Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: not even a story, dribble pendek yang hanya berisi mengenai kelanjutan kegalauan Author, typos

Pairing: SN

Rated: K+

.

.

Summary: kelanjutan dari kisah Naruto yang pada awalnya galau dikarenakan Sasuke yang mendadak menyatakan perasaan padanya.

Note:

Aku - Naruto

Dia - Sasuke

cerita ini merupakan sequel dari Confusion

eitts, sebelum itu, saya benar-benar berterimakasih kepada Guest-san yang sudah mau me-review Confusion, semoga kedepannya Guest-san login jadi saya bisa membalas review-an nya dengan cara yang lebih baik. Sekali lagi, Hounto ni Arigatou

So, let's read the story,,

enjoy

.

.

.

Dan akhirnya, aku memilih untuk menerima pernyataan cintanya.

Bulan pertama hubungan kami…

Semua berjalan normal, kami bersikap layaknya pasangan biasa. Di tengah-tengah kesibukan yang dia jalani, dia selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku. Kami bercanda dan tertawa bersama, awal yang indah. Dan aku mulai berfikir untuk mempercayakan hatiku sepenuhnya untuknya. Bagaimana tidak? Sikapnya sangat manis padaku, aku luluh dan membiarkan pagar yang kupasang runtuh dan memutuskan untuk percaya pada apa yang dikatakan olehnya.

Hingga….

Bulan kedua hubungan kami…

Pada minggu-minggu pertama semuanya terasa sama, sama menyenangkannya dengan bulan pertama hubungan kami. Kami bahkan membuat janji-janji untuk kedepannya. Tapi, di pertengahan bulan kedua, entah mengapa dia mulai berubah. Dia tak lagi menghubungiku, ketika aku tanya mengapa, dia selalu menjawab bahwa dia tengah sangat sibuk sekarang. Aku yang telah terbiasa dengan kehadirannya di setiap hariku mulai merasa hampa. Aku bingung, aku ragu. Apakah aku telah mengambil keputusan yang salah? Apakah memberikan hatiku padanya adalah keputusan yang salah? Apakah mempercayainya adalah keputusan yang salah? Hatiku mulai bertanya-tanya. Setiap kali aku mencoba menghubunginya. Ada saja alasan yang dia buat. Hatiku perih. Bagaimana mungkin ini terjadi padaku? Dan aku mulai menyesal akan keputusanku.

Bulan ketga hubungan kami...

Aku mulai terbiasa tanpa kehadirannya. Kami bahkan tak pernah berkomunikasi lagi. Kalian mungkin bertanya-tanya, apakah aku sedih? Jawabannya, Iya. Bagaimana tidak sedih, ketika seseorang yang selalu ada disisi mu, selalu menemanimu, mendadak pergi meninggalkanmu dengan beribu tanya di fikiran. Tapi, aku berusaha untuk tidak peduli. Aku telah sampai dititik jenuhku, telah terlalu lelah untuk mempertahankan kebersamaan ini,telah terlalu lelah untuk bertanya-tanya mengenai ada apa denganmu. Kini, aku hanya akan diam dan melihat bagaimana kelanjutannnya kisah kita. Mungkin kalian kembali bertanya-tanya, mengapa aku tidak langsung saja mengambil keputusan duluan dengan memutuskannya? Jawabannya, karena aku berpegangan pada komitmen yang telah kami ucapkan. Ditambah lagi dorongan dari teman-teman ku yang terus menghiburku dan mengatakan bahwa aku harus bertahan. Ternyata aku tak perlu menunggu lama.

Diawal bulan keempat hubungan kami

.Dia mulai kembali menghubungiku, tapi karena telah terlanjut perih hati ini. Aku hanya menjawabnya sekedarnya. Lalu tiba-tiba dengan santainya dia mengatakan "kita sudah tidak cocok lagi". Aku membeku ketika mendengar kalimat itu. Bagaimana tidak, setelah hampir 2 bulan tanpa kabar berita, dia kembali menghubungiku hanya untuk mengatakan itu. Aku tidak habis fikir. Ketika itu, hanya ada satu kata yang dapat aku katakan padanya "alasannya?" dia menjawab dengan wajah tanpa dosa "ya kita sudah tidak sinkron lagi". Dan air mata menggenang dipelupuk mataku. Aku berjuang keras untuk menahan air mata itu agar tak jatuh ke pipi ku. Aku takkan menangisi orang sejahat dia. Lalu aku iyakan ajakannya untuk mengakhiri hubungan itu. Dan kini, aku tahu bahwa aku benar-benar telah melakukan kesalahan dengan mempercayakan perasaanku padanya, telah melakukan kesalahan besar dengan membiarkan pagar perasaan yang ku buat luluh lantah karena sikap manisnya.

Setidaknya, ada satu hikamah dari hubungan kami ini. Aku akhirnya mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul di fikiranku sedari awal dia menyatakan perasaannya padaku.

Dan, ssstt jangan bilang siapa-siapa ya, kini baru 2 minggu berlalu, dia telah dekat dengan teman dekatku. Entah apa maksudnya. Tapi, aku baik-baik saja.

.

.

.

what do you think about Sasuke here? and Naruto?