Warning : kemungkinan Angst masih menyertai ff ini... #apamaksudnya?#

HAPPY READING!

.

.

.

.

.

.

Sepintar-pintarnya diriku...

Tetap saja aku masih memiliki satu sisi bodoh di dalamnya...

Karena aku bodoh menyiayiakan dirimu yang mencintaiku...

Dan kini kebodohan itu membuatku menyadarinya sekarang...

bahwa aku... mencintaimu... Hakyeon-ah.

.

.

.

.

.

.

7 tahun kemudian...

Kota Seoul

25 April 20XX

.

.

.

.

.

.

Jam 03.08 AM

Malam yang sunyi dan sepi. Tak ada tanda-tanda kehidupan berjalan kala itu..

Semuanya sepertinya masih mengungsi didalam kasur mereka yang hangat tersebut.

Menikmati tidur mereka sehabis menjalankan aktivitas mereka seharian ini.

Namun, disebuah mansion yang sangat jauh dari keramaian...

Mansion yang bergaya eropa klasik itu, tampak sangat sunyi dan mengcekam jika dirasakan...

Disebuah ruangan yang cukup besar, seorang namja tinggi berkulit putih terlihat sedang gelisah didalam tidurnya.

"Jangan pergi!" teriak namja tersebut

Matanya terbuka lebar menandakan namja itu terbangun dari tidurnya dengan tangan yang berusaha meraih sesuatu yang hampa tersebut.

"Haah... Haah... Haah... Mimpi itu lagi... Haah... Haah... " Gumamnya mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidurnya

tangan kirinya membawa kakinya memeluk dirinya sendiri dan tangan kanannya meremas rambutnya tersebut.

TOK TOK TOK...

Cklek

"Taekwoonie, sayang... Ada apa? kenapa kau berteriak-teriak?" Tanya Eommanya khawatir memasuki kamarnya tidak terkunci tersebut.

"Eomma... Kenapa... mimpi terus datang padaku?" Tanya Taekwoon saat eommanya mengelus wajahnya.

Yah, namja itu adalah Jung Taekwoon yang saat ini terbangun karena mimpi lamanya itu.

Mimpi yang mengingatkannya pada seseorang...

Seseorang yang sudah membuatnya menyadari sesuatu...

Sesuatu yang seharusnya dia sadari lebih cepat...

Cinta...

Yah, orang itu membuatnya menyadari bahwa dirinya sudah jatuh dalam pesona orang itu...

Seseorang yang sudah dia sia-siakan 7 tahun yang lalu...

Seseorang yang sudah membawa hatinya pergi bersama dirinya

Seseorang itu bernama Cha Hakyeon.

Yah... Seorang namja yang sudah membuat dunia Taekwoon terasa sepi, sunyi dan kosong itu..

Pergi karena kebodohannya yang terlambat menyadari bahwa dirinya mencintai namja itu..

Kini dia merasakan apa yang namanya rasa sakit dihatinya.

"Tenanglah sayang... itu hanyalah bunga tidur... Sekarang kembalilah tidur ya?." Ucap eommanya.

Taekwoon menuruti kata eommanya yang menyuruh kembali tidur

"Eomma... Apakah kesempatan kedua itu memang ada?" Tanya Taekwoon sebelum menutup matanya.

"Tentu saja ada... Kesempatan kedua itu tentu saja ada kalau orang itu sabar menunggunya sayang..." Jawab eommanya membetulkan selimutnya.

"Nah, sekarang tidurlah Taekwoonie" lanjutnya

Cklek

Thub

Mrs. Jung keluar setelah dipastikannya anaknya kembali tidur..

Yang ternyata Taekwoon tidak tidur, dia hanya memejamkan matanya agar eommanya keluar dari ruangannya.

'Kapan kesempatan kedua itu datang padaku?' Batinnya memandangi langit-langit kamarnya.

.

.

.

.

.

.

seminggu kemudian...

.

.

.

.

.

.

Kota Seoul

02 Mey 20XX Jam 09.47 AM

baru saja sebuah pesawat yang datang dari bandara jepang mendarat di bandara korea, membuat senyuman terukir diwajah seorang namja tan yang masih berada diatas pesawat.

'Welcome back to home' batinnya senang.

Seorang namja berkulit tan memakai baju serba hitam dan kacamata hitam serta headset yang terpasang di kedua teliganya di pesawat tadi dia baru saja keluar dari pesawat yang membawanya kembali ke tanah air kelahirannya...

Semua mata yang melihat kearahnya mereka tak dapat memalingkan wajah mereka kesamping karena wajah itu sungguh manis dan tampan.

Dan juga dengan rambut berwarna blonde, siapa yang tidak akan memperhatikannya?.

Dari kejauhan dapat dilihatnya seorang namja muda tinggi berlari mengdahului ketiga orang lainnya yang datang bersamanya itu.

Yang dia ketahui ke empat orang itu adalah sahabat-sahabatya.

"N Hyung..." Teriak Sanghyuk sebelum dirinya melompat memeluk namja tan tersebut.

"Hahaha... Sanghyuk..." Dan diterima dengan baik oleh N alias Hakyeon tersebut.

"Apa kabar kalian?" Tanya Hakyeon kepada keempat orang dihadapannya setelah melepas pelukkannya pada Sanghyuk.

"kami sangat baik hyung. Bagaimana denganmu?" Tanya Hongbin

"Aku juga sangat baik rasanya." Jawab Hakyeon tersenyum

"hyung... kami sangat merindukanmu" ucap Wonshik menampilkan wajah sedih

"jangan menangis dan tidak boleh menangis" ucap Hakyeon kepada Wonshik

"tidak akan, karena kau bukanlah seseorang yang suka mendramatisirkan keadaan." jawab Wonshik tersenyum

"hyung..." panggil Jaehwan

mendengarnya Hakyeon memalingkan wajahnya kearah Jaehwan dan tersenyum.

"ah, Jaehwan-ah... sini.. aku ingin memelukmu." ucap Hakyeon merentangkan tangannya kearah Jaehwan.

"aku merindukanmu..." ucap Hakyeon mengelus punggungnya tak lama melepaskan pelukkannya.

namun, sepertinya Hakyeon mengingat sesuatu setelah melepaskan pelukkannya dengann Jaehwan.

"Jaehwan-ah... seingatku kau memiliki seorang pacar?" tanya Hakyeon melihat ke sekitarnya untuk mencari sebuah jawaban atas ingatannya tersebut.

deg!

senyuman ke tiganya tiba-tiba saja sedikit memudar mendengar pertanyaan Hakyeon, begitupula dengan Jaehwan yang bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Hakyeon itu.

"ah, mari kita pergi... sepertinya aku disini menjadi pusat perhatian yah?." lanjutnya melihat sekitarnya tanpa memperhatikan muka mereka yang sedikit berubah itu.

dan menaruh tangannya dibelakang kepalanya yang tidak gatal tersebut.

"iya, iya.. ayo kita pergi..." ucap Hongbin menanggapi.

setelahnya mereka berjalan keluar dari sana dengan diam tanpa ada yang ingin berbicara. sepertinya pikiran mereka pergi entah kemana setelah pertanyaan itu Hakyeon keluarkan.

'jangan sampai dia bertemu dengan orang itu' batin Hongbin, Wonshik dan Sanghyuk melihat keluar jendela

'apa yang terjadi? kenapa mereka diam? sepertinya ada yang salah dengan Hakyeon hyung.' batin Jaehwan sambil menyetir mobil yang mereka tumpangi tersebut.

sedangkan Hakyeon sepertinya sangat menikmati perjalanannya menuju apartemen yang akan ditinggalinya selama beberapa tahun dia dikorea.

Apa yang telah terjadi selama 7 tahun ini saat Hakyeon tinggal dinegeri orang?

apakah Hakyeon sudah melupakan orang itu?

tapi, sepertinya tidak seperti itu... sesuatu pasti telah terjadi disana...

dan kenapa hanya ke tiga orang itu saja yang mengetahuinya?.

apa rahasia yang mereka sembunyikan itu?.

apakah Jaehwan akan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya dalam batinnya itu?

.

.

.

.

.

.

Hakyeon menatap bangunan dihadapanya tersebut.

menatapnya tidak percaya kalau appanya akan memberikannya sebuah apartemen megah untuknya.

dia hanya bisa menatapnya kagum bangunan itu sebelum sebuah senyuman terukir diwajahnya.

padahal seingatnya mereka mempunyai sebuah rumah di korea tapi, appanya menjawab pertanyaannya tersebut dengan mengatakan padanya bahwa rumah mereka di korea sudah dijual dan sudah ditinggali oleh sebuah keluarga baru.

dan disinilah dia sekarang, menatap apartemen megah itu.

'Gomawoyo, Appa' batinnya.

"ayo, N hyung... cepat kita masuk..." ucap Sanghyuk tidak sabaran.

haish... yang punya apartemen siapa jadinya?.

Hakyeon hanya tersenyum menanggapi perkataan Sanghyuk.

tak terasa sudah 7 tahun dia meninggalkan korea dan sekarang dia sudah disini di negaranya tempat kelahirannya..

rasa senang hadir dalam hatinya. sepertinya besok dia bisa membuat sedikit pesta kecil bersama sahabat-sahabatnya ini.

.

.

.

.

.

.

Taekwoon, namja ini sedang duduk di terasnya, memandang bunga-bunga didepannya dengan pandangan tidak tertarik sama sekali.

jam baru menunjukkan angka 12.25 PM dan dirinya sudah dirumah sehabis jam kuliahnya.

rasa bosan selalu datang padanya kala dia tidak memiliki sesuatu yang dapat dikerjakannya.

"huufffttt..." helaan nafas dia keluarkan.

tiba-tiba saja pikirannya melayang pada kejadian 7 tahun yang lalu.

menampilkan sosok dirinya yang selalu menghindari namja tan yang selalu mengejarnya.

dan menampilkan sebuah kilasan ingatan tentangnya yang menyatakan cintanya pada Jaehwan sahabat Hakyeon yang diterima dengan baik oleh Jaehwan.

dan kejadian selanjutnya membuat hatinya sakit.

dia mencium Jaehwan saat dilihatnya sosok namja tan itu kian mendekat kearah mereka.

hingga langkah kaki itu berhenti. dapat dilihatnya bahwa mata yang selalu memandangnya dengan penuh cinta itu berubah karenanya. pancaran matanya tak lagi cerah.

karena mata yang memancarkan kesan ceria itu sudah berubah, mata itu menatapnya dengan penuh rasa sakit di dalamnya.

Taekwoon yang saat itu tidak tahu mengapa hatinya seakan sakit saat mata namja tan itu menitikkan airmata.

airmata yang tidak pernah dilihatnya... jatuh karena dirinya.

entah kenapa hatinya saat itu sangat sakit.

ini semua terjadi karena kebodohannya sendiri..

seandainya dirinya lebih cepat menyadarinya...

pasti semua ini tidak akan terjadi...

Hakyeon, namja itu pasti sekarang berada disisinya...

tersenyum dan tertawa bersamanya...

membuat kenangan manis bersamanya...

tapi, itu semua tak akan pernah terjadi. batinnya.

Ting~

sebuah pesan masuk kedalam ponselnya...

From : Ken

Hay, hyung... apa kabarmu?.

aku ingin bertemu denganmu di kafe biasanya.

setelah membaca Taekwoon membalas pesan tersebut, singkat dan jelas sama persis dengan keperibadiannya yang dingin tersebut.

To : Ken

Baik. Aku kesana.

hanya 3 saja yang ditulisnya disana. sungguh itu sangat mencerminkan dirinya.

setelah membalas pesan tersebut Taekwoon melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir rapi di bagasi mobil.

menaiki dan mengandarainya. menuju StarLight Caffe yang dulu sering mereka datangi 6 tahun yang lalu.

Yups, Taekwoon dan Jaehwan memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang terasa sangat hambar setelah 1 tahun Hakyeon pergi ke negeri orang, jepang.

mereka berpisah dengan baik-baik dan masih berkomunikasi sampai sekarang dan Jaehwan memutuskan kembali ke para sahabatnya tersebut dan diterima sangat baik oleh Wonshik, Hongbin dan Sanghyuk walau sebenarnya Sanghyuk sangat tidak mengizinkan Jaehwan untuk kembali masuk kedalam persahabatan mereka.

Namun, karena perkataan Wonshik dan Hongbin akan sesuatu akhirnya Sanghyuk menerima Jaehwan kembali kedalam persahabatan mereka.

.

.

.

.

.

.

Kaki panjangnya memasuki cafe tersebut setelah memarkirkan mobilnya disamping jalan dekat kafe itu.

Tarkwoon mengedarkan pandangannya mencari Jaehwan yang ternyata duduk diujung kafe tersebut, melambaikan tangannya pada Taekwoon yang baru masuk.

dengan segera dirinya menyamperin Jaehwan yang terlihat santai dengan kaos oblong dan celana jeansnya yang berwarna biru keputihan.

didudukkannya dirinya didepan Jaehwan.

"ada apa?" tanya Tarkwoon to the point

"Aku memiliki kabar baik untukmu..." ucap Jaehwan tersenyum cerah.

"katakan." ucap Taekwoon dan hanya balasan itu yang Jaehwan dapatkan.

mendengarnya Jaehwan mencibir sifat Taekwoon yang menurutnya tidak berubah sama sekali 6 tahun terakhir.

"Aku ingin memberitahumu kalau Ha-"

"Jaehwan? kau sedang apa disini? dan... siapa dia?" tanya sebuah suara yang mengitrupsi ucapan Jaehwan.

DEG!

mereka, Jaehwan dan Taekwoon terdiam ditempat. pikiran mereka terbang kemana-mana.

"Ha-"

"Yak, kau lama sekali Hakyeon hyung..." kembali sebuah suara yang dibuat seperti orang marah mengitrupsi ucapan Jaehwan.

"Lol? Jaehwan hyung sedang apa disini?" tanya Sanghyuk yang muncul dibelakang Hakyeon dan langsung berbicara sebelum Hakyeon memnuka mulutnya.

DEG!

baru disadarinya bahwa Jaehwan tidak sendiri melainkan bersama dengan orang yang dibenci oleh dirinya, Jung Taekwoon.

gurat kekesalan, kecewa dan khawatir terpancar jelas diraut wajah Sanghyuk. bagaimanapun saat ini Taekwoon berada tepat didepan mereka.

"aku... hanya bertemu dengan Ta-" lagi-lagi dua suara lain mengintrupsi mereka

"aahhh... hyungie... kau lama sekali..." Ucap Hongbin mengeluh

"benar sekali, aku bosan menunggu Hakyeon hyung..." ucap Wonshik yang juga mengeluh.

DEG

seketika mereka terdiam saat sudah sampai ditempat 4 orang yang mereka kenal berada dan melihat seseorang yang mereka anggap sebagai penyebab semua ini terjadi berada dihadapan mereka dan Hakyeon hanya memperhatikan wajah mereka yang berubah pucat. ada apa ini? kenapa mereka langsung terdiam melihat Jaehwan dan namja ini didepan mereka?.

"kalian kenapa? kenapa diam?" tanya Hakyeon membuka suaranya.

"itu... itu..." Wonshik ngak tahu harua mengatakan apa-apa pada Hakyeon. dia sedikit panik sekarang.

"ayo, kita pergi hyung." ucap Hongbin yang langsung menyambar tangan Hakyeon untuk berjalan pergi dari sana.

"Tunggu, Hakyeon!" ucap Taekwoon yang tiba-tiba saja menyambar tangannya untuk memghentikan pergerakan mereka.

DEG!

'Jangan mengganguku, Hakyeon!'

Sebuah suara terlintas dikepalanya.

"Aarrrrggghhhhh...!" tiba-tiba saja Hakyeon melepaskan tangannya dari mereka dan memengang kepalanya yang sakit.

apa yang sebenarnya terjadi? akankah Taekwoon mendapatkan kesempatan keduanya?.

.

.

.

.

.

.

TBC OR ENDING

ini hanya sequel dari 'The Last Word' yang saya bagi dalam beberapa Part. semoga suka.

dan Neomu Gomawo bagi kalian semua yang sudah menyempatkan diri membaca, mereview, mengfollow dan mengfav-kan karya saya ini.

Bye... sampai ketemu di part 2-nya...

~Key~