PROMISE
disclaimer : oke.. ini harus selalu ditulis "They Belong to Themselves."

Cast : All DBSK Member and other character

Pair : YunJae, YooSu, and other

-CHAPTER 1-

Hard To Me, Uknow!

-Jaejoong POV-

Aku masih bisa mendengar suaramu Yunho ah. Di sini. Di kamarku.

Suara bass mu yang selalu membisiknya kata-kata sayang padaku masih terdengar jelas.

Masih bisakah aku berharap? Bahwa semua yang kulalui ini hanyalah mimpi?

Ketika aku membuka mata, kau akan duduk di pinggir tempat tidur dan tersenyum kearahku, seperti biasa yang kau lakukan.

Yunho ah. Ini hanya mimpi kan? Ini permainan kita yang lain kan? Aku mohon, sudahi saja permainan ini.

Aku mohon! Muncul lah dihadapanku! Tersenyum lah ke arahku! Bisikkan aku lagi, kata-kata sayangmu itu! Katakan pada ku, ini hanya kebohongan, ini hanya permainan lain yang kau ciptakan agar aku mengkhawatirkanmu!

Hey Jung Yunho. Aku benar kan, kita sedang bermain? Kau sedang bersembunyi dariku kan Yunho ah? Seperti yang biasa kita lakukan. Kau akan muncul setelah 7 hari seperti biasa. Pasti!

Oke, karena ini adalah hari ketujuh dari permainan kita, aku akan kembali memjamkan mata. Aku tak mau tahu, setelah hari ini kau sudah harus muncul dihadapanku lagi.

-End Jaejoong POV-

-flashback-

-Normal POV-

"Yunho ah!" Jaejoong mengerjab-ngerjabkan matanya. "Sedang apa kau di kamarku?" Jaejoong bangkit dari posisi tidurnya. Memandang heran pada kekasih hatinya yang tiba-tiba sudah berada di kamarnya sepagi ini. "Siapa yang mengizinkan mu masuk kamarku?"

Yunho bangkit, ia berjalan mengelilingi kamar Jaejoong yang sangat rapi. "Hum, Junsu menyuruhku langsung masuk ke kamarmu. Ya sudah, aku masuk saja." Ujarnya santai sambil melihat-lihat isi lemari buku di kamar kekasih hatinya itu.

"Umm Yunho, apa aku melakukan hal yang memalukan selagi aku tidur?" Jaejoong menutup mukanya dengan bantal. Ia merasa malu karena Yunho melihatnya dalam keadaan tidur. "Hmm, ani. Sejujurnya, kau terlihat cantik saat tidur. Terlihat sangat bisa dimakan." Tiba-tiba saja Yunho sudah berada di depan Jaejoong, mengambil bantal yang menutupi muka kekasihnya dan melemparnya ke lantai.

Wajah Jaejoong memerah "Ya, Yunho ah! Pervert mind!" ia mendorong wajah Yunho yang semakin mendekat padanya. "Keluar sana! Aku mandi dulu, tunggu aku dibawah"

"Sayangnya, pintu kamarmu dikunci oleh dongsaeng mu itu, Joongie" Yunho tersenyum. Merebahkan dirinya di kasur milik Jaejoong.

"MWO! Aish, Dolphin sialan" rutuk Jaejoong pada adik nya itu. Jaejoong memanyunkan bibirnya. Sebal. Akan sangat berbahaya jika ia dan Yunho terus berdua disini. "Akh" Jaejoong menjerit kecil saat sepasang lengan memeluk pinggangnya. "Lepaskan, Yun. Aku belum mandi"

"Tidak apa-apa. Aku suka bau tubuhmu. Tanpa mandi pun kau sudah sangat harum, Joongie" Yunho mengetatkan , keheningan menyelimuti mereka. "Joongie, ayo kita bermain." Ujar Yunho tiba-tiba. Memecah kesunyian yang terjadi di antara mereka.

"Hmm, permainan apa?" Tanya Jaejoong balik. Ia mengelus lembut rambut Yunho.

"Setiap seminggu dalam sebulan pada tanggal 9, aku akan menghilang. Kau tak boleh mengirimi ku sms ataupun menelponku. Bagaimana?" Yunho bangkit. Memandang mata bulat besar milik Jaejoong.

"Apa hadiahku jika aku berhasil melakukannya?" jemari lentik Jaejoong menyusuri wajah manly milik Yunho. Tangan Yunho menangkup wajah Jaejoong. "Aku akan bersamamu selama satu hari penuh jika kau berhasil melewati permainan ini" serunya mantap.

-thazt-

"Hah, akhirnya. Dengan hari ini, 7 hari sudah. Siap-siap saja Yunho-ah. Aku menang di permainan ini. Ya, ku akui, hari pertama sangat sulit tanpa menghubungi mu apalagi mendengar suaramu. Tapi aku tetap bertahan." Jaejoong terus berbicara sendiri. Ia tak peduli jika dongsaeng nya menganggapnya gila. Lagipula jika ia tak berbicara, kerinduan akan Yunho akan semakin terasa.

"Lebih baik, aku tidur saja. Agar hari ini cepat berlalu dan aku bisa melihatnya lagi seperti biasa dan tersenyum kearahku." Jaejoong merebahkan dirinya. Memejamkan mata. Tak berapa lama, Jaejoong terbuai kealam mimpinya.

-thazt-

"Joongie, bangun!" Yunho menepuk pipi Jaejoong lembut. Sentuhan lembut itu membuat Jaejoong tersadar. Ia menggeliat pelan. "5 menit lagi" ceracaunya. Yunho tersenyum menatapnya, "Ayolah, my boo! Bangun!"

Jaejoong kembali menggeliat pelan. Ia membuka matanya, perlahan. Dan hal pertama yang dilihatnya adalah wajah seseorang yang sangat dirindukannya. Jung Yunho. Tetapi dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya ia hanya tersenyum tipis saat melihat sosok itu. "Yunnie" sapanya pelan dan kembali memejamkan mata. Kembali menghampiri alam mimpinya.

"Ya, Kim Jaejoong! Cepat bangun! Atau aku akan menciummu sekarang juga!" ancam Yunho sambil menarik kedua pipi Jaejoong. Wajah mereka begitu dekat. Jaejoong tetap tak bergeming. Sikap Jaejoong itu membuat Yunho semakin gemas, ia mengecup bibir Jaejoong dan menarik pipinya jaejoong keras sesaat setalah Yunho melepas ciumannya dengan Jaejoong

Karena sakit yang dirasakan di kedua pipinya dan sentuhan yang ia rasakan di bibirnya membuat Jaejoong merasa terganggu dengan ulah orang yang sudah seenaknya saja menggangu tidurnya itu.

"Aish! Lepaskan pipiku! Sakit tahu!" Jaejoong langsung bangkit dari posisi tidurnya. Dan sayangnya itu keputusan yang salah. Karena itu akan menimbulkan bunyi seperti ini…

DUAGH!

Tuh kan, karena Jaejoong bangkit terburu-buru maka keningnya dan Yunho bertabrakan. "Sakit!" rintih Jaejoong sambil mengelus keningnya yang sakit. Ia memandang ke depan. Kearah sesosok pria yang juga sedang melakukan hal yang sama seperti dirinya. "Jae, kau itu. Sakit tahu" pria itu memandang Jaejoong tajam. "Ukh, Mianhae Yunnie. Aku kira itu bukan kamu." mata bulat Jaejoong memandang Yunho dengan tatapan puppy eyes nya. Dan itu langsung membuat Yunho tersenyum simpul. Ok, siapa sih yang bakal ngga meleleh kalau ditatap kayak gitu sama seorang Kim Jaejoong.

Tiba-tiba Jaejoong tersadar akan sesuatu. "Ya, Jung Yunho! Aku menang di permainan kita ini. Jadi berikan hadiah ku!" Jaejoong berseru dengan semangat. Seperti anak kecil yang akan dibelikan sebuah permen.

"Kau mau pergi dengan keadaan seperti ini?" Yunho memandang kearah Jaejoong yang hanya memakai piyama tidurnya. "hehehe,, tunggu aku dibawah!" Jaejoong melompat dari kasurnya berniat untuk berlari ke arah kamar mandi. Sayangnya Yunho lebih cepat, ia berhasil menangkap lengan Jaejoong, menariknya dan memberikan sebuah ciuman kilat. "second morning kiss" bisik Yunho pelan dan –blush-, seketika itu juga wajah Jaejoong merona merah "jangan lama-lama Jung Jaejoong" Yunho berjalan keluar dari kamar Jaejoong, meninggalkan Jaejoong dengan wajah merahnya. "Sial" rutuknya dalam hati

-flashback end-

-Jaejoong POV-

Ini hari pertama Yun, masih tersisa 6 hari lagi.

Hari kedua permainan kita. Tersisa 5 hari lagi.

Hari ketiga. Aku masih tetap memejamkan mata. Menunggu kehadiranmu. Tersisa 4 hari lagi.

Hari keempat, kelima, keenam ketujuh telah berlalu. Aku tetap memejamkan mata. Ini hari terakhir permainan kita Yun. Esok hari, aku akan membuka mata seperti biasa dan kau akan muncul lagi dihadapanku dan tersenyum.

-End Jaejoong POV-

-Normal POV-

Sesosok pria cantik dengan kulit putih itu tertidur di ranjangnya. Hari ini genap satu minggu lebih sehari ia terus berada d sana, di ranjangnya. Persis seperti cerita Putri Aurora yang terus tertidur menunggu hingga sang pangeran datang dan memberikan cinta serta ciuman yang tulus untuk membuatnya terbangun. Namun berbeda dengan cerita klasik itu, pria itu terbangun dengan sendiri.

"Yunnie, kau ada di sini kan? Jangan bersembunyi, yun! Aku tahu kau ada disini" pria itu trus berbicara sendiri, masih dengan menutup matanya. "Ini hari kedelapan yun, kau sudah berjanji padaku, pada hari kedelapan permainan kita kau akan kembali" Perlahan air mata mengalir dari mata priaitu. Dengan mata yang masih terpejam pria itu menangis. "ayolah, Yunho ah. Ini tidak lucu." Pria itu kembali berbicara. Berharap akan ada sesorang dengan suara bass yang sangat dirindukannya menjawab panggilannya. Sayangnya, tak ada satupun suara yang didengarnya kecuali suaranya sendiri. Kembali, pria itu menitikkan air mata dengan mata terpejam. Ia takut. Sangat takut membuka matanya. Takut akan kenyataan yang akan ia hadapi. Takut, ketika ia membuka mata. Sosok yang teramat sangat dirindukannya itu tak dapat ia temukan.

"YUNHO!" Teriakannya menggema di ruangan itu. Suaranya parau. "YUNHO!" ia kembali berteriak. Suara derap langkah bergema di rumah itu. "Jaejoong hyung!" sesosok pria dengan tampang yang bisa dibilang imut muncul di ambang pintuk kamar milik pria cantik itu.

"Junsu ah. Katakan padaku, Yunho ada di sini kan? Dia ada di kamarku kan?" tanyanya beruntun pada pria imut yang dia panggil Junsu itu. Junsu tersenyum miris. Perlahan ia mendekat ke arah hyung yang sangat ia sayangi itu. Mengenggam tangannya lembut.

"buka matamu hyung!" ujar Junsu pelan. Jaejoong menurut. Ia membuka matanya perlahan. Wajah adiknya Junsu adalah hal pertama yang ia lihat. Jaejoong mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya.

Dan saat itu juga Jaejoong kembali berteriak histeris….

_TBC_

Note :

Okeh.. aku balik lagi dengan chap.1

Aku udah update secepatnya

Maaf ya kalo pendek

Sebenernya sih sengaja biar pada penasaran

Jadi untuk chapter ini

REVIEW JUGA YA! Hehehe^^