Chapter 2 updated!

Semoga kalian menyukai kelanjutannya!


Di tengah kebingungan Kise, tiba-tiba dunia ini menjadi gelap. Gelap tak ada cahaya.

Ini dimana? Kurokocchi...?

Dilihatnya ada sedikit cahaya di ujung sana. Kise hanya mengikuti cahaya tersebut. Sesampainya disana, dilihatlah ada tempat tidur dan tubuh? Tubuh siapakah itu? Ia tertidur, Rambutnya biru. "Kurokocchi...?" Sentak kaget Kise. Mengapa Kuroko tiba-tiba tertidur disana? Sebenarnya ini dimana?

Disampingnya ada orang, siapakah itu?

"Apakah kamu yang bernama Kise?" Tanya perempuan yang berambut putih namun mengesankan tersebut. Tubuhnya yang berhiaskan perhiasan dan permata membuat dirinya semakin cemerlang.

"Iya, aku Kise. Kau siapa? Dan, dan kau apakan kurokocchi?!" Tanya Kise tanpa segan dengan sedikit membentak.

"Dia tidak apa-apa" Kata perempuan tersebut. "Tapi, itu terlihat kalau dia dikutuk"

"Dikutuk?" Tanya Kise heran. "Siapa memang? Apakah Kurokocchi pernah berbuat salah kepada orang?"

"Aku tidak tahu kenapa dia dikutuk tapi yang pasti ia dikutuk oleh seorang perempuan yang bernama Madelyn"

"Maderinu..? Aku tidak mengenal dia, siapa dia?"

"Dia adalah putri dari dunia landford ini. Tapi kelihatannya dia sangat membenci lelaki ini"

"Aku masih tak mengerti kenapa dia membenci kurokocchi..."

"Tidak usah dipikirkan masalah itu. Yang pasti jika kau tak menemukan penawar racun ini. Dia akan mati lusa esok"

"MATI?!" Sentak Kise kaget. "Baiklah. Dimana letak penawar itu?!"

"Kau harus pergi ke gudang di dalam istana Queen Madelyn. Nama penawar racunnya adalah Maderin diambil dari nama putri itu sendiri" Jelas perempuan tersebut. "Botol itu bewarna bening penawar racun itu berupa bubuk seperti mutiara yang cemerlang"

"Tunggu, dimana istana tersebut?" Tanya Kise yang mulai kebingungan.

"Kau tinggal berjalan ke arah utara terus sampai ada istana mewah terbuat dari mutiara putih" Tambah perempuan tersebut. "Nah selamat berjuang" Perempuan itu langsung menghilang dari hadapan Kise layaknya angin.

Kise yang melihat Kuroko berada di depannya itu tertidur, Kise menghampirinya. Dia mencium tipis bibir kuroko, berkata dalam hati Tunggu aku, aku pasti akan menolongmu kurokocchi.

Tanpa segan, Kise langsung meninggalkan Kuroko yang tertidur di tempat tidur mutiara tersebut. Bagaikan putri salju yang kedinginan dan butuh kehatangan seorang pangeran untuk menolongnya dari bahaya.

Kise membuka pintu dari ruangan tersebut. Ruangan yang tadinya gelap gulita, sekarang bagaikan wonderland seperti negeri dongeng. Banyak tanaman dan buah-buah bewarna merah, kuning, maupun biru. Tanpa ragu ia langsung menuju utara yang diberitahu oleh perempuan tadi.

Disana, banyak sekali binatang-binatang yang cukup aneh layaknya dunia dongeng. Perempuan itu bilang... Ini lanford bukan? Kelihatannya Kise tersesat di dunia dongeng ini. Tapi, tetap tidak peduli apa ia tetap saja bersikeras untuk pergi ke Istana Maderinu tersebut.

Dilihatnya sekeliling dari dunia tersebut. Bingung, sebenarnya ini memang dunia dongeng atau apa?

Sampailah Kise di depan sungai. Disitu terdapat banyak buaya. Dan jarak daratan yang akan dilaluinya. Bagaimana dia bisa melewati sungai tersebut? Dilihatnya sekelilingnya tidak ada jembatan untuk menyeberangi sungai tersebut. Dan keliatannya sungai tersebut terus memanjang sampai kesana.

Terlihat ada seorang kakek dan nenek sedang di ujung pohon arah barat sana. Kelihatannya mereka mau menyeberangi sungai tersebut dengan perahu yang mereka punya. Kise bermaksud menumpang, tapi apa yang harus dikatakannya?

"Permisi... Apa kalian mau menyeberangi sungai ini?"

"IYA KENAPA?!" Bentak kakek tersebut. Kise tersentak, dari jauh kakek ini terlihat baik, tapi setelah dilihat dari dekat kakek ini terlihat garang. Apa yang harus dilakukannya?

"Kek, jangan begitu kelihatannya dia tersesat" Kata Nenek yang membela Kise.

"APA MAUMU?! ADA PERLU APA DENGAN KAMI?!" Bentak kakek itu lagi. Kise mengambil nafas bersiap-siap untuk berbicara sesopan mungkin.

"Saya hanya... Ingin menumpang di perahu ini untuk menyeberangi sungai. Karena harus pergi ke Istana Maderinu"

"ISTANA MADERINU?! UNTUK APA KAMU KESANA HAH?!"

"Untuk mengambil penawar racun, tema- erhm, pacar saya sedang berada dalam kesulitan" Kata Kise dengan sedikit menyeringai tak tahu apa yang harus dikatakannya lagi.

"DASAR! YASUDAH, SINI CEPAT NAIK!"

"Benarkah?" Tanya Kise yang mulai ada harapan, matanya berbina-binar seperti anak kecil.

"MAU NAIK APA TIDAK?!"

"Iya! iya!"

Naiklah Kise di perahu tersebut dan menyeberangi sungai dengan selamat tanpa berurusan dengan buaya. Kise lega, untung saja dia boleh menaiki perahu tersebut dan menyeberangi sungai ini dengan selamat.

"Sebenarnya kakek itu baik, hanya saja cara bicaranya yang terlihat jahat. Jadi jangan diambil hati ya" Kata nenek itu lembut.

"Iya nek, terima kasih ya!" Kata kise berterima kasih. "Kekk! Terima kasih yaa!" Kise melambaikan tangan kepada kedua kakek-nenek tersebut.

"AWAS KAMU JIKA TIDAK HATI HATI!" Teriak kakek tersebut. "DAN INGAT, JANGAN LUKAI PUTRI MADELYN! DIA ANAK BAIK, TAPI HANYA SUKA BERMAIN SAJA, INGAT ITU!"

"Iyaa!" Kise hanya berkata iya tanpa mencerna kata kakek tersebut. Ia berpikir, jika hanya bermain kenapa dia harus bermain dengan nyawa orang?

Kise ingin mengetahui jawaban sebenarnya setelah ia sampai di istana dan menanyai motif putri Maderinu itu yang sebenarnya.


Chapter 2 selesai!

RnR please?

Tunggu kelanjutannya ya!

*PS: maaf sekali lagi kalau ada salah kata ataupun typo