Review chap kemarin..

"Percayalah, aku mencintaimu. Aku bahkan belum bertemu dengannya. Ku mohon mengertilah."

"Aku menyesal, menolakmu untuk bertemu dengan kedua orang tuamu." ujar Irene dengan penyesalan.

"Tidak ada yang perlu disesali, dan nanti sore keluarga kami akan bertemu."

"Secepat itu!?"

.

.

Tittle: Marriage not dating

Cast: Park Chanyeol (23yo), Byun Baekhyun (22yo) ,Etc.

Genre: Romance, Drama.

Rating: T-M

.

.

Chanyeol yang menjadi CEO di suatu perusahaan dan terkenal akan ke-brengsek-annya, namun apa jadinya bila dia bertemu dengan yeoja mungil yang membawa dampak baik baginya?

.

.

WARNING! GS FOR UKE. NO BASH. NO COPY-PASTE (?). GASUKA LEBIH BAIK GAUSAH BACA.

.

.

.

Chanyeol berjalan meninggalkan café, kepalanya sedikit pening. Masalah baru kembali datang kepadanya, cukup membuatnya sedikit dilema. Ya tentu, ini masalah dirinya dengan kekasihnya, Irene. Kekasihnya ini baru saja meminta untuk di-nikahi secepatnya. Astaga, bukankah itu sangat mendadak dan terlalu terburu? Untuk menikah dengan anak rekan kerja Appanya saja belum terselesaikan, dan sekarang? Huh.

Chanyeol menundukan kepalanya begitu saja, tidak lupa juga kacamata hitam ia pakai. Tentu saja untuk menghindari para wartawan gila serta beberapa kaum hawa yang terus mengikutinya. Well, Chanyeol memang cukup terkenal sebagai CEO ter-muda di Seoul. Tangan kanannya ia selipkan di salahsatu kantong celana kerjanya, cool. Dahinya masih saja mengekerut, dan pikirannya sangat kalut.

"Chanyeol!"

Teriakan seseorang yang Chanyeol yakini adalah yeoja, terdengar begitu kencang seakan menusuk telinganya. Dengan cepat ia menolehkan kepalanya dengan perlahan.

"Luhan Noona?" ujar Chanyeol dengan raut wajah bingung. Pasalnya, Luhan yang ia ketahui ini sedang Honeymoon. Dan.. Oh Astaga! Apa ia sudah pulang?

"Kau tambah tinggi saja, jerapah!" Ledeknya ketika sudah sampai tepat di depan Chanyeol. Nafasnya masih terengah-engah, bukti bahwa ia lelah mengejar dongsaengnya ini.

"Nonna, kenapa bisa disini?" tanyanya bodoh yang langsung seketika mendapatkan satu jitakan keras di kepalanya.

"Aish! Appo.. Nonna kenapa memukulku?" kesal Chanyeol seraya mengusap pelan kepalanya yang sakit akibat ulah kakaknya ini. Well, Luhan memang kakak kandung dari Chanyeol. Dirinya baru saja sampai dari Pulau Jeju bersama suaminya. Oh Sehun.

"Karena kau bertanya hal bodoh! Sudah rasakan itu!" ujarnya seraya meninggalkan Chanyeol yang tengah mematung melihatnya masuk ke dalam kantor.

"Astaga noona! Kau mau apa?" kejar Chanyeol dengan raut kesalnya. Hancur sudah mood Chanyeol untuk hari.

.

.

Baekhyun mengecek kembali arlojinya. Mata puppy nya membulat ketika melihat waktu yang sudah menunjukan pukul 14.30 KST. Oh, bahkan jantungnya berdegup sangat kencang hari ini. Baekhyun dengan cepat membereskan perlahan berkas-berkas cukup pentingnya. Hari ini ia memang akan pulang cepat, tentu kalian tahu bukan alasannya?

"Baekhyunie?"

Suara halus namun terkesan dingin ini membuyarkan lamunan Baekhyun.

"Kris Sajangnim?" kaget Baekhyun seraya membungkukan badannya dengan cepat. Baekhyun memang sangat sopan dengan orang yang lebih tua darinya.

"Um, apa kita bisa bicara?" tanya Kris lagi dengan senyum tipis di akhir. Menurutnya, Baekhyun termasuk karyawan yang sangat mematahui peraturan kantor. Tidak pernah terlambat, dan selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

Baekhyun menatap kembali arloji di tangannya, "Ma..maaf Kris Sajangnim. Hari ini aku ada janji dengan orang tua ku, mungkin besok kita bisa bicarakan lagi." tolaknya dengan lembut, meski raut kecemasan tercipta dengan jelas di wajahnya.

Kris membuang nafasnya, "Baiklah, apa kau ingin pulang?" tanya kembali masih dengan senyum manisnya. Yeoja mungil di depannya ini hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Cha, aku antar. Kebetulan seluruh tugasku sudah selesai."

"Tidak ada penolakan, Byun Baekhyun." sambungnya cepat saat melihat mulut Baekhyun yang terbuka siap untuk bicara.

Baekhyun tersenyum kikuk dengan atasannya ini, dirinya dengan segera mengambil tas di atas meja lalu memakainya dan mengikuti Kris untuk ke parkiran. Tidak lupa juga, beberapa tatapan para temannya yang merasa sangat iri dengan Baekhyun.

"Kris Sajangnim, terimakasih sudah mengantarku. Maaf jika merepotkan,"ujarnya saat mobil bermerk Lamborghini Veneno milik Kris berhenti tepat di halaman rumahnya.

"Jika sedang tidak di kantor, panggil saja aku Kris, Baekhyun-ah. Dan kau tidak merepotkanku sama sekali." Ujarnya lagi-lagi dengan senyuman manis, membuat bulu kuduk Baekhyun sedikit berdiri.

"Ah em, baiklah. Sampai jumpa besok K..ris." ujar Baekhyun seraya membuka pintu mobil dan berlari kecil meninggalkan Kris yang terkekeh melihat tingkah Baekhyun yang sangat mirip seperti anak anjing.

'Andai kau mengerti perasaanku, Baekhyun-ah.'

.

.

Baekhyun beserta keluarganya baru saja keluar dari mobil. Baekhyun yang hari mengenakan maxi dress berwarna biru dongker dengan bustier yang terdapat lace diatasnya, terlihat bak seorang putri yang baru saja keluar dari Mansion. Beberapa yeoja yang sedang berlalu-lalang bahkan memandang takjub tubuh Baekhyun saat ini. Baekhyun yang mengetahui bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian dengan terburu mengikuti langkah kedua orang tuanya dengan cepat.

"Maaf jika menunggu lama," suara Tuan Byun mengintrupsikan bahwa dirinya baru sampai. Terlambatnya Keluarga Byun untuk datang dipertemuan ini, tentu saja ulah Baekhyun yang merengek agar acara ini dibatalkan. Astaga, seperti anak kecil bukan?

"Ah tidak apa Byun, silahkan duduk," suara tidak kalah beratnya mempersilahkan tamunya untuk duduk. Tuan Park sendiri sengaja untuk membuat janji di Restoran Kimchi Carnitas Fries miliknya. Hell, bukannya ia tidak ingin membuang-buang uang. Tetapi jika dirinya saja mempunyai restoran, kenapa tidak di manfaatkan?

Baekhyun tersenyum kearah Tuan dan Nyonya Park. Dirinya cukup tercengang melihat postur tubuh Nyonya Park yang sangat langsing, serta wajah cantiknya. Astaga! Bahkan dirinya sama sekali tidak terlihat tua, padahal usianya sudah mengijak kepala 4.

"Kau yang bernama Byun Baekhyun?" tanya Nyonya Park dengan nada bicara sangat lembut,

"Ah ne, eommani.." jawabnya cepat tidak kalah lembutnya.

"Ah maaf, aku baru saja kembali dari toilet."

Suara berat dengan nada bicara datar, menggema hingga seluruh ruangan. Membuat seluruhnya menolehkan kepalanya melihat 'siapa' namja bersuara berat ini.

Baekhyun yang baru saja tersenyum, perlahan menegang mendengar suara berat yang sangat persis dengan 'seseorang' di masa lalu nya. Tidak ingin, terus digeluti rasa penasaran, Baekhyun dengan cepat mendongakan kepalanya, melihat siapa-pelaku-suara-berat-ini.

"Chanyeol-ssi?" lirihnya dengan tidak percaya. Baekhyun membuka sedikit mulutnya, bahkan lidahnya sangat kelu untuk berbicara setelah ini. Dan Baekhyun sangat ingin sekali mengubur dirinya hidup-hidup saat ini juga.

"Ka..kau? Kacamata?" lirih Chanyeol tidak kalah tercengangnya.

.

Flashback on.

"Chanyeol-ssi, aku menyukaimu." ujar yeoja berkacama bulat dengan rambut yang ia kuncir dua. Di tangannya terdapat sebuah coklat yang ingin ia berikan untuk sunbaenimnya ini. Dan tangan satunya lagi, ia gunakan untuk menarik rok pendek berwarna abu-abu terlihat sangat pas di tubuhnya meski terlalu pendek baginya. Yea, Baekhyun tengah duduk di bangku SHS. Dan ia sangat tidak nyaman dengan penampilannya ini. Tentu saja, ini semua ulah sahabatnya –Yixing– yang menyuruhnya untuk memakai ini semua.

Chanyeol tertawa dengan sangat gelinya. Bahkan tangannya memegang perutnya, tanda bahwa sakit jika tertawa terlalu lama. Sehun serta Jongin yang terkenal sama 'brengsek' nya dengan Chanyeol ikut tertawa, meski Sehun tidak tahu apa yang harus ia tertawakan.

"Apa kau bilang? Kau menyukaiku? Siapa namamu?" tanya Chanyeol seraya mencengkram bahu Baekhyun sangat keras, membuat yeoja ini meringis kesakitan.

"Asshh… sa..kit.. chanyeol-ssi. A..ku.. Byun Baekhyun.." ringis Baekhyun dengan wajah yang ia tundukan, jemari mungilnya menekan coklat di tangan tanda akan sakit itu. Air mata nya sudah berada di pelupuk mata, bahkan ia rasa sudah jatuh membasahi pipi.

"Jika berbicara denganku, tatap wajahku kacamata!"teriak Chanyeol seraya menarik dagu bawah Baekhyun untuk ia dongakan *ngerti kan?._.*.

Deg.

Hati Chanyeol terasa sangat nyeri melihat air mata Baekhyun yang menetes begitu saja tepat di depannya. Chanyeol merasa dirinya terlalu jahat saat ini. Chanyeol yang tidak ingin terus-menerus melihat air mata Baekhyun mengalir, dengan cepat ia menyesap bibir ranum Baekhyun. Menyesapnya dengan sangat kasar, lidahnya dengan lihai bermain di dalam rongga mulut Baekhyun, mengabsen apa saja yang berada di sana.

Baekhyun yang masih tercengangnya mendapat 'ciuman panas' dari seorang Park Chanyeol akhirnya tersadar, ini tidak benar. Tangan mungilnya memukul-mukul keras dada bidang Chanyeol, persediaan oksigennya mulai menipis.

Chanyeol yang terbawa suasana, dengan cepat mengunci kedua tangan Baekhyun di dinding sekolah. Lidahnya terus bermain di dalam sana, tidak memperdulikan sama sekali 'korban' nya yang kehabisan nafas saat ini.

Jongindan Sehun yang masih berada di TKP dengan cepat mengusir seluruh siswa yang sedaritadi menyaksikan kejadian ini. Mereka berduapun ikut pergi meninggalkan Chanyeol berdua dengan Baekhyun di koridor sekolah yang masih berciuman panas.

"Ahh…" satu lenguhan tidak sengaja Baekhyun keluarkan ketika lidah Chanyeol menjilat lehernya, satu gigitanpun Chanyeol berikan di leher mulus itu. menimbulkan bercak merah keunguan. Air matanya bahkan terus mengalir, membuat ciuman ini di bumbui rasa asin karena air matanya.

"Hosh hosh hosh.." nafas keduanya terdengar terengah-engah tanda 'ciuman panas' itu baru saja berakhir. Baekhyun bahkan tidak menyangka hal ini akan terjadi pada dirinya.

PLAK.

Satu tamparan cukup keras mengenai pipi Chanyeol, Air mata Baekhyun terus saja mengalir dengan derasnya. Tangan mungilnya bergetar, tidak menyangka jika akan melakukan ini.

"Ka..kau! brengsek.. hiks." Ujarnya seraya berlari meninggalkan Chanyeol dengan satu buah coklat yang tergeletak di bawah kaki Chanyeol.

Chanyeol sendiri tidak tahu kenapa ia melakukan hal ini pada Baekhyun. Banyak adik kelasnya yang sering menyatakan perasaan padanya, dan mungkin Chanyeol hanya akan mengabaikannya begitu saja. Tetapi jika dengan Baekhyun… berbeda.

Chanyeol yang tersadar jika ada ada sesuatu di bawah sana dengan cepat mengambilnya. Ini coklat pemberian Baekhyun. Dan dengan seribu rasa bersalah ia membawa coklat itu pergi.

Flashback off.

.

"Aigoo.. kalian sudah mengenal?" ujar Nyonya Park dengan senyum mengembangnya. Hatinya sangat lega, melihat kedua orang yang akan menjadi pasangan ini. Toh dirinya tidak perlu lagi repot-repot untuk menyatukannya.

Kejadian beberapa tahun lalu, seakan kembali berputar di kedua otak 'pasangan' ini. Tidak sadar, keduanya menggelengkan kepalanya dengan cepat meski tidak ketara. Dan menarik nafas panjang bersamaan. Jodoh?

"Ne..eomma." ujar Chanyeol seraya mendudukan dirinya berhadapan dengan Baekhyun yang masih menunduk.

Chanyeol sebenarnya tidak percaya ketika melihat penampilan Baekhyun saat ini, lihat saja tubuh rampingnya, bokongnya yang berisi –meski ia belum lihat–, payudara yang terlihat besar, dan wajahnya yang sangat cantik, dengan polesan eyeliner di sekitar matanya. Jauh berbeda dengan apa yang ia temui beberapa tahun lalu.

"Jadi, kalian sudah tahu kan. Maksud kami mempertemukan kalian berdua?" ujar Tuan Park memandang Chanyeol dan Baekhyun secara bergantian.

"Ne..Aboeji/Appa." ujar keduanya yang lagi-lagi secara bersamaan.

"Baiklah, pernikahan kalian akan kami adakan 4 hari lagi."

Chanyeol dan Baekhyun lagi-lagi dengan seksama membulatkan kedua bola matanya. Chanyeol memandang kesal kedua orang tuanya, begitu juga Baekhyun. Bukankah. Ini. Terlalu. Cepat?

"Eomma…" rengek Baekhyun pelan memandang melas kedua orang tuanya.

Gemas akan tingkah Baekhyun, Nyonya Park dengan cepat mencubit pelan pipi merah Baekhyun. "Aigoo Baekhyunie.. kenapa kau sangat imut eoh?"

Baekhyun hanya menunduk malu dengan semburat merah di wajahnya. Dan semuanya hanya terkekeh melihat tingkah lucu Baekhyun yang sangat ke-kanakan, terkecuali Chanyeol tentunya.

.

.

.

.

Baekhyun kini tengah terdiam dengan arah pandang terus menuju kakinya. Bahkan jantungnya berdegup lebih kencang saat ini. Well, asal kalian tahu saja, Baekhyun seperti ini karena ulah sang eomma yang baru saja pulang. Yeah, dirinya di tinggalkan berdua begitu saja dengan namja di masa lalunya. Chanyeol.

Bayangkan! Chanyeol.

Uh astaga, membayangkannya saja sudah membuat jantung berdegup kencang.

"Baekhyun," panggilan Chanyeol seketika membuat jantung Baekhyun serasa ingin meloncat dari tempatnya.

Baekhyun memberanikan menatap mata Chanyeol, "N..e?"

"Aku ingin meminta maaf." ujarnya terus-terang, Chanyeol memang tipikal namja yang sangat tidak suka berbasa-basi. Maka tak ayal dirinya dirinya dikenal akan sikap dingin dan cueknya.

"Unt..uk?" ujarnya dengan nada bicara gugup.

"Kejadian beberapa tahun lalu. " ujar Chanyeol dengan nada sangat datar.

Baekhyun sedikit tercengang mendengar penuturan Chanyeol. Dirinya bahkan tidak percaya jika Chanyeol ingin meminta maaf. dan lagi.. Baekhyun tidak percaya jika Chanyeol masih mengingat kejadian 'itu'.

"Ti..tidak apa. Aku sudah melupakannya." ujarnya menjawab masih dengan nada lembutnya. Chanyeol yang mendengar hal itu dengan segera membuang nafasnya. Tidak mengucapkan embel-embel terimakasih ataupun yang lainnya.

Baekhyun merasa sangat nyaman dengan dirinya yang berada di sisi Chanyeol. Dan Baekhyun juga merasa perasaan itu kembali muncul setelah beberapa tahun belakangan ini hilang.

"Kenapa?" tanya Baekhyun membuat Chanyeol menatapnya dengan bingung,

"Kenapa kau.. menerima perjodohan ini?" lanjutnya masih dengan tatapan menuju mata Chanyeol. Berusaha membaca isi pikiran namja ini, meski ia tahu tidak akan bisa.

"Agar jabatanku sebagai CEO tidak dialihkan kepada orang lain." Jawabnya seraya menyenderkan tubuh kokohnya di kursi.

Hati Baekhyun serasa menciut mendengar ini semua, tidak adakah alasan lain selain pekerjaan? Baekhyun tersenyum dengan kecut, "Oh.."

"Ah aku lupa. Jika kita sudah menikah nanti, jangan pernah sekalipun ikut campur urusanku! Dan satu lagi! jangan mengganggu hubunganku dengan kekasihku." Ujarnya dengan sedikit penekanan di kata 'kekasihku.'

Deg.

Lidah Baekhyun terasa kelu kembali dengan seketika, entah mengapa hatinya sangat sakit mendengar ini. Tidak tahukah Chanyeol, bahwa perasaan itu kembali muncul?

"Baik, Chan..yeol. Bisa kau antar aku pulang? Ini sudah larut." ujar Baekhyun yang hanya ingin mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin terus merasakan sakit terlalu lama. Dan mungkin keputusannya ini terbaik.

Chanyeol memandang Baekhyun dengan tajamnya, sikap Baekhyun padanya berubah dengan cepat. "Apa perkataanku ada yang salah?" tanya Chanyeol dengan nada bicara dingin.

"Ti..dak." ujar Baekhyun masih berusaha menahan air matanya.

"Oh."

Chanyeol dengan segera berdiri meninggalkan Baekhyun yang masih terpaku akan sikap dingin Chanyeol padanya, "Kau ingin pulang atau tidak? Setelah ini aku masih ada acara!" tegasnya dengan datar dan menusuk.

Baekhyun dengan cepat berdiri dan berjalan cepat mengikuti Chanyeol. Air matanya ia seka dengan cepat. Sakit.

.

.

Mobil mewah keluaran terbaru milik Chanyeol baru saja berhenti tepat di depan halaman rumah Baekhyun. Tidak mereka ketahui, kedua orang tua Baekhyun tengah memperhatikan mereka dari dalam. Mungkin kalian bingung, dari mana Chanyeol tahu arah jalan rumah Baekhyun, yeah Nyonya Park sudah memberi seluruh info tentang Baekhyun. Meski Chanyeol mendengarnya cuma-cuma.

Chanyeol melirik Baekhyun yang tengah duduk di sampingnya ini, nafasnya ia buang begitu saja. Yeoja mungil ini dengan damai nya tertidur cukup pulas, dan Chanyeol baru menyadarinya.

"Aish! Kau menyusahkan saja, kacamata." umpat Chanyeol, seraya melepaskan sabuk pengaman di badan Baekhyun, membuat jarak keduanya sangat dekat. Bahkan Chanyeol dapat mendengar deruan nafas Baekhyun yang sangat halus.

"Ch..chanyeol?"

Skakmat.

Chanyeol dengan terburu kembali duduk seperti semula, jantungnya berdegup sangat kencang. Ia tidak tahu harus memberi alasan apa pada Baekhyun.

"I..ini tidak seperti yang kau lihat. Aku hanya ingin melepas sabuk pengamanmu. Kau tertidur dan oleh karena itu.. aku berniat membawa mu masuk. Ternyata kau sudah bangun." jelas Chanyeol panjang lebar seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

BLUSH.

Pipi Baekhyun seketika merona mendengar penuturan Chanyeol. Dirinya sedikit menyesal karena harus terbangun di waktu yang tidak tepat. Kepalanya ia tundukan, tentu agar Chanyeol tidak melihat rona merah di wajahnya.

"Pulanglah." perintah Chanyeol dengan singkat,jelas, serta padat.

Baekhyun mendongakan kepalanya, manik matanya masih tidak berani menatap Chanyeol. "Ter..imakasih Chanyeol. Maaf merepotkan." ujarnya cepat seraya membuka pintu mobil.

GREP.

Tangan besar Chanyeol menahan Baekhyun secara spontan, "Jaljayo."

.

.

TBC

A/n:

Hello hello!

Maaf telat update, sebenernya mau update senin… tapi wifi mati+kuota abis xD. Jadi baru bisa update sekarang, maaf *bungkuk*.

Makasih untuk review, favorite, serta follow di Chapter 1. Aku ndak nyangka responnya cukup baik, hehee.. makasih guysss *cium*

Okeee, 15+ review? Next^^