"Ada yang bisa saya bantu, agasshi?" suara lembut itu memecah kebingungan pelanggan yang sedang sibuk memilih menu makanannya.
Lee Sungmin, gadis ini bekerja di sebuah mini café yang tak jauh dari kawasan Gyeongju—kawasan tempat tinggalnya. Bekerja untuk memenuhi kehidupannya dengan sang eomma, tinggal berdua di rumah sederhananya. Tentu mereka tidak akan selalu bergantung pada Kangin, 'kan? Bahkan Sungmin membiayai sekolahnya dengan uangnya sendiri. Benar-benar gadis yang mandiri.
"Beef Pepper Rice, Frozen Yogurt Dessert, dan Tropical Rainbow." Jawab si pembeli. Sungmin segera mencatat pesanan itu dan bergegas menuju dapur. "Baiklah, tunggu 15 menit, agasshi."
The Destiny
haosungmin's presented
Cho Heechul
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Jungsoo
Lee Hyukjae
1,423 words
GS, romance, hurt, sad, OOC, typo(s)
-OoO-
Matahari menyembul dari peraduannya, memancarkan sinarnya untuk membantu semua makhluk hidup dalam beraktifitas. Semangat menjalani hari-hari seperti biasanya. "Selamat pagi, eomma!" teriak Sungmin sambil menuruni tangga. "Selamat pagi juga, Sungminnie." Jawab Leeteuk seraya menata meja makannya.
"Eomma hari ini berangkat kerja, bukan?"
"Tentu saja. Bagaimana tidurmu semalam?"
Sungmin meminum segelas susu yang telah di sediakan. Lalu menyeka sisanya yang menempel di bibirnya. "Tidurku nyenyak sekali, sangat nyenyak." Ujarnya dengan tersenyum manis.
"Eomma, aku berangkat dulu ne? 15 menit lagi masuk. Aku menyayangimu." Lanjutnya. Sungmin beranjak dari duduknya dan mengecup kening Leeteuk. Sedangkan yang dicium tersenyum indah.
'Eomma juga menyayangimu, sayang."
.
"Selamat pagi, anak-anak." Min seonsaengnim memasuki kelas dengan gaya elegannya. Bak seorang model yang berada diatas catwalk. "Minggu depan akan ada test, siapkan semuanya. Aku tak ingin ada nilai buruk di kelasku. Mengerti?" ucapnya tegas.
Terdengar desahan dari murid-murid di kelas ini. Namun pada akhirnya mereka akan menjawab, "Mengerti, ssaem."
"Sekarang keluarkan buku kalian, kita akan kejar materi untuk test besok."
.
"Lee Sungmin, bisa kah kau maju untuk mengerjakan soal ini?" ucap Min seonsaengnim seraya menunjuk Sungmin—yang duduk di barisan depan, tentunya setelah menerangkan materi yang menyangkut tentang soal yang baru saja diberikannya. "Ne, seonsaengnim." Sungmin beranjak dari kursinya dan segera mengerjakan deretan soal matematika di papan tulis.
Terlihat di ujung belakang ada sepasang mata sedang memandang rendah sosok yang sedang menulis di depan.
.
Kyuhyun POV
Cih, pasti dia tidak akan bisa mengerjakannya. Dia tidak mengerti bagaimana Min ssaem jika sudah memberi soal. Lihat saja anak-anak di kelas ini. Tak ada satupun yang berani menampakkan muka di hadapan guru gila ini.
Dia siapa? Murid baru saja sudah belagu. Lihat saja kau, pasti akan dihu—
"Jawabanmu benar. Kau bisa duduk, Lee Sungmin. Buat murid lain, contoh dia. Dia bahkan tergolong murid baru, tetapi tidak takut untuk menjawab soal di depan."
What? Dia bisa menyelesaikannya. Lumayan pintar juga ternyata. Lihat saja nanti. Kau akan menjadi rivalku, Lee Sungmin.
Kyuhyun POV end
.
"Min, kau pintar juga! Tak kusangka kau bisa mengerjakan soal itu. Kau tahu, Min seonsaengnim itu guru yang biasa memberi soal dengan tingkatan olimpiade. Dan kau bisa menyelesaikannya itu sungguh hebat! Biasanya murid di kelas jika di tunjuk tidak akan maju dan ujung-ujungnya akan dilempar kepada Cho Kyuhyun." Ucap Hyukjae panjang lebar. Mereka berdua jalan berdampingan menuju kantin disaat jam istirahatnya.
"Kau berlebihan, Hyuk. Itu karena aku memahaminya saja. Tidak lebih."
"Tapi kau hebat, Min! Sungguh."
Percakapan mereka terhenti ketika ada seorang namja yang memanggil salah satu diantaranya. "Hyukkie!" Hyukjae menoleh. "Ne? Waeyo?"
Namja itu—Lee Donghae segera saja bergabung dengan mereka. Duduk dihadapan Hyukjae dan Sungmin dalam satu meja disana. "Bagaimana harimu, chagi?"
Segera Sungmin menolehkan kepalanya, menyipitkan matanya ke Eunhyuk—nama panggilan Hyukjae layaknya menyelidik. "C-chagi? Kau berpacaran dengannya?" tanyanya lirih.
"Hehe, iya Sungminnie. Peace!" jawab Eunhyuk sambil menunjukkan gummy smile nya dengan mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya membentuk symbol "V".
"Ya! Kenapa kau tak cerita kepadaku kalau kau sudah mempunyai namjachingu? Kau harus mentraktirku, Hyukjae-ssi." Sungmin merengut—tanda ia sebal. Mempoutkan bibirnya dan menekuk kedua tangannya di depan dada. Sedang mencoba aegyo, eoh?
Eunhyuk menepuk bahu Sungmin, membalikkan badan Sungmin untuk menghadap kearahnya. "Kau marah? Aku baru saja akan mengenalkannya padamu, Min. Kenapa kau sensitive sekali sih." Bujuknya agar yeoja disampingnya tidak beraegyo lagi.
"Ya aku marah. Kau itu menye—
"Donghae hyung!" lambai seseorang kearah mereka—tepatnya kearah Donghae. "Ah kau! Kemari, bergabunglah." Ajak Donghae.
Hei, siapa dia berani mengajak temannya untuk bergabung?
"Tumben sekali kau bersama Eunhyuk noona disini. Bertiga pula. Biasanya kau tidak akan mau jika ada yang mengganggu kalian," Ucap Kyuhyun sambil menulis pesanannya di selembar kertas yang sudah ada tulisan lain disana.
"Ajhumma, ini pesanan kami." Kyuhyun yang paling terakhir menulis dengan cepat menyerahkan pesanannya.
Kepalanya terangkat menunjuk gadis yang ada disamping Eunhyuk. "Hei, dia siapa? Temannya Eunhyuk noona?" ujar Kyuhyun santai. Kepalanya kembali tertunduk untuk kembali bermain PSP kesayangannya.
Eunhyuk memukul kecil kepala Kyuhyun dengan segulung kertas yang ada di genggamannya. "Kau keterlaluan, Cho. Dia kan teman sekelas kita. Dia Lee Sungmin. Ah ya, Sungminnie, kau bahkan belum memperkenalkan dirimu kepada mereka."
Sungmin beralih untuk berdiri. Memperkenalkan diri lebih sopan dengan berdiri, bukan? "Ah ye, kenalkan, namaku Lee Sungmin. Cukup panggil aku Sungmin. Aku pindahan dari Jepang."
"Aku Donghae. Panggil saja, Hae."
"…"
Karena Kyuhyun tak beranjak untuk memperkenalkan dirinya, maka— "Dan dia Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Panggil saja dia setan." Donghae memperkenalkan siapa namja yang ada disebelahnya.
"YA hyung! Teganya kau. Panggil saja Kyuhyun atau Kyu. Jangan dengarkan si ikan cucut itu." Kyuhyun kembali memfokuskan pada game nya yang sempat ia pause.
"Kau! Bahkan kau—
"Cukup. Tidakkah kalian akur meskipun sebentar?" celetuk Eunhyuk menghentikan pertengkaran kedua namja disana.
"Pesanan datang. Silahkan dinikmati." Mereka mengambil menu yang mereka pesan masing-masing. Mencicip rasa yang ada di dalamnya.
.
"Sungmin. Bagaimana jika aku memanggilmu Sungminnie. Panggilan imut seperti wajahmu."
TUK. Eunhyuk lagi-lagi memukul orang dengan kertas itu, namun kali ini berbeda orang. "Kau tidak bermaksud menggoda Sungmin kan, Donghae-ssi?" geram Eunhyuk. Tentu saja, beraninya Donghae mengucap itu tapi di depannya ada Eunhyuk. Bodoh.
Sungmin menyela. "Hyuk, sudahlah biasa saja. Oh ya, pembicaraan yang tadi itu, kau harus mau aku ajak kemanapun." Mempoutkan bibirnya lagi-lagi. Merajuk eoh?
"Kau tidak usah beraegyo. Kau tidak imut bahkan tidak cantik sama sekali." Sanggah Kyuhyun cepat dengan sarkastik.
"Aku tahu aku tidak imut, aku tidak cantik. Terserahmu saja. Hyukjae, ingat! Kau harus menemaniku nanti sore. Akan ku kirim pesan nanti. Bye. Aku mau ke perpustakaan dulu."
Sungmin beranjak dan pergi dari hadapan mereka. Tentunya tidak membayar karena makanannya dibayarkan oleh Eunhyuk. Berjalan dengan muka ditekuk. Sepertinya ia cukup tersinggung dengan ucapan Kyuhyun tadi.
"Apa Sungminnie harus ke perpustakaan setiap hari? Setiap jam istirahat selalu saja ia pergi kesana. Dasar anak pintar."
"Masih pintar aku, noona!" potong Kyuhyun cepat. Mukanya memerah sedikit menahan amarah. "Sombong sekali kau, bocah."
.
"Kemana buku itu? Kemarin aku letakkan disini. Masa iya ada yang meminjam buku seperti itu? Ah tidak tidak. Aku cari dahulu."
Disini Sungmin. Di lorong perpustakaan, terhimpit lemari besar berisi ratusan buku. Bahkan bisa dikatakan perpustakaan disini cukup lengkap.
Sungmin bermonolog dan terus mencari buku itu. Buku yang menarik perhatiannya sejak kemarin ia mengunjungi perpustakaan ini. "Nah ini dia bukunya!"
'All About Ensefalitis.'
Sungmin mengambil buku itu, lalu menuju meja yang berada disana. Ia bermaksud meminjam buku itu dan membacanya dirumah.
"Semoga buku ini membantuku."
TBC
Bagaimana? Lanjut atau...
See you soon, guys!
Best regards,
haosungmin
