Chapter : 2

DISCLAMER :

MASASHI KISHIMOTO

WARNING :

ALLWAYS TYPO, GAJE, OOC, DAN TLL (teman-teman lainnya)

I'M NEWBI

DON'T LIKE DON'T READ

HAPPY READING

A DROP OF BLOOD FOR LOVE

CHAPTER : II

Cerita sebelumnya.

'AKU ADALAH DIRIMU, DAN DIRIMU ADALAH AKU. TAPI AKU BERBEDA, AKU DARKMU, DARK NARUTO, AKU BISA MENOLONGMU UNTUK BALAS DENDAM'

"Benarkah?" Tanya Naruto

'ULURKAN TANGANMU!'

Naruto menurut, lalu tangannya terulur kedepan –entah dengan siapa-, tapi dia tiba-tiba merasakan energi dahsyat menyelubungi dirinya.

Kini Naruto terselimuti aura hitam, dia sekarang memakai baju bertudung hitam. Mata yang semula sebiru lautan kini berubah merah darah.

"Aku merasa sangat kuat sekarang, hahaha!. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memburumu Shion!" ucap Naruto dengan geram

-ADBL-

Naruto terdiam sesaat, mata merahnya melihat sekeliling.

"Naruto-kun!" tiba-tiba seseorang memanggil dari belakang, Naruto menoleh ternyata yang memanggil adalah Hinata.

Hinata tersentak saat melihat keadaan Naruto yang terlihat MENYERAMKAN sekarang.

"Na-Naruto-kun!?" ucap Hinata terbata "Kenapa dengan di-…"

"Diam kau!" sela Naruto, nada suara Naruto lebih berat dari biasanya "Kau… Lebih baik pergi!" ucap Naruto -lebih tepatnya mengusir-

"Aku tidak akan pergi,…!" Bantah Hinata

Brak!

"kyaa, ugh!" rintih Hinata karena tiba-tiba saja dia diterkam Naruto dan dengan kasarnya dia mendorong Hinata hingga kedinding, membuat Hinata merintih kesakitan.

"Diam kau Hyuuga!" bentak Naruto marah. Hinata diam, matanya terbelalak, apa yang terjadi ?

"Ada apa denganmu Naruto-kun?"

"Hmm!" Naruto tersenyum sinis "Maaf, tapi aku bukan Naruto sekarang!" jawab Naruto sambil menatap Hinata. Hinata kaget karena yg sekarang dilihatnya bukan mata sebiru lautan tapi merah darah. "Aku DARK NARUTO !"

"Tidak!" balas Hinata sedikit menyentak "Kau itu Naruto, Namikaze Naruto…!"

"Diam!"

"Uuuggghh!" rintih Hinata karena tiba-tiba dia dicekik.

"Kau… tak perlu mencampuri urusanku!" balas Naruto lalu melempar Hinata ke kiri dan membuat Hinata jatuh tersungkur. Hinata meringis kesakitan, sikunya terlihat lecet.

"Ini keputusanku Hinata Hyuuga, kalau kau mencampuri urusanku, aku tak segan-segan menyakitimu lebih dari ini!"

Hinata bangkit dari duduknya sambil menahan rasa sakit di sikunya, dengan berani dia menatap mata merah Naruto.

"tidak akan ku biarkan Naruto-kun menjadi seperti ini, karena aku mencintaimu Naruto-kun!" balas Hinata tegas dan penuh keyakinan. Naruto sedikit tersentak-terlihat dari bola matanya yang membulat sebentar-

"Oh! Baiklah!" balas Naruto singkat lalu perlahan dia mendekati Hinata "di Kirigakure, ada Mentri kesehatan termuda. Besok aku akan ke Kirigakure, dan akan ku bunuh Mentri termuda tersebut!" ucap Naruto yang membuat Hinata bingung, Mentri kesehatan termuda? Siapa?

"maksudmu?" Tanya Hinata

"… kau banyak omong!"

wush!

"eh?" tiba-tiba Naruto menghilang dari depan Hinata. Ucapan Naruto tadi terus terngiang di kepalanya

'Di Kirigakure, Mentri kesehatan termuda, dan besok aku akan membunuh mentri kesehatan tersebut!'

"mentri kesehatan termuda siapa?" gumam Hinata

-ADBL-

Hinata terus berlari di koridor sekolah menuju kelasnya, dia tak menghiraukan umpatan siswa lain karena menabraknya, Hinata hanya mengucapkan maaf lalu berlari lagi.

DI KELAS IX – I

"Sakura-chan!" panggil Hinata terengah karena kecapekan berlari, tak menghiraukan tatapan bingung seluruh siswa di kelas. Sakura menatapnya khawatir plus bingung.

"ada apa Hinata-chan?" Tanya Sakura

"Na- hosh! Naruto- hosh kun, berubah!" ucap Hinata di sela-sela kecapekannya.

"tenagkan dirimu dulu Hinata-chan!" balas Sakura, Hinata menurut lalu berusaha mengatur nafasnya kembali.

"nah! Sekarang ada apa?" Tanya Sakura

Hinata perlahan mendekat, lalu berbisik. Sakura terbelalak. Cepat-cepat dia memanggil Sasuke dan Ino lalu keluar kelas untuk membicarakan hal yang dibisikkan Hinata.

-ADBL-

"Benarkah?" Tanya Sasuke "Kau tau itu dari mana?"

"Aku diberi tau Naruto-kun langsung tadi di atap!" jawab Hinata kemudian menunduk "Aku tidak menyangka Naruto-kun akan jadi seperti ini!" sambung Hinata, matanya terlihat berkaca-kaca, Ino lalu mendekati Hinata dan mencoba menenangkan Hinata.

"Tapi yang aneh itu Mentri kesehatan yang dimaksud Dobe itu" lanjut Sasuke

"Bagaimana jika aku mencari informasi lebih Sasuke-kun!" Sakura sekarang angkat bicara.

"Baiklah! Sakura kau cari info sebanyak-banyaknya, Ino dan Hinata kalian berkemaslah, besok kita akan langsung berangkat ke Kirigakure!" perintah Sasuke. Sasuke yang terkenal cuek bisa menjadi khawatir hanya karena masalah ini, apa lagi ini menyangkut salah satu sahabat terbaiknya. "Akan ku urus semua biaya kendaraan, dan akan aku izinkan kalian ke orangtua kalian masing-masing untuk bias pergi!"

-ADBL-

MALAM HARI, PUKUL 09.00 P.M,

KEDIAMAN HYUUGA, HYUUGA MANSION

Hinata terlihat cemas sekarang, dia duduk di pinggiran kasur.

Tok! Tok! Tok!

"Hinata-sama! Ini Neji!"

"Masuklah Neji-niisan, pintunya tidak aku kunci!"

Neji lalu masuk, lalu mendekati Hinata dan duduk di sampingnya.

"Kau khawatir dengan Naruto, Hinata-sama?" Tanya Neji, Hinata hanya menganguk pelan, Neji hanya mendesah pelan. "Awalnya Hiashi-sama tidak menyetujuinya, tapi mendengar perkataan Sasuke tadi beliau tersentak, sebegitu mencintaikan Hinata–sama dengan Naruto ?"

Pipi Hinata perlahan merona, dia semakin menundukkan kepalanya. Neji perlahan tersenyum,lalu dia mengusap kepala sepupunya itu pelan. Hinata mendongak menatap Neji.

"Hinata-sama segera tidur, tenang saja tadi Hiashi-sama menyetujuinya kok! Karena beliau ingin membalas budi almarhum orang tua Naruto !"

"membalas budi?" bingung Hinata

"Dulu perusahaan Hiashi-sama sempat akan bangkrut, tapi tiba-tiba Namikaze corp menawarkan kerja sama dengan Hyuuga corp, akhirnya Hyuuga corp selamat akan krisis uang dan kembali bangkit! Bahkan Hiashi sama sempat menawarkan sesuatu dengan Namikaze-san!" jelas Neji.

Mendengar hal itu, Hinata semakin bingung

"Tawaran apa itu Neji-niisan?"

"ohh!, itu rahasia!" balas Neji perlahan berdiri nan berjalan menuju pintu "Hinata-sama tidak perlu mengetahuinya, lebih baik anda segera tidur! Selamat malam!" balas Neji lalu keluar dari kamar Hinata. Hinata semakin bingung, tapi kebingungan itu ditepisnya dan dia segera tidur.

-ADBL-

KEDIAMAN NAMIKAZE, NAMIKAZE MANSION

Naruto terlihat mengemasi pakaiannya, ya! Besok karena dia akan berangkat ke Kirigakure untuk memburu 'Dia'. Memikirkan hal itu, kembali lagi mata Naruto berubah merah darah. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar Naruto, dia adalah Sai, Bodyguard kepercayaan almarhum orangtua Naruto. Sai adalah bodyguard termuda diantara semua bodyguard-bodyguard keluarga Namikaze. Dialah yang selama ini melacak keberadaan Shion.

"Kau akan benar-benar pergi Naruto?" Tanya Sai, dia sudah sangat akrab dengan Naruto.

"Tentu saja! Kita naik kendaraan biasa saja besok, aku tidak mau seluruh penghuni mansion mengetahui rencanaku!"

"Baiklah!"

"Jangan lupa beritau Iruka untuk menggantikanku mengurus perusahaan sementara!"

"Tentu Naruto, aku permisi!" balas Sai sopan lalu keluar dari kamar.

Selesai dengan kegiatannya, Naruto langsung pergi tidur. Dia sungguh mempersiapkan seluruh rencananya dengan matang.

'Tunggu aku Shion brengsek!'

TO BE CONTINUED

halooo, balik lagi dengan Ucha,,, chapter 2 publish nihh...!

ini balasan reviewnya

Divine Emission : saya juga sedikit suka dengan Naruto versi darknya, udah lama pengen buat Naruto sadis tapi masih menyimpan perasaanya.,., thanks repiunya

Benafill McDeemone : akan saya usahakan buat alurnya pelan-pelan! tapi Ucha gk bisa janji update kilat-gomenasai- thanks repiunya.,.,

: mungkin menciumnya! *NaruHina blushing bareng,., hahaha thanks repiunya

haaa.,., udah ada yang review, makasih kembali ya!

oke Ucha Out

18/01/2013

Uzumaki Ucha D'Sapphire