Terlihat seorang remaja laki-laki tengah duduk sembari membaca buku di kursi yang ada di taman itu. Remaja laki-laki itu sedang serius membaca buku nya sampai-sampai tidak tahu ada layang-layang dari atas akan mendarat kearah dirinya. Sakura terkejut menatap remaja laki-laki itu dan layang-layang yang akan mendarat kearah nya. "Awas." Teriak Sakura.

Remaja laki-laki itu yang awalnya menatap buku langsung mengalihkan pandangan nya kepada Sakura. TUK, layang-layang itu sukses mendarat di kepala remaja laki-laki itu. Remaja laki-laki itu memasang wajah terkejut. Sakura menghampiri remaja laki-laki itu dan mengambil layang-layang yang tadi mendarat di kepala remaja laki-laki itu. "Asyik gue dapat." Ucap Sakura senang.

Sakura menatap remaja laki-laki itu yang sedang memegang kepalanya dan mengaduh sakit. Merasa di pandang, laki-laki itu menatap Sakura jadilah tatap-tatapan mata pun terjadi. 'Siapa nih cowok? Keren banget deh.' Batin Sakura.

Sakura begitu terpesona oleh tatapan matanya remaja laki-laki itu. Remaja laki-laki itu pun menatap Sakura dengan tatapan sulit diartikan. Entah kenapa jantung Sakura berdetak lebih cepat. 'Sepertinya, gue suka deh sama ini cowok.' Batin Sakura.

Cerita Ku Di Bulan Ramadhan

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Drama, Friendship, Humor?

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Mereka masih saja saling tatap mata. Sampai remaja laki-laki itu mengalihkan tatapan nya kearah lain. Sakura juga tersadar dari lamunan nya dan langsung tersenyum kaku. "Emm... a-ano maaf ya." ucap Sakura.

Remaja laki-laki memiliki rambut berwarna biru dongker dan mata hitam itu menatap Sakura datar dan dia menganggukkan kepalanya. Sakura langsung pergi dari hadapan remaja laki-laki itu dan langsung berjalan menghampiri teman-teman nya. "Dapat gak layang-layang nya, Sakura-chan?" tanya Rock lee.

Sakura menunjukkan layang-layang yang dia dapat dengan bangga nya. "Dapat dong. hahaha." ucap Sakura bangga.

Kankurou, Kiba yang sedang memainkan layang-layang nya langsung menatap Sakura. "Eh itu kan layang-layang yang tadi gue kalahkah." Ucap Kiba sembari menatap layang-layang yang Sakura dapatkan tadi.

"Hah? jadi milik gue deh."

Kiba menatap sebal kearah Sakura. Sakura langsung memainkan layang-layang dia tadi beli. Dan Sakura mulai mengadukan layang-layang nya dengan layang-layang lain dengan semangat. Begitu juga dengan kiba dan kawan-kawan. Sedangkan Ino dia sedang menyemangati teman-teman nya yang sedang bermain layang-layang. Mereka bermain sampai pukul 5 sore.

Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Sakura sekarang sudah berada di rumah nya, dia sedang bersiap untuk pergi ke masjid untuk sholat maghrib berjamaah. Walaupun mengaji maghrib nya sudah libur, Sakura dan teman-teman slalu sholat maghrib berjamaah. Seperti biasa Sakura mampir dulu ke Ino dan mereka berdua langsung ke masjid.

Adzan maghrib berkumandang, Sakura dan Ino langsung pergi wudhu dan beberapa lama kemudian sholat maghrib berjamaah di mulai. Setelah sholat selesai, Sakura dan Ino menyimpan mukena nya paling belakang. Kalau di depan nanti itu diisi oleh ibu-ibu. Sambil menunggu adzan isha, Sakura dan Ino diam di depan warung sembari jajan. "Nunggu itu lama ya?" ucap Sakura sembari makan jajanan nya.

"Iya lah. Makanya jangan di tunggu-tunggu. Emang lagi nunggu apa?" ucap Ino sembari meminum jajanan nya.

"Nunggu isha lah. Emang nunggu apa lagi."

"Ohehe... kirain lagi nunggu cowok. Eh tapi kan Sakura mana mungkin suka cowok." Ucap Ino sembari cekikikan.

Sakura menatap sebal kearah Ino. "Enak aja. Gini-gini gue masih cewek normal tau. Kalau gue gak suka sama cowok, mungkin gue udah nembak lo dari dulu." Ucap Sakura sewot.

"HEH?" ucap Ino kaget sembari menatap Sakura dengan tatapan terkejut.

Sakura menatap heran kearah Ino. Sakura mengingat-ingat kejadian sore tadi dan tiba-tiba saja Sakura teringat dengan pertemuan nya dengan remaja laki-laki tadi sore. "Ino, apa di kampung Konoha ada remaja laki-laki seumuran kaya kita terus rambut nya biru dongker jabrik, mata nya item, wajah dingin kagak?" tanya Sakura.

Ino tampak memasang wajah bingung. Dia berlaga seperti orang yang sedang berpikir. Dia langsung menggelengkan kepalanya tidak tau siapa yang dimaksud Sakura. "Gak ada tuh. Emang kenapa?" tanya Ino balik.

"Tadi pas gue ngejar layang-layang yang kalah, gue liat orang yang tadi gue maksud. Orang nya asing."

Ino terdiam mendengar ucapan Sakura namun tiba-tiba dia menyeringai. "Kamu suka ya sama cowok itu?" tanya Ino sembari menyeringai ke arah Sakura.

Sakura yang di beri pertanyaan seperti itu langsung menoleh kepada Ino dengan wajah bersemu. "S-suka? Hah, mana gue tau. Udah ah, mau ke masjid." Ucap Sakura salah tingkah langsung meninggalkan Ino di warung.

Ino tertawa melihat tingkah laku Sakura yang salah tingkah itu. "Iyaa. Tunggu." Ucap Ino sembari menghampiri Sakura. 'Aku harap cowok yang Sakura maksud bisa merubah sikap Sakura yang kaya cowok itu.' batin Ino berharap.

Tidak lama kemudian, adzan isha telah berkumandang Sakura dan Ino berjalan menuju tempat wudhu dan melaksanakan wudhu. Setelah wudhu mereka masuk ke masjid untuk melaksanakan sholat isha dan tarawih berjamaah. Sholat tarawih dilaksanakan selama 1 jam kurang. Akhirnya sholat tarawih telah selesai, warga yang mengikuti sholat tarawih di masjid langsung keluar dari masjid. Begitu juga Sakura dan Ino. Mereka tidak tamat melaksanakan sholat tarawih hingga akhir. "Ino, besok mau puasa aja ya. kagak kerasa." Ucap Sakura.

"Iya, ra. Maaf ya malam ini gak bisa main, soal nya besok hari pertama puasa dan aku gak mau telat saat sahur nanti." Ucap Ino.

"Iya deh gak apa-apa. Sepertinya, gue juga gak bisa." Ucap Sakura sembari menatap kejauhan dan terlihat ibu nya sedang berbicara dengan ibu-ibu.

"Aku pulang duluan ya, ra. Dadah." Ucap Ino sembari pergi meninggalkan Sakura.

Sakura menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan menghampiri ibunya yang sedang mengobrol dengan seorang ibu-ibu. Sakura menatap ibu-ibu itu dengan tatapan bingung. 'Siapa ibu-ibu ini?' batin Sakura.

"Ibu." Ucap Sakura sembari menepuk pelan lengan Mebuki.

Mebuki menatap Sakura dan tersenyum. "Eh Sakura kenalin nih, warga baru di kampung konoha pindahan dari kota suna, Ibu Mikoto." ucap Mebuki memperkenalkan ibu-ibu yang sedang mengobrol dengan nya.

Sakura langsung tersenyum dan mencium tangan ibu-ibu yang bernama Mikoto itu. Sakura menatap Mikoto kagum. 'Andai, ibu Mikoto cantik banget.' Batin Sakura.

"Sakura kamu kelas berapa dan sekolah dimana?" tanya Mikoto.

"Kelas 1 di SMA 5 Konoha, bu." Ucap Sakura sembari tersenyum canggung kearah Mikoto.

"Kelas 1 SMA? Ibu punya putra yang bungsu kelas 2 SMA dan kebetulan dia juga mulai nanti akan sekolah di SMA 5 Konoha." Ucap Mikoto sembari tersenyum senang.

"Berarti kakak kelas aku. Emang nama putra ibu siapa?" tanya Sakura.

"Uchiha Sasuke. Kalau nanti sudah sekolah, berangkat nya bareng ya. Soalnya si Sasuke masih kurang tau daerah sini." ucap Mikoto.

"Siap, bu." Ucap Sakura.

Lalu mereka bertiga berjalan sambil mengobrol seputar Kampung Konoha menuju rumah mereka yang kebetulan searah hanya saja duluan nyampe ke rumah Sakura dan Mebuki dulu. Setelah sampai depan rumah, Sakura dan Mebuki pamit kepada Mikoto. Lalu Sakura dan Mebuki masuk rumah, sedangkan Mikoto melanjutkan jalan nya menuju rumah nya. "Ibu, putranya yang mana sih? apa dia ikut teraweh?" tanya Sakura.

"Yang gimana ya, yang jelas putra nya ganteng banget. Dia ikut kok, tadi ibu ketemu hanya saja dia sudah pulang duluan sama abang nya dan ayah nya." ucap Mebuki.

"Jadi penasaran."

"Udah ah, kamu cepat tidur. Awas kalau nanti sahur susah di bangunkan, ibu bakal siram kamu." Ancam Mebuki.

Sakura menatap ibunya sedikit seram. "I-iya, Sakura gak bakal telat bangun." Ucap Sakura sembari lari menuju kamar nya.

.

Terdengar suara kentungan yang dipukul-pukul dan suara teriakan "Sahur-sahur" di luar rumah. Sakura langsung bangun dan mengecek jam alarm nya. "Eng, masih jam 2, alarm bunyi jam 3. Tidur lagi ah." Ucap Sakura sembari tidur lagi.

Baru juga Sakura akan tidur lagi, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar nya dan berjalan menghampiri Sakura yang sudah tertidur kembali. Seseorang itu mulai menarik selimut yang Sakura kenakan. Merasa kedinginan, Sakura mencari-cari selimutnya. "Aduh selimut gue mana?" gumam Sakura sembari tangan nya mencari selimutnya.

Karena tidak berhasil menemukan selimut nya, Sakura memejamkan matanya dan alangkah kagetnya begitu melihat selimutnya menutupi seorang yang berdiri disamping kasur nya. "KYAAA." Teriak Sakura kaget sembari memukul-mukul seorang yang berdiri disamping kasurnya yang ditutupi oleh selimut. Seorang yang dipukul Sakura langsung mengaduh kesakitan. Sakura membuka selimut itu dan terlihat ayah nya yang memasang wajah tanpa dosa. "AYAAAAAAAAAAAAH." Teriak Sakura menatap sebal ayahnya.

Ayahnya Sakura, Haruno Kizashi tertawa menatap Sakura. Sakura memasang wajah cemberut. Kizashi tertawa nya semakin mejadi-jadi begitu melihat wajah Sakura yang cemberut. "Gak lucu ah." Ucap Sakura ngambek.

Kizashi mencubit pipi Sakura. "Masih pagi udah ngambek, hahaha. Sebelum sahur, sholat tahajud dulu gih." Ucap Kizashi.

"Gak mau ah males."

"SAKURA!" teriak Kizashi sembari menatap Sakura galak.

"Iyaa. Sakura mau tahajud." Ucap Sakura sembari berlari keluar dari kamarnya.

Kizashi hanya tersenyum maklum melihat tingkah laku putri nya itu. Sakura mulai menggosok gigi dan mulai wudhu. Setelah wudhu, Sakura berlari menuju kamarnya dan mulai sholat tahajud. Setelah sholat tahajud selesai, Sakura berjalan menuju dapur disana ada ibu nya sedang memasak buat sahur. "Ibu, selamat pagi." Ucap Sakura sembari duduk di bangku meja makan.

"Selamat pagi juga. Daripada kamu diam saja, mending kamu bantu ibu deh."

"Gak mau ah, males."

Mebuki hanya menghela nafas dan melanjutkan memasaknya. Tidak lama kemudian masakannya sudah jadi, dan keluarga itu pun mulai makan sahur sampai imsak. Setelah mengakhiri acara sahurnya, Sakura mulai wudhu dan dia diam di kamarnya menunggu adzan shubuh. "semoga hari pertama di bulan romadhon ini, puasa ku tamat. Amin ya Alloh." Doa Sakura.

Tidak lama kemudian, adzan shubuh berkumandang. Sakura mulai melaksanakan sholat shubuh. Setelah itu, Sakura bersiap-siap untuk kemasjid untuk kuliah shubuh. Seperti biasa, sebelum ke masjid Sakura slalu menghampiri rumah Ino terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, keluarlah Ino dari rumahnya sembari membawa buku kuliah shubuh seperti yang Sakura bawa. Setelah itu mereka berdua berjalan menuju masjid.

Kuliah shubuh dilaksanakan dari pukul 5 pagi hingga pukul 6 pagi. Setelah itu buku kuliah shubuh diserah kan kepada ustad yang tadi berdakwah untuk ditanda tanganinya sebagai bukti bahwa seseorang yang memegang buku itu kuliah shubuh. Sakura menunggu buku nya selesai di tandatangan di luar masjid bersama Ino. Buku mereka di titipkan kepada adik kelas mereka. "Ino tau gak ibu Mikoto warga pindahan itu?" tanya Sakura.

"Hah? warga pindahan? Aku gak tau."

"Heuh... kalau lo tau dia, lo bakal terkagum-kagum deh. Dia cantik banget." Ucap Sakura.

Ino hanya mengangguk-anggukkan kepalanya merespon ucapan Sakura. Siang hari kemudian tepatnya setelah adzan dhuhur, Sakura, Ino, Kiba, Kankurou dan Rock lee sekarang mereka sedang berada di madrasah bersama remaja-remaja yang ada di kampung Konoha. Kenapa ada di madrasah? Kan mereka akan pesantren kilat dan mereka sedang menunggu ustad Asuma. Tampak remaja-remaja disana mengenakan busana muslim.

suasana di madrasah sangatlah ramai sekali, ada yang ngobrol, diam saja, mengeluh karena haus dan kejar-kejaran seperti hal nya Sakura, Kiba dan Kankurou mereka sedang kejar-kejaran. Walau pun mereka sedang puasa, mereka tetap semangat tidak seperti yang lain nya. Ino dan teman ngobrol nya, Hinata sweat drop melihat tingkah laku mereka bertiga. "Mereka itu tidak sadar dengan umur mereka." Ucap Ino melihat tingkah laku Sakura, Kiba dan Kankurou.

Hinata tertawa pelan mendengar ucapan Ino. "Walau pun begitu, tapi mereka bahagia sekali. Iya sih agak aneh melihat tingkah mereka seperti anak kecil, padahal mereka sudah 1 SMA. Jarang-jarang kan ada usia seperti mereka masih seperti itu? yang ada malah dewasa sebelum waktunya." Ucap Hinata sembari melihat Sakura, Kiba dan Kankurou.

Ino hanya mengangguk setuju dengan ucapan Hinata. "Hey ada ustad Asuma kemari." Teriak salah satu laki-laki remaja disana.

Sakura, Kiba dan Kankurou yang sedang kejar-kejaran langsung duduk di tempat masing-masing. Ustad Asuma memasuki madrasah di ikuti oleh seorang remaja laki-laki seusia dengan remaja-remaja yang lain nya. Sakura menatap remaja laki-laki dalam. 'Eh, bukan nya itu cowok yang waktu kemarin?!' batin Sakura.

Tampak disana berbisik-bisik sembari menatap remaja laki-laki itu penasaran. Bahkan para remaja perempuan kebanyakan menatap kagum kearah remaja laki-laki itu. Mereka semua tidak tau siapa laki-laki remaja itu? Asuma dan remaja laki-laki itu berdiri di antara remaja laki-laki dan remaja perempuan. "Nah anak-anak, sekarang hari pertama pesantren kilat di bulan romadhan kali ini, dan kebetulan disini ada warga baru yang ingin ikut pesantren kilat disini. ayo nak perkenalkan diri." Ucap Asuma menyuruh remaja laki-laki yang tadi bersamanya untuk memperkenalkan diri.

Remaja laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya kearah ustad Asuma. "Perkenalkan, nama saya Uchiha Sasuke. saya pindahan dari Suna dan mulai sekarang saya akan tinggal di Kampung Konoha dan bersekolah di SMA 5 Konoha kelas 2." Ucap remaja laki-laki itu yang bernama Uchiha Sasuke.

'Jadi namanya itu Uchiha Sasuke ya? ternyata warga baru. Mungkin berbarengan pindahan nya bareng ibu Mikoto' Batin Sakura sembari menatap kagum Sasuke. Sakura tidak ingat, bahwa Uchiha Sasuke itu adalah putra bungsu dari ibu pindahan yang bernama Mikoto.

"Nah silahkan Sasuke kamu duduk di sana." Ucap Asuma mempersilahkan Sasuke untuk duduk di kerumunan remaja laki-laki.

Sasuke langsung menuruti Asuma dan duduk di dekat Kiba karena Kiba mengajak nya untuk duduk di dekat nya. Pesantren kilat pun di mulai sampai adzan ashar berkumandang. Para remaja yang mengikuti pesantren kilat itu pun berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan sholat ashar. Setelah sholat ashar, mereka pulang ke rumah masing-masing. Sakura, Ino dan Hinata mereka sedang duduk di teras masjid. Mereka sedang merencanakan untuk ngebuburit bareng. "Kita mau ngebuburit kemana nih?" tanya Sakura.

"Ke alun-alun Konoha lagi mungkin." Ucap Ino.

Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba Kiba, Kankurou, Rock lee dan Sasuke datang menghampiri mereka dan langsung ikut gabung dengan mereka bertiga. Kiba menyuruh Sasuke untuk duduk. "Eh... ada kak Sasuke. Salam kenal kak, nama ku Yamanaka Ino." Ucap Ino memperkenalkan diri sembari tersenyum manis kearah Sasuke.

Sasuke hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan Ino. "Aku Hyuga Hinata. Sa-salam kenal, kak Sasuke" Ucap Hinata malu-malu.

Sasuke sedikit menatap Hinata kagum dan dia menganggukkan kepalanya juga merespon ucapan Hinata. "Gue Haruno Sakura." ucap Sakura memperkenalkan dirinya kepada Sasuke sembari tersenyum lebar.

Sasuke menatap Sakura dalam dengan tatapan emm... sulit diartikan. Sakura menatap bingung kearah Sasuke dan entah kenapa jantung Sakura berdetak lebih cepat. 'Gila, kenapa jantung gue jadi berdetak tidak karuan gini?!' batin Sakura.

"Apa natap gue kaya gitu?" ucap Sakura menatap sebal kearah Sasuke.

"Sakura, sopan dikit dong. Dia kan kakak kelas kita." Ucap Ino kepada Sakura.

"Iya-iya, aku minta maaf. Kak Sasuke, masih ingat gak waktu kemarin bertemu di lapang saat kak Sasuke baca buku dan aku mengambil layang-layang yang kalah?"

Sasuke mencoba mengingat kejadian kemarin dan dia menganggukkan kepalanya. "Terus?" ucap Sasuke.

"Iya gak ada terus-terus nya sih. hehe." Ucap Sakura.

"Hah jadi cowok yang kamu temuin itu kak Sasuke?" ucap Ino sembari menatap Sakura.

Sakura menganggukkan kepalanya. Ino tiba-tiba menyeringai menatap Sakura. Sakura langsung menatap Ino dan mengisyaratkan Ino untuk diam. Ino langsung terkekeh. Kiba, Kankurou, Rock lee, Sasuke dan Hinata melihat tingkah Sakura dan Ino aneh.

"Kemarin Kak Sasuke ada di lapangan? Padahal disana ada kita-kita loh lagi main layang-layang." Ucap Kiba.

"Hn. Aku disana sedang baca buku. Kamu suka main layang-layang?" tanya Sasuke sembari menatap Sakura agak aneh.

"I-iya. hehe." Ucap Sakura sedikit malu.

"Cewek kok main layang-layang? Aneh banget!"ucap Sasuke dingin.

Entah kenapa ucapan Sasuke begitu menusuk untuk Sakura. Sakura sedikit menatap Sasuke tidak suka. "Y-ya biarin dong, Suka-suka gue" ucap Sakura.

Sasuke hanya menatap Sakura aneh dan sebelah halis nya di angkat. Kiba, Kankurou, Rock Lee, Ino dan Hinata yang ada disana merasakan aura tidak enak diantara Sakura dan Sasuke. "E-eh bagaimana kalau kita ngebuburit ke alun-alun Konoha? Naik sepedah kesananya." Ucap Kiba mencairkan suasana.

Sakura dan Sasuke yang awalnya saling tatap tidak suka langsung buang muka dan menatap Kiba. "Boleh juga tuh. Untuk sepedah gue yang BMX ada." ucap Sakura setuju.

"Aku gak punya sepeda." Ucap Hinata.

"Aku juga gak punya." Ucap Ino.

"Udah-udah, aku bonceng Hinata, Kankurou kamu bonceng Ino, kak Sasuke punya sepeda?" tanya Kiba.

Sasuke menggelengkan kepalanya. "Sepeda ku rusak." Ucap Sasuke.

"Ya udah, kak Sasuke ikut Rock lee saja ya?" ucap Kiba yang langsung disetujui oleh Sasuke.

Setelah itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing untuk siap-siap. Kiba menyuruh mereka untuk bertemu di lapangan kampung Konoha, tempat biasa Sakura dan kawan-kawan main layang-layang. Sakura sekarang sudah di rumah nya dan mengenakan baju lengan panjang, celana pendek dan di topi. Dia mengeluarkan sepeda nya dari rumah nya setelah itu dia naik sepeda nya dan menjalankan menuju lapangan. Sesampai di lapang, disana ada Ino yang masih mengenakan baju busana muslim dan Hinata juga sama seperti Ino, ada Sasuke yang mengenakan kaos lengan pendek dan celana panjang, Kiba setelan nya yang hampir mirip seperti Sakura, Kankurou mengenakan kaos lengan pendek dan celana pendek. Sakura tidak melihat Rock lee disana. "Ngomong-ngomong, Rock lee mana?" tanya Sakura.

"Dia gak bisa ikut, disuruh ibu nya untuk jaga ade nya." ucap Kankurou yang rumah nya berdekatan dengan Rock lee.

"Oh begitu. Ayo kalau begitu kita berangkat." Ucap Sakura.

"Eh tunggu dulu, Kak Sasuke gimana?" ucap Kiba.

Sakura yang awalnya akan menjalankan sepeda nya langsung berhenti. Dia langsung tersenyum malu. "Oh iya lupa." Ucap Sakura.

"Yaela, Kak Sasuke sama Sakura saja ya?" ucap Kiba.

Sasuke yang awalnya menatap Kiba langsung menatap Sakura yang kebetulan sedang menatapnya. Sasuke sedikit menatap aneh kearah Sakura. Sakura menatap sebal kearah Sasuke. Sasuke berjalan menghampiri nya. "Sini sepeda nya, biar kakak yang bonceng kamu." Ucap Sasuke.

Sakura menatap Sasuke sebal. "Kiba, Biar si kak Sasuke sama lo aja deh, Hinata sama gue." Ucap Sakura menatap Kiba sedikit memohon.

Kiba dan Hinata menggelengkan kepala. "Gak mau ah, Sakura. aku sudah PW *Posisi Wenak* disini." ucap Hinata yang sudah naik sepeda Kiba.

Sakura menatap Kiba dan Hinata sedikit sebal. Dia menatap Kankurou dan Ino dan mereka menggelengkan kepala. Bahkan Ino langsung menjulurkan lidah setelah menyeringai ke arah nya. "Ya sudah, nih." Ucap Sakura sembari memberikan sepeda nya kepada Sasuke dengan tidak rela.

Sakura turun dari sepeda nya dan Sasuke langsung naik sepeda Sakura. Sakura naik sepeda nya di belakang Sasuke lalu memegang pundak Sasuke. setelah itu mereka berangkat dengan Kiba di barisan depan, Kankurou di tengah, dan Sasuke di akhir. Selama perjalanan menuju alun-alun Konoha, Sakura enggan mengobrol dengan Sasuke. Dan Sasuke yang emang orang nya gak suka banyak bicara, hanya diam saja. Sakura jadi teringat dengan ucapan Sasuke tadi saat di teras masjid. 'Cewek kok main layang-layang? Aneh banget!' Sakura langsung memasang wajah sebal. "Heh kak Sasuke, kenapa kamu bilang gue aneh?" ucap Sakura sembari menepuk kasar pundak Sasuke.

"Karena aku baru pertama kali lihat seorang cewek main layang-layang dan lagi yang main nya itu kelas 1 SMA. Kekanakan banget." Ucap Sasuke datar.

Sakura memasang wajah cemberut. "Gue spesialis langka tau." ucap Sakura.

Sasuke sedikit terkekeh dengan ucapan Sakura barusan. "Emang. Dan lagi kenapa kamu tidak berkerudung seperti Ino dan Hinata? Padahal aku suka melihat seorang cewek berkerudung ditambah ngomong nya gak kasar." Ucap Sasuke serius.

Sakura sedikit tidak enak dengan ucapan Sasuke. Ucapan Sasuke barusan seperti menyindir kepada dirinya. "Oh begitu ya." ucap Sakura sedikit murung. Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di alun-alun Konoha. Alun-alun Konoha berada di pusat kota Konoha, sementara mereka tinggal di bagian kampung Konoha nya. Tapi jarak kota Konoha dengan kampung Konoha tidak terlalu jauh, dengan sepeda saja bisa sampai dengan 15 menit. Mereka memarkirkan sepeda nya di khusus parkiran sepeda, setelah itu Kiba, Kankurou dan Sakura langsung lari-lari kejar-kejaran. Sedangakan Sasuke, Ino dan Hinata mereka duduk di kursi yang ada di alun-alun sana sembari menatap Kiba, Kankurou, dan Sakura. "Sejak kapan Sakura sifat nya seperti laki-laki?" tanya Sasuke.

Tampak Ino dan Hinata berpikir. "Aku gak tau, kak. Karena aku gak terlalu dekat dengan Sakura. Hanya sebatas teman main dan teman ngaji." Ucap Hinata.

"Setau aku sih waktu dia berumur 7 tahun setelah akrab kebangetan sama Kiba, Kankurou dan Rock lee. Aku ingin dia menjadi seorang remaja perempuan yang feminim" Ucap Ino.

Sasuke hanya mengangguk-anggukkan kepala nya mendengar ucapan Ino. 'Jadi tertarik sama tuh cewek.' Batin Sasuke sembari menatap Sakura yang sedang kejar-kejaran sembari tertawa-tawa bersama Kiba dan Kankurou. Tiba-tiba Ino berteriak dan langsung mendekati Sasuke. "Apa?" tanya Sasuke.

"Kak Sasuke, bisa tidak membuat Sakura berubah menjadi remaja perempuan yang feminim? Soalnya kemarin Sakura cerita pada ku bahwa dia bertemu dengan laki-laki di lapangan Konoha sedang membaca buku dan dia menyukai laki-laki itu dan laki-laki itu kakak." Ucap Ino sembari menatap Sasuke sedikit berbinar-binar.

Entah kenapa ada rasa bahagia begitu Ino menyebut bahwa Sakura menyukai dirinya. "Terus?" ucap Sasuke.

"Aku ingin kakak membuat Sakura berubah menjadi remaja perempuan seperti aku dan Hinata. Biasanya perempuan akan mengikuti apa yang di ucapkan oleh seorang dia suka, kak." Ucap Ino sedikit memohon.

"Sakura suka sama kak Sasuke? wah tidak disangka" ucap Hinata tidak percaya.

Ino menganggukkan kepala merespon ucapan Hinata. "Tolonglah kak, buat Sakura kami menjadi remaja perempuan yang feminim, gak kaya laki-laki." Ucap Ino memohon.

Sasuke tampak berpikir dengan permohonan Ino kepada nya itu. Sasuke menghela nafas dan menatap Ino serius. "Baiklah, aku akan berusaha membuat dia menjadi seorang perempuan yang tulen. Tapi, aku minta bantuan kalian ya." ucap Sasuke sembari menatap Ino dan Hinata.

Ino langsung memasang wajah gembira sedangkan Hinata dia tersenyum. "Baik." Ucap Hinata dan Ino bersemangat.

TBC

Bagaimana dengan chapter 2 nya?
aneh ya?._. maaf, aku bisa nya Cuma segini *ojigi
kependekan atau kepanjangan?

Terimakasih ya yang sudah mau baca dan sampai ada yang mereview cerita ku ini :D aku senang \:D/

Berniat memberi komentar, saran, kritik di fict ku yang ini?

Thanks to Reviews :
tohko ohmiya, namira, Dijah-hime