nyawanya benar-benar akan meninggalkan raganya sebentar lagi. tetapi dia masih mencoba untuk terlihat baik-baik saja di depan manusia ini.

"...aku akan segera ikut mati. tetapi.." dia mendekatkan bibirnya ke telinga sehun lebih dekat. "kaum ku tidak akan musnah begitu saja. aku sangat beruntung kau datang menemuiku, wahai manusia." dia tersenyum miring. "sebentar lagi kau akan menjadi pewaris kaum ku!"

vampire itu, langsung saja menancapkan taring tajam nya ke kulit leher sehun setelah dia menarik baju sehun memperlihatkan pundak telanjangnya sedikit. sehun mengerang dan menggeliat karena kesakitan, dia merasa darahnya terbakar seakan vampire itu memasukkan susuatu ke pembuluh darahnya. dia terus menggeliat berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman vampire brengsek ini, tetapi perlahan pandangan sehun menjadi gelap, matanya terbuka dan tertutup karena dia berusaha untuk tetap sadar. tapi sakit pada lehernya membuatnya tidak sadarkan diri dan menjatuhkan pedangnya.

ddang!

suara pedang terjatuh itu memantul ke seluruh ruangan itu. tangan dan kepala sehun jatuh terkulai dan badannya lemas kehilangan keseimbangan. vampire itu tau manusia dihadapannya ini sudah tidak sadarkan diri. tetapi dia tetap melakukan ritualnya untuk memindahkan kekuatannya dan mengubah sehun untuk menjadi vampire seperti dirinya. dia memegangi pundak sehun agar tetap terduduk pada posisinya sampai selesai.

vampire itu menulis sesuatu di daerah gigitannya pada leher sehun dengan telunjuknya setelah menarik taringnya dari leher lelaki pingsan itu. sebuah simbol bercahaya hijau pun muncul dan kemudian menghilang menandakan ritualnya berhasil. sekali lagi vampire itu membisikkan sesuatu ke telinga sehun.

"tetaplah hidup, bocah. kau beruntung, aku tidak mengubah mu sepenuhnya vampire. melainkan setengah vampire dan setengah manusia. tapi tetap saja, kau akan tetap haus akan darah manusia. memang tidak sesering vampire biasa. tetapi sekali sebulan, kau akan membutuhkan darah segar itu. dan ini yang terpenting." dia kembali tersenyum miring dan menunjukkan salah satu tataringnya. "ingatlah, siwon. itu namaku."

vampire itu tersenyum dan meletakkan telunjuknya ke dada sehun dan menghilang beserta simbol pada leher sehun.

brukk.

tubuh sehun pun terjatuh ke samping karena kehilangan keseimbangan. kata-kata terakhir vampire itu bagaikan bisikan dalam mimpi bagi sehun.


***xoxo***

LES, ruang lab. 103

chanyeol, baekhyun dan kyungsoo, sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. mencampuri bahan kimia dan mendapatkan cairan yang baru.

"ku harap sehun baik-baik saja.." -baekhyun

ucap baekhyun yang merupakan seorang ilmuwan juga. dia sudah menganggap sehun sebagai adiknya sendiri, begitu juga bagi chanyeol kekasihnya.

"tenanglah baek. aku yakin sehun baik-baik saja, sama seperti hari-hari sebelumnya. aku yakin. sikapnya yang dingin tanpa ekspresi, membuatku yakin dia laki-laki yang kuat." -chanyeol

chanyeol memeluk erat lelaki mungil itu. mengelus punggungnya lembut untuk menenangkannya. kyungsoo yang sejak tadi melihat sepasang kekasih itu didepannya dapat melihat mata chanyeol yang juga sangat mengkhawatirkan teman rekannya itu. semua ilmuwan di ruangan itu sangat mengkhawatirkan sehun. baekhyun, chanyeol, kyungsoo, kai, xiumin, kris, tao, lay adalah ilmuwan-ilmuwan yang tersisa di Seoul yang juga merupakan teman sekaligus keluarga bagi tiap masing-masing mereka. sehun, ilmuwan termuda di antara mereka semua yang juga merupakan anak dari pemilik gedung itu, memberanikan diri untuk memilih dirinya sendiri pergi keluar dan mencoba mencari informasi yang dapat membahayakan dirinya. tidak ada cara lain, lebih baik bergerak daripada mati membusuk dan tidak dapat apa-apa jika terus berada di gedung itu.

lab mereka, berada di sebuah gedung yang cukup besar, dengan pagar tinggi berkisar 50 meter dari tanah yang mengurungnya di dalam, halaman hijau yang luasnya 4 kali lipat dari lapangan bola. wajar saja, tempat itu sangat aman dari mayat-mayat hidup itu. seluruh sisi gedung itu telah dibersihkan dari karyawan-karyawan yang sudah menjadi zombie. gedung itu dinamakan LES (Laboratorium EXO Seoul).

"sudah 2 minggu, semenjak sehun meninggalkan tempat ini. apakah dia berpikir untuk kembali setelah sebulan? atau jangan-jangan.. dia..." -kai

kai berjalan mendekati kyungsoo yang sibuk mencampur cairan-cairan ke dalam botol kaca dan membakarnya di meja besar di sana, kyungsoo dengan wajah yang penuh kekhawatiran kemudian tersentak akan perkataan kai, kekasihnya.

"jangan berpikiran yang macam-macam!" -kyungsoo

kyungsoo langsung memukul lengan kai. kai menggosok lengannya yang dipukuli kyungsoo tadi. dia tidak bermaksud untuk mengatakan itu. hanya saja dia juga sangat khawatir, sampai-sampai pikiran negatif memenuhi pikirannya tentang buddy nya itu.

"aww.. aku hanya takut, kyung.." -kai

baekhyun dan chanyeol mengerti dengan perasaan kai sekarang, karena mereka memiliki perasaan yang sama juga tentang sehun.

"tidak. aku yakin, dia baik-baik saja. sudah 4 tahun, dia melakukan ini. aku yakin dia selamat dan seperti biasa dia akan kembali ke sini." -chanyeol

"benar. kita tidak boleh berpikiran negatif begitu. sehun baik-baik saja. kita harus yakin." -baekhyun

baekhyun mengangguk terhadap perkataannya dan melepas pelukan chanyeol perlahan, dia kembali bersemangat untuk mengerjakan tugasnya. jika sehun berusaha di luar sana, maka dia juga harus berusaha di dalam sini, batinnya.

semua tersenyum akan tindakan baekhyun yang tiba-tiba bersemangat dan mengerti perubahannya yang tiba-tiba. thanks to chanyeol yang selalu mencoba berpikir positive dan menyemangati rekan-rekannya. akhirnya mereka semua ikut melanjutkan pekerjaan mereka.


***xoxo***

sinar matahari membangunkan sehun. perlahan dia membuka matanya. dia dapat mendengar langkah-langkah zombie yang sempat lewat di depan kamar itu. dia berusaha untuk duduk dari posisinya sekarang. kepalanya terasa sakit dan pusing. dia duduk sambil memegangi kepalanya dengan salah satu tangannya dan memijitnya sambil mengingat kejadian semalam.

'vampire itu... ugh.. sial..' -batin sehun

7:45 pagi

sehun kembali berdiri setelah beberapa jam menenangkan kepalanya dari pusing dan akan melanjutkan perjalanannya. dia berpikir, akan segera kembali ke lab 2 hari lagi. ya, jika dia berhasil keluar dari rumah sakit ini hidup-hidup.

sreek

sreek

satu persatu mayat hidup di lorong rumah sakit itu berjatuhan. sehun berlari dan berusaha untuk keluar dari kerumunan zombie-zombie di sana.

deg.

sehun tiba-tiba merasa kepalanya sakit kembali, dia mundur dan bersandar ke dinding di belakangnya sambil memegang kepalanya dengan salah satu tangannya yang tidak memegang pedang. zombie-zombie yang tersisa masi mengerumuninya.

"ugh.."

sehun mengerang kesakitan dan memejamkan matanya sekuat mungkin karena menahan sakit yang bersumber dari kepalanya.

'apa yang terjadi padaku.. vampire itu.. siwon..' -batin sehun

aaarkh!

tiba-tiba salah satu mayat hidup di sana menggigit sehun dibagian perut kanannya. sehun dengan cepat mengayunkan pedangnya dan menebas zombie yang masih menggigiti perutnya tersebut.

"brengsek."

dia kembali bergerak dan berlari mencari tempat aman dan terus mengayunkan pedangnya menebas setiap zombie yang menghalangi jalannya. dia harus menahan rasa sakit di kepala dan.. luka baru pada perutnya.

sehun langsung masuk ke sebuah loker yang berada di persimpangan lorong rumah sakit itu. ya untung saja, zombie-zombie itu tidak sempat melihatnya saat masuk ke loker ini. sehun terengah-engah karena kehabisan napas akibat berlari, dia kembali menyimpan pedangnya dengan menggantungnya di pinggangnya, kemudian menutup perutnya yang terluka. tangan lain sehun menahan pintu loker tersebut agar tetap tertutup. dia menyandarkan kepalanya ke belakang dan menutup matanya sambil menunggu zombie-zombie itu hilang.

15 menit.

sehun belum mau keluar, karena dia masih ingin menormalkan napasnya dan rasa sakit di kepalanya masih terasa sangat sakit, dia akan segera mencari tempat yang lebih besar dari loker ini untuk bersembunyi karena tempat ini sangat sesak.

20 menit.

tep. tep. tep.

sehun membuka matanya langsung setelah dia mendengar suara langkah seseorang berlari yang semakin lama semakin dekat ke arahnya. 'manusia?' pasti, batinnya.

tepat di depan loker dimana sehun bersembunyi, dia melihat manusia yang menoleh ke kanan ke kiri melalu ventilasi loker tersebut dengan panik, dia tau lelaki ini sedang berusaha untuk bersembunyi. lelaki itu kemudian kembali melihat ke belakang, dia melihat bayangan-bayangan zombie di lantai semakin mendekat. wajahnya semakin panik. sehun dapat melihat kepanikan pada wajah lelaki itu. cantik. sehun sempat tertegun tetapi kemudia dia tersadar bukan saat nya untuk terpesona sekarang. kemudian tanpa berpikir panjang, sehun membuka lokernya dan membumkam mulut lelaki tersebut yang sedang membelakanginya untuk mencegah lelaki itu berteriak dan menariknya ke dalam bersama ke dalam loker tempat dia bersembunyi.

loker itu terasa sangat sempit setelah mereka berdua di dalam itu. sehun kembali menutup loker itu pelan dengan tangan yang lainnya dan masih menutup mulut lelaki tersebut dengan tangan satunya. lelaki itu memegang tangan sehun yang membumkam mulutnya. 'ssst' sehun berusaha menenangkannya.

"aku akan melepaskan tanganku ini dari mulutmu asalkan kau tetap tenang. kau tidak mau kan, mayat-mayat brengsek itu menangkap kita berdua?"

sehun berbisik ke telinga lelaki yang lebih kecilnya darinya itu. lelaki itu mengangguk cepat. sehun dapat merasakan tangannya basah karena air mata lelaki itu. perlahan sehun mengangkat tangannya dari mulut lelaki itu dan ya, lelaki itu sekarang tenang dan tidak berteriak. mereka memilih untuk diam dahulu, setelah mereka benar-benar aman.

8-10 zombie lewat di depan loker mereka. mereka dapat melihat zombie-zombie itu dari celah atau ventilasi pada loker itu. sehun mulai benar-benar semakin lemah. kakinya lemas, serasa dia akan jatuh. napasnya semakin terasa pendek. dia sangat sulit bernapas. lelaki mungil yang memunggunginya dapat mendengar napas sehun yang begitu keras dan cepat. sehun menopang pada dinding loker itu dengan meletakkan telapak tangannya disana, sehingga dia tidak akan jatuh. lelaki mungil itu tampak khawatir dengan sehun di belakangnya.

kapan zombie itu habis agar mereka bisa keluar dari loker yang sesak ini. lelaki mungil itu khawatir sehun akan pingsan karena kehabisan oksigen. di sini memang sesak. dia memberanikan diri untuk berbisik pada sehun.

"a-apa kau tidak apa-apa?" -luhan

tanyanya pelan agar zombie-zombie itu tidak mendengarnya.

"aku tidak apa-apa." -sehun

jawab sehun pendek dan pelan juga.

40 menit sudah mereka berada di loker itu. lelaki mungil itu juga mulai merasa sesak. sehun yang sekuat tenaga tetap bertahan pada posisinya supaya tidak jatuh. dia benar-benar semakin lemas berada di loker ini.

hening.

lelaki mungil itu kembali melihat-lihat sekitar dari ventilasi itu. sudah tidak ada. dia yakin.

sehun yang sudah menutupi matanya dan menunduk, tiba-tiba luhan menyiku perutnya sebelah kiri dan berbisik.

"sepertinya sudah aman di luar sana. ayo kita keluar?" -luhan

sehun kemudian membuka matanya dan mengangguk setalah melihat-lihat keluar sambil masih mencoba menormalkan napasnya.

"kau benar. ayo." –sehun

saut sehun pelan dan mereka pun keluar. lelaki mungil itu melangkah keluar perlahan setelah sehun membuka lokernya. lelaki itu memutarkan badannya untuk melihat sehun dan langsung menangkap tubuh sehun yang hampir terjatuh. sehun tidak pingsan. dia hanya benar-benar lemas. lelaki itu yang masih melingkarkan lengannya di pinggang sehun, melirik sehun dan bertanya kembali.

"a-apa kau tak apa-apa?" -luhan

sejenak sehun tidak menjawab dan membiarkan badannya tertumpu pada lelaki mungil itu. sehun membuka matanya perlahan dan batuk sedikit. dia memegang lengan atas lelaki mungil itu dan mencoba kembali berdiri.

"aku tidak apa-apa. maaf." –sehun

sambil memegang kepalanya yang sejak tadi pusing.

"kau terlihat pucat. sebaiknya kita mencari tempat untuk bersembunyi sementara." -luhan

lelaki mungil itu benar-benar khawatir melihat lelaki tinggi yang ada di depannya sekarang. perlahan lelaki mungil itu meletakkan lengan sehun ke pundaknya dan lengannya sendiri melingkar di pinggang sehun. dia membantu sehun berjalan dan mencoba untuk mencari ruangan yang aman.

lelaki mungil itu kadang melirik sehun yang menutup matanya tapi masih sadar. sehun hanya lelah dan benar-benar lemas saat itu. lelaki mungil itu tetap meliriknya. sempurna. pikirnya sambil tersenyum sedikit. bentuk wajah sehun dari samping benar-benar sempurna. rahangnya yang tajam, dagunya yang runcing, bibirnya yang tipis dan hidungnya yang mancung. tampan.

tep.

tep.

tep.

sehun membuka matanya perlahan setelah mendengar langkah kaki itu. lelaki mungil itu langsung membuang mukanya, takut ketahuan kalau dia sejak tadi memperhatikan sehun. salah tingkah. dia menggigit bibir bawahnya.

"siapa nama mu?" –sehun

pertanyaan sehun membuat lelaki mungil itu kembali menatapnya dengan wajah bingung memenuhi wajahnya.

"l-luhan?"

sehun mengambil salah satu pedangnya di pinggulnya yang bergantung di sana dan memberikannya pada luhan. luhan bingung tetapi mengambil pedang itu dari tangan sehun.

"kau.. ingin aku memegangkannya untuk mu?" -luhan

sehun kembali mencoba berdiri dan menggenggam pedangnya satu lagi dan mengarahkannya ke depan. luhan semakin bingung. luhan menatap ke arah pandangan sehun dan matanya terbelalak.

"kau bisa menggunakannya kan? jika aku tidak berhasil selamat kali ini.. coba lah lari. jangan pedulikan aku." -sehun

luhan menggeleng cepat. dia menggigut bibir bawahnya kembali. dia benar-benar panik dan ketakutan.

"kita akan selamat." -luhan

luhan ikut menodongkan pedangnya ke arah zombie yang akan mendekat itu dari arah berlawanan meskipun dia belum pernah menggunakan pedang, tapi dia akan mencoba. tangannya menggigil. luhan hendak menanyakan hal yang sama sehun tetapi sehun sudah menjawabnya.

"sehun. panggil aku sehun."

luhan menggangguk dan tersenyum berharap mereka akan selamat lagi kali ini. 6-7 zombie mendekat. memang tidak ada cara lain selain melawan. karena tidak ada jalan lagi yang bisa di lewati. mereka terkepung, 2 zombie di belakang mereka dan 5 zombie di depan. sehun menyuruh luhan untuk menghadapi yang di belakang mereka, luhan menggangguk dan langsung berpindah ke punggung sehun.

tep.

tep.

semakin mendekat. satu zombie hendak menyerang luhan tetapi luhan hanya menutup matanya tetapi masih menodongkan pedangnya ke depan. sehingga zombie itu tertusuk pada dadanya. luhan membuka sebelah matanya perlahan. kemudian menendang zombie itu dan kali ini menusuk kepalanya.

sehun yang berada di samping luhan juga ikut bertarung meskipun seluruh badannya masih lemah, tetapi dia akan terus berusaha. dia menusuk zombie yang menyerangnya di depan dan menendang zombie tersebut. kemudian menusuk kelala zombie tersebut. dia memutarkan badannya dan menebas kepala zombie yang menyerangnya tadi. sehun berjalan ke kepala zombie yang ia tebas tadi dan kemudian menusuk kepala tersebut sehingga mata dan suara yang keluar dari zombie itu berhenti alias mati. 5 zombie berhasil dikalahkan oleh sehun.

sedangkan luhan yang berada di belakang sehun, berhasil mengalahkan zombie yang terakhir. sehun kembali terjatuh dengan berdiri di salah satu lututnya dan bertumpu pada pedangnya yang tertahan di lantai. luhan yang melihat sehun terkulai lemas lagi, berlari ke arah sehun dan menghampirinya.

"kau tidak apa-apa?" -luhan

sehun mengangguk pelan dan menyimpan kedua pedangnya kembali sedangkan luhan kembali membantu sehun untuk berdiri dan berjalan melanjutkan perjalanan mereka.


***xoxo***

kamar 23, rumah sakit.

luhan membaringkan sehun di tempat tidur di kamar itu setelah memeriksa ruangan itu aman atau tidak. semuanya aman. luhan mengunci ruangan itu. sehun terbaring lemas di tempat tidur kumuh itu dengah mata yang sudah tertutup, keringat dingin mengalir dari dahinya. wajahnya semakin pucat, membuka mulutnya sedikit sehingga ia juga bernapas disana. luhan mencoba untuk meletakkan punggung tangannya di dahi sehun untuk merasakan suhu tubuh sehun. panas. dia terkena demam tinggi.

luhan bingung harus melakukan apa. di sana tidak ada yang bisa digunakan untuk merawat sehun. hanya ada satu tempat tidur, kursi usang dan lemari kecil berbentuk laci-laci di samping tempat tidur itu. kamar itu sangat kosong. suasana begitu hening. hanya ada suara tirai jendela yang ditiup oleh angin malam saat itu, dan hanya sinar bulan yang menyinari kamar itu dari jendela. benar, malam sudah menemani mereka kembali.

sehun adalah orang asing bagi luhan. biasanya ia akan menjauh dari orang asing karena mereka tidak dapat di percaya. dia sudah berpengalaman dengan orang-orang asing. dia ditipu bahkan dilecehkan karena.. wajahnya yang cantik. beberapa dari mereka berusaha untuk memperkosa luhan. sehingga dia tidak ingin mempercayai orang asing lagi. dia menatap sehun yang sudah tak sadarkan diri lagi. dia memikirkan, apakah dia harus meninggalkan sehun yang sedang sekarat atau merawatnya? tetapi dia masih trauma dengan masa lalunya.

luhan melangkah mendekati tempat tidur sehun dan mengambil pedangnya kemudian meletakkannya bersandar di dinding. perlahan luhan mengangkat punggung sehun sehingga ia terduduk, dan luhan langsung melepaskan jacket putih sehun dan kembali membaringkannya. (sehun menggunakan pakaian seperti di mv lightsaber) luhan juga melepaskan sarung tangan sehun, kemudian menyisir sedikit kaus hitam yang dipakai sehun hingga sedikit memperlihatkan perut pucat itu, luhan tersipu kemudian menggeleng cepat menghilangkan pikiran-pikiran nakalnya untuk menyisir kaus itu ke atas lagi. perlahan luhan membuka kancing celana lelaki yang tidak sadarkan diri tersebut. ini adalah tindakan yang dilakukan pada orang yang pingsan.

luhan menghela napas setelah dia berhasil melakukannya dan kembali membaringkan tubuh sehun perlahan. dia kemudian duduk di samping tempat tidur tersebut sambil menatapi wajah yang penuh peluh itu. dia menelan ludahnya. sexy. pikirnya. kemudian ia menggeleng cepat lagi sambil menepukkan kedua pipinya untuk membuatnya sadar, untuk tidak berpikir hal yang aneh-aneh lagi.

sreeeeek.

suara kain tersobek, luhan menyobek tirai putih jendela. dan menghidupkan keran yang telah usang di ruangan itu sehingga sedikit demi sedikit air keluar dari keran tersebut berusaha untuk tidak menimbulkan suara yang dapat membahayakan mereka. luhan kemudian membersihkan potongan kain tersebut dan memerasnya. setelah itu ia kembali mendekati sehun dan meletakkan kain basah di dahinya berharap itu dapat menurunkan suhu panas lelaki pingsan di depannya itu.

sudah 2 jam sejak mereka sampai di kamar ini. luhan kadang memperhatikan celah di bawah pintu kamar, dia dapat melihat bayangan-bayangan zombie tersebut yang lalu lalang di depan kamar mereka. luhan menelan ludahnya, gugup dan berusaha untuk tidak panik dengan menggenggam tangan lelaki yang tidak sadarkan diri itu, kuat.

luhan menghela napas setelah bayangan itu menghilang. mereka lepas. 'kami selamat.' batin luhan. kini matanya terasa berat, dia mulai mengantuk. wajar saja, karena ini sudah menunjukkan jam 1 pagi. dia berusaha untuk tetap terjaga meskipun seluruh ruangan sudah di kunci rapat, agar tidak ada zombie yang tiba-tiba menyerang mereka. tapi, dia benar-benar sudah mengantuk sekarang.

"tidur sebentar.. tidak apa-apakan?" -luhan

luhan tersenyum sedikit dan menatap sehun dan berbisik kepadanya. luhan mendorong tubuh sehun ke samping sedikit dan pelan agar dia dapat tidur di samping sehun. tidak tau kenapa, dia merasa sudah sangat nyaman ketika berada di dekat sehun. meskipun baru setengah hari dia mengenal sehun, luhan benar-benar sudah merasa sangat nyaman dengannya. tapi tetap saja, lelaki ini adalah orang asing. luhan harus tetap berhati-hati meskipun sehun tampak sama sekali tidak tertarik padanya. bagaimana dia tidak berpikiran begitu? sejak mereka bertemu, sehun tidak pernah tersenyum atau menatapnya. tanpa berpikir lama, dia pun berbaring di samping sehun dan memeluk pemuda itu dengan melingkarkan lengannya di atas perut sehun sehingga hidungnya menyentuh pipi sehun. tanpa merasa segan atau malu, luhan langsung saja menenggelamkan wajah nya disisi leher sehun dan menutup matanya perlahan. "hm.. selamat malam.." ia pun tertidur.


***xoxo***

sinar matahari perlahan masuk dan menyentuh kulit luhan. luhan mengerutkan dahinya, udara terasa begitu sangat dingin membuatnya memeluk lelaki di sampingnya sangat erat. ia bahkan melingkarkan kakinya bersama milik sehun seakan dia sedang memeluk sebuah bantal. nyaman. kepalanya yang sudah berada di dada sehun, menggelamkan wajahnya ke dada bidang yang hangat itu. matanya masih tertutup, dia sama sekali tidak mencoba untuk membukanya seakan ia lupa dengan keberadaan zombie yang mungkin bisa menyerangnya ketika tidur. benar, keberadaan sehun membuatnya merasa terlindung, dia benar-benar lupa akan keadaannya. dia tidak pernah tidur senyenyak ini. biasanya dia akan terbangun tiap 20 menit sekali dan kembali tidur, begitu seterusnya.

"uhm.."

luhan humming dengan pelan sambil terus menggelamkan wajahnya ke dada sehun. dia benar-benar tidak sadar bahwa sebenarnya yang dia peluk bukanlah bantal, melainkan seseorang yang baru kemarin di kenalnya.

8.00 am

bruum.

bruum.

sreek.

seseorang sedang berusaha masuk ke ruangan mereka dengan mencakar dan memukul pintu tersebut pelan. benar, zombie-zombie itu sedang berusaha untuk masuk.

clek.

luhan langsung terduduk dan membuka matanya sambil langsung melihat ke arah pintu yang sekarang berada di sebelah kanannya. dia berkedip beberapa kali dan menatap ke arah kolom yang berada di bawah pintu itu. dia dapat melihat bayangan-bayangan zombie tersebut yang telah membangunkannya.

to be continue..


bagaimana menurut para readers tentang chapter pertama ini?

please leave a comment and your suggestions ^^