Ini chap 2.. =D..
Bru bisa bikin baru" ini.. hhe..
Sebelumnya :
"BUNUH PUTRI!"
"Ahahahaha.. Game yang menarik.. Akan kubuat ini semenarik mungkin"
Putri Tsuna dan 7 Acrobaleno
Chapter 2
"Putri Tsuna" Yamamoto menghampiri Tsuna dengan wajah innocent. Tsuna lagi ngitung semut si dapur nih.. Saking konsennya..
" Hiiiiiiiii..! Ada yang Manggil?" Putri Tsuna, dengan kedamean mode utuh, ngesot-ngesot kedamean, kaget dipanggil oleh Yamamoto.
"Ahahahaha.. Calm down.. Ini saya Putri.. Cuma mau ngajak jalan-jalan"
"Eeeeeeh?"
Setting : Tepi sungai Vongola
Setelah 1 jam menjelaskan kepada Putri Tsuna kalo mau jalan-jalan doang, si Yamamoto menyeret (?) Putri Tsuna ke tepi sungai. Nah, Yamamoto dengan sigap, ngeluarin katananya dan mengambil posisi Shiguren Shoen Ryuu-nya, siap-siap ngebantai sang Putri yang lagi konsen lagi ngitung semut (eeh, beneran, si Yama cuma kira ini game doang). Saat mencoba nyabet Putri Tsuna, Tsuna pun teriak-teriak nggak jelas seperti "Eeeeh","Hiiiiiiii", dan lain-lain seperti biasanya. Kejar-kejaran Putri Tsuna dan Yamamotopun berlangsung..
Suddenly..
BRAAAAAAKKK ! DUERRRRR ! PRAAAAK! PRAK!
Putri Tsuna segera menoleh ke belakang, dan ternyata Yamamoto udah pingsan sambil tersenyum dan bersimbah darah (bayangin ndiri).
"PUTRI TSUNAAAAAA! Aku datang menyelamatkan engkau!"
"Putri"
Kedua suara familiar yang berasal dari Peri Cermin Gokudera dan sahabat Putri Tsuna dari kerajaan Kokuyo, Putri Chrome (wait".. bukannya si Peri Goku dah RIP dibunuh Bianchi?). Si Peri Gokudera beralih pandangan ke Yamamoto dan menginjak-injaknya, memastikan kalo dia udah mati.
"Pe.. Peri Gokuderaa.. Kau sadis.." kata Putri Chrome, padahal Chrome sendiri yang banyak ambil bagian untuk rencana "Menghabisi Yamamoto" bersama Gokudera.
"Peri Gokudera? Putri Chrome!" Tereak Putri Tsuna, yang baru menyadari mereka di sana (lemot)
"Aahh! Putri Tsuna! Cepetan Loe lari! -Si Mak Lampir Kerasukan Mukuro- mau BUNUH loe!" teriak Peri Goku kesetanan daemon Spade (makin GeJe)
"HIEEEEEHHH? –Si Mak Lampir Kerasukan Mukuro-? Bianchi? Hiiiiiiii!" tanpa pamit ato permisi ato apapun lah, Putri Tsuna lari kedamean tanpa tujuan masuk ke hutan tak berdasar (?)
In the forest..
Udah malem
Hutan tak berujung
Lari" kedamean, jatuh berapa kali nggak keitung..
"Hieeeeeehhh! Di mana gue? Habislah aku!" sang Putri teriak2 GeJe untuk kesekian kalinya lagi. Di tengah jalan, an unexpected pertemuan terjadi. Putri Tsuna menemukan "bayang-bayang hitam-coklat" yang melintas di depannya. Putri semakin gerogi dan merinding. Tak terasa gaun pun basah karena air seni (hhe). Dan..
BRAAAAAk...
Bayang-bayang semu itu jatuh tepat di depan si Putri Dame. Sang Putri pun merinding nggak karuan sampe kepalanya mules dan gigi kesemutan, lalu minum mylanta (?). Ternyata, sepertinya minum mylanta agak membuat Putri Tsuna menjadi cerdas (Cuma "agak"). Tsuna sepertinya mengenali benda jatuh itu..
"Aaaaaahh! Kamu.. Pangeran Basil kan? Pangeran basil dari kerajaan CEDEF?" tanya Putri Tsuna penuh kebahagiaan karena merasa dirinya sedikit lebih pintar dari sebelumnya.
"Woah! Putri Tsuna..! Tak kusangka akan menemukanmu secepat ini!"
Inilah Pangeran Basil dari Kerajaan CEDEF, yang seharusnya dijodohkan dengan Putri Tsuna.
"Kalo nggak salah.. Kamu ini bakalan jadi tu..na..ngan..ku.. kan?" tanya Putri Tsuna memastikan.
"Haduh Putri! Kalo yang itu sih.. Saya nggak mau lagi.." jawab Pangeran Basil menggantung
"Eeeeeh? Maksudnya..?" tanya Putri kebingungan. Heran, kok raksi mylantanya nggak jalan lagi.
"Ya.. Saya nggak bisa dijodohkan dengan Putri.. Dan kalau dijodohkan-pun saya nggak bakalan mau, Putri" jawab Pangeran lagi
"Eeeeehh? Kenapa emangnya, pangeran Basil?" Putri Tsuna di-jleb (nusuk") kata" menyakitkan Pangeran Basil.
"Aduhh.. Gimana seh, Putri ini.. Nggak nyadar.. Saya diberitahu raja Iemitsu, ayah anda, kalo anda.."
"Apaaaa? Uapaaaa?" tereak Tsuna deg"an
"Cowok"
Hening.. hening.. Hening lagi..
"HIIIIIII.. HIIIIEEEHH.. HIIIIEEEHH.. HIIIEEEHH!" teriak Sang Putri keras sekali sampe 1 kerajaan Vongola bangun.
"Te.. Tenanglah Putri.. By the way, ini, ada surat dari kerajaan CEDEF"
"eh?"
Chapter 2 selesai..
Isi suratnya apa yaa?
Mungkin nggak penting kale ya?
Haha
Tunggu Chapter 3.. Please Review... =D
