"Pemenang dari sparring terakhir ini adalah..."

"Namikaze Naruto dari kelas 1-E" Kata Iruka.

Banyak siswa melihat sparring ini dengan tatapan tidak percaya, karena yg mereka kira Sasuke bakal menang dengan mudah, tapi kenyataannya adalah Sasuke yg kalah dalam satu kali pukulan.

"Tidak mungkin kan Sasuke-Kun kalah?" Celetuk siswi yg berambut pink yg tidak lain Sakura Haruno.

"Iya, si LEMAH itu pasti melalukan kecurangan" Kata siswi berambut kuning yg dikuncir satu.

"Iya itu benar si LEMAH itu tidak mungkin bisa menang melawan Sasuke" Kata salah satu siswi kelas 1-A.

"Menurutku tidak" Kata seorang siswa berambut merah aka Menma

"Apa maksudmu Menma-kun?" Tanya Sakura yg penasaran dengan perkataan Menma

"Yg kulihat dari pertandingan ini tidak ada kecurangan apapun ataupun hal-hal lain, jika memang benar dia melakukan kecurangan wasit dan para guru pun pasti mengetahuinya" Balas Menma

"Lalu bagaimana si LEMAH itu bisa mengalahkan Sasuke-Kun?" Tanya siswi sebelah Sakura aka Ino

"Entahlah, aku juga tidak tau" balas lagi menma

'tapi aku juga kaget, dia mengalahkan Sasuke dalam satu pukulan, siapa dia sebenarnya?' batin menma sambil melihat Naruto yg berjalan ke arah teman sekelasnya.

SEMENTARA DI TRIBUN PENONTON

"Aku salut dengan siswa yg bernama naruto itu, dia menebas sihir dengan pedangnya yg sudah dialiri Mana, dia mempunyai control Mana yg sempurna" Kata salah satu guru yg sedang merokok aka Asuma.

"Ya kau benar dan juga beberapa murid dari kelas 1-E dalam pengeluaran Mana itu sudah bagus meskipun masih sedikit jauh dari kata sempurna, sedangkan untuk kelas 1-A dalam pengeluaran Mana mereka terlalu ceroboh, jika dalam pertarungan yg sebenarnya mereka mungkin yg akan mati terlebih dahulu" Kata guru wanita aka Kurenai

"Sebenarnya apa saja yg sudah kau ajarkan pada murid kelasmu.." Kata Asuma sambil melihat ke kiri yg terlihat seseorang yg memakai masker dan juga sedang membaca entah buku apa.

"Kakashi?" Lanjut Asuma

Lalu orang yg bernama Kakashi itu menutup bukunya.

"Aku sudah mengajarkan apa yg harus dipelajari oleh murid-murid kelas 1 termasuk dalam mengontrol pengeluaran Mana" kata kakashi

"Lalu kenapa aku melihat mereka masih mengeluarkan sihir yg mempercepat seseorang kehabisan Mana?" Tanya Kurenai

"Jika kau mengajar di kelasku mungkin kau akan tahu bagaimana sifat mereka, kebanyakan mereka terlalu membanggakan bakat sihirnya hanya karena kapasitas [Mana] mereka lebih besar dari kelas lain dan juga beberapa murid menyombongkan gelar bangsawannya, meskipun masih ada beberapa yg masih mau mendengarkanku" Balas Kakashi

"Jadi begitu ya" Kata Asuma

"Lalu bagaimana menurut anda pak Kepsek?" Kata Kurenai yg bertanya kepada kepsek

"Ya pertandingan ini sangat menarik, hahaha" Balas Kepsek

Sementara Kurenai hanya sweatdrop mendengar perkataan dari kepsek

DI SISI LAIN TRIBUN

"D-dia mengalahkan murid paling jenius diangkatannya, dan juga aku baru pertama kali lihat kalau sihir bisa di tebas dengan senjata, bagaimana dia melakukannya?" Kata salah satu orang yg ada disana

"Aku juga baru pertama kali lihat, bagaimana menurut anda Hime-sama?" Kata murid disebelahnya sambil bertanya pada orang yg dipanggil hime.

"Dia membuatku cukup tertarik, bisakah kalian mencarikan info tentang dia?" Balas orang yg dipanggil Hime sambil bertanya.

"Ha'i, akan kami carikan info tentang dia Hime-sama" balas salah satu orang yg ada disebelahnya

SEMENTARA DI PINGGIR LAPANGAN KELAS 1-E

"N-naruto, b-bagaimana kau bisa mengalahkan Sasuke?" Tanya salah satu murid teman sekelasnya

"Hn, dia hanya lengah" balas naruto

'jawaban macam apa itu? Aku tidak mengerti sama sekali' batin semua teman sekelasnya dengan sweatdrop.

"Murid-muridku sekalian, karena kebanyakan dari kalian terluka kalian dibolehkan pulang dan segera obati luka kalian" Kata Ibiki

"USO, SENSEI SEJAK KAPAN ANDA MENJADI BAIK?" Kata murid 1-E serempak

"Kalian mengejekku ya? kalian ingin sesuatu yg lebih buruk dari luka yg kalian dapatkan, Hm?" Kata Ibiki dengan tatapan yg menyeramkan.

Para murid 1-E ketakutan dan membuat mereka pergi untuk pulang.

"Huft.. dasar murid sialan" gumam Ibiki

"Dan kuucapkan selamat atas kemenanganmu Namikaze Naruto" Kata Ibiki sambil melihat Naruto

"Hn, Arigatou sensei" Balas Naruto sambil berjalan untuk pulang

CHAPTER 2

Di KHS terjadi kegemparan setelah mendengar kabar murid terlemah mengalahkan murid terkuat dalam sebuah sparring.

"Hey, sudah dengar kalau murid yg katanya murid jenius dan terkuat angkatan kelas 1 Uchiha Sasuke dikalahkan oleh murid terlemah diangkatan kelas 1?" Kata murid 1

"Ehh.. masa?" kata murid 2

"Iya benar, kalau gak salah murid yg mengalahkan Sasuke itu berada di kelas 1-E" Kata Murid 1

"Siapa namanya?" Tanya murid 2

"Kalau gk salah.. Namikaze Naruto" balas murid 1

SEMENTARA DI KELAS 1-E

Di kelas 1-E sudah berkumpul semua murid termasuk Naruto yg sedang terdiam dan Shikamaru yg tertidur. Setelah beberapa saat pintu kelas terbuka dan memperlihatkan Ibiki yg datang masuk.

"Ohayou" Kata Ibiki

"Ohayou, sensei" Balas para murid

"Untuk sekarang aku akan membahas tentang pertandingan kemarin, ada yg tahu kenapa kalian bisa kalah?" Kata Ibiki sambil bertanya to the point kepada muridnya

"Itu karena kita kalah dalam jumlah [Mana] untuk mengeluarkan sihir dan juga tidak bisa mendekati lawan karena kita hanya bisa menyerang menggunakan pedang yg bertype serangan jarak dekat sedangkan lawan menggunakan sihir dengan type serangan jarak jauh" Jawab salah satu murid panjang lebar.

"Lalu kenapa Naruto bisa menang?" Tanya Ibiki

"..." para murid terdiam

"Apa kau tahu kelemahan mereka, Namikaze Naruto?" Tanya Ibiki kepada Naruto

Lalu para murid pun melihat ke arah Naruto dengan tatapan penasaran.

"Itu karena control dalam menggunakan [Mana]" Balas Naruto menjawab pertanyaan Ibiki

"Bisa kau jelaskan lebih rinci Namikaze-san? Jujur aku masih tidak mengerti apa maksudmu" Kata salah satu murid bertanya dan semuanya pun kembali penasaran.

"Apa kalian tahu jika [Mana] tidak hanya digunakan untuk mengeluarkan sihir tapi juga bisa dialirkan ke sebuah benda?" Naruto malah berbalik tanya kepada teman sekelasnya

Para murid teman sekelasnya menggeleng tidak tahu.

"[Mana] bisa kita alirkan ke sebuah benda yg kita inginkan" Kata naruto sambil mengeluarkan pedangnya

"Kalian lihatlah pedang ini dan aku akan mengalirkan [Mana] ku ke pedang ini" Lanjut Naruto

Lalu terlihatlah sebuah pendar biru di pedang Naruto dan para murid pun sedikit kaget melihatnya. Setelah beberapa saat naruto pun menghilangkan [Mana] nya dan pedang kembali seperti semula.

"Jika kita bisa mengalirkan [Mana] ke sebuah benda seperti yg barusan aku perlihatkan, bukan tidak mungkin untuk menebas sebuah sihir seperti yg kulakukan kemarin, lalu jika kau bisa mengontrol pengeluaran [Mana] maka sihir yg dikeluarkan bisa sedikit menghemat [Mana, metode ini cocok untuk orang yg mempunyai [Mana] yg dibawah rata-rata" Kata Naruto panjang lebar

"Sepertinya kau tahu lebih banyak dalam pengontrolan mengeluarkan [Mana, Namikaze?" Kata Ibiki

"Ya aku banyak bereksperimen saat berlatih dan hasilnya cukup memuaskanku" Balas Naruto

"Kalau begitu sekarang kita akan ke tempat untuk latihan dan Naruto yg akan menjadi mentornya" Kata Ibiki

"Kenapa harus aku?" Tanya Naruto

"Karena disini hanya kau yg tahu tentang pengontrolan mengeluarkan [Mana]" Balas Ibiki

"Lalu bagaimana dengan yg lain, apa mereka mau kalau aku yg jadi mentornya?" Tanya Naruto

Ibiki melihat kearah murid-muridnya.

"Apakah ada yg mau protes?" Tanya Ibiki

"..." Murid-murid hanya terdiam

"Aku anggap tidak ada, jadi bagaimana Namikaze?"

"Huhhhh... tidak ada pilihan lain lagi untukku, bukan?" Balas Naruto

SKIP TEMPAT LATIHAN

Semua murid kelas 1-E sudah berkumpul di tempat latihan kecuali Ibiki yg dipanggil keruangan kepsek. Naruto berdiri menghadap ke teman sekelasnya.

"Aku tidak akan berbasa-basi, sebelum mengontrol pengeluaran [Mana] dalam menggunakan sihir kita akan latihan mengeluarkan [Mana] ke sebuah benda" Kata Naruto

"Coba kalian keluarkan pedang kalian lalu alirkan [Mana] kalian" Lanjut Naruto.

Semua teman sekelas Naruto mencobanya namun tidak ada satupun yg berhasil.

"Namika-" Ucapan murid tersebut terpotong

"Naruto, panggil saja Naruto" Kata Naruto

"N-Naruto-san kenapa kami tidak bisa mengeluarkan [Mana] ke pedang kita?" Tanya murid tersebut

"Itu karena kalian tidak membayangkannya dan tidak konsentrasi" Balas Naruto

"Lalu bagaimana melakukannya?" Tanya kembali murid tersebut

"Shikamaru bisa kau menjelaskannya?" Naruto tidak menjawab malah bertanya ke teman pemalasnya

"Mendokusei.. saat mengalirkan [Mana] ke sebuah benda yg harus kalian lakukan adalah konsentrasi dan juga membayangkan ada sebuah energi yg mengalir ke benda yg kita pegang" Kata Shikamaru

Lalu para murid pun mencobanya.

"Yatta berhasil.." teriak salah satu murid

"Are, kenapa hilang lagi?" bingung murid tersebut

"Itu karena kau kurang konsentrasi fujibayashi-san, tidak apa kan kalau ku panggil seperti itu?" Kata Naruto

"Tidak apa-apa kok, Naruto-san" Jawab Fujibayashi sambil tersenyum

"Sekarang lakukan lagi dan konsentrasi" Kata Naruto

Lalu murid yg bernama fujibayashi kembali mencobanya dan hasilnya pedangnya mengalir [Mana] meskipun tidak lama, setidaknya lebih lama dari yg tadi. Lalu murid yg lain pun mencobanya.

SKIP WAKTU ISTIRAHAT

TENG TONG

Terlihat beberapa orang tergeletak kelelahan setelah berlatih mengeluarkan [Mana] ke sebuah benda.

"Sekarang kalian beristirahatlah terlebih dahulu, nanti kita lanjutkan lagi" Kata Naruto

"Shika, Lee ayo kita ke kantin!" Naruto sambil memanggil Shikamaru dan Lee

SKIP DI KANTIN

Naruto, Shikamaru dan Lee terlihat sedang memakan makanannya. Beberapa saat kemudian terlihat ada yg mendekati bangku yg Naruto, Shika dan Lee tempati.

"Yo, bolehkah aku duduk disini?" Kata orang tersebut dengan ciri-ciri berambut merah

"Ya, silahkan jika anda tidak malu bersama kami yg lemah ini Uzumaki-san" Kata Lee

"Tidak kok, tenang santai saja dan bisakan kalian memanggilku Menma saja? agak sedikit canggung saat kalian memanggil margaku" Kata Menma

"Ha'i wakarimasta, anda juga bisa memanggilku Lee, nama lengkapku Rock Lee, Yoroshiku menma-san" Balas Lee

Lalu Menma melihat kearah Shikamaru dan Naruto.

"Nara Shikamaru"

"Namikaze Naruto"

"Aku Uzumaki Menma, Yoroshiku Shika-san dan juga Naruto-san, tidak apa-apa kan aku memanggil seperti itu? Kalian juga bisa memanggilku Menma" Kata Menma

"Ya, tidak apa-apa" Kata Shika dan Naruto

Setelah itu mereka banyak mengobrol sampai waktu istirahat habis.

TENG TONG

"Ahh.. bel masuk sudah berbunyi, aku ke kelas duluan, kapan-kapan kita ngobrol lagi Shika-san, Lee-san, dan juga Naruto-san" Kata Menma

"Ha'i, Menma-san" Kata Lee sementara Shikamaru dan Naruto hanya mengangguk

Setelah itu Menma pergi ke kelasnya, beberapa saat kemudian Naruto, Lee dan Shikamaru pun pergi ke kelasnya.

SKIP PULANG SEKOLAH

TENG TONG

"Baiklah, pelajaran hari ini sudah cukup kita lanjutkan lagi lusa" Kata Ibiki

"Ha'i, sensei" Balas murid

Setelah itu Ibiki pun pergi dari kelas 1-E.

"Naruto-san" Kata salah satu murid

"Iya, ada apa Fujibayashi-san?" Tanya Naruto

"Etto.. Kapan kita latihan lagi?" Tanya Fujibayashi

"Besok bukannya hari libur, kalian tidak ingin istirahat?" Tanya Naruto

Teman sekelas Naruto hanya menggeleng.

"Asal kami bisa bertambah kuat sedikit demi sedikit meskipun tidak istirahat di hari libur, supaya kami bisa berpartisipasi dalam Festival Sihir antar kelas yg akan diadakan 3 bulan lagi dan menjadi salah satu dari 5 orang yg mewakili sekolah dalam The God Magic" Kata salah satu murid panjang lebar

"Huftt... Baiklah" balas Naruto dengan pasrah

"Lalu diantara kalian ada yg punya tempat untuk latihan?" Tanya Naruto

"Bagaimana kalau ditempatku saja?" kata salah seorang yg baru datang lalu diikuti seorang wanita yg berdiri dibelakangnya.

"Menma?" Bingung Naruto ada apa murid dengan peringkat 2 di angkatan kelas 1 datang ke kelas yg lemah.

"Bagaimana latihannya di tempatku saja? Aku juga ingin berlatih dengan kalian dan juga ingin berteman dengan kalian" Kata Menma dengan senyumannya

"Apa kau yakin? Kau berbeda kelas dengan kami, kelasmu itu kelas yg terdiri dari orang-orang elit sedangkan kelas kami hanyalah orang-orang biasa" Tanya Naruto

"Tidak kok aku tidak keberatan dan juga aku tidak menyukai kelasku, mereka terlalu sombong dan aku dan sepupuku tidak menyukai orang yg sombong akan kekuatan dan gelar bangsawannya" Kata Menma

"Aku malah kagum dan menyukai sifat kalian yg ingin menjadi kuat, sementara murid kelas 1-A hampir semuanya malas untuk berlatih hanya karena mereka berada di kelas unggulan dan juga mereka terlalu menyombongkan gelar bangsawannya apalagi Sasuke aku tidak menyukai sifatnya yg suka menindas orang-orang yg ada dibawahnya" Lanjut Menma

Murid dari kelas 1-E hanya terdiam dengan penjelasan dari Menma, mereka sedikit terkejut dengan sifat asli dari Menma yg dikira oleh mereka bahwa menma adalah orang yg sombong namun kata sombong dibuang jauh oleh mereka setelah mendengar perkataan Menma.

"Jadi, maukah kalian menerima tawaranku?" Tanya Menma kepada murid kelas 1-E.

"Aku tidak masalah, lalu apakah kalian akan menerima tawaran dari Menma?" Kata Naruto lalu bertanya ke teman sekelasnya.

"Ya, kalau Uzumaki-san tidak masalah kami akan terima tawarannya" Kata salah satu murid.

"Yokatta, jadi besok kalian tinggal datang ke rumahku" Kata Menma yg juga dibarengi senyuman.

"Kenapa harus kerumahmu dulu?" tanya Naruto.

"Besok kalian akan tahu" balas Menma dengan Senyumannya.

"Baiklah, kami akan datang" Balas Naruto.

"Yosh, sebelumnya aku akan memperkenalkan lagi diriku meskipun kalian sudah tahu, namaku Uzumaki Menma, kalian bisa memanggilku menma, Yoroshiku minna-san" Menma memperkenalkan dirinya.

"Dan wanita yg ada dibelakangku.." Ucapan menma dipotong oleh gadis dibelakangnya.

"Namaku Uzumaki Karin, kalian bisa memanggilku karin, semoga kita bisa berteman dengan baik, Yoroshiku Onegaishimasu" Kata Karin dengan memperkenalkan dirinya dan sore itu mereka berkenalan dan pulang bersama ke rumahnya masing-masing.

TO BE CONTINUED

Bagaimana menurut kalian, mengecewakan kah.. Maaf jika chap 2 ini mengecewakan, saya akan berusaha lagi di chapter2 selanjutnya.

Jika ada kata2 yg salah atau typo, atau apalah yg ada kesalahannya.. tolong beritahu saya, saya akan respon dengan positif dan memperbaikinya, saya masih tahap belajar dalam membuat fanfic, ini fic pertama saya.

sekian dan terima kasih

ozanlucifer out :D