Love Is Complicated
By Ryuchi Appie
Genre: Romance
Rate: T
Pair: SasuFemNaru
No yaoi!
-Sesampainya di kelas XF-
"Hai perkenalkan, namaku Namikaze Naruto aku sebelumnya bersekolah di SMP Oro Gakuen, salam kenal!" kata Naruto memperkenalkan dirinya plus menampakkan cengiran khasnya.
"Iya, salam kenal Naru-chan." Kata sebagian besar anak-anak
"Baik Naruto, kamu duduk di sebelahnya Sakura ya." Kata Kurenai-sensei menunjuk meja di urutan paling belakang di pojok sebelah kiri dan situ ada anak perempuan yang berambut pink.
"Baik sensei." Kata Naruto yang langsung menuju bangku yg ada di pojok sebelah kiri.
"Hai Naru-chan." Kata Sakura sambil tersenyum manis.
"Hai Sakura-chan. " jawab Naruto plus cengirannya.
Teng teng teng
Akhirnya bunyi bel pun berkumandang *emangnya adzan-plak-*
"Yayyy. Sakura-chan, kau mau kemana? Kita keliling sekolah yuk?" ajak Naruto.
"Hmmm. Baiklah Naru-chan." Kata Sakura sambil tersenyum melihat tingkah Naruto.
Saat Naruto dan Sakura mengelilingi sekolah dari lantai 1 sampai lantai 3, tiba-tiba di lantai 3 Naruto bertabrakan dengan seseorang.
"Aduuhhh. Ittai." Kata Naruto sambil memegang pantatnya yang sakit.
"Makanyaa! Kalau liat jalan pake mata Dobe!" kata seseorang yang telah menabrak Naruto, dan sepertinya kita tau siapa yang menabrak Naruto. Seseorang yang rambutnya seperti pantat bebek, kulitnya putih bersih tanpa jerawat dan luka, satu kata yang bisa diucapkan. PERFECT.
"APA KAU TEME? JELAS-JELAS KAU YANG MENABRAKKU! MATAMU DIMANA TEME! DI LUTUT?" kata-errr ralat- teriak Naruto.
"Hei dobe! Berani sekali kau teriak begitu kepada senpaimu. Kau mau aku kerjain sampai nangis dobe? Hmm?" kata Sasuke semakin mendekat pada Naruto.
"Apa kau? Aahh sudah lah. Aku mau kembali ke kelas. Aku capek mengurusi senpai sepertimu. Ayo Sakura-chan." Kata Naruto yang langsung menyeret Sakura yang dari tadi cuma melongo.
"i iya Naru-chan." Kata Sakura yang masih tergagap.
Setelah Naruto dan Sakura sudah tak terlihat di pandangan Uchiha Sasuke. Ternyata dari tadi dia memasang evil smirknya yang bisa membuat semua wanita mimisan.
"Huft. Menarik sekali dia. Akan kubuat dia jadi milik ku. Khu khu khu."
-Sepulang sekolah di Asrama Putri kamar Sakura(namanya memang kamar Sakura)-
"Huaahhhh. Aku capek sekali hari ini. Bertemu di pantat ayam lagi. Aaahhhhh!" kata Naruto sambil merebahkan diri di kasur.
"Eh? Sebaiknya aku telfon Neji aja deh. Hehehe. Kangen Neji nih." Setlah itu Naruto pun mengambil HP nya dari tas dan langsung memencet nomer Neji dan menelfonnya.
"ah? Naru-chan? Ada apa? Kau sudah pulang sekolah?"
"iya Neji. Aku sudah pulang sekolah. Kau dimana? Aku kangen sekali. Hehe"
"maaf Naru-chan. Aku sibuk sekali. Aku masih di sekolahan. Sudah dulu ya?" lalu Neji pun menutup telfonnya
"huft. Kenapa sih Neji akhir-akhir ini begitu? Aku benar-benar sedih. " kata Naruto sambil menangis.
Tiba-tiba Sakura pun datang. Dan menuju kasur Naruto.
"Kau kenapa Naru? Kenapa menangis? Apa ada masalah? Kau bisa cerita padaku." Kata Sakura sambil mengelus-elus punggung Naruto.
"Pacarku Neji, sekarang selalu sibuk, seakan-akan aku tidak ada." Jawab Naruto sedih.
"Sudah sudah. Tenang saja mungin dia hanya sedang sibuk." Kata Sakura menenangkan.
"Iya Sakura-chan. Semoga begitu."
Tapi ternyata dugaan mereka salah. 4 bulan kemudian Neji mengajak Naruto putus.
"Haaaaa? Apa? Apa maksudmu Neji? Aku tau kau bersama Ino secara diam-diam! Apa maksudmu?" kata Naruto
"maaf, tapi aku benar-benar sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi padamu. Maaf Naru."
"Yasudah Neji! KITA PUTUS!" kata Naruto kemudian menutup telfonnya. Dan Naruto langsung memeluk Sakura yang ada di sebelahnya.
"Sakura-chan. Aku benar-benar kecewa pada Neji. Bisa-bisanya dia pegitu padaku. Padahal besok kita liburan semester 1 dan aku benar-benar kecewa karena sebelumnya aku sudah memikirkan ingin bersama dengan Neji terus. Neji bodoh! Hhuuuaaaaaa" kata Naruto sambil menangis tersedu-sedu.
"Sudah sudah Naru-chan. Mungkin dia bukan laki-laki yang pantas untuk mu. Sudah, jangan menangis lagi." Kata Sakura menenangkan Naruto.
"Iya Sakura-chan. Sepertinya kita harus tidur, besok hari terakhir kita di semester 1. Oiya, besok juga masih ujian kimia kan? Untungnya aku sudah belajar." Kata Naruto sedih.
"Ya sudahlah Naru-chan. Jangan dipikirkan lagi cowok brengsek itu. Kau sebaiknya memikirkan ulangan kimia besok. Jangan menangis lagi ya?" kata Sakura sambil mengelus-elus punggung Naruto.
"Iya Sakura-chan, ayo kita tidur." Kata Naruto sambil tersenyum walaupun sedikit.
"Ayo. Selamat tidur Naru-chan." Kata Sakura yang segera beranjak dari tempat tidur Naruto dan tidur di tempat tidurnya yang berjarak tidak jauh dari tempat Naruto.
-Keesokan harinya setelah ujian kimia-
"Huft. Akhirnya selesai juga semester 1. Sepertinya aku harus cepat-cepat kembali ke Asrama. Aku harus bersiap-siap pulang. Kaa-san sepertinya sudah berangkat dari rumah untuk menjemputku."
Sepertinya Naruto tidak merasa jika ia diperhatikan oleh Sasuke dari lantai 2 di sekolah. Sambil tersenyum Sasuke memandang Naruto dengan pandangan –errr- lapar?.
"Khu khu khu. Ku dengar dari teman ke kamarnya, dia sudah putus dengan pacarnya. Sepertinya aku harus segera bergegas mendapatkannya. Tapi aku lupa jika aku masih berpacaran dengan Karin. Haahh. Merepotkan. Hmm aku harus pelan-pelan mendapatkan si malaikat manis ku itu. Aku sudah menahan diri dari dulu. Dia bukan tipe orang yang bisa didapatkan dengan mudah. Beda dengan mantan-mantanku yang lain. Huh, sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya. Sial, si rambut pirang sudah menyita hatiku dulu. Baiklah, tunggu saja Naru-chan~ akan kurebut hatimu." Kata Sasuke dengan background petir yang mennyambar-nyambar.
Naruto POV
'bbrrrrr. Kenapa tiba-tiba aku merinding ya? Perasaanku tidak enak. Ahh ya sudah lah, semoga tidak ada apa-apa.'
Normal POV
Akhirnya sesampainya di Asrama, Naruto sudah di jemput oleh kaa-sannya. Dia lalu cepat-cepat membereskan barangnya dan bergegas pulang.
-Di mobil Naruto-
"Hmmm kaa-san. Setelah dikita sampai di Oro bolehkan aku pergi ke Oro High School? Aku ingin melakukan sesuatu. Mumpung ketika sampai disana masih jam pulang sekolah di Oro. Kan Konoha High School lebih cepat libur karena kita padat jadwal. Boleh kan kaa-san? Aku mohon. Aku nanti juga ingin meminta bantuan Temari-chan untuk masuk kesana. Kali ini saja kaa-san. Ini yang terakhir. Aku mohonn." Kata Naruto sambil memasang puppy eyesnya.
"Hmmm baiklah. Sepertinya mau tidak mau kaa-san harus menurutimu. Tapi kau tau kan. Seperti biasa, jangan terlalu memaksakannya." Kata Kushina sambil mengelus-elus rambut putri kesayangannya.
"Baik kaa-san. Sepertinya aku harus segera menelfon Temari-chan. Sebentar ya kaa-san." Kata Naruto yang langsung mengeluarkan HP nya dari tas kecilnya dan segera menelfon Temari.
'Halo Naru-chan. Ada apa? Apakah kau akan.." kata Temari di seberang telepon dan sepertinya di sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Naruto.
"Iya Temari-chan. Aku benar-benar akan melakukannya. Kau mau membantuku kan?"
'Baiklah Naru-chan. Apa sih yang tidak untuk saudaraku yang paling manis? Tapi kapan kau kesini?'
"Hmmm mungkin 1 atau 2 jam lagi aku sampai disana. Pas jam pulang kalian kan?"
'Oke Naru-chan. Aku akan menunggumu. Aku akan tunggu telfonmu selanjutnya. Hati-hati ya Naru-chan. Daahhh.'
"Daaahh." Kata Naruto yang langsung menutup telfonnya.
"Huft tunggu saja kau. Aku akan memberi pelajaran untukmu. Fuhh" kata Naruto sambil tersenyum .
-TBC-
Naahhhh. Minna-san. Maaf appie lama update. Banyak yang memenuhi pikiran appie. Huhuhu T_T
Nah? Siapa yang bisa menebak? Apa yang akan dilakukan Naruto?
Tolong beri tebakannya di review yaaa.. XD
Appie-chan tunggu reviewnya.. XD
