Title :

We Got Married

Main Cast :

Sehun and Luhan

[Ada OC nya juga]

Pairing :

HunHan, etc

Genre :

Romance/Drama

T

Gender Switch!

[GS For UKE!]

.

.

Warning :

AU,abal-abal,typo(s),alur gak nyambung,gak sesuai harapan

Siapkan tissue kalau gak ember, siapa tau mual /nda.

NB : sekali lagi. Ini bukan Kristao maupun Sulay. Ini Krisho dan Laytao. Karena Krisho ultimate couple saya setelah Hunhan Chanbaek. Jadi Tao dan Suho gs oke?

Pls don't jugde my fanfic or my cast!
Thankyou~

BARBXPIE PRESENT!

.

.

.

DON'T LIKE GS? GO AWAY

.

.

.

CHAPTER 2 IS STARTED!

"kau tak bercanda kan? Makan berdua? Dengan manusia es seperti dia?" tanya Luhan tak percaya pada satu kameramen yang menyuting kegiatan mereka berdua. Kameramen itu memutar matanya lalu mengangguk.

Sehun mendesah malas, "ngaca dulu, rusa. Kau juga manusia es" hina Sehun membalas perkataan Luhan. Gadis mungil ber-blonde itu mengibaskan tangannya pada Sehun. Membuat gestur mengusir lelaki tampan itu.

"kalian semua tau tidak sih aku sangat membenci pria ini?!" pekik Luhan menunjuk para pru persatu-satu dengan tak sopan. Sampai-sampai, pengunjug lain yang berada di sungai Han itu menoleh kearah sang idola itu.

"hei, asal kau tau saja. Aku juga membenci mu, rusa bawel" balas Sehun tak kalah. Menunjuk hidung Luhan dengan jari telunjuknya. Luhan memincing sambil bersendekap. Menyandarkan badan mungilnya di bangku.

"demi pantatku, aku tak sudi menjadi istrimu, manusia datar. Lebih baik aku WGM dengan Woobin oppa daripada dengan mu" maki Luhan.

"pantat mu saja tepos begitu. Aku juga mana sudi menjadi suami mu, gadis arogan. Ya! Kau harusnya memanggilku oppa! Kau lebih muda dari ku 2 tahun, bodoh!" balas Sehun heboh. Para kameramen hanya bisa menggeleng-geleng ketika melihat tingkah mereka.

Omong-omong, adegan mereka itu pasti sudah direkam dari tadi.

"kau tak cocok ku panggil oppa. Manusia seperti mu tak pantas dipanggil oppa" balas Luhan meremehkan sambil menunjuk Sehun dengan jari telunjuknya. Sehun memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisa Ia tua mendadak jika harus selalu bertengkar dengan gadis mungil menyebalkan itu.

"Sehun, Luhan. Sekarang kalian bisa mulai memilih restoran maupun kedai. Ingat, kalian hanya diberi uang 20.000 won. Jangan bertengkar lagi, oke?" arahan seorang kru membuat mereka makin menatap satu sama lain dengan sadis.

"gandeng tangannya" perintah seorang kru lagi dengan berbisik. Sehun membelakkan matanya tak percaya. Matanya melirik Luhan disebelahnya yang sedang merapikan rok pendek nya yang sedikit kusut dengan malas.

"rusa bawel" panggil Sehun yang hanya dibalas Luhan dengan gumaman. Sehun dengan cepat mengaitkan jemari nya dengan jemari gadis itu. Merengatkan genggamannya. Tanpa memperdulikan tatapan tajam mematikan namun menggemaskan gadis mungil itu.

"kita pergi" putus Sehun menarik tangan Luhan untuk berdiri cukup kuat. Membuat gadis mungil itu terhuyung dan menabrak tubuh Sehun tanpa sengaja. Mereka terkejut. Luhan segera menegakkan tubuhnya.

Astaga, dia tadi sangat cantik. Apalagi tangannya yang ku genggam sekarang. Begitu pas se—ya! Apa yang kau pikirkan Oh Sehun?, batin Sehun tak mengerti.

Apa aku baru saja melihat pangeran? Tapi, kenapa mirip dengan manusia es itu? Astaga di—eh, itu kan emang Oh Sehun. Yakkk!, batin Luhan tak percaya.

"ehem" suara kru membuat lamunan mereka buyar. Sehun dan Luhan langsung mengerjapkan matanya beberapa kali. Mereka sontak menoleh dan langsung mengalihkan pandangannya.

"kita pergi kemana?" tanya Luhan risih ketika melihat tangannya masih bertaut dengan tangan Sehun. Ia ingin sekali melepaskan genggaman itu. Tapi, mereka akan dicap sebagai pasangan yang paling buruk. Benar?

"makan" cuek Sehun kembali menarik tangan Luhan. Mereka berjalan berdampingan tanpa memperdulikan pekikan pengunjung lain yang menatap mereka dengan gemas. Bahkan sekarang tangannya dengan tangan Luhan sudah masuk kedalam saku jaket hitam Sehun.

Aw, tak sadar rupanya. Hng.

"mereka sangat cocok ya. Aku dengar, mereka sedang syuting We Got Married. Kenapa mereka tidak menikah sungguhan saja? Mereka sangat cocok. Kyaaaa" suara-suara pengunjung lain yang membahas mereka dari kejauhan. Namun masih didengar oleh mereka.

"ck, seenaknya saja menyuruh ku menikah dengan lelaki es ini" cibir Luhan sambil mengerucutkan bibirnya. Sehun hanya bisa memutar bola matanya malas. Pulang nanti, Ia akan menguliti semua PD yang telah seenaknya memasangkan dirinya dengan gadis di sebelah nya ini.

Kaki mereka melangkah dengan serasi dan memasuki sebuah kedai yang lumayan kecil namun terlihat sangat nyaman. Luhan maupun Sehun melepaskan genggaman mereka dan mulai duduk berhadapan.

"permisi, anda mau pesan apa?" seorang pelayan menghampiri mereka dan memberikan sebuah buku menu. Mereka memegang buku menu itu bersamaan. Menatap satu sama lain dengan sinis. Menarik-narik buku menu itu, tak mau mengalah.

"ya! Perempuan dulu!" protes Luhan.

"ya! Ikuti kata-kata suami mu, rusa bawel!" balas Sehun.

"tak mau!" pekik Luhan keras. Membuat pengunjung lain beserta beberapa pelayan menoleh ke sumber suara dan mengelus dadanya kaget. Astaga, suara gadis ini benar-benar bisa membuat serangan jantung.

"kau begitu berisik" desis Sehun melepaskan buku menu yang membuat Luhan hampir terjungkal dan memegang buku menu itu erat-erat. Luhan memekik senang dan memulai membaca setiap menu.

"aish, makanannya mahal-mahal. Ya, Oh Sehun! Bagaimana ini?" pekik Luhan ketika melihat menu yang terlihat mahal-mahal. Padahal harganya hanya 12.000 won. Ck.

Dasar perempuan.

Iyalah mahal. Mereka saja diberi uang hanya 20.000 won.

"ya, Oh Sehun!" protes Luhan ketika Sehun tak menghiraukannya dan malah asik bermain game di ponselnya. Sehun tak menghiraukan pekikan Luhan yang berasa menyakitkan di telinganya. Ia tetap sibuk dengan game yang bahkan lebih seru dibandingkan dengan wajah gadis itu.

Hina sekali.

"berani nya kau mengabaikan istrimu, Oh Sehun!" pekik Luhan berdiri dari tempat duduknya. Menghampiri Sehun yang masih mengabaikannya dan tetap bermain dengan ponselnya. Dan—

"astaga! Hei! Sakit bodoh! Lepaskan!" erang Sehun karena gadis mungil dengan semangatnya menjambak rambut hitam yang sudah Ia rapikan sebelum datang kesini dengan susah payah. Tangannya memukul tangan gadis itu, supaya melepaskan jambakkannya.

Ia salah.

Gadis itu malah makin semangat menjambaknya.

Gadis sinting.

"kau bisa membuat rambutku rontok, bodoh! Ya! Rusa bawel! Lepaskan aku! Sakit gila!" erang Sehun kesakitan. Luhan tak menghiraukannya. Ia tetap menjambak rambut hitam Sehun yang sedaritadi menyita perhatiannya.

Sejujurnya, Ia begitu penasaran dengan rambut hitam yang seksi itu.

Harusnya kau jujur saja Luhan sayang.

Hng.

"lepaskan aku! Baiklah baiklah, apa mau mu sih?!" tanya Sehun sambil terus meringis. Luhan yang mendengar itu pun langsung mengendorkan genggamannya dari rambut Sehun. Namun masih berada di rambut Sehun.

"ini bagaimana? Daftar menu nya begitu mahal. Harganya mulai 12.000 won" jawab Luhan sambil menunduk untuk menatap Sehun yang sekarang mendongak untuk menatapnya. Mereka langsung terdiam. Menatap satu sama lain dengan err—kagum.

Luhan menatap kagum lelaki didepannya ini. Apalagi dengan rambut hitam yang menutup dahinya serta berantakan akibat ulahnya itu. Apalagi dengan mata nya yang tajam, bibir pucat itu, hidung yang bangir. Dia—sangat tampan ternyata.

Kau baru menyadarinya, Luhan.

Sehun menatap kagum gadis di depannya ini. Rambut blonde nya yang dikepang di kedua sisi, hidung kecil nya, bibir merah-kemudaan itu, serta mata yang berbinar seperti rusa. Dia—begitu cantik dan imut secara bersamaan.

Astaga, kau juga baru menyadarinya, Sehun.

"ehem" suara pelayan yang daritadi menunggu pesanan mereka pun membuat kedua manusia itu tersadar. Mereka mengerjapkan mata beberapa kali. Mengalihkan pandangannya dan Luhan kembali mengambil buku menu sedang posisi masih berdiri.

"ehm—jajangmyeon untuk 2 orang. Milkshake choco 1. Hei kau, mau pesan apa?" tanya Luhan pada Sehun yang kembali memainkan ponselnya. Luhan mendengus. Ia ingin sekali menjambak rambut hitam itu lagi.

"sama denganmu" jawab Sehun pendek. Matanya tak pernah lepas dari ponsel rupanya. Luhan mendengus kemudian mengucapkan milkshake choco 2. Setelah pelayan itu pergi, Luhan kembali duduk ditempatnya.

KRING

Bebbi is calling.

Luhan memekik senang. Dengan cepat, Ia menggeser ikon hijau dan mendekatkannya ke telinganya. "hallo, Bebbi? Kenapa?" tanya Luhan excited dan tak menyadari tatapan aneh dari Sehun.

"Lu, bagaimana hari mu hari ini? Menyenangkan, bukan? Sehun oppa benar-benar baik, bukan?"

Luhan mendengus kesal, "hari ku hari ini? Hancur, Bebbi. Apa? Baik? Itu dengan mu, bodoh. Denganku? Astaga. Bahkan dia tak memperdulikan ku dan malah asik bermain game di ponsel nya! Ini gila, Byun Baekhyun!"

"kau berlebihan, Luhan. Kau tau, kau malah seperti istri yang cemburu dengan ponsel"

"APA? Tidak akan, Baek! Seumur hidup aku tak akan mau menjadi istri nya! Bisa tua mendadak aku!" pekik Luhan yang tak sadar menunjuk Sehun dengan jari telunjuknya. Tepat di wajah Sehun.

"hei rusa. Kau menjelekanku didepan teman mu, huh?" suara Sehun membuat Luhan terlonjak dan menoleh kearah Sehun yang menatapnya tajam. Luhan berpura-pura tak mendengar dan malah makin menjelekkan Sehun dihadapan Baekhyun.

"ini pesanan anda, Tuan, Nona. Selamat menikmati" suara pelayan tadi membuat Luhan memutuskan sambungannya dengan Baekhyun. Menyimpan kembali ponsel nya kedalam tas kecil nya.

Luhan dan Sehun menjadi diam dan mulai menyantap jajangmyeon nya masing-masing. Tanpa memperdulikan arahan seorang kru yang menyuruh mereka menyuapi satu sama lain.

Miris.

Mereka makan dengan diam. Dengan tenang tanpa ada suara. Yang malah membuat pengunjung maupun pelayan menyerngit bingung.

Mereka makan tidak lama. Luhan kembali membuka tas kecil nya dan mempoleskan lipgloss di bibirnya. Sedangkan Sehun yang sudah berdiri dan menghampiri Luhan.

"ayo" ajak Sehun pelan membuat gadis mungil itu mendongak. Memasukkan kembali alat make up nya dan berdiri. Mengikuti Sehun dari belakang yang ingin membayar di kasir.

Setelah membayar, mereka keluar dengan bergandengan. Oh tidak jangan salah sangka dulu. Mereka rela bergandengan seperti itu karena seorang kru yang mulai marah-marah karena mereka tidak menyuapi satu sama lain tadi.

Jadilah mereka dipaksa untuk bergandengan hingga selesai syuting.

Miris sekali.

Mereka bergandengan dan berhenti ketika dihadapkan dengan segerombolan gadis yang menatap mereka dengan berbinar. Sehun dan Luhan menyerngit bingung. Mereka menoleh kearah kru dan kru itu berkata bahwa segerombol gadis itu adalah fans mereka. Luhan maupun Sehun mengangguk mengerti dan tersenyum kepada segerombolan gadis itu.

"oppa, unni. Bolehkah kami berfoto dengan kalian?" tanya salah satu dari mereka sambil memegang kamera SLR di tangannya. Sehun dan Luhan mengangguk mempersilahkan dan kembali tersenyum. Segerombolan gadis itu serta seorang gadis itu memberikan kamera nya pada seorang kru.

Mereka mulai mengerubungi Luhan dan Sehun.

CLIK

CLIK

CLIK

CLIK

"terima kasih, oppa, unni. Kalian sangat cocok jika bersebelahan seperti ini. Fighting!" teriak mereka. Luhan dan Sehun hanya bisa tersenyum masam dan mengucapkan terima kasih. Kembali berjalan menjauhi segerombolan gadis itu yang sedang berteriak heboh mengamati hasil fotonya.

.

.

.

Hari sudah mulai petang. Syuting pun telah selesai. Luhan maupun Sehun pun memutuskan untuk kembali ke agency Luhan karena Sehun mendengar kalau EXO sedang berada di Cube Ent. Mereka memasuki van WGM dan duduk bersebelahan dibelakang.

Selama perjalanan, mereka saling diam tanpa suara. Luhan yang memandangi jalanan kota Seoul dari jendela mobil. Sehun yang tetap bermain game di ponselnya. Tanpa menyadari bahwa gadis di sebelahnya sudah terantuk-antuk ingin tidur.

DUK

Sehun sontak menoleh. Meringis pelan karena melihat Luhan yang tertidur dan kening nya terjedot jendela mobil. Bahkan kening gadis itu sudah berwarna kemerahan. Sehun memasukkan ponsel nya kedalam saku celananya.

"brrr...dingin..." suara Luhan membuat Sehun terdiam. Sehun tanpa ragu melepaskan jaket miliknya dan memakaikannya di tubuh mungil Luhan yang mulai menggigil. Mendekatkan tubuhnya dengan tubuh gadis itu.

Sehun membawa kepala gadis itu di dadanya. Mendekap tubuh mungil itu dengan erat. Mengelus lengan telanjang Luhan dengan lembut.

Sehun teringat kata Yifan kemarin tentang Luhan.

–Luhan itu takut ketinggian.

–Luhan itu tak kuat dengan hawa dingin. Kalau Ia menggigil hebat, Ia akan demam berat.

–Luhan itu benci dengan Kelinci.

–Luhan memang dari luarnya arogan dan dingin. Namun, Ia sangat manja sebenarnya.

–Type ideal Luhan itu ; tinggi, berambut hitam maupun coklat yang menutupi dahi, berkulit pucat, tampan seperti pangeran berkuda putih.

–dll.

Yah itulah perkataan Yifan kemarin.

"eungh" lenguh Luhan pelan sambil menggeliat. Sehun menjauhkan kepalanya dari pucuk kepala Luhan. Menyerngit bingung karena Luhan terus bergerak. Entah dorongan apa, telapak tangan Sehun menyentuh kening Luhan.

Sehun sontak panic. Luhan—panas tinggi. "ya! Bisakah lebih cepat sedikit?! Luhan demam!" panic Sehun pada supir. Supir itu yang mendengar permintaan Sehun pun mengangguk patuh dan melajukan van lebih cepat.

"bertahanlah, Lu" lirih Sehun makin mendekap Luhan. Aw, sekarang Ia malah seperti suami yang tak ingin istri nya sakit, bukan?

.

.

.

"Tuan Oh? Mencari EXO? Mereka di ruang latihan SixGurls. Tapi—kenapa Nona Lu tertidur di gendongan mu?" seorang karyawan Cube Ent bertanya sambil menyerngit bingung. Ia tau kalau Luhan membenci Sehun. Tapi—kenapa sekarang gadis itu malah berada di gendongan Sehun?

"ah, dia sedang sakit karena menggigil. Aku permisi dulu" pamit Sehun setengah berlari dengan Luhan yang berada di gendongan depan—seperti koala. Karyawan beserta idol-idol yang lain menatap kedua idol dengan bingung. Tak sedikit yang menatap mereka dengan gemas.

Sehun dengan tergopoh-gopoh memencet tombol lift berkali-kali. Hingga tak menyadari sebuah girlband naungan Cube Ent dibelakang mereka—4Minute.

"Sehun-ssi?" panggil salah satu dari mereka yang membuat Sehun menghadap ke belakang. Sontak gadis-gadis itu memekik tertahan ketika melihat Luhan yang sedang meringkuk di gendongan lelaki tampan itu.

"Lulla kenapa ada padamu, Sehun-ssi? Ah, kalian baru saja We Got Married, bukan?" tanya Hyuna menebak. Sehun mengangguk kaku sambil tersenyum canggung. Hyuna beserta lainnya langsung bertepuk tangan heboh.

"kalian sangat lucu. Aku akan menjadi shipper kalian!" pekik Sohyun yang disetujui oleh member nya. Sehun hanya bisa terpaku sambil menunggu kapan lift itu terbuka dengan tak sabaran.

"oh iya. Apa kau tau kalau salah satu member Apink menyukai mu?" tanya Gayoon yang membuat Sehun menyerngit bingung.

"ye?" tanya Sehun tak mengerti.

Gayoon menyerngit bingung, "kau tak tau? Hayoung. Oh Hayoung. Kau tau kan kalau dia menyukai mu?"

"tidak, senior. Aku tak tau. Tapi—apa itu benar?" tanya Sehun balik.

Gayoon mengangguk, "ya, tentu saja. Ia selalu bercerita tentang mu pada ku. Ah, tapi sayang ya. Kau tak menyukai nya. Lagipula kau cocok dengan Lulla. Kkkk~" kekeh Gayoon mengelus pipi tembam Luhan.

"eh, dia demam?" tanya Gayoon menatap Sehun. Lelaki tinggi itu hanya mengangguk kaku. Membenarkan posisi gendongannya dan meletakkan kepala Luhan di lehernya. Sekarang Jihyun yang menyentuh kening Luhan.

"dia panas tinggi. Sebaiknya kau cepat-cepat membawanya ke ruang latihan. Member mu dengan member nya berada di sana. Aku akan panggilan Gong uncle untuk memeriksa Luhan" terang Jihyun yang diangguki patuh oleh Sehun.

TING

Pintu lift terbuka. "baiklah. Kami pergi dulu. Semoga beruntung, Sehun-ssi!" pamit Jiyoon melambai kearah Sehun sambil berjalan pergi diikuti member-membernya. Sehun tersenyum dan menekan tombol 3 dengan susah payah.

TING

Sehun menyerngit. Masih lantai 2. Tak lama, pintu lift terbuka kembali. Menampakkan Apink yang menatapnya terkejut. Apalagi gadis yang paling belakang, Oh Hayoung. Mereka berenam langsung masuk dan menekan tombol 4.

"Oh Sehun?" tebak Jung Hye Rim—Eunji menunjuk Sehun. Sehun mengangguk pelan dan mengucapkan salam sambil menunduk kecil karena tangannya yang masih menyangga tubuh mungil Luhan.

"itu—siapa?" suara Hayoung terdengar di telinga Sehun. Sedangkan tangannya menunjuk Luhan yang memunggungi mereka. Pantas mereka tak tau. "Luhan, kah?" tanya gadis berambut pendek itu lagi.

"ah, ye. Ini Luhan" jawab Sehun seadanya.

"kenapa Lulla bisa ada padamu, Sehun-ssi?" tanya Bomi.

"ah begini. Kami habis saja syuting We Got Married. Aku hanya ingin mengantarnya dan menemui hyung-hyung ku di atas, senior" jawab Sehun menjelaskan. Bomi dan lainnya menggangguk-angguk.

"bagaimana hari kalian? Apa menyenangkan?" tanya Namjoo excited.

"ya, begitulah. Menyenangkan" jawab Sehun tersenyum yang malah membuat Hayoung merasa sesak.

TING

"ah, sudah lantai 3. Kalau begitu aku permisi, nona-nona" pamit Sehun membungkukkan badannya sambil berjalan keluar. Dan segera berjalan menuju tempat latihan SixGurls dipojokkan.

"Hayoung, sudah kubilang kan. Oh Sehun tak menyukai mu. Terima saja Eunkwang"

"aku akan membuat nya menyukai ku"

.

.

.

CKLEK

"hyung" panggil Sehun setelah membuka pintu ruang latihan milik SixGurls itu dan perlahan masuk. Mata tajam nya mendapati hyung-hyung nya bersama anggota SixGurls di tengah ruangan. Mereka sedang bermain sepertinya.

"Sehun oppa!" pekik Baekhyun sambil bangkit dari duduknya. Berlari menghampiri Sehun, "Lulla?" tanya Baekhyun kaget. Sehun mengangguk kaku dan Baekhyun menarik tangan Sehun untuk mendekati para member.

"Sehun, Luhan kenapa?" tanya Yifan.

"dia—demam" jawab Sehun.

"hah? Astaga! Padahal besok kita harus manggung lagi! Baiklah. Baringkan saja Luhan di sofa" titah Minseok yang dipatuhi oleh Sehun. Membaringkan Luhan di sofa dan membiarkan Minseok beserta lainnya mengurusi Luhan.

"ish, dasar rusa nakal. Sudah tau hawa dingin seperti ini masih saja pakai pakaian pendek" gerutu Junmyeon melepaskan high heels putih milik Luhan. Baekhyun melepaskan kunciran Luhan dan merapikannya. Zitao membersihkan make up gadis itu. Sedangkan Minseok dan Kyungsoo mengompres Luhan.

"permisi" suara orang lain yang memasuki ruang latihan itu membuat member EXO menoleh. Seorang kru yang membawa amplop pink. Sehun ingat amplop itu. Pasti pihak We Got Married memberinya kartu misi.

Sehun mengambil amplop itu dari kru itu. Setelah kru itu keluar, Sehun membuka amplop itu dengan kasar. Dan membaca sebuah surat dan sebuah—kartu kredit unlimited?

To : Sehun & Luhan.

Kalian akan berbulan madu 2 hari lagi. Siapkan diri kalian. Tentukan lokasi bulan madu kalian. Dan tentu saja, segala fasilitas sudah kami siapkan dan kalian diberi kartu ini. Selamat berbulan madu!

"astaga. Cobaan apalagi ini"

.

.

.

Tebece.

Hiyaaaaa~ chapter 2 up!

Gimanaaaa? Memuaskan kah?

Maaf kalau gak memuaskaaaaan.

Maaf kalau ada yang typo. Ga sempet edit muehehee.

Terima kasih yang sudah mendukung aku!

REVIEW YANG BANYAK JUSEEYOOOOOOOOOO!

MLO CHAP 7 LAGI OTW QAQAAAAA!

REVIEW YANG BANYAAAAKKK!

TERIMA KASIH!

YANG REVIEW DAPET BERKAH!

Sign by barbxpie!