ANYEONG YEOROBEUN!
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO FLAME | NO BASHING | PLEASE COMMENT
.
.
Title
Counting Stars 2
Length
N - CHAPTER
Rating
PG-18 (M)
Genre
ROMANCE, ANGST, DRAMA, VIOLENCE, YAOI
(DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
Main Cast
BAEKHYUN, CHANYEOL, DAEHYUN, YOUNGJAE
Support Cast
ALL MEMBER BAP AND EXO
Disclaimer
THIS FANFICTION IS MINE
Warning
A lot of typo *ngaks*
.
.
.
"Appaaaaaa!" terdengar teriakan 8 oktaf baekhyun yang menggema keseluruh ruangan. Ayah baekhyun pun tergesa-gesa keluar untuk menemui anak lelakinya itu.
"Waegeuraeyo baekkie?" ujar sang ayah setelah berhasil mencopot apronnya. Ternyata ayah baekhyun sedang memasak makan malam untuk keluarga kecilnya.
"Appa jahat! Nomu shireo!" teriak baekhyun seraya menghentak-hentakan kakinya memasukki kamar tidurnya dan membanting dengan keras pintu kamarnya.
"Ada apa ini?" tanya Kris, kakak baekhyun yang tidak sengaja lewat didepan kamar baekhyun. "Appa...kenapa baekhyun berteriak? Aku jadi tidak bisa melanjutkan acara tidurku." lanjut Kris dengan tampang tak berdosa.
"Aigooo..." ayah Kris melayangkan jitakan ke kepala Kris dengan mulus. "Hanya tidur saja yang kau pikirkan. Sekarang bantu ayah membujuk adikmu untuk makan. Ayah sudah siapkan makan malam yang enak buat kalian."
Kris hanya meringis mempertontonkan deretan giginya lalu berbalik arah memasukki kamar adiknya.
"Baekhyun-ah..." ujar Kris dengan kepala menjulur dari balik pintu kamar. "Kau tidak makan? Bagianmu buat aku saja ya..."
Tak ada respon dari baekhyun. 'Aigooo...anak itu sedang ngambek.'- batin Kris.
"Yak Baekhyun-ah..." Kris mencoba merayu baekhyun. "Ada masalah disekolah eoh? Kau tidak ingin bercerita pada hyung?"
Baekhyun menatap Kris dengan bibir mengerucut. "Apa ada yang mengganggumu disekolah? Siapa namanya eoh? Anak kelas berapa? Besok aku akan-"
"Tidak perlu." Baekhyun sudah tahu maksud dari sang kakak. Yah, Kris tidak akan pernah segan-segan pada orang yang membuat adik kesayangannya itu bermuka masam.
"Ok..ok..sweety..aku tidak akan bertanya lagi."
Baekhyun men-deathglare Kris. Pasalnya ia sangat tidak suka dipanggil seperti itu. "Yak! aku bukan yeoja. Jadi jangan memanggilku sweety atau baby atau apalah itu."
Kris tertawa mendengar penuturan baekhyun. "Hahahaha..ok ok fine..Yak, kkaja...appa sudah menunggu kita." ujarnya seraya menarik tangan baekhyun.
Baekhyun terpaksa berjalan dibelakang sang kakak seraya menekuk wajahnya. Sungguh hari yang menyebalkan.
.
.
.
Hari yang cerah. Udara pagi yang segar. Kicauan burung-burung yang indah. Bunga-bunga mulai bermekaran. Menandakan musim semi tiba. Kota Seoul saat ini sungguh hangat. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuruni bus yang ditumpanginya. Kali ini baekhyun sudah terbiasa dengan penyamarannya sebagai 'orang biasa'. Yah, meskipun itu artinya baekhyun pergi kesekolah tanpa mengendari mobil sportnya dan juga berpakaian layaknya murid biasa.
"Baekhyun-ah!" Sudah bisa ditebak suara siapa yang berteriak memanggilnya.
"Youngjae-ah!" balas baekhyun seraya melambai-lambaikan tangannya.
Brummmm
Youngjae melototkan matanya kearah ujung jalan. "Yak, baekhyun-ah...awas!" teriak youngjae panik
Baekhyun membalikkan badannya. Matanya melebar ketika melihat sebuah motor besar melaju dengan kecepatan tinggi menghampirinya.
Crashhh
Baekhyun memejamkan matanya. 'Tuhan...apa sekarang aku sedang sekarat? Ah, tapi tunggu dulu. Badanku sama sekali tidak sakit. Apa aku sudah berada disurga?'
Baekyun membuka matanya perlahan dan matanya kembali melebar. "Aaaaaaaaaa..." jerit baekhyun. Sungguh pagi yang menyebalkan. Bagaimana tidak? Lihat apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Seragam sekolahnya kotor dan basah terkena air genangan dan iuuuhhhh bau menyengat yang sangat-sangat menjijikan. Ingin rasanya Baekhyun menghajar habis-habisan orang yang telah merusak moodnya pagi ini.
Baekhyun melirik kearah namja yang membawa motor besar itu. Namja itu membuka helmnya dan melayangkan serigainya pada baekhyun. "Wah..wah..rupanya ada yang habis berendam dikolam hahaha."
Baekhyun mencebikan mulutnya. "Tsk...awas kau jung daehyun!"
Dengan langkah cepat, baekhyun pergi dari sana. Ia tidak ingin dipermalukan lebih dari ini. Dan youngjae pun mengikuti langkah baekhyun dari belakang. "Baekhyun-ah...apa perlu aku meminta ijin pada seongsangnim untuk bisa mengijinkanmu pulang. Lihat, kau basah dan kotor uughhh..." youngjae menutup hidungnya.
Baekhyun menghentikan langkahnya. "Aku tidak apa-apa."
"Yak, tapi kau bisa sakit dengan baju basah kuyup seperti itu."
"Tenang saja aku-"
PLUK
Baekhyun merasakan sebuah benda menutupi pandangannya. Ia meraba-raba benda itu dan menatapnya lekat-lekat. 'Baju olah raga? Milik siapa?' - batin baekhyun
"Pakai saja. Itu miliku."
Baekhyun menolehkan kepalanya dan mendapati seorang namja tinggi berdiri disampingnya. Namja itu tersenyum lalu kembali berjalan kekelas meninggalkan baekhyun yan berdiri terpaku menatap kepergiannya. Baekhyun memandang kearah hoodie biru yang kini ada ditangannya. Ia membaca name tag yang tertera disana.
PARK CHANYEOL
Terlihat senyuman yang terukir jelas disudut bibir baekhyun. Lagi-lagi namja bernama chanyeol itu menolongnya. Sebelumnya ia juga pernah menolong baekhyun saat pertama kali baekhyun menginjakkan kaki disekolah itu.
"Yak.." youngjae menyenggol pinggang baekhyun, membuatnya tersadar dari lamunannya. "Kau menyukai namja tiang listrik itu eoh?"
Baekhyun menyipitkan matanya. "Yak, katakan padaku kalau kau menyukainya." lanjut youngjae seraya menaik-naikan alisnya.
"Yak...aku tidak begitu dekat dengannya. Mengobrol dengannya saja jarang sekali. Bagaimana aku bisa menyukainya?"
"Apa kau ingin bisa dekat dengannya?" Youngjae kembali menaik-naikan alisnya dan tersenyum penuh makna. "Aku bisa membuat kalian dekat."
Baekhyun terlihat sedang berpikir. 'Kalau aku dekat dengannya, ia pasti akan tahu siapa diriku. Lalu semua akan tahu kalau aku sebenarnya seorang idol ...ah tidak...tidak...bisa gawat' - baekhyun menggeleng-gelengkan kepalnya, mencoba menghilangkan mimpi buruknya. Baekhyun belum siap untuk dikepung oleh ribuan fansgirlnya disekolah. Ok mungkin ini agak berlebihan. Tapi apa kalian tahu? Fansgirl baekhyun sangat fanatik!
PUK
Youngjae menepuk pundak baekhyun. " Yak, kau kenapa?"
Baekhyun kembali sadar dari lamunannya. "Ah...tidak...bel sudah berbunyi. Kkaja..." ujar baekhyun seraya menarik youngjae kekelas.
GRAKKKK
Pintu kelas bergeser, menampilkan 2 namja yang kini ditatap tajam oleh Cho seongsangnim, guru matematika yang super duper galak.
"Baekhyun-sii, youngjae-sii, kenapa kalian terlambat masuk kelas ?!" selidik sang guru. "Dan kau baekhyun-sii, kemana baju seragammu?" Cho seongsangnim menatap lekat Baekhyun yang memang tidak memakai seragam sekolah - karena seragamnya basah dan kotor - dan hanya memakai seragam olah raga. "Bukankah hari ini tidak ada pelajaran olah raga?" lanjutnya
Baekhyun dan youngjae saling beradu pandang. "Emmm..itu..Begini saem...tadi baekhyun-"
"Aku tidak sengaja terpeleset di toilet saem. Seragamku basah dan kotor jadi aku terpaksa memakai baju olahraga." sela baekhyun.
Cho seongsangnim terlihat mengerutkan dahinya. "Lain kali jangan ceroboh lagi. Kalian berdua kembali ke bangku kalian. Dan untuk semuanya, buka halaman 100-200. Silahkan kerjakan soal yang ada dan kumpulkan setelah bel istirahat berbunyi!"
Sontak semua murid yang ada disana berteriak malas. Lagi-lagi cho seongsangnim memberikan tugas yang sangat berat. Uhhhh sangat menyebalkan.
Baekhyun berjalan menghampiri bangkunya. Ia tidak sengaja bertemu pandang dengan salah seorang namja yang paling ingin dia tendang ke kutub utara atau menenggelamkannya disamudra antartika, siapa lagi kalau bukan Jung Daehyun. Daehyun terlihat menyeringai kearahnya dengan raut muka meremehkan. Sungguh rasanya baekhyun ingin menonjok muka namja itu sekarang juga kalau saja Cho seongsangnim tidak meneriakkan namanya - lagi - karena ia tidak segera duduk dan membuka buku pelajaran.
.
.
.
Perjalanan yang melelahkan. Ya itulah yang dirasakan baekhyun sekarang setelah berjalan dari sekolah sampai kerumahnya karena bus yang biasa ditumpanginya sedang tidak beroperasi. Jadi ia terpaksa pulang dengan berjalan kaki.
"Hah~ lelah sekali," teriaknya seraya menghempaskan diri diatas kasur, menatap langit-langit kamarnya.
Baekhyun kembali bangun dari tempat tidurnya dan mengendus-endus badannya. "Sebaiknya aku segera mandi." Ia pun berjalan ke kamar mandi lalu melepaskan baju olah raga yang dikenakannya. Ia mengamati hoodie biru yang kebesaran untuk ukuran tubuhnya itu. Wajahnya memanas ketika ia mencium bau maskulin yang melekat pada hoodie biru itu dan ia kembali teringat kejadian tadi pagi. Membuat jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya dan seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan diperutnya. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha menghilangkan rasa aneh yang tiba-tiba muncul.
"Apa yang kupikirkan?" gumamnya seraya melemparkan hoodie biru itu kedalam keranjang pakaian lalu menyalakan shower dan berdiri dibawahnya. Merasakan terpaan air hangat yang membasuh lembut kulit susunya.
.
.
.
BRUMMM
Sebuah motor sport melaju dengan kecepatan tinggi. Motor itu meliuk-liukan badannya, mendahului kendaraan yang melaju di jalan raya, menerobos ke dalam sebuah terowongan lalu keluar kembali. Motor itu kini menaiki bukit yang cukup sepi dan berhenti tepat didepan gerbang besar. Sang pengendara motor itu melayangkan sebuah kode untuk membuka pintu gerbang lalu kembali melajukan motornya. Pengendara motor itu pun turun dari motor dann berjalan memasuki pintu rumah yang bisa dibilang sangat besar itu.
"Tuan muda. Anda sudah kembali."
Namja itu menolehkan kepalanya dan mendapati seorang maid membungkukan badannya dengan hormat.
"Tidak ahjuma. Aku akan segera pergi kembali." ujar namja itu.
"Ya Chanyeol-ah...kau ingin pergi kemana lagi?" ujar seorang pria paruh baya yang kini berjalan menuruni tangga diruang tengah.
"Kakek..." lirih Chanyeol
"Kau menapakan kaki kembali dirumah ini. Itu artinya kau tidak bisa pergi dengan mudah." ujar pria tua itu.
"Maafkan aku kakek. Tapi aku hanya ingin mengambil barang-barangku yang tertinggal." ujar Chanyeol datar seperti biasa.
Pria tua yang dipanggil kakek itu menampakkan seringainya. "Kau kira aku sedang bermain-main dengan kata-kataku?"
PLOK PLOK
Sebuah tepukan dari tangan pria tua itu membuat 2 namja berbadan kekar mendekat kearah chanyeol dan mengunci pergerakan kedua tangannya.
"Lepaskan.." geram Chanyeol. "Apa yang sebenarnya kau inginkan pak tua?!"
Kakek Chanyeol menyeringai seraya berjalan mendekati Chanyeol. "Kau adalah generasi ke-4 penerus clan kita. Kau yang nantinya akan memimpin clan kita dan meneruskan usaha keluarga kita."
"Aku tidak pernah bilang kalau aku mau menerimanya." desis Chanyeol
"Dasar bocah tengik. Kau ingin menentangku?" geram pria tua itu. "Baiklah...kita lihat apa yang bisa kau lakukan."
Satu perintah dari kakek Chanyeol membuat 2 namja berwajah sangar yang mencengkram tangan chanyeol kini menggeretnya.
"Sudah ku bilang lepaskan aku." geram chanyeol dan dengan sekali gerakan Chanyeol berhasil lepas dari cengkraman kedua namja itu.
Dan kini Chanyeol dikepung oleh beberapa namja bertubuh lebih besar dan kekar dari sebelumnya. Ia melirikkan matanya, menghitung berapa banyak orang yang mengepungnya. 1..2..3...7... tujuh namja berbadan besar mengelilinginya bersiap-siap untuk menggeretnya. 'Shit!'- batin Chanyeol. Ia paling malas kalau harus berkelahi. Tapi disaat seperti ini dia tidak punya banyak pilihan.
BUKKK
1 namja tumbang dengan sekali pukukan dirahangnya.
BUKKK
1 lagi namja tumbang dengan tendangan telak diperutnya, membuatnya memuntahkan darah segar.
CETIK
Ekor mata Chanyeol tertuju pada darah yang tercecer dilantai. Oh tidak...kini mata Chanyeol terlihat seperti serigala yang mendapatkan sang mangsa. Warna merah dari darah terpantul indah dimata elang miliknya.
"Kalian ingin bermain-main denganku hah?!" gertak Chanyeol dengan seringai disudut bibirnya, menampilkan gigi taringnya. Sepertinya sisi lain dari Chanyeol yang sedang tertidur kini terbangun. Chanyeol mengeser badannya sedikit menjauh lalu memasang kuda-kuda, bersiap menghajar segerombolan namja yang mengepungnya.
SYUTTT BUKKK BUKKK
Satu per satu namja yang mengepungnya tumbang dengan tinju dan tendangan yang dilayangkannya keseluruh penjuru arah. Chanyeol terlihat seperti singa yang sedang mengamuk dengan tangan penuh darah meskipun darah itu bukan darah miliknya.
"Sebaiknya kalian berpikir dulu siapa yang kalian hadapi sekarang." ujar Chanyrol seraya menatap tajam segerombolan namja yang tumbang dihadapannya.
Chanyeol berjalan ke kamarnya, mengambil barang-barang miliknya lalu pergi meninggalkan semua kekacauan yang terjadi disana
"Kau benar-benar pemimpin generasi penerus clan, Park Chanyeol." gumam kakek Chanyeol setelah melihat apa yang terjadi tepat didepan matanya. Terlihat seringaian yang terukir diwajah pria tua itu.
.
.
.
Alunan musik yang indah. Ribuan bintang yang menghiasi langit malam. Ah~ sungguh indah. Ini lah kegiatan yang dilakukan youngjae sekarang. Menikmati udara malam dari atas balkon rumahnya. Meskipun rumah yang dihuninya terbilang kecil, tapi rumah yang dimilikinya ini sangatlah nyaman. Rumah yang dihuni oleh dirinya dan kakek beserta hyungnya.
Brakkkkk
Suara dobrakan pintu mengusik kenyamanan youngjae. Ia pun pergi menuruni tangga untuk mengecek siapa yang malam-malam begini berani mengusik kenikmatannya. Mata youngjae melebar melihat seorang namja berdiri didepan pintu dengan koper besar ditangannya.
"Yak, Park Chanyeol! Apa yang kau lakukan dirumahku?!" geram youngjae melihat engsel pintu depan rusak.
"Aku tidak sengaja melakukannya," ujar Chanyeol seraya mempertontonkan deretan gigi putihnya.
"Kau..." youngjae menunjuk-nunjuk chanyeol dengan muka memerah karena murka.
"Oo.. kau sudah datang." sebuah suara menginterupsi. "Kau membawa banyak sekali barang. Kkaja...kuantar kau kekamar."
Youngjae ber-jawdrop ria mendengar perkataan hyungnya. "Himchan hyung...apa yang kau katakan barusan hah?!"
"Wae? Ah~ aku lupa memberitahumu bahwa chanyeol akan tinggal ditempat kita mulai hari ini."
"Whaatttt?" teriak youngjae. "Yak, chanyeol-ah. Kau membuat keributan lagi dirumahmu eoh?" selidik youngjae.
Yah...inilah kenyataan yang sebenarnya. Chanyeol adalah teman youngjae sejak kecil. Jadi sudah jelas kalau Chanyeol membawa banyak barang kerumahnya itu pasti karena ia ingin menginap dirumahnya. Tapi kali ini barang yang dibawanya lebih banyak dari yang biasanya. Apa artinya dia minggat dari rumahnya? Youngjae benar-benar tidak habis pikir dengan temannya yang satu itu.
"Yak hyung...tunggu dulu...kalau anak ini ingin tidur disini, dia harus membayar uang sewa kamar." ujar youngjae
"Yak youngjae-ah...kau ini apa-apan? dia temanmu sendiri." balas himchan
"Baiklah..."
Himchan dan Youngjae serentak menoleh kearah chanyeol. "Aku akan membayar sewa kamar." ujar chanyeol mantap. "Tapi sekarang aku sedang tidak membawa uang." lanjutnya seraya kembali memamerkan giginya.
"Ok...untuk uang sewa kau boleh membayarnya diakhir bulan.." ujar youngjae layaknya bapak-bapak kost.
"Ok..deal.." dan mereka berdua pun berjabat tangan, sedangkan Himchan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
'Bocah-bocah yang aneh' - batin Himchan
.
.
.
TBC
.
.
Bagaimana reader-nim? Apa teka tekinya sudah terjawab? Kkkkkkk
Sekian dulu...dan tunggu jawaban teka teki di chapter selanjutnya *author sok misterius *ditabokin readers
.
.
Thanks for your review
Mind to review again?
